Kontak Redaksi https://telegram.me/Gen_ID atau WA 085773537734
Latest Post
portal ini dikembangkan guna pemberdayaan komunitas dan penguatan kelembagaan, pengiriman artikel, foto, video, slip donasi pengembangan web dapat melalui WA 08157-7353-7734 atau TELEGRAM https://t.me/Gen_ID
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

KETUA UMUM PARTAI BERKARYA MUCHDI APRESIASI KEGIATAN VAKSIN MASAL KARYA KITA

Written By S14CPM on 28 Juli, 2021 | 07.37


GEN-ID๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ | Jakarta - Kehadiran Ketua Umum Partai Berkarya H.Muchdi Pr. dilokasi pelaksanaan vaksin massal Karya Kita, di ITC Cipulir Kebayoran Lama Jakarta Selatan, memberikan kesemangatan baru bagi para relawan yang sudah sejak Senin 26/7/2021 melakukan vaksin diarea ITC Cipulir dalam membantu masyarakat yang kesulitan untuk vaksin karena waktu dan tempat yang jauh dari jangkauan warga.

Ketum Partai Berkarya Apresiasi Pelaksanaan Vaksinasi Massal Karya Kita Kehadiran Ketua Umum Partai Berkarya H.Muchdi Pr. dilokasi pelaksanaan vaksin massal Karya Kita, di ITC Cipulir Kebayoran Lama Jakarta Selatan, memberikan kesemangatan baru bagi para relawan yang sudah sejak Senin 26/7/2021 melakukan vaksin diarea ITC Cipulir dalam membantu masyarakat yang kesulitan untuk vaksin karena waktu dan tempat yang jauh dari jangkauan warga.


Kegiatan vaksinasi masal atas inisiasi H.Tony Akbar Hasibuan, ketua DPW Partai Berkarya Provinsi DKI Jakarta yang direncanakan akan berlangsung selama 5hari dengan target dua ribu warga, mendapat apresiasi ketua umum Partai Berkarya Muchdi Pr.

Kunjungan ketua umum Partai Berkarya dilokasi kegiatan vaksinasi masal tersebut selain melihat dari dekat pelaksanaan kegiatan vaksin kerjasama Partai Berkarya dengan Sudinkes Jakarta Selatan serta ITC Cipulir juga memberi dorongan semangat agar warga sekitar khususnya bisa divaksin semua.

“Kami melaksanakan himbauan Ketua Umum DPP Partai Berkarya untuk membantu pemerintah dalam percepatan vaksin secara nasional, semata-mata untuk mengurangi penyebaran covid. Dan ini menjadi tanggungjawab semua kalangan termasuk Partai Berkarya DKI Jakarta,” Jelas Tony Akbar Hasibuan, ketua DPW Partai Berkarya Provinsi DKI Jakarta, Selasa 27/7/2021.

H.Muchdi Pr.Ketua Umum Partai Berkarya yang hadir bersama jajaran Pengurus Pusat dalam kunjungannya mengapresiasi atas pelaksanaan vaksinasi masal oleh DPW DKI Jakarta.

“Covid-19 ini merupakan pandemi yang menghawatirkan kita semua, dan vaksin ini menjadi pekerjaan kita semua agar bangsa kita ini terbebas daripada pandemi sehingga jangan sampai kalau sekarang kita dengar bahwa Arab Saudi itu mereka menerima umroh kecuali beberapa negara termasuk kita, karen kita masih dianggap belum layak untuk masuk ke Saudi, salah satunya adalah karena masalah vaksin yang belum menyeluruh. Kita baru berapa persen yang divaksin, makanya kegiatan ini kita mengapresiasi, ini bukan hanya tanggungjawab pemerintah tetapi tanggungjawab kita semua agar pandemi ini cepat selesai, dan bisa ibadah umroh lagi,” jelas Ketua Umum Partai Berkarya Muchdi Pr. Saat mengunjungi pelaksanaan kegiatan vaksin masal hari kedua oleh DPW Partai Berkarya DKI Jakarta di ITC Cipulir, Selasa, 27/7/2021.

Pelaksanaan Vaksin massal yang mengambil thema ‘Karya Kita’ direncanakan akan berlangsung selama 5hari kedepan, sebelumnya dihadiri oleh para pejabat pemerintah kota dan beberapa tokoh masyarakat yang mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.(Arifin/Rsd/Rzl)

Latih Tenaga Tracer, Kapolda Jambi Apresiasi Kinerja Senkom Mitra Polri Jambi

Written By S14CPM on 25 Juli, 2021 | 08.40


GEN-ID ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ | Jambi - Kapolda Jambi Irjen Pol Albertus Rachmad Wibowo, S.I.K secara virtual membuka secara resmi kegiatan Pelatihan Tenaga Tracer Polda Jambi, Sabtu (24/07/2021.

Kegiatan pelatihan tracer diikuti oleh anggota Senkom Mitra Polri se-provinsi Jambi, Pokdar Kamtibmas dan Bintara Remaja Polri. 

Dalam sambutannya, Kapolda Jambi menjelaskan bahwa pelatihan Tracer bertujuan untuk memberikan pemahaman agar seluruh personel dan para relawan dalam menjalankan tugasnya dapat mengerti apa yang harus dilakukan untuk membantu pemerintah dalam menangani pandemi covid-19. 

"Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman agar relawan mengerti apa yang harus dikerjakan, diantaranya menjaga diri sendiri dan memberikan informasi terkait penyebaran covid-19 di Provinsi Jambi," paparnya

Rachmad juga mengatakan, upaya Tracing (pelacakan) dalam memutus  mata rantai penularan covid-19 perlu mendapat perhatian khusus serta kerjasama semua elemen masyarakat. 

"Upaya tracing perlu perhatian khusus sehingga kita tau apa yang harus kita kerjakan, yang terpenting kita semua bisa bekerjasama untuk menekan penyebaran covid-19," jelasnya

Tak hanya itu, Rachmad juga memberikan apresiasi kepada Dirbinmas Kombes Pol Habib Prawira, Para Kapolres, Ketua Senkom Mitra Polri Provinsi Jambi Andi Susanta, M.E., Ketua Pokdar Kamtibmas dan elemen masyarakat atas terlaksananya kegiatan pelatihan tracer. 


"Saya sangat mengapresiasi kepada Dirbinmas, para Kapolres, Ketua Senkom dan Ketua Pokdar Kamtibmas atas terlaksananya kegiatan ini, semoga menjadi amal ibadah buat kita semua," tuturnya

Sementara itu, Dirbinmas Polda Jambi Kombes Pol Habib Prawira memaparkan, kegiatan pelatihan ini diikuti oleh semua anggota senkom se-provinsi Jambi, anggota Pokdar Kamtibmas dan Bintara Remaja Polri yang bertempat di Aula Polres se-provinsi Jambi. 

"Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan secara online, masing-masing relawan mengikuti pelatihan di Aula Polres se-provinsi Jambi," ungkapnya

Ditempat yang sama, Ketua Senkom Mitra Polri Provinsi Jambi Andi Susanta, ME menjelaskan  bahwa sebanyak 254 personil Senkom siap menjadi relawan tracer untuk membantu pemerintah. 

"Senkom sudah menyiapkan 254 personil untuk jadi relawan tracer, setelah pelatihan ini relawan akan melaksanakan tugas di wilayahnya masing-masing," terangnya

Andi juga mengucapkan terimakasih kepada Kapolda Jambi, Dirbinmas dan Kapolres se-provinsi Jambi yang telah memfasilitasi kegiatan pelatihan tracer sehingga berjalan sukses sesuai harapan. 

"Terimakasih Kapolda Jambi, Dirbinmas dan para Kapolres yang telah memfasilitasi kegiatan pelatihan ini, semoga kita bisa selalu bersinergi untuk kepentingan bersama," harapnya. (Rosid/Rizal PM)

Percepat Vaksinasi Nasional, Polres Klaten Gandeng LDII dalam Program Vaksin Presisi

Written By S14CPM on 22 Juli, 2021 | 18.33


GEN-ID๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ | KLATEN - Dalam rangka membantu pemerintah untuk percepatan vaksinasi nasional, PAC LDII Troketon, Pedan, Kabupaten Klaten bersama Kepolisian Sektor Pedan, Klaten mengerahkan warganya untuk berperan aktif dalam program vaksinasi nasional yang diadakan oleh Kepolisian Resort Klaten di Gerai Vaksinasi Presisi Polres Klaten.

Keikutsertaan Warga LDII Troketon ini tidak terlepas dari arahan dan bimbingan dari Binmas Polsek Pedan selaku petugas pendataan Vaksinasi Presisi Polres Klaten. Perlu diketahui bahwa untuk memudahkan pendataan Calon Peserta Vaksinasi Presisi ini, Kepolisian Resort Klaten memang mengerahkan semua kekuatannya untuk mempercepat program percepatan vaksinasi nasional yang dicanangkan oleh pemerintah pusat.

"Kami didata, lalu diarahkan dan didampingi oleh Binmas Polsek Pedan, mulai dari berangkat sampai proses vaksinasi selesai hingga diantar kembali pulang" Ujar Wawan Setiawan Humas PAC LDII Troketon.

"Selain dari PAC LDII Troketon sini, ternyata dari PAC-PAC LDII se Kabupaten Klaten juga hadir lho Mas disana (red; Vaksinasi Presisi Polres Klaten)" Tambah Wawan.

Gerai Vaksin Presisi ini didirikan oleh Polres Klaten setelah keluarnya perintah Kapolda Jawa Tengah, Irjend Pol Ahmad Luthfi, agar seluruh kepolisian se Jawa Tengah membantu pemerintah dalam upaya percepatan vaksinasi bagi masyarakat di Jawa Tengah.

"Total terdapat 336 gerai vaksinasi presisi yang tersebar di seluruh Polres di Jawa Tengah, dengan kapasitas vaksinasi mencapai 28000 sasaran per hari" Ungkap Kapolda.

"Selain itu, Vaksinasi Presisi ini kami percepat juga dalam rangka kesehatan Bhayangkara untuk negeri, yakni Transformasi Polri menuju Polri yang Presisi mendukung percepatan penanganan covid-19 untuk masyarakat sehat, dan pemulihan ekonomi nasional menuju Indonesia maju" Tambah Kapolda.

“Tujuannya untuk mempercepat herd immunity masyarakat Jawa Tengah sehingga dapat membantu menekan angka positif,” ungkapnya saat meninjau langsung pelaksanaan vaksinasi massal di Mapolres Klaten, Kamis (22/7/2021).

Guna meningkatkan layanan vaksinasi bagi masyarakat luas, Polda Jawa Tengah menyiagakan ratusan tenaga kesehatan dan ratusan mahasiswa relawan kesehatan. Menurut Kapolda, upaya tersebut akan terus dilakukan dengan memanfaatkan 30 persen jatah vaksin Polda Jawa Tengah.

“Leading sektornya tetap di Kepala Dinas Kesehatan masing-masing. Polri melaksanakan (vaksinasi untuk masyarakat), TNI melaksanakan, Pemda juga melaksanakan, ini perlu diketahui oleh masyarakat,” paparnya.

Sementara itu, Bupati Klaten, Sri Mulyani mengatakan vaksinasi yang digelar oleh Polda Jawa Tengah melalui Polres Klaten tersebut sangat membantu masyarakat di Kota Bersinar. "Terlebih capaian vaksinasi di Klaten masih di angka 12 persen dari target sekitar 950 ribu warga. Diharapkan masyarakat dapat memanfaatkan program tersebut dengan baik."

Dan sebelumnya, pada tanggal 13/7/2021, Polres Klaten, Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten dan Senkom Mitra Polri Klaten telah bekerjasama Melaksanakan Pelatihan Tracer Relawan Covid-19 Secara Daring kepada 200 orang Relawan Tracer Covid-19 untuk Percepatan Penanganan Covid-19 di Kabupaten Klaten.


Laporan Rizal PM
Editor: Mahar Prastowo

Covid-19 Semakin Mengganas, Polres Klaten Latih Tenaga Tracer Senkom Mitra Polri

Written By S14CPM on 15 Juli, 2021 | 07.38


GEN-ID ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ | KLATEN - Kepolisian Resort Klaten Jawa Tengah bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten menggelar Pelatihan Tracer Covid-19 kepada relawan Senkom Mitra Polri Kabupaten Klaten dalam rangka mendukung upaya percepatan penanganan covid-19 di wilayah Klaten khususnya. Karena masih dimasa PPKM Darurat Pulau Jawa & Bali per tanggal 3 - 20 juli 2021, maka pelatihan ini dilaksanakan secara daring dan terbagi ke 6 titik zoom meeting sewilayah hukum Polres Klaten.

Pelatihan tersebut dibuka langsung oleh AKP Totok Moegiyanto Kasat Binmas Polres Klaten yang mewakili Kapolres Klaten, dikarenakan Kapolres sedang ada kegiatan lain pada waktu yang bersamaan. Hadir mendampingi Kasat Binmas yaitu H Heri Wibawa, SH,. MH Ketua Senkom Mitra Polri Klaten.

Dalam sambutannya, Totok menegaskan "bahwa saat ini Klaten sudah benar-benar dalam kondisi darurat covid-19, mengingat setiap hari rata-rata 40 jiwa meninggal karena terpapar virus covid-19 se kabupaten Klaten."

"Karena kondisi darurat ini tentunya satgas covid-19 baik dari TNI, POLRI, BPBD dan Dinkes tentunya sangat kewalahan, maka sangat dibutuhkan tenaga relawan untuk membantu pemerintah dalam menangani virus ini, dan kami sangat berharap serta mengapresiasi atas kesediaan teman-teman Senkom yang telah mau menjadi relawan, mudah-mudahan wabah ini segera berakhir" Tambah Totok.

Dalam Pelatihan ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten yang diwakili oleh Kasi SKKI Dinkes Klaten Mentes Hartanti, S.km menjelaskan bahwa Kementrian kesehatan RI saat ini sudah melaunching sebuah aplikasi untuk mentraching covid-19, aplikasi tersebut bernama SILACAK KEMKES yang dapat diunduh diplay store atau via web disini

Pelatihan ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Kabaharkam Polri yang senada dengan Instruksi Ketua Umum Senkom Mitra Polri, serta gagasan dari Kabaharkam Polri dan Kementerian Kesehatan dengan menggandeng Senkom Mitra Polri, yang mana sebelumnya pada tanggal 19 juni 2021 Baharkam Polri bersama Dirbinmas Polda Jateng juga telah melaksanakan Pelatihan tracer covid-19 ini, yang kemudian dilanjutkan oleh Polres-polres se Jawa Tengah.

Dalam pelatihan tersebut Kapolda menuturkan bahwa Provinsi Jawa Tengah masuk dalam 5 Provinsi teratas dengan kasus peningkatan Covid-19 sehingga diperlukan strategi pengendalian kasus yang disesuaikan dengan kondisi dan kapasitas di masing-masing daerah.

“Kondisi ini dapat mengganggu pemeliharaan kamtibmas khususnya di Jawa Tengah, ini patut menjadi perhatian Pemeritah Daerah, TNI, Polri dan masyarakat untuk lebih berhati-hati,” jelasnya.

Saat ini Polda Jateng, tengah fokus membantu Pemerintah dalam mengendalikan penambahan kasus, memutus mata rantai covid-19 di daerah, meningkatkan angka kesembuhan dan menurukan angka kematian dengan melaksanakan Operasi Kontijensi di wilayah zona merah.

Ada sekitar 201 sukarelawan dari Senkom Mitra Polri yang mengikuti pelatihan yang berasal dari 35 Kab/Kota se-Jawa Tengah, masing-masing yaitu 5 orang pengurus daerah Senkom Mitra Polri, dengan narasumber dan Kementerian Kesehatan.

Ketua Umum Senkom Mitra Polri H. Katno Hadi mengatakan Senkom Mitra Polri Jawa Tengah sebagai organisasi kemasyarakatan yang bergerak dalam bidang sosial merasa tergerak untuk melaksanakan tugas kemanusiaan membantu Pemerintah, Polri dan masyarakat dalam menangani covid-19.

“Kita terus galakan kampanye 5M kepada masyarakat,” katanya.

Kabaharkam Polri Komjen Pol Arif Sulistyanto menerangkan bahwa dengan kebijakan Pemerintah mengenai penanggulangan covid ini diterapkan PPKM Mikro dengan tenaga tracer didalamnya seperti Bhabinsa dan Bhabinkamtibmas. Tracer sendiri tugasnya yaitu apabila ada masyarakat yang positif, tracer akan menayai yang bersangkutan bahwa 2-3 hari sebelumnya telah berkomunikasi dengan siapa saja selanjutnya akan berkoordinasi dengan tenaga kesehatan supaya melakukan testing. (Rizal PM)

Telemedicine, Fasilitas Konsultasi dan Obat Gratis Bagi Pasien Covid-19 di Jakarta

Written By Redaksi on 06 Juli, 2021 | 06.27


GEN-ID
๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ | Jakarta - Pasien terkonfirmasi positif COVID-19 yang tidak bergejala dan bergejala ringan dapat melakukan isolasi mandiri (isoman) di rumah maupun karantina terpusat di pusat isolasi. Kementerian Kesehatan memastikan pasien yang melakukan isolasi mandiri untuk tetap memperoleh layanan kesehatan.

Layanan kesehatan ini berupa telemedicine yang merupakan konsultasi kesehatan secara virtual yang bisa diakses kapan pun dan dimana pun oleh pasien.

Untuk tahap awal, fasilitas ini hanya berlaku untuk  area Jakarta.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memahami bahwa pasien positif COVID-19 yang sedang isolasi mandiri butuh konsultasi, butuh ketenangan, diperhatikan, dan tahu bahwa mereka menerima pengobatan yang benar
 
Untuk itu Kementerian Kesehatan menyediakan layanan telemedicine karena kalau harus datang ke rumah sakit untuk konsultasi dengan dokter akan susah dan akan menambah risiko penularan.
 
“Maka kita bekerjasama dengan 11 platform telemedicine untuk memberikan jasa konsultasi dokter dan juga jasa pengiriman obat secara gratis. Dibantu ditanggung oleh teman-teman telemedicine, startup, dan juga Kementerian Kesehatan,” kata Menkes saat Konferensi Pers secara virtual, Senin (5/7).

Adapaun 11 platform telemedicine antara lain;
1. Alodokter
2. GetWell
3. Good Doctor
4. Halodoc
5. KlikDokter
6. KlinikGo
7. Link Sehat
8. Milvik Dokter
9. ProSehat
10. SehatQ
11. YesDok

Dokter bisa mengidentifikasi pasien berdasarkan hasil konsultasi, untuk selanjutnya dilakukan penanganan berdasarkan kondisi pasien.

Melalui layanan ini, rumah sakit bisa melakukan skrining awal untuk pasien dengan gejala sedang/berat termasuk pemberian paket obatnya melalui fasilitas pelayanan kefarmasian yang ditunjuk oleh Kementerian Kesehatan.

Paket obat akan dikirimkan secara gratis untuk yang benar-benar tanpa gejala, sedangkan pasien dengan gejala, misalnya demam sedikit, akan diberikan juga paketnya secara gratis.

Tak hanya itu, platform telemedicine ini juga terintegrasi dengan laboratorium testing PCR. Bagi pasien yang ingin melakukan uji PCR bisa dilakukan melalui form telemedicine yang tersedia.

“Jadi di sini saya mengucapkan terima kasih kepada sebelas platform telemedicine yaitu  Alodokter, GetWell, Good Doctor,  Halodoc, KlikDokter,  KlinikGo, Link Sehat, Milvik Dokter, ProSehat,  SehatQ dan YesDok. Semua ini diberikan secara gratis sebagai kontribusi dari 11 platform telemedicine dan obat-obatannya dilakukan juga dari Kementerian Kesehatan,” ucap Menkes.

Sumber: LUGAS

Jelang Vaksinasi Massal di Stadion Kota Bekasi, Warga Jaticempaka Jalani Skrining dan Swab Antigen

Written By Redaksi on 22 Juni, 2021 | 22.14


GEN-ID | Kota Bekasi - Jelang vaksinasi massal yang akan diberikan kepada 8000 orang, warga Jaticempaka kecamatan Pondokgede jalani skrining dan swab antigen pada Selasa (22/06/2021) guna memastikan apakah reaktif (positif) atau negatif Covid-19.

Amir, S.E., lurah Jaticempaka dalam sambutan apel pagi sebelum kegiatan Swab Antigen menyampaikan bahwa sebelum mengikuti vaksin massal warga untuk ikut skrining dan Swab Antigen terlebih dahulu.

Dikatakan Amir, pihaknya mengajak kepada segenap jajaran agar terus berusaha memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat dan mempermudah urusan masyarakat dalam memperoleh haknya.

"Kita terus berusaha memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat dan mempermudah urusan masyarakat dalam memperoleh haknya, sesuai ketentuan dan peraturan, dimana sebagai warga negara berhak mendapat pelayanan, baik dari segi kualitas maupun jangkauan pelayanan," ujar Amir.

Diungkapkan Amir dalam apel, kelurahan Jaticempaka tetap melakukan pelayanan masyarakat dengan cara jemput bola, terus melayani, selaras tagline HEPI, yaitu Humanis, Edukatif, Profesional dan inovatif.

Dokter Johny, Kepala Puskesmas Pondokgede yang sekaligus penanggung jawab pelaksanaan skrining dan swab antigen kepada LUGAS menyampaikan  kegiatan skrining dan Swab Antigen ini dilakukan sebagai wujud persiapan kelurahan Jaticempaka untuk mengikuti vaksin massal esok hari.


Apel pengarahan oleh camat Pondokgede dan Lurah Jaticempaka sebelum skrining dan swab antigen dilaksanakan pada Selasa (22/06/2021).


Sebagaimana telah diumumkan, walikota Bekasi akan  melaksanakan vaksin massal 8.000 peserta vaksin pada Rabu (23/06/2021) pagi di Stadion Patriot Candrabagha, Kota Bekasi.

"Awalnya kita  mempersiapkan sekitar 250-an orang untuk kelurahan Jaticempaka untuk di skrining dan Swab. Tapi karena beberapa orang tidak hadir dan juga ada 5 orang ternyata terdaftar divaksin gotong royong dan RS Pelni makanya hari jni hanya 215 orang. Dan hasilnya ada yang positif 4 orang," terang dokter Johny.

Dijelaskan dokter Johny, swab memiliki dua inteprestasi yakni negatif dan positif, kalau positif berarti peserta ini sedang menderita atau terjangkit virus Covid, tapi kalau dia negatif artinya tidak ditemukan virus Covid di dalam tubuh, belum terpapar oleh virus, sehingga layak diberikan vaksin untuk menumbuhkan kekebalan tubuh sendiri.

"Agar dapat membentuk antibodi untuk melawan virus yang kapanpun datang menyerang pasien tersebut," terangnya.

Perihal kegiatan swab antigen dan skrining di kelurahan Jaticempaka, Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial Aswin Djuanda Kurniadi mengungkapkan, hal itu dilakukan untuk terlebih dahulu mengetahui kondisi warga. Jika hasilnya positif maka tidak bisa mengikuti vaksinasi tapi langsung isolasi mandiri, sedangkan yang negatif  diikutsertakan.


"Besok itu semua peserta vaksin  jam 06.00 wib jangan telat, sedangkan dari kelurahan jam 05.00 Wib harus sudah standby. Dan pesan kami  jangan lupa jaga kesehatan, mari kita  bentuk herd immunity sehingga punya kekebalan masyarakat, untuk itu mudah-mudahan vaksin ini  bisa hengkang dari negeri NKRI, masyarakat sehat ekonomi kuat," tutur Aswin.

Hadir dalam kegiatan swab antigen dan skrining, Camat Pondokgede Nesan Sujana, Kasi Ekbang kecamatan Pondokgede Syamsumar, Lurah Jaticempaka Amir, Sekretaris Kelurahan Moch.Ridwan Hermawan, Kasi Kesos ,Aswin Djuanda Kurniadi, Kasi Permasbang Abdul Muin, Kasi Pemtrantibum Supriyadi dan semua jajaran kelurahan yang lain termasuk Pamor, Linmas, BKM, LPM, Posyandu, PKK, para ketua RW dan RT. Selain itu juga dibantu  mahasiswa/mahasiswi Universitas Negeri Malang yang sedang Kuliah Kerja Nyata di kelurahan Jaticempaka. Tim medis  dari puskesmas Pondokgede dibawah pimpinan dokter Johny.

Sementara itu Nesan Sujana, Camat Pondok Gede menyampaikan di wilayahnya, kecamatan Pondokgede, sebenarnya mengalami penurunan angka positif Covid-19.

Dikatakannya, adanya angka warga terpapar Covid-19  penyebabnya bukan asli warga Pondokgede, melainkan akibat arus balik mudik dari kampung.

"Mereka datang dari wilayah lain yang bisa juga wilayah merah, sehingga menyebabkan adanya penyebaran virus. Virus yang ada juga tentunya beda dengan virus yang kemarin, sekarang komunikasi terbuka saja bisa menular," ujar Nesan Sujana.

Nesan  berterimakasih kepada semua pihak di wilayahnya dapat bekerja sama  menanggulangi Covid-19.

"Sinergitas, kekompakan unsur tiga pilar baik dari TNI, dari POLRI, dari OPD-OPD  lain bersama  pemerintah Kota Bekasi dalam kepeduliannya untuk memerangi, mengurangi penyebaran Covid di wilayah kecamatan Pondokgede Insha Allah membawa hasil yang lebih baik lagi," pungkas Nesan Sujana.


Laporan Agus Wiebowo
Editor:Mahar Prastowo


Hari Pertama Tes Swab Pemudik di GOR Makasar, 7 Reaktif

Written By Redaksi on 16 Mei, 2021 | 21.51

 

Kapolres Jakarta Timur Kombes Pol Erwin Kurniawan dan Dir Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Auliansyah Lubis beserta jajaran, Ketua FKDM Kecamatan Makasar Ade Zarkasi, serta tim medis Gugus Tugas Covid-19 Kecamatan Makasar.


GEN-ID ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ
| Makasar, Jakarta Timur
- Hari pertama tes Swab Antigen-PCR di GOR Makasar Jakarta Timur terhadap pemudik yang baru kembali ke Jakarta dari kampung halamannya, diikuti oleh sebanyak 31 orang pada Minggu (16/05/2021).

Dari 31 warga yang  melakukan pengecekan kesehatan Swab Antigen-PCR tersebut, sebanyak 24 orang yang terdiri dari 6 warga Pinang Ranti, 12 warga Makasar dan 6 warga Kebon Pala dilakukan tes usap atau Swab Antigen. Sementara itu dari tes PCR (polymerase chain reaction) sebanyak 7 orang dinyatakan reaktif Covid-19 yang terdiri dari 2 orang warga kelurahan Makasar dan 5 orang warga Kebon Pala.


Berita terkait:
Antisipasi Arus Balik, Kecamatan Makasar Siapkan GOR untuk Swab PCR


Kapolres Jakarta Timur Kombes Pol Erwin Kurniawan yang meninjau pelaksanaan test Swab Antigen terhadap pemudik yang baru balik ini membenarkan bahwa dari tes usap antigen terhadap 31 orang pemudik didapati hasil 24 orang pemudik negatif dan tujuh orang lainnya reaktif.

"Warga yang melaksanakan swab dan PCR di Gor Makasar ada 31 orang. Hasilnya 24 orang dengan hasil negatif COVID-19 dan tujuh orang dilakukan PCR," ujar  Erwin.

Terhadap 7 (tujuh) orang pemudik yang hasil tes antigennya reaktif, menunggu hasil tes usap PCR yang hasilnya baru akan keluar kurang lebih dalam waktu 1x24 jam. Sehingga selama menunggu hasil tes usap PCR keluar, ketujuh orang tersebut  harus melakukan isolasi  mandiri di rumah masing-masing.

"Bagi warga yang dilakukan tes PCR, sebelum hasilnya keluar agar melakukan isolasi mandiri di rumah masih masing-masing," ujar Erwin.

Test Swab Antigen di Kecamatan Makasar dibagi dua titik tempat pelaksanaan yaitu di GOR Makasar untuk 4 (empat) kelurahan yakni Pinang Ranti, Makasar, Halim Perdana Kusuma dan Kebon Pala. sedangkan satu titik lagi di kelurahan Cipinang Melayu untuk melayani warga atau pemudik yang baru kembali ke Cipinang Melayu. 
 
 
Kapolsek Makasar Kompol TF Hutagaol mengajak berbincang warga yang menjalani tes Swab Antigen di GOR Makasar


Diungkapkan Kapolsek Makasar Kompol Feryson Hutagaol, Test Swab Antigen akan dilaksanakan hingga tanggal 30 Mei 2021 mendatang.

Kegiatan pengamanan dan monitoring hari pertama pelaksanaan Swab Antigen dipimpin langsung oleh Kapolsek Makasar Kompol Feryson Hutagaol didampingi Wakapolsek Makasar AKP Ilhamsyah  dan  Kanit Bimas AKP Wahyu Pancaseno dengan 24 personil yang terdiri dari unsur Polri 8 personil, Pol PP 6 personil, FKDM 7 personil dan Pamdal kecamatan Makasar 1 personil.

Adapun pelaksana Swab Antigen dan PCR adalah tenaga medis gugus tugas Covid-19 kecamatan Makasar yang dipimpin personil Hotline Call Center Puskesmas Kecamatan Makasar, Kris Sofyan.

Info lebih lanjut warga dapat menghubungi Call Center Hotline Puskesmas Kecamatan Makasar di 08111004437.


Mahar Prastowo ๐Ÿ“ฒ

LUGAS MEDIA NETWORK

Jelang Shalat Idul Fitri, Pemkot Bekasi Serahkan Bantuan Masker Kepada RW 026 Pejuang

Written By Redaksi on 10 Mei, 2021 | 15.07


GEN-ID |  Kota Bekasi - Jelang pelaksanaan shalat idul fitri 1442H atau lebaran, Pemkot Bekasi membagikan masker ke lingkungan RW 026 Kelurahan Pejuang Medan Satria, guna memastikan seluruh warga turut melaksanakan shalat idul fitri dengan mematuhi protokol kesehatan memakai masker.

"Hari ini sudah dijadwalkan sesuai instruksi walikota selaku ketua komite satuan tugas percepatan penanganan covid-19 yaitu  ada kegiatan bagi-bagi masker untuk seluruh warga dengan melibatkan ketua RW dan RT, yang nantinya masker ini harus langsung diserahkan ke warga. Sebagaimana kita ketahui penggunaan masker bagi setiap orang itu diwajibkan sebagai salah satu protokol kesehatan yang harus dipatuhi oleh seluruh warga masyarakat," terang  H. Isnaini, lurah Pejuang kecamatan Medan Satria, usai menerima bantuan masker dari pemerintah kota Bekasi di kantor sekretariat RW 026 Perumahan Taman Harapan Baru, Senin (10/05/2021).

"Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan pada saat peringatan atau perayaan hari raya idul Fitri, makanya protokol kesehatan harus benar-benar di patuhi. Kata kuncinya yang paling nomor satu adalah memakai masker. Kalau maskernya nggak ada pasti nggak akan pakai masker. Jadi pihak pemerintah memfasilitasi dengan menyiapkan masker dan untuk diberikan kepada warga," ujar Isnaini.

Penyerahan masker dilakukan oleh Kabid Ketersediaan dan Distribusi Pangan, Tetet Haryati,  untuk selanjutnya dibagikan oleh para ketua RT kepada warga masyarakat.

"Pesan kami kepada ketua RT, ketua RW yang memang ada masjid di wilayah RW-nya, bersama-sama dengan DKM-nya  kita pastikan orang yang datang ke masjid melaksanakan salat idul fitri mematuhi protokol kesehatan. Yang namanya manusia tempatnya salah dan lupa, kalau dia memang lupa nggak pakai masker saya berharap nanti pengurus DKM aktif untuk dapat memberikan masker," imbau Isnaini.

Ia juga berharap  kepada warga kelurahan Pejuang  untuk selalu patuhi  protokol kesehatan dan ikuti  anjuran pemerintah untuk tidak mudik, tidak boleh lebaran berkeliling, tidak boleh kumpul-kumpul membuat kerumunan.

Sementara itu Edy Mulyawan, Ketua RW 026 menyampaikan ucapan terimakasihnya atas kepedulian pemerintah kota Bekasi pada warga masyarakat dengan perhatiannya menyerahkan masker.

"Kami RW 026 terima kasih banyak kepada pemerintah kota Bekasi melalui ibu Tetet Haryati, Kabid ketersediaan dan Distribusi Pangan kota Bekasi yang  menyerahkan masker kepada kami, dan masker ini diserahkan langsung ke RT masing-masing, pak RT yang menerima kemudian dibagikan ke warganya," ungkap Edy.

Terkait pelaksanaan shalat idul Fitri, Edy Mulyawan menyampaikan bahwa satgas RW 026 siap membantu DKM dan panitia shalat idul Fitri.

"Sosialisasi oleh semua ketua RT kepada warga masyarakat terkait pelaksanaan shalat idul Fitri,  gunanya dalam pelaksanaanya supaya semua tetap mematuhi protokol kesehatan dan  tidak numpuk di satu masjid,  jadi kita bagi-bagi, ada di Masjid Nurul Firdaus ada yang di masjid Baitul Jannah maupun ada yang di plaza," terang Edy.


Reporter: Agus Wiebowo
Editor: Mahar Prastowo

82 RW di Jakarta Zona Merah Covid-19, Pemerintah Terapkan PPKM Mikro

Written By Redaksi on 10 Februari, 2021 | 09.07

Perpanjangan PSBB dan menjadi PPKM membuat sekolah juga terus melanjutkan menyelenggarakan pembelajaran secara daring guna memutus rantai Covid-19


GEN-ID | Jakarta
- Pemerintah resmi melanjutkan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), namun kali ini dilakukan dalam skala mikro yang tertuang dalam Surat Instruksi Kementerian Dalam Negeri Nomor 3 Tahun 2021.

Aturan pembatasan ini diterapkan mulai 9 sampai 22 Februari 2021, berlaku di tingkat Provinsi dan Kebupaten atau Kota di Jawa-Bali. Dalam penerapannya, ada beberapa hal yang berbeda karena PPKM Mikro juga mempertimbangkan kriteria zonasi pengendalian wilayah hingga tingkat RT.

Perpanjangan ini tertuang dalam Keputusan Gubernur (Kepgub) No 107 Tahun 2021 terkait Perpanjangan Pemberlakuan Jangka Waktu dan Pembatasan Aktivitas Luar Rumah.

"Kita ada akhir pekan panjang perayaan Imlek. Saya imbau semua jangan bepergian keluar kota, tahan diri untuk tidak mengunjungi tempat-tempat keramaian, dan sebisanya di rumah saja bila tidak ada keperluan esensial. Ini penting untuk menjaga kasus aktif tidak terus bertambah," ujar Anies dalam keterangan resminya, Selasa (9/2/2021)

.PPKM skala mikro merupakan strategi baru pemerintah untuk menekan laju penyebaran Covid-19.

Adapun aturan PPKM skala mikro tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian Nomor 3 Tahun 2021 tentang PPKM Berbasis Mikro dan Pembentukan Posko Penanganan Covid-19 di Tingkat Desa dan Kelurahan untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19.

Dalam aturan tersebut, pemerintah membagi tindakan pengendalian Covid-19 berdasarkan empat zona yakni zona hijau, kuning, oranye, dan merah.

Suatu wilayah disebut zona merah Covid-19 apabila terdapat lebih dari 10 rumah dengan kasus konfirmasi positif dalam satu RT selama tujuh hari terakhir. Skenario pengendalian Covid-19 untuk wilayah zona merah Covid-19 mencakup:

a. Menemukan kasus supek dan pelacakan kontak erat
b. Melakukan isolasi mandiri/terpusat dengan pengawasan ketat
c. Menutup rumah ibadah, tempat bermain anak, dan tempat umum lainnya kecuali sektor esensial
d. Melarang kerumunan lebih dari tiga orang
e. Membatasi keluar masuk wilayah RT maksimal hingga pukul 20.00
f. Meniadakan kegiatan sosial masyarakat di lingkungan RT yang menim bulkan kerumunan dan berpotensi menimbulkan penularan.

Dilansir dari website resmi Covid-19 milik Pemprov DKI Jakarta hingga 4 Februari, ada 82 RW di Ibu Kota yang berstatus zona merah Covid-19 dan masuk wilayah pengendalian ketat (WPK).

Sebanyak 82 RW itu tersebar di enam wilayah Jakarta, yaitu 41 RW di Jakarta Selatan, 16 RW di Jakarta Pusat, 13 RW di Jakarta Barat, 6 RW di Jakarta Timur, 4 RW di Jakarta Utara, dan 2 RW di Kepulauan Seribu.

Berikut rincian 82 RW di Jakarta yang masuk kategori zona merah Covid-19.

Jakarta Pusat

    Kelurahan Bungur, RW 001
    Kelurahan Cempaka Putih Timur, RW 004
    Kelurahan Duri Pulo, RW 004
    Kelurahan Kartini, RW 007
    Kelurahan Kebon Sirih, RW 008
    Kelurahan Mangga Dua Selatan, RW 007
    Kelurahan Menteng, RW 008
    Kelurahan Menteng, RW 009
    Kelurahan Pegangsaan, RW 008
    Kelurahan Pegangsaan, RW 006
    Kelurahan Pegangsaan, RW 007
    Kelurahan Rawasari, RW 003
    Kelurahan Senen, RW 005
    Kelurahan Serdang, RW 004
    Kelurahan Utan Panjang, RW 004
    Kelurahan Pasar Baru, RW 004

Jakarta Selatan

    Kelurahan Cipete Selatan, RW 002
    Kelurahan Kalibata, RW 008
    Kelurahan Kalibata, RW 002
    Kelurahan Kalibata, RW 005
    Kelurahan Kalibata, RW 004
    Kelurahan Kalibata, RW 003
    Kelurahan Karet, RW 007
    Kelurahan Karet, RW 005
    Kelurahan Karet, RW 004
    Kelurahan Karet, RW 002
    Kelurahan Karet Kuningan, RW 001
    Kelurahan Karet Kuningan, RW 007
    Kelurahan Karet Kuningan, RW 002
    Kelurahan Karet Kuningan, RW 005
    Kelurahan Karet Kuningan, RW 004
    Kelurahan Karet Kuningan, RW 006
    Kelurahan Melawai, RW 002
    Kelurahan Melawai, RW 001
    Kelurahan Pancoran, RW 003
    Kelurahan Pancoran, RW 006
    Kelurahan Pasar Minggu, RW 006
    Kelurahan Pasar Minggu, RW 003
    Kelurahan Pasar Minggu, RW 004
    Kelurahan Pasar Minggu, RW 001
    Kelurahan Pela Mampang, RW 002
    Kelurahan Pela Mampang, RW 001
    Kelurahan Pela Mampang, RW 007
    Kelurahan Pela Mampang, RW 003
    Kelurahan Pondok Labu, RW 003
    Kelurahan Ragunan, RW 005
    Kelurahan Rawa Barat, RW 001
    Kelurahan Rawa Barat, RW 005
    Kelurahan Rawa Jati, RW 011
    Kelurahan Rawa Jati, RW 003
    Kelurahan Rawa Jati, RW 009
    Kelurahan Rawa Jati, RW 010
    Kelurahan Tegal Parang, RW 005
    Kelurahan Tegal Parang, RW 004
    Kelurahan Tegal Parang, RW 002
    Kelurahan Tegal Parang, RW 001
    Kelurahan Tegal Parang, RW 003

Jakarta Barat

    Kelurahan Joglo, RW 006
    Kelurahan Joglo, RW 001
    Kelurahan Joglo, RW 008
    Kelurahan Joglo, RW 002
    Kelurahan Joglo, RW 004
    Kelurahan Joglo, RW 003
    Kelurahan Mangga Besar, RW 001
    Kelurahan Slipi, RW 003
    Kelurahan Srengseng, RW 002
    Kelurahan Srengseng, RW 001
    Kelurahan Srengseng, RW 006
    Kelurahan Srengseng, RW 003
    Kelurahan Srengseng, RW 008

Jakarta Timur

    Kelurahan Cipinang Melayu, RW 002
    Kelurahan Kayu Manis, RW 002
    Kelurahan Makasar, RW 003
    Kelurahan Malaka Jaya, RW 006
    Kelurahan Malaka Sari, RW 009
    Kelurahan Kebon Manggis, RW 003

Jakarta Utara

    Kelurahan Kelapa Gading Barat, RW 017
    Kelurahan Sunter Jaya, RW 007
    Kelurahan Sunter Jaya, RW 006
    Kelurahan Sunter Jaya, RW 005

Kepulauan Seribu

    Kelurahan Pulau Harapan, RW 001
    Kelurahan Pulau Tidung, RW 004


[gi]

dr. Agung: Jangan Stigma Negatif dan Diskriminasi Orang Terpapar Covid-19

Written By Redaksi on 29 Januari, 2021 | 03.59


   dr. Agung Insani Firdaus, M.K.K, Kepala Puskesmas Pekayon Jaya menunjukkan hasil observasi petugas vaksinator usai menjalani suntik vaksin tahap II bagi tenaga kesehatan


GEN-ID
| Kesehatan
- Jangan melakukan stigmatisasi dan memperlakukan secara diskriminatif terhadap orang yang terpapar Covid-19. "itu bukan penyakit cotor, bukan harus dijauhi, yang dijauhi penyakitnya bukan orangnya," ujar dr. Agung Insani Firdaus,M.K.K, Kepala Puskesmas Pekayon Jaya, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Ditemui pada Kamis (28/01/2021) usai menjalani suntik vaksinasi tahap kedua bagi tenaga kesehatan, ia menerangkan dengan stigma (cap) negatif dan perlakukan diskriminatif kepada pasien Covid-19 justru  akan menjadikannya murung, sedih,  dan merugikan. "Dari situ sistem pertahanan tubuh tidak akan naik dan jelas merugikan," ujarnya.

Ia memberikan tips, justru begitu ada tetangga atau keluarga kena covid-19, dukungan harus diberikan, baik empati materi maupun moril. "Jadikan sarana kita untuk menguatkan para tetangga, gantian kita saling tolong, kita bisa kirim makanan. Saat kita jalan atau kita olahraga lari pagi dari jarak jauh bisa kita sapa, 'bu, pak semangat ya, cepat sehat'. Saya yakin nanti setelah sembuh dan nanti ada tetangga  lain sakit orang ini pasti akan bantu," terang dr. Agung.

Lanjutnya, "dengan covid ini jadikan sebagai pemersatu bangsa, karena dengan covid menumbuhkan saling empati," pungkas dr.Agung, seraya mengingatkan untuk  patuhi protokol kesehatan dengan memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, menghindari kontak dan membatasi mobilitas di area publik.


Reporter: Agus Wiebowo | Editor: Mahar Prastowo

Tinjau Penyaluran BST, Lurah Kebon Pala Pastikan Penerapan Prokes 3M

Written By Redaksi on 12 Januari, 2021 | 22.39




GEN-ID
| Jakarta Timur
- Guna memastikan penerapan protokol kesehatan (prokes) 3M dalam penyaluran Bantuan Soail Tunai (BST), Lurah Kebon Pala Kecamatan Makasar Jakarta Timur Faisal Riza, M.Kes melakukan peninjauan penyaluran BST di wilayahnya, Selasa (12/01/2021).

Protokol Kesehatan (Prokes) 3M dimaksud adalah Memakai masker, Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan.

Titik penyaluran BST dibagi dengan memanfaatkan kompleks gedung Sekolah Dasar Negeri 01, 02 di Jalan Cakrawala dan Kompleks SDN 03,04,05 Kebon Pala di Jalan Jengki-Cipinang Asem.

Pada setiap titik penyaluran BST tersebut diterapkan protokol kesehatan ketat dengan jumlah   penerima manfaat (BST) sebanyak 500 orang.

Seluruh unit kerja organisasi pemerintahan kelurahan terlibat secara aktif. Hal ini nampak dalam apel persiapan pelaksanaan penyaluran BST pada Selasa pagi serta di lokasi penyaluran BST.




Diungkapkan Faisal bahwa Provinsi DKI Jakarta mulai mendistribusikan BST pada hari ini, Selasa (12/01/2021) dan Kota Administrasi Jakarta Timur menjadi wilayah pertama pendistribusian BST.

Penerima Bantuan Sosial Tunai akan menerima bantuan dalam bentuk uang tunai senilai Rp300.000,-.

BST di Pemprov DKI Jakarta berasal dari dua sumber, yakni dari APBN Kementerian Sosial RI dan dari APBD Pemprov DKI.

Namun khusus untuk BST yang berada di wilayah Jakarta Timur, keseluruhan berasal dari APBD Provinsi DKI Jakarta.

Total keseluruhan BST di Provinsi DKI Jakarta berjumlah 1.805.216 BST, dengan rincian 750.000 berasal dari APBN Kementerian Sosial RI dan 1.055.216 berasal dari APBD Provinsi DKI Jakarta.

Perincian total BST yang disalurkan untuk wilayah Jakarta Timur sebanyak 532.295 bantuan, Jakarta Utara 307.371, Jakarta Selatan 356.371, Jakarta Barat 419.721, Jakarta Pusat 183.895 dan Kepulauan Seribu sebanyak 5.563 bantuan.

Untuk mengetahui daftar nama penerima BST dari Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta, warga dapat bertanya kepada RW tempat tinggal masing-masing atau Petugas Pendata dan Pendamping Sosial (Pendamsos) di kelurahan setempat atau dengan mengecek di https://corona.jakarta.go.id/

Pertanyaan dan keluhan dapat disampaikan melalui call center Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta melalui nomor telepon (021) 426 5115 atau menghubungi nomor seluler 0821-1142-0717.


Mahar Prastowo


Mengapa Remaja Harus Melek Kesehatan Reproduksi? Ini Penjelasan TPM Biologi Kesehatan FKUI

Written By Redaksi on 09 Januari, 2021 | 20.02


GEN-ID | Masih banyak yang menganggap pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi tabu untuk dibahas secara terbuka. Organ reproduksi dianggap sesuatu yang sakral, bersifat privasi dan rahasia dengan alasan adat ketimuran. Akibatnya si pemilik  organ reproduksi  tidak memiliki pengetahuan cukup mengenai organ tersebut dan bagaimana cara menjaganya. Pada akhirnya justru menimbulkan masalah baru buat rmaja, keluarga dan masyarakatnya.

Sebenarnya pengetahuan kesehatan reproduksi tak hanya wajib, harus, kudu diketahui remaja, tapi juga buat orang tua dan kerabat terdekat remaja. Karena remaja biasa mengalamai galau, halu, rungsing saat mengalami perubahan-perubahan pada tubuhnya di masa pubertas. Seperti cowok bingung lihat jakun mulai keliatan seperti nelen biji salak, jerawatan atau mulai tumbuh rambut di sana-sini. Begitu juga buat cewek yang dadanya tiba-tiba berasa membesar dan mengkal, dan terutama saat pertama kali mengalami menstruasi, apalagi ngocor pertama kali di sekolahan. Horror, deh.

Hal-hal seperti diatas biasanya ditandai dengan seringnya remaja bolak-balik ngaca memperhatikan tubuhnya. Iya, kan? Udah ngaku aja, dosen, guru dan yang nulis pernah ngalamin  masa-masa itu soalnya.

Nah, buat ngatasin  masalah pembatasan pertemuan kerumunan dalam protokol kesehatan selama pandemi Covid-19,  TPM (Tim Pengabdian Masyarakat)  Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia tanggap perlu adanya sosialisasi pengetahuan mengenai reproduksi di masa pubertas dalam bentuk webinar kepada para siswa-siswi SMP/SMA serta guru.

Pengabdian Masyarakat merupakan salah satu dari Tri Dharma Perguruan Tinggi disamping Penelitian dan Pengembangan, serta Pendidikan dan Pengajaran.

Tim Pengabdian Masyarakat UI dalam webinar ini  terdiri dari para dosen Biologi Kesehatan dari Fakultas Kedokteran UI, dan sebagai tuan rumahnya adalah SMPN 126 Jakarta Timur yang nama Kepala Sekolahnya Ibu Ekasari Kartika Ningtyas. Buseeet, dah. Fotonya burem, maafin ya, bu.


Salah satu hal penting yang diajarin sama para dosen, adalah disiplin mandi dua kali sehari. Soalnya di masa pandemi ini kan para siswa-siswi menjalani Pembelajaran Jarak Jauh alias PJJ yang bisa dilakukan sambil tiduran, nonton tv, dan nggak perlu mandi pagi. Tak jarang malah kebablasan jadi nggak mandi seharian sampai tidur lagi. Itu bahaya buat organ reproduksi. Bisa jamuran, tauk!



Para dosen, kali ini memang ngajarin materi edukasi bagi remaja siswa-siswi SMP dan SMA supaya memahami  anatomi dan fisiologi organ reproduksinya, dan menjaga kebersihan serta kesehatan agar terhindar dari penyakit dan kekerasan seksual.

Mereka adalah para ahli dari Tim Pengabdian Masyarakat UI yang terdiri dari Dr. Dwi Anita Suryandari, M.Biomed sekaligus sebagai ketua kegiatan,  dr. Dewi Sukmawati, M.Kes., PhD.,  Dr. dr. Anna Rozaliyani, M.Biomed., Sp.P.Deswaty Furqonita, S.Si., M.Biomed.,  dan Dr. drg. Dwirini Retno Gunarti, MS


Yang mengejutkan ternyata  peserta cukup antusias (atau mungkin karena diwajibin sama guru?). Soalnya yang ikut webinar ini sampai 700 peserta. Tapi wajar saja sih apalagi  selain pesertanya siswa siswi SMPN 126  Jakarta Timur, ada juga dari FGPI (Forum Guru Peneliti Indonesia) provinsi Jawa Tengah yang merupakan para guru pembimbing penelitian tingkat SMP dan SMA di Jawa Tengah. Ketiganya yaitu UI - SMPN 126 - FGPI ini bekerjasama ngadain acara yang diinisiasi dan disponsori PengMas UI.

Apa saja sih materinya? Dan mengapa kalian para remaja mesti tahu, melek, dengan kesehatan reproduksi?

Buat kalian yang ikutan webinarnya tapi sudah lupa materinya, atau yang nggak ikutan tapi pengen tahu. Di bawah ini sahabat kalian dari redaksi Generasi Indonesia mencatat beberapa hal yang dikutip dari para pemateri.


Dr. Dwi Anita Suryandari, M.Biomed 

Dosen Biologi Kesehatan FKUI dan peneliti kelainan genetik kromosom Y pada pria infertil ini menjelaskan struktur anatomi dan fisiologi organ reproduksi dan beberapa fenomena yang dialami oleh remaja pria. Mulai dari proses pembentukan sperma (spermatogenesis), bagaimana terjadinya perubahan yang dialami oleh remaja pria pada masa pubertas seperti mimpi basah,  terjadinya  ereksi, ejakulasi, sampai terjadinya orgasme.

Dijelaskan juga perubahan yang terjadi pada wanita yang memasuki masa pubertas  seperti proses pembentukan sel telur (oogenesis), menstruasi, ovulasi, siklus mamae (perubahan bentuk payudara) dan proses terjadinya kehamilan.

"Kondisi informasi yang minim dan menyesatkan mengenai kesehatan reproduksi pada remaja dan didukung oleh perkembangan emosi yang masih labil, seringkali  membuat remaja dihadapkan pada kebiasaan yang tidak sehat, seperti seks bebas, merokok, minum-minuman beralkohol, penyalahgunaan obat, dan suntikan. Minimnya pengetahuan reproduksi pada remaja dapat  memicu terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, antara lain pernikahan usia muda, kehamilan yang tidak diinginkan, aborsi, infeksi menular seksual, kekerasan seksual, dan lain-lain yang cukup meresahkan di kalangan masyarakat," terang Dr. Dwi Anita Suryandari, M.Biomed.

Lanjut Dr. Dwi Anita Suryandari, pengetahuan tentang kesehatan reproduksi  bisa menjadi pelindung awal yang dapat menghindarkan remaja dari melakukan aktivitas seksual di usia remaja.

"Remaja perlu mengetahui bahwa melakukan aktivitas seksual di usia dini, di saat organ reproduksi belum berkembang secara sempurna, sejatinya akan meningkatkan risiko kesehatan secara  fisik dan mental bagi dirinya sendiri. Belum lagi risiko yang harus dihadapi seandainya remaja tidak menjaga kebersihan dan kesehatan organ, reproduksinya," ungkap Dr. Dwi Anita Suryandari.

Oleh karena itu, terang peneliti kelainan genetik kromosom Y pada pria infertil ini diperlukan pengetahuan sejak dini mengenai organ reproduksi yang dimiliki oleh dirinya maupun yang dimiliki oleh lawan jenisnya.

"Pengetahuan tersebut selayaknya perlu dimiliki agar baik remaja laki-laki dan perempuan perduli dengan risiko kesehatan yang dimiliki kedua belah pihak," ujarnya.

Itu sebabnya perlu ditumbuhkembangkan kesadaran sejak dini agar remaja menjaga kesehatan reproduksi. Sebab, masa remaja adalah waktu terbaik untuk melatih kebiasaan menjaga kebersihan, yang bisa menjadi aset dalam jangka panjang.



dr. Dewi Sukmawati, M.Biomed

Asisten Profesor asal Unibraw yang menjagar di FKUI ini menjelaskan bagaimana perilaku atau kebiasaan baik yang harus dilakukan oleh remaja dalam menjaga kesehatan organ reproduksinya. Seperti mandi minimal dua kali sehari, memakai pakaian dalam dengan bahan yang menyerap keringat agar tidak membuat organ reproduksi menjadi lembab dan meningkatkan kemungkinan terjadinya infeksi.




"Pada dasarnya remaja harus  memiliki pengetahuan seputar kesehatan reproduksi. Tak hanya untuk menjaga kesehatan dan fungsi organ tersebut, informasi yang benar terhadap pembahasan ini juga bisa menghindari remaja melakukan hal-hal yang tidak diinginkan," terang dr. Dewi Sukmawati.

Lanjut dr. Dewi Sukmawati, "dengan memiliki pengetahuan yang tepat terhadap proses reproduksi serta cara menjaga kesehatannya, diharapkan mampu membuat remaja lebih bertanggung jawab terutama mengenai proses reproduksi, dan dapat berpikir ulang sebelum melakukan hal-hal yang dapat merugikan."

Diungkapkan dr. Dewi, pengetahuan seputar masalah reproduksi tidak hanya wajib bagi remaja putri saja. "Remaja laki-laki juga harus mengetahui serta memahami cara menjaga organ reproduksinya  agar tetap sehat. Pergaulan yang salah juga pada akhirnya bisa memberi dampak merugikan pada remaja laki-laki baik secara fisik maupun psikologis," ujarnya.

Dokter Dewi juga menjelaskan  bagaimana melindungi diri dari kekerasan seksual yang saaat ini marak terjadi di masyarakat. "Remaja juga  perlu dikenalkan dengan hak-hak reproduksi yang ia miliki. Selain itu, diperlukan juga pengetahuan tentang kekerasan seksual yang mungkin terjadi, apa saja jenisnya, dan bagaimana cara untuk mencegahnya," terangnya.




Dr. Anna Rozaliayani, M.Biomed Sp.P(K)

Nah, dokter satu ini nggak asing buat yang suka diam-diam konsultasi lewat online halodoc.

Di webinar ini dokter Anna menjelaskan mengenai berbagai infeksi mikroorganisme seperti bakteri, virus dan jamur yang dapat  menyerang organ reproduksi.

Diungkapkan Dr. Anna, mikroorganisme seperti Trichomonas vaginalis, jamur Candida, menyebabkan nyeri pada saat berkemih dan virus HIV bepotensi menyebabkan terjadinya penyakit herpes pada organ kelamin.

Diungkapkan Dr. Anna, para remaja juga rentan untuk mengalami risiko penyakit bila tidak memahami kesehatan reproduksi. Aspek ini juga sebaiknya sudah mulai dikenalkan dan disampaikan pada remaja yang sudah beranjak dewasa.


"Dengan mengetahui risiko yang mungkin terjadi, remaja tentu akan lebih berhati-hati dan lebih menjaga kesehatan reproduksinya," kata Dr. Anna.

Dengan bekal pengetahuan ini diharapkan remaja dapat tumbuh kembang secara sehat dan bertanggung jawab untuk mengerti hak atas organ reproduksinya, dengan tidak mudah melakukan penyimpangan perilaku seperti melakukan seks bebas dan di luar nikah, serta eksploitasi lain yang dapat menyebabkan infeksi organ reproduksi.

Remaja sehat masa depan bangsa!


Reporter: Agus Wiebowo
Editor: Mahar Prastowo

Puskesmas dan Kelurahan Kayuringin Jaya Giatkan Sosialisasi Bahaya Tuberculosis

Written By Redaksi on 23 November, 2020 | 19.07



GEN-ID| Kesehatan - Ditengah masa pandemi Covid-19 ini terdapat satu penyakit yang luput dari perhatian banyak orang, yaitu TBC (tuberculosis) atau TB. Efeknya dianggap sama bahkan lebih berbahaya dibanding Covid-19 yang secara nasional menyebabkan 11 orang meninggal setiap jam.

Data menunjukkan bahwa angka kasus penderita TB di Indonesia masih cukup tinggi. Pada skala dunia, Indonesia masuk peringkat ketiga setelah India dan China. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI, kasus TBC di Indonesia pada 2017 lalu menyebabkan 116.000 orang meninggal dunia dan pada 2018 sebanyak 98.000 orang meninggal dunia.

Mewaspadai bahaya ancaman kesehatan masyarakat itu Kelurahan Kayuringin Jaya, Bekasi, bersama bersama UPTD Puskesmas Perumnas 2 Kayuringin Jaya, pada Senin 23 November 2020 mengadakan  kegiatan Lokakarya Kesehatan guna sosialisasi tentang bahaya TB.

“Kegiatan hari ini adalah kegiatan rutin lokakarya triwulan yang dalam setahun empat kali melakukan ini bersinergi dengan kelurahan Kayuringin Jaya dan lintas sektor lainnya,” ujar dokter Ariska Agustina, Kepala Puskesmas Perumnas 2, Senin 23 November 2020.

Dikatakan dokter Ariska,  selain TB pada kesempatan ini juga dilakukan sosialisasi bahaya HIV/AIDS, keduanya sama penting disampaikan karena  bahayanya.

Khusus kasus TB, Ariska mengatakan provinsi Jawa Barat menempati urutan ketiga dengan jumlah pengidap TB setelah Papua dan Banten. "Di kelurahan Kayuringin sendiri, hampir seratus orang pasien TB, dua puluh orang diantaranya tengah menjalani pengobatan rutin," terang Ariska.

Untuk pengendalian dan monitoring laju peningkatan jumlah orang yang mengidap TB, selain menggalakkan sosialisasi oleh petugas Puskesmas juga melibatkan para kader kesehatan yang ada di kelurahan Kayuringin. “Kader ini sudah kami latih bagaimana memantau pasien TB yang ada di wilayah dan menginformasikan ke kami tim kesehatan agar bisa kami tindak lanjuti segera,” terangnya.



Lurah Kayuringin Jaya Ricky Suhendar yang meninjau kegiatan menekankan bahwa kasus TB justru lebih berbahaya daripada Covid-19.

“Ada beberapa warga yang kena TB dan TB itu sangat berbahaya karena langsung menyerang paru-paru, juga efek dan penyebarannya begitu cepat,” kata Ricky.

Oleh karena itu, guna menekan jumlah pengidap penyakit TB di masyarakat, pihak kelurahan akan terus meningkatkan pengawasan dan sosialisasi di tingkat RT dan RW bekerjasama dengan pihak Puskesmas. "Bagi yang memiliki gejala TB agar segera dilaporkan ke pihak Puskesmas, kelurahan dan Dinas Kesehatan," imbau Lurah Ricky.

“Yang paling penting adalah selalu menjaga kebersihan lingkungan luar rumah dan dalam rumah. Jangan sampai rumah itu selalu gelap dan cahaya tidak masuk karena virus suka di tempat-tempat lembab, kotor,” ujar Ricky.

Senada dengan Lurah Ricky, karena penularannya yang mirip dengan Corona,  Sekretaris Kelurahan Kayuringin Jaya Agus H Mamun  menyampaikan himbauan kepada warga dan menekankan untuk tetap patuhi himbauan pemerintah, agar tidak berkumpul di luar rumah guna memutus penyebaran Covid-19, "demi kebaikan kita bersama biasakan menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun dan tetap jaga jarak. Himbauan 3 M ini supaya benar-benar dilaksanakan dengan baik."

Lanjut Agus H Mamun, “kami menghimbau kepada nasyarakat khususnya Kayuringin Iaya untuk menyayangi diri anda, keluarga anda.tetap patuhi protokol kesehatan."

Ia berharap  dengan lokakarya dalam rangka sosialiasi tuberculosis ini banyak  hal yang didapat berupa wawasan pengetahuan serta bisa menerapkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai wujud kesadaran akan pentingnya kesehatan.

Lokakarya rutin triwulan ini menghadirkan Kepala Puskesmas Perumnas 2 drg Ariska Agustina dan dr. Ch. Murniati Amra selaku Penanggung jawab program HIV  dan Ketua Pokja UKM (upaya kesehatan masyarakat).

Sejumlah  pegawai Puskesmas dan kader BERSATU (Berantas Tuberkulosis) serta kader Posyandu Kelurahan Kayuringin Jaya juga tampak sibuk melayani pemeriksaan kesehatan kepada para peserta yang hadir dari Karang Taruna, PKK, Kader Posyandu, LPM, KUA dan Forum RW.


Reporter: Agus Wiebowo
Editor: Mahar Prastowo

GMBI Desak Pemkot Bekasi Tindak Tegas Pembuang Limbah B3

Written By Redaksi on 05 November, 2020 | 20.52


GEN-ID | Kota Bekasi - Ratusan massa LSM GMBI (Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia) Kota Bekasi Pimpinan Abah Zakaria, pada Kamis (05/11/2020) melakukan unjuk rasa menuntut para penjahat lingkungan hidup yang selama ini diduga dengan nyata-nyata telah membuang limbah berbahaya dan beracun (B3) di Kota Bekasi agar segera ditindak tegas.

Bahwa kasus dugaan kejahatan lingkungan hidup di wilayah Kota Bekasi selama  ini sudah dilaporkan oleh GMBI Distrik Kota Bekasi secara tertulis kepada pihak Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kota Bekasi.

"Maka seharusnya pemerintah bergerak cepat untuk melakukan tindakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan," ujar Asep Sukarya, Sekretaris GMBI Distrik Kota Bekasi.

Namun faktanya, demikian Asep Sukarya menyampaikan, ketika ada laporan masyarakat ke dinas lingkungan hidup kota Bekasi, pemerintah u.p Dinas Lingkungan Hidup kota Bekasi lambat mengambil langkah dan/ atau tindakan dan patut. Sehingga pihaknya menduga pemerintah ada kepentingan terselubung .

Asep Sukarya  menegaskan bahwa kegiatan LSM GMBI hadir dalam menyikapi masalah lingkungan hidup. Karena bagi GMBI membuang limbah B3 bukan pada tempatnya adalah kejahatan lingkungan hidup.

"Masalah limbah itu bukan hal yang bisa diremehkan, bagi kami membuang limbah B3 bukan pada tempatnya adalah kejahatan lingkungan hidup," tegas Asep.

Lanjut Asep, hak seluruh warga masyarakat terkait lingkungan hidup yang bersih dan sehat itu menjadi hak asasi seluruh manusia, sebagaimana undang-undang dasar 1945 pasal 28A. LSM GMBI juga sebagai lembaga sosial kontrol dan juga sebagai peran serta masyarakat telah melakukan pelaporan masalah limbah B3.

Asep mengungkapkan  aksi  hari ini dilakukan  karena laporan yang mereka sampaikan dianggap lambat ditangani.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi Yayan Yuliana didampingi Sekretaris Dinas,  Kabid Penegakan Hukum dan sejumlah staf menerima perwakilan massa aksi GMBI sebanyak 10 orang guna menyampaikan aspirasi.

Yayan Yuliana berjanji akan memanggil pihak-pihak terkait dalam hal ini pengusaha yang membuang limbah B3, pihak yang mengangkut dan pihak yang menerima.

Selain aksi di Kota Bekasi, pada hari yang sama GMBI juga bergerak di kota lain seperti Kabupaten Bekasi, Gresik (Jawa Timur) dan Jawa Tengah dengan isu sama seputar lingkungan hidup.


Generasi Indonesia / Mahar Prastowo

Dokter Relawan Vaksin Covid-19 Meninggal. Pengujian Tetap Dilanjutkan

Written By Taufik sf on 21 Oktober, 2020 | 01.43


GEN-ID | Dokter muda berusia 28 tahun yang juga relawan vaksin Covid-19 dinyatakan meninggal ditengah masa pengujian. Ia sebelumnya sehat dan baik-baik saja, sehingga meski dalam mas pengujian, ia tetap bekerja seperti biasa sebagai dokter, menangani pasien Covid-19 di Unit Gawat Darurat. 

Dari target 20.000 relawan yang bakal disuntuk vaksin, telah dicapai angka sebanyak 8.000 relawan setelah pada bulan September lalu sempat dihentikan karena ada relawan dari asal negara produsen vaksin yang mengalami sakit misterius.

Dalam pengujian vaksin ini,  tidak hanya vaksin yang diberikan. Relawan  dibagi dalam dua kelompok, satu mendapat vaksin perusahaan penguji, dan satu lagi suntikan plasebo.

Dalam kasus dokter muda yang meninggal, dan merupakan relawan vaksin Covid-19, pihak otoritas kesehatan  Brasil, Anvisa, membenarkan bahwa yang bersangkutan adalah peserta dalam uji coba klinis vaksin Covid-19 yang dikembangkan AstraZeneca dan Universitas Oxford.

Sebagaimana diketahui Brasil sebelumnya memiliki rencana untuk membeli vaksin dari Inggris dan memproduksinya sehingga perlu dilakukan pengujian terlebih dahulu.

Universitas Federal Sao Paulo, yang membantu mengoordinasikan uji klinis di Brasil, membenarkan relawan warga Brasil tapi menolak memberi detil karena menyangkut kerahasiaan medis. Universitas menyerahkan kelanjutan uji coba ke dewan peninjau independen.

Sementara itu, AstraZeneca menolak berkomentar. Namun Oxford dalam pernyataannya mengatakan insiden sudah ditinjau secara independen dan akan melanjutkan uji klinis.

"Setelah penilaian secara cermat atas kasus kematian di Brasil, tidak ada kekhawatiran tentang keamanan uji klinis dan tinjauan independen selain pemerintah telah merekomendasikan agar uji coba tetap dilanjutkan," tulis lembaga itu. (afp/cnn/ap)


LDII Jatiluhur Serahkan APD Ke Gugas Covid-19 Kelurahan

Written By Redaksi on 08 Oktober, 2020 | 02.15



GEN-ID
| Kota Bekasi
- Guna mempererat  hubungan baik dengan pemerintah tingkat kelurahan yang sudah terbina, Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Pimpinan Anak Cabang (PAC) Jatiluhur, Kec. Jatiasih Kota Bekasi bersilaturahmi sekaligus memaparkan program kerja ke kelurahan Jatiluhur pada hari Selasa (6/10/2020), dan menyerahkan bantuan APD untuk gugus tugas (gugas) Coid-19 kelurahan.

Rombongan PAC LDII Jatiluhur  yang hadir antara lain H. Koesnaedi selaku Dewan Penasehat, Suprayitno yang merupakan Ketua Pimpinan Anak Cabang kelurahan Jatiluhur, Abdurrohim (Seksi Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan), Eryanta (Seksi Pengabdian Masyarakat), dan Indra Bayu (Seksi Komunikasi Informasi dan media).
 
Lurah Jatiluhur Agus Sucipto menerima kunjungan itu didampingi  Sekretaris Kelurahan (Sekel) Muhidin Asesgaf,  serta Bhabinkamtibmas Bripka Apriyadi.

Kehadiran Suprayitno dan rombongan selain memperkenalkan pengurus PAC LDII Jatiluhur, juga menegaskan dukungan dan partisipasi aktif LDII dalam penganggulangan Covid-19.

"Tujuan kami adalah memperkenalkan pengurus PAC LDII Jatiluhur kepada Lurah dan jajarannya. Kami juga menyampaikan  ikut berpartisipasi dalam penanggulangan Covid-19 dengan aktif melakukan sosialisasi protokol kesehatan," ujar Suprayitno.

Suprayitno juga menyerahkan Alat Pelindung Diri (APD) berupa  baju Hazmat 20 potong dan masker 5 box, kepada Lurah Jatiluhur selaku Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kelurahan.

Mengenai  program kerja organisasi, Suprayitno berharap kedepannya bisa bersinergi lebih baik lagi dengan sinkronisasi program.

Sementara itu Agus Sucipto,  Lurah Jatiluhur mengapresiasi dan berterimakasih atas kunjungan dan bantuan yang diberikan.

"Dengan adanya silaturahmi dari pengurus PAC LDII Kelurahan Jatiluhur, tentunya kami sangat gembira dan menyambut baik. Dengan silaturahmi ini semoga dapat dijalin  sinergitas  di dalam  membangun Kelurahan Jatiluhur, terutama dalam membangun sumber daya manusia," ujar Lurah Agus.

Lurah Agus juga  berterimakasih atas bantuan yang diberikan berupa baju hazmat dan masker, "kami ucapkan terimakasih,  mudah-mudahan ini bisa bermanfaat dalam upaya menurunkan  atau mengendalikan penyebaran Covid-19. Dalam kesempatan ini kami juga menghimbau untuk warga kelurahan Jatiluhur mari selalu mematuhi protokol kesehatan 3M, yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak. Serta bagi pelaku usaha untuk mematuhi maklumat Walikota Bekasi," pungkas Lurah Agus Sucipto.


Reporter: Agus Wiebowo | Editor: Mahar Prastowo




Putus Mata Rantai Covid-19, Pertamina Lubricants Pekanbaru Bersama Komunitas Otomotif Bagi Masker Gratis di Ngobras

Written By Taufik sf on 06 Oktober, 2020 | 22.14


GEN-ID
| Pekanbaru
- Dengan semakin banyaknya minat dan antusias pengguna pelumas Pertamina Fastron Eco Green di Pekanbaru, PT. Pertamina Lubricants melalui Sales Region I kembali menggelar acara “Ngobras" (Ngopi Ngobrol Bareng Komunitas) LCGC pada Minggu (04/10/2020) di Taman Bukit Gelanggang, Dumai. 

Ngobras merupakan program rutin PT. Pertamina Lubricants sebagai bentuk solidaritas dan sinergi terhadap berbagai komunitas otomotif di Indonesia. Kali ini PT. Pertamina Lubricants menggandeng Karimun Club Indonesia (KCI) Pekanbaru.

Sales Region Manager I PT Pertamina Lubricants Atoy Saturi melalui Supervisor Sales Area wilayah Pekanbaru Yola Debita mengatakan bahwa, pihaknya terus berupaya mengingatkan masyarakat selalu menerapkan protokol kesehatan dimanapun berada.

“Ngobras kali ini, PT Pertamina Lubricants ingin berupaya untuk terus mengingatkan masyarakat akan pentingnya menggunakan masker. Acara kami awali dengan membagikan masker secara gratis kepada masyarakat yang melintas di Rumbai Sport Center, Yos Sudarso Rumbai, Pekanbaru pada pukul 08.00-10.00 WIB. Harapan kami agar masyarakat Pekanbaru senantiasa disiplin dalam menerapkan protokol pencegahan Covid-19, agar sama-sama bisa kembali pulih dari pandemi ini,” ungkap Yola Debita.

Selesai bagikan masker, KCI Pekanbaru lakukan uji coba pelumas Pertamina Fastron Eco Green dengan mini touring menuju Dumai via Tol Pekanbaru-Dumai, tentu tetap memprioritaskan keselamatan dan keamanan berkendara.

Setibanya di Taman Bukit Gelanggang Dumai, acara dilanjutkan dengan sesi diskusi, tanya jawab serta sharing knowledge mengenai pelumas Pertamina, khususnya Fastron Eco Green, pelumas khusus kendaraan LCGC yang diluncurkan tahun 2019. 

Ketua Karimun Club Indonesia Pekanbaru Henri Hendrajat mengatakan bahwa, dirinya merasakan perbedaan dengan menggunakan produk Pertamina Fastron Eco green itu ketimbang pelumas lain. Bahan bakar irit, lincah dan bertenaga. 

“Kami dari komunitas Karimun Club Pekanbaru mengucapkan terima kasih atas kerjasamanya. Semoga makin solid dan kompak kedepannya,” ujar Henri.

Anggota Komunitas KCI Pekanbaru lainnya Riri yang juga berprofesi sebagai pengemudi salah satu aplikasi transportasi online huga meluapkan kepuasannya dengan memakai Pertamina Fastron Eco Green.

“Semenjak saya menggunakan Pertamina Fastron Eco green banyak sekali manfaat yang saya rasakan mulai dari peforma mesin yang lebih tinggi hingga irit bahan bakar. Harganya pun terjangkau untuk para pengguna kendaraan LCGC," ungkap Riri.

Sebagaimana diketahui, Fastron Eco Green diformulasikan dengan menggunakan aditif yang lebih unggul dalam menjaga kestabilan kekentalan sehingga lebih baik dalam melindungi mesin. Formulasi baru yang dikembangkan untuk Fastron Eco Green juga lebih unggul dalam mencegah terjadinya deposit sisa pembakaran didalam mesin. Fastron Eco Green diformulasikan dengan teknologi pelumas sintetis untuk mesin bensin terbaru dan dirancang dengan cermat untuk memenuhi persyaratan performa teratas yang terbukti efektif melindungi mesin dan membersihkannya secara menyeluruh hingga celah tersempit. 

Fastron Eco Green hadir dalam kemasan 3,5 Liter dan 2 spesifikasi yaitu 0W-20 API SN dan 5W-30 API SN ILSAC GF 5, sehingga Pelumas ini cocok untuk mesin mobil LCGC. Fastron Eco Green dapat membuat tarikan mobil lebih ringan, kopling tidak gampang selip dan bunyi mesin menjadi halus. Produk anak bangsa ini mampu menjaga performa mesin disegala kondisi dan cuaca. 

“Kami sangat yakin dengan menggunakan pelumas Fastron Eco Green, pengguna kendaraan LCGC bisa merasakan berbagai keunggulan yaitu lebih irit, lebih awet, lebih bersih, lebih bertenaga dan pastinya lebih melindungi mesin kendaraan kesayangan teman-teman komunitas dan pengguna LCGC lainnya,” lanjut Riri. 

"Pengguna kendaraan LCGC di Riau dapat dengan mudah mendapatkan Pelumas Fastron Eco Green di berbagai tempat seperti di General Outlet, Olimart, dan SPBU Pertamina atau melalui layanan Pertamina Lubricants Home Service (PLHS) dengan kontak di 135 atau website www.pertaminalubricants.com," tutup Riri.



Acara berlangsung sangat antusias, terbukti dengan hadirnya lebih dari 50 unit mobil member, yang tentunya tetap menerapkan protokol kesehatan dan izin pelaksanaan oleh pihak berwenang.(GI)




 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. GEN-ID ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by daguku