Kontak Redaksi: WA 0813-8728-4468, email: koordinator.liputan@gmail.com
Latest Post
portal ini dikembangkan guna pemberdayaan komunitas dan penguatan kelembagaan, pengiriman artikel, foto, video, slip donasi pengembangan web dapat melalui WA 0813-8728-4468
Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan

Sosok Geisz Chalifah di Mata Karyawan


    Geizs Chalifah (tengah) bersama budayawan Betawi Ridwan Saidi (kiri) dalam sebuah Talkshow


GEN-ID
|  Inspirasi
- Sebagai aktifis Geisz Chalifah bukan hanya "tukang demo" tanpa solusi. Ia menginisiasi sebuah kepedulian perusahaan kepada masyarakat terdampak bencana seperti lombok dan lainnya. Belum lagi di dunia internasional, Rumah Sakit Indonesia di Palestina merupakan salah satu yang ia resmikan bersama tim dokter Mer-C pada 2015 silam.

Di debat dengan para buzzer sekaligus perusuh atas kinerja Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, ia kokoh bagaikan karang menanggapi dan mematahkan argumen mereka di TV maupun di media sosial. Tak pelak, orang mengenal dia sebagai bumpernya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang punya prinsip teman debat, kritikus adalah teman diskusi, menjawab tuduhan dengan karya dan prestasi.

Dengan 53 capaian prestasi hingga tahun kedua menjabat gubernur, dan prestasi itu sering diposting Geisz Chalifah kepada publik, semakin membuat yang tidak suka kepada Anies kebakaran jenggot, dan tentunya makin tidak suka sehingga argumen dan serangan yang diluncurkan kepada Anies irrasional dan ngawur.

Geisz Chalifah (57), alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP), Universitas Jayabaya, Jakarta pada tahun 1987, aktif dan pernah terlibat di berbagai organisasi diantaranya sebagai Ketua Lembaga Seni dan Budaya MN KAHMI (2018 - 2021), Produser Jakarta Melayu Festival sejak 2012, Ketua Umum PB Pemuda Al Irsyad (2001 – 2010), Vice President KAPPIJA, Keluarga Alumni Program Persahabatan Indonesia - Jepang (2001 -2002) serta Vice President Indonesian Student Association For International Studies (ISAFIS) (1986 – 1988).

Ia menjabat sebagai Komisaris PT. Pembangunan Jaya Ancol sejak RUPS Oktober tahun 2019.

Awal ia "rame" di media sosial dan mendapat bully dari para buzzer, bukan serta-merta. Awalnya ia hanya menanggapi cuitan-cuitan netizen yang irrasional dengan menuliskan berbagai prestasi Gubernur DKI. Ia merasa Gubernur diperlakukan tidak adil, sedangkan media massa banyak yang ada keberpihakan anti Anies. Sampai ada berbagai ketidakbecusan pemerintahan di daerah manapun seolah #SalahAines.

Sebenarnya bagaimana sosok garang di debat ini ketika menjalani hari-harinya sebagai seorang Komisaris BUMD terbaik se Asia Tenggara ini?


Arif Rahman bersama budayawan Betawi Ridwan Saidi


Adalah Arif Rahman, karyawan yang telah mengabdi di PT. Taman Impian Jaya Ancol selama 20 tahun lebih, merasa kehadiran sosok Geisz memberi warna baru dan keceriaan corporate culture yang telah terbangun.

Meski ditengah pandemi Covid-19, berbagai terobosan terus dilakukan. Tak pelak semua harus bekerja keras namun dengan suasana senang, sebuah suasana yang dibangun Geisz, aktifis yang peduli pada kebencanaan, pendidikan dan korban perang ini.

"Orangnya enak, tidak kaku," ujar Arif Rahman.

Dalam berbagai kesempatan, dia juga sosok yang open minded, terbuka dengan gagasan orang lain meski ia meyakini gagasan dialah yang benar.

"Terbuka, bisa menerima masukan dan kritik," kata Arief.

Dan lebih dari itu, Geisz menunjukkan kesalehan sosial dengan bisa menjadi pendengar yang baik bagi orang lain tak melihat senioritas usia dan jabatan. "Beliau lebih melihat apa yang disampaikan seseorang, bukan melihat siapa yang berbicara," ujar Arif.

Sebagai aktifis dan sekaligus budayawan, Ketua Umum Yayasan Rahmatan Lil Alamin (SDIT Insan Mandiri) ini  memiliki pemikiran yang luas sehingga terbawa dalam budaya kerjanya.

Dimasukkannya Geisz Chalifah sebagai komisaris, karena Gubernur menginginkan PT Pembangunan Jaya Anco ada continuity in changeleaderhip-nya tetap tapi formasi di bawahnya ada pergantian.

"Harapannya ada keberlanjutan atas apa yang dikerjakan, tapi juga ada perubahan," kata Anies saat itu.

Sebagaimana diketahui, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memiliki 72% saham di PT Pembangunan Jaya Ancol. Sebagai pemilik saham terbesar berhak menunjuk komisaris.



Mahar Prastowo

Penilaian 3 Kriteria RW Siaga Kelurahan Jakamulya, Hanpangan dan UMKM Belum Maksimal



GEN-ID | Kota Bekasi - Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam perumusan  upaya-upaya pencegahan Covid-19 di Kota Bekasi menyimpulkan penanganan  harus dilakukan secara berjenjang dari tingkat RT, RW, Kelurahan hingga Kecamatan.

Pemerintah Kota Bekasi sangat mengapresiasi upaya preventif  oleh warga atau masyarakat untuk mencegah penularan Covid-19 yang kemidian dimasukkan dalam konsep  RW Siaga.

RW Siaga dibagi dalam 3 kriteria yaitu RW Siaga Zero Covid-19, RW Siaga Zero Criminal serta RW Siaga Ketahanan Pangan dan Ekonomi Kemasyarakatan.



Sekretaris Camat Bekasi Selatan Yeyen Apriyanti, S.E, M.M selaku Ketua Tim Penilai pada Rabu (13/01/2021) melakukan penilaian di  Balai Warga RT 05 RW 013 Pondok Surya Mandala Kelurahan Jakamulya Kecamatan Bekasi Selatan.

Bersama Yeyan adalah Tim Penilai untuk ktiteria RW Siapa Zero Crime oleh Iptu Sabeni yang menjabat Kanit Binmas Polsek Bekasi Selatan, Agus Kasi Ekbang Kecamatan Bekasi Selatan, serta Pelda Darman Lumban Toruan dari Koramil 01/Kranji, dan Saugih selaku Kasi Pemtibum Kelurahan Jakamulya bersama Sertu Mulyadi Babinsa Kel. Jakamulya.



Untuk RW 013 menurut Yeyen indikator penilaian  penilaian RW Siaga bebas covid sudah terpenuhi.

"Rukun Warga 013  siaga Zero Covid-19 Sudah terpenuhi, seperti penerapan standar protokol kesehatan yang memadai, dengan adanya inovasi dalam memutus rantai penyebaran Covid-19, adanya partisipasi warga masyarakat dalam penanganan dan pencegahan Covid-19, kelengkapan sarana dan prasarana penanganan Covid-19, spanduk himbauan dan peringatan, cuci tangan, yang terpapar dimonitor, dan adanya isolasi mandiri," jelas Yeyen.

Sementara itu berdasar penilaian kategori RW Siaga Zero Kriminalitas menurut Iptu Sabeni, Kanit Binmas Polsek Bekasi Selatan, menurutnya RW 013  cukup baik.

Hal itu didindikasikan dengan beberapa indikator penilaian yang meeliputi kasus kriminalitas pada wilayah RW yang bisa dikatakan relatif aman,  adanya SOP keamanan, diadakan gantian jaga malam setiap malam 6 orang, adanya sarana dan prasarana penunjang keamanan seperti dipasangnya CCTV di beberapa tempat.

"Himbauan saya supaya warga tambah kompak, mau bergotong royong dan saling berbagi informasi," kata  Iptu Sabeni.

Adapun dalam penilaian RW Siaga Ketahanan Pangan/Ekonomi Kerakyatan RW 01  ada beberapa hal yang disorot oleh tim penilai. Pelda Darman Lumban Toruan sebagai tim penilai didampingi Sertu Mulyadi Babinsa Jakamulya.



Penilaian RW Siaga Hanpangan/Ekonomi Kerakyatan dinilai dengan sejumlah indikator antara lain adanya aktivitas ketahanan pangan/ekonomi kerakyatan yaitu adanya aspek ketersediaan pangan/produk ekonomi, ini dinilai sudah berjalan di RW 013 meski dengan catatan.

"Hanya saja ada yang perlu diperhatikan yaitu belum seratus persen seperti yang diharapkan pemerintah, yang mana apa yang ditanam untuk membantu para petani dan harusya bisa dikonsumsi masyarakat sendiri," ujar Pelda Darman Lumban Toruan.

"Adapun untuk UMKM sendiri  harus ada perhatian khusus dari Pak RW, artinya Pak RW untuk lebih aktif lagi dalam pembinaan," ujar Darman.

Acara Penilaian dan Pembinaan RW 013 berlangsung tertib dan lancar atas kesigapan Gunanto ketua RW 013 dan jajarannya, Rudyanto, ketua RT 05 dan jajarannya serta ibu-ibu penggerak  PKK pimpinan Ibu Dini Herliyus, dan pengamanan oleh Pokdarkamtibmas Bhayangkara.

Gunanto, ketua RW 013 menyampaikan terimaksihnya atas kepercayaan yang diberikan sehingga di ikutkan dalam penilaian RW Siaga.

"Sebagaimana yang diharapkan acara dari beberapa kategori penilaian yang ada diharapkan seluruh RW Siaga di Kota Bekasi dapat menjalankan seluruhnya dengan baik dan maksimal. Dan kami di RW 013 sudah berusaha semampu kami untuk menjadi lebih baik. Penanganan covid, keamanan lingkungan, ketahanan pangan, kami lakukan dengan kemampuan kami. Dan untuk ketahana pangan selain tanaman pangan,  perikanan,  nantinya juga akan kami kembangkan ke pelihara domba," terang Gunanto.

Ia sebagai ketua RW juga  berterimakasih atas masukan dan kritikan dari tim penilai. "Kami sangat berterimaksih dan semoga kedepan akan lebih baik dan meningkat," ujarnya.

Sebagai ketua RW ia  menyampaikan terimakasih kepada  RT dan jajaran serta ibu-ibu PKK dan semua warga sehingga bisa dipilih sebagai peserta penilaian RW Siaga.

RW Siaga diungkapkan Gunanto sebagai cara pemerintah mendorong warga untuk turut berperan aktif dalam memutus rantai penyebaran Covid-19 dan menekan angka penularannya, serta memacu kemandirian pangan dan kesejahteraan masyarakat.

"Untuk itu  supaya selalu menerapkan protokol kesehatan di setiap tempat baik di tempat ibadah, tempat-tempat makan, restoran, perbelanjaan, sekolah, tempat hiburan dan lain-lain dengan menggunakan masker, membawa hand sanitizer, mencuci tangan hingga menjaga jarak yang paling utama," tutup Gunanto.


Reporter: Agus Wiebowo | Editor: Mahar Prastowo


Seksi Sosial dan Kematian Kompleks BSK Bersama DKM Berhasil Wujudkan 1 Unit Ambulance


Doa Bersama dan Santunan Anak Yatim di Masjid Al-Anshor Komplek Perumaham Bumi Satria Kencana (BSK)  Kayuringin Jaya,  Bekasi Selatan

GEN-ID | Kota Bekasi - Sinergi Seksi Sosial dan Kematian dengan Dewan Kemakmuran Masjid Al-Anshor dan Ar-Ridho membuahkan hasil. Setidaknya kini lingkungan kompleks Perumahan Bumi Satria Kencana (BSK) Kayuringin Jaya Kota Bekasi telah memiliki satu unit ambulance.

"Alhamdulillah saat ini pengadaan ambulance yang kami cita-citakan sudah terealisasi," ujar Drs. H. Irfangi, Seksi Sosial dan Kematian lingkungan kompleks Perumahan Bumi Satria Kencana (BSK), Sabtu (09/01/2021).

Hal itu disampaikan H. Irfangi kepada Generasi Indonesia di sela  acara  Doa Bersama dan Santunan Anak Yatim, yang memang secara rutin setiap bulan diselenggarakan di Masjid Al-Anshor, Komplek Perumaham Bumi Satria Kencana (BSK)  Kayuringin Jaya,  Bekasi Selatan, Jawa Barat.

Turut hadir dalam acara tersebut Ketua DKM Masjid Ar-Ridho Drs. H.Muhammad Bakri Hasan, Ketua DKM Masjid Al-Anshor Kombes Pol. Dr. H. Kasmen, M.E., Seksi Sosial dan kematian Drs H. Irfangi serta para tokoh masyarakat setempat.

Ketua DKM Masjid Al Anshor Kombes Pol Dr. H. Kasmen, M.E., menyampaikan ucapan  terimakasih atas terselenggarakanya  acara santunan ini berkat kerjasama segenap pihak yang telah berlangsung secara rutin setiap bulan.

"Kami selaku ketua DKM Masjid Al Anshor  mewakili pengurus masjid Al Anshor RW 22 kelurahan Kayuringin Jaya, Bekasi Selatan mengucapkan terimakasih atas terselenggaranya acara ini yang merupakan kerjasama antara Seksi Sosial dan Kematian RW 21 dan RW 22," terang H. Kasmen.

Diungkapkan H. Kasmen, kegiatan yang sudah rutin dilaksanakan setiap bulan ini dikemas sebagai santunan kepada anak yatim berupa makanan dan uang yang berasal dari para donatur.

Senada yang disampaikan H. Kasmen, DKM Ar-Ridho  Drs. H. Muhammad Bakri Hasan menyampaikan hal yang sama dan berharap kegiatan ini berlangsung terus.

"Ini merupakan kegiatan sebagai bentuk perhatian dari pada suatu masjid, dimana mereka turut meramaikan bahkan sebagian juga ikut bersama-sama berjamaah di Masjid Ar-Ridho, dengan demikian berarti kita punya tanggung jawab sosial dengan lingkungan yang bentuknya adalah kegiatan santunan yatim, walaupun ada kegiatan-kegiatan sosial lainnya seperti pembagian paket sembako dan lain-lainnya. Sehingga kita akan berusaha terus sesuai kemampuan dari para donatur. Kita berharap kegiatan ini akan berjalan terus, kami akan berikhtiar dengan semangat," ujar H. M. Bakri Hasan.

Di Masjid Ar-Ridho, juga berdiriYayasan Pendidikan Islam Ar-Ridho, yang mana sekretaris yayasan adalah Seksi Sosial dan Kematian Drs. H. Irfangi.

H. Irfangi mengungkapkan agar jangan ragu ketika membelanjakan sebagian harta di jalan Allah, "Allah akan menggantikan dengan pahala yang berlipat ganda."

Untuk itu H. Irfangi berharap para donatur tetap pun tetap semangat, begitu juga dengan donatur baru.

Selain santunan rutin untuk anak yatim, H. Irfangi mengungkapkan ada juga santunan kepada para duafa dan pembagian sembako pada warga terdampak Covid-19, pembagian nasi boks gratis di hari jum'at.

"Kami juga membantu biaya pendidikan pada anak-anak yatim,  dan tidak tertutup kemungkinan nanti akan ada sunatan gratis," kata H. Irfangi.

Sebelum masa pandemi Covid-19, sepaket dengan acara santunan rutin adalah  pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis, namun kini dihentikan dulu karena memerlukan protokol khusus dan kehati- hatian.

Reporter: Topan A.N
Editor: Mahar Prastowo



Tri Sukses Generus LDII Dukung Pencapaian Program Generasi Emas Indonesia 2045

Reporter: Agus Wiebowo | Editor: Mahar Prastowo


H. Nur Wahyi, Ketua PC Lembaga Dakwah Islam Indonesia Bekasi Barat

GEN-ID | Pendidikan - Masa Pandemi Covid-19 mengakibatkan sendi-sendi kehidupan terganggu, baik ekonomi, sosial, budaya, pendidikan dan semuanya mengalami  penurunan kualitas yang signifikan. Namun demikian optimisme tetap harus dibangun guna mempersiapkan generasi muda mendatang yang mampu bersaing sebagaimana telah dicanangkan dalam program "Generasi Emas Indonesia 2045".

Generasi Emas Indonesia 2045 adalah periode 1 abad atau 100 tahun Indonesia merdeka.

Di tahun tersebut Indonesia mengharap memiliki generasi emas yang dapat membangun bangsa dan negara kearah yang lebih baik di berbagai bidang dengan harapanya akan mengalami peningkatan dan hasil maksimal. Selaras dengan itu Lembaga Dakwah Indonesia memiliki program yang mendukung pencapaiannya.

H. Nur Wahyi,  Ketua Pimpinan Cabang Lembaga Dakwah Islam Indonesia (PC LDII) Bekasi Barat ketika ditemui Generasi Indonesia di kantornya,  Jalan Nayar 1 RT 001 RW 012  Kelurahan Kranji (Masjid An-Najah), pada Kamis (31/12/2020), mengungkapkan tentang strategi pembangunan sumber daya manusia generasi muda LDII.

Sebagai ormas dakwah, LDII dikatakannya berupaya membantu pemerintah dalam rangka menyukseskan program generasi emas ini.

"LDII tetap penuh optimis memandang tahun 2021 dan seterusnya, kami telah lama menyusun program andalan dengan mencanangkan program Tri Sukses Generasi Penerus,” ujar H. Nur Wahyi.

Lanjut H. Nur Wahyi, program Tri Sukses Generasi Penerus itu meliputi keilmuan dan kefahaman agama, akhlaqul karimah, dan kemandirian.

Diterangkannya melalu program Tri Sukses diharapkan dapat tercetak generasi muda yang memiliki Ilmu dan kepahaman agama secara mumpuni dengan target yang ingin dicapai menjadikan anak muda dapat mengerti dan memahami kedudukan dirinya sebagai hamba Allah SWT.

"Mereka dituntut untuk melaksanakan kewajiban yang tidak bisa diwakilkan kepada siapapun dan ditunda sesaat pun, yaitu beribadah kepada Allah. Mengerti dan memahami bahwa amalan ibadah berdasarkan Al Quran dan Al Hadist yang tidak dicampuri dengan bid’ah, khurofat, syirik, tahayyul serta murni niatnya beribadah," terang H. Nur Wahyi.

Dengan demikian, sosok generasi penerus yang muncul adalah generasi muda yang mengerti dan memahami peraturan berupa perintah, larangan, halal haram, pahala,  dosa. Mengerti dan memahami bahwa mereka memiliki tanggung jawab untuk beramar ma’ruf nahyi mungkar.

Kemudian dalam  program Tris Sukses yang kedua yaitu Akhlaqul Karimah, LDII membina generasi muda agar memiliki karakter, sopan santun, tata krama, dan budi pekerti yang luhur yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia, serta dapat mengamalkan nilai-nilai yang terkadung dalam Pancasila, sila ke-2, kemanusiaan yang adil dan beradab.

Guna mewujudkan generasi berakhlaqul karimah itu, cara yang ditempuh LDII ialah membina mental anak bangsa  dengan pengkajian kitab suci Al-Quran dan Al-Hadith, nasehat agama, simulasi budi pekerti dan lain-lain.

Kemudian pada program ketiga  yaitu Kemandirian, LDII berkomitmen menumbuhkan generasi yang dapat hidup secara mandiri, tidak tergantung pada orang lain. "Cara yang ditempuh salah satunya ialah dengan mengadakan pelatihan kewirausahaan," ujar H. Nur Wahyi.

Diterangkan H. Nur Wahyi, konsep pembinaan generasi muda untuk menyukseskan Tri Sukses tersebut, maka LDII telah menyusun sebuah konsep dakwah. Dimana konsep yang LDII miliki dikemas dengan profesional.

"Konsep dakwah juga terus mengikuti perkembangan zaman," ujarnya.

Diungkapkannya, program pembinaan yang ada di lingkup LDII sangat terstrukur, jelas dan berkesinambungan, mulai dari tingkat pusat, DPW (Provinsi), DPD (Kab/Kota), PC (Kecamatan) hingga PAC (Kelurahan/Desa).

"Pembinaan LDII merata  ke seluruh Kelompok Belajar Mengajar (KBM, red) di seluruh Indonesia," kata H. Nur Wahyi.

Diterangkan, pembinaan  dimulai dari tingkat anak-anak yaitu usia PAUD sampai SD kelas 6, pra remaja  usia SMP, remaja usia SMA ke atas sampai dengan usia 30 tahun yang belum menikah, serta kegiatan pengajian yang juga diikuti oleh masyarakat umum.

Guna membantu kelancaran pembinaan tersebut,  dibentuk forum Penggerak Pembina Generus (PPG) di tiap-tiap DPD Kabupaten/Kota.

Di dalam forum PPG terdiri pelaksana bidang-bidang yang berbeda. Mulai dari kurikulum, kesekretariatan, kemandirian, penggalangan dana, sarana dan prasarana, seni dan olahraga, keputrian, dan lain-lain.

"Pada tingkatan terbawah (PAC, red) dibentuklah Forum Musyawarah Lima Unsur yang meliputi dewan penasehat, pengurus harian, guru pengajar (muballigh-muballighat), pakar pendidik dan orang tua anak didik. Lima unsur ini adalah pelaksana kegiatan di lapangan yang bertanggung jawab membina anak muda," terang H. Nur Wahyi.

Dengan terbentuknya forum PPG dan 5 unsur ini, dikatakan H. Nur Wahyi, pembinaan generasi penerus dapat lebih terprogram, terarah dan terukur dalam rangka menciptakan generasi yang profesional-religius.

Pembinaan generasi muda LDII dikatakannya mulai nampak hasilnya. Mereka adalah generasi muda  yang sibuk dalam kegiatan positif. Mulai dari pengajian di majelis taklim, pemondokan di ponpes, program penghataman Al Qur'an dan Hadith, Camping Cinta Alam Indonesia (CAI), kepramukaan, sepakbola, pencak silat, senam  pelatihan IT, pelatihan kewirausahaan dan lain-lain.

"Pengurus LDII secara tegas melarang remaja binaannya merokok. Begitupula melarang remaja bergaul bebas antara pria dan wanita yang bukan mahrom, mengatur pakaian remaja wanita yang harus sesuai syariat," ujarnya.

Dengan intensnya program pembinaan, maka generasi LDII telah dipersiapkan menjadi generasi harapan  di masa depan. "Sebab itu, dibutuhkan dukungan berbagai pihak kepada LDII dalam menyiapkan generasi bangsa yang profesional religius ini," ucapnya.

Ia berharap melalui pembinaan intensif dalam program Tri Sukses, agar anak muda Indonesia dapat menjadi generasi yang berilmu agama yang tinggi, berakhlakul karimah dan memiliki kemandirian agar dapat membawa kemajuan bagi bangsa.

"Bagaimanapun juga, berhasil atau tidaknya generasi emas Indonesia ini merupakan tanggung jawab kita bersama, tatap 2021 dengan optimisme!" tegas H. Nur Wahyi bersemangat.


Generasi Indonesia @01012021

YPJI Kembali Salurkan Bansos Bagi Jurnalis


GEN-ID
| Paket bantuan sosial dari Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) telah didistribusikan oleh Yayasan Peduli Jurnalis Indonesia (YPJI) ke para pekerja sosial dalam hal ini adalah jurnalis yang terdampak Covid-19 di Jabodetabek, dan juga masyarakat yang turut terdata di YPJI.

Sebanyak 5.300 paket bansos dari 10.000 paket yang dijanjikan oleh Kementrian Sosial, telah diterima YPJI dan didistribusikan.

“Kita sudah menerima 5.300 paket bantuan sosial dari Kemensos. Alhamdulillah, YPJI telah mendistribusikan bansos dari Kemensos kepada masyarakat dan para jurnalis yang ada di data kami,” ujar Ketua Umum YPJI, Andi Arief, Sabtu (12/12/2020).

Dalam kesempatan itu, Andi juga menjelaskan bahwa sisa dari bantuan sosial yang seharusnya diserahkan ke YPJI tertunda karena pihak Kemensos mengalami kendala dalam pengadaan barang.

“Kita masih menunggu sisa paket sembako yang sudah seharusnya diberikan Kemensos,” ujar Andi.

Sebelumnya, Kementrian Sosial melalui Menteri Juliari P Batubara telah menyerahkan bantuan 10.000 paket bantuan sosial secara simbolis di Sekretariat YPJI, di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Kamis (3/12/2020) silam. Bantuan Kemensos RI ini merupakan bantuan tahap kedua yang diberikan kepada YPJI.

Sementara itu, Wakil Ketua Yayasan Peduli Jurnalis Indonesia (YPJI), Mambang Yazid berharap agar bantuan ini dapat membantu teman-teman Jurnalis. “Dengan bantuan ini, kami berharap sedikit banyaknya dapat membantu teman-teman Jurnalis agar mampu bertahan di tengah pandemi. Kami juga berusaha ke depannya bisa terus hadir membantu teman-teman seprofesi, agar dapat menjalankan tugasnya dengan baik,” kata Mambang Yazid.

Koordinator distribusi bansos YPJI, Jeni Sapmawati Hattalaibessy yang merupakan anggota Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) merasa senang dapat turut membantu meringankan beban para pekerja sosial jurnalis yang turut terdampak akibat pandem Covid-19, apalagi prosesnya juga mudah.


Reporter: Agus Wiebowo
Editor: Mahar Prastowo

Panitia Natal Lantamal III Berbagi Talikasih ke Yayasan Azka Gading Indonesia


GEN-ID
| Kadiskum Lantamal III Jakarta Letkol Laut (KH) Yopi Rory beserta rombongan TNI AL  bersilaturahmi sekaligus berbagi talikasih bersama dengan anak-anak yatim piatu Yayasan Azka Gading Indonesia (Yazid) dalam rangka memperingati Natal 2020 di Sekretariat Yazid  Jl. Wibawa Mukti II No. 8A, RT 4 / RW 4 Kelurahan Jatisari, Kota Bekasi Jawa Barat, Jum’at (18/12/2020).

Hadir dalam tesebut  Rosidi Ketua Yayasan Yazid, Letkol Laut Khusus Yopi Riry Ketua Panitia Natal TNI AL 2020 beserta rombongan, para pengurus yayasan dan perwakilan anak yatim.

Rosidi dalam sambutannya di hadapan rombongan panitia Natal 2020 menyampaikan tentang keberadaan Yayasan Azka Gading Indonesia (Yazid)  yang didirikan bersama oleh berbagai pihak yang memiliki  kepedulian kepada anak yatim.

"Kehadiran yayasan ini sangat membantu sekali buat anak yatim dan dhuafa khususnya di lingkungan kampung Cakung Jatisari Kota Bekasi dan sesuai amanat undang undang  untuk membantu meringankan tugas pemerintah, yayasan ini sebagai kepanjangan tangan pemerintah, Yayasan ini memiliki anak asuh sejumlah 105 anak yatim dan dhuafa," terang  Rosidi.

Pada sambutannya Letkol Laut (KH) Yopi Riry mengatakan dirinya beserta rombongan panitia natal mengucapkan terimakasih kepada pengurus yayasan atas kesempatan bisa berkunjung ke Yazid.

"Kami dari panitia natal mengadakan kegiatan-kegiatan bakti sosial mengunjungi panti asuhan, rumah ibadah, pure, vihara dan gereja. Kami memberikan bantuan tidak seberapa. Maka kami harapkan jangan dinilai dari harganya tapi dari niat kami untuk bisa membantu sebagai wujud kebersamaan, seperti kami bawa alat kebersihan, alat pelindung kesehatan. Saat ini kita masih dalam kondisi pandemi harus lebih hati-hati," ungkap Letkol Laut KH) Yopi Riry.

Reporter: Haris
Editor: Mahar P

Generasi Indonesia Bukan Generasi Cengeng



GEN-ID | Opini - Dulu saat kita nakal atau tidak dispilin atau saat kita tidak bisa menjawab pertanyaan, guru biasanya menghukum kita bahkan mungkin pernah melempar penghapus papan tulis ke arah kita. Saat kita mengadu kepada orangtua, orang tua akan menasehati kita bahwa guru bersikap seperti itu bukan karena benci tapi itu karena bentuk sayang guru kepada kita. Karena perlakuan dari guru itu bukanlah kekerasan. Perlakuan itu tidak menyebabkan sakit dan tidak melukai. Hanya sebuah pukulan ringan untuk membuat murid-muridnya mengerti bahwa apa yang mereka lakukan kurang tepat. Hampir tidak ada orangtua yang menyalahkan gurunya karena mereka percaya, itu adalah bagian dari proses pendidikan agar anaknya menjadi orang hebat dan tidak cengeng. Buahnya atau hasilnya kita menjadi mengerti bagaimana menghargai orang lain, tau bagaimana sopan santun, memahami adab, menjadi displin dan masih banyak hal positif lain yang diharapkan dari guru. Kita tumbuh menjadi pribadi-pribadi yang hormat kepada guru dan efeknya juga dirasakan oleh orang tua, dirumah anakpun menjadi anak yang penurut dengan orang tua.

“Tidak semua hukuman dari guru adalah kriminal”

Lalu kita menjadi orangtua di zaman sekarang tak sedikit berita orangtua melaporkan guru karena telah mencubit, memukul atau menghukum anaknya di sekolah. Hingga menjadi fenomena yang menjamur dimasyarakat kita sekarang. Ini mengakibatkan fungsi guru tinggal mengajar saja, menyampaikan pelajaran selesai dan memberi nilai hanya itu saja. Bukan mendidik lagi, fungsi pendidikan sudah mulai terkikis dengan adanya sikap orang tua yang tidak terima apabila anaknya diberi sanksi di sekolah.

“Anda pilih menegakan HAM atau akhlak anak kita? HAM tak pernah berbuat apa-apa ketika akhlak anak kita rusak, tetapi ketika anak dicubit untuk didisiplinkan HAM berbicara lantang”

Jangan salahkan guru jika murid sekarang kurang mengerti akhlak dan hasil pendidikannya tidak seperti yang diharapkan orangtua. Bukannya tidak mau mendidik muridnya lebih baik, mereka takut dilaporkan oleh wali murid seperti yang dialami teman-teman guru. Sudah banyak guru yang dilaporkan hingga berurusan dengan polisi, hanya gara-gara guru memukul atau menghukum muridnya. Semua atas nama HAM ( Hak Asasi Manusia ) dan undang-undang perlindungan anak.

Tetapi ketika moralitas hancur, akhlak generasi muda bobrok pernahkan HAM membuat aksi nyata menuntut perbaikan moral dan akhlak bangsa??. Mari renungkan kembali para orangtua atau wali murid untuk bisa membangun kembali hubungan yang lebih baik dengan guru. Kita bersinergi untuk menyiapkan sebuah generasi masa depan yang luar biasa bukan menjadi generasi cengeng.


Trina Sumiya, S.Pd
Guru BK SMA Negeri 1 Belik, Pemalang

Artikel ini telah diterbitkan di menara62

WOM Finance Bekasi Bagikan Kasih Natal di Panti Wredha



GEN-ID | Kota Bekasi - Management PT. Wahana Otomitra Multiarta Tbk (WOM) Finance, Cabang Bekasi menyambangi dua Panti Wredha di Bekasi, Jumat (11/12/2020). Kunjungan ini dalam rangka memberikan bantuan menjelang hari Natal.

Dua Panti Wredha itu yakni Panti Wreda Kasih Sayang dan Sasana Tresna Wherda Caritas di wilayah Kecamatan Bekasi Timur.

Pemberian bantuan kasih Natal ini diberikan langsung oleh Deputy Business Unit Head WOM Finance Regional Jakarta Tangerang Serang (Jatase), Swito Sitompul dengan didampingi oleh Branch Head WOM Finance Cabang Bekasi, Warman Siburian

Swito mengatakan WOM Finance secara berkelanjutan ingin terus berperan aktif dalam usaha-usaha peningkatan kualitas hidup komunitas serta inisiatif-inisiatif sosial lainnya.

"Melalui program ini, perusahaan berharap dapat berbagi kebahagiaan kepada masyarakat di sekitar area kerja perusahaan yang telah ikut menyokong pertumbuhan perusahaan," ujar Swito.

 "Melalui kegiatan ini kami ingin berbagi semangat dan sukacita Natal kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan. Kami ingin berbagi berkat yang telah kami terima kepada masyarakat yang membutuhkan," tuturnya.


WOM Finance menyerahkan Kasih Natal berupa daster, handuk, makanan dan uang tunai kepada masing-masing Panti Wreda. Pemberian Kasih Natal serupa juga dilaksanakan di 14 (empat belas) kota secara serentak, yaitu Binjai, Medan, Jambi, Palembang, Bandung, Cimahi, Bekasi, Balaraja, Klaten, Salatiga, Nganjuk, Tulungagung, Samarinda dan Pare Pare.

"Meski situasi pandemi Covid-19 yang berdampak ke bisnis, kegiatan sosial justru rutin. Sudah beberapa kali kita lakukan kegiatan sosial tahun ini. Sebelum ini, Idul Adha kita juga berbagi dengan lingkungan sekitar kantor," terang Swito.


Kebiasaan Baru Ditengah Pandemi Covid-19


WOM Finance menghimbau konsumen untuk melakukan kebiasaan baru dalam bertransaksi dengan secara digital maupun melalui kanal pembayaran lainnya.

Konsumen dapat melakukan pembayaran melalui kanal pembayaran via online yang telah tersedia seperti melalui transfer bank dan kanal pembayaran lainnya, seperti Kantor Pos, ATM, Indomaret dan Alfamart. Selain itu, konsumen dapat melakukan pembayaran angsuran berbasis kode QR yang tersedia di 16 (enam belas) e-wallet atau e-money dan 22 (dua puluh dua) mobile banking yang didukung oleh Bank Maybank Indonesia.

"Selain menggunakan kode QR, WOM Finance juga telah bekerjasama dengan beberapa marketplace seperti Tokopedia dan Bukalapak, dimana konsumen juga dapat membayarkan angsurannya melalui kedua platform marketplace tersebut. Konsumen yang ingin mengetahui informasi terkini tentang WOM Finance dapat mengakses website www.wom.co.id. Kantor Layanan WOM Finance tetap beroperasi secara terbatas dengan melakukan penyesuaian jam operasional, yaitu dari Senin sampai dengan Sabtu pukul 09.00 - 15.00 WIB," tutup Swito.


Reporter: Wisnu | Editor: Mahar Prastowo

Tanam Pohon Buah, Cara Kajari Taliabu Ajak Pelihara dan Tumbuhkembangkan Sikap Anti Korupsi


GEN-ID | Taliabu - Ibarat menanam pohon buah, kelak si penanam akan memetik buahnya. Begitu juga dengan upaya menumbuhkembangkan sikap anti korupsi, seperti menanam pohon buah yang akan tumbuh berkembang dan berbuah, sehingga muncul pribadi-pribadi berintegritas.

Sikap anti korupsi yang terus dipupuk itulah ingin ditanamkan oleh Kajari Taliau Dr. Agustinus Herimuliyanto, S.H, M.H,Li, kepada seluruh jajarannya.

"Hidup-tumbuhnya pohon yang kita tanam, menjadi bagian dari suatu proses kehidupan, mulai tanam, rawat, dan jaga sampai  menghasilkan buah-buah baik," ujar Agustinus dalam sambutan Hari Korupsi se-Dunia yang di Kejari Taliabu diperingati pada Kamis (10/12/2020) sore.

Peringatan Hari Anti Korupsi di Taliabu  dengan tema "Mewujudkan Indonesia Bersih, Transparansi Tanpa Korupsi", itu dihadiri langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri Pulau Taliabu, Bupati Pulau Taliabu, dan sejumlah jajaran forkopimda serta seluruh kepala SKPD di lingkup Pemerintah Daerah Kabupaten Pulau Taliabu.
 


Di depan para tamu, Kajari mengungkapkan bahwa agenda peringatan Hari Anti Korupsi ini bukan sekedar seremonial, tapi juga diharapkan dapat menyadarkan dalam diri  masing-masing perlunya  menanamkan budaya anti korupsi dalam kehidupan  sehari-hari, terutama berkaitan dengan tanggungjawab atas jabatan diemban.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Pulau Taliabu Agustinus Herimuliyanto juga mengingatkan agar tinggalkan "pola-pola lama" yaitu budaya yang koruptif.

"Dalam menanamkan budaya anti korupsi ini, penting tugas kita untuk menguatkan integritas moral. Perkembangan zaman saat ini menuntut kita dapat meninggalkan pola-pola lama yang koruptif. Memang itu tidak bisa merubah drastis tetapi kita perlu perjuangkan," ucap Kajari Taliabu.




Selain itu, hal ini juga berkaitan dengan eksistensi Kajari Taliabu untuk terus berupaya melawan budaya korupsi.

"Kejaksaaan hadir di Pulau Taliabu bersama dengan pengadilan dan penegak hukum yang lain seperti kepolisian serta inspektorat tentu ingin berniat baik mewujudkan yang kita harapkan dari sisi pencegahan korupsi, namun juga ada langkah-langkah penindakan," pungkas Agustinus.


Reporter: Bima SPN | Editor: Mahar Prastowo

Kapolrestro Bekasi Kota Apresiasi Keberhasilan Kampung Tangguh Jaya Kelurahan Pejuang


GEN-ID | Kota Bekasi - Kapolres Bekasi Kota Kombes Pol Wijonarko bersama  Wakapolsek Medan Satria dan Kanit Binmas melaksanakan kunjungan ke Kampung Tangguh Jaya di kelurahan Pejuang, kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi Jawa Barat pada hari Kamis (03/12/2020).

Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Wijanarko, mengucapkan terimakasih dan apresiasi kepada panitia khususnya RW 26,  yang mana  maksud dan tujuan Kapolres datang ke RW 26 guna meninjau  mengunjungi Kampung Tangguh Jaya serta silaturahmi.

“Kunjungan atau Peninjauan ke RW 26 Kelurahan Pejuang Kecamatan Medan Satria untuk memastikan kesiapan Kampung Tangguh di wilayah Polres Metro Bekasi Kota,” terang Kombes Pol Wijanarko.



Kapolres menyaksikan dan mengapresiasi masyarakat RW 26 di Kampung Tangguh Jaya yang menanam sayur-sayuran termasuk tanaman hidroponik dan membudidayakan ikan lele yang didukung oleh Polsek Medan Satria berserta segenap tiga pilar.

Kombes Pol Wijanarko mengungkapkan RW 26 sudah memenuhi syarat-syarat dijadikan Kampung Tangguh.

"Mudah-mudahan upaya yang dilakukan oleh RW 26 ini dapat ditiru oleh RW-RW lain di kelurahan Pejuang Kecamatan Medan Satria dan wilayah Kota Bekasi secara keseluruhan, ini sudah memenuhi syarat sebagai Kampung Tangguh," ungkap Kombes Pol Wijanarko.

Sementara itu Camat Medan Satria Lia Erliani  menyampaikan bahwa RW 26 punya aktifitas luar biasa dengan  kepengurusan RW yang tangguh dan mandiri, sehingga mereka memiliki moto Rindu Senyum, "karena memiliki semangat dan motivasi untuk membuat perubahan, tentunya untuk membuat lingkungannya lebih baik, maka kami dari institusi pemerintah mengapresiasi dan sangat mensupport semangat mereka untuk membuat perubahan," ujar Lia.


Lia juga mengapresiasi ketua RW 26 yang berkeinginan memiliki ATM beras guna mendapatkan  beras bagi warga yang tidak mampu.



Edi Mulyawan selaku Ketua RW 26 kelurahan Pejuang  menyatakan berterimakasih atas apresiasi dan dukungan Kapolresta dan seluruh unsur pemerintah dan masyarakat. "Agenda  Kampung Tangguh ini sangat luar biasa,  kami RW 26 mewakili kecamatan Medan Satria. Kami sangat bersyukur bisa bekerjasama dengan para ketua RT,  dengan PKK,  dengan posyandu dan juga satgas."

Satgas penganggulangan Covid-19 yang dibentuk juga berjalan dengan baik, didukung seluruh warga dengan penuh semangat. "Dalam penanganan covid, penanganann dan pengendalian kami lakukan literasi dan edukasi kepada masyarakat sehingga terlaksana dengan baik. Untuk keamanan juga kami menerapkan satu pintu masuk dan pintu keluar perumahan," terang Edi.

Adapun untuk ketahanan pangan, Edi melihat efeknya bagus untuk perubahan perilaku masyarakat.

"Jangan hanya melihat tanaman sayurnya,  tapi sebenarnya untuk mengurangi pergerakan masyarakat ke pasar atau tempat-tempat umum. Sselain itu ibu-ibunya ada kegiatan yang bisa jadi hiburan, bapak atau anak-anaknya bisa ikut memetik sayur di rumah. Selain itu kita bisa memanfaatkan lahan yang ada seperti ada budidaya lele, tanaman hidroponik, ada ketahanan pangan dengan 22 usaha," terang Edi Mulyawan.

Kampung Tangguh Jaya yang diinisiasi Polda Metro Jaya untuk dilaksanakan di seluruh wilayah hukum Polda Jawa Barat, dengan berbagai kegiatannya dinilai mendorong kekompakan dan kebersaman masyarakat.




Generasi Indonesia
Reporter: Agus Wiebowo | Editor: Mahar Prastowo


 

Kemsos Bantu Alat Musik Hadroh Senilai Rp50 Juta ke Yayasan Dapas


GEN-ID | Kota Bekasi - Pagelaran Seni dan Budaya lokal bertema Pemberdayaan Generasi Muda Harapan Jaya untuk Penguatan Kearifan Lokal dan Santunan Rutin Yatim Dhuafa di Asrama Yatim Yayasan Dapas,  Segenap pengurus dan anak-anak yatim dhuafa binaan Yayasan Dharma Persada Alam Semesta (Dapas) tengah berbahagia dan bersyukur, pasalnya Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) baru saja memberi mereka bantuan pengadaan alat-alat musik Hadroh.

Bantuan ini merupakan salah satu program Keserasian Sosial dan Kearifan Lokal dari Kemensos RI yang disalurkan melalui Dinas Sosial Kota Bekasi.  Nilai bantuan sebesar 50 juta ini digunakan untuk pembelian seperangkat alat musik hadroh dan alat pendukung seni lainnya.

Bertempat di Lantai 3 Aula Gedung Asrama yatim Yayasan Dapas Jalan Irigasi Kp. Rawa Bambu RT 003/016, Kelurahan Harapan Jaya, Bekasi Utara, Minggu 29 November 2020, berlangsung event pagelaran Seni dan Budaya lokal dengan tema “Pemberdayaan Generasi Muda Harapan Jaya untuk Penguatan Kearifan  Lokal dan Santunan Rutin Yatim Dhuafa”.

Di tempat inilah, puluhan anak yatim binaan unjuk kebolehan memainkan alat musik tabuh khas timur tengah yaitu musik hadroh dan marawis di depan para hadirin yang memenuhi ruangan tersebut di antaranya tampak ketua pembina Yayasan Dapas, Daryanto. Ketua Umum Yayasan Dapas, Yusran Putra, Perwakilan Rocking Humanity Hendrik Tarigan, dan sejumlah donatur serta tamu undangan lainnya.


“Adapun dilaksanakannya kegiatan hari ini berhubung kait dengan bantuan dari Kemensos melalui Dinas Sosial Kota Bekasi yang mana bantuan ini diperuntukkan untuk pengadaan alat seni dan budaya yang bertujuan untuk penguatan kearifan lokal,” kata Yusran Putra di sela-sela kegiatan hari itu.

Yusran menambahkan, pagelaran seni dan budaya dan pengadaan alat seni tersebut merupakan wujud pertanggung jawaban pihak yayasan kepada donatur dalam hal ini Kementerian Sosial RI juga sebagai sarana penyaluran bakat seni dan kearifan lokal anak-anak yatim yang bermukim di asrama.

“Dengan harapan mereka bisa terhindar dari perilaku yang tidak diinginkan dan mencegah terjadinya konflik sosial, perkelahian pelajar dan juga obat-obat terlarang,” tambahnya.

Karena itu, kata Yusran dibutuhkan keterlibatan semua pihak di antaranya aparat pemerintah, aparat keamanan setempat serta masyarakat umum untuk bersama menumbuhkan semangat berkesenian, dan berbudaya berlandas pada kearifan lokal Kota Bekasi, dan hadroh adalah satu contohnya.

“Sebagaimana motto kita bahwa Yayasan Dapas adalah sahabat aghniya (Dermawan) dan dhuafa. Kita berharap bahwa para donatur bisa tetap menyalurkan bantuannya baik berupa pendanaan maupun paket sembako untuk pemberdayaan anak-anak yatim dan keluarganya,” tandasnya.

Sementara itu, perwakilan donatur dari Rocking Humanity Hendrik Tarigan berharap generasi muda bisa menjadi tumpuan harapan bangsa ke depannya. “Menjadi contoh yang baik terutama di Yayasan Dapas ini,” kata Hendrik.


Reporter:  Agus Wiebowo
Editor:  Mahar Prastowo

Bani Maulana Mulia, Cucu Raja Kapal Nahkoda Baru Samudera Indonesia


GENERASIINDONESIA | PT Samudera Indonesia resmi melantik jajaran direksi barunya setelah mengadakan RUPS dan RUPSLB pada Selasa (30/6/2020).

Emiten bersandi saham SMDR itu kini dinahkodai Bani Maulana Mulia sebagai Direktur Utama menggantikan ayahnya, Masli Mulia yang naik ke jajaran Dewan Komisaris.

Bani bukanlah wajah baru di SMDR, ia sudah masuk ke lingkungan perusahaan sejak 2009 lalu. Ia sempat menduduki posisi Direktur Pelaksana sejak 2016 lalu. Sebelumnya, Bani menjabat sebagai Komisaris Utusan pada 2013 dan Sekretaris Dewan Komisaris pada 2009 di perusahaan yang sama.



Bani merupakan salah satu cucu raja kapal Indonesia yang merupakan pendiri Samudera Indonesia, Soedarpo Sastrosatomo. Ia lahir dari putri ketiga Soedarpo Sastrosatomo, Chandraleika Mulia yang kemudian menikah dengan Masli Mulia.

Pria kelahiran 1980 itu mengenyam pendidikan Sarjana di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Ia pun kemudian melanjutkan pendidikannya ke Deakin University, Australia dengan peminatan di bidang Finance.

Selain itu, Bani juga aktif sebagai Wakil Ketua Komite Tetap Perhubungan Laut di Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN). Ia juga merupakan anggota Komite Transportasi dan Energi Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO).

Pada 2019 lalu, Bani sempat mencuri perhatian dunia hiburan lantaran menikahi salah satu aktris kondang Indonesia, Lulu Tobing. Mereka menggelar pernikahan pada Jumat (23/8/2019) secara tertutup. Kabar pernikahan tersebut beredar setelah Lulu Tobing mengunggah foto bersama Bani di akun Instagram pribadinya.

Disrupsi Teknologi Jadi Perhatian Kyai Miftah, Ketum MUI Terpilih Periode 2020-2025

GEN-ID | Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat melalui  Musyawarah Nasional (Munas) X menetapkan KH Miftachul Akhyar sebagai Ketua Umum terpilih periode 2020-2025. Pemilihan ini melalui sidang formatur tujuh belas orang yang berlangsung Jumat (27/11) pukul 00.00 sampai 01.30 di Hotel Sultan, Jakarta.

Munas ini diikuti oleh utusan dari Dewan Pimpinan MUI Pusat dan Provinsi seluruh Indonesia secara online dan offline. Sebanyak 130 peserta hadir secara offline (luring) dan 300 peserta online (daring).

Usai terpilih, KH Miftahul Akhyar meminta seluruh pengurus MUI terpilih pada Musyawarah Nasional (Munas) X untuk bisa terus memberikan pencerahan terhadap umat ditengah maraknya disrupsi teknologi.

“Situasi kondisi yang mungkin bisa disebut sebagai zaman disrupsi teknologi saat ini merupakan sebagai kewajiban kita sebagai pewaris para anbiya, untuk bisa memberikan pencerahan pada umat sekaligus tanggung jawab kita sebagai mitra pemerintah,” kata Kiai Miftah dalam pidato pertamanya usai terpilih sebagai Ketum MUI.

Dengan terpilihnya sebagai Ketua Umum MUI ke-8, Kiai Miftah yang merupakan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul ulama (PBNU) sejak 2018 menggantikan posisi Kiai Ma’ruf. Sebagaimana diketahui saat ini Ketua Umum MUI ke-7 itu kini menjadi Wakil Presiden RI dan Ketua Dewan Pertimbangan MUI.

Kyai Miftah  lahir di Surabaya pada 1 Januari 1953 dari keluarga NU, merupakan putra Pengasuh Pondok Pesantren Tahsinul Akhlaq Rangkah, KH Abdul Ghoni, dan merupakan anak kesembilan dari 13 bersaudara.

Ia  pernah menempuh pendidikan sebagai santri di Pondok Pesantren Tambak Beras, Ponpes Sidogiri (Jawa Timur), dan Ponpes Lasem (Jawa Tengah).

Kemudian Miftah mendirikan Pondok Pesantren Miftachus Sunnah di Kedung Tarukan, Tambak Sari, Surabaya, pada 1982.
|
Sepak terjangnya di kepengurusan NU diawali saat ia menjabat sebagai Rais Syuriyah PCNU Surabaya periode 2001-2005, kemudian Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur 2007-2018, dan naik menjadi Wakil Rais Aam PBNU, hingga kemudian menjadi Pj Rais Aam PBNU 2018-2020.


Generasi Indonesia/Mahar Prastowo




DPD APSI Lampung Bakal Segera Dibentuk, Suhendra Kantongi Surat Mandat



GEN-ID | Bandar Lampung - Kehadiran DPD APSI di Propinsi Lampung sudah sangat dibutuhkan mengingat sejalan dengan semakin berkembangnya sektor usaha dan industri yang ada di Propinsi Lampung harus diikuti dengan peningkatan  kompetensi  SDM satpam agar semakin profesional demi menjamin keamanan sektor usaha dan industri.

Oleh karena itu guna  terus mengembangkan dan meningkatkan kapasitas profesi satpam di seluruh wilayah Indonesia, Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (DPP APSI) telah memberikan mandat kepada Suhendra Natanegara yang tertuang dalam surat nomor: 017/MDT/DPD.APSI.Lampung/X/2020, untuk membentuk kepengurusan DPD APSI di Propinsi Lampung.

Suhendra yang akrab disapa Bung Hendra ini mengatakan keberadaan APSI sudah saatnya hadir di Lampung  sebagai wadah edukasi dan advokasi dalam rangka  legitimasi profesi Satpam selaku  pengemban fungsi Kepolisian terbatas, reprensentasi dari Perkap No. 24 tahun 2007 & Perpol No.4 tahun 2020. "Untuk itu tugas pengurus DPD APSI Lampung dalam waktu dekat ini adalah segera mensosialisasikan Peraturan Kepolisian (Perpol) No. 4 tahun 2020 tentang Pam Swakarsa sebagai landasan reformasi satpam di Indonesia yang telah diundangkan pada tanggal 5 Agustus 2020",  jelas pria pemilik sertifikasi Gada Utama ini.

"Perpol No. 4 tahun 2020 sebagai penyempurnaan dari Perkap No.24 tahun 2007  terdapat perubahan-perubahan signifikan seperti warna seragam yang mirip seragamPolri, jenjang kepangkatan, dan banyak lagi.  Semua itu bertujuan untuk lebih memuliakan atau disebut new image dari profesi satpam  selaku pengemban tugas Polri terdepan dalam pengamanan terbatas di lingkungannya bekerja." pungkas Bung Hendra.


Kejelasan Karier Profesi Satpam

Dalam Rakernas DPP APSI pada Senin 2 Nopember 2020, Ketua Umum DPP APSI Azis Said mengungkapkan setidaknya ada 6 (enam) hal penting mengenai profesi satpam saat ini, yang mana lebih menjanjikan sebagai pilihan karier profetik.

Pertama, satpam telah dibedakan dengan satkamling. Satpam dalam hal ini  menjadi satuan atau kelompok profesi pengemban fungsi kepolisian terbatas non yustisial yang direkrut sesuai ketentuan Polri, dilatih pendidikan satpam dan memiliki kartu tanda anggota (KTA) serta memiliki status ketenagakerjaan.

"Jadi satpam saat ini sudah dianggap sebagai profesi dimana sebelum melaksanakan tugas, harus telah lulus pelatihan wajib gada pratama/gada madya/gada utama," jelas Azis Said.

Kemudian yang kedua, perekrutan hanya boleh dilakukan oleh Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP), dan pengguna jasa satpam atau perusahaan.

"Jadi perekrutan satpam hanya dilakukan oleh perusahaan. Apabila perorangan ingin menggunakan jasa satpam di rumahnya, silakan berhubungan dengan BUJP karena tidak diperbolehkan merekrut sendiri," terang Azis.

Lanjutnya, "yang ketiga, semua satpam harus memiliki status ketenagakerjaan, apakah dengan sistim perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT) atau sebagai karyawan tetap perusahaan. Ini dimaksudkan agar supaya hak-hak ketenagakerjaan satpam dapat dipenuhi oleh BUJP atau perusahaan, sesuai peraturan perundangan pasal 1 ayat 4."

Dengan demikian  tidak ada lagi satpam yang diberikan upah di bawah UMP dan tidak memiliki BPJS dan hak hak lainnya. Ini merupakan perjuangan dan obsesi lama APSI yang saat ini telah diakomodir dalam Perpol no 4 tahun 2020.

Keempat, anggota satpam memiliki golongan kepangkatan, yaitu pelaksana satpam, supervisor satpam dan manajer satpam. Setiap golongan kepangkatan akan memiliki 3 jenjang kepangkatan. Dengan demikian, satpam mulai saat ini akan memiliki golongan kepangkatan dan jenjang kepangkatan yang didasarkan atas kompetensi dan masa kerjanya. ini merupakan bentuk pemuliaan satpam.

Kelima, pakaian seragam satpam berubah warnanya menjadi coklat mirip seragam Polri dengan gradasi 20% lebih muda dari seragam polri  untuk menciptakan “new image” bagi korps satpam, juga agar berbeda dengan seragam Satkamling.

Dan keenam, asosiasi profesi satpam merupakan wadah profesi satpam untuk menyalurkan aspirasi dan kepentingan satpam. Asosiasi profesi satpam ini harus terregister di Baharkam Polri dan wajib memiliki kode etik profesi satpam.

"Jadi anggota satpam tidak perlu menyalurkan aspirasi dan kepentingannya ke organisasi atau perkumpulan lain. APSI yang memiliki jaringan kepengurusan di seluruh Indonesia, merupakan wadahnya semua satpam yang menaungi satpam BUJP dan satpam perusahaan," terang Azis Said.

Generasi Indonesia Lampung
Editor: Mahar Prastowo


Pelatihan Hidroponik Kelurahan Jaticempaka Dukung Program Hanpangan Kota Bekasi


GEN-ID
| Kota Bekasi
- Guna meningkatkan ketahanan pangan, Kelurahan Jaticempaka menggelar pelatihan dasar hidroponik pada Selasa (24/11/2020) di aula Kelurahan Jaticempaka, Kecamatan Pondok gede, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Pelatihan dasar hidroponik  dilaksanakan dengan pemateri coach dan konsultan hidroponik Takbir Hamzah Adam.

Kegiatan ini  selaras dengan program pemerintah kota Bekasi yang dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan, salah satunya dengan teknik hidroponik.


Dra. Ana Yulianti, A.P, M.S.I Kasi Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Pondok gede dalam sambutannya menyampaikan Apresiasinya atas terselenggarakannya pelatihan tersebut.

"Kami mengapresiasi diadakannya pelatihan ini dan berharap bisa diikuti dengan baik guna meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat. Juga meningkatkan kesadaran serta motivasi warga Kelurahan Jaticempaka dalam memanfaatkan lahan. Tentunya sebagai sumber ketahanan pangan dan bisa  menjadi tambahan pendapatan keluarga," jelas Ana.

Senada yang disampaikan Ana Yulianti diatas,  Lurah Jaticempaka Amir, S.E mengungkapkan bahwa selama masa pandemi covid-19 seperti sekarang, masyarakat dituntut untuk tetap bisa mandiri. Dengan bekal pengetahuan hidroponik tersebut, diharapkan warga Kelurahan Jaticempaka dapat lebih meningkatkan ketahanan pangannya secara mandiri.

Dijelaskan Lurah Amir, peserta pelatihan dasar hidroponik ini bukan hanya dari perwakilan RW,  melainkan ada juga dari dari Posyandu, penggerak PKK, karang taruna serta dari peserta umum warga Jaticempaka.

Aswin  Djuanda selaku Kasi Kesos Kelurahan Jaticempaka menyampaikan, para peserta umum tersebut sebelumnya telah melakukan pendaftaran yang dibuka untuk  warga. Namun demikian peserta tetap di batasi karena masih dalam suasana pandemi dan harus mematuhi  protokol kesehatan.

"Pelatihan ini  diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada  warga  Kelurahan Jaticempaka untuk mendapatkan keterampilan," ujar Aswin.

Aswin mengungkapkan,  kegiatan pelatihan ini dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan. Setiap peserta yang datang dicek suhu tubuhnya dan wajib mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer. Selain itu, seluruh peserta diwajibkan mengenakan masker dan duduk berjarak sesuai dengan anjuran pemerintah.

Para peserta tampak antusias mengikuti setiap materi yang disampaikan mulai dari peluang pasar hidroponik, start tumbuh tanaman, hingga prosedur penyemaian.

Pelatihan hidroponik ini diikuti 40 peserta dari unsur penggerak PKK, Posyandu, karang taruna dan warga umum Kelurahan Jaticempaka, dan sebagai pelatih adalah Takbir Hamzah Adam (39) atau  kerap disapa Mas Teby Adam dari Mahydro, perusahaan pelatihan dan konsultan hidroponik di Bekasi.

Takbir Hamzah Adam-Teby mengungkapkan teknik budidaya hidroponik peluang bisnisnya cukup menggiurkan.

“Selanjutnya kami memperkenalkan bagaimana hidroponik itu bisa menjadi peluang bisnis,” ucap Teby.

“Yang sulit bukan bercocok tanamnya tapi mengedukasinya. Edukasinya itu yang tidak mudah. Karena itu, Teby berharap ada peran dari pemerintah Kota Bekasi dalam hal ini dinas terkait untuk bisa sensitif memperhatikan lahan kosong yang bisa digunakan untuk pertanian khususnya hidroponik.


Acara yang sarat dengan ilmu pengetahuan teknik alternatif pertanian dengan hidroponik atau media tanam tanpa tanah ini dihadiri oleh para perangkat kecamatan dan kelurahan. Diantaranya Kasi Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Pondok Gede Ana Yulianti,  serta Kasi Ekonomi dan pembangunan Samsumar. Sedanhkan dari kelurahan hadir Lurah  Jaticempaka Amir, S.E,  Kasi Kesos Aswin Djuanda, serta para Kasi lainya dan aparatur kelurahan, serta Mustofa selaku Ketua BKM kelurahan Jaticempaka.


Reporter: Agus Wiebowo
Editor: Mahar Prastowo

 

Yayasan Rindang Gelar Pelatihan Hidroponik Dukung Program Hanpangan Kota Bekasi


GEN-ID | Rindang Foundation (RIF/Yayasan Rindang Indonesia) menyambut program ketahanan pangan (hanpangan) dengan hidroponik oleh Pemkot Bekasi,  melalui pelatihan budidaya tanaman pangan hidroponik bagi milenial pada Minggu (22/11) di Istana Yatim.

Pelatihan hidroponik ini diikuti 25 peserta dan sebagai pelatih adalah Takbir Hamzah Adam (39) atau  kerap disapa Mas Teby Adam dari Mahydro, perusahaan pelatihan dan konsultan hidroponik di Bekasi.

“Kita adakan kegiatan ini untuk memacu pemuda-pemudi yang hari ini agar kreatif dan bagaimana memanfaatkan waktu luang. Kita arahkan mereka untuk hal positif yaitu seminar hidroponik,” kata Muhtadin Fauzi salah satu pengurus Yayasan Rindang Indonesia usai seminar.

Lebih lanjut Muhtadin menambahkan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Yayasan Rindang Indonesia terkait bidang ekonomi yang juga bagian dari sinergi dengan program Pemerintah Kota Bekasi dalam bidang ketahanan pangan khususnya hidroponik.

“Ini bagian dari pembangunan ekonomi dengan berekonomi yang baik. Mereka mengenal bagaimana cara menanam (hidroponik) dan cara menikmatinya. Ini merupakan bagian dari program kami yang akan kami sinergikan dengan pemerintah Kota Bekasi dan masyarakat,” imbuhnya.

Sementara itu, Coach dan konsultan Hidroponik Takbir Hamzah Adam menjelaskan kedatangannya ke Yayasan Rindang Indonesia dalam rangka memberikan pengenalan dasar-dasar teknik budidaya hidroponik peluang bisnisnya bagi generasi milenial. Baginya, selain mudah dilakukan, hidroponik atau budidaya tanaman tanpa tanah tersebut juga memiliki pangsa pasar yang menggiurkan dengan harga yang cukup mahal.

“Selanjutnya kami memperkenalkan bagaimana hidroponik itu bisa menjadi peluang bisnis,” ucap Teby.

Dengan mengenal budidaya hidroponik ini, kata Teby adik-adik milenial ini bisa meraup penghasilan sendiri sehingga tidak bergantung lagi kepada orangtuanya. Kendati demikian, Teby menyadari tidak mudah menyosialisasikan manfaat hidroponik kepada masyarakat termasuk generasi milenial.

Lanjutnya, “yang sulit bukan bercocok tanamnya tapi mengedukasinya. Edukasinya itu yang tidak mudah karena Indonesia ini termakan mohon maaf lagu tongkat kayu jadi tanaman jadi tidak peduli yang namanya pertanian ah… masih banyak lahan kosong padahal negara tetangga Singapura bahkan di atas-atap rumah untuk bercocok tanam."

Karena itu, Teby berharap ada peran dari pemerintah Kota Bekasi dalam hal ini dinas terkait untuk bisa sensitif memperhatikan lahan kosong yang bisa digunakan untuk pertanian khususnya hidroponik.

”Berharap dari Pemkot Bekasi bisa membantu, ternyata banyak hidroponik tapi karena keterbatasan lahan. Di samping Rindang (istana yatim) sendiri ada lahan kosong yang bisa digunakan,” ujarnya.

Dia mendukung program hidroponik yang telah dicanangkan oleh Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto untuk diterapkan di setiap kelurahan di Kota Bekasi juga dinas-dinas terkait yang mendukung ketahanan pangan di Kota Bekasi.


Reporter: Agus Wiebowo
Editor:Mahar Prastowo


Perkuat Petani, Wakil Walikota Bekasi Serahkan Bantuan Mesin Pompa Air untuk Tiga Gapoktan


GEN-ID | Kota Bekasi - Dinas Pertanian dan Perikanan Pemerintah  Kota Bekasi memberikan bantuan mesin pompa air untuk memudahkan kinerja kelompok tani. Dalam sepekan ini sudah tiga gapoktan (gabungan kelompok tani) mendapatkan bantuan yang diserahkan langsung oleh Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto. Pada Jumat (13/11/20) diserahkan mesin pompa air ke gapoktan  di Kelurahan Bantargebang dan Kelurahan Sumurbatu, pada hari selasa (17/11/20) untuk kelompok tani di kelurahan Jatisari kecamatan Jatiasih.

Tri Adhianto mengungkapkan, saat ini Kota Bekasi memiliki lahan sawah seluas 434 Ha yang tersebar di 10 kecamatan, sedangkan lahan kering yang digunakan untuk pertanian (kebun/ladang) seluas 4.285 Ha tersebar di 12 kecamatan.

Dengan lahan tersebut, pada tahun 2019 Kota Bekasi menghasilkan produksinya 4.663,7 ton. Luas panen komoditi palawija seperti jagung sebesar 19 Ha dengan produksi sebesar 65,9 ton dan produktivitas 34,7 kwintal per hektar.

"Dari populasi yang ada, sebagian besar warga Kota Bekasi mayoritas memiliki keahlian bidang pertanian dan peternakan, dari kompetensi yang ada Pemerintah Kota Bekasi akan terus mensupport bagi para kelompok tani untuk lebih produktif lagi," ujar Tri Adhianto.

Tri berharap para kelompok tani akan terus produktif, terus meningkatkan kualitas, dan terus berinovasi sebagai bentuk penyesuaian keadaan.

"Dulu petani bertani di ladang, setelah masuk era milenial lahan ladang semakin berkurang,  beralih ke urban farming, petani bertani menggunakan metode hidroponik, tidak menutup kemungkinan di era selanjutnya kita masuk ke exotic farming," lanjut Tri.



Dalam penyerahan mesin pompa air di Jatisari, Jatiasih, tampak hadir Ani Marijan Kabid Pertanian, Maryana Camat Jatiasih, Sekretaris Lurah, Kasie-kasie Kecamatan dan para kelompok tani kelurahan Jatisari.

Terkait permasalahan yang diungkapkan ketua Rt 06 dan Ketua Rt 05 yang juga dari kelompok tani soal  kesulitan sumber air, Tri akan mengkomunikasikan dengan dinas BMSDA agar mendapat solusi.

"Untuk permasalahan air, nanti biar dikomunikasikan kembali dengan dinas BMSDA," ujar Tri Adhianto.

Tri berharap para kelompok tani akan terus produktif, terus meningkatkan kualitas, dan terus berinovasi sebagai bentuk penyesuaian keadaan.

Pemkot Bekasi saat ini juga fokus pada pengembangan inovasi pertanian hidroponik dalam rangka meningkatkan ketahanan pangan di tengah era adaptasi kebiasaan baru.


Reporter: Wawan, Haris, Agus
Editor: Mahar Prastowo

Santunan Rutin Yatim dan Dhuafa Masjid Al-Anshor BSK Bertambah Menjadi 106 Orang



GEN-ID
| Kota Bekasi
- Peduli terhadap warga terdampak ekonomi akibat pandemi Covid-19, DKM Masjid Al Anshor bekerjasama dengan Seksi Sosial dan Kematian RW 021 Bumi Satria Kencana (BSK) Kelurahan Kayuringin Jaya Kota Bekasi pada Minggu (15/11/2020) memberikan santunan  kepada 106 anak yatim dan dhuafa.

Bertempat di Masjid Al-Anhsor, acara  dihadiri Lurah Kayuringin Jaya Ricky Suhendar bersama istri, Ketua RW 021, Ketua RW 022 Kayuringin Jaya, Ketua Yayasan Masjid Al Anshor, Pengurus DKM Masjid Al Anshor, Babinsa, Bhabinkamtibmas dan tokoh masyarakat setempat.

Ketua Seksi Sosial & Kematian RW 21 Kayuringin Jaya H. Irfangi mengatakan kali ini terdapat 106 anak yatim,  atau bertambah satu orang dibandingkan santunan pada bulan lalu.

“106 Anak Yatim ini terdiri dari yatim BSK dan lingkungan sekitar,” ucap H. Irfangi.

Lurah Kayuringin Jaya Ricky Suhendar pada kesempatan tersebut menyampaikan pihaknya menyambut baik kegiatan  yang dilaksanan hari itu oleh pengurus RW 21 BSK. “Jadi memang seperti tadi disampaikan oleh yayasan Al-Anshor bahwa memang ini adalah kegiatan yang sudah rutin dilaksanakan oleh Seksi Sosial & Kematian RW 021 BSK. Alhamdulillah ini merupakan suatu kegiatan yang positif, harus terus dilaksanakan bukan hanya di lingkup BSK saja, perkampungan pun wajib dilaksanakan,” ujar Ricky.

Lurah Ricky berharap kegiatan serupa bisa terus dilakukan untuk saling membantu khususnya kepada anak-anak yatim dan dhuafa.

“Alhamdulillah kegiatan ini sudah berjalan lama dan ini program terus berjalan dan tadi juga ada informasi bahwa nanti bukan hanya santunan, tapi ada sunatan masal. Alhamdulillah ini support yang luar biasa dari ketua RW dan seksi sosial & kematian RW 21 BSK,” ucap Ricky.

Pada kesempatan yang sama Ketua Yayasan Masjid Al-Anshor Hengki Brahmantio menyampaikan apresiasi atas kerjasama dan donasi dari jamaah Masjid Al-Anshor dan berharap program santunan ini bisa terus berlanjut.


“Tadi saya sampaikan kepada pak Lurah bahwa kriteria anak yatim ini adalah dari usia balita sampai usia 18 tahun, kita akan bantu mereka sesuai program yang sudah berjalan di RW 21 sehingga ini program jangka panjang,” ucap Hengki.

H. Irfangi  menambahkan, kegiatan serupa akan terus dilaksanakan tidak hanya untuk anak yatim dan dhuafa, namun juga pemberian sembako bagi para wartawan yang biasa meliput kegiatan di Kelurahan Kayuringin Jaya, serta Babinsa dan Bimaspol Kelurahan Kayuringin Jaya.
 
“Supaya menambah semangat dalam menjalankan tugasnya,” ucap Irfangi .

Dengan pemberitaan para wartawan terhadap Kegiatan Seksi Sosial RW 021-BSK, diharapka dapat berkembang ke wilayah lain. “Supaya dapat dikembangkan di RW-RW lain di Komplek Perumahan BSK  dan sekitarnya, sehingga bermanfaat bagi warga sekitar. Sebaik -baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia,” pungkas H. Irfangi.


Reporter: Agus Wiebowo
Editor: Mahar Prastowo


HUT Ke-13 PPWI, Ketum Ingatkan Amanat UUD 1945 Pasal 28F: Setiap Warga adalah Pewarta



GEN-ID | Lampung - "Salah satu tugas kita adalah berupaya merobah image publik yang menganggap bahwa dunia jurnalistik itu merupakan wilayah kerja para wartawan professional saja, warga kebanyakan tidak boleh ikut-ikut; kita dorong untuk masuk kepada pola pikir yang baru, yakni bahwa jurnalistik dan publikasi media massa itu adalah tugas dan tanggung jawab semua warga masyarakat," terang Ketua Umum  Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Wilson Lalengke, S.Pd., M.Sc., M.A dalam sambutan merayakan HUT ke-13, Rabu (11/11/2020)  di Kebon Kredo Coffe, Bandar Jaya, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung.



Diungkapkan  Wilson Lalengke, hal tersebut sesuai dengan UUD 1945, Pasal 28F yang berbunyi: "Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia."

"Jurnalistik itu tugas dan tanggung jawab kita semua, jangan biarkan pemberitaan yang muncul di ruang publik dikendalikan oleh satu dua pihak saja. Karena yang paling mengetahui situasi dan kondisi yang terjadi di sekitar kita adalah kita sendiri, bukan orang lain," ujar lulusan pasca sarjana bidang Global Ethics dari Birmingham University Inggris ini.

"Jangan sampai apa yang terjadi di tempat kita diolah dan diberitakan oleh orang yang berada di luar daerah tersebut. Semestinya warga yang ada di lingkungan tempat kejadian suatu peristiwa itu sendiri yang harus memberitakan. Informasi dari merekalah yang paling asli, akurat, tepat, dan terpercaya. Prinsip yang diusung PPWI adalah every citizen is journalist atau setiap warga adalah pewarta," jelas Wilson Lalengke.

Wilson menyampaikan terima kasih kepada para pengurus PPWI di seluruh Indonesia yang mau berbagi informasi tentang apa yang dirasakan, dicita-citakan, dan mengimplementasikan program PPWI di tengah masyarakat. Hal tersebut merupakan refleksi yang membanggakan bagi PPWI.

"Pencapaian tersebut tentu tidak datang begitu saja. Keberhasilan tidak dicapai oleh satu dua orang, ini semua terjadi berkat kerja keras kita semua. Kekompakan, kebersamaan dan kemauan kita untuk selalu berbagi ide, apa yang ada dalam pikiran dan hati kita, dan mencoba memahami semua masalah yang muncul sehingga kita mampu mencari jalan keluar bagi persoalan-persoalan yang kita hadapi merupakan modal PPWI yang baik dan cukup menentukan. Itulah yang menjadi kekuatan kita," ungkap Alumni PPRA-48 Lemhanas RI Tahun 2012 itu.

Lahirnya organisasi PPWI, tambah Wilson, bertujuan untuk menaungi semua elemen masyarakat yang beraktivitas di bidang jurnalistik, terutama jurnalisme warga. Kegiatan jurnalistik meliputi tulis-menulis, fotografi, video, dan pengelolaan media, termasuk di dalamnya aktivitas netizen yang memanfaatkan media-media sosial dan jaringan pertemanan.

Reporter: Dede Nurcahya
Editor: Mahar Prastowo

Rindang Indonesia Memaknai Hari Pahlawan dengan Berbagi 140 Paket Sembako Dhuafa dan Yatim


GEN-ID
| Kota Bekasi
- Menjadi pahlawan bagi sesama bisa dilakukan kapan saja dan dalam beragam cara. Salah satu contohnya membantu sesama dengan cara bersedekah. Seperti tampak pada peringatan Hari Pahlawan 10 Nopember 2020, Yayasan Rindang Indonesia mendistribusikan bantuan dari para donatur sebanyak 100 paket sembako untuk dhuafa dan 40 anak yatim asuhan Istana Yatim.

Selain membagikan sembako, Yayasan Rindang Indonesia juga menggelar bakti sosial layanan cek kesehatan gratis serta bazaar sembako murah di Istana Yatim Yayasan Rindang Indonesia, Jl Mangga No 30-47, RT 01/RW.011, Jatimakmur, Pondokgede, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Tampak Ketua Umum Yayasan Rindang Indonesia M Adhie Pamungkas bersama sejumlah tamu undangan lainnya sepertiu Kapospol Jatibening Iptu Slamet Riyadi, Babinsa Kelurahan Jatimakmur Serma Muzammil dan Koptu Wahyudi, Ketua  RW 11 Jatimakmur Ristono dan beberapa donatur.

Ketua Umum Yayasan Rindang Indonesia M Adhie Pamungkas dalam sambutannya di hadapan para tamu dan anak-anak yatim menekankan pentingnya meneladani semangat pengorbanan tanpa pamrih para pahlawan atau pejuang dalam memerdekakan Indonesia.

“Para pahlawan kita telah mengorbankan darah bahkan nyawa untuk mempertahankan negara yang kita cinta ini Indonesia Raya. Semua dilakukan semata-mata ikhlas sebagai bentuk pengorbanan tanpa pamrih,” ungkapnya.

Adhie lebih lanjut mengatakan, para pahlawan terdahulu bertugas merebut kemerdekaan dari tangan penjajah dengan senjata, maka tugas generasi penerus saat ini adalah dengan mengisi kemerdekaan.

“Giliran kita hari ini bukan lagi mengangkat senjata mengusir penjajah tetapi untuk mengisi kemerdekaan ini,” imbuhnya.

Sementara itu Usup Suparman selaku Ketua Panitia menyampaikan momen peringatan hari pahlawan selain diisi dengan santunan, cek kesehatan gratis dan sembako murah juga menampilkan pentas seni tari khas nusantara oleh anak yatim binaan Yayasan Rindang Indonesia.

Pada kesempatan itu hadir Kak Bastian,  seorang master Hipnoterapi dan sulap yang khusus diundang untuk menghibur penonton dengan aksi sulap dan hipnotisnya.

“Kegiatan santunan seperti ini rutin dilaksanakan oleh Rindang dan menjadi program,” kata Usup.

Pada momen hari pahlawan yang dilakukan Yayasan Rindang Indonesia, Usup berharap bisa menjadi ajang edukasi bagi anak-anak yatim dan dhuafa sehingga mereka mampu menghargai jasa para pahlawan.

Acara menjadi semakin meriah dengan penampilan berbagai atraksi seni oleh anak-anak yatim asuhan Istana Yatim, dan  semakin sarat makna dengan dipandu MC (Master of Ceremony) Muhtadin Fauzi yang telah berpengalaman memandu iven-iven penting.

Reporter: Agus Wiebowo | Editor: Mahar Prastowo
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. GEN-ID ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by daguku