Kontak Redaksi https://telegram.me/Gen_ID atau WA 0813-8728-4468
Latest Post
portal ini dikembangkan guna pemberdayaan komunitas dan penguatan kelembagaan, pengiriman artikel, foto, video, slip donasi pengembangan web dapat melalui TELEGRAM https://t.me/Gen_ID
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan

Pertamina Tak Hadiri Sidang Perdana Gugatan Sengketa Lahan oleh Firma Hukum ARS

Written By Redaksi on Senin, 01 Maret 2021 | 18.41




GEN-ID | Jakarta - Law Firm ARS & Patner menggugat PT. Pertamina terkait dugaan sengketa lahan seluas 2,6 hektar, ke Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Senin (01/03/2021).

"Kami dari Law Firm ARS dan Patner selaku kuasa hukum dari ahli waris, datang menghadiri persidangan gugatan pertama kami kepada PT Pertamina terkait dugaan sengketa lahan seluas 2,6 hektar milik klien kami yang lokasinya di Jl. Yos Sudarso, Jakarta Utara," terang H.M Rusdi, S.H., M.H., pengacara yang tergabung di Law Firm ARS.

Sidang pertama perdata gugatan sengketa dengan  No perkara 64 / Pdtg / 2021 / PN Jakarta Utara, lahan tanah seluas 2,6 hektar milik Alm Djuli bin Kepot/Mium digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Utara dengan agenda mediasi kedua pihak, tetapi pihak PT Pertamina tidak menghadiri persidangan.

Persidangan  dihadiri oleh para  pengacara yang tergabung di firma hukum ARS yaitu H.M Rusdi, S.H., M.H., Ronny Perdana Manullang, S.H., Arief Darmawan, S.H., Tekda Bagarititta, S.H.,Muhammad Fachrurrozi, S.H.

"Agenda sidang yang rencananya mediasi kedua pihak, penggugat dan tergugat, tapi diundur 1 bulan kedepan dikarenakan pihak tergugat dari PT Pertamina tidak menghadiri panggilan sidang tersebut," terang Rusdi.

Rusdi juga menambahkan, kasus ini sudah dari tahun 2016, dan pernah dilakukan mediasi antara kedua pihak (Ahli waris dan PT Pertamina), namun sampai saat ini belum ada penyelesaiannya.

"Harapan kami PT Pertamina dapat bertanggung jawab dan segera menyelesaikan kasus ini seperti yang dilakukan PT Pertamina di wilayah Tuban," pungkas Rusdi.

[L/Topan]

Kenali Mereka yang Tak Boleh Divaksin Covid-19

Written By Redaksi on Jumat, 26 Februari 2021 | 14.49

Droplet (air liur) menjadi media penularan Covid-19 sehingga memakai masker menjadi salah satu protokol kesehatan aman Covid-19


GEN-ID
| Kesehatan -
Beredar kabar rencana pelaksanaan vaksin untk para lansia di wilayah kecamatan Makasar Jakarta Timur yang menargetkan 300 orang lansia pada Senin 1 Maret 2021 pukul 08.00-16.00 WIB. Pelaksanaan vaksinasi dilaksanakan di gedung SDN 06 Kelurahan Makasar yang berlokasi di depan kantor kecamatan.

Meskipun vaksinasi tersebut untuk lansia, tapi kalian para milenial juga harus tahu infonya karena berkaitan dengan orangtua (ayah/ibu) atau kakek/nenek kalian. Apalagi, diawal adanya vaksin Covid-19 targetnya adalah usia produktif dan sama sekali tidak menyasar lansia. Belum lagi jika para lansia itu memiliki penyakit bawaan, akut, yang membuatnya tidak boleh disuntuk vaksin.

Lantas siapa saja yang tidak boleh disuntik vaksin?

Dari berbagai sumber informasi terkait sosialisasi Covid-19, diperoleh kesimpulan mengenai siapa yang boleh dan tidak boleh divaksin. Baca penjelasan di bawah ini, ya.

K
etika seseorang akan divaksin suhu tubuh harus normal yaitu di bawah 37,5 derajat celcius. Bila suhu tubuh di atas 37,5 maka vaksinasi ditunda hingga menjadi normal.

A
pabila tekanan darah di atas 180/110 mmHg, maka pengukuran tekanan darah diulang 5-10 menit kemudian. Jika tetap masih tinggi maka vaksinasi ditunda sampai tekanan darah terkontrol.

Jika pernah kontak erat dengan pasien positif Covid-19 dalam rentang waktu 14 hari terakhir dan memiliki gejala demam, batuk, pilek atau sesak nafas dalam tujuh hari, maka vaksinasi ditunda sampai 14 hari sejak gejala muncul.

Jika pernah terkonfirmasi positif Covid-19,  vaksinasi bisa dilakukan setelah tiga bulan sembuh.

Wanita hamil tidak disuntik vaksin, namun ibu  menyusui dapat divaksinasi Covid-19.

J
ika memiliki  riwayat alergi berat seperti sesak nafas, bengkak dan reaksi berat akibat vaksin, maka penyuntikan vaksin Covid-19 dilakukan di Rumah Sakit. Bila setelah disuntik vaksin justru muncul alergi berat maka tidak dilakukan suntikan kedua.

Vaksin Covid-19 tidak bisa disuntikkan kepada orang dengan penyakit kronik akut atau belum terkendali seperti paru obstruktif kronis dan asma, penyakit jantung, gangguan ginjal, dan penyakit hati atau liver.

Bagi mereka yang sedang dalam pengobatan TBC namun sudah berjalan dua minggu lebih, bisa disuntikkan vaksin Covid-19. Tetapi bagi yang sedang menjalankan pengobatan penyakit kanker tidak boleh disuntikkan vaksin.

Vaksin Covid-19 bisa diberikan kepada mereka yang mengidap penyakit autoimun sistemik, diabetes melitus yang minum obat teratur, penderita penyakit HIV dan memiliki riwayat penyakit epilepsi jika dalam keadaan terkontrol.

Jika dalam kurun kurang dari satu bulan terakhir menerima suntik vaksin lain,  penyuntikan vaksin Covid-19 ditunda sehingga mencapai masa satu bulan atau lebih.

Bagaimana, sudah jelas? Jika belum, konsultasikan ke dokter puskesmas terdekat.

Lihat perkembangan kasus Covid-19 di Jakarta dan secara nasional Klik DI SINI

Dari Webinar LDII, Kemendagri: Ormas Bukan Ancaman, Tapi Mitra Pemerintah

Written By Redaksi on Rabu, 24 Februari 2021 | 03.44

Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso


GEN-ID
๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ | Komunitas - DPP Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) menghelat webinar mengenai wawasan kebangsaan, bertema “Peran Ormas Islam dalam Memperkokoh Nilai-nilai Kebangsaan pada Masa Pandemi” yang digelar secara daring dan diikuti jajaran pengurus DPP LDII, DPW, dan DPD se-Indonesia, pada Sabtu (20/2) pagi.

“Kegiatan ini diharapkan akan memperkaya wawasan, visi, dan persepsi kita tentang negara kebangsaan, Negara Kesatuan Republik Indonesia sehingga kita hidup dalam berdakwah, hidup beragama di dalam negara ini dengan kondisi yang baik,” kata Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso, saat membuka acara tersebut.

Menurut Chriswanto webinar wawasan kebangsaan ini merupakan bekal bagi DPP LDII saat menggelar Munas LDII IX. Wawasan Kebangsaan merupakan klaster pertama dalam delapan bidang pengabdian LDII untuk bangsa.

LDII menempatkan kebangsaan sebagai klaster pertama, karena memandang Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI adalah fundamental keberadaan bangsa dan negara Indonesia.

“Bagi kita, Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan harga mati yang mesti harus betul-betul berupaya kita jaga. Untuk itu, seluruh _stakeholder_ berupaya memperkuat Indonesia dalam kebangsaan didasarkan pada Pancasila, Undang-undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Kebhinekaan merupakan sesuatu yang betul-betul dipahami, hidup berdampingan dalam kedamaian,” terangnya.

Ia mengatakan arahan para narasumber bisa membantu LDII dalam dakwah yang menyejukkan di seluruh Indonesia. Webinar yang dimoderatori Ketua DPP LDII Iskandar Siregar itu menghadirkan narasumber Sri Hayati dari Kementerian Dalam Negeri RI, Dirjen Bimas Islam Kamarudin Amin, serta HM Affan Rangkuti Ketua Umum Patriot Bangsa.

Dalam webinar itu mengemuka posisi ormas dan ormas Islam dalam kehidupan bernegara. “Demokrasi memberikan ruang gerak yang lebih luas bagi kehidupan ormas untuk ikut serta dalam pembangunan dan mengkritisi kebijakan pemerintah,” tutur Sri Hayati.

Sri Hayati menerangkan bahwa ormas memiliki hak dan kewajiban untuk terlibat dalam menyukseskan pembangunan negara dan bangsa. Di antara hak ormas itu antara lain mengatur rumah tangga organisasi secara mandiri dan terbuka, memperoleh hak kekayaan intelektual, memperjuangkan cita-cita dan tujuan organisasi, mendapatkan perlindungan hukum, hingga melakukan kerja sama dengan pemerintah maupun lembaga lain non-pemerintah.

Sedangkan kewajiban ormas di antaranya memelihara nilai-nilai agama, budaya, moral, etika, dan norma kesusilaan serta memberikan manfaat untuk masyarakat. Menjaga ketertiban umum, mengelola keuangan secara transparan dan akuntabel, dan lebih penting lagi berpartisipasi dalam pencapaian tujuan negara.

“Ada empat peran ormas dalam pembangunan. Pertama, ormas menjadi fasilitator penyampaian aspirasi bagi anggotanya. Kedua, ormas merupakan kekuatan sosial sebagai kontrol konstruktif bagi pelaksanaan program politik dan pembangunan. Ketiga, menjadi fasilitator peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dan yang keempat menjadi mitra kerja pemerintah dalam pembangunan,” terangnya panjang lebar.

Sementara itu, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Kementerian Agama H. Kamaruddin Amin, mengungkapkan bahwa Indonesia pantas menjadi model artikulasi agama Islam, bahwa realitas keberagaman kehidupan beragama di Indonesia patut kita banggakan dan syukuri. “Indonesia bukan negara agama seperti Iran dan Vatikan yang menjadikan agama sebagai konsitusi mereka, tapi Indonesia adalah negara yang sangat beragama,” katanya.

Kontribusi agama dalam bernegara sangat fundamental. Kita punya undang-undang tentang pengadilan agama, pengelolaan zakat, wakaf, pesantren, dan organisasi kemasyarakatan (ormas). “Ini semua menunjukkan bahwa kehidupan beragama menginspirasi kehidupan bernegara kita,” ungkap Kamaruddin Amin.

Saat ini, telah berlangsung kemitraan antara Kementerian Agama dengan ormas Islam dan lembaga keagamaan Islam terutama dalam pembagian peran guna membantu penyelesaian konflik keagamaan, penanganan bencana dan wabah pandemi.

“Ormas dan lembaga keagamaan Islam diharapkan dapat terus mendukung segala pelaksanaan program-program pemerintah terutama dalam mewujudkan masyarakat yang beriman, sehat, sejahtera dan hidup rukun,” jelasnya.

Menyikapi Pandemi Covid-19, peran ormas Islam sangat strategis sebagai wujud internalisasi nilai-nilai kebangsaan.

“Ormas Islam dapat membantu pemerintah mensosialisasikan penerapan protokol kesehatan selama masa pandemi serta mengembangkan dakwah moderasi beragama dengan mengedepankan toleransi, saling menghargai, saling menghormati, cinta tanah air, menghargai budaya dan tradisi, menghindari kekerasan, serta menghindari narasi kebencian,” ungkapnya. (gi)



Artikel ini terbit di Top1 - Singgalang Group dengan judul sama.

Kontak Redaksi klik DI SINI

Dewi Motik, Bunda Entrepreneur Indonesia

Written By Redaksi on Selasa, 23 Februari 2021 | 19.42


Dr. Hj. Cri Dewi Motik, M.Si, Bunda Entrepreneur Indonesia dalam sebuah cover majalah.


GEN-ID | INSPIRASI
- Tahun 1998 saya baru mulai berwirausaha di bidang penerbitan, serta membuka galeri kriya dan lukisan di Kemang Timur, Jakarta Selatan dengan nama Nilam Gallery. 

Bidang penerbitan saya pilih dalam misi menumbuhkan minat baca, dengan merekrut siswa SMA dan mahasiswa sebagai ‘proofreader’ lepas dengan honor menarik sebagai tambahan uang saku.

Wirausaha adalah suatu bidang yang saya sangat awam, mengingat sejak menikah saya hanya aktif sebagai pekerja sosial di luar tugas utama sebagai ibu rumah tangga.

Tentu saya perlu belajar banyak tentang dinamika kewirausahaan pada pakar-pakarnya. Learning by doing. Satu-satunya yang terlintas di benak saya ketika itu, untuk ‘berguru’ kewirausahaan adalah ibu Dewi Motik dan IWAPI-nya.

Saya sangat akrab dengan nama IWAPI, karena kantor pusatnya berada di jalan Kali Pasir Cikini, Jakarta Pusat, yang sering saya lewati, sebab rumah orangtua saya berada di kawasan Kwitang berbatasan dengan Kali Pasir.

Saya lalu mendaftar sebagai anggota IWAPI. Kemudian ditugaskan sebagai Ketua Bidang Promosi UKM–IWAPI DKI 1998–2002 dengan Ketua IWAPI DKI ibu Hj. Melani Suharli, yang kini bertugas di Komisi VI DPR RI.

Karena dalam proses berguru wirausaha, saya aktif mengikuti rapat-rapat dan semua kegiatan IWAPI hingga rakernas di Yogyakarta.

Berbagai kegiatan Bestari CDF pun saya integrasikan dengan IWAPI DKI, antara lain Pameran Topeng Malangan & Topeng Cirebonan di Hotel Kartika Chandra Jakarta tahun 2001. Misi program ini adalah pelestarian budaya, melestarikan kesenian tradisional dan kerajinan topeng yang nyaris punah.

Juga di Pameran Lukisan Guru & Murid SMU di Club House Pangkalan Jati Golf dalam rangka Hadiknas & Hari Pendidikan Angkatan Laut tahun 2000. Misi program ini untuk menyalurkan energi kreatif siswa agar tidak mencoret-coret fasilitas umum. Ketika itu juga sedang marak tawuran pelajar yang brutal di DKI Jakarta.




Bestari CDF juga ikut berperan aktif dalam perayaan Hari Anak Nasional (HAN) dari tahun ke tahun. Pada HAN tahun 2009, salah satu rangkaian kegiatannya adalah bedah buku karya anak-anak terbitan Balai Pustaka. Buku karya Nilam menjadi salah satu buku yang dibedah. Panitia sudah merancang  moderator dan 2 narasumber, semua pria.

Ibu-ibu di Divisi Pendidikan & Seni Budaya protes, kenapa tidak ada sosok perempuan, karena ibu punya peran besar dalam proses tumbuh kembang anak. Saya pun mengusulkan ‘tokoh ibu’ dari IWAPI. Rekan-rekan di Bestari setuju. Panita Bedah Buku pun setuju, namun mengatakan tidak ada anggaran honorarium untuk tambahan narasumber.

Saya lalu menunjukkan 3 foto ibu IWAPI pada Nilam yang sudah dikenalnya lantaran sering saya ajak dalam kegiatan IWAPI. Tiga foto itu adalah: Ibu Dewi Motik, Ibu Melani Suharli, dan ibu Gloria Imam Supardi.

Saya bertanya pada Nilam, mau didampingi ibu yang mana di forum? Spontan Nilam menjawab “Aku mau sama bunda Dewi Motik.”

Bestari pun segera menulis surat kepada ibu Dewi Motik untuk mohon kesediaan menjadi narsum. Secara pribadi saya menghubungi beliau via telepon, menyampaikan misi kegiatan tersebut. Ibu Dewi langsung mengatakan bersedia, bahkan sebelum surat dari panitia sampai kepada beliau.

Keteladanan ibu Dewi Motik yang menginspirasi banyak orang, khususnya rekan-rekan di Bestari CDF dan jaringan kerjanya, adalah “ketajaman membaca dengan mata hati” pada semua program-program idealis, dan mendukung sepenuh hati. Dengan kata lain, ikhlas membantu tanpa pamrih.




Kerendahan hati, sikap humble seorang Dewi Motik, bukan sekadar pencitraan semata, yang membuat ‘sungkan’ ibu-ibu di Bestari yang ketika itu menjemput ibu Dewi untuk Narasumber Bedah Buku HAN 2009 di kediamannya di jalan Surabaya, Menteng Jakarta Pusat, dengan mobil kijang sederhana, kendaraan operasional Div. Pendidikan Bestari CDF.

Saya terakhir ketemu ibu Dewi Motik di kantor Kowani ketika beliau menjabat Ketua Kowani 2009–2014. Kami berdiskusi merencanakan bedah buku beliau. Sayang rencana bedah buku tidak terlaksana lantaran suami saya jatuh sakit hingga meninggal dunia. Sejak itu saya kehilangan jejak beliau karena hp saya rusak, ketika ganti baru banyak nomor kontak sahabat yang hilang.

Entah memang dalam putaran ‘orbit’, saya menemukan kembali guru saya di grup Kartini LKN (Lembaga Kajian Nawacita) berkat budi baik seorang ‘Kartono’, bapak Ir. Samsul Hadi – Ketua Umum
LKN yang menyertakan saya di grup Kartini LKN.

Indonesia patut bersyukur memiliki seorang Dewi Motik, Ibu Entrepreneur bangsa, yang patut diteladani. Terima kasih bu Dewi, telah menjadi teladan dan ibu ideologis buat anak saya Nilam Zubir, yang sejak kecil mengidolakan ibu dan menjadikan ibu sebagai salah satu panutan.

Kini, Nilam tumbuh dewasa dengan mindset entrepreneur yang kuat, dan akan berdarmabakti sesuai profesinya di bidang hukum, dengan akan mendirikan LBH UKM. Semoga semua niat baik mendapat berkah dan ridho Allah SWT. Amin YRA.

Rahayu ...


Nina Triastuti
Bestari CDF (Community Development Foundation)
Cinere, 20 Februari 2021

Wali Kota Bekasi Bersama Waste4Change Launching Perahu Pembersih Sungai


GEN-ID | Kota Bekasi
- Pemerintah Kota Bekasi, bersama Waste4Change melaunching See Hamster (perahu pembersih sungai). Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Yayan Yuliana dan Muhamad Bijaksana Junerosano, Managing Director Waste4change hadir pada acara tersebut.

Pemilihan sungai Bekasi sebagai lokasi percontohan untuk pembersihan sampah sungai menggunakan See Hamster dikarenakan sampah yang dihasilkan di Kota ini mencapai 1.800 ton/hari (sampah sungai dan darat) dengan potensi sampah yang terbuang ke laut mencapai 775 ton/hari. Potensi jumlah sampah yang terbuang ke laut ini cukup fantastis jika dibandingkan dengan potensi jumlah sampah Ibukota Jakarta yang terbuang ke laut yakni 356 ton/hari.

"Kami, Waste4Change bersama One earth One ocean, Reset Plastic, Recycle, memberikan kapal pembersih sungai kepada Pemkot Bekasi. Ini merupakan kerja sama yang baik dan diharapkan dengan adanya kapal ini dapat meminimalisir dampak dari pencemaran limbah sampah plastik di sungai. Kota Bekasi menjadi pilot project," ujar Muhamad Bijaksana Junerosano.

Salah satu isu yang tengah menjadi perhatian pemerintah saat ini adalah terkait limbah sampah di sungai. Isu ini juga menjadi salah satu permasalahan yang terjadi di sungai yang ada di Kota Bekasi, terkait pencemaran limbah sampah.

Sementara Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, mengatakan aktivitas bersih-bersih sungai nantinya akan fokus pada daerah aliran sungai Kali Bekasi. Namun Rahmat berharap dan diupayakan saat ini adalah bagaimana mencegah langsung pada sumbernya agar sampah tidak dibuang ke aliran sungai, dengan menciptakan kesadaran akan lingkungan.

"Perahu akan dioperasikan di daerah aliran Sungai Bekasi. Kita sadari produksi sampah di Kota Bekasi tiap harinya mencapai 1.800 ton (sampah sungai dan darat), dengan adanya kapal ini nantinya akan difokuskan pada pembersihan Kali Bekasi. Selama ini pembersihan sampah di Kali Bekasi hanya dilakukan secara manual," ujar Wali Kota.

Didukung dan bekerja sama dengan dua stakeholder yang berkompeten dalam bidangnya, yaitu greencycle-schwarz dan one earth one ocean, Waste4Change melakukan studi terhadap jumlah sampah yang ada disungai dan melakukan daur ulang sampah yang terkumpul. Studi ini bertujuan untuk mengetahui titik lokasi yang tepat di area sungai Bekasi untuk melakukan pengumpulan sampah. Studi sudah dilakukan pada tanggal 20 Januari 2020 s/d 28 Februari 2020 dengan dibantu  Tim DLH Pemkot Bekasi, BMSDA Pemkot Bekasi. Sementara Pemkot Bekasi berkewajiban mengkoordinir Pasukan Katak serta mengangkut sampah residu.

"Saat ini Waste4Change sedang fokus mengembangkan jasa untuk mengelola sampah lebih banyak lagi dan melakukan pendekatan ke beberapa kota serta kabupaten yang terbuka untuk bekerjasama dalam membersihkan sampah seperti Pemkot Bekasi. Kami sangat senang diterima oleh Pemerintah Kota Bekasi dan akan berkolaborasi untuk membersihkan sampah di sungai Bekasi. Semoga dengan bantuan ini dapat memaksimalkan kinerja Pasukan Katak dalam membersihkan sungai. Semoga bentuk kerjasama ini dapat menjadi pemantik untuk membersihkan sungai-sungai Indonesia lainnya agar tidak berkontribusi lebih banyak terhadap krisis Marine Debris yang saat ini kita alami," ujar Mohamad Bijaksana Junerosano, Founder dan Managing Directory Waste4Change.

Wali Kota berharap, kedatangan tiga kapal ini mampu mengantisipasi kiriman sampah dari daerah hulu yang kerap mampir ke Kali Bekasi saat musim penghujan.

"Saat ini di musim penghujan adanya kiriman sampah dari daerah hulu sangat banyak. Dengan adanya kapal ini menjadi antisipasi kita dalam penanganan sampah yang ada di kali Bekasi," kata Wali Kota.

Launching perahu "Seahamsters" berlangsung di Perumahan Delta Pekayon, RW 07, Kelurahan Pekayon, Kota Bekasi. Tiga buah kapal yang nantinya akan disiagakan di sekitar Bendungan Presdo. (ez/ndoet)

Mahar Prastowo



Baca artikel inspirasi:
Dewi Motik Bunda Entrepreneur Indonesia

Mengintip Kegiatan Emak-emak Srikandi Ketahanan Pangan Medan Satria

Written By Redaksi on Senin, 15 Februari 2021 | 16.26



GEN-ID | Kota Bekasi - Para srikandi alias emak-emak di Perumahan Taman Harapan Baru (THB), RW 026 Kelurahan Pejuang Kecamatan Medan Satria Kota Bekasi memanfaatkan sebidang lahan PSU (Prasarana, Sarana dan Utilitas) atau fasos/fasum seluas 1500 meter persegi yang terletak di RT 002 untuk dijadikan lahan pertanian hidroponik, tanaman obat keluarga (toga) dan budidaya ikan lele.

Hasilnya, warga di dalam kompleks perumahan selama masa pandemi dapat terpenuhi kebutuhannya akan sayuran dan ikan segar tanpa harus belanja keluar perumahan.

Upaya para emak kece di Kelurahan Pejuang itu dengan kreatifitasnya di bidang ketahanan pangan pun mendapat apresiasi beragam kalangan termasuk Camat Medan Satria Lia Erliani. Bahkan mewakili kecamatan untuk berkompetisi di ajang Kampung Siaga di tingkat Kota Bekasi, yang diikuti sebanyak 12 Kecamatan.


 


“Terkait ketahanan pangan di RW 26 memang untuk saat ini cukup luar biasa. Kelompok tani yang ada mampu membangun ketahanan pangan di lingkungan RW 026 dengan memanfaatkan lahan PSU untuk dijadikan lahan pertanian,  Hidroponik, Toga (tanaman obat keluarga), budidaya lele dan banyak lagi. Bahkan telah mampu mengembangkan usaha usaha kecil hasil karya para srikandi RW 026 yang patut diperhitungkan dari segi kualitas dan rasa,” terang Lia.

Lia lebih lanjut mengungkapkan, atas nama Pemerintah Kota Bekasi pihaknya terus melakukan pembinaan dan memfasilitasi agar ketahanan pangan di RW 026 khususnya dan wilayah Kecamatan Medan Satria umumnya mampu memenuhi kebutuhan pangan warga serta  diharapkan mampu meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan warga masyarakat. "Khususnya ditengah masa pandemi Covid-19," tutup Camat Medan Satria Lia Erliani.

Apa saja sih yang emak-emak itu lakukan?

Adalah Endang Sudaryanti, penasehat Kelompok Wanita Tani (KWT)-sebuah wadah berkumpul emak-emak di perumahan Taman Harapan Baru (THB) guna menunjang kemandirian dan ketahanan pangan keluarga ditengah pandemi Covid-19, menceritakan kegiatan para emak itu.

Ia bersama para enak yang tergabung di KWT pada hari Minggu(14/02/2021) pagi tampak menmbawa sejumlah peralatan seperti skop kecil, garukan besi atau garpu, cangkul dan berbagai peralatan lainnya dan menuju sebidang lahan pertanian.




Di lahan tersebut tampak berbagai jenis sayuran dan buah-buahan ditanam antara lain kacang panjang, pokcoi, sawi, bayam, cabe, jeruk, ubi jalar dan lainnya serta budidaya ikan lele sangkuriang.

Sabtu dan Minggu pagi menjadi agenda rutin Endang Sudaryanti yang akrab dipanggil Bu RW atau Bu Endang ini bersama pengurus dan anggota KWT lainnya  bercocok tanam. Kegiatan ini sekaligus jadi ajang silaturahmi para warga, terlebih jika sedang panen.

Kegiatan emak-emak di RW 026 itu sudah dilakukannya beberapa waktu lalu sejak masa pandemi Covid-19, tepatnya Juni 2020 sampai sekarang. Hasil dari kegiatan bercocok tanam itu untuk memenuhi kebutuhan sayur, buah, dan lauk warga di perumahan THB. 


Semua kegiatan Bu RW bersama para emak-emak lainnya di perumahan THB itu mendapat dukungan penuh dari para suami.

“Saya ingin ibu-ibu di RW 026 kompak ya. Saya senang melihat ibu-ibu bisa guyub di sini,” tutur Endang Sudaryanti, istri Ketua RW 026 Edy Mulyawan.

"Dengan adanya program pertanian di RW 026, selain sebagai wadah paguyuban warga, juga bisa menjadi solusi bagi kebutuhan pangan khususnya sayur dan buah warga yang tinggal di perumahan Taman Harapan Baru," terang Bu Endang.

“Semua untuk warga, warga senang kita senang,” ujarnya.


Kontak Redaksi
Klik Reporter → Agus Wiebowo | Klik Editor
Mahar Prastowo

 


Mau Serunya 'Pengalaman Magic' Food Gastronomy di Dufan? Baca Ini Dulu...

Written By Redaksi on Minggu, 14 Februari 2021 | 02.53



GEN-ID Dunia Fantasi (Dufan) Taman Impian Jaya Ancol bakal ngadain  "Fun Dining" pada tanggal 19 Februari petang jam 18.00-20.00 WIB. Tapi kalian mesti tahu dulu apa sih keseruan di Fun Dining kali ini.

Yuk, simak penjelasan soal Fun Dining tersebut oleh "orang dalem" Dufan, namanya Arif Rahman, asli Betawi dan biasa dipanggil Bang Arif.

Jadi, buat kalian yang sudah bosan #Dirumahsaja gara-gara kena #PSBB #PPKM dan kangen suasana Dufan di malam hari ๐ŸŽก๐ŸŒ™, Dufan undang kalian ngikutin Fun Dining bersama Andrian Ishak - Chef Namaaz Dining, yang bakal bikin kalian tak akan pernah melupakan seumur hidup cara makan yang unik, magic, dan disajikan dengan berbagai trik.

Tahu sendiri kan sama Chef satu ini, dia bawa tren Food Gastronomy sampai bikin penikmat olah seni masakannya serasa halu alias melayang di alam halusinasi. Semacam ada sentuhan mejik (magic) seperti di film Jumanji atau Harry Potter. 

Nah, kata Bang Arif, khusus di tanggal 19 Februari 2021, kalian bisa merasakan kembali Dufan malam ๐ŸŽก๐ŸŒ™ melalui acara Fun Dining itu bareng Chef Andrian Ishak.

"Tapi terbatas ya, hanya buat 26 orang," kata Bang Arif.

Soal harga, Dufan Fun Dining yang bakal memberikan keseruan pengalaman tematik ini hanya dipatok Rp 1.500.000/Pax untuk 4-course.

Dufan Fun Dining akan berlangsung hanya selama 2 jama mulai dari jam 18.00 - 20.00 yang tentu saja dilengkapi dengan protokol kesehatan terlengkap.

Bocoran dikit nih, wahana di Dufan bakal disulap jadi kecil-kecil dalam bentuk makanan yang bakal bisa disantap, hap! 

Tertarik? Caranya gampang, Klik aja DI SINI dan bakal jadi salah satu dari buaaanyak orang yang menginginkan kesempatan langka ini!




Mahar Prastowo

82 RW di Jakarta Zona Merah Covid-19, Pemerintah Terapkan PPKM Mikro

Written By Redaksi on Rabu, 10 Februari 2021 | 09.07

Perpanjangan PSBB dan menjadi PPKM membuat sekolah juga terus melanjutkan menyelenggarakan pembelajaran secara daring guna memutus rantai Covid-19


GEN-ID | Jakarta
- Pemerintah resmi melanjutkan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), namun kali ini dilakukan dalam skala mikro yang tertuang dalam Surat Instruksi Kementerian Dalam Negeri Nomor 3 Tahun 2021.

Aturan pembatasan ini diterapkan mulai 9 sampai 22 Februari 2021, berlaku di tingkat Provinsi dan Kebupaten atau Kota di Jawa-Bali. Dalam penerapannya, ada beberapa hal yang berbeda karena PPKM Mikro juga mempertimbangkan kriteria zonasi pengendalian wilayah hingga tingkat RT.

Perpanjangan ini tertuang dalam Keputusan Gubernur (Kepgub) No 107 Tahun 2021 terkait Perpanjangan Pemberlakuan Jangka Waktu dan Pembatasan Aktivitas Luar Rumah.

"Kita ada akhir pekan panjang perayaan Imlek. Saya imbau semua jangan bepergian keluar kota, tahan diri untuk tidak mengunjungi tempat-tempat keramaian, dan sebisanya di rumah saja bila tidak ada keperluan esensial. Ini penting untuk menjaga kasus aktif tidak terus bertambah," ujar Anies dalam keterangan resminya, Selasa (9/2/2021)

.PPKM skala mikro merupakan strategi baru pemerintah untuk menekan laju penyebaran Covid-19.

Adapun aturan PPKM skala mikro tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian Nomor 3 Tahun 2021 tentang PPKM Berbasis Mikro dan Pembentukan Posko Penanganan Covid-19 di Tingkat Desa dan Kelurahan untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19.

Dalam aturan tersebut, pemerintah membagi tindakan pengendalian Covid-19 berdasarkan empat zona yakni zona hijau, kuning, oranye, dan merah.

Suatu wilayah disebut zona merah Covid-19 apabila terdapat lebih dari 10 rumah dengan kasus konfirmasi positif dalam satu RT selama tujuh hari terakhir. Skenario pengendalian Covid-19 untuk wilayah zona merah Covid-19 mencakup:

a. Menemukan kasus supek dan pelacakan kontak erat
b. Melakukan isolasi mandiri/terpusat dengan pengawasan ketat
c. Menutup rumah ibadah, tempat bermain anak, dan tempat umum lainnya kecuali sektor esensial
d. Melarang kerumunan lebih dari tiga orang
e. Membatasi keluar masuk wilayah RT maksimal hingga pukul 20.00
f. Meniadakan kegiatan sosial masyarakat di lingkungan RT yang menim bulkan kerumunan dan berpotensi menimbulkan penularan.

Dilansir dari website resmi Covid-19 milik Pemprov DKI Jakarta hingga 4 Februari, ada 82 RW di Ibu Kota yang berstatus zona merah Covid-19 dan masuk wilayah pengendalian ketat (WPK).

Sebanyak 82 RW itu tersebar di enam wilayah Jakarta, yaitu 41 RW di Jakarta Selatan, 16 RW di Jakarta Pusat, 13 RW di Jakarta Barat, 6 RW di Jakarta Timur, 4 RW di Jakarta Utara, dan 2 RW di Kepulauan Seribu.

Berikut rincian 82 RW di Jakarta yang masuk kategori zona merah Covid-19.

Jakarta Pusat

    Kelurahan Bungur, RW 001
    Kelurahan Cempaka Putih Timur, RW 004
    Kelurahan Duri Pulo, RW 004
    Kelurahan Kartini, RW 007
    Kelurahan Kebon Sirih, RW 008
    Kelurahan Mangga Dua Selatan, RW 007
    Kelurahan Menteng, RW 008
    Kelurahan Menteng, RW 009
    Kelurahan Pegangsaan, RW 008
    Kelurahan Pegangsaan, RW 006
    Kelurahan Pegangsaan, RW 007
    Kelurahan Rawasari, RW 003
    Kelurahan Senen, RW 005
    Kelurahan Serdang, RW 004
    Kelurahan Utan Panjang, RW 004
    Kelurahan Pasar Baru, RW 004

Jakarta Selatan

    Kelurahan Cipete Selatan, RW 002
    Kelurahan Kalibata, RW 008
    Kelurahan Kalibata, RW 002
    Kelurahan Kalibata, RW 005
    Kelurahan Kalibata, RW 004
    Kelurahan Kalibata, RW 003
    Kelurahan Karet, RW 007
    Kelurahan Karet, RW 005
    Kelurahan Karet, RW 004
    Kelurahan Karet, RW 002
    Kelurahan Karet Kuningan, RW 001
    Kelurahan Karet Kuningan, RW 007
    Kelurahan Karet Kuningan, RW 002
    Kelurahan Karet Kuningan, RW 005
    Kelurahan Karet Kuningan, RW 004
    Kelurahan Karet Kuningan, RW 006
    Kelurahan Melawai, RW 002
    Kelurahan Melawai, RW 001
    Kelurahan Pancoran, RW 003
    Kelurahan Pancoran, RW 006
    Kelurahan Pasar Minggu, RW 006
    Kelurahan Pasar Minggu, RW 003
    Kelurahan Pasar Minggu, RW 004
    Kelurahan Pasar Minggu, RW 001
    Kelurahan Pela Mampang, RW 002
    Kelurahan Pela Mampang, RW 001
    Kelurahan Pela Mampang, RW 007
    Kelurahan Pela Mampang, RW 003
    Kelurahan Pondok Labu, RW 003
    Kelurahan Ragunan, RW 005
    Kelurahan Rawa Barat, RW 001
    Kelurahan Rawa Barat, RW 005
    Kelurahan Rawa Jati, RW 011
    Kelurahan Rawa Jati, RW 003
    Kelurahan Rawa Jati, RW 009
    Kelurahan Rawa Jati, RW 010
    Kelurahan Tegal Parang, RW 005
    Kelurahan Tegal Parang, RW 004
    Kelurahan Tegal Parang, RW 002
    Kelurahan Tegal Parang, RW 001
    Kelurahan Tegal Parang, RW 003

Jakarta Barat

    Kelurahan Joglo, RW 006
    Kelurahan Joglo, RW 001
    Kelurahan Joglo, RW 008
    Kelurahan Joglo, RW 002
    Kelurahan Joglo, RW 004
    Kelurahan Joglo, RW 003
    Kelurahan Mangga Besar, RW 001
    Kelurahan Slipi, RW 003
    Kelurahan Srengseng, RW 002
    Kelurahan Srengseng, RW 001
    Kelurahan Srengseng, RW 006
    Kelurahan Srengseng, RW 003
    Kelurahan Srengseng, RW 008

Jakarta Timur

    Kelurahan Cipinang Melayu, RW 002
    Kelurahan Kayu Manis, RW 002
    Kelurahan Makasar, RW 003
    Kelurahan Malaka Jaya, RW 006
    Kelurahan Malaka Sari, RW 009
    Kelurahan Kebon Manggis, RW 003

Jakarta Utara

    Kelurahan Kelapa Gading Barat, RW 017
    Kelurahan Sunter Jaya, RW 007
    Kelurahan Sunter Jaya, RW 006
    Kelurahan Sunter Jaya, RW 005

Kepulauan Seribu

    Kelurahan Pulau Harapan, RW 001
    Kelurahan Pulau Tidung, RW 004


[gi]

Peduli-Partisipatif-Produktif, Cara Kampung Siaga RW 026 Taman Harapan Baru Hadapi Pandemi

Written By Redaksi on Selasa, 09 Februari 2021 | 19.20


Sentot Baskoro sedang mempresentasikan program Kampung Siaga RW 026 di hadapan para juri dari unsur 3 pilar dan organisasi perangkat daerah


GEN-IDPeduli, partisipatif, produktif. Setidaknya tiga hal itu yang tampak dari kehidupan ditengah masa pandemi Covid-19, di lingkungan warga RW 026 Kelurahan Pejuang Medan Satria Kota Bekasi, tepatnya kompleks Perumahan Taman Harapan Baru Kawasan Kota Harapan Indah.

Peduli, terasah dari perasaan senasib sepenanggungan, menghadapi masalah bersama pandemi Covid-19, yang telah memporak-porandakan berbagai kemapanan di berbagai lini kehidupan terutama masalah kesehatan.

"Di sini kalau ada warga terpapar positif Covid-19, langsung melapor ke RT. Pasien aktif melapor, dan warga lain peduli dengan membantu mengirimkan makanan dan kebutuhan lainnya," terang Edy Mulyawan, Ketua Rukun Warga 026, disela acara peninjauan dalam penilaian Kampung Siaga oleh Tiga Pilar Kota Bekasi yaitu dari Pemkot, Kodim dan Polrestro Bekasi Kota.

Hal lain diungkapkan Edy, dari kepedulian sosial, kepedulian merasa memiliki lingkungan yang harus dijaga bersama, memupuk semangat warga untuk partisipatif dalam berbagai kegiatan, termasuk dalam rangka lomba Kampung Siaga yang diselenggarakan Pemerintah Kota Bekasi.

Dan bagi warga RW 026, kegiatan perlombaan Kampung Siaga ini bukan sesuatu yang baru dan diada-adakan karena dilombakan. "Ini melanjutkan dari kegiatan sebelumnya yang sudah kita lakukan dalam rangka siaga banjir. Jadi bukan sesuatu yang baru dan diada-adakan karena ada lomba," terang Edy diamini Sentot Baskoro, Humas Kampung Siaga RW 026.

Sebelumnya Sentot Baskoro di hadapan tim penilai dari tiga pilar, memaparkan mengenai tiga hal yang dinilai dalam lomba Kampung Siaga yaitu upaya RW mencapai Zero Covid-19, Zero Crime serta meningkatkan ketahanan pangan dan ekonomi kreatif.

Dalam hal produktifitas, warga kompleks perumahan yang cukup eksklusif ini bahu-membahu bersama-sama membuat kegiatan yang dapat mendukung ketahanan pangan dan berbagai kegiatan ekonomi kreatif.



Ibu Siti Fajriah (ibu RT) menunjukkan kepada wartawan.bahwa di wilayahnya lahannya sempit, tapi bisa pelihara lele dan tanaman sayuran



Sebagai contoh di RT 01, meski memiliki lahan paling sempit dengan lebar 1 meter dan panjang sekitar 60 meter, warga dapat menanam sayuran dan budidaya lele serta ikan patin, yang setiap panen hasilnya dibagikan merata kepada seluruh warga RT 01.

"Kan untuk meningkatkan ketahanan pangan, jadi hasilnya kita bagikan untuk kita makan bersama. Kalau RT lain yang punya lahan lebih luas dan hasilnya banyak bisa dijual juga," ujar Siti Fajriyah, yang aktif suaminya sebagai RT menjalankan program-program di lingkungannya.

Di RT 02 yang memiliki lahan lebih luas untuk dimanfaatkan, sebanyak delapan wanita yang tergabung dalam KWT (Kelompok Wanita Tani) menjadi garda terdepan produktifitas ketahanan pangan dengan menanam sayuran hidroponik dan mengolah hasilnya menjadi aneka  macam minuman kesehatan (jamu) seperti teh daun sukun, teh telang, minuman kunyit, temu lawak.



Kedelapan wanita yang tergabung dalam KWT itu memproduksi berbagai olahan sayuran hidroponik dan organik dengan brand Saung Cassandra 1 yang mengambil dari nama jalan lingkungan RT 02.

Selain berproduksi, mereka juga menjalankan program sosial belanja kesehatan yang disisihkan dari penjualan hasil panen maupun dari donasi warga.



Bahkan, dari budidaya lele Sangkuriang, dapat memenuhi kebutuhan gizi warga RW 026 melalui konsumsi lele yang sudah dibumbui dengan harga Rp 35.000 perkilogram. Demikian diungkapkan Jupri Santoso, yang memelopori budidaya lele dengan bioflok serta tanaman obat keluarga dan sayuran dengan dukungan personil TNI dari Kodim 0501.

"Setiap panen selalu habis untuk kebutuhan warga. Jadi pada masa pandemi ini warga tidak perlu belanja ikan keluar," ujar Jupri.

Jupri bersama rekan tim, Agus, serta para ibu seperti Nila, Dhini, Nilam, Tatik dan lainnya mengatur Saung Cassandra 1 dengan administrasi pembukuan sangat rapi sebagaimana sebuah koperasi. Dan produk yang mereka hasilkan pun dijual dengan teknik pengemasan modern ala Happy Fresh, SESA, TaniHub dan sebagainya.

Dari aktifitas ketahanan pangan yang juga menghasilkan sampah ini, dilakukan penampungan dan pengolahan melalui Bank Sampah yang menjadi pupuk organik sehingga zero waste.


Evie Handmade Eco Print dengan produk masker batik motif daun


Demikian halnya dengan aktifitas produksi ekonomi kreatif Eco Print Evie Handmade di RT 03 yang memproduksi masker kain katun dengan motif beragam dedaunan, sampah rebusan daun dimanfaatkan untuk melakukan pemupukan.

Aktifitas seni kreatif memanfaatkan sampah bekas spanduk atau banner juga dilakukan Pak Bambang alias Pak Kakung, yang selama masa pandemi dan guna mengisi usia pensiunnya melukis dengan media vinyl bekas spanduk atau banner dan menggunakan cat tembok.

Meski dari bahan bekas, namun karyanya tak kalah dengan para seniman yang biasa pameran di galeri seni. Dan ia menjadikan Hall Erte Tiga untuk memajang karya-karyanya yang indah.



Masih di bidang seni kreatif, Hanna, yang sudah belasan tahun menekuni hobi memelihara bonsai, di masa pandemi ini atas saran suaminya meningkatkan hobinya dengan menjual koleksi bonsainya melalui online di komunitas penghobi bonsai di sosial media dan market place. "Pembelinya ada juga yang dari Manado," kisahnya.

 




KAMPUNG SIAGA yang Rindu Senyum

Pandemi Covid-19 yang telah membuat dunia bersedih, diungkapkan Ketua RW 026 Edy Mulyawan membuat Kampung Siaga pun RINDU Senyum.

RINDU diungkapkan Edy merupakan singkatan dari kalimat afirmatif guna mendorong kearah hal positif yaitu Rukun, Indah, Nyaman, Damai dan Unggul.

Guna mencapai itu semua, Edy selaku Ketua RW mengajak semua pihak yaitu seluruh warga RW 026 sebagai stakeholder untuk menekan 2 hal seminimal mungkin yaitu Zero Covid-19, Zero Crime dan meningkatkan ketahanan pangan melalui kemandirian pangan dan ekonomi kreatif sebagaimana menjadi tiga kriteria penilaian panitia lomba KAMPUNG SIAGA yang berhadiah Rp 1 M.

"Kalaupun rezeki dan mendapat 1M, itu bonus buat kami," ujar Edy. Pasalnya, bagi warga RW 026 lebih penting lagi adalah berhasil menjalankan protokol kesehatan 5M sebagaimana telah diupayakan berjalan selama ini.

Upaya mewujudkan prokes 5M ini tampak ketika berada di lingkungan RW 026, saat masuk apakah warga maupun tamu dari luar akan diperiksa suhu tubuhnya, wajib mengenakan masker serta telah disediakan tempat cuci tangan di berbagai sudut.

Dengan protokol kesehatan itu, Edy dan seluruh warga tentunya berharap dapat menekan angka paparan Covid-19 di wilayahnya hingga titik nol persen atau Zero Covid.

Hal sama juga diharapkan dari sisi kriminalitas, yang diuraikan Sentot Baskoro, selain dengan membentuk Satuan Keamanan Lingkungan (Satkamling) yang terlatih dan bersertifikasi sebagaimana Peraturan Kapolri, juga melibatkan anak-anak muda dalam swadaya keamanan, pemasangan CCTV, Barrier Gate, serta program "Pagar Mangkok".

"Artinya banyak membantu orang lain di sekitar lingkungan maka mereka pun akan segan sehingga tidak memerlukan pagar tembok," ujar Sentot

Dengan merekrut 15 tenaga Satkamling dari luar kompleks dan ratusan ART (Asisten Rumah Tangga), program "pagar mangkok" itu telah menciptakan kondisi keamanan lingkungan yang kondusif karena warga sekitar yang turut menjaga keamanan dan tercipta zero crime yang diharapkan.

Ditambah lagi dengan kegiatan sosial Jumat Barokah menyediakan makan setiap hari jumat bagi lingkungan maupun yayasan sosal di sekitar, telah membuat Kampung Siaga RW 026 Kelurahan Pejuang ini layak menjadi role model bagi wilayah lain yang ingin menciptakan suasana seperti di Kompleks Taman Harapan Baru.

Mahar Prastowo

Kontak Redaksi Klik Di Sini

BNPT: Jangan Ada Lagi Anak Muda Jadi Teroris

Written By Redaksi on Sabtu, 06 Februari 2021 | 03.21



GEN-ID ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ | Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) berharap tidak ada lagi masyarakat, khususnya generasi muda yang terlibat tindak terorisme maupun terpengaruh paham radikalisme ekstrimisme.

"Kita tidak ingin ada lagi orang yang berangkat ke Irak dan Suriah, dipenjara karena urusan terorisme, maupun anak-anak Indonesia yang jadi pelaku bom bunuh diri," kata Kepala BNPT Komjen Pol Boy Rafli Amar, di Jakarta, Jumat, 5 Februari 2021.

Hal tersebut disampaikannya saat webinar Sosialisasi Peraturan Presiden Nomor 7/2021 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme (RAN-PE).

Boy menyebutkan faktanya ada sekitar 2.000 orang yang telah ditangkap karena melanggar hukum terkait tindak pidana terorisme setidaknya dalam kurun 20 tahun terakhir.

"Mereka setuju dengan apa yang dikatakan konten narasi radikalisme. Bahkan, sampai ada 1.250 orang bersedia berangkat ke Irak," ujarnya.

Mereka yang berangkat ke Irak, kata dia, sebagian besar sudah tewas, ada yang ditahan, sementara anak-anak dan perempuan saat ini berada di kamp pengungsian.

Menurut dia, kenyataan itu menunjukkan betapa berbahayanya gerakan ekstrimisme, radikalisme, dan terorisme yang bisa membuat orang secara tidak sadar masuk di dalamnya.

Ia menjelaskan perekrutan teroris itu memang berjalan sedemikian masif, baik melalui media sosial hingga "face to face" hingga mampu memengaruhi pikiran mereka.

"Akhirnya, cara berpikirnya mereka sudah berlebihan, ekstrem. Tidak lagi menghargai hukum, tidak menghargai kehidupan demokrasi, tidak menghargai konstitusi, dan tidak menghargai nilai-nilai kemanusiaan," katanya.

Diakui Boy, sudah cukup banyak anak-anak muda yang terjerat dalam tindak pidana terorisme sehingga perlu upaya menyeluruh, komprehensif, dan sistematis untuk mencegahnya.

Oleh karena itu, kata dia, keberadaan Perpres RAN-PE sangat penting untuk meningkatkan perlindungan terhadap warga negara dari ancaman terorisme.

Boy mengingatkan bahwa terorisme bisa membuat siapa saja secara tidak sadar masuk atau menjadi bagiannya dan siapa saja bisa menjadi korban dari kejahatan tersebut.

"Perpres ini (RAN-PE) melibatkan seluruh pihak, tidak boleh ada yang berpangku tangan. Jangan sampai ada orang melakukan proses radikalisasi, tetapi masyarakat tidak waspada. Jadi, ada kesadaran publik," pungkas Boy. (Vn/Ant)

Jakarta Lockdown 12-15 Februari. Benarkah?

Written By Redaksi on Jumat, 05 Februari 2021 | 19.25



GEN-ID
| Covid-19
- DKI Jakarta akan lockdown secara total selama tiga hari mulai 12-15 Februari. Lockdown atau penutupan total Ibu Kota telah diputuskan oleh Presiden Joko Widodo. Demikian disebut dalam pesan berantai via whatsapp itu. Pesan itu juga mengimbau agar masyarakat menyediakan bahan makanan selama lockdown diberlakukan.

Bahkan,  pesan itu juga berisi informasi  kepolisian akan menangkap langsung dan melakukan swab kepada yang diketahui berada di luar rumah. "Rumah dan toko-toko, restoran semua tutup. Semua harus diam di rumah, harus sedia bahan makanan untuk masak di rumah. Jangan keluar rumah karena akan ditangkap langsung dan swab. Didenda besar sekali," demikian isi pesan tersebut.

Benarkah isu tersebut?

Kepala Divisi (Kadiv) Humas Polri, Irjen Pol Argo Yuwono membantah pesan berantai yang mengabarkan soal lockdown tersebut. Pihaknya telah berkoordinasi dengan Kemenkes.

Argo menyebut pesan berantai tersebut berpotensi menimbulkan dampak negatif di tengah masyarakat. Menurut dia, meski isinya biasa saja, namun pesan tersebut berpotensi menimbulkan opini negatif dari masyarakat.

"Pelaku bisa diancam kurungan hingga 10 tahun lewat sejumlah pasal dan undang-undang. Beberapa di antaranya seperti pasal 28 ayat 1 UU nomor 11 Tahun 2008, tentang ITE. Ada pula KUHP pasal 14 ayat 1, 2, dan tiga," tegas Argo.

Argo mengungkapkan pihaknya mencatat selama tahun 2020 telah menangani 352 kasus penyebaran berita hoaks.

Masih ikut sebarkan hoaks? Hentikanlah mulai dari jempolmu!



https://t.me/generasiindonesia

Pembinaan Kesadaran Bela Negara Berlanjut, MoU Senkom - Kemhan Diperpanjang

Written By Redaksi on Kamis, 04 Februari 2021 | 08.21


Ketum Senkom Katno Hadi, SE menerima cendera mata dari Dirjen Pothan Kementerian Pertahanan RI Mayjen TNI Dadang Hendrayudha 


GENERASIINDONESIA.CO
| Jakarta - Ketua Umum Senkom Mitra Polri Katno Hadi, S.E menandatangani perpanjangan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Kementerian Pertahanan terkait Program Bela Negara yang pejabat pelaksananya diwakili oleh Direktorat Jenderal Potensi Pertahanan (Dirjen Pothan) Kementerian Pertahanan RI Mayjen TNI Dadang Hendrayudha di Gedung R.Suprapto Lantai 2 Kemhan, Rabu (3/2/2021).

Penandatanganan MoU ini dalam rangka kelanjutan Pembinaan Kesadaran Bela Negara antara Senkom Mitra Polri dengan Kemhan dibawah lingkup pembinaan Direktorat Bela Negara, Ditjen Pothan.

Menurut Katno Hadi bahwa Bela Negara tidak harus angkat senjata namun melakukan sesuatu yang baik bagi bangsa dan Negara.

“Upaya bela negara merupakan tanggung jawab seluruh komponen bangsa, karena bela negara merupakan hak dan kewajiban warga negara. Bela negara bukan hanya angkat senjata, melakukan sesuatu yang baik untuk bangsa dan negara adalah wujud Bela Negara juga,” jelas Katno Hadi.

Selanjutnya Katno Hadi mengajak kepada seluruh elemen bangsa khususnya bagi anak muda yang saat ini desebut Generasi Milenial, untuk senantiasa menumbuh kembangkan rasa Bela Negara terutama pada saat Pandemi Covid-19 ini.

“Jadilah role models (contoh) agen pelaku aksi positif bela Negara dalam mematuhi protocol kesehatan, berperilaku budi pekerti yang baik dan bisa juga dengan karya nyata,” ungkap Katno Hadi.

Penandatanganan MoU oleh Ketum Senkom Katno Hadi, SE  bersama Dirjen Pothan Kemhan RI 
Mayjen TNI Dadang Hendrayudha 

Saat yang sama Dirjen Pothan Mayjen TNI Dadang Hendrayudha menyampaikan harapannya melalu kesepakatan bersama ini, agar anggota Senkom Mitra Polri di seluruh Indonesia bisa membantu menyebarluaskan nilai-nilai kesadaran bela negara baik di lingkungan tugas dan fungsinya serta kepada masyarakat luas, sebagai upaya membangun karakter bangsa yang menyadari akan hak dan kewajibannya untuk berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara.

“Kerjasama ini dibutuhkan dalam rangka meningkatkan kesadaran bela negara dan cinta tanah air serta terbentuknya karakter kuat bangsa bagi seluruh rakyat Indonesia dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” ujar Dadang Hendrayudha.

Menurut Dadang Hendrayudha bahwa bela negara itu mudah dan bisa dilakukan oleh setiap warga Negara Indonesia dari segala lapisan masyarakat dan apapun bidang profesinya.

“Bela negara itu mudah dan setiap warga Negara bisa melakukan sesuai bidang profesinya masing-masing,” pungkas Dadang Hendrayudha.

Penulis   : Tri Joko
Editor     : Mahar Prastowo

Tempati Gedung Baru, Polsubsektor Sungai Gelam Naik Status Jadi Polsek


Bupati Muaro Jambi Hj. Masnah Buro bersama Kapolda (kiri) dan Ketua DPRD (kanan) disaksikan sejumlah OPD meresmikan gedung Mapolsek Sungai Gelam yang dibangun dengan APBD tahun 2020 senilai Rp 2,9 Milyar.



GENERASIINDONESIA.CO | Muaro Jambi - Kapolda Jambi Irjen Pol Albertus Rachmad Wibowo, S.I.K  meresmikan Mapolsek Sungai Gelam, bersama Bupati Muaro Jambi Hj. Masnah Busro serta segenap Forkopimda pada Rabu (3/2/2021).

Kapolda menyampaikan bahwa tugas utama Polri adalah memberikan keamanan dan kenyamanan pada masyarakat. Namun dalam pelaksanaan tugasnya, Polri tidak bisa melakukan semuanya sendiri. Akan tetapi juga perlu dukungan pihak terkait lainnya, seperti pemerintah maupun masyarakat.

“Jadi kami sangat berterima kasih kepada Pemda Muaro Jambi, karena telah mengerti tugas kami dengan membantu pembangunan ini. Kami tidak bisa melaksanakan tugas sendirian, jika tidak ada bantuan dari pemerintah daerah,” ujar Kapolda Jambi Irjen Pol Albertus Rachmad Wibowo.

Senada dengan Kapolda, Kapolres Muaro Jambi AKBP Ardiyanto, S.I.K., M.H dalam sambutan peresmian Polsek Sungai Gelam yang baru mengalami peningkatan status dari sebelumnya sebagai Polsubsektor, berharap dapat tercipta situasi keamanan dan kondusifitas wilayah.

“DPRD dan Kabupaten Muaro Jambi berharap banyak untuk diresmikannya Subsektor ini menjadi Polsek sehingga bisa  untuk menciptakan situasi keamanan dan kondusif.  Untuk bisa terciptanya situasi aman dan kondusif tentu dibutuhkan Mako,” ujar Kapolres Muaro Jambi AKBP Ardiyanto.

Peningkatan status ini, mengingat wilayah kecamatan cukup luas dengan 15 (lima belas) desa yang persebaran jumlah penduduknya juga banyak. Itulah sebabnya dinilai layak jika ada kantor Polsek sendiri untuk memudahkan dan lebih intensif dalam pemantauan keamanan masyarakat oleh pihak keamanan.

Peresmian Polsek Sungai Gelam oleh Kapolda Jambi ini dihadiri Bupati Muaro Jambi Hj. Masnah Busroh, S.E, Ketua DPRD Muaro Jambi Yuli Setia Bakti, Dandim 0415 Batanghari Kolonel Inf. J. Hadiyanto, S.I.P., M.I.P.

Selain itu hadir Kapolres Muaro Jambi, Sekda Muaro Jambi, Kajari, Kadis PUPR Muaro Jambi, Kapolsek Jaluko dan Kalapas Perempuan Kelas II A Jambi,  Camat Sungai Gelam dan para OPD lingkup Pemkab Muaro Jambi, 15 (lima belas) Kepala Desa dan para undangan dari berbagai kalangan.

Dengan diresmikannya Polsek Sungai Gelam yang berdiri diatas tanah hibah masyarakat seluas ± 3113 m2 dan gedung seluas 561 m2 yang dibangun dengan APBD Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi Rp 2,9 Miliar, ini dinilai Kapolres sebagai bukti keseriusan bupati dalam menyejahterakan masyarakat.

Sementara itu Bupati Muaro Jambi Hj. Masnah Busro mengungkapkan pengalokasian APBD untuk membangun Mapolsek ini sebagai bagian dari sinergi bersama membangun Muaro Jambi. Setelah Sungai Gelam, ia merencanakan membangun Mapolsek Sungai Bahar.

"Alhamdullilah terwujud pembangunan gedung baru Polsubsektor yang insya Allah menjadi Polsek," kata Bupati Muaro Jambi Masnah Busro.

Lanjutnya, "yang untuk Polsek sungai Bahar akan kita bangun, semoga semua bisa bermanfaat, ini merupakan sinergi bersama membangun Muaro Jambi," ungkap Masnah seraya mengungkapkan di Kabupaten Muaro Jambi ada 11 kecamatan sehingga harus punya 11 Mapolsek.


Terbantu Senkom

Resmi pindah ke gedung baru yang awalnya  di Simpang Pramuka, dan kini resmi pindah di lokasi baru  berjarak ± 7 (tujuh) km dari pusat kota Jambi, Kapolsek Sungai Gelam Iptu Yohanes Candra menyampaikan apresiasi kepada Senkom Mitra Polri setempat yang telah membantu persiapan peresmian gedung baru Polsek selama dua hari.

Senkom Mitra Polri di wilkum Polres Muaro Jambi Sektor Sungai Gelam membantu panitia yang terdiri dari 13 personil Polisi yang bertugas di Polsek yang baru naik status itu.

Wakapolres Muaro Jambi yang sebelum acara sempat meninjau persiapan lokasi juga mengapresiasi kehadiran Senkom. [Gen-ID]


Reporter: Fatchurrohman | Editor: Mahar Prastowo

Diskop UKM Dukung FWJ Korwil Bekasi Kota Dirikan Koperasi Wartawan

 


GEN-ID
| Kota Bekasi
- "Mengenai pendirian koperasi wartawan, dulu di Bekasi sudah pernah terbentuk di tahun 80-an dan Pemkot Bekasi sangat mendukung kegiatan tersebut. Kalau untuk saat ini koperasi wartawan dibentuk kembali, saya dukung, silahkan dibentuk, mau tingkat Kota Bekasi, tingkat Provinsi atau tingkat Nasional,” tantang Sukarman, Kasie Pengawasan, Penilaian dan Penindakan Koperasi dan UMKM Bekasi Kota, Rabu (03/02/2021).

Ungkapan itu disampaikan Sukarman yang didampingi Samad Saefullah selaku Kabag Kelembagaan Koperasi, ketika menerima Forum Wartawan Jakarta (FWJ) Koordinator Wilayah Kota Bekasi yang berkunjung ke kantornya guna melakukan audiensi soal rencana pembentukan koperasi wartawan.

Keinginan FWJ kepada Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bekasi untuk  dibina dan difasilitasi guna terwujudnya koperasi wartawan di Kota Bekasi ditanggapi positif oleh Sukarman.

Guna pembekalan lebih matang soal keinginan kalangan wartawan untuk membentuk koperasi,  Sukarman memberikan penjelasan terkait perkoperasian di Indonesia, mulai dari awal dibentuk koperasi sampai mengembangkan koperasi tersebut.


Koperasi merupakan badan usaha yang beranggotakan sekelompok orang minimal 20 orang dan berbentuk badan hukum yang memiliki anggota dengan tujuan untuk mewujudkan kesejahterakan anggotanya," tutur Sukarman.

Lebih lanjut Sukarman memaparkan lima jenis koperasi, yaitu meliputi koperasi simpan pinjam (Syariah dan konvensional), koperasi konsumen (Koperasi serba usaha), koperasi jasa, koperasi produksi/produsen, dan koperasi pemasaran.

"Untuk tahap awal pendirian koperasi, harus menentukan nama minimal tiga kata, memiliki anggota minimal 20 orang, dan harus memiliki sekretariat serta struktur kepengurusan, dan keputusan tertinggi adalah rapat para anggota," terangnya.

Sukarman juga menjelaskan, peluang bisnis koperasi masih sangat terbuka apalagi bagi para wartawan yang memiliki kesempatan dan relasi luas sehingga bisa bekerjasama dengan banyak pihak. 

Di kota Bekasi, ungkap Sukarman, ada satu koperasi yang mencapai aset 150 milyar.

“Makanya Saya ingin teman-teman semangat di situ (koperasi-red) supaya ada sisi kesejahteraan diluar pekerjaannya selaku media (wartawan-red),” tegasnya.

"Untuk modal awal itu didapat dari simpanan pokok anggota yang cukup dibayar satu kali dan nominalnya berdasarkan kesepakatan anggota, untuk modal selanjutnya bisa dari simpanan wajib yang besar nominalnya bisa berbeda sesuai dengan kemampuan anggota dan modal terakhir bisa didapat dari simpanan sukarela," terangnya.

“Simpanan sukarela kapan saja bisa diambil tapi simpanan wajib dan pokok selama yang bersangkutan itu masih menjadi anggota koperasi itu tidak bisa diambil kecuali yang bersangkutan keluar secara resmi dari anggotan koperasi,” tutupnya.

Audiensi FWJ Korwil Kota Bekasi dengan Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bekasi, dilakukan di kantor Lantai 9 Gedung Pemerintah Kota Bekasi Jl. Jendral Ahmad Yani No. 1, Kelurahan Marga Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi.

Hadir Perwakilan dari FWJ Indonesia (FWJI) Korwil Bekasi Kota Romo Kosasih selaku ketua, didampingi Jarkasi (sekretaris), Darsono (Kabid Koperasi dan UMKM),  dan Wisnu Wicaksana (Kabid Humas) serta beberapa anggota FWJI Korwil Bekasi Kota.


Reporter: Agus Wiebowo, Topan Abdi N | Editor: Mahar Prastowo
 


 


Terungkap, Wanita Pembeli Pulau Lantigiang Selayar

Written By Redaksi on Senin, 01 Februari 2021 | 06.26



GEN-ID | Pariwisata
- Viral di media sosial, soal Pulau Lantigiang, Kecamatan Takabonerate, Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan yang dijual dengan harga Rp 900 juta.  Bahkan pembelinya yang seorang wanita itu telah membayar uang muka sebagai mahar Pulau Lantigiang sebesar Rp 10 juta kepada pihak penjual, Syamsu Alam.

Sosok wanita calon pembeli Pulau Lantigiang, Selayar itupun  jadi sorotan.

Lantas siapa sebenarnya wanita pembeli Pulau Lantigiang, Selayar ini?

Hebohnya penjualan Pulau Lantigiang yang masuk dalam Taman Nasional ini lantas membuat pihak kepolisian ikut turun tangan.

Polres Selayar menyebut, warga bernama Syamsu Alam menjual Pulau Lantigiang kepada seseorang bernama Asdianti.

"Kami telah memeriksa tujuh saksi termasuk Kepala Dusun Jinato Asryad. Masih ada saksi yang belum diinterogasi, seperti Kepala Desa Jinato Abdullah dan Sekdes Jinato Rustam," ungkap Perwira Urusan (Paur) Humas Polres Selayar Aipda Hasan.

Warga bernama Syamsu Alam menjual pulau itu karena merasa memiliki pulau tak berpenghuni itu dan telah menerima uang muka sebesar Rp10 juta.

“Menurut keterangan dari Syamsu Alam bahwa Pulau Lantigiang tersebut dikuasai atau ditinggali oleh neneknya dulu. Adapun hak yang dimiliki oleh penjual adalah surat keterangan kepemilikan ditandatangani oleh Sekdes tahun 2019," tutur Aipda Hasan.

Menjadi soal karena diketahui Pulau Lantigiang termasuk dalam kawasan taman nasional.

“Pulau Lantigiang masuk dalam kawasan Taman Nasional Taka Bonerate," kata Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah II Jinato, Nur Aisyah Amnur.

Lalu, siapa sebenarnya wanita pembeli Pulau Lantigiang?

Penelusuran media ini menemukan nama Asdianti Baso yang terkait perusahaan wisata di Kabupaten Kepulauan Selayar.

Asdianti Baso/Fb


Profil LinkedIn Asdianti menunjukkan, ia adalah direktur PT Selayar Mandiri Utama dan Taka Bonerate Dive Resort. Sebelumnya, Asdianti adalah Sales Consultant sebuah perusahaan properti bernama Baso Bali Property.

Akun media sosial-nya menunjukkan, Asdianti dulu memang agen properti yang sering menjajakan villa di Bali.

Pada 2016 Asdianti pernah menawarkan penyewaan sebuah villa di Bali dengan harga Rp 250 juta per tahun. Ia juga pernah menawarkan kompleks villa seluas 4,1 meter persegi seharga 2,75 juta dollar Amerika.

Pada Desember 2020 Asdianti sempat menghabiskan waktu di Istanbul, Erzurum. Ia juga sempat bermain ski di sebuah resort di Kota Erzurum, Turki.

Ia beberapa kali pula mengunggah kegiatan pesta bersama teman-temannya. Sebagiannya warga Indonesia, sebagian lagi adalah warga negara asing.

Dengan jejak digital seperti itu, tak heran Asdianti mampu membeli pulau Lantigiang, meski pulau itu berada dalam kawasan taman nasional.



gi/tn/kps

Tri Adhianto Berpesan Agar Sobat TRIAD Lebih Bermanfaat Bagi Warga



GEN-ID | Komunitas
- Dr. Tri Adhianto Tjahyono, Pembina  Sobat TRIAD yang mengikuti milad ke-3 Sobat TRIAD secara virtual, menyampaikan agar  Sobat TRIAD  bisa lebih bermanfaat untuk warga.

Hal itu bisa dilakukan dengan mempertahankan bahkan meningkatkan kegiatan-kegiatan sosial yang selama ini telah dilaksanakan.

Disamping itu, guna melatih kemandirian dan ketahanan ekonomi, Mas Tri - panggilan akrab Dr. Tri Adhianto Tjahyono, juga menyampaikan bahwa Koperasi TRIAD Kota Bekasi keren untuk dikembangkan.

Dalam beradaptasi terhadap teknologi, juga dipesankan Mas Tri agar SDM juga ditingkatkan. Termasuk di dalam berkomunikasi di Media Sosial sebagai salah satu saluran berkomunikasi antar sesama anggota Sobat TRIAD maupun dengan masyarakat luas.

Dengan tetap memakai Protokol Kesehatan,  anggota Sobat TRIAD yang tersebar di 12 kecamatan rayakan Milad Ke-3 Sobat TRIAD secara virtual.

Milad Sobat TRIAD yang jatuh pada tanggal 27 Januari,  diselenggarakan secara virtual (daring), serta secara luring / offline di Saung yang menjadi tempat diskusi Sobat TRIAD di kawasan Kelurahan Duren Jaya, Bekasi Timur, Kota Bekasi, pada Minggu (31/1/2021).


Rinto Azis, Sekjen Sobat TRIAD memberikan sambutan


Rinto Aziz, Sekjen Sobat TRIAD sekaligus sebagai ketua panitia pelaksana menjelaskan, lebih kurang seribuan orang yang tergabung dalam Sobat TRIAD  yang tersebar di 12 kecamatan ikut merayakan Milad Ke-3 melalui virtual.

"Meski pandemi Covid tetap kita rayakan namun mengikuti protokol kesehatan, yakni dengan cara virtual," ujar Rinto.

Dia berharap, semoga di tahun 2021 dan selanjutnya Sobat TRIAD semakin kompak, tentu sesuai dengan harapan Mas Tri sebagai pembina, agar komunitas ini lebih bermanfaat terhadap masyarakat dan lebih giat lagi dalam membantu warga.

"Kita nggak ada target, namun untuk pelayanan terhadap masyarakat harus sebaik-baiknya," kata Rinto

Seperti dimasa pandemi,  Sobat TRIAD  sering melakukan penyemprotan disinfektan, fogging,  memotong rumput, evakuasi pasien ke RSUD, mengangkut jenazah dan sebagainya.

"Dimasa pandemi ini kita sering melakukan penyemprotan disinfektan, fogging,  memotong rumput, evakuasi pasien ke RSUD, mengangkut jenazah karena kebetulan armadanya juga ada," papar Rinto.

"Dalam rangka Milad ke-3 tahun, kita adakan beberapa lomba dari tiap kecamatan yang meliputi lomba tumpeng yang dinilai dari kerapihan dan keunikan. Dan juga ada lomba kerapihan atribut Sobat TRIAD dan yel-yel, serta kekompakan menjadi penilaian," terang Rinto.

Rinto Azis memotong tumpeng Milad ke-3 Sobat TRIAD


Meski mengadakan beberapa lomba, namun pelaksanaannya secara virtual, "karena kita merupakan termasuk relawan kesehatan maka bagi kami (menerapkan protokol) kesehatan sangatlah penting," tukas Rinto.

Sementara salah satu warga, Ari Prayitno, menyampaikan harapannya agar dengan momentum Milad Sobat TRIAD ke-3 ini semakin sukses, yang sudah baik dipertahankan bahkan ditingkatkan.

"Semoga Milad Triad ke-3 ini semakin sukses, yang sudah baik selama ini dipertahankan kalau bisa di tingkatkan," kata Ari.

Ari mengungkapkan, selama ini relawan Sobat TRIAD sangat baik dan membantu warga melakukan kegiatan penyemprotan disinfektan, fogging gratis dan bakti sosial lainnya.


Reporter: Agus Wiebowo | Editor: Mahar Prastowo

BRIS Merger dengan 2 Bank Syariah BUMN Menjadi Bank Syariah Indonesia

 



GEN-ID | Jakarta -
PT Bank BRI Syariah Tbk (BRIS) resmi berganti nama menjadi PT Bank Syariah Indonesia (BSI) setelah mendapat restu Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk merger dengan dua bank syariah BUMN yaitu PT Bank Syariah Mandiri dan PT Bank BNI Syariah.

"Izin perubahan nama dengan menggunakan izin usaha PT Bank BRI Syariah Tbk, menjadi izin usaha atas nama PT Bank Syariah Indonesia Tbk sebagai bank hasil penggabungan tertuang dalam surat bernomor SR-3/PB.1/2021," ujar Deputi Komisioner Humas dan Logistik OJK Anto Prabowo dalam keterangan resminya, Rabu (27/1).

BSI mulai beroperasi per 1 Februari 2021 dengan komposisi saham pada entitas baru tersebut mayoritasnya akan digenggam oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sebesar 51,2 persen, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk sebanyak 25 persen, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 17,4 persen, DPLK BRI - Saham Syariah 2 persen, dan publik 4,4 persen.

Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengatakan bank hasil merger memiliki aset mencapai Rp214,6 triliun, dengan modal inti lebih dari Rp20,4 triliun. Selain itu, bank hasil merger akan menargetkan pembiayaan UMKM hingga proyek-proyek infrastruktur yang berskala besar. [GI]



Generasi Indonesia

Warga Perum Mustika Grande dan Buaran II Terima Wakaf 2 Unit Ambulans

Written By Redaksi on Minggu, 31 Januari 2021 | 15.39



GEN-ID | Bekasi - "Alhamdulillah berkat doa kita semua, yang tadinya kita berniat membeli mobil ambulans, tapi kita mendapatkan wakaf dari keluarga almarhum Sutara yang diwakilkan oleh anaknya, Bapak M. Sodikin," ucap syukur Tridjoko Siamtoro, Ketua RW 013 Perum Mustika Grande Desa Burangkeng, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Minggu (31/01/2021).

"Saya mengucapkan banyak terimakasih atas pemberian wakaf unit ambulans untuk warga kami, memang selama ini kita belum memiliki ambulans, kami sudah berencana untuk membeli mobil tersebut dengan program KKW (Kerukunan Kematian Warga) yang kami jalankan," papar Tridjoko.

Dengan sudah mendapat dua unit ambulans wakaf tersebut, kini tinggal bagaimana merawat dan menggunakannya.

"Disini kita tinggal bagaimana merawat dan menjaga amanah ini. Kalau untuk mekanisme penggunaan, warga tinggal kordinasi ke RT setempat untuk menggunakan unit tersebut dan untuk masalah biaya kita tidak mematok karena disini kita mempunyai program KKW yang akan membantu semua kebutuhan bagi yang terkena musibah," terang Tridjoko.

Ia sebagai ketua RW berharap dengan adanya unit ambulans ini bisa bermanfaat untuk semua warga dan bisa menjadi ladang ibadah untuk keluarga yang memberikan wakaf.

"Pesan saya, nanti untuk ketua RW pengganti saya, tolong jaga dan rawat amanah ini dengan baik, jangan pernah membedakan agama, suku, ras dan golongan, selalu pakai pedoman Bhineka Tunggal Ika," ujar Tridjoko berpesan.

Sementara itu M. Sodikin selaku perwakilan keluarga yang mewakafkan unit Ambulans menuturkan bahwa wakaf ambulans ini merupakan amanat kedua orangtuanya.

"Ini memang pesan dari almarhum kedua orang tua kami, kami sebagai anak sepakat untuk menjalankan segala pesan dari orang tua kami," ujar Sodikin.

"Semoga unit Ambulans ini bisa digunakan dengan baik dan dirawat dengan sebaik-baiknya, dan kami sekeluarga memohon doa untuk kedua orang tua kami, semoga beliau diberikan surga nya Allah SWT," tutup M. Sodikin.

Serah terima dua unit Ambulans dari keluarga almarhum  Sutara Anwar Sandawi dan almarhumah Hj. Neneng Asmani Binti Aseni  berlangsung di sekretariat RW 013 Perum Mustika Grande, Desa Burangkeng, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Minggu, (31/01/2021).

Tampak  hadir dalam acara serah terima adalah para pihak yang wilayahnya mendapat manfaat langsung wakaf kedua ambulans, diantaranya Sekretaris Desa Burangkeng Ali Gunawan, Wakil Ketua BPD Desa Burangkeng Ismuri, Ketua RW 013 Perum Mustika Grande Tridjoko Siamtoro, Ketua DKM Perum Mustika Grande  Ustad Acheng, Ketua Forsil MG Ustad Jayadi, Perwakilan RT Perum Mustika Grande, Pengurus RW 013 Buaran II Roni, Perwakilan pengurus DKM RW 013 Buaran II, serta perwakilan warga dari Perum Mustika Grande dan perwakilan dari warga RW. 013 Buaran II. [GI/MaharPrastowo]

Kontak Redaksi Klik DI SINI
Channel Telegram Generasi Indonesia  Klik DI SINI 

 

Muhammadiyah sebut Kapolri "Polisi Sahabat Umat" karena 2 hal ini

Written By Redaksi on Jumat, 29 Januari 2021 | 21.02



GEN-ID
| Jakarta -
"Kami bahkan tadi mengusulkan tagline baru untuk Kapolri, yaitu Polisi sahabat umat," ujar Sekjen PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti pada Jumat (29/1), dalam kunjungan silaturahmi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di kantor PP Muhammadiyah, Jakarta Pusat.

Soal sebutan Polisi sahabat umat untuk Kapolri, disampaikan Abdul Mu'ti setelah mendengar paparan Kapolri soal kebijakan moderasi beragama, serta pendekatan humanis dan merakyat dalam mengatasi persoalan.

"Muhammadiyah mendukung program-program pak Kapolri terutama program yang berkaitan dengan moderasi beragama. Jadi pak Kapolri menerangkan tadi moderasi itu merupakan program yang akan beliau kembangkan," kata Mu'ti.

PP Muhammadiyah juga memberikan dukungan penuh kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang berkomitmen melakukan pendekatan humanis dan merakyat dalam menangani dan mengatasi persoalan.

Sementara itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan, moderasi beragama merupakan salah satu formula untuk menekan paham-paham radikal dan intoleransi dengan cara soft approach. 

"Pemahaman tentang moderasi beragama tentunya jauh lebih bermanfaat daripada kita melakukan pendekatan-pendekatan yang bersifat hard (keras)," terang Listyo Sigit. 

Penguatan moderasi beragama di Indonesia saat ini penting dilakukan didasarkan fakta bahwa Indonesia adalah bangsa yang sangat majemuk dengan berbagai macam suku, bahasa, budaya dan agama. Indonesia juga merupakan negara yang agamis walaupun bukan negara berdasarkan agama tertentu. [GI]


Mahar Prastowo
 

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. GEN-ID ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by daguku