Kontak Redaksi https://telegram.me/Gen_ID atau WA 085773537734
Latest Post
portal ini dikembangkan guna pemberdayaan komunitas dan penguatan kelembagaan, pengiriman artikel, foto, video, slip donasi pengembangan web dapat melalui WA 08157-7353-7734 atau TELEGRAM https://t.me/Gen_ID
Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan

LDII: Keluarga adalah Pendidik Pertama dan Utama

Written By S14CPM on 29 Juni, 2021 | 21.10

Ilustrasi

GEN-ID ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ | Hari Keluarga Nasional (Harganas) diperingati setiap 29 Juni. Untuk mengingatkan pentingnya peran dan nilai keluarga, sebagai unit sosial terkecil dalam masyarakat.

Harganas resmi ditetapkan pada 1992 oleh Presiden Soeharto. Namun akar peringatannya sendiri sudah ada sejak masa perjuangan rakyat Indonesia dalam merebut kemerdekaan.

Peringatan tahunan ini berawal dari penyerahan kedaulatan Indonesia oleh Belanda pada 22 Juni 1949. Seminggu kemudian, tepatnya 29 Juni 1949, para pejuang pun pulang dan kembali kepada keluarganya.

Dikutip dari laman BKKBN, Indonesia memang menyatakan kemerdekaan pada 1945. Hanya saja, situasi tidak langsung kembali normal sehingga rakyat masih harus berjuang mempertahankan kemerdekaan. Wajib militer berjalan dan mereka harus berpisah dengan keluarga. Pengorbanan ini tidak sia-sia sebab pada 22 Juni 1949, Belanda menyerahkan kedaulatan bangsa Indonesia. Kemudian pada 29 Juni 1949, para pejuang kembali pada keluarga mereka.

Akan tetapi, tidak semua pejuang kembali dalam kondisi selamat. Keinginan kuat untuk menggantikan keluarga yang hilang akibat perang ditambah pengetahuan minim tentang usia perkawinan membuat pernikahan dini massif. Akibatnya, angka kematian ibu dan bayi begitu tinggi.

Harganas dibentuk sebagai peringatan kepada masyarakat Indonesia akan pentingnya keluarga. Keluarga dianggap memiliki peran besar sebagai upaya memperkuat ketahanan nasional dalam mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa. Lewat Harganas, masyarakat Indonesia diingatkan bahwa keluarga sebagai kekuatan penting untuk membangun bangsa dan negara. Dari tahun ke tahun, peringatan Harganas mengusung tema berbeda. Tahun ini Harganas mengangkat tema 'Keluarga Keren Cegah Stunting'.

Dengan Harganas mengambil tema seputar stunting, diharapkan tumbuh kesadaran masyarakat bahwa stunting ini bukan persoalan sepele.

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh dan berdampak pada kegagalan pertumbuhan otak akibat kekurangan gizi. Tidak hanya masalah pada kognisi, anak dengan stunting bisa meningkatkan risiko hipertensi, perlemakan hati, juga obesitas.

Ketua DPP LDII Dr. Siti Nurannisaa Parama Bekti, S.Sn, MPd mengatakan bahwa dalam pencegahan stunting, pengetahuan keluarga sangat berpengaruh pada perilaku pengaturan kesehatan dan gizi dalam kesehariannya.  

“Edukasi yang dilakukan secara berkala, memberikan pemahaman fungsi keluarga dapat menumbuhkan dan menginternalisasikan pola asuh, praktik, dan perilaku yang mengedepankan pengetahuan gizi. Dan juga tumbuh kembang anak sejak masa kehamilan dan pada 1.000 hari pertama kehidupan," ujarnya. 

Asupan gizi yang baik pada masa tersebut memberi dampak pada perkembangan kemampuan otak dan fisik, produktivitas dan kreativitas yang semakin optimal, “Pemberdayaan keluarga untuk membangun pola makan gizi seimbang, pola asuh, serta kesehatan sejak dini bisa menjadi salah satu upaya mencegah stunting, dan menjadi perilaku yang tertanam sebagai karakter yang sadar pada kesehatan dan gizi di generasi berikutnya,” tambah Siti Nurannissa.

LDII memandang bahwa bangsa yang kuat berasal dari generasi penerus yang terbina dengan baik.  "Dan keluarga merupakan kelompok terkecil dan terdekat dalam pembinaan generasi penerus yang saling berinteraksi selama 24 jam dalam 7 hari," tegas Ketua Umum DPP LDII, Ir. KH. Chriswanto Santoso, MSc.  "Keluarga adalah pendidik pertama dan utama. Sehingga perkembangan dari generasi yang terlahir fitrah sangat dipengaruhi oleh keluarga," lanjut Chriswanto.  

Ia menjelaskan bagaimana LDII menerapkan pembinaan keluarga dalam beberapa aspek dan tingkatan.  Mulai aspek budi pekerti, keilmuan hingga kesehatan, dan sejak cabe rawit (balita) hingga ke usia pra nikah.  "Bahkan yang telah menikah pun kami tetap arahkan dengan nasehat-nasehat keharmonisan keluarga, melalui forum-forum pengajian," imbuh Chriswanto.

Advokasi kesehatan keluarga, termasuk pencegahan stunting, saat ini, menurut Chriswanto, juga diupayakan melalui upaya swadaya di tingkat rumah tangga melalui kampanye tanaman obat keluarga yang sedang dicanangkan oleh DPP LDII melalui Departemen Peranan Perempuan dan Kesejahteraan Keluarga dan Departemen Pengabdian Masyarakat. (Rizal PM/Lines)

H.M. Soeharto, Bangun 150 Ribu SD Inpres dan Karyakan 1 Juta Guru

Written By Redaksi on 08 Juni, 2021 | 11.42



GEN-ID
๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ | Editorial
- Kebijakan pemerataan kesempatan pendidikan bagi masyarakat miskin, yang didorong kuat melalui Inpres No 10 Tahun 1973 tentang Program Bantuan Pembangunan Sekolah Dasar, diapresiasi oleh salah satu ekonom peraih Hadiah Nobel Ekonomi. Sudah tentu ada banyak pelajaran berharga dalam bagaimana pemerintah saat itu mendesain kebijakan pembangunan di sektor pendidikan.

Atas keberhasilan program SD Inpres ini, pada 19 Juni 1993 UNESCO memberikan penghargaan kepada Presiden Soeharto berupa Piagam The Avicenna. Avicenna diambil dari nama seorang tokoh ilmu pengetahuan dari Dunia Islam di abad X di Timur, terkenal dipanggil dengan nama lbnu Sina, seorang filosof dan ilmuwan bidang kedokteran yang oleh UNESCO nama besarnya dijadikan simbol penghargaan di bidang pendidikan dan etik dalam sains.
Berbekal spirit untuk mewujudkan kesempatan yang sama atas Pendidikan, hingga periode 1993/1994 tercatat hampir 150 ribu unit SD Inpres telah dibangun. Seiring kebijakan itu, juga ditempatkan pula lebih dari 1 juta guru Inpres di sekolah-sekolah tersebut.

Total dana yang dikeluarkan untuk program ini hingga akhir Pembangunan Jangka Panjang Tahap (PJPT) I mencapai hampir Rp6,5 triliun.

Esther Duflo dalam konferensi pers saat menerima hadiah Nobel Ekonomi di MIT mengungkapkan Presiden Soeharto yang memahami seluk-beluk kehidupan masyarakat miskin, berhasil merancang sebuah pendekatan yang tepat dengan program pembangunan Sekolah Dasar yang juga dikenal sebagai SD Inpres.

Esther Duflo, ekonom asal Perancis itu mendapat pegharagaan nobel ekonomi usai menerbitkan hasil penelitiannya soal program SD Inpres beserta dampak kedepannya yang ia beri judul “Schooling and Labor Market Consequences of School Construction in Indonesia: Evidence from an Usual Policy Experiment”.

Penelitian Duflo ini merupakan syarat dia mengambil PhD di MIT pada 1999, sekaligus menjadi pembuktian konklusif bahwa di negara berkembang pada umumnya seperti juga kasus di Indonesia, adanya lebih banyak pendidikan juga berarti menghasilkan upah yang lebih tinggi.

Duflo mencatat, program SD Inpres merupakan salah satu program pembangunan sekolah terbesar yang pernah tercatat saat itu, yaitu pada 1973 – 1974.

Merujuk data Bank Dunia, menurut Duflo di sepanjang antara tahun 1973-1974 hingga 1978-1979 Indonesia telah membangun sebanyak 61.807 unit sekolah SD baru. Tiap sekolah menampung 500 anak-anak. Total biaya yang dikeluarkan lebih dari 500 juta dollar AS atau setara 1,5 persen dari GDP tahun 1973.

SD Inpres muncul di era Soeharto untuk memperluas kesempatan belajar di perdesaan maupun perkotaan yang warganya berpenghasilan rendah.

Duflo menjelaskan, bahwa pembangunan SD Inpres menyebabkan anak-anak usia 2-6 tahun pada 1974 menerima 0,12 hingga 0,19 tahun lebih banyak pendidikan untuk setiap sekolah yang dibangun per 1.000 anak di wilayah kelahiran mereka.

Program SD Inpres dinilai telah mendorong proporsi yang signifikan dari populasi masyarakat Indonesia untuk menyelesaikan lebih banyak tahun pendidikan dasar.

Menurut hitungannya, keberhasilan pembangunan pendidikan ini bahkan memberikan dampak pengembalian ekonomi sekitar 6,8 hingga 10,6 persen.

“Saya mengevaluasi efek dari program ini pada pendidikan dan upah dengan menggabungkan perbedaan antardaerah dalam jumlah sekolah yang dibangun dengan perbedaan antarkelompok yang disebabkan oleh durasi program,” tulis Esther Duflo.

Duflo menyimpulkan kebijakan ini sukses "meningkatkan" perkonomian yang dampaknya di tahun 1988 tercatat Angka Partisipasi Murni (APM) SD mencapai 99,6 persen. Lalu, tercatat di tahun 1990 jumlah masyarakat buta aksara turun hingga 15,8 persen. Lama masa pendidikan pun berdampak pada peningkatan upah sebesar 3 - 5,4 persen.


Mahar Prastowo ๐Ÿ“ฒ

Live Streaming Doa 1 Abad Presiden Soeharto dari Masjid At-Tin 8 Juni 2021


Mas Tri: Blonjo ning tonggo, orang yang belanja di tetangga adalah pahlawan

Written By Redaksi on 11 April, 2021 | 18.44

GEN-ID | Medan Satria, Kota Bekasi - Apresiasi atas konsistensi, kesinambungan dan kreatifitas warga RW 026 kelurahan Pejuang kecamatan Medan Satria datang dari Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono. Mas Tri, sapaan akrab Wakil Wali Kota Bekasi, mengapresiasi dan senang dengan kreatifitas dan inovasi RW 026 kelurahan pejuang.




"Saya sangat senang dan mengapresiasi atas kerja keras dan kreatifitas warga RW 026, terkait UMKM salah satu jawabannya adalah memang bagaimana memberdayakan ekonomi, yang kita lakukan adalah blonjo ning tonggo, orang yang belanja di tetangganya itu adalah pahlawan," ujar Mas Tri seraya megungkapkan agar tak bergantung dan merasa gengsi karena merek dan kemasan. 

"Ada makanan dapur coklat, ada nastar, paling itu-itu saja. Dan hanya menang merk saja. Ada (tetangga) yang jualan kue coklat, kue nastar, putri salju, putri malu, malah sekarang ada putri byayakan, jadi jangan kalah, yang penting tetap sosialisasi pada masyarakat dan berdayakan pelaku usaha yang ada," ujar Mas Tri memotivasi blanja ning tangga (blonjo ning tonggo) atau belanja di tetangga.

"Karena bagaimanapun ekonomi harus gerak, tinggal inovasi dan kreatifitasnya untuk diperhatikan," pesan Mas Tri.



Apresiasi Mas Tri diungkapkan saat membuka ikhtiar ketahanan pangan dan industri kreatif berupa bazaar Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta Bazaar Takjil Ramadan yang diikuti oleh sebanyak 25 pelaku UMKM di RW 026 kelurahan Pejuang. Bazaar digelar  di Jalan Taman Casandra Utama, perumahan Taman Harapan Baru.

Mas Tri yang hadir bersama istri,  Ny. Wiwiek Hargono dan membuka bazaar pada Sabtu (10/04/2021).

Sejumlah perangkat kerja pemerintahan yang hadir diantaranya camat Medan Satria Lia Erliani, Kapolsek Medan Satria Kompol Agus Rohmat, Lurah Pejuang H. Isnaini, Babinsa, Bimaspol, ketua RW beserta jajaran, ketua RT beserta jajaran, ketua dan kader penggerak PKK, Kader Posyandu, serta  Kelompok Wanita Tani (KWT) dan warga sekitar.

Kusnandar yang didapuk sebagai ketua panitia Bazaar UMKM, dalam sambutannya mengungkapkan harapan agar melalui acara ini bisa mewadahi UMKM untuk  meningkatkan kreatifitas mereka.

"Kami adakan Bazaar UMKM ini dari tanggal 10 sampai 12 April 2021. Selanjutnya  Bazaar Takjil hasil karya UMKM warga RW 026 digelar sampai akhir bulan Ramadhan," terang Kusnandar.

Dijelaskan Kusnandar, khusus Bazaar UMKM dibuka dari jam 08.00 pagi sampai dengan jam 18.00 petang, sementara untuk Bazaar Takjil akan dimulai sore hari jam 15.00 sampai dengan jam 18.00.

Camat Medan Satria Lia Erliani, Ketua RW 026 Edy Mulyawan, Ketua Panitia Kusnandar


Sementara itu ketua RW 026 Edy Mulyawan mengungkapkan geliat warganya dalam hal ketahanan pangan dan industri kreatif telah berkembang menjadi komunitas yang menghidupkan sektor produksi berbagai komoditas dan kriya, pertanian dalam hal ini aneka sayuran, ternak ikan dan olahan hasil-hasilnya dan  warga sendiri yang menjadi market utamanya, disamping juga menerima pesanan dari luar perumahan.

"Ini sebagai wadah untuk menggerakan dan menambah kreatifitas UMKM yang ada di RW 026," ujar Edy.

"Alhamdulillah mereka menggelar bazaar secara mandiri, yakni swadaya menyiapkan aneka perlengkapan yang dibutuhkan selama bazaar," ucap Edy mengapresiasi kemandirian warganya.

Dikatakan Edy, dengan  adanya bazaar ini masyarakat tidak perlu kebingungan dalam mencari makanan berbuka puasa.

"Kalau pengin asinan Betawi jangan jauh-jauh, pengin jengkol, pengin kolang-kaling disini ada," kata Edy berpromosi.

"Tetap pesen saya, temen-temen semua protokol kesehatan tetap jaga," tegas Edy.

 "Apa yang sudah kita lakukan secara tidak langsung menjadi contoh, contoh dari 1013 RW di kota Bekasi," ujar Edy yang mengingatkan  bahwa pencapaian dalam kompetisi RW Siaga yang telah diraih, menjadi juara 2, bukan persoalan merebut kemenangan dalam kompetisi itu. 

"Tetapi konsistensi kita, keberlangsungan kita terkait dengan penanganan covid dan lain-lain," tegas Edy.

Ketua Tim Penggerak PKK RW 026 Endang Sudaryanti yang didampingi ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Rita Rahmawati menjelaskan bazaar ini dapat terlaksanan berkat kerjasama antara ibu-ibu PKK, KWT beserta dengan Bapak-bapak pengurus  RW dan RT.



"Berkat kerjasama ini Alhamdulillah acara berjalan dengan baik. Alhamdulillah semua antusias mendukung. Bahkan Bu Kokom dan beberapa yang lain jam segini dagangannya sudah habis. Sebenarnya kami khususkan UMKM, tapi kami siapkan 25 meja. Jadi kalau hari ini masih ada yang kosong, berarti nanti jualannya saat puasa yaitu sore hari," terang Endang.

Dirinci oleh Endang Sudaryanti, produk UMKM yang dijual antara lain kriya lukisan, olahan lele bumbu siap masak, manisan, keripik bayam, cabe, kolang-kaling dan lain-lain.

Dituturkan Endang, para penjual mendapatkan masing-masing satu stan, dan dikenakan biaya yang digunakan  untuk kas terutama perawatan tenda.

Camat Medan Satria Lia Erliani yang hadir dalam acara pembukaan berharap dengan adanya Bazaar UMKM ini akan menumbuhkan klaster UMKM baru dan berkembang.

"Saya berharap dengan acara bazaar seperti ini akan tumbuh UMKM-UMKM baru di kelurahan Pejuang khususnya di RW 026,   karena UMKM ini justru memberikan ruang untuk para pelaku usaha kecil menengah mikro yang ada di RW 26 untuk dapat mengeksplor dan memamerkan dagangannya," ujar Camat Medan Satria Lia Erliani.

Lebih lanjut Lia  menambahkan bahwa untuk mempertahankan predikat juara yang diraih diperlukan konsistensi.

"Warga masyarakat itu sebenarnya memiliki potensi luar biasa, hanya saja mereka membutuhkan ruang dan kami pemerintah tentunya memberikan ruang itu, yaitu melalui lomba-lomba sehingga memotivasi mereka untuk terus berkreasi meraih sebuah prestasi dan mereka meningkatkan skill mereka sehingga mereka menjadi juara," ujar Lia.

"Dan RW 026 itu sangat luar biasa, karena ketika kita memberikan ruang dan kesempatan untuk mereka berkreasi, mereka ambil kesempatan itu dan menampilkan yang terbaik sehingga mereka juara," tambah Lia.

"Dan tetap konsistensi dijaga," pesan Lia.

Karena menurutnya Lia Erliani, berkat menjaga konsistensi itulah kenapa RW 026 setiap ada kesempatan untuk lomba mereka masuk di salah satu nominasi juara.




Reporter: Agus Wiebowo
Editor: Mahar Prastowo


DKM Al-Anshor Kembali Salurkan Santunan Rutin Kepada 146 Anak Yatim

Written By Redaksi on 20 Maret, 2021 | 14.01



GEN-ID | Berbagi kebahagiaan dengan anak yatim, menjadi motivasi jamaah masjid Al Anshor dan Donatur Yayasan Ar-Ridho sehingga setiap bulan mengundang para anak yatim untuk bersilaturahmi dan memberikan santunan. "Seperti kita lihat anak-anak yatim tampak berbahagia mendapat apresiasi berupa perhatian dan santunan dari warga dan jamaah masjid Al Anshor. Kita berharap para donatur tetap bersemangat berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim," tutur Kombes Pol. Dr. H. Kasmen, M.E., usai memberikan santunan anak yatim pada Sabtu (20/03/2021).

Santunan pada anak yatim  merupakan kegiatan rutin yang diadakan tiap bulan berupa uang tunai dan nasi boks di Masjid Al- Anshor RT 008/RW 22 Kayuringin Jaya, Bekasi Selatan. Kegiatan tersebut digelar dengan menerapkan protokol kesehatan.

Acara santunan anak yatim ini diisi dengan  rangkaian kegiatan diantaranya ceramah agama, dan doa bersama.

Hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pengurus dari RW 021, RW 022, perwakilan DKM Ar-Ridho H. Dakhlan, Ketua DKM Masjid Al-Anshor Kombespol Dr. H. Kasmen, M.E, Ketua seksi Sosial dan kematian Drs H.Irfangi, Ketua Yayasan Masjid Al-Anshor Hengky Brahmantio, Babinsa Kayuringin Jaya Serka Sutrisno, Kapospol Kayuringin Jaya Ipda Sugiman, serta para tokoh dan masyarakat setempat.
 
Kombes Pol Dr. H. Kasmen, M.E., menyampaikan ucapan  terimakasih atas terselenggarakanya  acara santunan ini berkat kerjasama segenap pihak yang telah berlangsung secara rutin setiap bulan dalam rangka menggembirakan anak yatim yang dimotivasi sabda Rasulullah SAW:

"Orang yang memelihara anak yatim di kalangan umat muslimin, memberikannya makan dan minum, pasti Allah akan masukkan ke dalam surga, kecuali ia melakukan dosa yang tidak bisa diampuni.” (HR. Tirmidzi dari Ibnu Abbas; Kitab Al-Birr wa Ash-Shilah 'an Rasulillah: 1840).

"Kami selaku ketua DKM Masjid Al-Anshor  mewakili pengurus masjid Al-Anshor RW 22 kelurahan Kayuringin Jaya, Bekasi Selatan mengucapkan terimakasih atas terselenggaranya acara ini yang merupakan kerjasama antara Seksi Sosial dan Kematian RW 21 dan RW 22," ujar Ketua DKM Masjid Al-Anshor Kombes Pol Dr. H. Kasmen, M.E.

Lanjut, H. Kasmen, "kegiatan ini di mulai tahun 2018, Alhamdulillah berjalan lancar sampai saat ini, dimasa pandemi ini Alhamdulillah sudah terealisasi mobil ambulans di masjid Ar-Ridho, kami Ar-Ridho dan Al-Anshor dan semua warga BSK bisa menggunakan."

Guna menyambut bulan puasa yang juga masih berada di masa pandemi, H. Kasmen berharap jika ada donatur dan dana melebihi yang sudah rutin ini, akan ditingkatkan  dengan pemberian tambahan vitamin.

Terkait kegiatan-kegiatan jama'i seperti shalat tarawih dan tadarus selama bulan ramadhan mendatang di masjid Al Anshor, tetap akan dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan seperti menyediakan sabun dan hand sanitizer, serta mengatur jarak antar jamaah sebagaimana yang telah dilaksanakan selama ini dan mewajibkan jamaah memakai masker.

Hengky Brahmantyo selaku Ketua Yayasan Masjid Al Anshor menyampaikan bahwa kegiatan santunan adalah kegiatan rutin dan terus mengalami peningkatan.

"Kegiatan ini kolaborasi masjid Ar-Ridho dan Al-Anshor, Alhamdulillah ada kenaikan jadi 74 anak dari Masjid Ar-Ridho dan  dari masjid Al-Anshor 72 anak. Sampai saat ini kami memegang komitmen memberikan santunan berupa uang dan paket nasi boks," ujar Hengky.

Untuk  bulan puasa yang akan datang sebulan lagi, kemungkinan acara dilaksanakan sore hari setelah ashar, sehingga nasi boks bisa dibawa pulang untuk buka puasa.

Lebih lanjut mengenai kegiatan-kegiatan di masjid Al Anshor Hengky mengungkapkan  ada kajian rutin Sabtu subuh dan Minggu malam.

"Dari sisi fisik bidang kemasjidan juga terus memperbaiki fasilitas masjid ini, terimakasih para jama'ah, terimakasih para donatur," ucap Hengki Bramantyo.


Ketua DKM Al Anshor H. Kasmen (kiri) dan Kasie Sos dan Kematian H. Irfangi (Kanan)


Kegiatan yang menjadi ladang beramal solih dan sarana ibadah dengan pahala sangat besar ini tak lepas dari sosok H. Irfangi selaku Ketua seksi Sosial dan Kematian RW 21 perumahan Bumi Satria Kencana kelurahan Kayuringin Jaya, yang merupakan motor penggerak bagi terselenggaranya kegiatan-kegiatan sosial termasuk santunan anak yatim ini.



Mahar Prastowo

RW 20 Perumahan Sigma Jatimakmur Juara 1 RW Siaga Kota Bekasi

Written By Redaksi on 12 Maret, 2021 | 06.26

Berhak Atas Hadiah Rp 1 Milyar, Piala dan Piagam Penghargaan


GEN-ID | Kota Bekasi - Setelah melalui proses penujurian yang panjang,  RW 20 Perumahan Sigma Kelurahan Jatimakmur, Kecamatan Pondok Gede dinyatakan sebagai Juara I RW Siaga se-Kota Bekasi dan berhak menerima hadiah sebesar Rp 1 Miliar pada Rabu, 10 Maret 2021 dalam upacara Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Bekasi ke-24 di Plaza Pemkot Bekasi, yang dibacakan oleh Wali Kota Bekasi Rahmat Efendy.

Redaksi  bercengkerama akrab dengan Ketua RW 20 Dwi Nurimanto Hadi, Bendahara RW Mudjahid Roustia, serta tokoh masyarakat H. Abdul Jalil dan Hariono Komeng pada hari Kamis (11/03/2021) di Balai Warga. Setelah itu diajak berkeliling melihat lokasi-lokasi yang menjadi obyek penilaian oleh para juri dari unsur tiga pilar Pemkot Bekasi.

Dwi Nurimanto Hadi, Ketua RW 20 Perumahan Sigma Kelurahan Jatimakmur mengucapkan syukur dan terimakasih kepada semua pihak sehingga bisa meraih juara satu.

"Alhamdulillah luar biasa sekali kami sangat bersyukur pada Allah subhanahu wata'ala. Kemenangan ini adalah hasil dari kerjasama kita di warga RW 20 Perumahan Sigma Kelurahan Jatimakmur yang selama ini sudah terbina dengan baik," ucap Dwi Nurimanto Hadi.



Dwi Nurimanto Hadi mengucapkan terimakasih atas sinergi seluruh pengurus RW, RT, Ibu-ibu PKK, Posyandu, KWT, Relawan, Karang taruna dan seluruh warga. "Selain itu tentunya kami sangat berterimakasih pada Babinsa, Bimaspol, Lurah, Puskesmas dan pihak kecamatan," ucapnya.

Pada masa pandemi ini di RW 20 dinilai Dwi semuanya sigap dan peduli, "sangat pas dengan nama perumahan tempat tinggal kami perumahan Sigma, Sigap Mandiri," ucap Dwi. Lanjutnya, "mungkin kemenangan ini bagian dari salah satu hasil yang kita dapatkan."

Apa saja yang telah dilakukan RW 20 sehingga dinilai terbaik dan menjadi juara 1 dalam lomba RW Siaga ini?

Dwi Nurimanto Hadi selaku Ketua RW 20 menuturkan penilaian meliputi tiga hal yatu masalah penanganan Covid-19, kriminalitas serta ketahanan pangan dan industri kreatif.

Soal penanganan Covid-19, Dwi menuturkan pihaknya melakukan berbagai langkah  preventif mulai dari penyebarluasan informasi terkait Covid-19, edukasi pencegahan, melakukan cek fakta dan informasi untuk menghindari hoax.

Menurutnya, Selain itu,  RT dan RW juga melakukan identifikasi dan pendataan atas kelompok masyarakat yang rentan.

Diungkapkan Dwi, penanganan Covid-19 dengan penegakan protokol kesehatan juga melibatkan seluruh komponen masyarakat, "pemuka adat dan tokoh agama menjadi kunci dalam menekan penyebaran Covid-19," ujar Dwi.

"Kami juga rutin adakan penyemprotan, operasi masker, woro-woro uar-uar dan lain-lain. Untuk yang terpapar dan isolasi mandiri kami berdayakan ibu-ibu PKK untuk memenuhi kebutuhanya, kebetulan kami juga punya lumbung pangan. Selain itu kami adakan komunikasi pada warga yang isolasi mandiri,  kami berikan semangat sehingga tidak merasa menjadi aib tapi tetap semangat dan optimis," papar Dwi.


Ia mengungkapkan bagi warga yang benar-benar merasakan dampak pandemi diberikan bantuan sembako dan juga uang tunai. "Misalkan 2 bulan kita berikan sembako, bulan berikutnya uang tunai. selama pandemi ini hampir seribu paket kami berikan."

Sementara dalam masalah kriminalitas, Dwi menceritakan konsep dalam menata lingkungannya untuk menekan angka kriminalitas dalam kerangka penilaian zero crime.

"Alhamdulillah semua sudah berjalan baik, di perumahan  sekarang hanya one gate, kita perbanyak titik-titik template kami pasang CCTV, ronda malam dibuat giliran jaga dan lain-lain sehingga kami aman, kamtibmas tidak terganggu," terang Dwi.

Adapun dalam hal ketahanan pangan dan ekonomi kreatif, ia memberdayakan warga pelaku UMKM  dengan diberikan fasilitas untuk berjualan dan sama sekali tidak di pungut biaya.

"Kami berdayakan UMKM dengan kami berikan fasilitas untuk jualan dan sama sekali tidak dipungut biaya. Dari beberapa jenis makanan dan minuman, ada minuman kesehatan disediakan wedang teleng, wedang uwuh, wedang jahe, beras kencur, kunyit asem dan lain-lain," lanjutnya, "kami punya tempat beternak ikan lele, gurame, nila dan lain-lain."



Dijelaskan Dwi, RW 20 juga punya 4 kebun yang isinya bervariasi yang jumlahnya hampir 100 macam tanaman seperti berbagai sayuran, tanamam obat, tanaman pangan seperti singkong, sukun, ubi jalar.

"Selain itu, warga menjalankan modal usaha melalui SML atau Sigma Makmur Lestari, yang mana setiap bulan kita mendapatkan margin. Alhamdullah dari hasil itu kita bisa mempunyai ambulans, alat pemadam kebakaran mandiri, toko ikan segar yang mana kalau panen ikan melimpah bisa ditaruh di situ dan yang beli dari mana-mana," terang Dwi.



Dari margin  itu RW 20 juga dapat melakukan pengadaan alat-alat keperluan warga untuk berbagai keperluan termasuk peralatan dan perlengkatan apabila terjadi banjir.

Sigma Makmur Lestari sebagai ruang unit usaha  berisi orang-orang berkompeten dalam mengelola uang, amanah dan peduli. Mereka sangat membantu dalam kontribusi kemajuan di RW 20 perumahan Sigma, diantaranya adalah H.M. Lutfi, H. Firzawardi dan Rebo Hadi.

Sementara itu Nasirman, ketua Bank Sampah dan H. Khairul Tanjung mengaku senang dengan diraihnya juara 1 RW Siaga.

"Kami senang RW kami juara. Harapan kami, ini bisa di pertahankan, RW kami tambah maju, dan juara lagi nanti di Kampung Tangguh Jaya Pancasila." tutur Nasirman, diamini H. Khairul Tanjung.

Sementara itu salah satu pelaku UMKM, Ria yang sehari hari berjualan makanan di area kuliner RW 20, menyampaikan harapannya agar prestasi yang sudah diraih dapat dipertahankan dan toleransi yang sudah terjalin tetap terus terjaga.

"Kami senang dengan kemenangan ini, semoga bisa dipertahankan. Kami juga berharap toleransi yang sudah terjaga dengan baik ini bertahan terus, di sini ada masjid,  mushola tapi juga ada gereja, kami biasa hidup dengan toleransi. Ketua RW kami Pak Dwi sangat baik, terbuka dan sangat mengayomi. Sekali lagi supaya toleransi tetap terjaga," tutur Ria.

Semua hal diatas bisa terlaksana karena terjadinya kekompakan. Hal itu diungkapkan  H. Abdul Jalil selaku tokoh masyarakat dan sesepuh RW 20. Untuk itulah mengapa kerukunan dan kekompakan harus terus terjaga.

"Rukun, kompak, guyub yang sudah ada untuk tetap terjaga," pesan H.Abdul Jalil.





Reporter: Agus Wiebowo
Editor: Mahar Prastowo



Dewi Motik, Bunda Entrepreneur Indonesia

Written By Redaksi on 23 Februari, 2021 | 19.42


Dr. Hj. Cri Dewi Motik, M.Si, Bunda Entrepreneur Indonesia dalam sebuah cover majalah.


GEN-ID | INSPIRASI
- Tahun 1998 saya baru mulai berwirausaha di bidang penerbitan, serta membuka galeri kriya dan lukisan di Kemang Timur, Jakarta Selatan dengan nama Nilam Gallery. 

Bidang penerbitan saya pilih dalam misi menumbuhkan minat baca, dengan merekrut siswa SMA dan mahasiswa sebagai ‘proofreader’ lepas dengan honor menarik sebagai tambahan uang saku.

Wirausaha adalah suatu bidang yang saya sangat awam, mengingat sejak menikah saya hanya aktif sebagai pekerja sosial di luar tugas utama sebagai ibu rumah tangga.

Tentu saya perlu belajar banyak tentang dinamika kewirausahaan pada pakar-pakarnya. Learning by doing. Satu-satunya yang terlintas di benak saya ketika itu, untuk ‘berguru’ kewirausahaan adalah ibu Dewi Motik dan IWAPI-nya.

Saya sangat akrab dengan nama IWAPI, karena kantor pusatnya berada di jalan Kali Pasir Cikini, Jakarta Pusat, yang sering saya lewati, sebab rumah orangtua saya berada di kawasan Kwitang berbatasan dengan Kali Pasir.

Saya lalu mendaftar sebagai anggota IWAPI. Kemudian ditugaskan sebagai Ketua Bidang Promosi UKM–IWAPI DKI 1998–2002 dengan Ketua IWAPI DKI ibu Hj. Melani Suharli, yang kini bertugas di Komisi VI DPR RI.

Karena dalam proses berguru wirausaha, saya aktif mengikuti rapat-rapat dan semua kegiatan IWAPI hingga rakernas di Yogyakarta.

Berbagai kegiatan Bestari CDF pun saya integrasikan dengan IWAPI DKI, antara lain Pameran Topeng Malangan & Topeng Cirebonan di Hotel Kartika Chandra Jakarta tahun 2001. Misi program ini adalah pelestarian budaya, melestarikan kesenian tradisional dan kerajinan topeng yang nyaris punah.

Juga di Pameran Lukisan Guru & Murid SMU di Club House Pangkalan Jati Golf dalam rangka Hadiknas & Hari Pendidikan Angkatan Laut tahun 2000. Misi program ini untuk menyalurkan energi kreatif siswa agar tidak mencoret-coret fasilitas umum. Ketika itu juga sedang marak tawuran pelajar yang brutal di DKI Jakarta.




Bestari CDF juga ikut berperan aktif dalam perayaan Hari Anak Nasional (HAN) dari tahun ke tahun. Pada HAN tahun 2009, salah satu rangkaian kegiatannya adalah bedah buku karya anak-anak terbitan Balai Pustaka. Buku karya Nilam menjadi salah satu buku yang dibedah. Panitia sudah merancang  moderator dan 2 narasumber, semua pria.

Ibu-ibu di Divisi Pendidikan & Seni Budaya protes, kenapa tidak ada sosok perempuan, karena ibu punya peran besar dalam proses tumbuh kembang anak. Saya pun mengusulkan ‘tokoh ibu’ dari IWAPI. Rekan-rekan di Bestari setuju. Panita Bedah Buku pun setuju, namun mengatakan tidak ada anggaran honorarium untuk tambahan narasumber.

Saya lalu menunjukkan 3 foto ibu IWAPI pada Nilam yang sudah dikenalnya lantaran sering saya ajak dalam kegiatan IWAPI. Tiga foto itu adalah: Ibu Dewi Motik, Ibu Melani Suharli, dan ibu Gloria Imam Supardi.

Saya bertanya pada Nilam, mau didampingi ibu yang mana di forum? Spontan Nilam menjawab “Aku mau sama bunda Dewi Motik.”

Bestari pun segera menulis surat kepada ibu Dewi Motik untuk mohon kesediaan menjadi narsum. Secara pribadi saya menghubungi beliau via telepon, menyampaikan misi kegiatan tersebut. Ibu Dewi langsung mengatakan bersedia, bahkan sebelum surat dari panitia sampai kepada beliau.

Keteladanan ibu Dewi Motik yang menginspirasi banyak orang, khususnya rekan-rekan di Bestari CDF dan jaringan kerjanya, adalah “ketajaman membaca dengan mata hati” pada semua program-program idealis, dan mendukung sepenuh hati. Dengan kata lain, ikhlas membantu tanpa pamrih.




Kerendahan hati, sikap humble seorang Dewi Motik, bukan sekadar pencitraan semata, yang membuat ‘sungkan’ ibu-ibu di Bestari yang ketika itu menjemput ibu Dewi untuk Narasumber Bedah Buku HAN 2009 di kediamannya di jalan Surabaya, Menteng Jakarta Pusat, dengan mobil kijang sederhana, kendaraan operasional Div. Pendidikan Bestari CDF.

Saya terakhir ketemu ibu Dewi Motik di kantor Kowani ketika beliau menjabat Ketua Kowani 2009–2014. Kami berdiskusi merencanakan bedah buku beliau. Sayang rencana bedah buku tidak terlaksana lantaran suami saya jatuh sakit hingga meninggal dunia. Sejak itu saya kehilangan jejak beliau karena hp saya rusak, ketika ganti baru banyak nomor kontak sahabat yang hilang.

Entah memang dalam putaran ‘orbit’, saya menemukan kembali guru saya di grup Kartini LKN (Lembaga Kajian Nawacita) berkat budi baik seorang ‘Kartono’, bapak Ir. Samsul Hadi – Ketua Umum
LKN yang menyertakan saya di grup Kartini LKN.

Indonesia patut bersyukur memiliki seorang Dewi Motik, Ibu Entrepreneur bangsa, yang patut diteladani. Terima kasih bu Dewi, telah menjadi teladan dan ibu ideologis buat anak saya Nilam Zubir, yang sejak kecil mengidolakan ibu dan menjadikan ibu sebagai salah satu panutan.

Kini, Nilam tumbuh dewasa dengan mindset entrepreneur yang kuat, dan akan berdarmabakti sesuai profesinya di bidang hukum, dengan akan mendirikan LBH UKM. Semoga semua niat baik mendapat berkah dan ridho Allah SWT. Amin YRA.

Rahayu ...


Nina Triastuti
Bestari CDF (Community Development Foundation)
Cinere, 20 Februari 2021

Mengintip Kegiatan Emak-emak Srikandi Ketahanan Pangan Medan Satria

Written By Redaksi on 15 Februari, 2021 | 16.26



GEN-ID | Kota Bekasi - Para srikandi alias emak-emak di Perumahan Taman Harapan Baru (THB), RW 026 Kelurahan Pejuang Kecamatan Medan Satria Kota Bekasi memanfaatkan sebidang lahan PSU (Prasarana, Sarana dan Utilitas) atau fasos/fasum seluas 1500 meter persegi yang terletak di RT 002 untuk dijadikan lahan pertanian hidroponik, tanaman obat keluarga (toga) dan budidaya ikan lele.

Hasilnya, warga di dalam kompleks perumahan selama masa pandemi dapat terpenuhi kebutuhannya akan sayuran dan ikan segar tanpa harus belanja keluar perumahan.

Upaya para emak kece di Kelurahan Pejuang itu dengan kreatifitasnya di bidang ketahanan pangan pun mendapat apresiasi beragam kalangan termasuk Camat Medan Satria Lia Erliani. Bahkan mewakili kecamatan untuk berkompetisi di ajang Kampung Siaga di tingkat Kota Bekasi, yang diikuti sebanyak 12 Kecamatan.


 


“Terkait ketahanan pangan di RW 26 memang untuk saat ini cukup luar biasa. Kelompok tani yang ada mampu membangun ketahanan pangan di lingkungan RW 026 dengan memanfaatkan lahan PSU untuk dijadikan lahan pertanian,  Hidroponik, Toga (tanaman obat keluarga), budidaya lele dan banyak lagi. Bahkan telah mampu mengembangkan usaha usaha kecil hasil karya para srikandi RW 026 yang patut diperhitungkan dari segi kualitas dan rasa,” terang Lia.

Lia lebih lanjut mengungkapkan, atas nama Pemerintah Kota Bekasi pihaknya terus melakukan pembinaan dan memfasilitasi agar ketahanan pangan di RW 026 khususnya dan wilayah Kecamatan Medan Satria umumnya mampu memenuhi kebutuhan pangan warga serta  diharapkan mampu meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan warga masyarakat. "Khususnya ditengah masa pandemi Covid-19," tutup Camat Medan Satria Lia Erliani.

Apa saja sih yang emak-emak itu lakukan?

Adalah Endang Sudaryanti, penasehat Kelompok Wanita Tani (KWT)-sebuah wadah berkumpul emak-emak di perumahan Taman Harapan Baru (THB) guna menunjang kemandirian dan ketahanan pangan keluarga ditengah pandemi Covid-19, menceritakan kegiatan para emak itu.

Ia bersama para enak yang tergabung di KWT pada hari Minggu(14/02/2021) pagi tampak menmbawa sejumlah peralatan seperti skop kecil, garukan besi atau garpu, cangkul dan berbagai peralatan lainnya dan menuju sebidang lahan pertanian.




Di lahan tersebut tampak berbagai jenis sayuran dan buah-buahan ditanam antara lain kacang panjang, pokcoi, sawi, bayam, cabe, jeruk, ubi jalar dan lainnya serta budidaya ikan lele sangkuriang.

Sabtu dan Minggu pagi menjadi agenda rutin Endang Sudaryanti yang akrab dipanggil Bu RW atau Bu Endang ini bersama pengurus dan anggota KWT lainnya  bercocok tanam. Kegiatan ini sekaligus jadi ajang silaturahmi para warga, terlebih jika sedang panen.

Kegiatan emak-emak di RW 026 itu sudah dilakukannya beberapa waktu lalu sejak masa pandemi Covid-19, tepatnya Juni 2020 sampai sekarang. Hasil dari kegiatan bercocok tanam itu untuk memenuhi kebutuhan sayur, buah, dan lauk warga di perumahan THB. 


Semua kegiatan Bu RW bersama para emak-emak lainnya di perumahan THB itu mendapat dukungan penuh dari para suami.

“Saya ingin ibu-ibu di RW 026 kompak ya. Saya senang melihat ibu-ibu bisa guyub di sini,” tutur Endang Sudaryanti, istri Ketua RW 026 Edy Mulyawan.

"Dengan adanya program pertanian di RW 026, selain sebagai wadah paguyuban warga, juga bisa menjadi solusi bagi kebutuhan pangan khususnya sayur dan buah warga yang tinggal di perumahan Taman Harapan Baru," terang Bu Endang.

“Semua untuk warga, warga senang kita senang,” ujarnya.


Kontak Redaksi
Klik Reporter → Agus Wiebowo | Klik Editor
Mahar Prastowo

 


Peduli-Partisipatif-Produktif, Cara Kampung Siaga RW 026 Taman Harapan Baru Hadapi Pandemi

Written By Redaksi on 09 Februari, 2021 | 19.20


Sentot Baskoro sedang mempresentasikan program Kampung Siaga RW 026 di hadapan para juri dari unsur 3 pilar dan organisasi perangkat daerah


GEN-IDPeduli, partisipatif, produktif. Setidaknya tiga hal itu yang tampak dari kehidupan ditengah masa pandemi Covid-19, di lingkungan warga RW 026 Kelurahan Pejuang Medan Satria Kota Bekasi, tepatnya kompleks Perumahan Taman Harapan Baru Kawasan Kota Harapan Indah.

Peduli, terasah dari perasaan senasib sepenanggungan, menghadapi masalah bersama pandemi Covid-19, yang telah memporak-porandakan berbagai kemapanan di berbagai lini kehidupan terutama masalah kesehatan.

"Di sini kalau ada warga terpapar positif Covid-19, langsung melapor ke RT. Pasien aktif melapor, dan warga lain peduli dengan membantu mengirimkan makanan dan kebutuhan lainnya," terang Edy Mulyawan, Ketua Rukun Warga 026, disela acara peninjauan dalam penilaian Kampung Siaga oleh Tiga Pilar Kota Bekasi yaitu dari Pemkot, Kodim dan Polrestro Bekasi Kota.

Hal lain diungkapkan Edy, dari kepedulian sosial, kepedulian merasa memiliki lingkungan yang harus dijaga bersama, memupuk semangat warga untuk partisipatif dalam berbagai kegiatan, termasuk dalam rangka lomba Kampung Siaga yang diselenggarakan Pemerintah Kota Bekasi.

Dan bagi warga RW 026, kegiatan perlombaan Kampung Siaga ini bukan sesuatu yang baru dan diada-adakan karena dilombakan. "Ini melanjutkan dari kegiatan sebelumnya yang sudah kita lakukan dalam rangka siaga banjir. Jadi bukan sesuatu yang baru dan diada-adakan karena ada lomba," terang Edy diamini Sentot Baskoro, Humas Kampung Siaga RW 026.

Sebelumnya Sentot Baskoro di hadapan tim penilai dari tiga pilar, memaparkan mengenai tiga hal yang dinilai dalam lomba Kampung Siaga yaitu upaya RW mencapai Zero Covid-19, Zero Crime serta meningkatkan ketahanan pangan dan ekonomi kreatif.

Dalam hal produktifitas, warga kompleks perumahan yang cukup eksklusif ini bahu-membahu bersama-sama membuat kegiatan yang dapat mendukung ketahanan pangan dan berbagai kegiatan ekonomi kreatif.



Ibu Siti Fajriah (ibu RT) menunjukkan kepada wartawan.bahwa di wilayahnya lahannya sempit, tapi bisa pelihara lele dan tanaman sayuran



Sebagai contoh di RT 01, meski memiliki lahan paling sempit dengan lebar 1 meter dan panjang sekitar 60 meter, warga dapat menanam sayuran dan budidaya lele serta ikan patin, yang setiap panen hasilnya dibagikan merata kepada seluruh warga RT 01.

"Kan untuk meningkatkan ketahanan pangan, jadi hasilnya kita bagikan untuk kita makan bersama. Kalau RT lain yang punya lahan lebih luas dan hasilnya banyak bisa dijual juga," ujar Siti Fajriyah, yang aktif suaminya sebagai RT menjalankan program-program di lingkungannya.

Di RT 02 yang memiliki lahan lebih luas untuk dimanfaatkan, sebanyak delapan wanita yang tergabung dalam KWT (Kelompok Wanita Tani) menjadi garda terdepan produktifitas ketahanan pangan dengan menanam sayuran hidroponik dan mengolah hasilnya menjadi aneka  macam minuman kesehatan (jamu) seperti teh daun sukun, teh telang, minuman kunyit, temu lawak.



Kedelapan wanita yang tergabung dalam KWT itu memproduksi berbagai olahan sayuran hidroponik dan organik dengan brand Saung Cassandra 1 yang mengambil dari nama jalan lingkungan RT 02.

Selain berproduksi, mereka juga menjalankan program sosial belanja kesehatan yang disisihkan dari penjualan hasil panen maupun dari donasi warga.



Bahkan, dari budidaya lele Sangkuriang, dapat memenuhi kebutuhan gizi warga RW 026 melalui konsumsi lele yang sudah dibumbui dengan harga Rp 35.000 perkilogram. Demikian diungkapkan Jupri Santoso, yang memelopori budidaya lele dengan bioflok serta tanaman obat keluarga dan sayuran dengan dukungan personil TNI dari Kodim 0501.

"Setiap panen selalu habis untuk kebutuhan warga. Jadi pada masa pandemi ini warga tidak perlu belanja ikan keluar," ujar Jupri.

Jupri bersama rekan tim, Agus, serta para ibu seperti Nila, Dhini, Nilam, Tatik dan lainnya mengatur Saung Cassandra 1 dengan administrasi pembukuan sangat rapi sebagaimana sebuah koperasi. Dan produk yang mereka hasilkan pun dijual dengan teknik pengemasan modern ala Happy Fresh, SESA, TaniHub dan sebagainya.

Dari aktifitas ketahanan pangan yang juga menghasilkan sampah ini, dilakukan penampungan dan pengolahan melalui Bank Sampah yang menjadi pupuk organik sehingga zero waste.


Evie Handmade Eco Print dengan produk masker batik motif daun


Demikian halnya dengan aktifitas produksi ekonomi kreatif Eco Print Evie Handmade di RT 03 yang memproduksi masker kain katun dengan motif beragam dedaunan, sampah rebusan daun dimanfaatkan untuk melakukan pemupukan.

Aktifitas seni kreatif memanfaatkan sampah bekas spanduk atau banner juga dilakukan Pak Bambang alias Pak Kakung, yang selama masa pandemi dan guna mengisi usia pensiunnya melukis dengan media vinyl bekas spanduk atau banner dan menggunakan cat tembok.

Meski dari bahan bekas, namun karyanya tak kalah dengan para seniman yang biasa pameran di galeri seni. Dan ia menjadikan Hall Erte Tiga untuk memajang karya-karyanya yang indah.



Masih di bidang seni kreatif, Hanna, yang sudah belasan tahun menekuni hobi memelihara bonsai, di masa pandemi ini atas saran suaminya meningkatkan hobinya dengan menjual koleksi bonsainya melalui online di komunitas penghobi bonsai di sosial media dan market place. "Pembelinya ada juga yang dari Manado," kisahnya.

 




KAMPUNG SIAGA yang Rindu Senyum

Pandemi Covid-19 yang telah membuat dunia bersedih, diungkapkan Ketua RW 026 Edy Mulyawan membuat Kampung Siaga pun RINDU Senyum.

RINDU diungkapkan Edy merupakan singkatan dari kalimat afirmatif guna mendorong kearah hal positif yaitu Rukun, Indah, Nyaman, Damai dan Unggul.

Guna mencapai itu semua, Edy selaku Ketua RW mengajak semua pihak yaitu seluruh warga RW 026 sebagai stakeholder untuk menekan 2 hal seminimal mungkin yaitu Zero Covid-19, Zero Crime dan meningkatkan ketahanan pangan melalui kemandirian pangan dan ekonomi kreatif sebagaimana menjadi tiga kriteria penilaian panitia lomba KAMPUNG SIAGA yang berhadiah Rp 1 M.

"Kalaupun rezeki dan mendapat 1M, itu bonus buat kami," ujar Edy. Pasalnya, bagi warga RW 026 lebih penting lagi adalah berhasil menjalankan protokol kesehatan 5M sebagaimana telah diupayakan berjalan selama ini.

Upaya mewujudkan prokes 5M ini tampak ketika berada di lingkungan RW 026, saat masuk apakah warga maupun tamu dari luar akan diperiksa suhu tubuhnya, wajib mengenakan masker serta telah disediakan tempat cuci tangan di berbagai sudut.

Dengan protokol kesehatan itu, Edy dan seluruh warga tentunya berharap dapat menekan angka paparan Covid-19 di wilayahnya hingga titik nol persen atau Zero Covid.

Hal sama juga diharapkan dari sisi kriminalitas, yang diuraikan Sentot Baskoro, selain dengan membentuk Satuan Keamanan Lingkungan (Satkamling) yang terlatih dan bersertifikasi sebagaimana Peraturan Kapolri, juga melibatkan anak-anak muda dalam swadaya keamanan, pemasangan CCTV, Barrier Gate, serta program "Pagar Mangkok".

"Artinya banyak membantu orang lain di sekitar lingkungan maka mereka pun akan segan sehingga tidak memerlukan pagar tembok," ujar Sentot

Dengan merekrut 15 tenaga Satkamling dari luar kompleks dan ratusan ART (Asisten Rumah Tangga), program "pagar mangkok" itu telah menciptakan kondisi keamanan lingkungan yang kondusif karena warga sekitar yang turut menjaga keamanan dan tercipta zero crime yang diharapkan.

Ditambah lagi dengan kegiatan sosial Jumat Barokah menyediakan makan setiap hari jumat bagi lingkungan maupun yayasan sosal di sekitar, telah membuat Kampung Siaga RW 026 Kelurahan Pejuang ini layak menjadi role model bagi wilayah lain yang ingin menciptakan suasana seperti di Kompleks Taman Harapan Baru.

Mahar Prastowo

Kontak Redaksi Klik Di Sini

Warga Perum Mustika Grande dan Buaran II Terima Wakaf 2 Unit Ambulans

Written By Redaksi on 31 Januari, 2021 | 15.39



GEN-ID | Bekasi - "Alhamdulillah berkat doa kita semua, yang tadinya kita berniat membeli mobil ambulans, tapi kita mendapatkan wakaf dari keluarga almarhum Sutara yang diwakilkan oleh anaknya, Bapak M. Sodikin," ucap syukur Tridjoko Siamtoro, Ketua RW 013 Perum Mustika Grande Desa Burangkeng, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Minggu (31/01/2021).

"Saya mengucapkan banyak terimakasih atas pemberian wakaf unit ambulans untuk warga kami, memang selama ini kita belum memiliki ambulans, kami sudah berencana untuk membeli mobil tersebut dengan program KKW (Kerukunan Kematian Warga) yang kami jalankan," papar Tridjoko.

Dengan sudah mendapat dua unit ambulans wakaf tersebut, kini tinggal bagaimana merawat dan menggunakannya.

"Disini kita tinggal bagaimana merawat dan menjaga amanah ini. Kalau untuk mekanisme penggunaan, warga tinggal kordinasi ke RT setempat untuk menggunakan unit tersebut dan untuk masalah biaya kita tidak mematok karena disini kita mempunyai program KKW yang akan membantu semua kebutuhan bagi yang terkena musibah," terang Tridjoko.

Ia sebagai ketua RW berharap dengan adanya unit ambulans ini bisa bermanfaat untuk semua warga dan bisa menjadi ladang ibadah untuk keluarga yang memberikan wakaf.

"Pesan saya, nanti untuk ketua RW pengganti saya, tolong jaga dan rawat amanah ini dengan baik, jangan pernah membedakan agama, suku, ras dan golongan, selalu pakai pedoman Bhineka Tunggal Ika," ujar Tridjoko berpesan.

Sementara itu M. Sodikin selaku perwakilan keluarga yang mewakafkan unit Ambulans menuturkan bahwa wakaf ambulans ini merupakan amanat kedua orangtuanya.

"Ini memang pesan dari almarhum kedua orang tua kami, kami sebagai anak sepakat untuk menjalankan segala pesan dari orang tua kami," ujar Sodikin.

"Semoga unit Ambulans ini bisa digunakan dengan baik dan dirawat dengan sebaik-baiknya, dan kami sekeluarga memohon doa untuk kedua orang tua kami, semoga beliau diberikan surga nya Allah SWT," tutup M. Sodikin.

Serah terima dua unit Ambulans dari keluarga almarhum  Sutara Anwar Sandawi dan almarhumah Hj. Neneng Asmani Binti Aseni  berlangsung di sekretariat RW 013 Perum Mustika Grande, Desa Burangkeng, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Minggu, (31/01/2021).

Tampak  hadir dalam acara serah terima adalah para pihak yang wilayahnya mendapat manfaat langsung wakaf kedua ambulans, diantaranya Sekretaris Desa Burangkeng Ali Gunawan, Wakil Ketua BPD Desa Burangkeng Ismuri, Ketua RW 013 Perum Mustika Grande Tridjoko Siamtoro, Ketua DKM Perum Mustika Grande  Ustad Acheng, Ketua Forsil MG Ustad Jayadi, Perwakilan RT Perum Mustika Grande, Pengurus RW 013 Buaran II Roni, Perwakilan pengurus DKM RW 013 Buaran II, serta perwakilan warga dari Perum Mustika Grande dan perwakilan dari warga RW. 013 Buaran II. [GI/MaharPrastowo]

Kontak Redaksi Klik DI SINI
Channel Telegram Generasi Indonesia  Klik DI SINI 

 

Muhammadiyah sebut Kapolri "Polisi Sahabat Umat" karena 2 hal ini

Written By Redaksi on 29 Januari, 2021 | 21.02



GEN-ID
| Jakarta -
"Kami bahkan tadi mengusulkan tagline baru untuk Kapolri, yaitu Polisi sahabat umat," ujar Sekjen PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti pada Jumat (29/1), dalam kunjungan silaturahmi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di kantor PP Muhammadiyah, Jakarta Pusat.

Soal sebutan Polisi sahabat umat untuk Kapolri, disampaikan Abdul Mu'ti setelah mendengar paparan Kapolri soal kebijakan moderasi beragama, serta pendekatan humanis dan merakyat dalam mengatasi persoalan.

"Muhammadiyah mendukung program-program pak Kapolri terutama program yang berkaitan dengan moderasi beragama. Jadi pak Kapolri menerangkan tadi moderasi itu merupakan program yang akan beliau kembangkan," kata Mu'ti.

PP Muhammadiyah juga memberikan dukungan penuh kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang berkomitmen melakukan pendekatan humanis dan merakyat dalam menangani dan mengatasi persoalan.

Sementara itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan, moderasi beragama merupakan salah satu formula untuk menekan paham-paham radikal dan intoleransi dengan cara soft approach. 

"Pemahaman tentang moderasi beragama tentunya jauh lebih bermanfaat daripada kita melakukan pendekatan-pendekatan yang bersifat hard (keras)," terang Listyo Sigit. 

Penguatan moderasi beragama di Indonesia saat ini penting dilakukan didasarkan fakta bahwa Indonesia adalah bangsa yang sangat majemuk dengan berbagai macam suku, bahasa, budaya dan agama. Indonesia juga merupakan negara yang agamis walaupun bukan negara berdasarkan agama tertentu. [GI]


Mahar Prastowo
 

Sosok Geisz Chalifah di Mata Karyawan

Written By Redaksi on 14 Januari, 2021 | 04.55


    Geizs Chalifah (tengah) bersama budayawan Betawi Ridwan Saidi (kiri) dalam sebuah Talkshow


GEN-ID
|  Inspirasi
- Sebagai aktifis Geisz Chalifah bukan hanya "tukang demo" tanpa solusi. Ia menginisiasi sebuah kepedulian perusahaan kepada masyarakat terdampak bencana seperti lombok dan lainnya. Belum lagi di dunia internasional, Rumah Sakit Indonesia di Palestina merupakan salah satu yang ia resmikan bersama tim dokter Mer-C pada 2015 silam.

Di debat dengan para buzzer sekaligus perusuh atas kinerja Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, ia kokoh bagaikan karang menanggapi dan mematahkan argumen mereka di TV maupun di media sosial. Tak pelak, orang mengenal dia sebagai bumpernya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang punya prinsip teman debat, kritikus adalah teman diskusi, menjawab tuduhan dengan karya dan prestasi.

Dengan 53 capaian prestasi hingga tahun kedua menjabat gubernur, dan prestasi itu sering diposting Geisz Chalifah kepada publik, semakin membuat yang tidak suka kepada Anies kebakaran jenggot, dan tentunya makin tidak suka sehingga argumen dan serangan yang diluncurkan kepada Anies irrasional dan ngawur.

Geisz Chalifah (57), alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP), Universitas Jayabaya, Jakarta pada tahun 1987, aktif dan pernah terlibat di berbagai organisasi diantaranya sebagai Ketua Lembaga Seni dan Budaya MN KAHMI (2018 - 2021), Produser Jakarta Melayu Festival sejak 2012, Ketua Umum PB Pemuda Al Irsyad (2001 – 2010), Vice President KAPPIJA, Keluarga Alumni Program Persahabatan Indonesia - Jepang (2001 -2002) serta Vice President Indonesian Student Association For International Studies (ISAFIS) (1986 – 1988).

Ia menjabat sebagai Komisaris PT. Pembangunan Jaya Ancol sejak RUPS Oktober tahun 2019.

Awal ia "rame" di media sosial dan mendapat bully dari para buzzer, bukan serta-merta. Awalnya ia hanya menanggapi cuitan-cuitan netizen yang irrasional dengan menuliskan berbagai prestasi Gubernur DKI. Ia merasa Gubernur diperlakukan tidak adil, sedangkan media massa banyak yang ada keberpihakan anti Anies. Sampai ada berbagai ketidakbecusan pemerintahan di daerah manapun seolah #SalahAines.

Sebenarnya bagaimana sosok garang di debat ini ketika menjalani hari-harinya sebagai seorang Komisaris BUMD terbaik se Asia Tenggara ini?


Arif Rahman bersama budayawan Betawi Ridwan Saidi


Adalah Arif Rahman, karyawan yang telah mengabdi di PT. Taman Impian Jaya Ancol selama 20 tahun lebih, merasa kehadiran sosok Geisz memberi warna baru dan keceriaan corporate culture yang telah terbangun.

Meski ditengah pandemi Covid-19, berbagai terobosan terus dilakukan. Tak pelak semua harus bekerja keras namun dengan suasana senang, sebuah suasana yang dibangun Geisz, aktifis yang peduli pada kebencanaan, pendidikan dan korban perang ini.

"Orangnya enak, tidak kaku," ujar Arif Rahman.

Dalam berbagai kesempatan, dia juga sosok yang open minded, terbuka dengan gagasan orang lain meski ia meyakini gagasan dialah yang benar.

"Terbuka, bisa menerima masukan dan kritik," kata Arief.

Dan lebih dari itu, Geisz menunjukkan kesalehan sosial dengan bisa menjadi pendengar yang baik bagi orang lain tak melihat senioritas usia dan jabatan. "Beliau lebih melihat apa yang disampaikan seseorang, bukan melihat siapa yang berbicara," ujar Arif.

Sebagai aktifis dan sekaligus budayawan, Ketua Umum Yayasan Rahmatan Lil Alamin (SDIT Insan Mandiri) ini  memiliki pemikiran yang luas sehingga terbawa dalam budaya kerjanya.

Dimasukkannya Geisz Chalifah sebagai komisaris, karena Gubernur menginginkan PT Pembangunan Jaya Anco ada continuity in changeleaderhip-nya tetap tapi formasi di bawahnya ada pergantian.

"Harapannya ada keberlanjutan atas apa yang dikerjakan, tapi juga ada perubahan," kata Anies saat itu.

Sebagaimana diketahui, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memiliki 72% saham di PT Pembangunan Jaya Ancol. Sebagai pemilik saham terbesar berhak menunjuk komisaris.



Mahar Prastowo

Penilaian 3 Kriteria RW Siaga Kelurahan Jakamulya, Hanpangan dan UMKM Belum Maksimal



GEN-ID | Kota Bekasi - Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam perumusan  upaya-upaya pencegahan Covid-19 di Kota Bekasi menyimpulkan penanganan  harus dilakukan secara berjenjang dari tingkat RT, RW, Kelurahan hingga Kecamatan.

Pemerintah Kota Bekasi sangat mengapresiasi upaya preventif  oleh warga atau masyarakat untuk mencegah penularan Covid-19 yang kemidian dimasukkan dalam konsep  RW Siaga.

RW Siaga dibagi dalam 3 kriteria yaitu RW Siaga Zero Covid-19, RW Siaga Zero Criminal serta RW Siaga Ketahanan Pangan dan Ekonomi Kemasyarakatan.



Sekretaris Camat Bekasi Selatan Yeyen Apriyanti, S.E, M.M selaku Ketua Tim Penilai pada Rabu (13/01/2021) melakukan penilaian di  Balai Warga RT 05 RW 013 Pondok Surya Mandala Kelurahan Jakamulya Kecamatan Bekasi Selatan.

Bersama Yeyan adalah Tim Penilai untuk ktiteria RW Siapa Zero Crime oleh Iptu Sabeni yang menjabat Kanit Binmas Polsek Bekasi Selatan, Agus Kasi Ekbang Kecamatan Bekasi Selatan, serta Pelda Darman Lumban Toruan dari Koramil 01/Kranji, dan Saugih selaku Kasi Pemtibum Kelurahan Jakamulya bersama Sertu Mulyadi Babinsa Kel. Jakamulya.



Untuk RW 013 menurut Yeyen indikator penilaian  penilaian RW Siaga bebas covid sudah terpenuhi.

"Rukun Warga 013  siaga Zero Covid-19 Sudah terpenuhi, seperti penerapan standar protokol kesehatan yang memadai, dengan adanya inovasi dalam memutus rantai penyebaran Covid-19, adanya partisipasi warga masyarakat dalam penanganan dan pencegahan Covid-19, kelengkapan sarana dan prasarana penanganan Covid-19, spanduk himbauan dan peringatan, cuci tangan, yang terpapar dimonitor, dan adanya isolasi mandiri," jelas Yeyen.

Sementara itu berdasar penilaian kategori RW Siaga Zero Kriminalitas menurut Iptu Sabeni, Kanit Binmas Polsek Bekasi Selatan, menurutnya RW 013  cukup baik.

Hal itu didindikasikan dengan beberapa indikator penilaian yang meeliputi kasus kriminalitas pada wilayah RW yang bisa dikatakan relatif aman,  adanya SOP keamanan, diadakan gantian jaga malam setiap malam 6 orang, adanya sarana dan prasarana penunjang keamanan seperti dipasangnya CCTV di beberapa tempat.

"Himbauan saya supaya warga tambah kompak, mau bergotong royong dan saling berbagi informasi," kata  Iptu Sabeni.

Adapun dalam penilaian RW Siaga Ketahanan Pangan/Ekonomi Kerakyatan RW 01  ada beberapa hal yang disorot oleh tim penilai. Pelda Darman Lumban Toruan sebagai tim penilai didampingi Sertu Mulyadi Babinsa Jakamulya.



Penilaian RW Siaga Hanpangan/Ekonomi Kerakyatan dinilai dengan sejumlah indikator antara lain adanya aktivitas ketahanan pangan/ekonomi kerakyatan yaitu adanya aspek ketersediaan pangan/produk ekonomi, ini dinilai sudah berjalan di RW 013 meski dengan catatan.

"Hanya saja ada yang perlu diperhatikan yaitu belum seratus persen seperti yang diharapkan pemerintah, yang mana apa yang ditanam untuk membantu para petani dan harusya bisa dikonsumsi masyarakat sendiri," ujar Pelda Darman Lumban Toruan.

"Adapun untuk UMKM sendiri  harus ada perhatian khusus dari Pak RW, artinya Pak RW untuk lebih aktif lagi dalam pembinaan," ujar Darman.

Acara Penilaian dan Pembinaan RW 013 berlangsung tertib dan lancar atas kesigapan Gunanto ketua RW 013 dan jajarannya, Rudyanto, ketua RT 05 dan jajarannya serta ibu-ibu penggerak  PKK pimpinan Ibu Dini Herliyus, dan pengamanan oleh Pokdarkamtibmas Bhayangkara.

Gunanto, ketua RW 013 menyampaikan terimaksihnya atas kepercayaan yang diberikan sehingga di ikutkan dalam penilaian RW Siaga.

"Sebagaimana yang diharapkan acara dari beberapa kategori penilaian yang ada diharapkan seluruh RW Siaga di Kota Bekasi dapat menjalankan seluruhnya dengan baik dan maksimal. Dan kami di RW 013 sudah berusaha semampu kami untuk menjadi lebih baik. Penanganan covid, keamanan lingkungan, ketahanan pangan, kami lakukan dengan kemampuan kami. Dan untuk ketahana pangan selain tanaman pangan,  perikanan,  nantinya juga akan kami kembangkan ke pelihara domba," terang Gunanto.

Ia sebagai ketua RW juga  berterimakasih atas masukan dan kritikan dari tim penilai. "Kami sangat berterimaksih dan semoga kedepan akan lebih baik dan meningkat," ujarnya.

Sebagai ketua RW ia  menyampaikan terimakasih kepada  RT dan jajaran serta ibu-ibu PKK dan semua warga sehingga bisa dipilih sebagai peserta penilaian RW Siaga.

RW Siaga diungkapkan Gunanto sebagai cara pemerintah mendorong warga untuk turut berperan aktif dalam memutus rantai penyebaran Covid-19 dan menekan angka penularannya, serta memacu kemandirian pangan dan kesejahteraan masyarakat.

"Untuk itu  supaya selalu menerapkan protokol kesehatan di setiap tempat baik di tempat ibadah, tempat-tempat makan, restoran, perbelanjaan, sekolah, tempat hiburan dan lain-lain dengan menggunakan masker, membawa hand sanitizer, mencuci tangan hingga menjaga jarak yang paling utama," tutup Gunanto.


Reporter: Agus Wiebowo | Editor: Mahar Prastowo


Seksi Sosial dan Kematian Kompleks BSK Bersama DKM Berhasil Wujudkan 1 Unit Ambulance

Written By Redaksi on 10 Januari, 2021 | 03.20


Doa Bersama dan Santunan Anak Yatim di Masjid Al-Anshor Komplek Perumaham Bumi Satria Kencana (BSK)  Kayuringin Jaya,  Bekasi Selatan

GEN-ID | Kota Bekasi - Sinergi Seksi Sosial dan Kematian dengan Dewan Kemakmuran Masjid Al-Anshor dan Ar-Ridho membuahkan hasil. Setidaknya kini lingkungan kompleks Perumahan Bumi Satria Kencana (BSK) Kayuringin Jaya Kota Bekasi telah memiliki satu unit ambulance.

"Alhamdulillah saat ini pengadaan ambulance yang kami cita-citakan sudah terealisasi," ujar Drs. H. Irfangi, Seksi Sosial dan Kematian lingkungan kompleks Perumahan Bumi Satria Kencana (BSK), Sabtu (09/01/2021).

Hal itu disampaikan H. Irfangi kepada Generasi Indonesia di sela  acara  Doa Bersama dan Santunan Anak Yatim, yang memang secara rutin setiap bulan diselenggarakan di Masjid Al-Anshor, Komplek Perumaham Bumi Satria Kencana (BSK)  Kayuringin Jaya,  Bekasi Selatan, Jawa Barat.

Turut hadir dalam acara tersebut Ketua DKM Masjid Ar-Ridho Drs. H.Muhammad Bakri Hasan, Ketua DKM Masjid Al-Anshor Kombes Pol. Dr. H. Kasmen, M.E., Seksi Sosial dan kematian Drs H. Irfangi serta para tokoh masyarakat setempat.

Ketua DKM Masjid Al Anshor Kombes Pol Dr. H. Kasmen, M.E., menyampaikan ucapan  terimakasih atas terselenggarakanya  acara santunan ini berkat kerjasama segenap pihak yang telah berlangsung secara rutin setiap bulan.

"Kami selaku ketua DKM Masjid Al Anshor  mewakili pengurus masjid Al Anshor RW 22 kelurahan Kayuringin Jaya, Bekasi Selatan mengucapkan terimakasih atas terselenggaranya acara ini yang merupakan kerjasama antara Seksi Sosial dan Kematian RW 21 dan RW 22," terang H. Kasmen.

Diungkapkan H. Kasmen, kegiatan yang sudah rutin dilaksanakan setiap bulan ini dikemas sebagai santunan kepada anak yatim berupa makanan dan uang yang berasal dari para donatur.

Senada yang disampaikan H. Kasmen, DKM Ar-Ridho  Drs. H. Muhammad Bakri Hasan menyampaikan hal yang sama dan berharap kegiatan ini berlangsung terus.

"Ini merupakan kegiatan sebagai bentuk perhatian dari pada suatu masjid, dimana mereka turut meramaikan bahkan sebagian juga ikut bersama-sama berjamaah di Masjid Ar-Ridho, dengan demikian berarti kita punya tanggung jawab sosial dengan lingkungan yang bentuknya adalah kegiatan santunan yatim, walaupun ada kegiatan-kegiatan sosial lainnya seperti pembagian paket sembako dan lain-lainnya. Sehingga kita akan berusaha terus sesuai kemampuan dari para donatur. Kita berharap kegiatan ini akan berjalan terus, kami akan berikhtiar dengan semangat," ujar H. M. Bakri Hasan.

Di Masjid Ar-Ridho, juga berdiriYayasan Pendidikan Islam Ar-Ridho, yang mana sekretaris yayasan adalah Seksi Sosial dan Kematian Drs. H. Irfangi.

H. Irfangi mengungkapkan agar jangan ragu ketika membelanjakan sebagian harta di jalan Allah, "Allah akan menggantikan dengan pahala yang berlipat ganda."

Untuk itu H. Irfangi berharap para donatur tetap pun tetap semangat, begitu juga dengan donatur baru.

Selain santunan rutin untuk anak yatim, H. Irfangi mengungkapkan ada juga santunan kepada para duafa dan pembagian sembako pada warga terdampak Covid-19, pembagian nasi boks gratis di hari jum'at.

"Kami juga membantu biaya pendidikan pada anak-anak yatim,  dan tidak tertutup kemungkinan nanti akan ada sunatan gratis," kata H. Irfangi.

Sebelum masa pandemi Covid-19, sepaket dengan acara santunan rutin adalah  pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis, namun kini dihentikan dulu karena memerlukan protokol khusus dan kehati- hatian.

Reporter: Topan A.N
Editor: Mahar Prastowo



Tri Sukses Generus LDII Dukung Pencapaian Program Generasi Emas Indonesia 2045

Written By Redaksi on 01 Januari, 2021 | 01.01

Reporter: Agus Wiebowo | Editor: Mahar Prastowo


H. Nur Wahyi, Ketua PC Lembaga Dakwah Islam Indonesia Bekasi Barat

GEN-ID | Pendidikan - Masa Pandemi Covid-19 mengakibatkan sendi-sendi kehidupan terganggu, baik ekonomi, sosial, budaya, pendidikan dan semuanya mengalami  penurunan kualitas yang signifikan. Namun demikian optimisme tetap harus dibangun guna mempersiapkan generasi muda mendatang yang mampu bersaing sebagaimana telah dicanangkan dalam program "Generasi Emas Indonesia 2045".

Generasi Emas Indonesia 2045 adalah periode 1 abad atau 100 tahun Indonesia merdeka.

Di tahun tersebut Indonesia mengharap memiliki generasi emas yang dapat membangun bangsa dan negara kearah yang lebih baik di berbagai bidang dengan harapanya akan mengalami peningkatan dan hasil maksimal. Selaras dengan itu Lembaga Dakwah Indonesia memiliki program yang mendukung pencapaiannya.

H. Nur Wahyi,  Ketua Pimpinan Cabang Lembaga Dakwah Islam Indonesia (PC LDII) Bekasi Barat ketika ditemui Generasi Indonesia di kantornya,  Jalan Nayar 1 RT 001 RW 012  Kelurahan Kranji (Masjid An-Najah), pada Kamis (31/12/2020), mengungkapkan tentang strategi pembangunan sumber daya manusia generasi muda LDII.

Sebagai ormas dakwah, LDII dikatakannya berupaya membantu pemerintah dalam rangka menyukseskan program generasi emas ini.

"LDII tetap penuh optimis memandang tahun 2021 dan seterusnya, kami telah lama menyusun program andalan dengan mencanangkan program Tri Sukses Generasi Penerus,” ujar H. Nur Wahyi.

Lanjut H. Nur Wahyi, program Tri Sukses Generasi Penerus itu meliputi keilmuan dan kefahaman agama, akhlaqul karimah, dan kemandirian.

Diterangkannya melalu program Tri Sukses diharapkan dapat tercetak generasi muda yang memiliki Ilmu dan kepahaman agama secara mumpuni dengan target yang ingin dicapai menjadikan anak muda dapat mengerti dan memahami kedudukan dirinya sebagai hamba Allah SWT.

"Mereka dituntut untuk melaksanakan kewajiban yang tidak bisa diwakilkan kepada siapapun dan ditunda sesaat pun, yaitu beribadah kepada Allah. Mengerti dan memahami bahwa amalan ibadah berdasarkan Al Quran dan Al Hadist yang tidak dicampuri dengan bid’ah, khurofat, syirik, tahayyul serta murni niatnya beribadah," terang H. Nur Wahyi.

Dengan demikian, sosok generasi penerus yang muncul adalah generasi muda yang mengerti dan memahami peraturan berupa perintah, larangan, halal haram, pahala,  dosa. Mengerti dan memahami bahwa mereka memiliki tanggung jawab untuk beramar ma’ruf nahyi mungkar.

Kemudian dalam  program Tris Sukses yang kedua yaitu Akhlaqul Karimah, LDII membina generasi muda agar memiliki karakter, sopan santun, tata krama, dan budi pekerti yang luhur yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia, serta dapat mengamalkan nilai-nilai yang terkadung dalam Pancasila, sila ke-2, kemanusiaan yang adil dan beradab.

Guna mewujudkan generasi berakhlaqul karimah itu, cara yang ditempuh LDII ialah membina mental anak bangsa  dengan pengkajian kitab suci Al-Quran dan Al-Hadith, nasehat agama, simulasi budi pekerti dan lain-lain.

Kemudian pada program ketiga  yaitu Kemandirian, LDII berkomitmen menumbuhkan generasi yang dapat hidup secara mandiri, tidak tergantung pada orang lain. "Cara yang ditempuh salah satunya ialah dengan mengadakan pelatihan kewirausahaan," ujar H. Nur Wahyi.

Diterangkan H. Nur Wahyi, konsep pembinaan generasi muda untuk menyukseskan Tri Sukses tersebut, maka LDII telah menyusun sebuah konsep dakwah. Dimana konsep yang LDII miliki dikemas dengan profesional.

"Konsep dakwah juga terus mengikuti perkembangan zaman," ujarnya.

Diungkapkannya, program pembinaan yang ada di lingkup LDII sangat terstrukur, jelas dan berkesinambungan, mulai dari tingkat pusat, DPW (Provinsi), DPD (Kab/Kota), PC (Kecamatan) hingga PAC (Kelurahan/Desa).

"Pembinaan LDII merata  ke seluruh Kelompok Belajar Mengajar (KBM, red) di seluruh Indonesia," kata H. Nur Wahyi.

Diterangkan, pembinaan  dimulai dari tingkat anak-anak yaitu usia PAUD sampai SD kelas 6, pra remaja  usia SMP, remaja usia SMA ke atas sampai dengan usia 30 tahun yang belum menikah, serta kegiatan pengajian yang juga diikuti oleh masyarakat umum.

Guna membantu kelancaran pembinaan tersebut,  dibentuk forum Penggerak Pembina Generus (PPG) di tiap-tiap DPD Kabupaten/Kota.

Di dalam forum PPG terdiri pelaksana bidang-bidang yang berbeda. Mulai dari kurikulum, kesekretariatan, kemandirian, penggalangan dana, sarana dan prasarana, seni dan olahraga, keputrian, dan lain-lain.

"Pada tingkatan terbawah (PAC, red) dibentuklah Forum Musyawarah Lima Unsur yang meliputi dewan penasehat, pengurus harian, guru pengajar (muballigh-muballighat), pakar pendidik dan orang tua anak didik. Lima unsur ini adalah pelaksana kegiatan di lapangan yang bertanggung jawab membina anak muda," terang H. Nur Wahyi.

Dengan terbentuknya forum PPG dan 5 unsur ini, dikatakan H. Nur Wahyi, pembinaan generasi penerus dapat lebih terprogram, terarah dan terukur dalam rangka menciptakan generasi yang profesional-religius.

Pembinaan generasi muda LDII dikatakannya mulai nampak hasilnya. Mereka adalah generasi muda  yang sibuk dalam kegiatan positif. Mulai dari pengajian di majelis taklim, pemondokan di ponpes, program penghataman Al Qur'an dan Hadith, Camping Cinta Alam Indonesia (CAI), kepramukaan, sepakbola, pencak silat, senam  pelatihan IT, pelatihan kewirausahaan dan lain-lain.

"Pengurus LDII secara tegas melarang remaja binaannya merokok. Begitupula melarang remaja bergaul bebas antara pria dan wanita yang bukan mahrom, mengatur pakaian remaja wanita yang harus sesuai syariat," ujarnya.

Dengan intensnya program pembinaan, maka generasi LDII telah dipersiapkan menjadi generasi harapan  di masa depan. "Sebab itu, dibutuhkan dukungan berbagai pihak kepada LDII dalam menyiapkan generasi bangsa yang profesional religius ini," ucapnya.

Ia berharap melalui pembinaan intensif dalam program Tri Sukses, agar anak muda Indonesia dapat menjadi generasi yang berilmu agama yang tinggi, berakhlakul karimah dan memiliki kemandirian agar dapat membawa kemajuan bagi bangsa.

"Bagaimanapun juga, berhasil atau tidaknya generasi emas Indonesia ini merupakan tanggung jawab kita bersama, tatap 2021 dengan optimisme!" tegas H. Nur Wahyi bersemangat.


Generasi Indonesia @01012021

YPJI Kembali Salurkan Bansos Bagi Jurnalis

Written By Redaksi on 19 Desember, 2020 | 14.04


GEN-ID
| Paket bantuan sosial dari Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) telah didistribusikan oleh Yayasan Peduli Jurnalis Indonesia (YPJI) ke para pekerja sosial dalam hal ini adalah jurnalis yang terdampak Covid-19 di Jabodetabek, dan juga masyarakat yang turut terdata di YPJI.

Sebanyak 5.300 paket bansos dari 10.000 paket yang dijanjikan oleh Kementrian Sosial, telah diterima YPJI dan didistribusikan.

“Kita sudah menerima 5.300 paket bantuan sosial dari Kemensos. Alhamdulillah, YPJI telah mendistribusikan bansos dari Kemensos kepada masyarakat dan para jurnalis yang ada di data kami,” ujar Ketua Umum YPJI, Andi Arief, Sabtu (12/12/2020).

Dalam kesempatan itu, Andi juga menjelaskan bahwa sisa dari bantuan sosial yang seharusnya diserahkan ke YPJI tertunda karena pihak Kemensos mengalami kendala dalam pengadaan barang.

“Kita masih menunggu sisa paket sembako yang sudah seharusnya diberikan Kemensos,” ujar Andi.

Sebelumnya, Kementrian Sosial melalui Menteri Juliari P Batubara telah menyerahkan bantuan 10.000 paket bantuan sosial secara simbolis di Sekretariat YPJI, di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Kamis (3/12/2020) silam. Bantuan Kemensos RI ini merupakan bantuan tahap kedua yang diberikan kepada YPJI.

Sementara itu, Wakil Ketua Yayasan Peduli Jurnalis Indonesia (YPJI), Mambang Yazid berharap agar bantuan ini dapat membantu teman-teman Jurnalis. “Dengan bantuan ini, kami berharap sedikit banyaknya dapat membantu teman-teman Jurnalis agar mampu bertahan di tengah pandemi. Kami juga berusaha ke depannya bisa terus hadir membantu teman-teman seprofesi, agar dapat menjalankan tugasnya dengan baik,” kata Mambang Yazid.

Koordinator distribusi bansos YPJI, Jeni Sapmawati Hattalaibessy yang merupakan anggota Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) merasa senang dapat turut membantu meringankan beban para pekerja sosial jurnalis yang turut terdampak akibat pandem Covid-19, apalagi prosesnya juga mudah.


Reporter: Agus Wiebowo
Editor: Mahar Prastowo

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. GEN-ID ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by daguku