Kontak Redaksi https://telegram.me/Gen_ID atau WA 0813-8728-4468
Latest Post
portal ini dikembangkan guna pemberdayaan komunitas dan penguatan kelembagaan, pengiriman artikel, foto, video, slip donasi pengembangan web dapat melalui TELEGRAM https://t.me/Gen_ID
Tampilkan postingan dengan label Fashion. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fashion. Tampilkan semua postingan

Berpakaian Adat Nusantara, Seluruh ASN Kota Bekasi Deklarasi Membumikan Pancasila

Written By Redaksi on 03 Maret, 2020 | 16.38

GEN-ID | Pemerintah Kota Bekasi menggelar acara besar menjelang HUT Kota Bekasi ke 23, yakni deklarasi Membumikan Pancasila yang diadakan di Stadion Patriot Chandrabaga, melibatkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Non ASN Dinas maupun wilayah. Uniknya, deklarasi ini para Aparatur dan yang hadir mengenakan baju adat sesuai dengan pilihan se Nusantara.

Hadir, Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kota Bekasi dengan baju adat asli Bekasi, juga terlihat Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto bersama istri mengenakan baju adat berasala dari Bugis, Sekretaris Daerah Kota Bekasi, mengenakan baju khas Kota Jambi. Begitupun juga para Dinas Dinas yang mengenakan baju adat se nusantara.

Hadir juga Kepala Pembinaan Ideologi Pancasila Yudian Wahyudi, Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, H. Sukur Nababan, Ketua Tim Revitalisasi dan Aktualisasi Ideologi Pancasila Kota Bekasi, H. Abdul Manan dan segenap para Forkopimda yang turut menyaksikan seni tari dari Kota Bekasi yang bercampur nuansa nusantara.

Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi mengatakan dalam sambutannya bahwa membumikan pancasila ini adalah kepentingan revitalisasi dan aktualiasi nilai pancasila, "kita harus meyakini sang pencipta, menentukan kepastian keberkahan hasil dalam hidup kita," ujarnya.

Ia berharap agar nilai-nilai pancasila tetap terpatri, "tidak lupa bersyukur, sebagai insan berbuat baik yang beragama di Kota Bekasi atas dasar keadilan, sikap kita sebagai manusia pada saat kritis di kesatuan bangsa harus di junjung tinggi dengan berpendapat dan bermusyawarah," terang Rahmat Effendi yang akrab dipanggil Bang Pepen.

Soal masih adanya ketimpangan, kemiskinan seharusnya setiap orang terpanggil menyuarakan memihak keadilan sosial bagi seluruh bangsa Indonesia. "Persoalan kenegaraan maka kita gunakan nilai pancasila," tegasnya.

"Kota Bekasi ini beragama, heterogen, plural, sesuai dengan otonomi dareah, kewenangan wajib ukuran ada pada ketertiban, jika tidak bisa menjaga harmonisaisi berarti kita lalai, kita salah. Bertoleran, saling menghormati satu sama lain, kesempatan anak bangsa lakukan ibadah sebaik baiknya di kota bekasi. Jangan lagi pertentangakan suku, agama yang sudah diatur dalam aturan perundang undangan. Oleh karena itu, berharap kegiatan ini bukan hanya ceremonial saja," papar Rahmat Effendi.

Wali Kota Bekasi juga berharap di Bumi Patriot ini, Bumi para pejuang yang sudah seharusnya Pancasila tetap eksis, dan tetap membumi.

Aksi tari dari para pelajar SD sampai SMP Negeri Kota Bekasi juga menyemarakan panggung di Stadion Patriot Chandrabaga, dengan mengelilingi putaran, Wali Kota dan Wakil Wali Kota bersama jajaran mengitari sekaligus melihat para ASN yang sudah hadir dengan mengenakan baju adat yang ditentukan, ini merupakan suatu kesolidan untuk membumikan Pancasila, dengan iringan tarian dari Bali, menyusul suasana rebana dan tarian khusus dari Barongsai ikut mendampingi para jajaran yang mengitari stadion.


Kepala BPIP, Yudian Wahyudi sangat mengapresiasi kegiatan yang diadakan di Kota Bekasi pada hari ini, berbeda suku tapi tetap satu jua, seperti yang telah dijelaskan dalam kebhinekaan tunggal ika, "kita harus tetap mempertahankan ideologi pancasila sebagai bahan landasan di Negara Kesatuan Republik Indonesia, karena NKRI adalah Harga Mati," tegasnya. (ndoet/topan/mahar)


Sarah Santoso Ingin Jadi Fashion Designer Profesional

Written By Redaksi on 29 April, 2019 | 18.06

GEN.ID | Menjadi perancang busana profesional adalah cita-cita Sarah Santoso. Dara kelahiran Jakarta 21 Maret, ini pun memulainya dengan mengenyam pendidikan di Bunka School of Fashion, sebuah sekolah disain ternama asal Jepang yang memiliki lebih dari 90 cabang di berbagai negara.

Cita-cita Sarah itu didukung kedua orang tuanya, Surya Santoso dan Lydia Tangkudung. Apalagi orangtuanya tahu betul bahwa anaknya memang berbakat dalam membuat rancangan busana meski usianya masih belia.

Sadar sebagai pemula yang baru memulai mengambangkan bakat di dunia rancang busana, Sarah mengaku akan banyak belajar dari para senior, termasuk jika harus bekerja magang pada disainer fesyen yang sudah popular guna mengasah kemampuannya.

Sewaktu menjalani studi, Sarah juga tercatat mengikuti berbagai perlombaan maupun seminar dan workshop, antara lain LPM menswear workshop 2018, LPM aksesori workshop 2017, Lazada mission fashionable fashion stylist competition 2017 serta  UC 1000 Fashion Design Competition.

Sarah kini telah memulai menjadikan media sosial sebagai marketplace guna memperkenalkan karya-karyanya. “Banyak juga, sih, yang mengapresiasi kemudian pesan,” ujar Sarah.

Ia ingin karyanya dikenal dan diapresiasi banyak orang, sehingga dimasa depan bisa mengembangkan menjadi sebuah bisnis butik di kota asalnya di Sulawesi Utara.

Sejumlah fesyen disainer muda menjadi inspirasi bagi Sarah, yang menumbuhkan motivasi bagi dirinya. Sebut saja Dian Pelangi yang concern dengan fesyen muslim, Tex Saverio yang rancangannya dipakai oleh penyanyi fenomenal Lady Gaga dan La Glacon – nama rancangannya – bersanding dengan rancangan karya Alexander McQueen, Thierry Mugler, dan Versace.

Selain itu ada nama fesyen disainer Arantxa Adi yang merupakan salah satu perancang jins premium merek internasional, Citizens of Humanity. Harry Halim - desainer asal Pontianak, Kalimantan Barat, yang meraih Best Asian Designer of the Year dalam Asian Young Fashion Designers,  Rinda Salmun  - desainer lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) peraih 'Face of Jade' yang diselenggarakan oleh Acer Liquid Jade sekaligus pernah berpartisipasi di London Fashion Week, Ardistia Dwiasri - desainer founder brand Ardistia New York yang karyanya sering menghiasi majalah fashion premium seperti Vogue, Bazaar, Cosmopolitan, sampai New York Times.

Disamping itu ada Auguste Soesastro - perancang busana Indonesia yang  bekerja bersama Ralph Rucci, Didiet Maulana - perancang tas hadiah Grammy Awards 2016, Fahrani Empel - perancang kacamata Cast Eyewear yang dipakai Lady Gaga.

Meskipun Sarah sebagai milenial yang mewakili anak muda kekinian, namun ia juga belajar dengan banyak memperhatikan karya para perancang busana senior Indonesia yang telah mendunia seperti Ghea S Panggabean, perancang berusia 61 tahun yang khas dengan nuansa etnik Indonesia peraih apresiasi Aparel Award sebagai Indonesia's Best Ready to Wear Designers 1987. Juga Biyan Wanaatmadja (62 tahun), desainer asli Surabaya yang karyanya pernah digunakan bintang 'Gossip Girl' Kelly Rutherford.

“Senang sekali bisa melihat karya-karya mereka, apalagi kalau bisa bekerja bersama mereka, tentu akan jadi sesuatu yang sangat berharga untuk aku bisa melangkah kedepan,” ungkap Sarah.

Sarah kerap menghadiri acara-acara fesyen show semacam Jakarta Fashion Week dan sebagainya, guna menyerap pengetahuan lebih luas tentang dunia fesyen tanah air.

Ia menyadari untuk menjadi seorang disainer fesyen professional setidaknya focus dan menguasai salah satu dari empat bidang dalam dunia fesyen yaitu, haute couture, ready-to-wear, leisure gear, dan mass market.

Itu sebabnya di tahap awal melangkah ini, ia focus pada kreasi dan mencari bentuk atau ciri khas yang menjadi karyanya, supaya kelak ia bisa membangun brand tersendiri yang khas.

Saat ini ia sangat membuka diri dengan pihak-pihak lain yang ingin menjadi rekanan seperti untuk fotografi model majalah, pre-wedding dan sebagainya. Beberapa karya Sarah juga dapat diintip di Instagram @lux_hers atau untuk pemesanan baju dewasa dan anak yang ia rancang dapat melalui akun Instagram @srrrahs. [mhr/generasiindonesia]

Jubah Wanita sebagai Pendidikan bagi Kartini Muda

Written By Redaksi on 21 April, 2018 | 22.49

GENERASIINDONESIA |  INDONESIA merupakan negara dengan jumlah penduduk terbesar nomor empat terbanyak didunia. Jumlah penduduk ini sendiri dilansir oleh CIA World Factbook 2004 yang telah mencapai berkisar 255juta jiwa. Setengah dari jumlah penduduk Indonesia merupakan seorang wanita, fakta tersebut diperkuat oleh data BPS 2015 dimana sex ratio menunjukan bahwa setiap 100 jiwa wanita akan berbanding dengan 101 jiwa pria . Hal ini menunjukan bahwa begitu besarnya potensi wanita dalam mengawal kemajuan bangsa dan negara tercinta, Indonesia.

Berbicara mengenai potensi wanita dalam ikut sertanya dalam membangun bangsa ini, merupakan hal yang tidak mudah untuk turut mengembangkan peradaban bangsa. Sebab, pembahasan wanita merupakan salah satu hal mendasar dalam kehidupan manusia di muka bumi. Makhluk yang tuhan berikan kodrat sebagai wanita memiliki banyak sekali peran, beberapa diantaranya sebagai seorang anak perempuan, sebagai seorang ibu dan bahkan sebagai seorang istri yang memiliki tanggung jawabnya masing-masing. Hal tersebut tercermin pada peran seorang wanita dalam memberi kehidupan dan harapan baru bagi negara.

Wanita berperan penuh dalam meneruskan generasi muda di era apapun dan di daerah manapun. Wanita berperan sangat sentral dalam mendidik generasi selanjutnya. Wanita merupakan sebuah sekolah pertama bagi anak cucu bangsa. Wanita berperan sebagai salah satu tulang punggung keluarga demi membantu suami mencari nafkah. Betapa banyak sekali peran yang bisa dilakukan oleh seorang wanita dewasa ini.

Peran wanita-wanita Indonesia tidaklah lepas oleh peran seorang wanita yang terlahir pada tanggal 21 April 1879 yaitu Raden Adjeng Kartini. Beliau adalah salah seorang yang sangat dikagumi oleh bangsa ini. Sosok wanita yang selalu memberikan harapan dengan ilmu dan dedikasinya terhadap setiap wanita disaat masa gelap sedang melanda Indonesia. Harapan dan dedikasinya yang hidup pada hati wanita Indonesia inilah yang menjadikan wanita-wanita Indonesia menjadi seorang kartini-kartini baru di era millennial. Seorang kartini yang berilmu dan berdedikasi tinggi dalam menjawab permasalahan zaman.

Untuk menjadikan seorang wanita dengan kepribadian kartini di era modern ini tidaklah mudah. Dibutuhkan banyak aspek yang turut serta dalam membentuk karakter seorang wanita kartini salah satunya adalah pendidikan bagi wanita. Isu pendidikan di era modern ini memang sedang hangat diperbincangkan, bagaimana tidak hal tersebut disebabkan karena pendidikan salah satu penyokong kualitas manusia sehingga dapat membentuk pola pikir generasi yang solutif dan aspiratif. Mengingat pendidikan merupakan salah satu cara untuk merubah pola pikir manusia dari yang buruk menjadi baik dan baik menjadi lebih baik oleh sebab itu pendidikan sangat dibutuhkan oleh kaum wanita.

Menurut Subadio dan Ihromi pendidikan bagi kaum wanita tidaklah langsung terimplementasi seperti sebagaimana pendidikan yang digunakan oleh seorang lelaki, namun pendidikan wanita lebih mengarah pada pendidikan terhadap bangsa itu sendiri, yang mana artinya pendidikan wanita ini merupakan pendorong yang kuat dalam perkembangan suatu bangsa. Mengapa bisa disebut demikian? Hal tersebut merujuk mengenai bagaimana seorang wanita yang berkodrat akan melahirkan seorang anak yang menjadi generasi muda penerus bangsa. Ketika seorang wanita memiliki pendidikan yang baik maka dia akan mampu memberikan pendidikan yang baik pula terhadap anaknya. Seperti yang dijelaskan diatas, gender seorang wanita menjadikan dirinya sebagai sekolah pertama bagi anak cucu bangsa. Sayangnya dibeberapa daerah Indonesia kaum wanita masih kurang memahami betapa pentingnya pendidikan ini.

Seperti yang disebutkan pada paragraf sebelumnya wanita haruslah berpendidikan karena sebagai tonggak awal bagaimana bangsa akan berpola pikir. Dewasa ini, tingkat pemahaman wanita Indonesia akan pendidikan telah meningkat walaupun masih ada dibeberapa daerah terpencil masih menganggap pendidikan tak seberapa penting dalam kehidupan mereka. Pendidikan di Indonesia pada dasarnya terbagi menjadi tiga jenis, yaitu pendidikan formal, pendidikan informal dan pendidikan nonformal. Dari ketiga jenis pendidikan tersebut wanita mendapatkan kesetaraan dengan lelaki dalam berpendidikan.

Jika dilihat dengan keadaan yang sedang terjadi di Indonesia, dari ketiga jenis pendidikan yang ada Indonesia, titik berat pendidikan lebih kepada jenis formal dan informal. Hal itu dapat dirasakan dengan adanya penurunan rasa berbangsa dan bernegara pada generasi muda. Bagaiman generasi pemuda saat ini lebih condong pada budaya barat. Dan hal tersebut disebabkan banyaknya budaya yang tak terfilter sekaligus pendidikan nonformal pada generasi muda yang masih sangat kurang. Seperti yang sebelumnya dijelaskan bahwa pendidikan awal seorang anak adalah kepada ibunya. Hal ini menunjukan bahwa meski pemahaman pendidikan wanita meningkat namun pemahaman pendidikan nonformal bagi wanita kurang terpenuhi, hingga pada akhirnya menyebabkan lunturnya kepribadian bagsa Indonesia seperti moral, akhlak dan nilai Indonesia pada generasi muda.

Penurunan kepribadian bangsa ini jika terus dibiarkan maka akan memiliki dampak yang besar bagi bangsa. Dampak tersebut juga sangat memengaruhi banyak aspek, bahkan pada aspek kualitas manusia kedepannya. Penurunan kualitas ini juga dapat menghambat bagi wanita Indonesia dalam berperan sebagaimana semestinya. Hal terburuk adalah penurunan kualitas ini akan menjadikan wanita Indonesia kehilangan sosok kartini pada diri mereka. Oleh sebab itu, pendidikan yang sedari dulu telah diperjuangkan haruslah dijaga dan haruslah berjalan dengan seimbang antara pendidikan formal, nonformal dan informal. Hal itu merupakan salah sumber para kartini muda dalam memajukan bangsa. Seperti itulah pentinganya pendidikan bagi wanita, sehingga membuat pendidikan seperti perisai jubah dalam berperang mengarungi hidup.

Semakin banyak dan seimbangnya pendidikan yang didapat seorang wanita maka semakin banyak dan seimbangnya pula bangsa dalam melindungi dirinya. Begitu banyak sekali peran wanita bagi bangsa ini, sehingga sangat disayangkan jika peran wanita Indonesia tak disalurkan, ditempatkan dan digunakan pada waktu dan tempat yang tepat.

Hidup Kartini muda Indonesia !!!!

 
NUR AZMI JAMIL
Aktivis keperempuanan Pustaka Emas Kota Pasuruan dan anggota Himpunan Mahasiswa Jurusan Matematika Unesa 2016.

Summarecon Mal Bekasi Hadirkan Festival Kuliner Kampung Banjar

Written By Redaksi on 24 September, 2015 | 09.39

GENERASI INDONESIA | Festival kuliner tahunan di Summarecon Mal Bekasi kembali menyapa pecinta kuliner tanah air. Setelah sebelumnya mengangkat tema Kampung Sampireun di tahun 2013 dan Kampung Wong Kito di tahun 2014, kini Summarecon Mal Bekasi kembali menggelar event Festival Kuliner Bekasi 2015 dengan tema Kampung Banjar yang akan digelar dari tanggal 23 September 2015 - 18 Oktober 2015. Selama 26 hari penuh, pengunjung akan dimanjakan oleh berbagai kuliner favorit tanah air yang terdiri dari lebih dari 200 sajian khas nusantara yang ditawarkan oleh 81 tenant, yang terdiri dari 53 booth dan 28 gerobakan.

Willy Effendy selaku GM Operation Summarecon Mal Bekasi mengatakan “Terpilihnya Kampung Banjar sebagai tema Festival Kuliner Bekasi 2015 merupakan adaptasi dari Kota Banjarmasin yang dikenal sebagai “Kota Seribu Sungai”. Kekayaan budaya melalui berbagai ornamen ukiran hingga replika bangunan kita coba tampilkan sebagai dekorasi penguat Kampung Banjar.” 

Pintu gerbang lengkap dengan ukiran khas Banjar akan ‘menyambut’ para pengunjung yang memasuki area Festival Kuliner tahunan yang rutin di selenggakan di area Parkir Barat The Downtown Walk Summarecon Mal Bekasi ini. Di tengah area, pengunjung juga bisa menemukan replika tugu Kota Banjar yang dimodifikasi sebagai tugu suar dengan lampu sorot yang akan menyemarakkan suasana malam di Festival Kuliner Bekasi 2015. 

Booth berdekorasi khas rumah adat Banjarmasin seperti Bubungan Tinggi, Banjar Bagun Gudang dan Palimbangan tampak berbaris rapi dengan beragam makanan yang ditawarkan di dalamnya. Terdapat pula replika perahu yang dapat digunakan sebagai tempat duduk bagi pengunjung. Melengkapi nuansa tersebut, hadir juga sajian kuliner khas Banjar sebagai pelengkap seperti  Soto Banjar, Nasi Kuning dan Es Kelapa Muda. Selain itu beragam menu kuliner tanah air yang menjadi ciri khas dari Festival Kuliner Bekasi juga turut meramaikan acara tersebut diantaranya yaitu Ayam Keprek, Bakso Sapi Tanah Toraja, Mie Bangka Belitong, Mie Siram Medan &Tahu Balik, Nasi Megono Pekalongan, dan masih banyak hidangan lainnya. 

Cut Meutia selaku GM Corporate Communications PT Summarecon Agung Tbk. mengatakan “FKB merupakan rangkaian festival kuliner kedua di tahun 2015 setelah Pasar Senggol. Festival Kuliner Bekasi semakin istimewa melalui kehadiran 50% tenant baru dalam rangkaian tahun ini, serta kehadiran Fashion Village di dalam Summarecon Mal Bekasi yang menghadirkan berbagai UKM dari industri kreatif tanah air sebagai bagian dari rangkaian Festival Kuliner Bekasi.”

Summarecon Mal Bekasi kembali mengadaptasi sistem pembelian di area Food Temptation dan Bekasi Food City dengan menggunakan kartu Top Up sebagai alat transaksinya. Penggunaan kartu ini akan memudahkan pengunjung yang datang. Selain di kasir area Festival Kuliner Bekasi, pengisian dan penggunaan kartu ini dapat dilakukan di area Food Temptation dan Bekasi Food City. Kartu Top Up ini tidak memiliki batas waktu pemakaian dan dapat direfund kapan pun pengunjung inginkan. Festival Kuliner Bekasi 2015 dibuka mulai pukul 16.00 WIB - 22.00 WIB (Senin-Kamis), pukul 16.00 WIB - 23.00 WIB (Jumat), pukul 11.00 WIB - 23.00 WIB (Sabtu & Hari Libur Nasional) serta pukul 11.00 WIB - 22.00 WIB (Minggu).

Agenda Event 
Sama seperti tahun tahun sebelumnya, beragam sajian hiburan dihadirkan untuk menghibur pengunjung di panggung utama Festival Kuliner Bekasi yang di’sulap’ layaknya Rumah Adat Bubungan Tinggi. Mulai dari tarian khas Kalimantan, Tari Jepen, Tari Gandut, Tari Gantar, Tari Mandau, Tari Perang, Tari Baksa Tameng, hingga demo masak serta paduan suara akan menemani pengunjung menyantap sajian kuliner pilihan yang kaya cita rasa. Selama FKB berlangsung, pengunjung juga bisa mennikmati permainan layang-layang yang berlangsung di setiap akhir pekan.

Program Lucky Dip berlangsung sejak dibukanya Festival Kuliner Bekasi 2015, yaitu 23 September 2015 - 18 Oktober 2015. Sebagai ketentuan mengikuti Lucky Dip, pengunjung diharuskan untuk mengisi kartu top up di kasir yang tersebar di area FKB senilai Rp200.000 (non refund). Kupon Lucky Dip dan struk pengisian top up kemudian bisa ditukarkan di booth Lucky Dip dan Information Center di hari yang sama. Berbagai hadiah yang bisa didapatkan diantaranya adalah voucher belanja Summarecon Mal Bekasi (SMB), voucher belanja tenant-tenant pilihan dan suvenir unik khas Festival Kuliner Bekasi. 

Sama seperti program Lucky Dip, program Eat & Shop berlangsung setiap hari, selama Festival Kuliner Bekasi 2015 terselenggara. Adapun mekanisme program yaitu untuk setiap pengunjung yang hendak mengisi kartu di Kasir FKB sebesar Rp. 200.000 (non refund) bisa mendapatkan voucher STAR Rp. 50.000 (berlaku kelipatan). 

Fashion Village
Kesamaan visi dengan Festival Kuliner Bekasi untuk memajukan Industri kuliner Usaha Kecil Menengah (UKM), rangkaian FKB tahun ini untuk pertama kalinya menghadirkan unit-unit UKM dalam industri kreatif. Pameran berkonsep trade show bertajuk Fashion Village yang berlangsung di The Oval – Summarecon Mal Bekasi menghadirkan produk mode lokal berkualitas mulai dari fashion, aksesoris, tas, sepatu hingga beragam kerajinan lainnya. Bagi para pecinta batik, Fashion Village menghadirkan Abee Batik, Rita Batik, IF Batik, Kenes Batik, dan Batik Ethnic. Dengan total sebanyak 22 booth, Fashion Village buka mulai 23 September – 19 Oktober 2015 setiap hari, Pukul 10:00 – 22:00 WIB. 

Fashion Village merupakan bagian dari rangkaian Jakarta Fashion & Food Festival (JFFF) yang merupakan acara tahunan persembahan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta bekerjasama dengan PT Summarecon Agung Tbk. [gi]

                    Menampilkan Festival-Kuliner-Bekasi-2015.jpg




Ratusan Vendor Meriahkan Gebyar Pernikahan Indonesia

Written By Redaksi on 24 Januari, 2015 | 21.20



GENERASIINDONESIA.COM | Ratusan vendor pernikahan tradisional terbaik turut meramaikan Gebyar Pernikahan Indonesia (GPI) 2015, sebuah pameran pernikahan yang dihadirkan sebagai alternatif solusi bagi para Calon Pengantin. Acara berlangsung selama tiga hari mulai jumat 23 Januari hingga minggu 25 January 2015, di Kartika Expo Balai Kartini Jakarta. Rangkaian acara setiap hari mulai jam 10.00 pagi hingga pukul 09.00 malam dengan harga Tiket Rp. 20.000,- berlaku selama 3 hari penyelenggaraan.

Gebyar Pernikahan Indonesia (GPI) yang untuk kedua kalinya dilaksanakan ini dibuka secara resmi oleh M. Tazbir, Direktur Promosi Dalam Negeri Ditjen Pemasaran Pariwisata Kemenparekraf, serta didampingi oleh Direktur Parakrama Organizer Arief Rahman.

"GPI yang kedua ini mengulang sukses penyelenggaraan perdananya di tahun 2014, sebagai pameran pernikahan tradisional terbaik dan terlengkap di Indonesia. Kali ini diikuti lebih dari 130 vendor pernikahan tradisional terbaik dari Jakarta, Bandung, Surabaya dan Bali," terang Arief Rahman.

Sebagaimana dapat disaksikan di seluruh hall pameran, terdapat berbagai vendor pendukung pernikahan mulai dari kartu undangan, souvenir, catering, tata rias pengantin, perancang kebaya dan busana pengantin, venue , dekorasi hingga paket bulan madu.

"Tujuan utama kami menyelenggarakan event ini adalah untuk membantu dan memudahkan para calon pengantin guna mendapatkan semua pernak pernik kebutuhan upacara adat pesta pernikahan hanya dengan datang ke satu tempat, dan melihat animo yang begitu tinggi di tahun 2014 maka kami berharap acara ini mampu menarik perhatian lebih dari 16.500 calon pengantin," terang Arief, yang berharap kunjungan pameran kali ini meningkat sepuluh persen dari tahun lalu, yang membukukan transaksi yang terjadi selama pameran mampu mencapai Rp. 27,5 Milyar.

Arief selaku penyelenggara juga berharap bahwa Gebyar Pernikahan Indonesia bukan hanya sebagai pameran pernikahan semata melainkan sebagai tempat yang tepat untuk mendapatkan inspirasi dan informasi bagi calon pengantin yang akan menggelar pesta pernikahan adat tradisional.

Sebagai apresiasi terhadap dekorasi sebagai salah satu pilar penting dalam pernikahan, bersamaan dengan pembukaan GPI 2015 juga dilakukan pengukuhan kepengurusan Asosiasi Pengusaha Jasa Dekorasi Indonesia (ASPEDI) periode 2015-2018.

"Dekorasi yang indah akan memberikan kesan tersendiri bagi para tamu dan juga sang mempelai, karena merupakan salah satu faktor penentu dalam menciptakan moment yang tak terlupakan," ujar Arief.

Gebyar Pernikahan Indonesia Kembali Digelar

Written By Redaksi on 23 Januari, 2015 | 05.48

GENERASIINDONESIA.COM | Parakrama Organizer kembali mempersembahkan ”GEBYAR PERNIKAHAN INDONESIA" edisi ke-2 pada tanggal 23-25 January 2015, di Kartika Expo, Balai Kartini, Jakarta.

Ratusan vendor pernikahan tradisional terbaik menawarkan alternatif solusi bagi para calon pengantin di seluruh Indonesia dengan menampilkan kreasi riasan serta dekorasi terbaik yang mengeksplorasi berbagai nilai budaya dan adat Indonesia yang adiluhung.

Arif Rahman selaku direktur Parakrama Organizer mengungkapkan bahwa dalam pameran gebyar Pernikahan Indonesia ini dieksplorasi adat istiadat pesta pernikahan yang kemudian dikombinasikan dengan unsur moderen dan keagamaan sehingga tidak menghilangkan kesakralannya.

Pameran dibuka pada hari Jumat, 23 Januari 2015 pukul 13.30 WIB dengan dimeriahkan oleh pertunjukan sendratari Rama & Shinta, dan special performance dari Memes, Putri Kebaya & Gandrung Entertainment.
JADWAL PEMBUKAAN GEBYAR PERNIKAHAN INDONESIA
13.30 – 14.00 : Press Registrasi
14.00 – 14.15 : Opening oleh MC
14.15 – 14.25 : Ucapan Selamat Datang dari Arief Rachman, Director Parakrama
14.25 – 14.35 : Sambutan dari Bp. Tazbir, Direktur Promosi Dalam Negeri Ditjen
14.35 – 15.15 : Launching ASPEDI (Asosiasi Pengusaha Dekorasi Indonesia)
15.15 – 15.30 : Innagurasi & Photo bersama
16.30 : Selesai

www.bataviaphoto.com


Terpilih 15 Finalis Miss Motor Show #IIMS2014

Written By Redaksi on 26 September, 2014 | 23.49


GENERASIINDONESIA.COM
| Miss Motor Show 2014 merupakan salah satu acara pendukung IIMS 2014 yang menjaring cukup banyak peminat. Miss Motor Show 2014 dijaring dari perwakilan Agen Pemegang Merek (APM) dan industri pendukung.

Penilaian bagi SPG yang terpilih mengikuti ajang Miss Motor Show 2014 meliputi tiga aspek yaitu Brain (30%); pengetahuan umum, pengetahuan otomotif, pengetahuan produk, dan kemampuan bahasa asing serta Beauty (40%);  kepercayaan diri, proporsionalitas tubuh dan penampilan luar; serta Behaviour yang meliputi interpersonal skill, psikologi, etika, tingkah laku dan kepedulian sosia (30%).

Ada 7 kategori di dalam pemilihan Miss Motor Show ini, yaitu Miss Motor Show 2014, Runner Up 1, Runner Up 2, Miss Fotogenik, Miss Otomotif, Miss Persahabatan, dan Miss Favorit.

Pada IIMS 2013 lalu Kartika Berliana yang merupakan Miss Toyota Pretty hasil seleksi ketat Indonesia5 Communication terpilih sebagai Miss Motor Show 2013.

Pada hari Jumat (26/9) sore ini telah terpilih 15 besar finalis Miss Motor Show 2014,

Ke-15 finalis Miss Motor Show 2014 tersebut adalah:
Intan Debby dari Toyota,
Febrizky dari Daihatsu,
Lilis dari Honda,
Ratih dari Mercedes Benz,
Nadira dari Suzuki,
Jennifer dari Ford,
Ismi Iskandar dari Chevrolet,
Zi Priscilla dari Tata Motors,
Adisty dari Mercedes Benz,
Valentine dari Infiniti,
Hana Himawan dari FAW,
Selvia, Regina, Gladys dari Ford, 
Tasya dari Mercedes Benz.

Limabelas besar finalis ini akan dipilih menjadi tujuh besar, dan akan diumumkan pemenangnya malam ini pada saat Closing Ceremony esok malam, Sabtu (27/9). 

(gi)
Liputan IIMS2014 didukung oleh:

Syahrini Pamer Busana Ramadhan Tudung Fatimah di Instagram

Written By Redaksi on 19 Juli, 2014 | 04.42

GENERASIINDONESIA.COM | Beberapa saat yang lalu Syahrini kembali membuat geger ranah Media sosial, hal ini dipicu dari foto yang dia unggah di akun istagram @Princessyahrini yang memamerkan busana muslim serba kuning yang ia sebut dengan Tudung Fatimah.


Sensai memang tidak pernah lepas dari sosok Syahrini.Entah hal tersebut merupakan bagian dari management popularitas atau merupakan hal spontan, gimmick yang dikeluarkan oleh penyanyi wanita berdarah Sunda ini tak jarang menjadi buah bibir banyak orang.


Sebut saja istilah `Bulu Mata Anti Badai`, `Jambul Khatulistiwa`, dan istilah-istilah lain dari penyanyi yang bernama asli Rini Fatimah Jaelani ini menjadi kosakata hits di masyarakat. Pada Ramadan beberapa tahun lalu, Kaftan Syahrini menjadi tren busana muslim masyarakat Indonesia. Ramadan kali ini, Syahrini muncul dengan Tudung Fatima. Tudung Fatima Syahrini–diberi nama sesuai dengan nama asli nya.


Dari foto yang diunggah penyanyi kelahiran tahun 1982 ini ke akun Instagram bertuliskan “Tudung FatimaSyahrini for Ramadan Kareem”. Dalam foto tersebut, Syahrini tampak memakai busana serba kuning bermodel gaun panjang lengkap dengan tudung kepala. Foto ini mengundang banyak komentar negatif.


“Ya ampuuun tante kalo pake baju bisa gak di longgarin lg? Percuma baju panjang gitu tp msh ketat ckckxk” tulis pemilik akun Instagram fafaamizyx. Ukuran yang terlalu ketat sehingga mempertegas lekuk tubuh dari pakaian Ramadan-nya adalah hal yang disoroti oleh banyak orang.


Selain itu Ada yang mengatakan bahwa mantan pacar Anang Hermansyah tersebut mirip tokoh kartun Pikachu.


Ada juga yang menyamakan Syahrini dengan ekstrak kulit pisang, dan beberapa juga mengklaim busananya tidak sesuai dengan aturan berpakaian wanita muslim, yang mewajibkan wanita menutupi semua aurat dengan busana yang longgar serta tak memperlihatkan rambut sama sekali.


Tudung Fatimah Syahrini Bukan Busana Muslim

Menurut seorang perancang busana muslim ternama di Indonesia, Dian Pelangi, busana Syahrini bukanlah busana muslim. “Dalam tulisan, Syahrini mengatakan tudung, bukan kerudung. Nah, itu jelas bukan busana muslim, dan sah-sah saja sebenarnya,” ujarnya saat peluncuran kampanye sosial kosmetik Wardah di Hotel Century, Senayan, Jakarta, Rabu (16/7/2014) Seperti Dilansir dari Kompas.com.


Lebih lanjut Dian Pelangi menjelaskan bahwa walaupun busana kuning yang dikenakan Syahrini menutup aurat, tetapi masih terbilang ketat dan mencetak lekuk tubuh. Jadi, lebih cocok dikenakan oleh para wanita yang masih dalam tahap belajar mengenakan hijab.
“Itu sebenarnya bisa menjadi inspirasi banyak orang,” imbuhnya.

Baju yang tepat saat puasa

Written By Redaksi on 10 Juli, 2014 | 08.51

GENERASIINDONESIA.COM | Ketika Ramadhan tiba, umat Islam mendapatkan mendapatkan kesempatan untuk berburu pahala sebanyak-banyaknya. Salahsatu ibadah wajih di bulan Ramadhan adalah puasa. Yaitu menahan lapar dan haus serta menahan hawa nafsu dari terbit fajar sampai terbenam matahari.

Tak hanya mendapatkan pahala ketika menjalankannya, puasa Ramadhan bagi umat Islam juga mendapatkan bonus. Yaitu kesehatan tubuh akan semakin baik ketika menjalani puasa.

Maka dari itu untuk menambah motivasi kita ketika puasa, hendaknya kita ketahui manfaat puasa bagi kesehatan secara ilmiah.

1. Baik untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah

Penyakit jantung merupakan penyakit yang ditakuti kebanyakan orang. Penyakit ini telah membunuh banyak orang karena adanya gaya hidup yang tak sehat. Untungnya dengan berpuasa, kita akan membantu meningkatkan kesehatan jantung sehingga terbebas dari resiko serangan jantung. Ketika berpuasa tubuh melakukan peningkatan HDL dan penurunan LDL yang berdasarkan penelitian akan sangat baik untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah.

2. Mencegah penyakit kronis

Puasa menahan lapar dan haus serta menahan amarah. Keadaan ini akan membuat psikologi seseorang semakin tenang sehingga dapat menurunkan kdaar adrenalin dalam tubuh. Turunnya adrenalin akan mencegah pembentukan kolesterol dan kontraksi empedu yang lebih baik sehingga dapat mencegah timbulnya penyakit kronis seperti jantung koroner dan stroke.

3. Mampu berpikir tajam dan lebh kreatif

Puasa membuat pikiran menjadi lebih tenang dan juga melambat, uniknya menurut penelitian ternyata pikiran yang melambat ini membuatnya justru bekerja lebih tajam. Selain itu ditinjau dari segi insting, masalah rasa lapar adalah masalah kelanjutan hidup sehingga wajar jika rasa lapar memaksa kita untuk berpikiran lebih tajam dan kreatif.

4. Mencegah obesitas

Puasa akan mampu mencegah obesitas karena saluran pencernaan dan usus akan lebih bersih dari endapan sisa makanan. Jika pencernaan bersih maka sisa endapan yang menumpuk di perut tidak ada sehingga membuat badan lebih sehat dan tidak memiliki berat badan berlebih.

5. Meningkatkan kekebalan tubuh

Dibalik kewajiban menahan haus dan lapar serta nafsu mulai dari setelah waktu sahur sampai waktu maghrib, puasa juga menyimpan banyak maslahat bagi manusia. Manfaat puasa selain meningkatkan aspek rohani, juga meningkatkan daya tahan tubuh serta meremajakan tubuh dari sel-sel yang telah mati.

6. Menyehatkan ginjal

Generasi Indonesia - Ginjal berfungsi sebagai saringan zat berbahaya dari  apapun yang kita makan dan minum. Fungsi ginjal akan maksimal bila kekuatan osmosis urin mencapai 1000 sampai 12.000 ml osmosis/kg air. Dengan kurangnya asupan air saat puasa, target ini dapat tercapai sehingga baik untuk kesehatan ginjal.

7. Mencegah diabetes

Diabetes disebabkan karena tingginya kadar gula dan kolesterol dalam tubuh. Dengan berpuasa konsumsi gula dan makanan berlemak akan lebih terkontrol sehingga dapat mencegah diabetes dan penyakit turunannya.

8. Menyembuhkan nyeri sendi

Sel penetral alami dalam tubuh akan meningkat saat puasa. Dengan ini lambat laun penyakit encok dan nyeri sendi akan menuju kesembuhan. Sebuah penelitian menemukan adanya korelasi antara meningkatnya kemampuan sel penetral (pembasmi bakteri) dengan membaiknya radang sendi penyebab encok.

Itulah manfaat puasa untuk kesehatan yang harus Anda ketahui. Selain bernilai Ibadah, puasa Ramadhan yang kita jalani juga dapat memberikan manfaat untuk kesehata. Aelamat berpuasa dan niati dengan ikhlas!

Harly Valentina: This is my turn!

Written By Redaksi on 10 Januari, 2013 | 01.18

GENERASI INDONESIA | “Menjadi seorang model dan pembaca berita adalah impian saya. Sekarang, saya akan mewujudkan impian itu, dengan memulainya dari ‘ketikan ini’ di halaman formulir pendaftaran Wajah Femina 2012. This is my turn!”

Itulah penggalan kalimat yang ditulis Harly Valentina Bastiaans (20) pada formulir online Wajah Femina (WF) 2012. Hanya dalam hitungan bulan, ia mampu mewujudkan mimpinya, menjadi pemenang Wajah Femina kategori Best Presenting.

Siapa sangka, selain tengah merintis karier di dunia entertainment, Harly juga sudah merintis bisnis event organizer (EO), bernama God Bless, bersama tujuh temannya, sejak tahun 2011. Mayoritas acara yang ditanganinya adalah acara pernikahan dan gathering perusahaan. “Pekerjaan pertama kami, pernikahan orang Batak. Meski ribet, acara berlangsung sukses dan klien pun puas dengan hasil kerja kami,” ujar Harly, yang sekarang selalu bertugas menjadi MC di  tiap acara yang ia tangani.

Harly mengaku, tantangan bisnis EO sangat berat karena persaingan yang ketat. Namun, ia memiliki cara ampuh untuk meyakinkan klien yang akan menggunakan jasa EO-nya, yakni kemampuan komunikasi yang baik ketika presentasi di depan klien.

“Saya selalu mempelajari karakter orang atau perusahaan calon klien terlebih dulu. Caranya bisa melalui browsing atau tanya teman. Dengan lebih mengenal calon klien, kami bisa lebih memahami kebutuhan mereka sehingga akan lebih mudah juga untuk menyampaikan apa yang kami tawarkan,” ujarnya. Menurutnya, bisnis EO adalah bisnis kepercayaan. Jika kualitas jasa yang ia tawarkan bagus, maka klien pun akan sukarela merekomendasikan EO-nya kepada orang lain.

Dalam membesarkan bisnis ini, Harly pernah mengalami kesulitan. Suatu kali, ia pernah ditipu vendor penyedia baju. Untuk itu, EO-nya harus mengganti semua biaya pakaian yang telah dipesan. “Otomatis ini mengurangi pendapatan yang kami terima. Akhirnya, uangnya hanya cukup untuk mengganti biaya transportasi. Namun, kami tetap profesional, mengerjakan event sampai selesai,” kenang Harly.

Selain sibuk mengurus bisnisnya, wanita penggemar fotografi ini juga memiliki kesibukan lain yang ia lakukan sejak SMA: menjadi guru sekolah Minggu di Gereja Duta Injil. Meski tidak bisa menyanyi atau menari, ia tetap ingin melakukan pelayanan sesuai kemampuannya. Wanita cantik ini ternyata andal mengurus anak-anak!

Sudah selama empat tahun, tiap hari Minggu, Harly aktif mengajar anak-anak kelas 1-3 SD. Untuk memenuhi tanggung jawab sebagai guru, seminggu 3 kali, ia perlu datang ke gereja untuk menyiapkan materi yang akan ia berikan di hari Minggu. “Entah mengapa, anak-anak selalu cepat akrab dengan saya,” ujar sulung dari dua bersaudara ini.

Tampaknya, hari-hari Harly menjadi makin sibuk setelah WF 2012. Wanita yang rajin menulis semua kegiatannya di agenda ini mengatakan, jadwalnya kini dipadati training.  “Bulan Februari ini mulai pelatihan presenter di TALKinc. Di bulan Maret, saya mulai magang siaran di Radio U-fm. Ini hadiah sempurna dan sangat berguna bagi saya!” tuturnya, antusias.

Padatnya  jadwal harian ini menyebabkan Harly menunda waktu untuk berlibur. “Jika ada waktu luang, saya memilih untuk berkumpul bersama keluarga besar saya di Tegal. Itu merupakan momen yang sangat berharga. Tapi, untuk saat ini, saya harus fokus menyelesaikan kuliah dan mengejar karier saya sebagai presenter,” ujarnya, menutup pembicaraan. 


sumber
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. GEN-ID ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by daguku