Kontak Redaksi: WA 0813-8728-4468, email: koordinator.liputan@gmail.com
Latest Post
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri wakil walikota bekasi. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri wakil walikota bekasi. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

Lebaran Yatim, Wakil Walikota Bekasi Santuni Anak Yatim Yayasan Esa Qolbu



GEN-ID
| Kota Bekasi
- Berbagi berkah Muharram yang juga dikenal masyarakat sebagai lebaran yatim, Wakil Walikota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono atau akrab disapa Mas Tri menyantuni anak yatim di  Yayasan Esa Qolbu - YESQO, pada Minggu (13/09/2020).

Kegiatan pembagian santunan ini dilaksanakan dengan mematuhi protokol kesehatan yaitu menyediakan tempat cuci tangan dengan sabun, menyediakan disinfektan hand sanitizer, serta seluruh yang hadir menggunakan masker.

Pemberian santuan Mas Tri yang diberikan kepada anak yatim asuhan Yayasan Esa Qolbu (YESQO)  di Gang Mukrim II RT 005/010 No.70 Kelurahan Kranji Kecamatan Bekasi Barat, sedianya akan dihadiri Mas Tri, namun,  ternyata tidak berkesempatan hadir karena padatnya acara hari itu.


Ketua Pembina Yayasan YESQO Arif Mufarik mengatakan kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka menyambut undangan Wakil Walikota Bekasi atas keinginannya untuk bertemu dengan anak yatim di yayasan YESQO, yang pada undangan seminggu sebelumnya Wakil Walikota tidak bisa hadir.

"Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka menyambut undangan Wakil Walikota Bekasi atas keinginannya untuk bertemu dengan adik-adik yatim di yayasan YESQO, yang pada undangan seminggu sebelumnya beliau tidak bisa hadir," terang Arif.

Yayasan YESQO berdiri sejak 4 April 2011 dengan membina tidak kurang dari 125 yatim. Yayasan ini bergerak dibidang Sosial keagamaan dan kesehatan.

Keberadaan yayasan dirasakan manfaatnya oleh lingkungan sekitar, sebagaimana diungkapkan Ketua RW 010 Kelurahan Kranji, Agung Gunawan. "Keberadaan Yayasan YESQO ini membawa warna tersendiri bagi warga lingkungan RW 10, seperti diadakan taman ceria, wahana bermain, kegiatan belajar daring dan WiFi gratis bagi adik-adik yatim/piatu di lingkungan RW 10, kami sangat bersyukur,” ujar Gunawan.

Atas ketidakhadirannya, Wakil Walikota Bekasi mengirimkan paket bantuan sembako untuk  anak yatim dan dhuafa. Tak lupa Mas Tri juga menyampaikan permohonan maaf tidak bisa hadir.



Mustaqim selaku ketua yayasan  memyampaikan apresiasinya kepada pihak pemkot yang mengundang  silaturahim dengan anak-anak yayasan dan para pengurus yayasan.

"Kami dalam hal ini juga berharap dengan semua pihak bisa bersinergi dan saling mendukung. Yayasan kami ini sudah 9 tahun berjalan dan alhamdulillah respon baik dari masyarakat, dan kami sangat berterimakasih atas partisipasi semua pihak pada keberadaan yayasan ini, kami terbuka dari segala macam dukungan apapun, termasuk  berbagai fasilitas untuk mendukung kegiatan yayasan," pungkas Mustaqim.

Reporter/Campers : Topan A.S  | Editor : Mahar Prastowo

Pemkot Bekasi Deklarasi 428 Sekolah Ramah Anak


GEN-ID | Pemerintah Kota Bekasi mendeklarasikan program Sekolah Ramah Anak (SRA) dan Madrasah Ramah Anak (MRA) Se-Kota Bekasi Tahun 2020, Minggu, (23/2/2020) di Kantor Walikota Bekasi Jalan Ahmad Yani. 

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bekasi Hj Riswanti mengatakan dilaksanakannya deklarasi sekolah ramah anak sebagai bagian dari pemenuhan hak anak untuk tumbuh dan berkembang. Lingkungan Sekolah diharapkan selalu dalam suasana damai nyaman untuk belajar bagi anak. 

"Sekolah menjadi lembaga pendidikan formal.  didukung guru yang baik, pemanfaatan waktu luang dengan seni dan budaya, semoga nantinya menjadi anak generasi bangsa yang baik pula," ungkap Riswanti. 

Ia juga mengatakan sebanyak 428 sekolah dari SD-SMP dan SMA deklarasi sekolah ramah anak dan di tahun 2020 ini dipraktekkan pada  Sekolah Madrasah Ibtidaiyah dan Tsanawiyah Se-Kota Bekasi. 

"Ini dilakukan agar seluruh sekolah di Kota Bekasi bisa ramah anak sesuai kluster hak anak mengenyam pendidikan, dan memanfatkan waktu luang," kata Riswanti. 

Sementara itu, Wakil Walikota Bekasi Dr Tri Adhianto bersama Istri Wiwik Hargono ikut dalam kemeriahan deklarasi sekolah ramah anak di Kota Bekasi tahun 2020. 

Wakil Walikota Bekasi Tri Adhianto mengatakan Pemerintah Kota Bekasi akan terus mendukung  program sekolah ramah anak agar anak di Kota Bekasi bisa selalu ceria dan bahagia. Ia juga berharap sekolah menjadi sarana anak melakukan kegiatan positif selain mendapatkan pendidikan formal. 

Untuk itu, Pemerintah Kota Bekasi melalu DP3A dan Dinas Pendidikan Kota Bekasi akan terus memberikan sosialisasi dan pemahaman kepada komponen sekolah tentang pentingnya sekolah ramah anak.

"Nanti anak bisa banyak kreasi di waktu luang sehingga sekolah ramah anak yang nyaman dan aman bisa tercipta di Kota Bekasi," ungkapnya. 

Deklarasi Sekolah Ramah Anak menjadi bagian dari rangkaian program Pemkot Bekasi dalam rangka HUT Kota Bekasi Ke-23 pada 10 Maret 2020 mendatang. (goeng/mahar)


#HUT23KotaBekasi

Tiga Remaja Berprestasi Kota Bekasi Diundang Makan Siang Bersama Wakil Walikota

 


GEN-ID
| Kota Bekasi
- Tiga remaja Generasi Indonesia berprestasi asal Kota Bekasi, Muhammad Faqih Maulana,  Muhammad Faiz Maulana, dan Sarah Ayu Putri Syarifah mendapat undangan khusus dari Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto untuk santap siang bersama sebagai apresiasi atas prestasi mereka.

Prestasi yang ditorehkan tiga remaja ini menarik perhatian Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono untuk memberikan mereka semangat dan apresiasi.

Bertempat di salah satu Restauran di bilangan Kemang Pratama Bekasi, Rabu 18 November 2020, pria yang akrab disapa Mas Tri ini mengungkapkan apresiasi dan harapan untuk ketiganya.

“Saya ingin memberikan apresiasi buat anak-anak muda Kota Bekasi di masa pandemi yang penuh keterbatasan ini mampu menunjukkan prestasi yang luar biasa,” ungkap Tri.

Tri berharap prestasi yang ditorehkan anak muda ini bisa memberi secercah harapan yang bisa diikuti oleh remaja-remaja lainnya di Kota Bekasi tidak hanya di sektor pendidikan namun juga bidang-bidang lainnya seperti olahraga dan kesenian.

“Saya berharap ini merupakan secercah cahaya buat anak-anak muda Kota Bekasi untuk terus berkreativitas dan berinovasi,” imbuhnya.


Muhammad Faqih Maulana dan Muhammad Faiz Maulana berhasil lolos seleksi Garuda Select U-16 yang akan mengikuti Training Centre di Inggris dan Jerman, sementara Sarah Ayu Putri Syarifah adalah penyanyi muda berbakat yang berhasil masuk 10 besar pada Kontes Dangdut Indonesia (KDI) beberapa waktu lalu.


Baca kiprah Mas Tri, Generasi Indonesia Wakil Walikota Bekasi DI SINI


Sarah Ayu Putri Syarifah di sela-sela acara makan bersama mengungkapkan rasa senang bisa bertemu dengan orang nomor dua di Kota Bekasi tersebut.

“Alhamdulillah kita makan siang bersama di sini. Tadi juga saya mendapatkan nasihat-nasihat dan semangat dari Pak Tri untuk rencana saya tahun depan ikut kompetisi dan event selanjutnya,” ucap Sarah.

Remaja yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas ini mengaku mendapat banyak peluang setelah mengikuti kontes KDI. Selain mendapat kontrak dari pihak MNC TV, dirinya juga sering diundang mengisi acara di berbagai tempat.

Saat yang sama Muhammad Faqih Maulana mengungkapkan terimakasih kepada Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto atas dukungan dan apresiasinya kepada atlet-atlet muda seperti dirinya. Dia berharap bisa berkiprah memajukan sepak bola Kota Bekasi. “Dan sepak bola Kota Bekasi bisa maju dan masuk Liga 1,” harapnya.

Reporter: Agus Wiebowo | Editor: Mahar Prastowo


Menandai Berlakunya UU Cipta Kerja, Kemenaker Launching e-PP dan e-PKB di Kota Bekasi




GEN-ID | Kota Bekasi - Menandai telah berlakunya UU Cipta Kerja yang kontroversial, Menteri Ketenagakerjaan Hj. Ida Fauziyah melakukan Launching Layanan Pengesahan Peraturan Perusahaan (PP) dan Pendaftaran Perjanjian Kerja Bersama (PKB) melalui sistem aplikasi e-PP dan e-PKB di Hotel Horison Bekasi Selatan, Kamis (19/11/20). 

Pada kesempatan itu Ida Fauziyah juga menyampaikan kepada masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi dengan isu-isu negatif terkait UU Cipta Kerja.
 
"Terkait peraturan cuti kerja, yang telah tertuang pada pasal sebelumnya yang kemudian tidak tertulis di pasal UU Cipta kerja bukan berarti hilang atau ditiadakan, ketentuan cuti tetap ada dipasal sebelumnya, dan tidak direvisi di UU Cipta Kerja, kami harap masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu Negatif," ujar Ida Fauziyah.

Layanan pengesahan PP dan pendaftaran PKB secara elektronik ini merupakan transformasi dari layanan tatap muka pada Pelayanan Terpadu Satu Atap (PTSA).

Layanan pengesahan Peraturan Perusahaan (PP) dan pendaftaran Perjanjian Kerja Bersama (PKB) melalui sistem aplikasi e-PP dan e-PKB ini sekaligus menandai dimulainya penerapan layanan pengesahan PP dan pendaftaran PKB secara elektronik baik di tingkat pusat maupun secara bertahap di tingkat daerah.

"Harapannya dengan transformasi layanan tatap muka menjadi layanan digital ini dapat menjadi salah satu pendorong peningkatan kuantitas pengesahan PP dan pendaftaran PKB, disamping itu, transformasi layanan ini juga sebagai bukti dukungan terhadap Reformasi Birokrasi yang digaungkan pemerintah dalam visi misi Presiden Republik Indonesia dalam mensuksesan Reformasi Birokrasi," terang Menteri Ketenagakerjaan RI Ida Fauziyah.

Pengesahan PP dan Pendaftaran PKB tersebut bertujuan untuk memastikan bahwa materi yang terkandung di dalam PP ataupun PKB tidak bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan ataupun merugikan salah satu pihak baik pekerja ataupun pengusaha.

Ida berharap dengan adanya layanan ini kedepan dapat berimplikasi bagi perusahaan maupun pekerja untuk mendapatkan pelayanan yang mudah, cepat, akuntabel dan data terjamin, dan juga Ia pastikan layanan ini akan terus disempurnakan.


Baca juga:
Jadi Ketua Forum Menteri Tenaga Kerja se-ASEAN, Ida Fauziyah Usung Tiga Inisiatif Kerjasama



Sementara itu Wakil Walikota Bekasi Tri Adhianto yang mendampingi Menaker,  mengapresiasi gagasan program layanan terkait ketenagakerjaan berbasis digital, suatu inovasi sistem program layanan dan informasi terkait ketenagakerjaan yang dapat di akses semua orang lewat internet.

Dikatakan Tri, layanan ini sebagai rujukan bagi perusahaan untuk  keperluan peraturan perusahaan dan perjanjian kerja bersama serta dalam rangka membangun suasana hubungan industrial yang lebih baik ditingkat kota/kabupaten.

"Dengan adanya launching sistem layanan ini di kota Bekasi disamping menjadi salah satu kebanggaan, tetapi juga menjadi suatu tantangan bagi kota Bekasi terkait data ketenagakerjaan kedepannya," pungkas Wakil Walikota Bekasi  Tri Adhianto.

(gi)


Sambil Bersepeda, Wakil Walikota Bekasi Sosialisasikan Zero Plastik

GEN-ID | Mulai 01 Maret 2020 Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat akan menerapkan kebijakan belanja tanpa kantong plastik di toko ritel dalam rangka realisasi implementasi Perwal Nomor 37 Tahun 2019 Tentang penggunaan Plastik sekali Pakai.

Dengan bersepeda, Wakil Walikota Bekasi, DR. Tri Adhianto yang akrab dipanggil Mas Tri, didampingi Kabid Penataan dan Peningkatan Kapastitas Lingkungan Hidup Kota Bekasi Helfi Hendriyana, dan Tim Percepatan Pembangunan (TWUP4) mendatangani sejumlah toko ritel yang berada di bilangan Bekasi Timur. 

"Ayo masyarakat Kota Bekasi, kita bijak dalam menyikapi kebijakan penggunaan kantong plastik sekali pakai. Ayo mulai saat ini membawa tas belanja yang ramah lingkungan," ajak Mas Tri.

Sosialisasi kebijakan tersebut telah dilakukan sejak tahun lalu ke pengusaha-pengusaha ritel. Sekarang sudah sampai sosialisasi tahap akhir.

Melalui kebijakan ini nantinya para pengusaha menyediakan kantong pengganti ramah lingkungan atau pelanggan membawa kantong belanja sendiri, "kalau dari ritel sudah menyatakan siap," ujar Mas Tri.

Ia sangat optimistis penerapan kebijakan tanpa kantong plastik di toko modern bisa mencontoh  dan merealisasikan seperti daerah lain di Bogor dan Bali.

"Produksi sampah masyarakat Kota Bekasi sudah mencapai 1800 ton dalam sehari. 40 persen diantaranya adalah sampah anorganik seperti plastik. Nah dengan diterapkannya kebijakan ini, merupakan komitmen pemerintah untuk menciptakan lingkungan hidup yang lebih baik," jelasnya.

Kebijakan Zero Plastic merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk menciptakan lingkungan hidup yang lebih baik kini dan nanti. (EZ/ST/HUMAS)


Editor: Mahar Prastowo

Mensos Juliari P Batubara Puji Kesigapan Pemkot Bekasi Salurkan Bansos Covid-19

GEN-ID | Menteri Sosial menilai ada salah satu hal positif yang dilakukan oleh pemerintah kota Bekasi saat PSBB tahap I  yang sangat tanggap memberikan bantuan sosial berupa sembako kepada warganya dan langsung diberikan stiker yang ditempel di rumah warga penerima. Hal itu disampaikan Mentri Sosial Republik Indonesia Juliari. P Batubara, saat menyaksikan penyerahan bantuan Presiden berupa Sembako, Sabtu (9/5/20).

Stiker yang dimaksud ialah stiker penanda guna memudahkan petugas melakukan identifikasi penerima bantuan. “Ini hal yang sangat bagus yang diterapkan oleh Pemerintah Kota Bekasi dan patut di contoh oleh Pemda Kota/Kabupaten yang lain,” ujar Mensos RI memuji langkah pemkot di depan wakil walikota Tri Adhianto.


Berita terkait:
Pemprov DKI Serahkan Bantuan Alat Rapid Test ke Pembot Bekasi
Satlantas Polres Metro Bekasi Sosialisasi PSBB di 27 Titik Checkpoint

Diberlakukan PSBB, 32 Titik Perbatasan Kota Bekasi dijaga Petugas
Kabar Gembira, 29 Pasien Positif Covid-119 Kota Bekasi Sembuh 
Kasus Covid-19 Terus Meningkat, Kota Bekasi Ajukan Perpanjangan PSBB 
Wabah Covid-19 Tersebar di Seluruh Kecamatan di Kota Bekasi, Ini Data Persebarannya 
Patroli Gabungan 3 Pilar, Masih Banyak Warga Kota Bekasi Bergerombol dan Tanpa Masker 


Didampingi wakil walikota, mensos menyaksikan pendistribusian sembako di dua titik wilayah yang berada di Kota Bekasi, Yakni RW 023 Kelurahan Kayuringin Jaya Kecamatan Bekasi Selatan dan Perumahan Kencana Kelurahan Jakasetia Kecamatan Bekasi Selatan

Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan sangat berterima kasih atas kedatangan Menteri Sosial RI Juilari ke wilayah Kota Bekasi untuk memberikan bantuan berupa sembako kepada warga yang sangat membutuhkan di masa pandemi Virus Covid-19 ini.

Mas Tri menjelaskan kepada mensos bahwa Pemerintah Kota Bekasi sudah mendistribusikam bantuan sembako sesuai data terkini dan bahkan terus mencari info dan mendata warga yang belum mendapatkannya. 

Pemerintah Kota Bekasi menghimbau pada masyarakat Kota Bekasi yang belum masuk didalam data, harus benar-benar diperhatikan bahkan RT/RW langsung kroscek terhadap warganya yang belum masuk dalam daftar atau belum menerima bantuan dari Pemerintah Pusat maupun Daerah.






Reporter : Agus Wiebowo (forward bekasi raya)
Editor : Mahar Prastowo

Perkuat Petani, Wakil Walikota Bekasi Serahkan Bantuan Mesin Pompa Air untuk Tiga Gapoktan


GEN-ID | Kota Bekasi - Dinas Pertanian dan Perikanan Pemerintah  Kota Bekasi memberikan bantuan mesin pompa air untuk memudahkan kinerja kelompok tani. Dalam sepekan ini sudah tiga gapoktan (gabungan kelompok tani) mendapatkan bantuan yang diserahkan langsung oleh Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto. Pada Jumat (13/11/20) diserahkan mesin pompa air ke gapoktan  di Kelurahan Bantargebang dan Kelurahan Sumurbatu, pada hari selasa (17/11/20) untuk kelompok tani di kelurahan Jatisari kecamatan Jatiasih.

Tri Adhianto mengungkapkan, saat ini Kota Bekasi memiliki lahan sawah seluas 434 Ha yang tersebar di 10 kecamatan, sedangkan lahan kering yang digunakan untuk pertanian (kebun/ladang) seluas 4.285 Ha tersebar di 12 kecamatan.

Dengan lahan tersebut, pada tahun 2019 Kota Bekasi menghasilkan produksinya 4.663,7 ton. Luas panen komoditi palawija seperti jagung sebesar 19 Ha dengan produksi sebesar 65,9 ton dan produktivitas 34,7 kwintal per hektar.

"Dari populasi yang ada, sebagian besar warga Kota Bekasi mayoritas memiliki keahlian bidang pertanian dan peternakan, dari kompetensi yang ada Pemerintah Kota Bekasi akan terus mensupport bagi para kelompok tani untuk lebih produktif lagi," ujar Tri Adhianto.

Tri berharap para kelompok tani akan terus produktif, terus meningkatkan kualitas, dan terus berinovasi sebagai bentuk penyesuaian keadaan.

"Dulu petani bertani di ladang, setelah masuk era milenial lahan ladang semakin berkurang,  beralih ke urban farming, petani bertani menggunakan metode hidroponik, tidak menutup kemungkinan di era selanjutnya kita masuk ke exotic farming," lanjut Tri.



Dalam penyerahan mesin pompa air di Jatisari, Jatiasih, tampak hadir Ani Marijan Kabid Pertanian, Maryana Camat Jatiasih, Sekretaris Lurah, Kasie-kasie Kecamatan dan para kelompok tani kelurahan Jatisari.

Terkait permasalahan yang diungkapkan ketua Rt 06 dan Ketua Rt 05 yang juga dari kelompok tani soal  kesulitan sumber air, Tri akan mengkomunikasikan dengan dinas BMSDA agar mendapat solusi.

"Untuk permasalahan air, nanti biar dikomunikasikan kembali dengan dinas BMSDA," ujar Tri Adhianto.

Tri berharap para kelompok tani akan terus produktif, terus meningkatkan kualitas, dan terus berinovasi sebagai bentuk penyesuaian keadaan.

Pemkot Bekasi saat ini juga fokus pada pengembangan inovasi pertanian hidroponik dalam rangka meningkatkan ketahanan pangan di tengah era adaptasi kebiasaan baru.


Reporter: Wawan, Haris, Agus
Editor: Mahar Prastowo

Pesan Mas Tri Kepada Banser: Jadilah Kader Tangguh dan Memiliki Wawasan Kebangsaan yang Baik



GEN-ID | Kota Bekasi - "Banser juga merupakan salah satu organisasi pejuang pembela NKRI, jadilah kader yang tangguh dan memiliki wawasan kebangsaan yang baik, sehingga dapat diandalkan dalam menghadapi tantangan zaman. Bekasi juga memerlukan bantuan pengamanan, agar kenyamanan dan iklim tetap berjalan kondusif," ujar Mas Tri, panggilan akrab Wakil Walikota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono, di depan peserta Diklatsar Banser Kota Bekasi, Minggu (27/09/2020).

Mas Tri yang hadir  bersama istri,  memimpin acara penutupan diklatsar (pendidikan dan latihan dasar)  Banser di Pondok Pesantren Sirodjul Munir Kelurahan Jatisari kecamatan Jati Asih.



Diklatsar dihadiri  oleh Muhammad Joefry  (Ketua GP Ansor dan  Panglima Banser Kota Bekasi), KH Syaifuddin Sirodj (Pimpinan Ponpes Sirojul Munir), KH Zainal Abidin (Pimpinan Ponpes Ar Ridwan) dan puluhan peserta diklatsar.

Tri mengungkapkan Banser merupakan komponen cadangan,  yang sewaktu-waktu siap dipanggil apabila negara membutuhkan, serta pemegang tongkat estafet perjuangan bangsa dalam mengawal keutuhan NKRI,  Pancasila dan UUD 1945.

Tri Adhianto selaku Wakil Wali Kota juga menghimbau kepada para peserta diklat untuk menjadi panutan dan turut serta dalam mendisiplinkan masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dimasa pandemi covid-19.



Sementara itu Ketua GP Ansor dan Panglima Banser Kota Bekasi Muhammad Joefry mengungkapkan acara dilaksanakan dengan  mematuhi protokol kesehatan, "sebelum acara semua juga dirapid test, tadi bisa dilihat sendiri semua pakai masker,  cuci tangan dan jaga jarak."

Lanjutnya, "hari ini kita sebagai warga negara harus berpikir realistis bagaimana melihat perkembangan ekonomi, bagaimana mampu bersaing di dunia internasional, karena diakui atau tidak kemajuan teknologi memacu generasi muda harus tampil."

Menurut Joefry, acara hanya diikuti puluhan kader karena sengaja dibatasi mengingat  masa pandemi covid-19,  "kalau dengan panitia semua diikuti sekitar 100 orang," tutur Joefry.

Artikel Pilihan:
Manfaat Durian: Dari Imunitas Tubuh, Kecerdasan Otak Hingga Cegah Kegemukan dan Kanker


"Saya yakin mereka yang sudah mengikuti Diklatsar ini sudah meluangkan waktunya, meninggalkan keluarganya semata-mata karena dua yaitu mengabdi pada ulama dan menjaga NKRI," ucap Joefry.

"Jangan ragu menjadi Ansor-Banser. Mereka ikhlas membela agama, bangsa, dan negeri, serta berkhidmat di NU. Semua juga tahu petani kami dari sejak jaman dahulu dengan ikhlas berjuang untuk membela Negara Kesatuan Republik Indonesia," tegas Joefry..

Muhammad Joefry berharap hasil diklatsar ini bisa mencerminkan nilai-nilai keilmuan, kedisiplinan, dan kecintaan terhadap negeri ini. (GI/Mahar Prastowo)



 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. GEN-ID ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by daguku