Kontak Redaksi: WA 0813-8728-4468, email: koordinator.liputan@gmail.com
Latest Post
portal ini dikembangkan guna pemberdayaan komunitas dan penguatan kelembagaan, pengiriman artikel, foto, video, slip donasi pengembangan web dapat melalui WA 0813-8728-4468
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Tinjau Penyaluran BST, Lurah Kebon Pala Pastikan Penerapan Prokes 3M




GEN-ID
| Jakarta Timur
- Guna memastikan penerapan protokol kesehatan (prokes) 3M dalam penyaluran Bantuan Soail Tunai (BST), Lurah Kebon Pala Kecamatan Makasar Jakarta Timur Faisal Riza, M.Kes melakukan peninjauan penyaluran BST di wilayahnya, Selasa (12/01/2021).

Protokol Kesehatan (Prokes) 3M dimaksud adalah Memakai masker, Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan.

Titik penyaluran BST dibagi dengan memanfaatkan kompleks gedung Sekolah Dasar Negeri 01, 02 di Jalan Cakrawala dan Kompleks SDN 03,04,05 Kebon Pala di Jalan Jengki-Cipinang Asem.

Pada setiap titik penyaluran BST tersebut diterapkan protokol kesehatan ketat dengan jumlah   penerima manfaat (BST) sebanyak 500 orang.

Seluruh unit kerja organisasi pemerintahan kelurahan terlibat secara aktif. Hal ini nampak dalam apel persiapan pelaksanaan penyaluran BST pada Selasa pagi serta di lokasi penyaluran BST.




Diungkapkan Faisal bahwa Provinsi DKI Jakarta mulai mendistribusikan BST pada hari ini, Selasa (12/01/2021) dan Kota Administrasi Jakarta Timur menjadi wilayah pertama pendistribusian BST.

Penerima Bantuan Sosial Tunai akan menerima bantuan dalam bentuk uang tunai senilai Rp300.000,-.

BST di Pemprov DKI Jakarta berasal dari dua sumber, yakni dari APBN Kementerian Sosial RI dan dari APBD Pemprov DKI.

Namun khusus untuk BST yang berada di wilayah Jakarta Timur, keseluruhan berasal dari APBD Provinsi DKI Jakarta.

Total keseluruhan BST di Provinsi DKI Jakarta berjumlah 1.805.216 BST, dengan rincian 750.000 berasal dari APBN Kementerian Sosial RI dan 1.055.216 berasal dari APBD Provinsi DKI Jakarta.

Perincian total BST yang disalurkan untuk wilayah Jakarta Timur sebanyak 532.295 bantuan, Jakarta Utara 307.371, Jakarta Selatan 356.371, Jakarta Barat 419.721, Jakarta Pusat 183.895 dan Kepulauan Seribu sebanyak 5.563 bantuan.

Untuk mengetahui daftar nama penerima BST dari Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta, warga dapat bertanya kepada RW tempat tinggal masing-masing atau Petugas Pendata dan Pendamping Sosial (Pendamsos) di kelurahan setempat atau dengan mengecek di https://corona.jakarta.go.id/

Pertanyaan dan keluhan dapat disampaikan melalui call center Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta melalui nomor telepon (021) 426 5115 atau menghubungi nomor seluler 0821-1142-0717.


Mahar Prastowo


Mengapa Remaja Harus Melek Kesehatan Reproduksi? Ini Penjelasan TPM Biologi Kesehatan FKUI


GEN-ID | Masih banyak yang menganggap pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi tabu untuk dibahas secara terbuka. Organ reproduksi dianggap sesuatu yang sakral, bersifat privasi dan rahasia dengan alasan adat ketimuran. Akibatnya si pemilik  organ reproduksi  tidak memiliki pengetahuan cukup mengenai organ tersebut dan bagaimana cara menjaganya. Pada akhirnya justru menimbulkan masalah baru buat rmaja, keluarga dan masyarakatnya.

Sebenarnya pengetahuan kesehatan reproduksi tak hanya wajib, harus, kudu diketahui remaja, tapi juga buat orang tua dan kerabat terdekat remaja. Karena remaja biasa mengalamai galau, halu, rungsing saat mengalami perubahan-perubahan pada tubuhnya di masa pubertas. Seperti cowok bingung lihat jakun mulai keliatan seperti nelen biji salak, jerawatan atau mulai tumbuh rambut di sana-sini. Begitu juga buat cewek yang dadanya tiba-tiba berasa membesar dan mengkal, dan terutama saat pertama kali mengalami menstruasi, apalagi ngocor pertama kali di sekolahan. Horror, deh.

Hal-hal seperti diatas biasanya ditandai dengan seringnya remaja bolak-balik ngaca memperhatikan tubuhnya. Iya, kan? Udah ngaku aja, dosen, guru dan yang nulis pernah ngalamin  masa-masa itu soalnya.

Nah, buat ngatasin  masalah pembatasan pertemuan kerumunan dalam protokol kesehatan selama pandemi Covid-19,  TPM (Tim Pengabdian Masyarakat)  Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia tanggap perlu adanya sosialisasi pengetahuan mengenai reproduksi di masa pubertas dalam bentuk webinar kepada para siswa-siswi SMP/SMA serta guru.

Pengabdian Masyarakat merupakan salah satu dari Tri Dharma Perguruan Tinggi disamping Penelitian dan Pengembangan, serta Pendidikan dan Pengajaran.

Tim Pengabdian Masyarakat UI dalam webinar ini  terdiri dari para dosen Biologi Kesehatan dari Fakultas Kedokteran UI, dan sebagai tuan rumahnya adalah SMPN 126 Jakarta Timur yang nama Kepala Sekolahnya Ibu Ekasari Kartika Ningtyas. Buseeet, dah. Fotonya burem, maafin ya, bu.


Salah satu hal penting yang diajarin sama para dosen, adalah disiplin mandi dua kali sehari. Soalnya di masa pandemi ini kan para siswa-siswi menjalani Pembelajaran Jarak Jauh alias PJJ yang bisa dilakukan sambil tiduran, nonton tv, dan nggak perlu mandi pagi. Tak jarang malah kebablasan jadi nggak mandi seharian sampai tidur lagi. Itu bahaya buat organ reproduksi. Bisa jamuran, tauk!



Para dosen, kali ini memang ngajarin materi edukasi bagi remaja siswa-siswi SMP dan SMA supaya memahami  anatomi dan fisiologi organ reproduksinya, dan menjaga kebersihan serta kesehatan agar terhindar dari penyakit dan kekerasan seksual.

Mereka adalah para ahli dari Tim Pengabdian Masyarakat UI yang terdiri dari Dr. Dwi Anita Suryandari, M.Biomed sekaligus sebagai ketua kegiatan,  dr. Dewi Sukmawati, M.Kes., PhD.,  Dr. dr. Anna Rozaliyani, M.Biomed., Sp.P.Deswaty Furqonita, S.Si., M.Biomed.,  dan Dr. drg. Dwirini Retno Gunarti, MS


Yang mengejutkan ternyata  peserta cukup antusias (atau mungkin karena diwajibin sama guru?). Soalnya yang ikut webinar ini sampai 700 peserta. Tapi wajar saja sih apalagi  selain pesertanya siswa siswi SMPN 126  Jakarta Timur, ada juga dari FGPI (Forum Guru Peneliti Indonesia) provinsi Jawa Tengah yang merupakan para guru pembimbing penelitian tingkat SMP dan SMA di Jawa Tengah. Ketiganya yaitu UI - SMPN 126 - FGPI ini bekerjasama ngadain acara yang diinisiasi dan disponsori PengMas UI.

Apa saja sih materinya? Dan mengapa kalian para remaja mesti tahu, melek, dengan kesehatan reproduksi?

Buat kalian yang ikutan webinarnya tapi sudah lupa materinya, atau yang nggak ikutan tapi pengen tahu. Di bawah ini sahabat kalian dari redaksi Generasi Indonesia mencatat beberapa hal yang dikutip dari para pemateri.


Dr. Dwi Anita Suryandari, M.Biomed 

Dosen Biologi Kesehatan FKUI dan peneliti kelainan genetik kromosom Y pada pria infertil ini menjelaskan struktur anatomi dan fisiologi organ reproduksi dan beberapa fenomena yang dialami oleh remaja pria. Mulai dari proses pembentukan sperma (spermatogenesis), bagaimana terjadinya perubahan yang dialami oleh remaja pria pada masa pubertas seperti mimpi basah,  terjadinya  ereksi, ejakulasi, sampai terjadinya orgasme.

Dijelaskan juga perubahan yang terjadi pada wanita yang memasuki masa pubertas  seperti proses pembentukan sel telur (oogenesis), menstruasi, ovulasi, siklus mamae (perubahan bentuk payudara) dan proses terjadinya kehamilan.

"Kondisi informasi yang minim dan menyesatkan mengenai kesehatan reproduksi pada remaja dan didukung oleh perkembangan emosi yang masih labil, seringkali  membuat remaja dihadapkan pada kebiasaan yang tidak sehat, seperti seks bebas, merokok, minum-minuman beralkohol, penyalahgunaan obat, dan suntikan. Minimnya pengetahuan reproduksi pada remaja dapat  memicu terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, antara lain pernikahan usia muda, kehamilan yang tidak diinginkan, aborsi, infeksi menular seksual, kekerasan seksual, dan lain-lain yang cukup meresahkan di kalangan masyarakat," terang Dr. Dwi Anita Suryandari, M.Biomed.

Lanjut Dr. Dwi Anita Suryandari, pengetahuan tentang kesehatan reproduksi  bisa menjadi pelindung awal yang dapat menghindarkan remaja dari melakukan aktivitas seksual di usia remaja.

"Remaja perlu mengetahui bahwa melakukan aktivitas seksual di usia dini, di saat organ reproduksi belum berkembang secara sempurna, sejatinya akan meningkatkan risiko kesehatan secara  fisik dan mental bagi dirinya sendiri. Belum lagi risiko yang harus dihadapi seandainya remaja tidak menjaga kebersihan dan kesehatan organ, reproduksinya," ungkap Dr. Dwi Anita Suryandari.

Oleh karena itu, terang peneliti kelainan genetik kromosom Y pada pria infertil ini diperlukan pengetahuan sejak dini mengenai organ reproduksi yang dimiliki oleh dirinya maupun yang dimiliki oleh lawan jenisnya.

"Pengetahuan tersebut selayaknya perlu dimiliki agar baik remaja laki-laki dan perempuan perduli dengan risiko kesehatan yang dimiliki kedua belah pihak," ujarnya.

Itu sebabnya perlu ditumbuhkembangkan kesadaran sejak dini agar remaja menjaga kesehatan reproduksi. Sebab, masa remaja adalah waktu terbaik untuk melatih kebiasaan menjaga kebersihan, yang bisa menjadi aset dalam jangka panjang.



dr. Dewi Sukmawati, M.Biomed

Asisten Profesor asal Unibraw yang menjagar di FKUI ini menjelaskan bagaimana perilaku atau kebiasaan baik yang harus dilakukan oleh remaja dalam menjaga kesehatan organ reproduksinya. Seperti mandi minimal dua kali sehari, memakai pakaian dalam dengan bahan yang menyerap keringat agar tidak membuat organ reproduksi menjadi lembab dan meningkatkan kemungkinan terjadinya infeksi.




"Pada dasarnya remaja harus  memiliki pengetahuan seputar kesehatan reproduksi. Tak hanya untuk menjaga kesehatan dan fungsi organ tersebut, informasi yang benar terhadap pembahasan ini juga bisa menghindari remaja melakukan hal-hal yang tidak diinginkan," terang dr. Dewi Sukmawati.

Lanjut dr. Dewi Sukmawati, "dengan memiliki pengetahuan yang tepat terhadap proses reproduksi serta cara menjaga kesehatannya, diharapkan mampu membuat remaja lebih bertanggung jawab terutama mengenai proses reproduksi, dan dapat berpikir ulang sebelum melakukan hal-hal yang dapat merugikan."

Diungkapkan dr. Dewi, pengetahuan seputar masalah reproduksi tidak hanya wajib bagi remaja putri saja. "Remaja laki-laki juga harus mengetahui serta memahami cara menjaga organ reproduksinya  agar tetap sehat. Pergaulan yang salah juga pada akhirnya bisa memberi dampak merugikan pada remaja laki-laki baik secara fisik maupun psikologis," ujarnya.

Dokter Dewi juga menjelaskan  bagaimana melindungi diri dari kekerasan seksual yang saaat ini marak terjadi di masyarakat. "Remaja juga  perlu dikenalkan dengan hak-hak reproduksi yang ia miliki. Selain itu, diperlukan juga pengetahuan tentang kekerasan seksual yang mungkin terjadi, apa saja jenisnya, dan bagaimana cara untuk mencegahnya," terangnya.




Dr. Anna Rozaliayani, M.Biomed Sp.P(K)

Nah, dokter satu ini nggak asing buat yang suka diam-diam konsultasi lewat online halodoc.

Di webinar ini dokter Anna menjelaskan mengenai berbagai infeksi mikroorganisme seperti bakteri, virus dan jamur yang dapat  menyerang organ reproduksi.

Diungkapkan Dr. Anna, mikroorganisme seperti Trichomonas vaginalis, jamur Candida, menyebabkan nyeri pada saat berkemih dan virus HIV bepotensi menyebabkan terjadinya penyakit herpes pada organ kelamin.

Diungkapkan Dr. Anna, para remaja juga rentan untuk mengalami risiko penyakit bila tidak memahami kesehatan reproduksi. Aspek ini juga sebaiknya sudah mulai dikenalkan dan disampaikan pada remaja yang sudah beranjak dewasa.


"Dengan mengetahui risiko yang mungkin terjadi, remaja tentu akan lebih berhati-hati dan lebih menjaga kesehatan reproduksinya," kata Dr. Anna.

Dengan bekal pengetahuan ini diharapkan remaja dapat tumbuh kembang secara sehat dan bertanggung jawab untuk mengerti hak atas organ reproduksinya, dengan tidak mudah melakukan penyimpangan perilaku seperti melakukan seks bebas dan di luar nikah, serta eksploitasi lain yang dapat menyebabkan infeksi organ reproduksi.

Remaja sehat masa depan bangsa!


Reporter: Agus Wiebowo
Editor: Mahar Prastowo

Puskesmas dan Kelurahan Kayuringin Jaya Giatkan Sosialisasi Bahaya Tuberculosis



GEN-ID| Kesehatan - Ditengah masa pandemi Covid-19 ini terdapat satu penyakit yang luput dari perhatian banyak orang, yaitu TBC (tuberculosis) atau TB. Efeknya dianggap sama bahkan lebih berbahaya dibanding Covid-19 yang secara nasional menyebabkan 11 orang meninggal setiap jam.

Data menunjukkan bahwa angka kasus penderita TB di Indonesia masih cukup tinggi. Pada skala dunia, Indonesia masuk peringkat ketiga setelah India dan China. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI, kasus TBC di Indonesia pada 2017 lalu menyebabkan 116.000 orang meninggal dunia dan pada 2018 sebanyak 98.000 orang meninggal dunia.

Mewaspadai bahaya ancaman kesehatan masyarakat itu Kelurahan Kayuringin Jaya, Bekasi, bersama bersama UPTD Puskesmas Perumnas 2 Kayuringin Jaya, pada Senin 23 November 2020 mengadakan  kegiatan Lokakarya Kesehatan guna sosialisasi tentang bahaya TB.

“Kegiatan hari ini adalah kegiatan rutin lokakarya triwulan yang dalam setahun empat kali melakukan ini bersinergi dengan kelurahan Kayuringin Jaya dan lintas sektor lainnya,” ujar dokter Ariska Agustina, Kepala Puskesmas Perumnas 2, Senin 23 November 2020.

Dikatakan dokter Ariska,  selain TB pada kesempatan ini juga dilakukan sosialisasi bahaya HIV/AIDS, keduanya sama penting disampaikan karena  bahayanya.

Khusus kasus TB, Ariska mengatakan provinsi Jawa Barat menempati urutan ketiga dengan jumlah pengidap TB setelah Papua dan Banten. "Di kelurahan Kayuringin sendiri, hampir seratus orang pasien TB, dua puluh orang diantaranya tengah menjalani pengobatan rutin," terang Ariska.

Untuk pengendalian dan monitoring laju peningkatan jumlah orang yang mengidap TB, selain menggalakkan sosialisasi oleh petugas Puskesmas juga melibatkan para kader kesehatan yang ada di kelurahan Kayuringin. “Kader ini sudah kami latih bagaimana memantau pasien TB yang ada di wilayah dan menginformasikan ke kami tim kesehatan agar bisa kami tindak lanjuti segera,” terangnya.



Lurah Kayuringin Jaya Ricky Suhendar yang meninjau kegiatan menekankan bahwa kasus TB justru lebih berbahaya daripada Covid-19.

“Ada beberapa warga yang kena TB dan TB itu sangat berbahaya karena langsung menyerang paru-paru, juga efek dan penyebarannya begitu cepat,” kata Ricky.

Oleh karena itu, guna menekan jumlah pengidap penyakit TB di masyarakat, pihak kelurahan akan terus meningkatkan pengawasan dan sosialisasi di tingkat RT dan RW bekerjasama dengan pihak Puskesmas. "Bagi yang memiliki gejala TB agar segera dilaporkan ke pihak Puskesmas, kelurahan dan Dinas Kesehatan," imbau Lurah Ricky.

“Yang paling penting adalah selalu menjaga kebersihan lingkungan luar rumah dan dalam rumah. Jangan sampai rumah itu selalu gelap dan cahaya tidak masuk karena virus suka di tempat-tempat lembab, kotor,” ujar Ricky.

Senada dengan Lurah Ricky, karena penularannya yang mirip dengan Corona,  Sekretaris Kelurahan Kayuringin Jaya Agus H Mamun  menyampaikan himbauan kepada warga dan menekankan untuk tetap patuhi himbauan pemerintah, agar tidak berkumpul di luar rumah guna memutus penyebaran Covid-19, "demi kebaikan kita bersama biasakan menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun dan tetap jaga jarak. Himbauan 3 M ini supaya benar-benar dilaksanakan dengan baik."

Lanjut Agus H Mamun, “kami menghimbau kepada nasyarakat khususnya Kayuringin Iaya untuk menyayangi diri anda, keluarga anda.tetap patuhi protokol kesehatan."

Ia berharap  dengan lokakarya dalam rangka sosialiasi tuberculosis ini banyak  hal yang didapat berupa wawasan pengetahuan serta bisa menerapkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai wujud kesadaran akan pentingnya kesehatan.

Lokakarya rutin triwulan ini menghadirkan Kepala Puskesmas Perumnas 2 drg Ariska Agustina dan dr. Ch. Murniati Amra selaku Penanggung jawab program HIV  dan Ketua Pokja UKM (upaya kesehatan masyarakat).

Sejumlah  pegawai Puskesmas dan kader BERSATU (Berantas Tuberkulosis) serta kader Posyandu Kelurahan Kayuringin Jaya juga tampak sibuk melayani pemeriksaan kesehatan kepada para peserta yang hadir dari Karang Taruna, PKK, Kader Posyandu, LPM, KUA dan Forum RW.


Reporter: Agus Wiebowo
Editor: Mahar Prastowo

GMBI Desak Pemkot Bekasi Tindak Tegas Pembuang Limbah B3


GEN-ID | Kota Bekasi - Ratusan massa LSM GMBI (Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia) Kota Bekasi Pimpinan Abah Zakaria, pada Kamis (05/11/2020) melakukan unjuk rasa menuntut para penjahat lingkungan hidup yang selama ini diduga dengan nyata-nyata telah membuang limbah berbahaya dan beracun (B3) di Kota Bekasi agar segera ditindak tegas.

Bahwa kasus dugaan kejahatan lingkungan hidup di wilayah Kota Bekasi selama  ini sudah dilaporkan oleh GMBI Distrik Kota Bekasi secara tertulis kepada pihak Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kota Bekasi.

"Maka seharusnya pemerintah bergerak cepat untuk melakukan tindakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan," ujar Asep Sukarya, Sekretaris GMBI Distrik Kota Bekasi.

Namun faktanya, demikian Asep Sukarya menyampaikan, ketika ada laporan masyarakat ke dinas lingkungan hidup kota Bekasi, pemerintah u.p Dinas Lingkungan Hidup kota Bekasi lambat mengambil langkah dan/ atau tindakan dan patut. Sehingga pihaknya menduga pemerintah ada kepentingan terselubung .

Asep Sukarya  menegaskan bahwa kegiatan LSM GMBI hadir dalam menyikapi masalah lingkungan hidup. Karena bagi GMBI membuang limbah B3 bukan pada tempatnya adalah kejahatan lingkungan hidup.

"Masalah limbah itu bukan hal yang bisa diremehkan, bagi kami membuang limbah B3 bukan pada tempatnya adalah kejahatan lingkungan hidup," tegas Asep.

Lanjut Asep, hak seluruh warga masyarakat terkait lingkungan hidup yang bersih dan sehat itu menjadi hak asasi seluruh manusia, sebagaimana undang-undang dasar 1945 pasal 28A. LSM GMBI juga sebagai lembaga sosial kontrol dan juga sebagai peran serta masyarakat telah melakukan pelaporan masalah limbah B3.

Asep mengungkapkan  aksi  hari ini dilakukan  karena laporan yang mereka sampaikan dianggap lambat ditangani.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi Yayan Yuliana didampingi Sekretaris Dinas,  Kabid Penegakan Hukum dan sejumlah staf menerima perwakilan massa aksi GMBI sebanyak 10 orang guna menyampaikan aspirasi.

Yayan Yuliana berjanji akan memanggil pihak-pihak terkait dalam hal ini pengusaha yang membuang limbah B3, pihak yang mengangkut dan pihak yang menerima.

Selain aksi di Kota Bekasi, pada hari yang sama GMBI juga bergerak di kota lain seperti Kabupaten Bekasi, Gresik (Jawa Timur) dan Jawa Tengah dengan isu sama seputar lingkungan hidup.


Generasi Indonesia / Mahar Prastowo

Dokter Relawan Vaksin Covid-19 Meninggal. Pengujian Tetap Dilanjutkan


GEN-ID | Dokter muda berusia 28 tahun yang juga relawan vaksin Covid-19 dinyatakan meninggal ditengah masa pengujian. Ia sebelumnya sehat dan baik-baik saja, sehingga meski dalam mas pengujian, ia tetap bekerja seperti biasa sebagai dokter, menangani pasien Covid-19 di Unit Gawat Darurat. 

Dari target 20.000 relawan yang bakal disuntuk vaksin, telah dicapai angka sebanyak 8.000 relawan setelah pada bulan September lalu sempat dihentikan karena ada relawan dari asal negara produsen vaksin yang mengalami sakit misterius.

Dalam pengujian vaksin ini,  tidak hanya vaksin yang diberikan. Relawan  dibagi dalam dua kelompok, satu mendapat vaksin perusahaan penguji, dan satu lagi suntikan plasebo.

Dalam kasus dokter muda yang meninggal, dan merupakan relawan vaksin Covid-19, pihak otoritas kesehatan  Brasil, Anvisa, membenarkan bahwa yang bersangkutan adalah peserta dalam uji coba klinis vaksin Covid-19 yang dikembangkan AstraZeneca dan Universitas Oxford.

Sebagaimana diketahui Brasil sebelumnya memiliki rencana untuk membeli vaksin dari Inggris dan memproduksinya sehingga perlu dilakukan pengujian terlebih dahulu.

Universitas Federal Sao Paulo, yang membantu mengoordinasikan uji klinis di Brasil, membenarkan relawan warga Brasil tapi menolak memberi detil karena menyangkut kerahasiaan medis. Universitas menyerahkan kelanjutan uji coba ke dewan peninjau independen.

Sementara itu, AstraZeneca menolak berkomentar. Namun Oxford dalam pernyataannya mengatakan insiden sudah ditinjau secara independen dan akan melanjutkan uji klinis.

"Setelah penilaian secara cermat atas kasus kematian di Brasil, tidak ada kekhawatiran tentang keamanan uji klinis dan tinjauan independen selain pemerintah telah merekomendasikan agar uji coba tetap dilanjutkan," tulis lembaga itu. (afp/cnn/ap)


LDII Jatiluhur Serahkan APD Ke Gugas Covid-19 Kelurahan



GEN-ID
| Kota Bekasi
- Guna mempererat  hubungan baik dengan pemerintah tingkat kelurahan yang sudah terbina, Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Pimpinan Anak Cabang (PAC) Jatiluhur, Kec. Jatiasih Kota Bekasi bersilaturahmi sekaligus memaparkan program kerja ke kelurahan Jatiluhur pada hari Selasa (6/10/2020), dan menyerahkan bantuan APD untuk gugus tugas (gugas) Coid-19 kelurahan.

Rombongan PAC LDII Jatiluhur  yang hadir antara lain H. Koesnaedi selaku Dewan Penasehat, Suprayitno yang merupakan Ketua Pimpinan Anak Cabang kelurahan Jatiluhur, Abdurrohim (Seksi Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan), Eryanta (Seksi Pengabdian Masyarakat), dan Indra Bayu (Seksi Komunikasi Informasi dan media).
 
Lurah Jatiluhur Agus Sucipto menerima kunjungan itu didampingi  Sekretaris Kelurahan (Sekel) Muhidin Asesgaf,  serta Bhabinkamtibmas Bripka Apriyadi.

Kehadiran Suprayitno dan rombongan selain memperkenalkan pengurus PAC LDII Jatiluhur, juga menegaskan dukungan dan partisipasi aktif LDII dalam penganggulangan Covid-19.

"Tujuan kami adalah memperkenalkan pengurus PAC LDII Jatiluhur kepada Lurah dan jajarannya. Kami juga menyampaikan  ikut berpartisipasi dalam penanggulangan Covid-19 dengan aktif melakukan sosialisasi protokol kesehatan," ujar Suprayitno.

Suprayitno juga menyerahkan Alat Pelindung Diri (APD) berupa  baju Hazmat 20 potong dan masker 5 box, kepada Lurah Jatiluhur selaku Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kelurahan.

Mengenai  program kerja organisasi, Suprayitno berharap kedepannya bisa bersinergi lebih baik lagi dengan sinkronisasi program.

Sementara itu Agus Sucipto,  Lurah Jatiluhur mengapresiasi dan berterimakasih atas kunjungan dan bantuan yang diberikan.

"Dengan adanya silaturahmi dari pengurus PAC LDII Kelurahan Jatiluhur, tentunya kami sangat gembira dan menyambut baik. Dengan silaturahmi ini semoga dapat dijalin  sinergitas  di dalam  membangun Kelurahan Jatiluhur, terutama dalam membangun sumber daya manusia," ujar Lurah Agus.

Lurah Agus juga  berterimakasih atas bantuan yang diberikan berupa baju hazmat dan masker, "kami ucapkan terimakasih,  mudah-mudahan ini bisa bermanfaat dalam upaya menurunkan  atau mengendalikan penyebaran Covid-19. Dalam kesempatan ini kami juga menghimbau untuk warga kelurahan Jatiluhur mari selalu mematuhi protokol kesehatan 3M, yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak. Serta bagi pelaku usaha untuk mematuhi maklumat Walikota Bekasi," pungkas Lurah Agus Sucipto.


Reporter: Agus Wiebowo | Editor: Mahar Prastowo




Putus Mata Rantai Covid-19, Pertamina Lubricants Pekanbaru Bersama Komunitas Otomotif Bagi Masker Gratis di Ngobras


GEN-ID
| Pekanbaru
- Dengan semakin banyaknya minat dan antusias pengguna pelumas Pertamina Fastron Eco Green di Pekanbaru, PT. Pertamina Lubricants melalui Sales Region I kembali menggelar acara “Ngobras" (Ngopi Ngobrol Bareng Komunitas) LCGC pada Minggu (04/10/2020) di Taman Bukit Gelanggang, Dumai. 

Ngobras merupakan program rutin PT. Pertamina Lubricants sebagai bentuk solidaritas dan sinergi terhadap berbagai komunitas otomotif di Indonesia. Kali ini PT. Pertamina Lubricants menggandeng Karimun Club Indonesia (KCI) Pekanbaru.

Sales Region Manager I PT Pertamina Lubricants Atoy Saturi melalui Supervisor Sales Area wilayah Pekanbaru Yola Debita mengatakan bahwa, pihaknya terus berupaya mengingatkan masyarakat selalu menerapkan protokol kesehatan dimanapun berada.

“Ngobras kali ini, PT Pertamina Lubricants ingin berupaya untuk terus mengingatkan masyarakat akan pentingnya menggunakan masker. Acara kami awali dengan membagikan masker secara gratis kepada masyarakat yang melintas di Rumbai Sport Center, Yos Sudarso Rumbai, Pekanbaru pada pukul 08.00-10.00 WIB. Harapan kami agar masyarakat Pekanbaru senantiasa disiplin dalam menerapkan protokol pencegahan Covid-19, agar sama-sama bisa kembali pulih dari pandemi ini,” ungkap Yola Debita.

Selesai bagikan masker, KCI Pekanbaru lakukan uji coba pelumas Pertamina Fastron Eco Green dengan mini touring menuju Dumai via Tol Pekanbaru-Dumai, tentu tetap memprioritaskan keselamatan dan keamanan berkendara.

Setibanya di Taman Bukit Gelanggang Dumai, acara dilanjutkan dengan sesi diskusi, tanya jawab serta sharing knowledge mengenai pelumas Pertamina, khususnya Fastron Eco Green, pelumas khusus kendaraan LCGC yang diluncurkan tahun 2019. 

Ketua Karimun Club Indonesia Pekanbaru Henri Hendrajat mengatakan bahwa, dirinya merasakan perbedaan dengan menggunakan produk Pertamina Fastron Eco green itu ketimbang pelumas lain. Bahan bakar irit, lincah dan bertenaga. 

“Kami dari komunitas Karimun Club Pekanbaru mengucapkan terima kasih atas kerjasamanya. Semoga makin solid dan kompak kedepannya,” ujar Henri.

Anggota Komunitas KCI Pekanbaru lainnya Riri yang juga berprofesi sebagai pengemudi salah satu aplikasi transportasi online huga meluapkan kepuasannya dengan memakai Pertamina Fastron Eco Green.

“Semenjak saya menggunakan Pertamina Fastron Eco green banyak sekali manfaat yang saya rasakan mulai dari peforma mesin yang lebih tinggi hingga irit bahan bakar. Harganya pun terjangkau untuk para pengguna kendaraan LCGC," ungkap Riri.

Sebagaimana diketahui, Fastron Eco Green diformulasikan dengan menggunakan aditif yang lebih unggul dalam menjaga kestabilan kekentalan sehingga lebih baik dalam melindungi mesin. Formulasi baru yang dikembangkan untuk Fastron Eco Green juga lebih unggul dalam mencegah terjadinya deposit sisa pembakaran didalam mesin. Fastron Eco Green diformulasikan dengan teknologi pelumas sintetis untuk mesin bensin terbaru dan dirancang dengan cermat untuk memenuhi persyaratan performa teratas yang terbukti efektif melindungi mesin dan membersihkannya secara menyeluruh hingga celah tersempit. 

Fastron Eco Green hadir dalam kemasan 3,5 Liter dan 2 spesifikasi yaitu 0W-20 API SN dan 5W-30 API SN ILSAC GF 5, sehingga Pelumas ini cocok untuk mesin mobil LCGC. Fastron Eco Green dapat membuat tarikan mobil lebih ringan, kopling tidak gampang selip dan bunyi mesin menjadi halus. Produk anak bangsa ini mampu menjaga performa mesin disegala kondisi dan cuaca. 

“Kami sangat yakin dengan menggunakan pelumas Fastron Eco Green, pengguna kendaraan LCGC bisa merasakan berbagai keunggulan yaitu lebih irit, lebih awet, lebih bersih, lebih bertenaga dan pastinya lebih melindungi mesin kendaraan kesayangan teman-teman komunitas dan pengguna LCGC lainnya,” lanjut Riri. 

"Pengguna kendaraan LCGC di Riau dapat dengan mudah mendapatkan Pelumas Fastron Eco Green di berbagai tempat seperti di General Outlet, Olimart, dan SPBU Pertamina atau melalui layanan Pertamina Lubricants Home Service (PLHS) dengan kontak di 135 atau website www.pertaminalubricants.com," tutup Riri.



Acara berlangsung sangat antusias, terbukti dengan hadirnya lebih dari 50 unit mobil member, yang tentunya tetap menerapkan protokol kesehatan dan izin pelaksanaan oleh pihak berwenang.(GI)




Di Bekasi, Majelis Umat Beragama Datangi Masjid Lakukan Pendisiplinan Protokol Kesehatan




GEN-ID | Kota Bekasi - Guna memutus rantai penularan covid-19 klaster tempat ibadah, Majelis Umat Beragama (MUB) Kelurahan Kayuringin Jaya Kota Bekasi melakukan pendisiplinan protokol kesehatan pada Jumat (25/9), di 3 (tiga) masjid dengan didampingi gugus tugas percepatan penanganan penularan Covid-19 kelurahan.

Kegiatan ini dilakukan guna menindaklanjuti Surat Edaran (SE) Menteri Agama No.15 Tahun 2020 tentang Panduan Penyelenggaraan Kegiatan Keagamaan di Rumah Ibadah dalam Mewujudkan Masyarakat Produktif dan Aman Covid-19 di Masa Pandemi.

Adapun sasaran tempat ibadah pada hari ini adalah mesjid jami' yang terletak di tiga titik dengan kapasitas jamaah cukup besar sehingga dinilai memiliki tingkat kerawanan tinggi.

Ketiga tempat ibadah itu adalah Masjid Al Muhajirin di Jalan Komodo Raya,  Masjid Jami At-Taqwa di Jalan Letnan Arsyad dan Masjid Jami Al'Muhajirin di Jalan Ciremai Raya.



Tim gugus tugas covid-19 kelurahan Kayuringin Jaya yang terdiri dari unsur 3 pilar dengan dipimpin lurah Ricky Suhendar,  dan tim MUB dalam kegiatanya di Masjid Al Muhajirin, Jalan Komodo Raya ditemui ketua Dewan Kesejahteraan Masjid (DKM) H. Darpin.

Sementara di Masjid Jami At Taqwa Jalan Letnan Arsyad ditemui pengurus masjid H. Sugeng Priatna; dan di Masjid Jami Al Muhajirin Jalan Ciremai Raya ditemui Ketua DKM H. Arwan Hasyim dan Ketua RW 13 Hj. Itje Nenden Aisyah.

Ketua Majelis Umat Beragama (MUB) H.M. Chairuddin  menyampaikan bahwa acara ini akan terus berkesinambungan. "Supaya kita bisa bersama terus-menerus memutus mata rantai Covid-19 lewat jalur tempat ibadah," ujarnya.

"Majelis Umat Beragama  dan elemen-elemen lain itu sama yaitu kita menyadarkan masyarakat untuk bersma-sama memutus mata rantai covid-19. MUB  memperkuat dengan bahasa-bahasa rohani yaitu lintas agama," ungkap H.M. Chairuddin.

"Harapan saya jaga soliditas, solidaritas dan kebersamaan dijaga,  kita tetap bersama-sama terus menerus bagaimana supaya masyarakat melawan covid-19 ini terwujud," ujar Chairuddin.

Majelis Umat Beragama Kota Bekasi dibentuk pada 16 Oktober 2016, guna menjadi wadah rembug antar tokoh umat beragama dalam menyelesaikan berbagai persoalan, meningkatkan kerjasama antar umat beragama, menjaga keharmoninasa kehidupan umat bergama, dan termasuk menjaga kselematan umat beragama seperti dalam tragedi bencana global pandemi covid-19 saat ini.

Lurah Kayuringin Jaya Ricky Suhendar mengungkapkan dengan tingginya angka terkonfirmasi positif Covid-19 di wilayahnya, pihaknya bekerjasama dengan semua pihak saling bahu-membahu berusaha memutus rantai penularan Covid-19 dengan sosialisasi dan pendisiplinan guna menyadarkan masyarakat akan bahaya Covid-19.

Upaya kelurahan itu antara lain dilakukan dengan puskesmas, pemadam kebakaran, dan hari ini bersama Majelis Umat Beragama.

"Hari ini bersama Majelis Umat Beragama bersinergi kita lakukan evaluasi dan monitoring jangan sampai kegiatan keagamaan malah jadi sasaran empuk penyebaran Covid-19 di kayuringin," ujar Ricky.




"Kami berharap kepada warga untuk tetap waspada dan paham pandemi ini bukan main-main, sudah banyak keluarga-keluarga, khusus kelurahan Kayuringin dan kelurahan lain yang jadi korban, karena mungkin menganggap remeh covid itu tidak ada, tapi hasilnya ternyata memang ada, dan penularan begitu cepat. Apalagi sudah banyak laporan di Kelurahan Kayuringin ini klaster-klaster keluarga, jadi mungkin anaknya terdampak covid dan membawa ke keluarga lain, ini sangat berbahaya," terang Ricky.

Untuk itu pihaknya  mengimbau agar warga memaksimalkan 3 M, yaitu Memakai masker, Mencuci Tangan dan Menjaga jarak.

"Pesan kami  tidak panik dan  apabila tidak ada hal yang darurat untuk tetap di rumah, dan kepada masyarakat untuk tetap pro aktif dalam mencegah penularan wabah virus Corona atau Covid-19," pungkas Lurah Ricky Suhendar.

Kegiatan bersama tiga pilar dengan MUB ini  dipimpin Lurah Ricky Suhendar dan didampingi  Agus H. Mamun (Sekel),  Eriska N Iskandar (kasie kesos), Sutrisno (Babinsa),  Ketua RW  serta sejumlah aparatur pemerintahan di kelurahan Kayuringin Jaya.

Sementara itu dari Majlis Umat Beragama (MUB) di hadiri H.M. Chairuddin (ketua) Dicky Hermawan (Sekjen) dan para personil MUB yang lain seperti I wayan Darmaputra,  Bibit Winarso,  Herry Dwi Wahyono, dan Johny Sormin.


Reporter: Agus Wiebowo | Editor: Mahar Prastowo


 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. GEN-ID ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by daguku