Kontak Redaksi https://telegram.me/Gen_ID atau WA 0813-8728-4468
Latest Post
portal ini dikembangkan guna pemberdayaan komunitas dan penguatan kelembagaan, pengiriman artikel, foto, video, slip donasi pengembangan web dapat melalui TELEGRAM https://t.me/Gen_ID
Tampilkan postingan dengan label Komunitas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Komunitas. Tampilkan semua postingan

Mas Tri: Blonjo ning tonggo, orang yang belanja di tetangga adalah pahlawan

Written By Redaksi on 11 April, 2021 | 18.44

GEN-ID | Medan Satria, Kota Bekasi - Apresiasi atas konsistensi, kesinambungan dan kreatifitas warga RW 026 kelurahan Pejuang kecamatan Medan Satria datang dari Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono. Mas Tri, sapaan akrab Wakil Wali Kota Bekasi, mengapresiasi dan senang dengan kreatifitas dan inovasi RW 026 kelurahan pejuang.




"Saya sangat senang dan mengapresiasi atas kerja keras dan kreatifitas warga RW 026, terkait UMKM salah satu jawabannya adalah memang bagaimana memberdayakan ekonomi, yang kita lakukan adalah blonjo ning tonggo, orang yang belanja di tetangganya itu adalah pahlawan," ujar Mas Tri seraya megungkapkan agar tak bergantung dan merasa gengsi karena merek dan kemasan. 

"Ada makanan dapur coklat, ada nastar, paling itu-itu saja. Dan hanya menang merk saja. Ada (tetangga) yang jualan kue coklat, kue nastar, putri salju, putri malu, malah sekarang ada putri byayakan, jadi jangan kalah, yang penting tetap sosialisasi pada masyarakat dan berdayakan pelaku usaha yang ada," ujar Mas Tri memotivasi blanja ning tangga (blonjo ning tonggo) atau belanja di tetangga.

"Karena bagaimanapun ekonomi harus gerak, tinggal inovasi dan kreatifitasnya untuk diperhatikan," pesan Mas Tri.



Apresiasi Mas Tri diungkapkan saat membuka ikhtiar ketahanan pangan dan industri kreatif berupa bazaar Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta Bazaar Takjil Ramadan yang diikuti oleh sebanyak 25 pelaku UMKM di RW 026 kelurahan Pejuang. Bazaar digelar  di Jalan Taman Casandra Utama, perumahan Taman Harapan Baru.

Mas Tri yang hadir bersama istri,  Ny. Wiwiek Hargono dan membuka bazaar pada Sabtu (10/04/2021).

Sejumlah perangkat kerja pemerintahan yang hadir diantaranya camat Medan Satria Lia Erliani, Kapolsek Medan Satria Kompol Agus Rohmat, Lurah Pejuang H. Isnaini, Babinsa, Bimaspol, ketua RW beserta jajaran, ketua RT beserta jajaran, ketua dan kader penggerak PKK, Kader Posyandu, serta  Kelompok Wanita Tani (KWT) dan warga sekitar.

Kusnandar yang didapuk sebagai ketua panitia Bazaar UMKM, dalam sambutannya mengungkapkan harapan agar melalui acara ini bisa mewadahi UMKM untuk  meningkatkan kreatifitas mereka.

"Kami adakan Bazaar UMKM ini dari tanggal 10 sampai 12 April 2021. Selanjutnya  Bazaar Takjil hasil karya UMKM warga RW 026 digelar sampai akhir bulan Ramadhan," terang Kusnandar.

Dijelaskan Kusnandar, khusus Bazaar UMKM dibuka dari jam 08.00 pagi sampai dengan jam 18.00 petang, sementara untuk Bazaar Takjil akan dimulai sore hari jam 15.00 sampai dengan jam 18.00.

Camat Medan Satria Lia Erliani, Ketua RW 026 Edy Mulyawan, Ketua Panitia Kusnandar


Sementara itu ketua RW 026 Edy Mulyawan mengungkapkan geliat warganya dalam hal ketahanan pangan dan industri kreatif telah berkembang menjadi komunitas yang menghidupkan sektor produksi berbagai komoditas dan kriya, pertanian dalam hal ini aneka sayuran, ternak ikan dan olahan hasil-hasilnya dan  warga sendiri yang menjadi market utamanya, disamping juga menerima pesanan dari luar perumahan.

"Ini sebagai wadah untuk menggerakan dan menambah kreatifitas UMKM yang ada di RW 026," ujar Edy.

"Alhamdulillah mereka menggelar bazaar secara mandiri, yakni swadaya menyiapkan aneka perlengkapan yang dibutuhkan selama bazaar," ucap Edy mengapresiasi kemandirian warganya.

Dikatakan Edy, dengan  adanya bazaar ini masyarakat tidak perlu kebingungan dalam mencari makanan berbuka puasa.

"Kalau pengin asinan Betawi jangan jauh-jauh, pengin jengkol, pengin kolang-kaling disini ada," kata Edy berpromosi.

"Tetap pesen saya, temen-temen semua protokol kesehatan tetap jaga," tegas Edy.

 "Apa yang sudah kita lakukan secara tidak langsung menjadi contoh, contoh dari 1013 RW di kota Bekasi," ujar Edy yang mengingatkan  bahwa pencapaian dalam kompetisi RW Siaga yang telah diraih, menjadi juara 2, bukan persoalan merebut kemenangan dalam kompetisi itu. 

"Tetapi konsistensi kita, keberlangsungan kita terkait dengan penanganan covid dan lain-lain," tegas Edy.

Ketua Tim Penggerak PKK RW 026 Endang Sudaryanti yang didampingi ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Rita Rahmawati menjelaskan bazaar ini dapat terlaksanan berkat kerjasama antara ibu-ibu PKK, KWT beserta dengan Bapak-bapak pengurus  RW dan RT.



"Berkat kerjasama ini Alhamdulillah acara berjalan dengan baik. Alhamdulillah semua antusias mendukung. Bahkan Bu Kokom dan beberapa yang lain jam segini dagangannya sudah habis. Sebenarnya kami khususkan UMKM, tapi kami siapkan 25 meja. Jadi kalau hari ini masih ada yang kosong, berarti nanti jualannya saat puasa yaitu sore hari," terang Endang.

Dirinci oleh Endang Sudaryanti, produk UMKM yang dijual antara lain kriya lukisan, olahan lele bumbu siap masak, manisan, keripik bayam, cabe, kolang-kaling dan lain-lain.

Dituturkan Endang, para penjual mendapatkan masing-masing satu stan, dan dikenakan biaya yang digunakan  untuk kas terutama perawatan tenda.

Camat Medan Satria Lia Erliani yang hadir dalam acara pembukaan berharap dengan adanya Bazaar UMKM ini akan menumbuhkan klaster UMKM baru dan berkembang.

"Saya berharap dengan acara bazaar seperti ini akan tumbuh UMKM-UMKM baru di kelurahan Pejuang khususnya di RW 026,   karena UMKM ini justru memberikan ruang untuk para pelaku usaha kecil menengah mikro yang ada di RW 26 untuk dapat mengeksplor dan memamerkan dagangannya," ujar Camat Medan Satria Lia Erliani.

Lebih lanjut Lia  menambahkan bahwa untuk mempertahankan predikat juara yang diraih diperlukan konsistensi.

"Warga masyarakat itu sebenarnya memiliki potensi luar biasa, hanya saja mereka membutuhkan ruang dan kami pemerintah tentunya memberikan ruang itu, yaitu melalui lomba-lomba sehingga memotivasi mereka untuk terus berkreasi meraih sebuah prestasi dan mereka meningkatkan skill mereka sehingga mereka menjadi juara," ujar Lia.

"Dan RW 026 itu sangat luar biasa, karena ketika kita memberikan ruang dan kesempatan untuk mereka berkreasi, mereka ambil kesempatan itu dan menampilkan yang terbaik sehingga mereka juara," tambah Lia.

"Dan tetap konsistensi dijaga," pesan Lia.

Karena menurutnya Lia Erliani, berkat menjaga konsistensi itulah kenapa RW 026 setiap ada kesempatan untuk lomba mereka masuk di salah satu nominasi juara.




Reporter: Agus Wiebowo
Editor: Mahar Prastowo


Anang: Meski Terlambat, PP Tentang Royalti Angin Segar Bagi Ekosistem Musik Indonesia

Written By Redaksi on 06 April, 2021 | 15.04


GEN-ID ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ | "PP No 56/2021 ini membawa angin segar bagi ekosistem musik di Indonesia. Kami menyambut positif atas komitmen pemerintah," kata Anang di Jakarta, Selasa (6/4/2021), menanggapi terbitnya PP No 56 Tahun 2021 tentang Royalti Hak Cipta Lagu dan atau Musik.

PP No 56 Tahun 2021 tentang Pengelolaan Royalti Hak Cipta Lagu dan atau Musik diterbitkan oleh presiden Joko Widodo guna mengakomodir keresahan pelaku industri kraetif musik dan lagu di tanah air yang kehilangan haknya.

Meski terlambat, kata Anang, PP yang merupakan aturan turunan dari UU No 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta ini membawa angin segar bagi industri musik di Indonesia.

Menurut anggota DPR periode 2014-2019 ini, yang terpenting saat ini perlu adanya pengawasan pelaksanaan amanat PP No 56 Tahun 2021. Ia mewanti-wanti, penerbitan PP tidak diikuti dengan pelaksanaan di lapangan. "Saat ini yang terpenting bagaimana pelaksanaan aturan ini," sebut Anang.

Musikus asal Jember ini memprediksi, jika pelaksanaan PP No 56/2021 berjalan sesuai dengan rencana akan memberi dampak konkret terhadap pendapatan royalti di Indonesia. "Secara logis, penerimaan royalti akan meningkat tajam," tambah Anang.

Hanya saja, Anang menyebutkan untuk mencapai titik ideal dalam pendistribusian royalti, banyak langkah yang harus disiapkan. Salah satunya keberadaan Pusat Data Lagu sebagaimana tertuang dalam Bab II di Pasal 4 - 7 PP No 56 Tahun 2021.

"Pusat Data Lagu ini tak lain adalah Big Data yang memiliki posisi penting karena dengan data ini outputnya persoalan royalti menjadi lebih transparan, akuntabel dan ekosistem musik menjadi lebih sehat," urai Anang.

Selain itu, kata Anang, keberadaan Sistem Informasi Lagu dan atau Musik (SILM)juga memiliki peran yang tak kalah penting dalam hal pendistribusian royalti lagu dan musik. "SILM memiliki posisi penting karena memuat laporan penggunaan lagu atau musik yang menjadi dasar pendistribusian royalti. Inti dari peraturan ini yang hakikatnya di SILM dan Pusat Data Lagu," imbuh Anang.

Dalam Pasal 22 PP No 56 Tahun 2021 disebutkan keberadaan Pusat Data Lagu dan SILM maksimal dua tahun sejak pemberlakuan, menurut Anang sebaiknya realisasi dua lembaga tersebut dapat dipercepat. "Saya kira maksimal satu tahun sudah bisa terbentuk Pusat Data Lagu dan SILM. Karena faktanya, data-data kan telah tersedia di Lembaga Manajemen Kolektif (LMK). Data tersebut tinggal disinkronkan melalui LMKN untuk diolah oleh Pusat Data Lagu. Jadi satu tahun adalah waktu yang moderat," harap Anang.

Di bagian lain Anang juga menyebutkan peran pemerintah daerah (Pemda) tak kalah penting dalam implementasi peraturan ini. Menurut dia, keberadaan restoran, cafe, hotel, mal dan tempat hiburan yang berada di daerah memiliki keterhubungan yang erat dengan royalti lagu atau musik.

"Karena itu, perlu penyesuaian peraturan daerah dengan PP No 56 Tahun 2021. Misalnya, perizinan usaha dikaitkan dengan pembayaran royalti. Pemda dapat berinovasi dalam penyusunan peraturan daerah agar PP No No 56/2021 ini juga efektif di daerah," tegas Anang.


Mahar Prastowo
Kontak Redaksi klik WA

Dirjen Pothan Buka Rakor dan Konsolidasi Kader Bela Negara

Written By Redaksi on 01 April, 2021 | 06.44

Dalam Rangka Evaluasi Organisasi Kader Bela Negara dan Pembekalan Peran dalam Pertahanan Semesta

Peserta Rakor dari Senkom bersama Dirjen Pothan dan Direktur Bela Negara 


GEN-ID ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ | Jakarta - Mayjen TNI Dadang Hendrayuda   selaku   pejabat   Direktorat  Jenderal Potensi Pertahanan (Dirjen Pothan) Kementerian Pertahanan  Republik  Indonesia,  kembali membuka secara resmi  Rapat  Koordinasi  dan  Konsolidasi  Kader   Bela  Negara  Seluruh Indonesia  T.A.2021  yang  bertempat  di  Hotel  Grand  Mercure  Harmoni,  Jakarta,  Rabu (31/3/2021).

Dalam pembukaan acara ini Dirjen Pothan didampingi Direktur Bela Negara DR. Jubei Levianto, S.Sos, M.M dan beberapa narasumber instansi terkait antara lain dari Kementerian Dalam Negeri yang diwakili oleh Prayogo Heri Cahyono, S.E, M.M selaku Kasubdit Kemitraan dan Pemberdayaan Organisasi Kemasyarakatan, Ditjen Poltik dan Pemerintahan Umum, dari Kementerian Hukum dan HAM RI diwakili oleh Daniel Duardo Noorwijonarko, SH, MH, selaku Kepala Seksi Badan Hukum Sosial, Subdit Badan Hukum Direktorat Perdata, Dirjen AHU, dari Kemenpora diwakili Drs. Arifin Majid, M.M selaku Asisten Deputy Tenaga dan Peningkatan Sumber Daya Pemuda.

Mayjen TNI Dadang Hendrayuda yang berpengalaman tugas di Kesatuan Elit Kopasus, Paspampres dan juga di lembaga BNPT memberikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya atas dukungan dan kerjasama semua pihak yang telah mensukseskan acara Rakor dan Konsolidasi Kader Bela Negara termasuk 11 Ormas Bela Negara yang hadir secara langsung di tempat antara lain Senkom Mitra Polri
FBN, FKBN, PPBN, Askara, RCBN, GERCIN dan beberapa Ormas lainnya. 

"Perjuanganku lebih mudah karena melawan penjajah, namun perjuangan kalian akan lebih sulit karena melawan bangsa sendiri," ujar Dirjen Pothan mengutip salah satu ucapan Presiden Soekarno yang paling dikenangnya.

Maksud ucapan itu yakni mengingatkan ancaman yang dihadapi bangsa Indonesia setelah merdeka, namun setelah penjajah pergi, bangsa Indonesia akan dihadapkan pada berbagai masalah terutama soal persatuan. Berbagai cobaan dan masalah mulai dari masalah politik, sosial, ekonomi, dan berbagai masalah lainnya, akan menguji persatuan bangsa. Perbedaan-perbedaan yang ada bisa membuat rakyat terpecah belah dan saling berperang. Terbukti setelah kemerdekaan ada pemberontakan PKI, DI/TII, PRRI. Permesta, GAM, OPM dan RMS.

Pada H-1 sebelum acara dilaksanakan semua peserta wajib melalui protokol kesehatan yang ketat yakni setiap peserta harus lolos dari test Swab Antigen, sehingga jika ada peserta yang hasil testnya positif maka tidak diperbolehkan mengikuti acara tersebut demi keselamatan dan kesehatan seluruh peserta.

Saat Direktur Bela Negara 
Brigjen TNI DR. Jubei Levianto, S.Sos, M.M memaparkan materi pembekalan berjudul 'Peran Kader Bela Negara Dalam sistem Pertahanan Semesta' menekankan pentingnya 5 Nilai Dasar Bela Negara yaitu Cinta Tanah Air, Sadar Berbangsa dan Bernegara, Setia kepada Pancasila sebagai Ideologi Negara, Rela Berkorban untuk Bangsa dan Negara serta Kemampuan Awal Bela Negara sebagai bagian dari Program Pembinaan Kesadaran Bela Negara (PKBN) yang harus diaktualisasikan dalam tekad, sikap dan perilaku serta tindakan setiap warga negara Indonesia.

Selain itu Brigjen TNI DR. Jubei Levianto menyampaikan kepada
 Seluruh Ormas Bela Negara tentang adanya Fasilitas Studio 'NGOPI DARING' yang bisa digunakan oleh seluruh Ormas Bela Negara secara gratis dalam ikut bersama-sama mengalakan program-program PKBN melalui media online khususnya kepada kalangan melenial dan masyarakat umum yang saat ini hampir semua orang memiliki akses digital (internet).

Ketua Senkom Dani AM bersama Direktur Bela Negara Brigjen TNI DR. Jubei Levianto, S.Sos, M.M 

Narasumber atau pemateri terakhir terkait 'Evaluasi Organisasi Kader Bela Negara' yang langsung dipaparkan oleh Kolonel Arm. Ferry Trisnaputra selaku Kasubdit Lingkim Direktorat Bela Negara, harapannya agar ilmu yang diterima dari para narasumber diteruskan ke lingkungan terdekat baik di lingkungan keluarga, masyarakat sekitar dan jaringan Ormas masing-masing sebagai bagian dari pahala jariyah yang akan terus mengalir jika ilmu pengetahuan Bela Negara ini disampaikan dan diamalkan oleh banyak warga negara Indonesia.

Menurut Drs Dani AM salah satu Ketua Senkom yang hadir bersama pengurus lainnya berjumlah 17 personel pada Rakor dan Konsolidasi Kader Bela Negara ini, materi yang disampaikan oleh para narasumber sangat bermanfaat dan menambah wawasan terkait PKBN, legalitas dan peranan Ormas sebagai wadah kebebasan berserikat dan berkumpul sebagai aktualisasi dari pasal 28 UUD 1945.

"Kekebasan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pendapat dan pikiran itu dijamin oleh konstitusi kita UUD 1945 pasal 28, dimana setiap Ormas Bela Negara yang hadir pada Rakor dan Konsolidasi Kader Bela Negara ini diberi kebebasan untuk berbicara dan mengeluarkan pendapat pada sesi diskusi dan tanya jawab dengan narasumber," tegas Dani AM.


Penulis:  Tri Joko
Editor:  Mahar Prastowo



Kasubdit Binpolmas Polda Jambi Beri Arahan Teknis Kepada Senkom Sungai Gelam

Written By Redaksi on 24 Maret, 2021 | 14.43

 Antisipasi Kerawanan Pilkada Ulang, Covid-19 dan Karhutla


GEN-ID | Sungai Gelam, Muaro Jambi - Guna antisipasi kerawanan pilkada ulang, penanggulangan Covid-19 dan karhutla, Kasubdit Binpolmas Ditbinmas Polda Jambi memberikan bimbingan dan arahan teknis (bimtek/rahnis) kepada Sentra Komunikasi (Senkom) Mitra Polri Kecamatan Sungai Gelam Kabupaten Muaro Jambi, pada Rabu (24/03/2021).

Bimbingan dan arahan teknis disampaikan langsung Kasubdit Binpolmas Ditbinmas Polda Jambi, AKBP Asril Usman M.A.P., di KUPP (Kantor Unit Pelayanan Pendidikan) Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi.

AKBP Asril Usman M A P., dalam arahannya  menekankan pentingnya koordinasi antara anggota Senkom di kecamatan Sungai Gelam dengan jajaran Bhabinkamtibmas di seluruh wilayah kecamatan. Sehingga ia menegaskan agar antara  anggota Senkom dengan bhabinkamtibmas untuk selalu berkoordinasi demi terciptanya lingkungan yang aman, kondusif, terkendali.

"Ujung tombak kegiatan Polri  di tingkat desa adalah Bhabinkamtibmas maka harus ada kerjasama yang baik dengan Senkom. Senkom adalah organisasi sosial dan tidak untuk mencari  keuntungan, Senkom sangat baik dalam kegiatan di masyarakat,” jelas  Asril di depan para anggota Senkom serta jajaran Bhabinkatimbas yang hadir.

Soal sengketa pilkada yang menyebabkan pemilihan ulang termasuk di kecamatan Sungai Gelam, Kasubdit Binpolmas mengungkapkan, karena Pilkada melibatkan seluruh masyarakat maka perlu juga pengamanan yang intensif. "Tanpa bantuan dari  potensi yang ada di masyarakat seperti Senkom, Bhabinkamtibmas tentu tidak akan mampu," ujarnya.

AKBP Asril Usman menyampaikan, masalah baru dan potensi kerawanan sosial harus diantisipasi pasca keputusan  MK pada tanggal   22 Maret 2021 yang mengamanatkan  ada 88 TPS akan melakukan  pemilihan ulang karena di dalamnya ada yang tidak fair. Diantaranya di Kabupaten  Tanjabbar, Tanjabtim dan Kerinci. 59 TPS di Kabupaten Muaro Jambi, Jaluko (Jambi luar kota),  dan 13 TPS di Kecamatan Sungai Gelam termasuk desa  Ladang Panjang.

“Ini kewajiban kita bersama bahwa di Sungai Gelam  ada pemilihan ulang, untuk itu kita tunggu info dari  KPUD,” tegas Asril.

AKBP Asril Usman M A P., selaku Kasubdit Binpolmas juga berpesan bahwa tugas Senkom berkewajiban menyampaikan informasi, guna ikut  menjaga keamanan lingkungan sekitar.

"Berkaitan dengan akan diadakannya pemilihan ulang maka Senkom harus bisa memberi pengertian kepada masyarakat terutama kepada tim pemenangan agar tidak membuat kekacauan di masyarakat," tegas Asril.



Sementara itu soal pandemi Covid-19 Asril berpesan agar selalu ikuti  protokol kesehatan karena pandemi masih ada bahkan yang tadinya 5000 sekarang menjadi 7000-an yang terpapar.

"Bila ada berita yang belum jelas jangan dishare  terutama tentang vaksin. Bila ada kegiatan vaksin maka langsung saja ikut jangan sampai ragu," tandasnya.

Adapun mengenai penggulangan kebakaran hutan dan lahan, Asril mengungkapkan  agar dalam penanganannya melibatkan secara aktif potensi yang ada yaitu SENKOM, ORARI dan RAPI. Sekaligus seluruh Bhabinkamtibmas disarankan agar bergabung dengan SDC (SENKOM Digital Comunication) yang menjadi perangkat lapsit kamtibmas Senkom.

"Apabila ada kebakaran di Propinsi Sumsel maka tugas SENKOM adalah menginformasikan ke Polsubsektor Sungai Gelam yang nantinya akan disampaikan ke tingkat yang paling atas. Begitu juga kalau ada tititk api di wilayah tertentu maka dihimbau segera infokan ke Polsubsektor atau ke Bhabinkamtibmas setempat," ujar Asril.

Ketua Senkom Kecamatan Sungai Gelam Abdul Rohman Sholeh yang mengikuti kegiatan bersama 47 anggota mengungkapkan pentingnya acara ini.

"Ini penting diikuti karena menyangkut arahan mengenai kamtibmas jelang pilkada ulang, serta penanganan pandemi Covid-19 dan bencana kebakaran hutan dan lahan," ujar Abdul Rohman Sholeh.

Pada kesempatan ini Senkom Kecamatan Sungai Gelam mendapat cenderamata dari Polda Jambi berupa freezer yang diserahterimakan dari Kasubdit Binpolmas AKBP Asril Usman kepada ketua Senkom kecamatan Sungai Gelam Abdul Rohman Sholeh.



Laporan Fathurrohman, Muaro Jambi
Editor: Mahar Prastowo

Kapolres Metro Bekasi Kota Ajak Pokdarkamtibmas Bhayangkara Tingkatkan Peran Jelang Hari Raya

Written By Redaksi on 20 Maret, 2021 | 16.45

Kebutuhan Meningkat Penghasilan Menurun Berpotensi Timbulkan Gangguan Kamtibmas



GEN-ID
| Kota Bekasi
- Menjelang hari raya lebaran yang terangkai dengan bulan puasa ramadhan, Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Aloysius Suprijadi mengajak Pokdarkamtibmas Bhayangkara meningkatkan peran dalam cipta kondisi kamtibmas. Hal itu disampaikan Kapolresta saat rakor jajaran pengurus Pokdarkamtibmas Bhayangkara tingkat sektor se-kota Bekasi di Graha SS Bekasi Selatan Kota Bekasi, Sabtu (20/03/2021).

"Ini situasinya agak berbeda karena pandemi ini menyebabkan banyak orang kehilangan pekerjaan, tentunya akan berimbas pada kamtibmas. Jjadi harapan kami pokdar bisa turut berperan mengingatkan kepada masyarakat menjaga keamanan dan ketertiban, dimana situasi hari raya kebutuhan masyarakat banyak, sementara penghasilan masyarakat juga banyak yang menurun, untuk itu perlu kesadaran diri untuk menciptakan kamtibmas," ujar Aloysius Suprijadi.

Tak lupa Aloysius juga mengapresiasi apa yang dilakukan pokdar sebagai  kelompok masyarakat yang timbul dengan kesadaran diri, dimana tidak ada imbalan, mereka sadar untuk menciptakan situasi aman dan tertib sehingga roda ekonomi bisa berjalan, kebudayaan bisa berjalan, "ini satu hal yang mulia menurut saya," ujar Kapolresta.

Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Aloysius Suprijadi juga menghimbau agar masyarakat mengikuti aturan pemerintah terhadap penerapan protokol kesehatan dalam menyambut hari raya yang biasanya ada kegiatan mudik atau perayaan dengan keramaian.

"Kami harap masyarakat bisa menjaga dirinya, hal-hal yang tidak perlu, hal-hal yang bisa menyebabkan penularan daripada covid perlu dihindari," imbau Aloysius.


Sinergi  Pokdarkamtibmas Bhayangkara dengan kepolisian

Sinergi  Pokdarkamtibmas Bhayangkara dengan kepolisian guna mendukung terciptanya situasi wilayah kota Bekasi yang aman, saat ini telah berjalan dengan baik dan perlu terus ditingkatkan. Hal itu disampaikan H. Suyatno, Ketua Pokdarkamtibmas Bhayangkara Resort Metro Bekasi Kota, saat memimpin langsung konsolidasi dengan para ketua dan jajaran pengurus tingkat sektor Se-kota Bekasi di Graha SS Bekasi Selatan Kota Bekasi, Sabtu (20/03/2021).

Pokdarkamtibmas Bhayangkara diungkapkan H. Suyatno melakukan koordinasi rutin setiap 3 bulan dan kali ini diikuti 8 sektor dengan kehadiran ketua, sekretaris dan bendahara sektor masing-masing.

"Kegiatan ini rutin 3 bulan sekali, dalam silaturahmi ini kita terima masukan-masukan dan kinerja Pokdarkamtibmas Bhayangkara di masing-masing sektor," terang H. Suyatno.

Lebih lanjut H. Suyatno menjelaskan bahwa sinergi yang sudah terjalin dengan kepolisian selama ini sangat mendukung terciptanya situasi wilayah Bekasi yang aman.

"Sebentar lagi bulan Ramadhan, tentunya kami pokdar bersinergi dengan kepolisian dalam menciptakan situasi yang aman, menjelang lebaran biasanya kami apel besar yang fungsinya adalah menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat dikala persiapan menjelang hari H Ramadhan atau hari H Idul Fitri. Karena banyak masyarakat yang meninggalkan rumah, seperti rumah kosong banyak yang diincar maling, disitulah pokdar ikut membantu polisi dalam menjaga keamanan," terangnya.

Sementara itu, Abi Jajang Zaenudin SH, Divisi Kesekretariatan Pokdarkamtibmas Bhayangkara Nasional  menyampaikan bahwa sebagai sebuah organisasi, Pokdarkamtibmas Bhayangkara dikatakan dinamis sekali dengan memiliki  program-program kerja. "Dimasa pandemi ini pokdar juga aktif, selalu dilibatkan dan diajak seperti sosialisasi 5 M. Kami harapkan pokdar selalu aktif walaupun pelaksanaannya pasti beda-beda tergantung situasi dan kondisi," tegas Abi Jajang.


Mahar Prastowo
Kontak Redaksi Klik di sini

Jelang Munas LDII, Menag: Masalah Berbangsa Selesai Bila Umat Islam Bersatu

Written By Redaksi on 17 Maret, 2021 | 06.31


GEN-ID | Jakarta - “Saya sampaikan di awal, Kementerian Agama RI milik semua agama. Di dalamnya ada agama Islam. Ada ribuan ormas di bawah naungan kementerian agama, sepertu NU, Muhammadiyah, dan LDII. Saya mendukung sinergi dan kerja sama antar ormas Islam dengan Kemenag dalam membangun ukhuwah Islamiyah,” ujar Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas ketika menerima Ketua Umum Lembaga Dakwah Islam Indonesa (LDII) Chriswanto Santoso di kantornya, Selasa (16/3/2021).

Menag Yaqut Cholil menyoal  masalah persatuan umat. Menurutnya, jumlah umat Islam  lebih dari 80 persen penduduk Indonesia. Jika ukhuwah dan sinergi antar umat Islam terwujud, maka masalah kesatuan persatuan bangsa sudah selesai.

Menag Yaqut Cholil juga menuturkan, agama dan negara sejatinya saling membutuhkan dan saling mengokohkan untuk mewujudkan peradaban suatu bangsa. Untuk itu, Kemenag RI mendukung penguatan identitas keagamaan.

"Penguatan identitas keagamaan di satu sisi, dan penguatan identitas kebangsaan di sisi yang lain tidak boleh dipisahkan, apalagi dipertentangkan. Konsep itu harus tetap diletakkan dalam satu kotak untuk melahirkan moderasi beragama dan bernegara," ujarnya.

Hanya karena perbedaan khilafiah antar sesama agama Islam, bahkan perbedaan etnis dan agama seharusnya tidak menghambat terwujudnya persaudaraan sebagai sebuah bangsa. Justru kesalehan beragama dan loyalitas bernegara  harus saling mendukung satu sama lain. "Dengan kata lain, kita bisa menjadi umat saleh sekaligus warga negara baik," ujarnya.

Bagaimana bentuk dukungan Menag Yaqut Cholil Qoumas? Menurutnya, banyak program yang bisa disinergikan dengan ormas-ormas. “Ada kemandirian pesantren dan pengembangan madrasah kita bisa sinergikan. Setelah Munas LDII nanti kita akan sinergikan kembali dan duduk bersama membahas teknis dengan Kemenag,” ujarnya, sembari mengapresiasi kontribusi dan kerjasama LDII dengan pemerintah hingga saat ini.

Sementara itu Ketua Umum DPP LDII Chriswanto Santoso menyampaikan sedikit tentang masalah kebangsaan yang harus diangkat bersama. Khususnya  antara Kementerian Agama RI sebagai perwakilan pemerintah dengan ormas-ormas Islam. Ia selanjutnya menyampaikan apa yang telah LDII kontribusikan untuk Bangsa Indonesia.

“LDII telah berkontribusi di berbagai bidang. Di bidang pendidikan karakter, LDII membangun portal pondokkarakter.com. Di bidang ketahanan pangan, warga LDII membangun urban farming, pemanfaatan lahan gambut, dan penggunaan artificial intelegence dalam pertanian di Garut. selanjutnya  di bidang ekonomi syariah, LDII membangun ekonomi digital, hingga ketahanan keluarga untuk  ketahanan bangsa,” Chriswanto menjelaskan.

Di akhir pertemuan, DPP LDII meminta Menag Yaqut Cholil  untuk hadir dan memberikan pengarahan dalam Munas IX LDII pada 7-8 April 2021. Acara itu, rencananya dibuka oleh Presiden Joko Widodo. [gi]



Laporan Agus Wiebowo
Editor: Mahar Prastowo

Anggota FKDM Kecelakaan Kerja, Ahli Waris Terima Santunan Rp314 Juta

Written By Redaksi on 13 Maret, 2021 | 05.10

Ahli waris Jamilah, Anggota FKDM, menerima santunan dari BP Jamsostek


GEN-ID | Jakarta - Ahli waris Jamilah, Anggota Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara, menerima santunan dari BP Jamsostek Kelapa Gading.

Jamilah meninggal dunia akibat kecelakaan saat bekerja menjalankan tugas sebagai anggota FKDM, sehingga ahli waris menerima santunan dari BP Jamsostek sebesar Rp314 juta.

Santunan secara simbolis diserahkan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan di Balaikota DKI Jakarta, Jumat (12/3/2021).

Didampingi Direktur Pelayanan BP Jamsostek, Roswita Nilakurnia, Deputi Direktur BP Jamsostek Wilayah DKI Jakarta Cotta Sembiring, dan Kepala Kantor Cabang BP Jamsostek Jakarta Kelapa Gading, Erfan Kurniawan.

Dalam acara itu Anies menyampaikan duka citanya yang mendalam kepada keluarga korban yang diwakili oleh Fatimah sekaligus ahli waris.

"Saya minta kepada pemberi kerja dan juga Ketua FKDM untuk ikut memonitor agar santunan yang diberikan oleh BP Jamsostek kepada keluarga, bisa bermanfaat sebagaimana mestinya, terutama untuk beasiswa anak korban," kata Anies.

Anies menambahkan, pentingnya setiap pekerja apapun profesinya untuk terlindungi jaminan sosial ketenagakerjaan.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan terus mendorong seluruh pekerja formal maupun informal untuk bisa terlindungi jaminan sosial ketenagakerjaan.

Senada dengan Anies, Direktur Pelayanan BP Jamsostek Roswita Nilakurnia dalam sambutannya mengatakan, dirinya mewakili manajemen BP Jamsostek menyampaikan turut berduka cita atas meninggalnya anggota FKDM Kecamatan Kelapa Gading tersebut.

“Kami dari manajemen BP Jamsostek turut berduka cita yang mendalam. Semoga amal ibadahnya diterima dan keluarga yang ditinggalkan juga diberi keikhlasan dalam menghadapi cobaan ini,” ujar Roswita.

“Semoga ke depannya perhatian pemerintah atas pentingnya program jaminan sosial ketenagakerjaan bagi seluruh pekerja semakin meningkat dan pada akhirnya akan berujung pada perlindungan menyeluruh bagi seluruh pekerja di Indonesia,” tambah Roswita.

Deputi Direktur BP Jamsostek Wilayah DKI Jakarta Cotta Sembiring, menjelaskan hingga kini sudah terdapat 100 anggota FKDM Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang telah terdaftar menjadi peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan.

"Kami akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat akan pentingan program jaminan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan," katanya.

"Selain itu mendorong kepada pemberi kerja atau badan usaha untuk segera mendaftarkan pekerjanya sekurang-kurangnya dalam 2 program perlindungan yakni Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian," tambah Cotta.

Sebagai informasi jumlah santunan klaim Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) yang sudah dibayarkan oleh BPJAMSOSTEK Kanwil DKI Jakarta dari bulan Januari 2021 sampai dengan Februari 2021 ini sebesar Rp28,847 milyar dengan jumlah kasus sebanyak 1.225 kasus.

Sementara itu, Kepala Kantor Cabang BP Jamsostek Jakarta Kelapa Gading, Erfan Kurniawan, pun turut  mengucapkan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya almarhumah Jamilah.

"Semoga amal ibadahnya diterima dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta semoga santunan yang telah diberikan ini dapat bermanfaat bagi keluarga," ujar Erfan.

"Santunan sebesar Rp314.576.000 ini terdiri dari santunan berkala Rp12 juta biaya pemakaman Rp 10 juta, Santunan Kematian Rp161 juta, serta Beasiswa untuk anak sebesar Rp153 juta," kata Erfan.

Almarhumah Jamilah merupakan peserta aktif BP Jamsostek dari Desember 2017, iuran yang dibayarkan tiap bulan adalah Rp18 ribu untuk dua Program.

Yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM). Kepergiannya meninggalkan 2 orang putri.

"Ini adalah bukti nyata pentingnya setiap pekerja memiliki perlindungan jaminan social ketenagakerjaan, karena sebagai manusia Kita tidak dapat memperkirakan kapan musibah datang," kata Erfan.

"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk terdaftar atau memperoleh jaminan perlindungan social untuk mencegah risiko–risiko saat melakukan pekerjaan," tambahnya.

Seperti diketahui, FKDM merupakan forum yang dibentuk berdasar Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 2 Tahun 2018 tentang Kewaspadaan Dini di Daerah.

Tujuan pembentukannya ialah untuk membantu instrumen negara dalam menyelenggarakan urusan keamanan, ketentraman dan ketertiban masyarakat melalui upaya deteksi dini.

FKDM dibentuk mulai dari tingkat provinsi, kabupaten/ kota, kecamatan sampai di tingkat desa. [mp]













Artikel ini telah tayang dengan judul Kecelakaan saat Kerja, Ahli Waris Jamilah Terima Santunan dari BP Jamsostek Kelapa Gading Rp314 Juta  di sini..

RW 20 Perumahan Sigma Jatimakmur Juara 1 RW Siaga Kota Bekasi

Written By Redaksi on 12 Maret, 2021 | 06.26

Berhak Atas Hadiah Rp 1 Milyar, Piala dan Piagam Penghargaan


GEN-ID | Kota Bekasi - Setelah melalui proses penujurian yang panjang,  RW 20 Perumahan Sigma Kelurahan Jatimakmur, Kecamatan Pondok Gede dinyatakan sebagai Juara I RW Siaga se-Kota Bekasi dan berhak menerima hadiah sebesar Rp 1 Miliar pada Rabu, 10 Maret 2021 dalam upacara Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Bekasi ke-24 di Plaza Pemkot Bekasi, yang dibacakan oleh Wali Kota Bekasi Rahmat Efendy.

Redaksi  bercengkerama akrab dengan Ketua RW 20 Dwi Nurimanto Hadi, Bendahara RW Mudjahid Roustia, serta tokoh masyarakat H. Abdul Jalil dan Hariono Komeng pada hari Kamis (11/03/2021) di Balai Warga. Setelah itu diajak berkeliling melihat lokasi-lokasi yang menjadi obyek penilaian oleh para juri dari unsur tiga pilar Pemkot Bekasi.

Dwi Nurimanto Hadi, Ketua RW 20 Perumahan Sigma Kelurahan Jatimakmur mengucapkan syukur dan terimakasih kepada semua pihak sehingga bisa meraih juara satu.

"Alhamdulillah luar biasa sekali kami sangat bersyukur pada Allah subhanahu wata'ala. Kemenangan ini adalah hasil dari kerjasama kita di warga RW 20 Perumahan Sigma Kelurahan Jatimakmur yang selama ini sudah terbina dengan baik," ucap Dwi Nurimanto Hadi.



Dwi Nurimanto Hadi mengucapkan terimakasih atas sinergi seluruh pengurus RW, RT, Ibu-ibu PKK, Posyandu, KWT, Relawan, Karang taruna dan seluruh warga. "Selain itu tentunya kami sangat berterimakasih pada Babinsa, Bimaspol, Lurah, Puskesmas dan pihak kecamatan," ucapnya.

Pada masa pandemi ini di RW 20 dinilai Dwi semuanya sigap dan peduli, "sangat pas dengan nama perumahan tempat tinggal kami perumahan Sigma, Sigap Mandiri," ucap Dwi. Lanjutnya, "mungkin kemenangan ini bagian dari salah satu hasil yang kita dapatkan."

Apa saja yang telah dilakukan RW 20 sehingga dinilai terbaik dan menjadi juara 1 dalam lomba RW Siaga ini?

Dwi Nurimanto Hadi selaku Ketua RW 20 menuturkan penilaian meliputi tiga hal yatu masalah penanganan Covid-19, kriminalitas serta ketahanan pangan dan industri kreatif.

Soal penanganan Covid-19, Dwi menuturkan pihaknya melakukan berbagai langkah  preventif mulai dari penyebarluasan informasi terkait Covid-19, edukasi pencegahan, melakukan cek fakta dan informasi untuk menghindari hoax.

Menurutnya, Selain itu,  RT dan RW juga melakukan identifikasi dan pendataan atas kelompok masyarakat yang rentan.

Diungkapkan Dwi, penanganan Covid-19 dengan penegakan protokol kesehatan juga melibatkan seluruh komponen masyarakat, "pemuka adat dan tokoh agama menjadi kunci dalam menekan penyebaran Covid-19," ujar Dwi.

"Kami juga rutin adakan penyemprotan, operasi masker, woro-woro uar-uar dan lain-lain. Untuk yang terpapar dan isolasi mandiri kami berdayakan ibu-ibu PKK untuk memenuhi kebutuhanya, kebetulan kami juga punya lumbung pangan. Selain itu kami adakan komunikasi pada warga yang isolasi mandiri,  kami berikan semangat sehingga tidak merasa menjadi aib tapi tetap semangat dan optimis," papar Dwi.


Ia mengungkapkan bagi warga yang benar-benar merasakan dampak pandemi diberikan bantuan sembako dan juga uang tunai. "Misalkan 2 bulan kita berikan sembako, bulan berikutnya uang tunai. selama pandemi ini hampir seribu paket kami berikan."

Sementara dalam masalah kriminalitas, Dwi menceritakan konsep dalam menata lingkungannya untuk menekan angka kriminalitas dalam kerangka penilaian zero crime.

"Alhamdulillah semua sudah berjalan baik, di perumahan  sekarang hanya one gate, kita perbanyak titik-titik template kami pasang CCTV, ronda malam dibuat giliran jaga dan lain-lain sehingga kami aman, kamtibmas tidak terganggu," terang Dwi.

Adapun dalam hal ketahanan pangan dan ekonomi kreatif, ia memberdayakan warga pelaku UMKM  dengan diberikan fasilitas untuk berjualan dan sama sekali tidak di pungut biaya.

"Kami berdayakan UMKM dengan kami berikan fasilitas untuk jualan dan sama sekali tidak dipungut biaya. Dari beberapa jenis makanan dan minuman, ada minuman kesehatan disediakan wedang teleng, wedang uwuh, wedang jahe, beras kencur, kunyit asem dan lain-lain," lanjutnya, "kami punya tempat beternak ikan lele, gurame, nila dan lain-lain."



Dijelaskan Dwi, RW 20 juga punya 4 kebun yang isinya bervariasi yang jumlahnya hampir 100 macam tanaman seperti berbagai sayuran, tanamam obat, tanaman pangan seperti singkong, sukun, ubi jalar.

"Selain itu, warga menjalankan modal usaha melalui SML atau Sigma Makmur Lestari, yang mana setiap bulan kita mendapatkan margin. Alhamdullah dari hasil itu kita bisa mempunyai ambulans, alat pemadam kebakaran mandiri, toko ikan segar yang mana kalau panen ikan melimpah bisa ditaruh di situ dan yang beli dari mana-mana," terang Dwi.



Dari margin  itu RW 20 juga dapat melakukan pengadaan alat-alat keperluan warga untuk berbagai keperluan termasuk peralatan dan perlengkatan apabila terjadi banjir.

Sigma Makmur Lestari sebagai ruang unit usaha  berisi orang-orang berkompeten dalam mengelola uang, amanah dan peduli. Mereka sangat membantu dalam kontribusi kemajuan di RW 20 perumahan Sigma, diantaranya adalah H.M. Lutfi, H. Firzawardi dan Rebo Hadi.

Sementara itu Nasirman, ketua Bank Sampah dan H. Khairul Tanjung mengaku senang dengan diraihnya juara 1 RW Siaga.

"Kami senang RW kami juara. Harapan kami, ini bisa di pertahankan, RW kami tambah maju, dan juara lagi nanti di Kampung Tangguh Jaya Pancasila." tutur Nasirman, diamini H. Khairul Tanjung.

Sementara itu salah satu pelaku UMKM, Ria yang sehari hari berjualan makanan di area kuliner RW 20, menyampaikan harapannya agar prestasi yang sudah diraih dapat dipertahankan dan toleransi yang sudah terjalin tetap terus terjaga.

"Kami senang dengan kemenangan ini, semoga bisa dipertahankan. Kami juga berharap toleransi yang sudah terjaga dengan baik ini bertahan terus, di sini ada masjid,  mushola tapi juga ada gereja, kami biasa hidup dengan toleransi. Ketua RW kami Pak Dwi sangat baik, terbuka dan sangat mengayomi. Sekali lagi supaya toleransi tetap terjaga," tutur Ria.

Semua hal diatas bisa terlaksana karena terjadinya kekompakan. Hal itu diungkapkan  H. Abdul Jalil selaku tokoh masyarakat dan sesepuh RW 20. Untuk itulah mengapa kerukunan dan kekompakan harus terus terjaga.

"Rukun, kompak, guyub yang sudah ada untuk tetap terjaga," pesan H.Abdul Jalil.





Reporter: Agus Wiebowo
Editor: Mahar Prastowo



Rakornas I Pemuda Batak Bersatu Diikuti 21 DPD dan 6 Perwakilan Luar Negeri

Written By Redaksi on 11 Maret, 2021 | 18.09


GEN-ID | Komunitas  -  Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) ke-1 dan Seminar Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dan  Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Se-Dunia Pemuda Batak Bersatu (PBB) digelar Rabu hingga Sabtu, 10-13 Maret 2021 di hotel Horison, Kota Bekasi.

Dengan tema Pemuda Batak Bersatu untuk Indonesia dan sub tema meningkatkan fungsi dan tugas dalam mencapai visi dan misi PBB dalam berkontribusi ikut serta membangun bangsa dan negara.

Rakornas I dihadiri perwakilan daerah yang telah terbentuk, antara lain 21 Dewan Perwakilan Daerah (DPD) provinsi dan 6 DPD Luar Negeri yang terbentuk di 4 Negara.

Acara digelar dengan mematuhi protokol kesehatan yang ketat seperti pengkuruan suhu tubuh bagi setiap peserta, memakai masker, menjaga jarak dan menyemprot tangan dengan hand sanitizer ketika peserta memasuki ruangan acara.

Hadir Ketua Umum DPP PBB Lambok S. Sihombing, S.Pd., Sekretaris DPP PBB Arnold Simamora, Bendahara DPP PBB Lintong Manurung, S.H., Dewan Pembina, Dewan Kehormatan, Ketua DPD se-Dunia, Panglima DPP PBB Frans Sembiring, serta jajaran pengurus dan anggota PBB.

Dewan Pendiri PBB merasa bangga dan berterima kasih kepada para pengurus yang sudah membesarkan organisasi PBB sampai ke manca negara. Diharapkan kedepan PBB  bisa ikut serta membangun bangsa dan negara.

Sementara itu Ketua Umum PBB Lambok S. Sihombing, S.Pd.,  menuturkan didalam kata sambutannya bahwa dalam waktu dekat ia akan mengesahkan SK pengurus kepada beberapa wilayah yang belum mendapatkan SK.

"Dalam waktu dekat saya berjanji akan mengesahkan SK pengurus kepada beberapa wilayah yang belum mendapatkan SK," ujarnya.

Ia mengungkapkan, PBB berdiri dari rumpun bawah, tapi sekarang kita sudah memiliki 4 DPD diluar negeri seperti Malaysia, Amerika, Hongkong dan Singapura, "anggota kita sekarang sudah mencapai 5000," ujar Lambok disambut tepuk tangan peserta Rakornas.

"Dengan semangat gotong royong dan kerja keras kini kita sudah hadir di 22 provinsi, kita jadikan organisasi ini menjadi organisasi yang dicintai," ujarnya sembari menyemangati para peserta Rakornas.

Rakornas I ini digelar setelah organisasi berjalan dengan mengantongi legalitas dengan terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) pada tahun 2019.




Peserta Rakornas I PBB terdiri dari 21 DPD Dalam Negeri, dan 4 DPD Luar Negeri yang telah terbentuk yaitu:
  1. Dewan Pimpinan Daerah Nanggroe Aceh Darusassalam,
  2. Dewan Pimpinan Daerah Sumatera Utara,
  3. Dewan Pimpinan Daerah Riau,
  4. Dewan Pimpinan Daerah Kepulauan Riau,
  5. Dewan Pimpinan Daerah Sumatera Barat,
  6. Dewan Pimpinan Daerah Jambi,
  7. Dewan Pimpinan Daerah Bangka Belitung,
  8. Dewan Pimpinan Daerah Sumatera Selatan,
  9. Dewan Pimpinan Daerah Lampung,
  10. Dewan Pimpinan Daerah Banten,
  11. Dewan Pimpinan Daerah DKI Jakarta,
  12. Dewan Pimpinan Daerah Jawa Barat,
  13. Dewan Pimpinan Daerah Jawa Tengah,
  14. Dewan Pimpinan Daerah Yogyakarta,
  15. Dewan Pimpinan Daerah Jawa Timur,
  16. Dewan Pimpinan Daerah Bali,
  17. Dewan Pimpinan Daerah Kalimantan Barat,
  18. Dewan Pimpinan Daerah Kalimantan Tengah,
  19. Dewan Pimpinan Daerah Kalimantan Timur,
  20. Dewan Pimpinan Daerah Kalimantan Selatan,
  21. Dewan Pimpinan Daerah Papua Barat,
  22. Dewan Pimpinan Daerah Luar Negeri United State Of America (USA),
  23. Dewan Pimpinan Daerah Luar Negeri Hongkong,
  24. Dewan Pimpinan Daerah Luar Negeri Malaysia (Penang),
  25. Dewan Pimpinan Daerah Luar Negeri Malaysia (Johar),
  26. Dewan Pimpinan Daerah Luar Negeri Malaysia (Kuala Lumpur), dan
  27. Dewan Pimpinan Daerah Luar Negeri Singapura.


Reporter: Topan Abdi N | Editor: Mahar Prastowo

Hasil KLB Partai Demokrat Diserahkan Kepada Kemenkumham

Written By Redaksi on 09 Maret, 2021 | 17.40



GEN-ID | Jakarta - Tim Komunikasi dan Informasi Publik yang juga Tim Hukum Partai Demokrat versi Kongres Luar Biasa (KLB) Razman Arif Nasution mengklaim telah menyerahkan hasil KLB Sumatera Utara  yang diikuti 412 kader kepada Kemenkumham.

"Untuk lapor melaporkan itu mestinya sore ini. Tapi saya masih verifikasi lagi. Dan Insya Allah paling lama satu dua hari ini," katanya saat menggelar konferensi pers di Restoran Dapur Sunda Bellagio Mall Jakarta Selaran, Selasa (09/03/2021).

Razman mengklaim ada 412 suara sah yang ikut dalam KLB Sumut. Meski begitu dia menyebut yang berhak menguji suara tersebut sah atau tidak ialah Kementerian Hukum dan HAM.

"Mereka yang akan lihat, verifikasi, AD ART-nya. Makanya dikembalikan ke AD ART 2005, karena AD ART 2020 abal-abal," ujarnya.


Kongres Luar Biasa Akibat Kecewa Luar Biasa

Sementara itu Darmizal, salah satu kader Demokrat yang dipecat karena terlibat dalam upaya mengambil alih kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai ketua umum Partai Demokrat, mengungkapkan kekecewaannya pernah menjadi aktor tim buru sergap mendatangi para ketua DPD guna memilih SBY agar kembali terpilih sebagai Ketua Umum pada kongres tahun 2015 di Surabaya.

"Saya sangat menyesal pernah menjadi aktor tim buru sergap untuk mendatangi ketua-ketua DPD, mengumpulkan ketua-ketua DPC agar mereka berbulat tekad membangun chemistry agar Pak SBY yang dipilih pada kongres 2015 di Surabaya," kata Darmizal dalam konferensi pers di Restoran Dapur Sunda, Bellagio Mall, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (09/03/2021).

Saat itu, ia berharap SBY fokus untuk bisa membawa Demokrat ke posisi yang lebih maju. Nyatanya, kata dia, SBY malah kemudian belakangan memilih Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menggantikannya.

Dalam KLB Demokrat Deli Serdang, Darmizal juga menjadi salah satu calon ketum. Meski begitu, KLB akhirnya menyetujui Moeldoko yang merupakan Kepala Staf Kepresidenan sebagai Ketua Umum. (MP)


Menag Apresiasi Wali Kota Bekasi yang Concern Terhadap Umat Beragama

Written By Redaksi on 08 Maret, 2021 | 18.28




GEN-ID
| Kota Bekasi
- Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas atau akrab disapa Gus Yaqut mengungkapkan pada Senin (08/03/2021), baru kali ini ia menemukan bahwa ada Wali Kota yang concern terhadap umat beragama, yaitu di Kota Bekasi. Sehingga mendapat Harmoni Award sampai dua kali.

"Baru kali ini saya menemukan bahwa ada Wali Kota yang concern terhadap umat beragama, yaitu di Kota Bekasi. Semoga apa yang telah dilakukan oleh Wali Kota Bekasi menjadi legacy dan menjadikan suatu balasan yang setimpal, karena bentuk dari bhineka tunggal ika memang harus diterapkan dan didukung penuh oleh siapapun," ujar Menag.

Dijelaskan Menag, besar harapan Kantor Agama menjadi kantor urusan milik semua agama, bukan hanya milik satu agama saja.

"Kedepannya saya berharap tidak ada lagi diskriminasi yang dilakukan oleh kementerian agama dalam hal pelayanan. Hal ini memang berat karena mengubah pandangan yang sebelumnya. Sehingga nantinya KUA yang berada di tingkat kecamatan akan menjadi kantor urusan agama seluruh umat," terang Menag.

Lebih jauh ia mengungkapkan, guna menghindari penyimpangan yang salah dalam beragama, pihaknya bekerjasama dengan TNI, Polri, BIN, BNPT, dalam program modernisasi perilaku beragama.

"Saya juga mempunyai program modernisasi prilaku beragama dengan bekerjasama dengan TNI/Polri maupun BIN dan BNPT hal ini untuk menghindari adanya penyimpangan yang salah dalam beragama. Kementerian agama menjadi suatu wadah agama apapun yang membuat kenyamanan warga Indonesia tinggal di wilayah itu," jelas Menteri Agama.




Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi mengucapkan terima kasih atas kehadiran Menteri Agama Gus Yaqut pada peresmian kantor baru Kementerian Agama Kota Bekasi, yang saat ground breaking peletakan batu pertama dilakukan oleh Menteri Agama RI Fahrul Razi itu.

"Merupakan suatu kebanggaan dalam proses pelayanan warga Kota Bekasi dalam bidang urusan keagamaan," ujar Wali Kota.

Wali Kota menyebut,  Kota Bekasi luasnya kecil tapi warganya hampir 2,5 juta penduduk, sangat tidak mudah memperkenalkan bhineka tunggal ika. Akan tetapi warganya juga selalu mendukung atas kebersamaan dan keberagamaan sehingga Pemerintah Kota Bekasi mendapatkan penghargaan kota toleransi dan kota harmonisasi.

"Saya ingin melaporkan kepada Bapak Menteri bahwa Kota Bekasi yang secara wilayah termasuk kota yang kecil. Tapi secara harmonisasi dan toleransinya sangat tinggi, karena kami selalu mengedepankan toleransi sehingga ini bisa menjadi salah satu indikator bahwa Kota Bekasi mendapatkan penghargaan Kota Harmonisasi," ujar Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi yang akrab disapa Bang Pepen.

Lanjutnya, "selain itu, untuk pembangunan rumah ibadah atau masjid tentang perijinan telah kita buatkan payung hukum pendiriannya dan tidak ada biaya terkait ijin tersebut, sehingga warga masyarakat merasa nyaman dan aman tinggal di Kota Bekasi."

"Di masa akhir periode saya, saya ingin meninggalkan legacy terbaik untuk Kota Bekasi, menjadi kenang-kenangan atas penghargaan-penghargaan yang diraih secara bersama dari Forkopimda hingga dukungan warga Kota Bekasi," ucap Wali Kota.

Sementara itu Kepala Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, Dr. H. Adib, M.Ag., mengungkapkan bahwa Kantor Kementerian Agama Kota Bekasi mendapatkan perhatian khusus untuk dibangunkannya kantor yang megah se-Jawa Barat, karena  prestasi di Kota Bekasi khususnya Wali Kota Bekasi yang telah membawa menjadi  Kota Toleran dan Kota Harmonisasi.

Tidak hanya itu, Kepala KUA se-Kota Bekasi juga diberikan perhatian khusus dari segi kantor hingga mobil dinas  dalam melayani warga Kota Bekasi.

"Banyak dukungan dan sinergitas dari Wali Kota Bekasi untuk kegiatan keagamaan di Kota Bekasi, dari segi pembangunan kantor, pembangunan KUA, mobil dinas Kepala KUA dan juga insentif para guru yang telah diberikan, karena sebuah kepentingan pelayanan di Kota Bekasi," ujar Kakanwil Provinsi Jawa Barat.

Hadir dalam acara ini Ketua MUI Kota Bekasi KH. Miran Syamsuri, Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Aloysius Suprijadi, Dandim 0507 Bekasi Letkol Arm Iwan Aprianto serta sejumlah pejabat dan tamu berbagai kalangan masyarakat.


Reporter: Agus Wiebowo
Editor: Mahar Prastowo

Dirbinmas Polda Jambi Berharap SDC Dapat Percepat Pelaporan Informasi Kamtibmas

Written By Redaksi on 06 Maret, 2021 | 21.39


GEN-ID | Komunitas - Pengurus Senkom Mitra Polri Provinsi Jambi menerima kunjungan Direktur Pembinaan Masyarakat (Dirbinmas) Polda Jambi Kombes Pol. Habib Prawira, S.I.K di Kantor Sekretariat Senkom Mitra Polri Provinsi Jambi Jl. Serunai Malam 1, Kelurahan Suka Karya, Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi, Sabtu (6/3/2021).

Kunjungan silaturahmi bertujuan untuk meningkatkan sinergi antara Senkom dengan Polri khususnya di wilayah hukum Polda Jambi.

Dalam kunjungan silaturahmi ini, rombongan Dirbinmas diterima langsung oleh Ketua Senkom  Mitra Polri Provinsi Jambi Andi Susanta, S.E., M.E. yang didampingi Sekretaris Senkom Suparlan, Humas Senkom M. Rosyid dan Biro Penanggulangan Bencana dan SAR Senkom Muhaimin, S.H.

Dirbinmas sangat mengapresiasi loyalitas Senkom dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayahnya masing-masing.

"Kami sangat terkesan dengan loyalitas Senkom yang selalu bersinergi dengan Polri dalam menjaga kamtibmas, kami berharap hubungan ini bisa terus ditingkatkan sampai tingkat yang paling bawah," ujarnya.

Selain itu, Dirbinmas juga berharap dengan alat komunikasi SDC yang dimiliki Senkom bisa mempercepat penyampaian informasi kamtibmas dari daerah-daerah ke Polda.

"Dengan aplikasi SDC Senkom ini tentunya bisa mempercepat penyampaian informasi dari berbagai wilayah di Provinsi Jambi ke Polda," tambah Habib usai menyaksikan peragaan alat komunikasi (Alkom) kebanggaan Senkom yaitu Senkom Digital Comunication (SDC) sekaligus mengikuti kegiatan rutin harian lapsitnas (laporan situasi nasional) yang sedang berlangsung.


Laporan Rosyid, Jambi.
Editor: Mahar Prastowo


Dari Webinar LDII, Kemendagri: Ormas Bukan Ancaman, Tapi Mitra Pemerintah

Written By Redaksi on 24 Februari, 2021 | 03.44

Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso


GEN-ID
๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ | Komunitas - DPP Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) menghelat webinar mengenai wawasan kebangsaan, bertema “Peran Ormas Islam dalam Memperkokoh Nilai-nilai Kebangsaan pada Masa Pandemi” yang digelar secara daring dan diikuti jajaran pengurus DPP LDII, DPW, dan DPD se-Indonesia, pada Sabtu (20/2) pagi.

“Kegiatan ini diharapkan akan memperkaya wawasan, visi, dan persepsi kita tentang negara kebangsaan, Negara Kesatuan Republik Indonesia sehingga kita hidup dalam berdakwah, hidup beragama di dalam negara ini dengan kondisi yang baik,” kata Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso, saat membuka acara tersebut.

Menurut Chriswanto webinar wawasan kebangsaan ini merupakan bekal bagi DPP LDII saat menggelar Munas LDII IX. Wawasan Kebangsaan merupakan klaster pertama dalam delapan bidang pengabdian LDII untuk bangsa.

LDII menempatkan kebangsaan sebagai klaster pertama, karena memandang Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI adalah fundamental keberadaan bangsa dan negara Indonesia.

“Bagi kita, Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan harga mati yang mesti harus betul-betul berupaya kita jaga. Untuk itu, seluruh _stakeholder_ berupaya memperkuat Indonesia dalam kebangsaan didasarkan pada Pancasila, Undang-undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Kebhinekaan merupakan sesuatu yang betul-betul dipahami, hidup berdampingan dalam kedamaian,” terangnya.

Ia mengatakan arahan para narasumber bisa membantu LDII dalam dakwah yang menyejukkan di seluruh Indonesia. Webinar yang dimoderatori Ketua DPP LDII Iskandar Siregar itu menghadirkan narasumber Sri Hayati dari Kementerian Dalam Negeri RI, Dirjen Bimas Islam Kamarudin Amin, serta HM Affan Rangkuti Ketua Umum Patriot Bangsa.

Dalam webinar itu mengemuka posisi ormas dan ormas Islam dalam kehidupan bernegara. “Demokrasi memberikan ruang gerak yang lebih luas bagi kehidupan ormas untuk ikut serta dalam pembangunan dan mengkritisi kebijakan pemerintah,” tutur Sri Hayati.

Sri Hayati menerangkan bahwa ormas memiliki hak dan kewajiban untuk terlibat dalam menyukseskan pembangunan negara dan bangsa. Di antara hak ormas itu antara lain mengatur rumah tangga organisasi secara mandiri dan terbuka, memperoleh hak kekayaan intelektual, memperjuangkan cita-cita dan tujuan organisasi, mendapatkan perlindungan hukum, hingga melakukan kerja sama dengan pemerintah maupun lembaga lain non-pemerintah.

Sedangkan kewajiban ormas di antaranya memelihara nilai-nilai agama, budaya, moral, etika, dan norma kesusilaan serta memberikan manfaat untuk masyarakat. Menjaga ketertiban umum, mengelola keuangan secara transparan dan akuntabel, dan lebih penting lagi berpartisipasi dalam pencapaian tujuan negara.

“Ada empat peran ormas dalam pembangunan. Pertama, ormas menjadi fasilitator penyampaian aspirasi bagi anggotanya. Kedua, ormas merupakan kekuatan sosial sebagai kontrol konstruktif bagi pelaksanaan program politik dan pembangunan. Ketiga, menjadi fasilitator peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dan yang keempat menjadi mitra kerja pemerintah dalam pembangunan,” terangnya panjang lebar.

Sementara itu, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Kementerian Agama H. Kamaruddin Amin, mengungkapkan bahwa Indonesia pantas menjadi model artikulasi agama Islam, bahwa realitas keberagaman kehidupan beragama di Indonesia patut kita banggakan dan syukuri. “Indonesia bukan negara agama seperti Iran dan Vatikan yang menjadikan agama sebagai konsitusi mereka, tapi Indonesia adalah negara yang sangat beragama,” katanya.

Kontribusi agama dalam bernegara sangat fundamental. Kita punya undang-undang tentang pengadilan agama, pengelolaan zakat, wakaf, pesantren, dan organisasi kemasyarakatan (ormas). “Ini semua menunjukkan bahwa kehidupan beragama menginspirasi kehidupan bernegara kita,” ungkap Kamaruddin Amin.

Saat ini, telah berlangsung kemitraan antara Kementerian Agama dengan ormas Islam dan lembaga keagamaan Islam terutama dalam pembagian peran guna membantu penyelesaian konflik keagamaan, penanganan bencana dan wabah pandemi.

“Ormas dan lembaga keagamaan Islam diharapkan dapat terus mendukung segala pelaksanaan program-program pemerintah terutama dalam mewujudkan masyarakat yang beriman, sehat, sejahtera dan hidup rukun,” jelasnya.

Menyikapi Pandemi Covid-19, peran ormas Islam sangat strategis sebagai wujud internalisasi nilai-nilai kebangsaan.

“Ormas Islam dapat membantu pemerintah mensosialisasikan penerapan protokol kesehatan selama masa pandemi serta mengembangkan dakwah moderasi beragama dengan mengedepankan toleransi, saling menghargai, saling menghormati, cinta tanah air, menghargai budaya dan tradisi, menghindari kekerasan, serta menghindari narasi kebencian,” ungkapnya. (gi)



Artikel ini terbit di Top1 - Singgalang Group dengan judul sama.

Kontak Redaksi klik DI SINI

Mengintip Kegiatan Emak-emak Srikandi Ketahanan Pangan Medan Satria

Written By Redaksi on 15 Februari, 2021 | 16.26



GEN-ID | Kota Bekasi - Para srikandi alias emak-emak di Perumahan Taman Harapan Baru (THB), RW 026 Kelurahan Pejuang Kecamatan Medan Satria Kota Bekasi memanfaatkan sebidang lahan PSU (Prasarana, Sarana dan Utilitas) atau fasos/fasum seluas 1500 meter persegi yang terletak di RT 002 untuk dijadikan lahan pertanian hidroponik, tanaman obat keluarga (toga) dan budidaya ikan lele.

Hasilnya, warga di dalam kompleks perumahan selama masa pandemi dapat terpenuhi kebutuhannya akan sayuran dan ikan segar tanpa harus belanja keluar perumahan.

Upaya para emak kece di Kelurahan Pejuang itu dengan kreatifitasnya di bidang ketahanan pangan pun mendapat apresiasi beragam kalangan termasuk Camat Medan Satria Lia Erliani. Bahkan mewakili kecamatan untuk berkompetisi di ajang Kampung Siaga di tingkat Kota Bekasi, yang diikuti sebanyak 12 Kecamatan.


 


“Terkait ketahanan pangan di RW 26 memang untuk saat ini cukup luar biasa. Kelompok tani yang ada mampu membangun ketahanan pangan di lingkungan RW 026 dengan memanfaatkan lahan PSU untuk dijadikan lahan pertanian,  Hidroponik, Toga (tanaman obat keluarga), budidaya lele dan banyak lagi. Bahkan telah mampu mengembangkan usaha usaha kecil hasil karya para srikandi RW 026 yang patut diperhitungkan dari segi kualitas dan rasa,” terang Lia.

Lia lebih lanjut mengungkapkan, atas nama Pemerintah Kota Bekasi pihaknya terus melakukan pembinaan dan memfasilitasi agar ketahanan pangan di RW 026 khususnya dan wilayah Kecamatan Medan Satria umumnya mampu memenuhi kebutuhan pangan warga serta  diharapkan mampu meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan warga masyarakat. "Khususnya ditengah masa pandemi Covid-19," tutup Camat Medan Satria Lia Erliani.

Apa saja sih yang emak-emak itu lakukan?

Adalah Endang Sudaryanti, penasehat Kelompok Wanita Tani (KWT)-sebuah wadah berkumpul emak-emak di perumahan Taman Harapan Baru (THB) guna menunjang kemandirian dan ketahanan pangan keluarga ditengah pandemi Covid-19, menceritakan kegiatan para emak itu.

Ia bersama para enak yang tergabung di KWT pada hari Minggu(14/02/2021) pagi tampak menmbawa sejumlah peralatan seperti skop kecil, garukan besi atau garpu, cangkul dan berbagai peralatan lainnya dan menuju sebidang lahan pertanian.




Di lahan tersebut tampak berbagai jenis sayuran dan buah-buahan ditanam antara lain kacang panjang, pokcoi, sawi, bayam, cabe, jeruk, ubi jalar dan lainnya serta budidaya ikan lele sangkuriang.

Sabtu dan Minggu pagi menjadi agenda rutin Endang Sudaryanti yang akrab dipanggil Bu RW atau Bu Endang ini bersama pengurus dan anggota KWT lainnya  bercocok tanam. Kegiatan ini sekaligus jadi ajang silaturahmi para warga, terlebih jika sedang panen.

Kegiatan emak-emak di RW 026 itu sudah dilakukannya beberapa waktu lalu sejak masa pandemi Covid-19, tepatnya Juni 2020 sampai sekarang. Hasil dari kegiatan bercocok tanam itu untuk memenuhi kebutuhan sayur, buah, dan lauk warga di perumahan THB. 


Semua kegiatan Bu RW bersama para emak-emak lainnya di perumahan THB itu mendapat dukungan penuh dari para suami.

“Saya ingin ibu-ibu di RW 026 kompak ya. Saya senang melihat ibu-ibu bisa guyub di sini,” tutur Endang Sudaryanti, istri Ketua RW 026 Edy Mulyawan.

"Dengan adanya program pertanian di RW 026, selain sebagai wadah paguyuban warga, juga bisa menjadi solusi bagi kebutuhan pangan khususnya sayur dan buah warga yang tinggal di perumahan Taman Harapan Baru," terang Bu Endang.

“Semua untuk warga, warga senang kita senang,” ujarnya.


Kontak Redaksi
Klik Reporter → Agus Wiebowo | Klik Editor
Mahar Prastowo

 


Peduli-Partisipatif-Produktif, Cara Kampung Siaga RW 026 Taman Harapan Baru Hadapi Pandemi

Written By Redaksi on 09 Februari, 2021 | 19.20


Sentot Baskoro sedang mempresentasikan program Kampung Siaga RW 026 di hadapan para juri dari unsur 3 pilar dan organisasi perangkat daerah


GEN-IDPeduli, partisipatif, produktif. Setidaknya tiga hal itu yang tampak dari kehidupan ditengah masa pandemi Covid-19, di lingkungan warga RW 026 Kelurahan Pejuang Medan Satria Kota Bekasi, tepatnya kompleks Perumahan Taman Harapan Baru Kawasan Kota Harapan Indah.

Peduli, terasah dari perasaan senasib sepenanggungan, menghadapi masalah bersama pandemi Covid-19, yang telah memporak-porandakan berbagai kemapanan di berbagai lini kehidupan terutama masalah kesehatan.

"Di sini kalau ada warga terpapar positif Covid-19, langsung melapor ke RT. Pasien aktif melapor, dan warga lain peduli dengan membantu mengirimkan makanan dan kebutuhan lainnya," terang Edy Mulyawan, Ketua Rukun Warga 026, disela acara peninjauan dalam penilaian Kampung Siaga oleh Tiga Pilar Kota Bekasi yaitu dari Pemkot, Kodim dan Polrestro Bekasi Kota.

Hal lain diungkapkan Edy, dari kepedulian sosial, kepedulian merasa memiliki lingkungan yang harus dijaga bersama, memupuk semangat warga untuk partisipatif dalam berbagai kegiatan, termasuk dalam rangka lomba Kampung Siaga yang diselenggarakan Pemerintah Kota Bekasi.

Dan bagi warga RW 026, kegiatan perlombaan Kampung Siaga ini bukan sesuatu yang baru dan diada-adakan karena dilombakan. "Ini melanjutkan dari kegiatan sebelumnya yang sudah kita lakukan dalam rangka siaga banjir. Jadi bukan sesuatu yang baru dan diada-adakan karena ada lomba," terang Edy diamini Sentot Baskoro, Humas Kampung Siaga RW 026.

Sebelumnya Sentot Baskoro di hadapan tim penilai dari tiga pilar, memaparkan mengenai tiga hal yang dinilai dalam lomba Kampung Siaga yaitu upaya RW mencapai Zero Covid-19, Zero Crime serta meningkatkan ketahanan pangan dan ekonomi kreatif.

Dalam hal produktifitas, warga kompleks perumahan yang cukup eksklusif ini bahu-membahu bersama-sama membuat kegiatan yang dapat mendukung ketahanan pangan dan berbagai kegiatan ekonomi kreatif.



Ibu Siti Fajriah (ibu RT) menunjukkan kepada wartawan.bahwa di wilayahnya lahannya sempit, tapi bisa pelihara lele dan tanaman sayuran



Sebagai contoh di RT 01, meski memiliki lahan paling sempit dengan lebar 1 meter dan panjang sekitar 60 meter, warga dapat menanam sayuran dan budidaya lele serta ikan patin, yang setiap panen hasilnya dibagikan merata kepada seluruh warga RT 01.

"Kan untuk meningkatkan ketahanan pangan, jadi hasilnya kita bagikan untuk kita makan bersama. Kalau RT lain yang punya lahan lebih luas dan hasilnya banyak bisa dijual juga," ujar Siti Fajriyah, yang aktif suaminya sebagai RT menjalankan program-program di lingkungannya.

Di RT 02 yang memiliki lahan lebih luas untuk dimanfaatkan, sebanyak delapan wanita yang tergabung dalam KWT (Kelompok Wanita Tani) menjadi garda terdepan produktifitas ketahanan pangan dengan menanam sayuran hidroponik dan mengolah hasilnya menjadi aneka  macam minuman kesehatan (jamu) seperti teh daun sukun, teh telang, minuman kunyit, temu lawak.



Kedelapan wanita yang tergabung dalam KWT itu memproduksi berbagai olahan sayuran hidroponik dan organik dengan brand Saung Cassandra 1 yang mengambil dari nama jalan lingkungan RT 02.

Selain berproduksi, mereka juga menjalankan program sosial belanja kesehatan yang disisihkan dari penjualan hasil panen maupun dari donasi warga.



Bahkan, dari budidaya lele Sangkuriang, dapat memenuhi kebutuhan gizi warga RW 026 melalui konsumsi lele yang sudah dibumbui dengan harga Rp 35.000 perkilogram. Demikian diungkapkan Jupri Santoso, yang memelopori budidaya lele dengan bioflok serta tanaman obat keluarga dan sayuran dengan dukungan personil TNI dari Kodim 0501.

"Setiap panen selalu habis untuk kebutuhan warga. Jadi pada masa pandemi ini warga tidak perlu belanja ikan keluar," ujar Jupri.

Jupri bersama rekan tim, Agus, serta para ibu seperti Nila, Dhini, Nilam, Tatik dan lainnya mengatur Saung Cassandra 1 dengan administrasi pembukuan sangat rapi sebagaimana sebuah koperasi. Dan produk yang mereka hasilkan pun dijual dengan teknik pengemasan modern ala Happy Fresh, SESA, TaniHub dan sebagainya.

Dari aktifitas ketahanan pangan yang juga menghasilkan sampah ini, dilakukan penampungan dan pengolahan melalui Bank Sampah yang menjadi pupuk organik sehingga zero waste.


Evie Handmade Eco Print dengan produk masker batik motif daun


Demikian halnya dengan aktifitas produksi ekonomi kreatif Eco Print Evie Handmade di RT 03 yang memproduksi masker kain katun dengan motif beragam dedaunan, sampah rebusan daun dimanfaatkan untuk melakukan pemupukan.

Aktifitas seni kreatif memanfaatkan sampah bekas spanduk atau banner juga dilakukan Pak Bambang alias Pak Kakung, yang selama masa pandemi dan guna mengisi usia pensiunnya melukis dengan media vinyl bekas spanduk atau banner dan menggunakan cat tembok.

Meski dari bahan bekas, namun karyanya tak kalah dengan para seniman yang biasa pameran di galeri seni. Dan ia menjadikan Hall Erte Tiga untuk memajang karya-karyanya yang indah.



Masih di bidang seni kreatif, Hanna, yang sudah belasan tahun menekuni hobi memelihara bonsai, di masa pandemi ini atas saran suaminya meningkatkan hobinya dengan menjual koleksi bonsainya melalui online di komunitas penghobi bonsai di sosial media dan market place. "Pembelinya ada juga yang dari Manado," kisahnya.

 




KAMPUNG SIAGA yang Rindu Senyum

Pandemi Covid-19 yang telah membuat dunia bersedih, diungkapkan Ketua RW 026 Edy Mulyawan membuat Kampung Siaga pun RINDU Senyum.

RINDU diungkapkan Edy merupakan singkatan dari kalimat afirmatif guna mendorong kearah hal positif yaitu Rukun, Indah, Nyaman, Damai dan Unggul.

Guna mencapai itu semua, Edy selaku Ketua RW mengajak semua pihak yaitu seluruh warga RW 026 sebagai stakeholder untuk menekan 2 hal seminimal mungkin yaitu Zero Covid-19, Zero Crime dan meningkatkan ketahanan pangan melalui kemandirian pangan dan ekonomi kreatif sebagaimana menjadi tiga kriteria penilaian panitia lomba KAMPUNG SIAGA yang berhadiah Rp 1 M.

"Kalaupun rezeki dan mendapat 1M, itu bonus buat kami," ujar Edy. Pasalnya, bagi warga RW 026 lebih penting lagi adalah berhasil menjalankan protokol kesehatan 5M sebagaimana telah diupayakan berjalan selama ini.

Upaya mewujudkan prokes 5M ini tampak ketika berada di lingkungan RW 026, saat masuk apakah warga maupun tamu dari luar akan diperiksa suhu tubuhnya, wajib mengenakan masker serta telah disediakan tempat cuci tangan di berbagai sudut.

Dengan protokol kesehatan itu, Edy dan seluruh warga tentunya berharap dapat menekan angka paparan Covid-19 di wilayahnya hingga titik nol persen atau Zero Covid.

Hal sama juga diharapkan dari sisi kriminalitas, yang diuraikan Sentot Baskoro, selain dengan membentuk Satuan Keamanan Lingkungan (Satkamling) yang terlatih dan bersertifikasi sebagaimana Peraturan Kapolri, juga melibatkan anak-anak muda dalam swadaya keamanan, pemasangan CCTV, Barrier Gate, serta program "Pagar Mangkok".

"Artinya banyak membantu orang lain di sekitar lingkungan maka mereka pun akan segan sehingga tidak memerlukan pagar tembok," ujar Sentot

Dengan merekrut 15 tenaga Satkamling dari luar kompleks dan ratusan ART (Asisten Rumah Tangga), program "pagar mangkok" itu telah menciptakan kondisi keamanan lingkungan yang kondusif karena warga sekitar yang turut menjaga keamanan dan tercipta zero crime yang diharapkan.

Ditambah lagi dengan kegiatan sosial Jumat Barokah menyediakan makan setiap hari jumat bagi lingkungan maupun yayasan sosal di sekitar, telah membuat Kampung Siaga RW 026 Kelurahan Pejuang ini layak menjadi role model bagi wilayah lain yang ingin menciptakan suasana seperti di Kompleks Taman Harapan Baru.

Mahar Prastowo

Kontak Redaksi Klik Di Sini

Pembinaan Kesadaran Bela Negara Berlanjut, MoU Senkom - Kemhan Diperpanjang

Written By Redaksi on 04 Februari, 2021 | 08.21


Ketum Senkom Katno Hadi, SE menerima cendera mata dari Dirjen Pothan Kementerian Pertahanan RI Mayjen TNI Dadang Hendrayudha 


GENERASIINDONESIA.CO
| Jakarta - Ketua Umum Senkom Mitra Polri Katno Hadi, S.E menandatangani perpanjangan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Kementerian Pertahanan terkait Program Bela Negara yang pejabat pelaksananya diwakili oleh Direktorat Jenderal Potensi Pertahanan (Dirjen Pothan) Kementerian Pertahanan RI Mayjen TNI Dadang Hendrayudha di Gedung R.Suprapto Lantai 2 Kemhan, Rabu (3/2/2021).

Penandatanganan MoU ini dalam rangka kelanjutan Pembinaan Kesadaran Bela Negara antara Senkom Mitra Polri dengan Kemhan dibawah lingkup pembinaan Direktorat Bela Negara, Ditjen Pothan.

Menurut Katno Hadi bahwa Bela Negara tidak harus angkat senjata namun melakukan sesuatu yang baik bagi bangsa dan Negara.

“Upaya bela negara merupakan tanggung jawab seluruh komponen bangsa, karena bela negara merupakan hak dan kewajiban warga negara. Bela negara bukan hanya angkat senjata, melakukan sesuatu yang baik untuk bangsa dan negara adalah wujud Bela Negara juga,” jelas Katno Hadi.

Selanjutnya Katno Hadi mengajak kepada seluruh elemen bangsa khususnya bagi anak muda yang saat ini desebut Generasi Milenial, untuk senantiasa menumbuh kembangkan rasa Bela Negara terutama pada saat Pandemi Covid-19 ini.

“Jadilah role models (contoh) agen pelaku aksi positif bela Negara dalam mematuhi protocol kesehatan, berperilaku budi pekerti yang baik dan bisa juga dengan karya nyata,” ungkap Katno Hadi.

Penandatanganan MoU oleh Ketum Senkom Katno Hadi, SE  bersama Dirjen Pothan Kemhan RI 
Mayjen TNI Dadang Hendrayudha 

Saat yang sama Dirjen Pothan Mayjen TNI Dadang Hendrayudha menyampaikan harapannya melalu kesepakatan bersama ini, agar anggota Senkom Mitra Polri di seluruh Indonesia bisa membantu menyebarluaskan nilai-nilai kesadaran bela negara baik di lingkungan tugas dan fungsinya serta kepada masyarakat luas, sebagai upaya membangun karakter bangsa yang menyadari akan hak dan kewajibannya untuk berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara.

“Kerjasama ini dibutuhkan dalam rangka meningkatkan kesadaran bela negara dan cinta tanah air serta terbentuknya karakter kuat bangsa bagi seluruh rakyat Indonesia dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” ujar Dadang Hendrayudha.

Menurut Dadang Hendrayudha bahwa bela negara itu mudah dan bisa dilakukan oleh setiap warga Negara Indonesia dari segala lapisan masyarakat dan apapun bidang profesinya.

“Bela negara itu mudah dan setiap warga Negara bisa melakukan sesuai bidang profesinya masing-masing,” pungkas Dadang Hendrayudha.

Penulis   : Tri Joko
Editor     : Mahar Prastowo

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. GEN-ID ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by daguku