Kontak Redaksi https://telegram.me/Gen_ID atau WA 0813-8728-4468
Latest Post
portal ini dikembangkan guna pemberdayaan komunitas dan penguatan kelembagaan, pengiriman artikel, foto, video, slip donasi pengembangan web dapat melalui WA 0813-8728-4468 atau TELEGRAM https://t.me/Gen_ID
Tampilkan postingan dengan label Kebencanaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kebencanaan. Tampilkan semua postingan

LDII Kotabaru Potong 48 Hewan Kurban, Dibagikan dalam Kemasan Aman Covid-19

Written By Taufik sf on 02 Agustus, 2020 | 10.08

GEN-ID | Kotabaru - Meski pandemi Covid-19 masih bergulir, tidak mengurangi semangat bagi warga LDII Kabupaten Kotabaru, untuk melaksanakan Sholat Idul Adha dan penyembelihan hewan Kurban di hari Idul Adha kali ini (31/07/20) . 

Ketua Dewan Pimpinan Daerah LDII Drs. H. Murdianto, M.Si. kepada media menjelaskan bahwa tahun ini pelaksanaan Sholat Idul Adha tidak seperti pada tahun sebelumnya, dikarenakan situasi pandemi yang masih berlangsung.

"Tahun ini pelaksanaan Sholat Idul Adha beda dari tahun sebelumnya. Kali ini kita membatasi jumlah jamaah yang hadir, tentunya tetap menerapkan protokol kesehatan. Dan disesuaikan dimasing-masing tingkat Desa/Kelurahan dan Kecamatan," jelas Murdianto.

Acara dilanjutkan dengan penyembelihan hewan qurban dan pembagian kepada masyarakat.
Total hewan qurban yang berhasil dihimpun sebanyak 33 ekor sapi dan 15 ekor kambing. Lagi-lagi tetap diberlakukan protokol kesehatan.



"Pembagian daging kali ini kita juga menerapkan protokol kesehatan. Mengingat masa pandemi belum berakhir tapi kegiatan harus tetap jalan. Yang biasanya masyarakat kita bagikan kupon daging untuk dijemput, kali ini kita yang antar ke rumah warga yang sudah didata sebelumnya, untuk menghindari kerumunan warga," pungkas Murdianto di lokasi penyembelihan di halaman Kantor Sekretariat DPD LDII Kotabaru, Jl. Karya Utama RT 03/II Desa Gunung Ulin Kecamatan Pulau Laut Utara Kabupaten Kotabaru Kalimantan Selatan.


Reporter: Abdul Rozaq | Editor: Taufik 

Bhabinkamtibmas Apresiasi Warga LDII Ulak Karang Selatan dalam Berkurban

Written By Taufik sf on 01 Agustus, 2020 | 18.16


GEN-ID | Padang - Umat Muslim Kota Padang dalam suasana pandemi Covid-19 ini tetap antusias melaksanakan Sholat Idul Adha di mesjid-mesjid dan lapangan sekitar tempat tinggalnya. Kali ini Team Liputan diundang Panitia Qurban untuk meliput kegiatan penyembelihan Hewan Qurban disalah satu yang dikelola oleh Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Padang, Masjid Al Ikhlas di Jl. Tenggiri No. 10 Ulak Karang Selatan Kecamatan Padang Utara Kota Padang, Jumat (31/07).

Menurut Sekretaris DPD LDII Kota Padang H. M. Abdillah, S.T., S.H.,  seluruh warga LDII Kota Padang hari ini serentak melaksanakan Sholat Idul Adha dimulai pukul 07.00 WIB, kemudian langsung melaksanakan pemotongan hewan kurban.

"Sesuai himbauan pemerintah, protokol kesehatan tetap kami laksanakan dalam pelaksanaan Ibadah Sholat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban untuk mencegah penyebaran virus covid-19 ini," ujar Abdillah. 

"Alhamdulillah walaupun sekarang ini masih dalam keadaan pandemi Covid-19, warga LDII Kota Padang tetap semangat mewujudkan hewan Qurbannya, terbukti 51 ekor sapi dan 6 ekor kambing bisa terkumpul, ini meningkat dari tahun lalu. Seperti yang tertuang dalam Hadits Nabi, bahwa tidak ada amalan yang lebih utama yang dikerjakan pada tanggal 10 Dzulhijjah selain menyembelih qurban," lanjut Abdillah.



Sementara itu Ketua PAC LDII Padang Utara Zulfiyaldi mengatakan, untuk Qurban warga LDII di Masjid Al-Ikhlas ini berjumlah 6 ekor sapi, sama jumlah nya dengan tahun lalu.

"Alhamdulillah warga Masjid Al-Ikhlas ini tetap semangat berkurban, tidak kurang jumlahnya dari tahun lalu walaupun keadaan ekonomi lagi sulit sejak pandemi covid-19 ini," ujar Zulfiyaldi. 

Dalam kesempatan ini, Bhabinkamtibmas Ulak Karang Selatan Aiptu Yanti Delfina berkesempatan meninjau pelaksanaan penyembelihan kurban di Masjid Al-Ikhlas yang merupakan termasuk wilayah tugasnya. Aiptu Yanti sangat terkesan dengan kekompakan warga LDII dalam pelaksanaan penyembelihan hewan kurban.

"Saya sangat senang Tahun ini berkesempatan hadir ditengah-tengah warga LDII yang melaksanakan Penyembelihan Hewan Qurban. Tim Laki-laki bagian menyembelih dan memotong hewan kurban, Tim Ibu-ibu bagian menyiapkan makanan. Saya juga ikut membantu membersihkan halaman mesjid bekas penyembelihan kurban," kata Aiptu Yanti semangat.



Tidak ketinggalan, Babinsa Ulak Karang Selatan Serma Usman yang hadir di lokasi juga mengapresiasi praktek qurban LDII.

"Saya terkesan sekali, luar biasa warga LDII Mesjid Al-Ikhlas ini begitu cepat dan rapi dalam pelaksanaan qurban, semua terlibat dan cepat," ujar Serma Usman.






Reporter: Riki Abdillah | Editor: Taufik

LKKNU Banyuwangi Buka Layanan Urus Adminduk Tiap Desa

Written By Taufik sf on 30 Juli, 2020 | 18.01

GEN-ID | Banyuwangi - Kebijakan Physical Distancing selama pandemi, Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) Banyuwangi lakukan kerjasama dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil dalam mendekatkan dan memudahkan pelayanan pengurusan administrasi kependudukan (adminduk) ke masyarakat sampai pelosok desa. 

Sebelumnya, masyarakat yang ingin melakukan pengurusan administasi bagi KTP Elektronik (KTP-el), Kartu Keluarga (KK), Surat Kematian, Pengurusan Permindahan Domisili, akta kelahiran dan Kartu Identitas Anak (KIA) selalu dilakukan di Dinas Kependudukan Catatan Sipil Jalan Letkol Istiqlah No.68, Singonegaran dan Mall Pelayanan Publik yang berada di jalur Kota.

Hal tersebut disampaikan Ketua PC LKKNU Banyuwangi Ana Aniati, M.Pd., saat melakukan program NU Melayani bersama Dispendukcapil di Kantor Kecamatan Purwoharjo, Rabu (29/07/2020).

"Hari ini cukup datang ke Kecamatan, tidak perlu berangkat ke Dinas dan Mall Pelayanan Publik. Kami ingin masyarakat lebih dekat mengakses pelayanan kependudukan. Khususnya Nahdliyin yang tinggal di penjuru desa," jelas Ana.

Sesuai tugasnya di LKKNU yakni melaksanakan kebijakan Nahdlatul Ulama dibidang kesejahteraan keluarga, sosial dan kependudukan, Ani berkeyakinan inovasi dan kolaborasi ini merupakan kunci utama dalam memberikan manfaat kepada seluruh elemen masyarakat.

Selain itu pihaknya juga mengedukasi pada masyarakat utamanya di pelosok-pelosok desa tentang pentingnya memiliki adminduk.

"Ada keluhan warga yang seharusnya menerima bantuan namun karena tidak memiliki adminduk, sehingga menyulitkan penyaluran bantuan. Maka melalui koordinasi dengan para pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) kita sampaikan pentingnya adminduk dan permasalahan lainnya," pungkas Ana.

Sementara itu Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Banyuwangi, Djuang Pribadi, membenarkan Agar lebih efektif, program jemput bola ini bekerjasama dengan organisasi keagamaan Nadlatul Ulama (NU).

"Ya, kami bekerja sama dengan pengurus ranting (tingkat desa) NU jemput bola pengurusan administrasi kependudukan (adminduk) ke masyarakat di pelosok-pelosok desa," jelas Djuang.




Reporter: Suwandi | Editor: Taufik

Peringati Hari Bhayangkara ke-74, Polda Sumbar Baksos Operasi Bibir Sumbing

Written By Taufik sf on 29 Juli, 2020 | 06.27

GEN-ID | Padang -  Kepolisian Daerah Sumatera Barat (Polda Sumbar), melaksanakan bakti kesehatan berupa operasi bibir sumbing gratis untuk masyarakat. 

Operasi bibir sumbing ini dilaksanakan mulai hari ini, Selasa (28/07) di Rumah Sakit Bhayangkara Padang.

"Dalam rangka Hari Bhayangkara ke-74, Polda Sumbar melaksanakan bakti kesehatan operasi bibir sumbing gratis," kata Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu Setianto, S.I.K.



Dalam berlangsungnya kegiatan tersebut, terlihat Kapolda Sumbar Irjen Pol Drs. Toni Harmanto, M.H. bersama Wakapolda Brigjen Pol Edi Mardianto, S.I.K., M.Si., Irwasda Kombes Pol K. Rahmadi, M.H. dan Pejabat Utama Polda Sumbar ikut menghadiri. 

Selain itu, juga hadir Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit, Forkopimda Sumbar, Dinkes Kota Padang, Persatuan Bedah Plastik Indonesia Sumbar.

"Operasi diberikan bagi seluruh kalangan masyarakat yang membutuhkan, pada hari ini (28/07) masyarakat yang mendaftar berjumlah 41 orang," pungkas Kombes Satake.(GI)

Ngeluh Ribetnya Belajar Daring, PGRI Riau Beri Solusi

Written By Taufik sf on 28 Juli, 2020 | 10.08


GEN-ID | Pekanbaru - Tahun ajaran baru 2020-2021 ini membuat masyarakat ekonomi menengah kebawah kewalahan dengan sistem belajar online.

"Mau tidak mau kami para orang tua harus turun tangan, mulai dari mendampingi anaknya memakai HP Android, sampai dengan membantu menyelesaikan tugas-tugas yang tidak dimengerti oleh anaknya. Seperti anak saya, memang tidak kami berikan HP Android, karena  menurut kami belum saatnya diberikan, mengingat dampak negatif yang banyak disebabkan dari HP Android tersebut. Tapi kini mau tidak mau harus disediakan, plus kuota internetnya, bagaimanapun caranya, untuk kelancaran proses belajarnya," curhat Rina warga Payung Sekaki Kota Pekanbaru pada media tentang keadaan sekolah anaknya, Minggu (26/07/2020).

Mendengar hal ini, Pengurus PGRI Provinsi Riau Biro Pemberdayaan Perempuan Senin (27/07) yang juga Kepala Sekolah SMAN 7 Pekanbaru Dr. Hj. Nurhafni, M.Pd. melalui Lugas, memberikan tips dan trik dalam menjalani sekolah dimasa pandemi seperti sekarang ini.

"Perlu kita ketahui bersama apa yang dikatakan Kihajar Dewantara, setiap orang adalah guru dan setiap rumah adalah sekolah. Ini sudah kita alami dan praktekkan sekarang. Virus Covid-19 telah mengubah cara hidup kita, mau tidak mau kita dipaksa untuk beradaptasi dengan kebiasaan-kebiasaan baru yang bisa jadi merupakan norma baru dalam kehidupan kita," jelas Nurhafni.

"Guna membatasi penyebaran virus Covid-19 yang masif. Kebijakan belajar dari rumah mulai diterapkan pada tanggal 9 Maret 2020 setelah menteri pendidikan dan kebudayaan mengeluarkan surat edaran nomor 2 tahun 2020 dan nomor 3 tahun 2020  tentang pembelajaran secara daring dan bekerja dari rumah dalam rangka pencegahan penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19). Dengan belajar dari rumah, bekerja dari rumah dan beribadah dari rumah, kita putuskan rantai penyebaran Covid-19 ini," tambah Nurhafni.

"Tugas guru memang tidak bisa digantikan, orang tua bukan menggantikan tugas guru, tetapi mendampingi dan mengawasi ananda tersayang di rumah," lanjut Bu Kepsek.

"Di SMAN 7 Pekanbaru kita lakukan pembelajaran Daring, luring dan kombinasi daring-luring (blended learning ) sebagai upaya kita untuk memberikan Pelajaran Jarak Jauh (PJJ). Dan bagi siswa yang tidak memiliki android, komputer/laptop, HP atau paket internet sama sekali, kami menyiapkan tempat bahan ajar/tugas yang disiapkan di loby sekolah, serta tempat mengantarkan tugas, kami sudah sediakan di lobi sekolah. Dan kita juga sudah sampaikan kepada guru dan peserta didik untuk berbagi bersama dengan yang berdekatan rumah (tetangga) utk menumpangkan paket wifi dengan temannya, dengan tetap mengikuti protokol kesehatan," tegas Nurafni.

"Kita berharap disini perlu peran masyarakat, orang tua secara bersama sama, karena ini semua terjadi diluar keinginan kita, ini adalah wabah yg sudah global, dan kita berharap dan dapat mengkoordinasikan antara wali kelas, orangtua, hingga Ketua RT dan Kepala Desa, untuk mengupayakan agar siswa dapat tetap belajar meskipun dengan keterbatasan teknologi. Misalnya dengan mengelompokkan siswa yang berdekatan rumah. Dengan harapan siswa yang tidak memiliki Handphone dapat diberitahu dari siswa yang memiliki Handphone. Atau Ketua RT dapat membantu memberikan informasi penugasan atau portofolio bagi siswa yang tidak mempunyai akses internet dan atau Handphone," tutur Nurhafni.

Reporter: Taufik | Editor: Mahar Prastowo

Tak Ingin Banjir dan Longsor, DPD JPKP Bitung Desak PT. PP Buat Tanggul Tol Bitung-Manado

Written By Taufik sf on 26 Juli, 2020 | 05.11



GEN-ID | Bitung - Sabtu 25 Juli 2020 Dewan Pengurus Daerah Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP) Kota Bitung meminta pihak PT. PP untuk secepatnya membuat tanggul di Kelurahan Paceda lingkungan 3/RT 11 Kecamatan Madidir. Untuk mengantisipasi terjadinya longsor dan banjir di pemukiman warga.

Sebelumnya masyarakat RT 11 Lingkungan 3 Kelurahan Paceda Kecamatan Madidir telah melakukan pertemuan dengan pihak PT. PP Pada Jumat 5 Juni 2020 yang juga dihadiri langsung oleh Tim JPKP Bitung untuk mencari solusi bersama, dimana masyarakat meminta kepada Pimpinan PT. PP Induk Proyek jalan Tol Bitung-Manado agar supaya dibuatkan tanggul penahan timbunan tanah tol, karena masyarakat menyampaikan adanya ketakutan dan kekawatiran bila hujan terus menerus akan terjadi longsor/banjir susulan dari timbunan tanah pekerjaan proyek jalan tol Bitung-Manado.

Berdasarkan informasi dari masyarakat, di lokasi tersebut sudah terjadi longsor dan berakibat banjir di pemukiman masyarakat Lingkungan 3 RT 11 Kelurahan Paceda.

Richaed Mamuntu Wakil Ketua JPKP DPD Bitung meminta agar PT. PP harus bertanggung jawab dan segera membuat tanggul penahan banjir dan longsor di wilayah tersebut.

"Dibuatkan tanggul penahanan banjir dan longsor. Apalagi tanah timbunan proyek jalan Tol Bitung-Manado hanya berbatasan dinding dengan rumah masyarakat, jika dibiarkan ini sangatlah berbahaya. Untuk mencegah hal yang tidak diinginkan. Jangan nanti ada korban jiwa barulah menjadi pusat perhatian, karena mencegah lebih baik dari pada mengobati," tegas Richaed Mamuntu Jumat (24/07).

Hal ini di respon Malik Maulana selaku Manager Proyek jalan Tol Bitung - Manado via WhatsApp oleh media

"Iya, rencana di Paceda dalam waktu dekat akan dibangun retention pond untuk penanggulangan banjir. Kita tinggal menunggu surveyor untuk menentukan batas Row dan tanah masyarakat," jelas Malik.

"Saat ini sedang dibuatkan Shop Drawingnya dan menunggu persetujuan dari Jasamarga. Kalo semua sudah disetujui, akan segera kita kerjakan. Sesuai harapan masyarakat, lebih cepat lebih bagus," tutup Malik.






Reporter: KK | Editor: Taufik

Pemko Pekanbaru Izinkan Masyarakat Sholat Idul Adha dan Sembelih Qurban

Written By Taufik sf on 25 Juli, 2020 | 04.37


GEN-ID | Pekanbaru - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru terbitkan Surat Edaran pelaksanaan salat Idul Adha serta penyembelihan hewan Qurban 1441 H/2020 M dapat dilaksanakan disemua tempat. Namun dengan catatan disiplin terapkan protokol kesehatan.

Panitia harus tetap berkoordinasi dengan Pemko Pekanbaru melalui instansi terkait. Kecuali tempat yang dianggap belum aman virus corona (Covid-19) oleh gugus tugas daerah.

Adapun beberapa poin penting dalam surat edaran yang mempedomani surat edaran yang diterbitkan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2020, tentang penyelengaraan salat Idul Adha dan penyembelihan hewan Qurban menuju masyarakat produktif dan aman Covid-19, serta Peraturan Wali Kota Pekanbaru Nomor 104 Tahun 2020, tentang Pedoman Perilaku Hidup Baru Masyarakat Produktif dan Aman Dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19.

Serta memperhatikan Surat Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Pekanbaru Nomor 524/Distankan-Peternakan/441/2020, tentang pelaksanaan Qurban pada Hari Raya Idul Adha.

Pelaksanaan Shalat Ied dan penyembelihan hewan Qurban, harus menyiapkan petugas untuk melakukan dan mengawasi penerapan protokol kesehatan di area tempat pelaksanaan.

Penyelenggara memberi imbauan kepada masyarakat/jamaah tentang protokol kesehatan tentang pelaksanaan salat Idul Adha yang meliputi:

Pertama, jamaah dalam kondisi sehat. Membawa sajadah atau alas salat masing-masing. Menggunakan masker. Menjaga kebersihan tangan dengan mencuci pakai sabun atau hand sanitizer. Menghindari kontak fisik dengan bersalaman atau berpelukan. Menjaga jarak minimal 1 meter. Dan mengimbau agar tidak melaksanakan salat Idul Adha bagi anak-anak dan warga lanjut usia yang rentan tertular penyakit, serta orang dengan penyakit bawaan yang beresiko tinggi terhadap Covid-19.

Kedua, melakukan pembersihan dan disinfeksi di area tempat pelaksanaan. Membatasi jumlah pintu/jalur keluar masuk tempat pelaksanaan guna memudahkan penerapan dan pengawasan protokol kesehatan.

Menyediakan fasilitas cuci tangan, sabun, hand sanitizer dipintu/jalur masuk dan keluar. Menyediakan alat pengecek suhu tubuh. Jika ditemukan jamaah dengan suhu lebih 37,5 C, tidak diperkenankan memasuki area pelaksanaan.

Tidak mewadahi sumbangan atau sedekah jamaah dengan cara menjalankan kotak, karena berpindah-pindah tangan, yang mana rawan terhadap penularan penyakit.(Kominfo5/RD2)




Reporter: Taufik | Editor: Mahar Prastowo

Polda Riau Panen Raya Jagung Bersama Pedagang

GEN-ID | Pelalawan - Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setia Imam Effendy, S.H., S.I.K., M.Si. bersama Gubernur Riau Drs. H. Syamsuar, M.Si., Wakil Bupati Pelalawan dan unsur Forkopimda melakukan panen raya di lahan seluas 13 hektar yang merupakan lahan ketahanan pangan yang digagas Polda Riau sebagai bagian dari program Jaga Kampung (Kampung Tangguh-red) di Kelurahan Kerinci Barat, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau, pada Jumat sore (24/07/2020).

Dalam sambutannya, Kapolda mengatakan, disini ada sekitar 13 hektar lahan yang difungsikan oleh petani untuk menanam jagung, terong, gambas dan lainnya. Bahkan juga beternak ikan. Panen raya ini tentunya mendongkrak perekonomian para petani setempat, ditengah terjangan Pandemi Covid-19. Sebelumnya, tepatnya medio Mei 2020, Polda Riau menggerakkan kelompok tani untuk memberdayakan lahan yang ada, dengan menanam berbagai tanaman kebutuhan, memberikan bibit dan pelatihan serta menjalin kerjasama dengan pembeli hasil panen termasuk dari Persatuan Pedagang Jagung Bakar Pekanbaru.

"74 hari lalu kita mulai, dan hari ini saya kembali lagi ke sini untuk melakukan panen raya dari program Jaga Kampung yang sudah berjalan di sini. Kita ingin, ini tidak berhenti sampai di sini," ungkap Irjen Agung.

Jenderal bintang dua tersebut memastikan, program jaga kampung sudah bergerak menyeluruh di 12 Kabupaten/Kota di Provinsi Riau, bahkan hingga di tingkat Polsek, sehingga makin luas lahan yang dikelola untuk menjaga ketahanan pangan masyarakat.

"Program ini untuk menjaga agar kampungnya kuat, pangannya cukup dan masyarakatnya sehat,  untuk Mewujudkan Riau yang kuat menghadapi covid-19," optimis Irjen Agung.

"Luas lahan yang sekarang diseluruh Riau sudah lebih dari 200 hektar, dikelola dengan budidaya palawija dan lainnya. Hasil panen raya hari ini di Pelalawan juga akan kita distribusikan kepada pedagang jagung bakar di Pekanbaru, dan kita gerakkan pedagang mendapat jagung berkualitas, sehingga masyarakat dapat manfaatnya, inilah rantai kehidupan kita di Riau,” terang Irjen Agung.

Lebih lanjut Kapolda Riau menjelaskan, panen kali ini dilakukan di lahan seluas 13 hektar, dengan tanaman beragam, seperti jagung, terong, gambas dan lainnya.

"Kita juga menginisiasi dan mengarahkan pedagang membeli hasil panen jagung di sini dan arahkan juga hasil panen yang lain. Tentunya ini mengangkat para petani yang selama ini lemah," pungkas Kapolda.

Sementara itu Gubernur Riau Drs. H. Syamsuar, M.Si yang turut hadir dalam panen raya ini menyampaikan apresiasi dan terimakasihnya atas program ketahanan pangan oleh Polda Riau tersebut.

"Harapan kami seperti ini ke depan, tanah terlantar di kampung diproduktifkan dalam situasi pandemi. Bagian kita dalam rangka memulihkan ekonomi di Riau," urai Syamsuar.

"Antusias masyarakat atas apa yang sudah dilakukan ini, dan kami harapankan agar dapat diteruskan sehingga menjadi kekuatan pangan di Riau," singkat Syamsuar.

Ali yang merupakan Ketua kelompok tani Harapan Jaya, menyampaikan terimakasihnya kepada Kapolda Riau atas digagasnya program ini dan juga mengapresiasinya. Apalagi, hasil panen mereka juga langsung dibeli oleh pedagang.

"Petani bisa terus bekerja dan bertahan hidup. Petani terdampak membuat kebutuhan hidup sehari-hari susah. Terimakasih untuk kepolisian, memberikan bibit, lahan dan diberikan pelatihan. Setelah panen, pembeli hasil panen juga sudah ada, dan dengan harga layak," ucap Ali dengan semangat.

Sementara itu Sulaiman Siregar sebagai pihak pembeli hasil panen dari program jaga kampung ini mengatakan bahwa hasil panen kali ini lebih nagus kualitasnya.

“Saya berani memberikan harga yang lebih tinggi dari biasanya karena ini memang kualitasnya lebih baik, jagung ini saya beli dengan harga Rp 4.000,- perkilogramnya,” terang Sulaiman disambut tepuk tangan para petani.( HPR).





Reporter: Taufik | Editor: Mahar Prastowo

Janda Tua Korban Covid-19 Kena Sasaran Baksos Kapolda Banten


GEN-ID | Serang -  Seperti hari Jum'at sebelumnya, Kepolisian Daerah (Polda) Banten, komunitas otomotif Pajero Indonesia Club (PIC) Banten, Penari Lintas dan media hadir ditengah masyarakat untuk memberikan bantuan dalam program Jum'at Barokah Polda Banten.

Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kapolda Banten ini menyasar para janda tua dan orang-orang yang dipandang perlu mendapatkan bantuan di Kp. Sepang Sempu RT/RW 002/005 Kelurahan Sepang, Kecamatan Taktakan Kota Serang, Jum'at (24/07/2020).

Kapolda Banten Irjen Pol Drs. Fiandar mengatakan bahwa kegiatan yang dilakukan pagi ini adalah kegiatan bakti sosial rutin TNI Polri dan komunitas otomotif untuk saling bahu membahu memberikan bantuan kepada masyarakat.

"Kita bahu-membahu ngumpulin bahan baku, kita kumpulkan kemudian kita sampaikan kepada masyarakat. Kita cari masyarakat yang dianggap perlu dibantu. Tujuannya ya menjaga kesejahteraan mereka, karena dalam kondisi Covid-19 ini kan banyak yang terdampak, ada yang dirumahkan, ada yang pekerjaannya yang tadinya seminggu full sekarang hanya beberapa hari dan sebagainya," ucap Fiandar.

"Menanggapi hal tersebut, Kapolri memerintahkan untuk menjaga ketahanan pangan masyarakat. Kita memanfaatkan semua objek-objek lahan tidur. Kita juga tanam sayuran dan yang lainnya yang bisa dikonsumsi masyarakat, ada kolam ikan, kolam lele dan segala macam. Hasilnya seperti tadi dibagikan kepada masyarakat," tambah Kapolda.

Sementara itu, Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi mengatakan kegiatan yang dilakukan saat ini adalah kegiatan bakti sosial masyarakat yang dipelopori oleh Kapolda Banten dibantu oleh pemerintah dan TNI.

"Inilah bentuk kepedulian Kepolisian dan pemerintah untuk hadir di tengah masyarakat dalam rangka memenuhi aspek, membantu kehidupan sosial masyarakat," kata Edy Sumardi.

"Di masa pandemi ini, kita sadari bahwa masyarakat sangat berdampak. Kita semua merasakan hal yang sama, tetapi kita tetap peduli dengan saling membantu dengan harapan bisa saling meringankan beban, saling mengingatkan untuk tetap mengedepankan protokol kesehatan. Kegiatan ini juga selaras dengan program bapak Presiden RI dan Bapak Kapolri serta Panglima TNI tentang meningkatkan ketahanan pangan masyarakat," lanjut Kombes Edy.

Ditemui di lokasi, Jum (60) janda anak 6 ini mengucapkan terima kasihnya dengan rasa haru.

"Terima kasih Pak Polisi udah mau datengin rumah saya, bawain saya sembako, ikan, beras. Ini berkah buat saya dan anak-anak saya. Sekali lagi makasih pak, semoga Allah membalas kebaikan bapak-bapak Polisi semuanya," ucap bu Jum sambil meneteskan airmata.

Tampak hadir dalam kegiatan ini, Dirbinmas Polda Banten Kombes Pol Riki Yanuarfi, Dirlantas Polda Banten Kombes Pol Rudi Purnomo, Bidhumas Polda Banten, Kapolsek Taktakan AKP Tohirudin, Camat Taktakan Farach Richi, Lurah Sepang Haeruji, Babinsa Koramil Taktakan Serda Nanang, Ketua RT, RW dan tokoh masyarakat setempat. (HPB).




Reporter: Taufik | Editor: Mahar Prastowo

Kecamatan Tualang KTL Dengan Protokol Kesehatan Pertama di Riau

GEN-ID | Siak - Polres Siak melalui Polsek Tualang melaunching Kawasan Tertib Lalu Lintas dan Tertib Protokol Kesehatan yang dipusatkan di Simpang Traffic Light KPR I Kecamatan Tualang, Jumat (24/07) pagi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya tertib berlalulintas dijalan raya.

Hadir pada Kegiatan tersebut Camat Tualang Zalik Efendi, S.Sos., Kapolsek Tualang AKP Faizal Ramzani, S.H., S.I.K., M.H., Danramil 10/Perawang Kapten Inf. L. Tobing, perwakilan Jasaraharja Perawang Indrayana, personil Dishub dan Tenaga Kesehatan.

Dalam sambutannya Camat Tualang Zalik Efendi mengapresiasi langkah yang diciptakan Polres Siak melalui Kapolsek Tualang AKP Faizal Ramzani, dalam upaya menciptakan ketertiban berlalu lintas dan juga upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 bagi pengendara di Kota Perawang.

"Terima kasih kepada Polsek Tualang yang menerapkan posisi pengendara saat di lampu merah dengan menerapkan Phisycal Distancing," kata Zalik.

Di tempat yang sama Kapolres Siak AKBP Doddy F Sanjaya, S.H., S.I.K., M.I.K., dan Kasat Lantas AKP Rosna Meilani, S.I.K. melalui Kapolsek Tualang AKP Faizal Ramzani, S.H., S.I.K., M.H. mengatakan, launching Kawasan Tertib Lalu Lintas dan Tertib Protokol Kesehatan di Simpang KPR I Kecamatan Tualang ini merupakan yang pertama di Provinsi Riau.

"Langkah Polsek Tualang ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat agar tertib berlalu Lintas dan menerapkan Protokol Kesehatan saat berkendaraan yaitu dengan selalu menjaga jarak dan menggunakan masker saat berkendaraan," jelas Kapolsek.

Untuk di Kecamatan Tualang mulai dari Simpang KPR I sampai Jalur dua pasar KM 4 merupakan Kawasan Tertib Lalu Lintas dan wajib menggunakan masker saat berkendaraan, baik roda dua maupun Kendaraan Roda empat.

"Di simpang KPR I tepatnya di Traffic Light kita menerapkan Start ala moto GP bertujuan untuk menerapkan Phisycal Distance atau jaga jarak pada saat pengendara berhenti di lampu merah," jelas Kapolsek.

"Semoga dengan upaya dan kerja sama antara semua pihak dan peran serta masyarakat untuk mematuhi himbauan pemerintah dapat memutus matarantai penyebaran Covid-19 di Kabupaten Siak ini," harap Kapolsek Tualang.

Ditempat terpisah, Ketua Lembaga Dakwah Islam Indonesia Kecamatan Tualang H. Sugiyono menyambut baik dengan langkah yang dilakukan Polsek Tualang dalam menerapkan protokol kesehatan di masyarakat.

"Saya mewakili Keluarga Besar Lembaga Dakwah Islam Indonesia menyambut baik langkah yang dilakukan Polsek Tualang dalam tetap menerapkan protokol kesehatan dalam hal ini Phisycal Distancing, yang diawali di lampu merah simpang KPR 1. Semoga itikad baik Polsek Tualang menjadi amal jariyah," ungkap Sugiyono. (TBNR).




Reporter: Taufik | Editor: Mahar Prastowo

Pekanbaru Sumbang Jumlah Terbanyak Pasien Positif Covid-19 di Riau

Written By Taufik sf on 23 Juli, 2020 | 09.58

GEN-ID | Pekanbaru - Rabu (22/07/2020) rekor pasien baru terjangkit Covid-19 di Riau meningkat. Tim Gugus Tugas Covid-19 mengumumkan penambahan 38 warga yang terpapar Covid-19. Dari Pekanbaru sebanyak 24 orang.

“Hari ini ada penambahan 38 pasien baru di provinsi kita. Paling banyak dari Pekanbaru, 24 pasien baru positif Covid-19,” papar Jubir  Covid-19 Provinsi Riau dr. Indra Yovi Rabu (22/07). 

Dengan penambahan 38 pasien baru, maka total warga Riau yang terjangkit Covid-19 sampai saat ini sebanyak 348. Dari jumlah tersebut, sebanyak 232 pasien sembuh dan 11 meninggal dunia. 

Tingginya penambahan pasien Covid-19 baru, menurut Jubir tak lepas dari gencarnya tes swab yang dilakukan di RSUD Arifin Achmad.

“Jumlah masyarakat yang melakukan tes swab terus meningkat. Sehingga cepat diketahui kalau ada yang positif,” tutup dr. Yovi.(MCR/MTR)




Reporter: Taufik | Editor: Mahar Prastowo

Danrem 031/WB Awali Test Swab Prajurit Korem 031/WB

Written By Taufik sf on 20 Juli, 2020 | 00.28

GEN-ID | Pekanbaru - Guna menghindari rasa kekhawatiran terpapar Covid-19 Korem 031/Wira Bima gelar tes swab pada prajurit. Jumat (17/07) di Aula Wiratama Korem 031/WB.

Tes swab yang juga dihadiri Gubernur Riau Drs. H. Syamsuar, M.Si., dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Drs. Hj. Mimi Yuliani Nazir, Apt., M.M., serta Kasrem 031/WB, Para Kasi Korem 031/WB, Dandim 0301/Pbr dan Dandenkesyah tersebut, langsung diawali oleh Danrem 031/WB, Brigjen TNI M. Syech Ismed, S.E., M.Han., sebagai pemimpin dan garda terdepan di lingkungan Korem 031/WB.

Danrem 031/WB Brigjen TNI M. Syech Ismed, S.E., M.Han. mengatakan, jika tes swab yang dilakukan ini tujuannya dalam memastikan kondisi prajurit bebas dari penularan Covid-19, mehilangkan rasa khwatir tepapar dan juga dalam mendukung Pemprov Riau dalam percepatan penanganan serta pencegegahan penularan di Riau.

"Jika tes swab ini sudah dilakukan dan mendapatkan hasil, maka kedepen rasa kekhawatiran terular tidak ada lagi pada kita. Dan keluarga kita juga bisa lebih tenang dan terjaga dari ancaman virus corona atau Covid-19," kata Syech.

"Selain itu, untuk pendeteksian Covid-19 ini sebenarnya ada dua metode yang bisa dilakukan, yaitu melalui rapid test dan PCR (Polymerase Chain Reaction) tes swab. Pemeriksaan menggunakan rapid tes hasilnya tidak bisa segera didapatkan. Tapi jika pemeriksaan melalui PCR swab menggunakan sampel lendir yang diambil dari dalam hidung maupun tenggorokan bisa langsung tau hasilnya. Tambah lagi pemeriksaan ini dinilai lebih akurat, sebab virus corona akan menempel di bagian dalam hidung atau tenggorokan saat masuk ke dalam tubuh. Maka itu kita menggunakan tes swab langsung," jelas Syech.

Lebih jauh jauh kata Putra Asli Bumi Lancang Kuning ini, jumlah prajurit lingkungam Korem 031/WB yang dilakukan tes swab ini berjumlah sekitar 100 prajurit. Dimana kedepan tes swab ini juga akan terus dilakukan dengan harapan seluruh prajurit aman dan bebas dari penularan Covid-19.

"Hari ini kita baru lakukan untuk 100 orang prajurit. Kedepan akan terus kita lakukan demi percepatan pendeteksian Covid-19 dengan maksimal," tutup Syech.

Sementara Gubernur Riau Drs. H. Syamsuar, M.Si., mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Danrem 031/WB yang telah memimpin lansung pelaksanaan tes swab ini. Diharapkan semua hasilnya negatif dan tidak satupun prajurit TNI di lingkungan Korem 031/WB yang terpapar Covid-19. 

"Kita doakan smoga semua prajurit TNI kita di Korem 031/WB ini aman, bebas Covid-19 dan tetap sehat sebagaimana mestinya," kata Syamsuar.

Selain itu, ia juga mengatakan dengan adanya tes swab yang di selenggarakan Danrem 031/WB ini, juga dapat membantu Provinsi Riau dalam memenuhi target swab yang ditetapkan pusat dengan maksimal 24 ribuan swab per bulan. hal itu juga demi percepatan pendeteksian pada seluruh penduduk di Riau.

"Dengan adanya pelaksanaan tes swab oleh Danrem 031/WB ini, bisa segera memenuhi target swab kita yang ditetapkan pusat, yaitu sebanyak 24 ribuan swab," tutup mantan Bupati Siak ini.(MCR/AZ)




Reporter: Taufik | Editor: Mahar Prastowo

Tips Memastikan Kebenaran Virus Corona Ala dr. Indra Yovi

Written By Taufik sf on 19 Juli, 2020 | 23.25


GEN-ID | Pekanbaru - Hingga saat ini masih ada beberapa kelompok masyarakat yang tidak percaya dengan keberadaan virus corona atau Covid-19. Meskipun sudah banyak korban jiwa dan kasus positif yang terus bertambah setiap hari.

Ketidakpercayaan tersebut juga disebarluaskan melalui media sosial, dimana secara tidak lansung juga berpengaruh pada pendirian masyarakat dalam mewaspadai bahaya penularan Covid-19. Terutama pada  masyarakat yang selama ini tidak hanya dibebani masalah Covid-19 tapi juga pada ekonomi yang sangat sulit selama musibah Covid-19 terjadi.

Jika dilihat dari media sosial yang beredar,  ada dua kubu terkait Covid-19 ini, yaitu kubu yang masih yakin dan percaya akan keberadaan Covid-19 dan kubu tidak yakin dan menyatakan Covid-19 ini adalah konspirasi untuk sebuah kepentingan. 

Munculnya versi dua kubu ini, juga mendapat kritikan serius dari berbagai tenaga medis penanganan Covid-19 di Indonesia. Pasalnya mereka juga merasa kecewa karena sebagian mereka juga sudah menjadi korban dalam penanganan Covid-19 ini. Termasuk di Provinsi Riau yang sebelumnya juga sudah ada beberapa tenaga medis yang dinyatakan positif Covid-19 tertular dari pasien positif yang mereka tangani.

Menanggapi hal ini, Juru bicara penanganan Covid-19 Riau dr. Indra Yovi menyatakan, tidak mau banyak komentar dengan adanya versi dua kubu ini, karena hal itu juga merupakan hak seseorang dalam berpendapat. Yang pasti untuk kasus Covid-19 ini ia menegaskan jangan dianggap hal biasa apa lagi di sepelekan.

"Bisa saja mereka yang tidak percaya itu karena mereka tidak merasakan. Tapi kalu ingin tau betul boleh masuk ke ruangan isolasi pasien positif tanpa menggunakan APD dan kita buktikan apa hasilnya," kata dr. Indra. 

Selain itu, ia juga menilai jika bagi mereka yang menyatakan tidak percaya Covid-19 belum tentu juga mereka bebas dari Covid-19 meskipun mereka terlihat sehat-sehat saja. Karena orang yang terkomformasi positif Covid-19 juga tidak menunjukan ada gejala sakit. Artinya jangan sampai takabur dengan keberadaan Covid-19. 

"Kita selama ini bisa melihat beberapa pasien positif Covid-19 terdiri dari orang tanpa gejala (OTG). Jadi jangan terlalu yakin dan percaya diri bebas dari Covid-19," jelas dr. Indra.

Mengingat adanya versi dua Kubu percaya dan tidak percayanya akan keberadaan Covid-19 ini, mengingatkan beliau pada salah satu mahasiswa Madinah, Arab Saudi asal Riau yang sebelumnya sempat diisolasi di Riau karena positif Covid-19. Dimana mahasiswa yang ilmu agamanya sangat bagus itu mengatakan jika terkait Covid-19 ini di Arab Saudi dokternya selalu berdoa agar bisa selamat dari wabah Covid-19. Kenapa untuk di Indonesia sendiri bisa tidak percaya akan Covid-19 yang juga terbukti secara nyata dan sekian banyak korban yang tertular bahkan sampai meninggal dunia. 

"Jadi, artinya saat ini kita tidak hanya menghadapi musibah wabah virus corona atau Covid-19, tapi juga sebuah kebodohan. Maka itu kalau tidak tau bertanya pada yang belajar atau yang ahli dan jangan asal menyebarkan. Dan jangan sampai hanya dengan pernyataan ini kita jadi korban berikutnya," tutup dr. Indra.(MCR/AZ).




Reporter: Taufik | Editor: Mahar Prastowo

Relawan Senkom Rescue Luwu Timur Turut Evakuasi Korban Bencana Banjir di Luwu Utara

Written By Redaksi on 18 Juli, 2020 | 12.53

Reporter: Bustamin | Editor: Mahar Prastowo



GEN-ID
| Masamba
- Sesosok jenazah pria ditemukan dalam keadaan tertimbun lumpur dan material kayu di sebuah area perkebunan warga di Dusun Tosa'pu, Desa Pombakka, Kecamatan Masamba, Luwu Utara, Sabtu (18/7/2020). Diperkirakan terseret banjir dan lumpur sejauh 3 km.

Tim Senkom Rescue dari Luwu Timur dengan sigap melakukan evakuasi temuan jenazah pertama dalam pencarian korban banjir bandang di hari ke-6 ini, bersama tim SAR gabungan.

Setelah dievakuasi oleh tim SAR gabungan, korban dimasukkan ke dalam kantong jenazah kemudian digotong untuk dilarikan ke RS. Hikmah Masamba dengan menggunakan kendaraan Pickup  operasional relawan Senkom Kabupaten Luwu Utara.



"Korban ini secepatnya kita bawa ke Rumah Sakit untuk diidentifikasi karena menurut warga korban tersebut bukan orang dari sini," tutur Ari Mustofa, ketua Senkom Luwu Timur, saat melakukan evakuasi.

Hingga hari keenam pasca banjir bandang lumpur yang melanda Masamba dan beberapa wilayah di sekitarnya di Luwu Utara, korban ditemukan  masih terus bertambah.

Tercatat hingga hari kelima atau jumat (17/07/2020) sore, sebanyak 32 orang korban meninggal telah dievakuasi. Senkom Luwu Timur pun tak ketinggalan mengerahkan relawannya.

Sebagaimana diketahui, pada hari Senin  (13/7/2020) malam wilayah Masamba Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, telah dilanda banjir bandang lumpur setelah diguyur hujan deras selama 2 hari di kawasan perbukitan dan lahan perluasan perkebunan sawit.

Akibatnya, pada hari yang sama  diketahui 21 orang meninggal dunia dan terus bertambah. Peristiwa banjir ini juga menyebabkan sekitar 15.000 warga setempat harus mengungsi.

Berdasarkan data sementara Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), ada sekitar 4.930 kepala keluarga yang terdampak banjir.

"Pukul 18.00 sore hari ini jumlah korban meninggal berdasarkan laporan dari tim di lapangan kemudian berkoordinasi dengan beberapa teman-teman puskesmas, hari ini kita total jumlah korban menjadi 32 orang," kata Kasi Ops Basarnas Makassar, Rizal.

Selain itu, musibah banjir bandang yang terjadi ini menyebabkan terputusnya jaringan komunikasi yang membuat terhambatnya penanganan bencana.

Banjir di Luwu Utara ini terjadi setelah Sungai Rongkong, Sungai Meli di Radda, dan Sungai Masamba tak dapat menampung curah hujan dan lumpur sehingga menyebabkan tebalnya lumpur yang menutupi jalan dan pemukima penduduk.

Menteri PUPR, Basuki Hadimulyono, telah menginstruksikan pembersihan lumpur di 3 sungai yakni Sungai Sabbang, Sungai Radda, dan Sungai Masamba, serta membuka jalur konektifitas guna memudahkan lalulintas evakuasi dan penyaluran bantuan. [GI]

Remaja Masjid LDII Samata Galang Bantuan Korban Banjir Bandang Masamba

Written By Redaksi on 17 Juli, 2020 | 08.44

Reporter: Bung Salim, Bustamin | Editor: Mahar Prastowo








GEN-ID | Gowa - Remaja masjid Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kelurahan Samata memberikan perhatian atas bencana banjir bandang yang terjadi di Masamba Kabupaten Luwu Utara.

Untuk meringankan beban korban banjir bandang itu maka remaja LDII Kelurahan Samata menghimpun bantuan berupa sembako, pakaian layak pakai, obat-obatan, popok bayi, pembalut wanita dan lain-lain, pada hari Jum'at (16/7/2020).


Bantuan yang terkumpul dari berbagai elemen masyarakat ini  disalurkan melalui Posko Bantuan Bencana Banjir Bandang Luwu Utara yang didirikan oleh Senkom Mitra Polri Provinsi Sulawesi Selatan,  didistribusikan pada hari Sabtu (18/2/2020).

Pembina remaja LDII Kelurahan Samata, Nursalim menuturkan tujuan daripada kegiatan ini tidak lain adalah untuk membantu meringankan beban para korban yang sedang tertimpa musibah banjir bandang.

Bantuan yang berhasil dikummpulkan  dipilah dan disatukan sesuai dengan jenis barang seperti pakaian pria, pakaian wanita, pakaian anak-anak, popok bayi, obat-obatan dan lainnya, agar memudahkan saat pembagian ke korban banjir bandang.

"Semoga bantuan dari masyarakat yang kita kumpulkan ini bisa bermanfaat bagi para korban banjir bandang di sana," ujar Arif Setiawan, salah seorang aktifis remaja masjid.

Sebagaimana diketahui, banjir bandang melanda Masamba Luwu Utara pada Senin malam (13/7/2020) sehingga menyebabkan 32 orang terkonfirmasi  meninggal dunia.


Peristiwa banjir ini juga menyebabkan sekitar 15.000 warga setempat harus mengungsi dan dua orang hingga Kamis (16/7/2020) masih dalam pencarian.

Berdasarkan data sementara Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), ada sekitar 4.930 kepala keluarga yang terdampak banjir.

Selain itu, musibah banjir bandang yang terjadi ini menyebabkan terputusnya jaringan komunikasi yang membuat terhambatnya penanganan bencana.



Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG) membuat analisis dari sisi meteorologis, yang mengungkapkan banjir bandang yang terjadi dipicu oleh hujan intensitas sedang hingga lebat selama dua hari sebelum banjir melanda yang terjadi di wilayah perbukitan.

Tim gabungan Basarnas, BPBD, TNI, Polri, dan relawan seperti Senkom Rescue, Tagana dan lain-lain masih terus melakukan upaya evakuasi. []


Demi Cegah Kerusakan Lingkungan, Rapat Paripurna DPRD Sumbar Sepakati Ranperda PPLH

Reporter: Riki Abdillah | Editor: Mahar Prastowo


GEN-ID
| Padang
- Guna melindungi lingkungan hidup dalam kegiatan pembangunan berkelanjutan di Sumatera Barat, pihak eksekutif dan legislatif menyepakati dan mengesahkan butir-butir Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (RPPLH) dalam rapat Paripurna di ruang sidang utama DPRD Sumbar, Kamis (16/7/2020).


Rapat dibuka dan dipimpin langsung oleh ketua DPRD Sumbar Supardi dan dihadiri segenap anggota pansus perencanaan pelindungan dan pengelolaan lingkungan hidup DPRD Sumbar, serta Wagub Sumbar Nasrul Abit.


Sejauh ini DPRD  menilai pemerintah belum mensinergikan program masing-masing dokumen perencanaan jangka panjang daerah sehingga program masing-masing agenda berjalan sendiri sendiri.

DPRD mengharapkan Pemda dapat menyusun rencana kerja yang jelas dan terukur dalam penanganan pengelolaan lingkungan hidup di Sumbar.

“Pemda perlu menata kembali pemanfaatan kawasan yang tidak sesuai dengan peruntukkannya yang berpotensi merusak lingkungan hidup,” ujar Ketua DPRD Supardi.

“DPRD melihat dan OPD terkait belum mensinergikan program masing- masing dokumen perencanaan jangka panjang tersebut. Akibatnya program masing- masing agenda berjalan sendiri- sendiri dan tidak saling bersinergi satu sama lainnya,” umgkap Supardi.

Dikatakan Supardi, dalam Ranperda tentang Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, pihaknya memberikan catatan untuk dapat menjadi perhatian Pemda termasuk dalam dokumen perencanaan jangka panjang, maka terdapat 5 dokumen jangka yang perlu disinergikan yaitu RPJPD, RZWP3K, RIPDA, Pengembangan Kawasan Industri dan RPPLH.

“Perda RPPLH ini harus disinergikan dengan program dan regulasi lain yang sudah ada, diantaranya, RPJPD, RZWP3K dan Pengembangan Kawasan Industri,” jelas Supardi.

Berbagai permasalah lingkungan yang terjadi di Sumbar akibat belum adanya perda yang tegas mengatur PPLH antara lain  kegiatan illegal logging, illegal mining dan tidak dilaksanakan reklamasi pasca tambang, sehingga mengakibatkan banyak terjadi  kerusakan lingkungan hidup yang berpotensi menimbulkan bencana baru di Sumbar.

Sebelumnya Pansus Perencanaan dan Pengelolaan Perlindungan Lingkungan Hidup DPRD Provinsi Sumbar sudah menegaskan kembali kepada pemerintah Provinsi dan Kabupupaten/ Kota untuk menyusun Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (RPPLH).

DPRD berharap kepada Pemerintah dan instansi terkait baik provinsi dan kabupaten/kota untuk segera menyusun RPPLH dan menetapkan dalam peraturan daerah sesuai dengan kewenangannya, menggunakan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) dan memuat tentang pemanfaatan dan/atau pencadangan sumber daya alam, pemeliharaan dan perlindungan kualitas dan/atau fungsi lingkungan hidup, pengendalian, pemantauan, serta pendayagunaan dan pelestarian sumber daya alam serta adaptasi dan mitigasi terhadap perubahan iklim.

RPPLH provinsi merupakan perencanaan penjabaran dari rencana perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup nasional, yang merupakan bagian dari rangkaian rencana pembangunan daerah materi muatannya harus menjadi acuan dari penyusunan pembangunan jangka panjang, jangka menengah dan pembangunan jangka pendek, serta merupakan bagian dari integrasi dalam pembangunan ekonomi yang akhirnya dapat mempengaruhi perencanaan dari berbagai sektor.

Konsep tersebut didasarkan pada pemahaman bahwa lingkungan beserta komponen didalamnya memiliki peran penting dalam mendukung kehidupan yang selama ini belum dipertimbangkan dalam sistem ekonomi di daerah.

"Kami sangat mengapresiasi keinginan pemerintah daerah untuk terus bersinergi dengan pansus dalam pembahasan selanjutnya guna sinkronisasi pengaturan dan harmonisasi materi muatan ranperda ini," ujar Supardi.

Selanjutnya DPRD berharap agar organisasi perangkat daerah segera menyiapkan peraturan gubernur sebagai peraturan pelaksanaan dari peraturan daerah yang dimaksud, sehingga Ranperda yang telah ditetapkan tersebut dapat diaplikasikan.

Sehingga akhirnya dengan ditetapkannya peraturan daerah tentang Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, agar dapat menjadi perlindungan daerah  senantiasa akan menjadi pedoman bagi pemerintah dalam pelaksanaan pembangunan lingkungan hidup serta memberi kepastian hukum dalam pelaksanaan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup khususnya di daerah Sumatera Barat, sesuai dengan amanat dari UU Lingkungan Hidup No.32  tahun 2009 pasal 10 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Dalam UU Lingkungan Hidup No.32  tahun 2009 pasal 10 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dinyatakan bahwa RPPLH diatur oleh peraturan daerah dan dalam penyusunannya harus memperhatikan beberapa aspek antara lain keragaman karakter dan fungsi ekologis, sebaran penduduk, sebaran potensi Sumber Daya Alam (SDA), kearifan lokal, dan aspirasi masyarakat serta perubahan iklim.

Ditambah lagi dengan  Surat Edaran Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor: SE.5/Menlhk/PKTL/PPLH.3/11/2016 tentang penyusunan rencana perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup provinsi dan kabupaten/kota yang meminta  Gubernur dan Bupati/Walikota untuk menyusun dan menetapkan RPPLH Provinsi dan RPPLH Kab/Kota sesuai kewenangannya. []

Polri Tegaskan Dukung Penuh Kebijakan Pemerintah Mencapai Ketahanan Ekonomi dan Pangan

Written By Redaksi on 16 Juli, 2020 | 12.55

Reporter : Abdul Rozak | Editor: Mahar Prastowo

GEN-ID| Jakarta
- Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri, Komjen Pol Agus Andrianto, selaku Kaopspus Aman Nusa II-Penanganan COVID-19, menegaskan bahwa Polri akan mendukung penuh semua kebijakan pemerintah termasuk dalam hal ketahanan ekonomi dan ketahanan pangan.

"Kita tidak boleh bekerja biasa-biasa saja tapi harus luar biasa, extraordinary. Intinya pertumbuhan ekonomi Indonesia jangan sampai minus," kata Komjen Pol Agus Andrianto di Ruang Kerja Baharkam Polri, Kompleks Mabes Polri, Jakarta, Kamis, 16 Juli 2020.

Dalam penanganan pandemi COVID-19, Komjen Pol Agus Andrianto melanjutkan, setiap negara memang memiliki caranya masing-masing dan kebijakan yang berbeda-beda. Indonesia sendiri memfokuskan penanganan COVID-19 di bawah koordinasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19. Sementara Polri mengambil peran membantu Gugus Tugas.

Untuk itu, ungkap Komjen Pol Agus Andrianto, Polri menggelar Operasi Kepolisian Terpusat Kontinjensi Aman Nusa II-Penanganan COVID-19 Tahun 2020. Dalam operasi ini, tugas Polri tidak hanya pada penanganan dampak kesehatan, tapi mencakup juga dampak lainnya seperti sosial dan ekonomi.

"Karena danpak COVID ini bukan hanya di kesehatan tapi akan berpengaruh ke dampak ekonomi. Bila tidak diatasi, akan berdampak sosial. Bila dampak sosial tidak bisa diatasi, maka akan dapat menjadi dampak politik," terang Komjen Pol Agus Andrianto.

Selain itu, lanjutnya, Polri juga bahu-membahu bersama TNI dan pemerintah daerah mengajak masyarakat untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan agar masyarakat semakin produktif dan aman COVID.

Baharkam Polri sendiri, bekerja sama dengan instansi terkait lainnya, akan berupaya fokus pada pemeliharaan keamanan dan pencegahan kejahatan dengan melakukan kegiatan preemtif dan preventif.

"Bila kejahatan masih tinggi, fungsi Baharkam-lah yang patut disalahkan karena tidak mampu mencegah bertemunya niat-kesempatan pelaku tindak pidana," tegas Komjen Pol Agus Andrianto. [gi]

Tambah 3 lagi, Pasien Positif Covid-19 Riau menjadi 246 Orang Per 14 Juli 2020

Written By Taufik sf on 15 Juli, 2020 | 00.19

GEN-ID | Pekanbaru - Pasca diumumkan tiga kasus positif, Selasa (14/07) ini, Tim Gugus Tugas Penanganan dan Percepatan Covid-19 Provinsi Riau akan melakukan tracing terhadap yang positif pada hari  Rabu (15/07).

"Tim akan melakukan tracing kepada ketiga pasien ini, Rabu besok," kata Juru Bicara Covid-19 Provinsi Riau, dr. Indra Yovi, Selasa (14/07) sore di Posko Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Riau.

Upaya tracing akan dilakukan terhadap kerabat dan para tetangga dari Nyonya SR pasien nomor 244 yang merupakan warga Siak.

Selanjutnya, untuk tracing terhadap Ny. YB akan dilakukan dengan berkoordinasi dengan Tim Gugus Tugas Kota Pekanbaru.

Sedangkan, untuk proses tracing terhadap Tn. N (42). Pihaknya, sebut Yovi akan berkoordinasi dengan Tim Gugus Tugas Provinsi Jabar dan Jakarta.

Proses tracing terhadap Tn. N, sebut Yovi, sama halnya dengan yang dilakukan terhadap Tn. ES warga Rohul yang positif di Jakarta. Kemudian, juga seperti koordinasi dengan Tim Gugus Tugas Kepulauan Riau (Kepri) terhadap Tn. DH, kluster BRI, Sudirman.

Hal ini dilakukan, sebut Yovi, mengingat untuk dua pasien asal Riau. Dinyatakan, keduanya tidak memiliki riwayat perjalanan. 

"Proses tracing ini untuk melacak dari siapa penularan atau menularkan kepada siapa keduanya," beber Yovi.

dr. Yovi juga menjelaskan, saat ini total kasus positif di Riau menjadi 246 kasus.

Rinciannya, saat ini 14 pasien masih dirawat, yang telah dipulangkan karena telah negatif sebanyak 221 orang. Sedangkan, kasus kematian karena Covid-19 tidak bergerak dari angka 12 orang.

Pada kasus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang masih dirawat berjumlah 66 pasien, dan yang negatif Covid-19 dan dipulangkan berjumlah 2.076 orang.

Kemudian, pada kasus PDP meninggal dunia berjumlah 202 orang. Sedangkan untuk total PDP keseluruhan berjumlah 
2.344 orang.

Pada kasus Orang Dalam Pemantauan (ODP) berjumlah 3.916 orang, yang  sudah selesai pemantauan berjumlah 80.233 orang.(MCR/HB)



Reporter: Taufik | Editor: Mahar Prastowo 

Pasien Positif Covid-19 Bertambah, Ketua Senkom Kota Pekanbaru Ajak Warga Tetap Pakai Masker

Written By Taufik sf on 14 Juli, 2020 | 23.50

GEN-ID | Pekanbaru - Adelino Putra, S.H., Ketua Senkom Mitra Polri Kota Pekanbaru menanggapi keterangan Jubir Covid-19 tentang update perkembangan pasien positif Covid-19 di Provinsi Riau.

"Sebagai ormas yang selalu siap membela negara, saya menghimbau kepada seluruh anggota Senkom Kota Pekanbaru khususnya, dan warga Pekanbaru umumnya, selalu pergunakan masker saat keluar rumah, kurangi aktivitas yang kurang bermanfaat diluar rumah, terapkan protokol kesehatan dilingkungan masing-masing. Kalo bukan kita siapa lagi yang peduli akan hal ini. Kalo bukan sekarang kapan lagi. Jangan tergantung pada bantuan orang lain, atau team medis. Kita harus mandiri dalam menyikapi pandemi ini. Kita harus bisa hidup nyaman berdampingan dengan bencana. Ingat himbauan dr. Indra, memakai masker bisa mencegah Covid-19 70 persen," harap Adelino.

Sebagaimana diketahui, Hari ini Selasa (14/07), Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 dr. Indra Yovi saat konferensi pers di posko gugus tugas Covid-19 Riau menjelaskan terdapat penambahan tiga kasus positif di Provinsi Riau. 

"Informasi update Covid-19 di Riau ada penambahan 3 kasus positif di Riau sehingga total kasus positif di Riau 246 kasus. Dari total tersebut 14 dirawat 11 meninggal dunia , dan 221 orang sudah sembuh dan kembali ke keluarga. Sedangkan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang masih di rawat berjumlah 66 orang dan ODP yang masih dilakukan pemantauan sebanyak 3.916 orang," ungkap dr. Indra.

Lebih jauh Jubir Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Riau turut memprioritaskan mentracing kontak erat pasien nomor 244 dan 246. Sedangkan Untuk Pasien 245 kasus impor maka tim gugus tugas akan berkoordinasi dengan gugus tugas Provinsi DKI Jakarta dan Jawa Barat. 

"Dua orang pasien utama tracing kontak 244 dan 246, dan kasus 245 untuk Jawa barat  akan dilakukan koordinasi diskes Jabar dan diskes DKI Jakarta," ujar dr. Indra.(MCR/ HMH)




Reporter: Taufik | Editor: Mahar Prastowo

Tambah 3, Pasien Positif Covid-19 Riau Jadi 243 Orang Per 13 Juli 2020


GEN-ID | Pekanbaru -  Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Riau dr. Indra Yovi menjelaskan tambahan tiga kasus positif Covid-19 di Provinsi Riau. Tambahan kasus baru ini berasal dari Kabupaten Kampar, Pekanbaru dan Siak. 

Hal ini dijelaskan Juru Bicara Covid-19 Riau dr. Indra Yovi saat konferensi pers di posko gugus tugas Covid-19 Riau, Senin (13/07).

Pasien 241 positif Covid-19 di Riau adalah Tn. R (35) yang merupakan warga Kabupaten Kampar dan saat ini sudah diisolasi dan dirawat di Kabupaten Kampar. Tn. R (35) melakukan Rapid Test  dengan hasil Reaktif dan dilanjutkan pemeriksaan Swab (11 Juli 2020) disalah satu Rumah Sakit Umum Daerah yang ada di Kabupaten Kampar dengan hasil pemeriksaan dinyatakan Positif Covid-19. Tn. R (35) memiliki Riwayat perjalanan dari Provinsi Sumatra Barat 2 Minggu yang lalu.

Kemudian pasien 242 positif Covid-19 di Riau adalah Tn. R (26) yang merupakan warga Provinsi Sumatra Selatan yang melakukan perjalanan ke Provinsi Riau untuk bekerja disalah satu perusahaan yang ada di Kabupaten Siak. Perusahaan tersebut mensyaratkan setiap pegawai untuk dilakukan rapid test. Tn. R (26) melakukan Rapid Test dengan hasil Reaktif dan dilanjutkan pemeriksaan Swab (11 Juli 2020) disalah satu Rumah Sakit di Kota Pekanbaru dengan hasil dinyatakan Positif Covid-19. Tn. R (26) saat ini sudah diisolasi dan dirawat di Kota Pekanbaru. Belum diketahui riwayat penularan dari Tn. R (26) karena tidak memiliki riwayat kontak erat dengan pasien positif Covid-19.

Kemudian pasien 243 positif Covid-19 di Riau adalah Ny. F (80) yang merupakan warga Kabupaten Siak dan saat ini sudah diisolasi dan dirawat di Kabupaten Siak. Ny. F (80) merupakan pasien dengan keluhan demam disertai hasil Rontgen Pneumonia dan dilanjutkan dengan pemeriksaan Rapid Test tanggal 10 Juli 2020 dengan hasil Reaktif. Tanggal 11 Juli dilakukan pemeriksaan PCR dengan hasil yang dinyatakan Positif Covid-19. Belum diketahui Riwayat penularan dari Ny. F (80 tahun) karena tidak memiliki Riwayat perjalanan dan Riwayat kontak erat dengan pasien positif covid-19. 

Lebih lanjut dr. Indra Yovi menjelaskan dengan tambahan tiga Kasus Positif ini menjadikan akumulasi kasus positif Covid-19 di Riau 243 Kasus. 

"Total Positif di Riau 243 kasus positif dengan rincian 11 dirawat, 221 sehat dan sudah dipulangkan, dan 11 meninggal dunia," ujar dr. Yovi. (MCR/HMH)





Reporter: Taufik | Editor: Mahar Prastowo

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. GEN-ID ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by daguku