Kontak Redaksi https://telegram.me/Gen_ID atau WA 085773537734
Latest Post
portal ini dikembangkan guna pemberdayaan komunitas dan penguatan kelembagaan, pengiriman artikel, foto, video, slip donasi pengembangan web dapat melalui WA 08157-7353-7734 atau TELEGRAM https://t.me/Gen_ID
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Komite Sekolah SMPN 1 Taliabu Barat Terbentuk, Kepala Sekolah Berpamitan Jelang Pensiun

Written By Redaksi on 21 Juni, 2021 | 23.45



GEN-ID | Taliabu - Komite Sekolah masa bhakti 2021-2023 di SMPN 1 Taliabu Barat telah terbentuk. Pelaksanaan pemilihan kepengurusan Komite Sekolah dilaksanakan pada Senin (21/06/2021) bersamaan dengan pembagian raport siswa. Acara dihadiri  seluruh orang tua/wali murid di aula sekolah.

Formasi kepengurusan Komite Sekolah itu memilih Ridwan sebagai ketua dan Kamarudin sebagai wakil ketua. Imelda sebagai sekretaris, Supinah sebagai bendahara serta tiga orang yaitu Nursa, Agusriawati dan Edi sebagai anggota.

Keberadaan Komite Sekolah penting guna  memastikan kualitas pendidikan yang baik dan meningkat di sekolah sebagaimana tertuang dalam Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016 pasal 3 ayat (1), bahwa Komite Sekolah bertugas mengawasi pelayanan pendidikan di sekolah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Selain itu, Komite Sekolah juga bertugas memberikan pertimbangan dalam penentuan dan pelaksanaan kebijakan pendidikan terkait kebijakan dan program Sekolah, Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah/Rencana Kerja dan Anggaran Sekolah (RAPBS/RKAS), kriteria kinerja Sekolah, kriteria fasilitas pendidikan di Sekolah; dan kriteria kerja sama Sekolah dengan pihak lain.



Dalam kesempatan pembagian raport dan pemilihan Komite Sekolah ini, kepala sekolah SMPN 1 Taliabu Barat Hasim Djiko juga sekaligus berpamitan, dengan memberitahukan masa tugasnya yang hampir purna karena memasuki usia pensiun  pada 19 Oktober tahun ini.

"Saya berterima kasih kepada bapak-ibu, orang tua wali murid yang telah meluangkan waktunya untuk bisa hadir di acara ini. Mungkin dalam masa menjabat saya sebagai kepala sekolah ada kekurangan kesalahan saya minta maaf karena tidak lama lagi di tanggal 19 Oktober saya akan memasuki masa pensiun," ujar Hasim Djiko, kepala sekolah SMP N 1 Taliabu Barat.

Baginya Taliabu begitu berkesan sehingga meski nantinya sudah purna tugas dan kembali ke Ternate, pasti akan selalu ingat dengan saudara, kerabat, teman yang ada di Taliabu.

"Mungkin setelah berakhir masa tugas saya nanti tentunya saya akan kembali ke kampung halaman di Ternate. Meskipun nanti saya di Ternate tentu akan selalu ingat sama saudara, kerabat, teman yang ada di Taliabu. Meskipun anak-anak saya lahir di Ternate namun dibesarkan dengan hasil dari Taliabu," imbuhnya.
 
Pada kesempatan pembagian raport, wakil kepala sekolah Trias Ramadhani S.Pd, membacakan nama siswa berprestasi dari kelas VII dan VIII serta menyerahkan cindera mata dari kepala sekolah bagi siswa yang berprestasi.

Acara yang dimoderatori Rosmiyati  Umanggapi, S.Pd.I, ini berjalan dengan tertib dan lancar dengan menerapkan protokol kesehatan aman Covid-19.


Laporan Bima Sumpono,
Editor: Mahar Prastowo


Sumber: LUGAS Online

H.M. Soeharto, Bangun 150 Ribu SD Inpres dan Karyakan 1 Juta Guru

Written By Redaksi on 08 Juni, 2021 | 11.42



GEN-ID
๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ | Editorial
- Kebijakan pemerataan kesempatan pendidikan bagi masyarakat miskin, yang didorong kuat melalui Inpres No 10 Tahun 1973 tentang Program Bantuan Pembangunan Sekolah Dasar, diapresiasi oleh salah satu ekonom peraih Hadiah Nobel Ekonomi. Sudah tentu ada banyak pelajaran berharga dalam bagaimana pemerintah saat itu mendesain kebijakan pembangunan di sektor pendidikan.

Atas keberhasilan program SD Inpres ini, pada 19 Juni 1993 UNESCO memberikan penghargaan kepada Presiden Soeharto berupa Piagam The Avicenna. Avicenna diambil dari nama seorang tokoh ilmu pengetahuan dari Dunia Islam di abad X di Timur, terkenal dipanggil dengan nama lbnu Sina, seorang filosof dan ilmuwan bidang kedokteran yang oleh UNESCO nama besarnya dijadikan simbol penghargaan di bidang pendidikan dan etik dalam sains.
Berbekal spirit untuk mewujudkan kesempatan yang sama atas Pendidikan, hingga periode 1993/1994 tercatat hampir 150 ribu unit SD Inpres telah dibangun. Seiring kebijakan itu, juga ditempatkan pula lebih dari 1 juta guru Inpres di sekolah-sekolah tersebut.

Total dana yang dikeluarkan untuk program ini hingga akhir Pembangunan Jangka Panjang Tahap (PJPT) I mencapai hampir Rp6,5 triliun.

Esther Duflo dalam konferensi pers saat menerima hadiah Nobel Ekonomi di MIT mengungkapkan Presiden Soeharto yang memahami seluk-beluk kehidupan masyarakat miskin, berhasil merancang sebuah pendekatan yang tepat dengan program pembangunan Sekolah Dasar yang juga dikenal sebagai SD Inpres.

Esther Duflo, ekonom asal Perancis itu mendapat pegharagaan nobel ekonomi usai menerbitkan hasil penelitiannya soal program SD Inpres beserta dampak kedepannya yang ia beri judul “Schooling and Labor Market Consequences of School Construction in Indonesia: Evidence from an Usual Policy Experiment”.

Penelitian Duflo ini merupakan syarat dia mengambil PhD di MIT pada 1999, sekaligus menjadi pembuktian konklusif bahwa di negara berkembang pada umumnya seperti juga kasus di Indonesia, adanya lebih banyak pendidikan juga berarti menghasilkan upah yang lebih tinggi.

Duflo mencatat, program SD Inpres merupakan salah satu program pembangunan sekolah terbesar yang pernah tercatat saat itu, yaitu pada 1973 – 1974.

Merujuk data Bank Dunia, menurut Duflo di sepanjang antara tahun 1973-1974 hingga 1978-1979 Indonesia telah membangun sebanyak 61.807 unit sekolah SD baru. Tiap sekolah menampung 500 anak-anak. Total biaya yang dikeluarkan lebih dari 500 juta dollar AS atau setara 1,5 persen dari GDP tahun 1973.

SD Inpres muncul di era Soeharto untuk memperluas kesempatan belajar di perdesaan maupun perkotaan yang warganya berpenghasilan rendah.

Duflo menjelaskan, bahwa pembangunan SD Inpres menyebabkan anak-anak usia 2-6 tahun pada 1974 menerima 0,12 hingga 0,19 tahun lebih banyak pendidikan untuk setiap sekolah yang dibangun per 1.000 anak di wilayah kelahiran mereka.

Program SD Inpres dinilai telah mendorong proporsi yang signifikan dari populasi masyarakat Indonesia untuk menyelesaikan lebih banyak tahun pendidikan dasar.

Menurut hitungannya, keberhasilan pembangunan pendidikan ini bahkan memberikan dampak pengembalian ekonomi sekitar 6,8 hingga 10,6 persen.

“Saya mengevaluasi efek dari program ini pada pendidikan dan upah dengan menggabungkan perbedaan antardaerah dalam jumlah sekolah yang dibangun dengan perbedaan antarkelompok yang disebabkan oleh durasi program,” tulis Esther Duflo.

Duflo menyimpulkan kebijakan ini sukses "meningkatkan" perkonomian yang dampaknya di tahun 1988 tercatat Angka Partisipasi Murni (APM) SD mencapai 99,6 persen. Lalu, tercatat di tahun 1990 jumlah masyarakat buta aksara turun hingga 15,8 persen. Lama masa pendidikan pun berdampak pada peningkatan upah sebesar 3 - 5,4 persen.


Mahar Prastowo ๐Ÿ“ฒ

Presiden: Banjiri Ruang Digital dengan Konten-konten Positif

Written By Redaksi on 20 Mei, 2021 | 22.20



GEN-ID ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ | Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Informatika resmi meluncurkan Program Literasi Digital Nasional “Indonesia Makin Cakap Digital” di Basket Hall, Jakarta, Kamis (20/5/2021). Program ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden mengenai Percepatan Transformasi Digital Nasional khususnya terkait pengembangan sumber daya manusia (SDM) digital.

Kegiatan ini dihadiri Presiden Ir. H. Joko Widodo, Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Johnny G. Plate dan Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim serta diikuti lebih dari 350 ribu peserta secara daring dan 1.000 peserta luring dari 514 Kabupaten Kota.

Presiden Joko Widodo secara khusus memberikan apresiasi kepada 110 lembaga dan berbagai komunitas yang terlibat dalam program Literasi Digital Nasional.

“Saya harap gerakan ini menggelinding dan terus membesar, bisa mendorong berbagai inisiatif di tempat lain, melakukan kerja-kerja konkret di tengah masyarakat agar makin cakap memanfaatkan internet untuk kegiatan eduktif dan produktif,” ujar Presiden.

Lebih lanjut, Presiden Joko Widodo juga menegaskan bahwa tantangan di ruang digital saat ini semakin dan sangat besar. Berbagai konten-konten negatif yang terus bermunculan dan kejahatan di ruang digital terus meningkat seperti hoaks, penipuan daring, perjudian, eksploitasi seksual pada anak, perundungan siber, ujaran kebencian, radikalisme berbasis digital perlu terus diwaspadai karena mengancam persatuan dan kesatuan bangsa.
 
“Kewajiban kita bersama untuk terus meminimalkan konten negatif, membanjiri ruang digital dengan konten-konten positif, banjiri terus, isi terus dengan konten-konten positif,” tegasnya.

Presiden Joko Widodo menyampaikan pentingnya meningkatkan kecakapan digital masyarakat agar mampu menciptakan lebih banyak konten-konten kreatif yang mendidik, yang menyejukkan, dan yang menyerukan perdamaian.

“Internet harus mampu meningkatkan produktifitas masyarakat, membuat UMKM naik kelas, perbanyak UMKM on boarding ke platform e-commerce. Sehingga internet bisa memberi nilai tambah ekonomi bagi seluruh lapisan masyarakat,” ujar Presiden Joko Widodo.

Menurut Presiden Joko Widodo, meningkatkan literasi digital merupakan kerja besar. Oleh karena itu, pemerintah mengajak masyarakat bersama-sama mewujudkan Indonesia semakin cakap digital.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendirian, perlu mendapatkan dukungan seluruh komponen bangsa agar semakin banyak masyarakat yang melek digital,” tandasnya.

Johnny G Plate, Menteri Kominfo menjelaskan, pada tahun 2021 program literasi digital nasional direncanakan untuk diadakan melalui setidaknya 20.000 pelatihan berdasarkan modul dan kurikulum yang menyasar empat pilar literasi digital, yaitu Digital Ethics; Digital Safety; Digital Skills; dan Digital Culture.

Program Literasi Digital Nasional ini, tambah Menkominfo, akan dilaksanakan oleh Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi Kementerian Kominfo yang diinisiasi sejak tahun 2017.

“Kerja bersama ini telah mendapatkan penghargaan di tingkat internasional dengan penganugerahan World Summit on Information Society (WSIS) Prizes Winner 2020 yang merupakan penghargaan tertinggi di tingkat global dari International Telecommunication Union (ITU) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk inisiatif Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)” tambah Johny G Plate.

Peluncuran program literasi digital nasional ini juga selaras dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional yang ke-113, yang jatuh pada hari ini. "Hari ini kita telah mencetak sejarah sebagai pertemuan daring dengan peserta terbanyak, di mana setidaknya 350.000 partisipan hadir secara virtual. Momentum ini adalah titik transformatif, dimana partisipasi saudara-saudari semua tidak hanya menandai kebangkitan nasional, tetapi juga menunjukkan kebangkitan era digital nasional Indonesia,” imbuh Menteri Johnny.

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Nadiem Makarim memaparkan, di sektor pendidikan, pandemi telah menyadarkan kita bahwa pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran merupakan hal yang tidak lagi bisa dihindari. Kita telah melihat dan mengalami sendiri bagaimana teknologi membantu kita memastikan anak-anak tetap mendapatkan pendidikan ketika pembelajaran tatap muka tidak mungkin dilakukan.

“Meskipun teknologi tidak akan pernah bisa menggantikan pembelajaran tatap muka dan interaksi langsung antara guru dengan murid, kita kini semakin sadar bahwa pemanfaatan teknologi mampu mengakselerasi transformasi pendidikan dan mendorong lompatan kemajuan dengan satu syarat. Syaratnya adalah teknologi harus dimanfaatkan secara tepat sasaran dan cakap,” tutup Nadiem.
(gi)


Mahar Prastowo ๐Ÿ“ฒ


Kemenkominfo Siapkan 20 Ribu Pelatihan Literasi Digital Nasional Selama Tahun 2021


GEN-ID
๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ
| Jakarta
- Kementerian Komunikasi dan Informatika resmi meluncurkan Program Literasi Digital Nasional “Indonesia Makin Cakap Digital” di Basket Hall, Jakarta, Kamis (20/5/2021). Program ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden mengenai Percepatan Transformasi Digital Nasional khususnya terkait pengembangan sumber daya manusia (SDM) digital.

Johnny G Plate, Menteri Kominfo menjelaskan, pada tahun 2021 program literasi digital nasional direncanakan untuk diadakan melalui setidaknya 20.000 pelatihan berdasarkan modul dan kurikulum yang menyasar empat pilar literasi digital, yaitu Digital Ethics; Digital Safety; Digital Skills; dan Digital Culture.

“Ke depan, program ini akan menjangkau lebih dari 12,4 juta partisipan pelatihan di 514 kabupaten/kota di 34 provinsi Indonesia setiap tahunnya. Sasaran program yang melompat jauh lebih besar dari capaian sebelumnya menandakan keseriusan Pemerintah dalam melakukan terobosan dan akselerasi di bidang pengembangan SDM digital,” ujar Johny G Plate, Menkominfo.

Program Literasi Digital Nasional ini, tambah Menkominfo, akan dilaksanakan oleh Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi Kementerian Kominfo yang diinisiasi sejak tahun 2017.

“Kerja bersama ini telah mendapatkan penghargaan di tingkat internasional dengan penganugerahan World Summit on Information Society (WSIS) Prizes Winner 2020 yang merupakan penghargaan tertinggi di tingkat global dari International Telecommunication Union (ITU) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk inisiatif Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)” tambah Johny G Plate.

Peluncuran program literasi digital nasional ini juga selaras dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional yang ke-113, yang jatuh pada hari ini. "Hari ini kita telah mencetak sejarah sebagai pertemuan daring dengan peserta terbanyak, di mana setidaknya 350.000 partisipan hadir secara virtual. Momentum ini adalah titik transformatif, dimana partisipasi saudara-saudari semua tidak hanya menandai kebangkitan nasional, tetapi juga menunjukkan kebangkitan era digital nasional Indonesia,” imbuh Menteri Johnny.

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Nadiem Makarim memaparkan, di sektor pendidikan, pandemi telah menyadarkan kita bahwa pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran merupakan hal yang tidak lagi bisa dihindari. Kita telah melihat dan mengalami sendiri bagaimana teknologi membantu kita memastikan anak-anak tetap mendapatkan pendidikan ketika pembelajaran tatap muka tidak mungkin dilakukan.

“Meskipun teknologi tidak akan pernah bisa menggantikan pembelajaran tatap muka dan interaksi langsung antara guru dengan murid, kita kini semakin sadar bahwa pemanfaatan teknologi mampu mengakselerasi transformasi pendidikan dan mendorong lompatan kemajuan dengan satu syarat. Syaratnya adalah teknologi harus dimanfaatkan secara tepat sasaran dan cakap,” tutup Nadiem.

Kegiatan ini dihadiri Presiden Ir. H. Joko Widodo, Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Johnny G. Plate dan Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim serta diikuti lebih dari 350 ribu peserta secara daring dan 1.000 peserta luring dari 514 Kabupaten Kota.

Presiden Joko Widodo secara khusus juga memberikan apresiasi kepada 110 lembaga dan berbagai komunitas yang terlibat dalam program Literasi Digital Nasional.


Mahar Prastowo ๐Ÿ“ฒ


Kemenkominfo Luncurkan Program Literasi Digital Nasional "Indonesia Makin Cakap Digital 2021"

Written By Redaksi on 19 Mei, 2021 | 22.16


GEN-ID ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ | Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Informatika akan menyelenggarakan peluncuran Program Literasi Digital Nasional di Hall Basket Senayan, Kamis (20/5/2021), dengan tema “Indonesia Makin Cakap Digital 2021” yang dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo bersama Menteri Komunikasi dan Informatika, Menteri Dalam Negeri, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, serta perwakilan Pimpinan Daerah di seluruh Indonesia.

Penyelenggaraan kegiatan peluncuran dilakukan secara hybrid dimana pelaksanaan offline di Istora Senayan dan secara online yang diikuti oleh masyarakat di 514 kabupaten/kota di 34 provinsi di berbagai penjuru Tanah Air. “Sesuai dengan anjuran Pemerintah untuk memutus mata rata penyebaran pandemi COVID-19, kegiatan ini diselenggarakan dengan penuh kehati-hatian dan menerapkan disiplin protokol kesehatan 3M, menjaga jarak, mengenakan masker, juga mencuci tangan dengan sabun,” ujar Dedy Permadi, Juru Bicara Kementerian Kominfo.

Kegiatan ini akan disiarkan langsung di 16 TV nasional dan swasta diantaranya RCTI, Metro TV, Kompas, Berita Satu, TV One, Net, TVRI, SCTV, Indosiar, CNN Indonesia, Trans TV, Trans 7, MNC, ANTV, Global TV, dan iNews serta live streaming di platform Kementerian Kominfo dan Siberkreasi.

Selain acara peluncuran Program Literasi Digital Nasional “Indonesia Makin Cakap Digital”, para peserta program di setiap kota/kabupaten/daerah akan melanjutkan kegiatan ke kelas-kelas literasi digital di kota satelit masing-masing yang menghadirkan narasumber lokal sebagai pemateri. Kelas-kelas ini juga akan diadakan secara hybrid dengan 50 orang peserta yang hadir baik on-site maupun secara online melalui platform Zoom dengan menghadirkan narasumber di bidang komunikasi, informatika dan teknologi digital.

Materi kelas literasi digital didasarkan pada 4 pilar utama, yaitu:
(1) Etis Bermedia Digital;
(2) Aman Bermedia Digital;
(3) Cakap Bermedia Digital; dan
(4) Budaya Bermedia Digital.

Kelas pelatihan literasi digital “Indonesia Makin Cakap Digital” terbuka bagi masyarakat luas secara gratis di sepanjang tahun ini dan tahun-tahun berikutnya. Melalui kelas-kelas ini, masyarakat dapat mengembangkan literasi dan kecakapan digital di tingkat dasar, seperti diantaranya fotografi dan videografi, media sosial, public speaking, Tangkas Digital dan Tular Nalar bersama Google, copywriting, digital marketing, privasi digital dan keamanan siber, serta materi lainnya.

Masyarakat dapat mengakses informasi terkait kelas-kelas ini melalui akun Instragram Siberkreasi dan melalui link https://event.literasidigital.id/ []



(Purnamasari/Mahar Prastowo)


Peduli Siswa di Pelosok, Realme Bagikan HP untuk Menunjang PJJ

Written By Redaksi on 02 Mei, 2021 | 09.23


GEN-ID ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ | Pendidikan - Peduli terhadap pendidikan anak Indonesia, realme bagikan realme C20 untuk anak-anak di seluruh Indonesia melalui SOS Children’s Villages Indonesia.

“Karena produk yang kami pasarkan di sini memang dirancang khusus untuk anak muda di Indonesia, rasanya kami juga ikut bertanggung jawab untuk membantu generasi muda menggapai potensi pendidikannya. Di Bulan Ramadan tahun ini, kami akan #BeTheLight dan menjadi terang dengan membagikan puluhan realme C20 kepada siswa di pelosok Indonesia yang membutuhkan smartphone untuk melanjutkan pendidikan. Kami berharap realme C20 kami dapat memotivasi mereka untuk bersinar dan meraih masa depan yang lebih cerah,” ujar Palson Yi - Marketing Director realme Indonesia.

Program dengan tema #BeTheLight, ini sebagai kontribusi nyata realme dalam upaya untuk mendukung pendidikan anak di Indonesia dengan memberikan puluhan realme C20 untuk anak-anak yang sedang menjalani Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), yang dalam distribusinya bekerja sama dengan SOS Children’s Villages Indonesia ke daerah terpencil di pelosok Indonesia  seperti di Banda Aceh, Flores, Palu dan Meulaboh.

“Di saat pandemi merebak, anak-anak di seluruh dunia tidak bisa bersekolah. Mereka hanya bisa belajar daring di rumah masing-masing, termasuk anak-anak kita di Indonesia. Namun, sayangnya tidak semua anak di negeri ini punya kesempatan yang sama untuk memiliki akses pendidikan daring atau jarak jauh. Banyak anak-anak di daerah terpencil belum mendapatkan bantuan untuk mendukung kegiatan pembelajaran jarak jauh mereka. Untuk itu, kami bersyukur atas inisiatif dari realme yang menjangkau anak-anak di daerah terpencil sehingga mereka punya kesempatan yang sama untuk dapat melanjutkan kegiatan belajar daring dan menggapai impiannya,” ujar Sumanda Tondang, Fund Development & Communications Director SOS Children's Villages Indonesia.


Mahar Prastowo ๐Ÿ“ฒ

BNPT: Jangan Ada Lagi Anak Muda Jadi Teroris

Written By Redaksi on 06 Februari, 2021 | 03.21



GEN-ID ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ | Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) berharap tidak ada lagi masyarakat, khususnya generasi muda yang terlibat tindak terorisme maupun terpengaruh paham radikalisme ekstrimisme.

"Kita tidak ingin ada lagi orang yang berangkat ke Irak dan Suriah, dipenjara karena urusan terorisme, maupun anak-anak Indonesia yang jadi pelaku bom bunuh diri," kata Kepala BNPT Komjen Pol Boy Rafli Amar, di Jakarta, Jumat, 5 Februari 2021.

Hal tersebut disampaikannya saat webinar Sosialisasi Peraturan Presiden Nomor 7/2021 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme (RAN-PE).

Boy menyebutkan faktanya ada sekitar 2.000 orang yang telah ditangkap karena melanggar hukum terkait tindak pidana terorisme setidaknya dalam kurun 20 tahun terakhir.

"Mereka setuju dengan apa yang dikatakan konten narasi radikalisme. Bahkan, sampai ada 1.250 orang bersedia berangkat ke Irak," ujarnya.

Mereka yang berangkat ke Irak, kata dia, sebagian besar sudah tewas, ada yang ditahan, sementara anak-anak dan perempuan saat ini berada di kamp pengungsian.

Menurut dia, kenyataan itu menunjukkan betapa berbahayanya gerakan ekstrimisme, radikalisme, dan terorisme yang bisa membuat orang secara tidak sadar masuk di dalamnya.

Ia menjelaskan perekrutan teroris itu memang berjalan sedemikian masif, baik melalui media sosial hingga "face to face" hingga mampu memengaruhi pikiran mereka.

"Akhirnya, cara berpikirnya mereka sudah berlebihan, ekstrem. Tidak lagi menghargai hukum, tidak menghargai kehidupan demokrasi, tidak menghargai konstitusi, dan tidak menghargai nilai-nilai kemanusiaan," katanya.

Diakui Boy, sudah cukup banyak anak-anak muda yang terjerat dalam tindak pidana terorisme sehingga perlu upaya menyeluruh, komprehensif, dan sistematis untuk mencegahnya.

Oleh karena itu, kata dia, keberadaan Perpres RAN-PE sangat penting untuk meningkatkan perlindungan terhadap warga negara dari ancaman terorisme.

Boy mengingatkan bahwa terorisme bisa membuat siapa saja secara tidak sadar masuk atau menjadi bagiannya dan siapa saja bisa menjadi korban dari kejahatan tersebut.

"Perpres ini (RAN-PE) melibatkan seluruh pihak, tidak boleh ada yang berpangku tangan. Jangan sampai ada orang melakukan proses radikalisasi, tetapi masyarakat tidak waspada. Jadi, ada kesadaran publik," pungkas Boy. (Vn/Ant)

Mengapa Remaja Harus Melek Kesehatan Reproduksi? Ini Penjelasan TPM Biologi Kesehatan FKUI

Written By Redaksi on 09 Januari, 2021 | 20.02


GEN-ID | Masih banyak yang menganggap pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi tabu untuk dibahas secara terbuka. Organ reproduksi dianggap sesuatu yang sakral, bersifat privasi dan rahasia dengan alasan adat ketimuran. Akibatnya si pemilik  organ reproduksi  tidak memiliki pengetahuan cukup mengenai organ tersebut dan bagaimana cara menjaganya. Pada akhirnya justru menimbulkan masalah baru buat rmaja, keluarga dan masyarakatnya.

Sebenarnya pengetahuan kesehatan reproduksi tak hanya wajib, harus, kudu diketahui remaja, tapi juga buat orang tua dan kerabat terdekat remaja. Karena remaja biasa mengalamai galau, halu, rungsing saat mengalami perubahan-perubahan pada tubuhnya di masa pubertas. Seperti cowok bingung lihat jakun mulai keliatan seperti nelen biji salak, jerawatan atau mulai tumbuh rambut di sana-sini. Begitu juga buat cewek yang dadanya tiba-tiba berasa membesar dan mengkal, dan terutama saat pertama kali mengalami menstruasi, apalagi ngocor pertama kali di sekolahan. Horror, deh.

Hal-hal seperti diatas biasanya ditandai dengan seringnya remaja bolak-balik ngaca memperhatikan tubuhnya. Iya, kan? Udah ngaku aja, dosen, guru dan yang nulis pernah ngalamin  masa-masa itu soalnya.

Nah, buat ngatasin  masalah pembatasan pertemuan kerumunan dalam protokol kesehatan selama pandemi Covid-19,  TPM (Tim Pengabdian Masyarakat)  Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia tanggap perlu adanya sosialisasi pengetahuan mengenai reproduksi di masa pubertas dalam bentuk webinar kepada para siswa-siswi SMP/SMA serta guru.

Pengabdian Masyarakat merupakan salah satu dari Tri Dharma Perguruan Tinggi disamping Penelitian dan Pengembangan, serta Pendidikan dan Pengajaran.

Tim Pengabdian Masyarakat UI dalam webinar ini  terdiri dari para dosen Biologi Kesehatan dari Fakultas Kedokteran UI, dan sebagai tuan rumahnya adalah SMPN 126 Jakarta Timur yang nama Kepala Sekolahnya Ibu Ekasari Kartika Ningtyas. Buseeet, dah. Fotonya burem, maafin ya, bu.


Salah satu hal penting yang diajarin sama para dosen, adalah disiplin mandi dua kali sehari. Soalnya di masa pandemi ini kan para siswa-siswi menjalani Pembelajaran Jarak Jauh alias PJJ yang bisa dilakukan sambil tiduran, nonton tv, dan nggak perlu mandi pagi. Tak jarang malah kebablasan jadi nggak mandi seharian sampai tidur lagi. Itu bahaya buat organ reproduksi. Bisa jamuran, tauk!



Para dosen, kali ini memang ngajarin materi edukasi bagi remaja siswa-siswi SMP dan SMA supaya memahami  anatomi dan fisiologi organ reproduksinya, dan menjaga kebersihan serta kesehatan agar terhindar dari penyakit dan kekerasan seksual.

Mereka adalah para ahli dari Tim Pengabdian Masyarakat UI yang terdiri dari Dr. Dwi Anita Suryandari, M.Biomed sekaligus sebagai ketua kegiatan,  dr. Dewi Sukmawati, M.Kes., PhD.,  Dr. dr. Anna Rozaliyani, M.Biomed., Sp.P.Deswaty Furqonita, S.Si., M.Biomed.,  dan Dr. drg. Dwirini Retno Gunarti, MS


Yang mengejutkan ternyata  peserta cukup antusias (atau mungkin karena diwajibin sama guru?). Soalnya yang ikut webinar ini sampai 700 peserta. Tapi wajar saja sih apalagi  selain pesertanya siswa siswi SMPN 126  Jakarta Timur, ada juga dari FGPI (Forum Guru Peneliti Indonesia) provinsi Jawa Tengah yang merupakan para guru pembimbing penelitian tingkat SMP dan SMA di Jawa Tengah. Ketiganya yaitu UI - SMPN 126 - FGPI ini bekerjasama ngadain acara yang diinisiasi dan disponsori PengMas UI.

Apa saja sih materinya? Dan mengapa kalian para remaja mesti tahu, melek, dengan kesehatan reproduksi?

Buat kalian yang ikutan webinarnya tapi sudah lupa materinya, atau yang nggak ikutan tapi pengen tahu. Di bawah ini sahabat kalian dari redaksi Generasi Indonesia mencatat beberapa hal yang dikutip dari para pemateri.


Dr. Dwi Anita Suryandari, M.Biomed 

Dosen Biologi Kesehatan FKUI dan peneliti kelainan genetik kromosom Y pada pria infertil ini menjelaskan struktur anatomi dan fisiologi organ reproduksi dan beberapa fenomena yang dialami oleh remaja pria. Mulai dari proses pembentukan sperma (spermatogenesis), bagaimana terjadinya perubahan yang dialami oleh remaja pria pada masa pubertas seperti mimpi basah,  terjadinya  ereksi, ejakulasi, sampai terjadinya orgasme.

Dijelaskan juga perubahan yang terjadi pada wanita yang memasuki masa pubertas  seperti proses pembentukan sel telur (oogenesis), menstruasi, ovulasi, siklus mamae (perubahan bentuk payudara) dan proses terjadinya kehamilan.

"Kondisi informasi yang minim dan menyesatkan mengenai kesehatan reproduksi pada remaja dan didukung oleh perkembangan emosi yang masih labil, seringkali  membuat remaja dihadapkan pada kebiasaan yang tidak sehat, seperti seks bebas, merokok, minum-minuman beralkohol, penyalahgunaan obat, dan suntikan. Minimnya pengetahuan reproduksi pada remaja dapat  memicu terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, antara lain pernikahan usia muda, kehamilan yang tidak diinginkan, aborsi, infeksi menular seksual, kekerasan seksual, dan lain-lain yang cukup meresahkan di kalangan masyarakat," terang Dr. Dwi Anita Suryandari, M.Biomed.

Lanjut Dr. Dwi Anita Suryandari, pengetahuan tentang kesehatan reproduksi  bisa menjadi pelindung awal yang dapat menghindarkan remaja dari melakukan aktivitas seksual di usia remaja.

"Remaja perlu mengetahui bahwa melakukan aktivitas seksual di usia dini, di saat organ reproduksi belum berkembang secara sempurna, sejatinya akan meningkatkan risiko kesehatan secara  fisik dan mental bagi dirinya sendiri. Belum lagi risiko yang harus dihadapi seandainya remaja tidak menjaga kebersihan dan kesehatan organ, reproduksinya," ungkap Dr. Dwi Anita Suryandari.

Oleh karena itu, terang peneliti kelainan genetik kromosom Y pada pria infertil ini diperlukan pengetahuan sejak dini mengenai organ reproduksi yang dimiliki oleh dirinya maupun yang dimiliki oleh lawan jenisnya.

"Pengetahuan tersebut selayaknya perlu dimiliki agar baik remaja laki-laki dan perempuan perduli dengan risiko kesehatan yang dimiliki kedua belah pihak," ujarnya.

Itu sebabnya perlu ditumbuhkembangkan kesadaran sejak dini agar remaja menjaga kesehatan reproduksi. Sebab, masa remaja adalah waktu terbaik untuk melatih kebiasaan menjaga kebersihan, yang bisa menjadi aset dalam jangka panjang.



dr. Dewi Sukmawati, M.Biomed

Asisten Profesor asal Unibraw yang menjagar di FKUI ini menjelaskan bagaimana perilaku atau kebiasaan baik yang harus dilakukan oleh remaja dalam menjaga kesehatan organ reproduksinya. Seperti mandi minimal dua kali sehari, memakai pakaian dalam dengan bahan yang menyerap keringat agar tidak membuat organ reproduksi menjadi lembab dan meningkatkan kemungkinan terjadinya infeksi.




"Pada dasarnya remaja harus  memiliki pengetahuan seputar kesehatan reproduksi. Tak hanya untuk menjaga kesehatan dan fungsi organ tersebut, informasi yang benar terhadap pembahasan ini juga bisa menghindari remaja melakukan hal-hal yang tidak diinginkan," terang dr. Dewi Sukmawati.

Lanjut dr. Dewi Sukmawati, "dengan memiliki pengetahuan yang tepat terhadap proses reproduksi serta cara menjaga kesehatannya, diharapkan mampu membuat remaja lebih bertanggung jawab terutama mengenai proses reproduksi, dan dapat berpikir ulang sebelum melakukan hal-hal yang dapat merugikan."

Diungkapkan dr. Dewi, pengetahuan seputar masalah reproduksi tidak hanya wajib bagi remaja putri saja. "Remaja laki-laki juga harus mengetahui serta memahami cara menjaga organ reproduksinya  agar tetap sehat. Pergaulan yang salah juga pada akhirnya bisa memberi dampak merugikan pada remaja laki-laki baik secara fisik maupun psikologis," ujarnya.

Dokter Dewi juga menjelaskan  bagaimana melindungi diri dari kekerasan seksual yang saaat ini marak terjadi di masyarakat. "Remaja juga  perlu dikenalkan dengan hak-hak reproduksi yang ia miliki. Selain itu, diperlukan juga pengetahuan tentang kekerasan seksual yang mungkin terjadi, apa saja jenisnya, dan bagaimana cara untuk mencegahnya," terangnya.




Dr. Anna Rozaliayani, M.Biomed Sp.P(K)

Nah, dokter satu ini nggak asing buat yang suka diam-diam konsultasi lewat online halodoc.

Di webinar ini dokter Anna menjelaskan mengenai berbagai infeksi mikroorganisme seperti bakteri, virus dan jamur yang dapat  menyerang organ reproduksi.

Diungkapkan Dr. Anna, mikroorganisme seperti Trichomonas vaginalis, jamur Candida, menyebabkan nyeri pada saat berkemih dan virus HIV bepotensi menyebabkan terjadinya penyakit herpes pada organ kelamin.

Diungkapkan Dr. Anna, para remaja juga rentan untuk mengalami risiko penyakit bila tidak memahami kesehatan reproduksi. Aspek ini juga sebaiknya sudah mulai dikenalkan dan disampaikan pada remaja yang sudah beranjak dewasa.


"Dengan mengetahui risiko yang mungkin terjadi, remaja tentu akan lebih berhati-hati dan lebih menjaga kesehatan reproduksinya," kata Dr. Anna.

Dengan bekal pengetahuan ini diharapkan remaja dapat tumbuh kembang secara sehat dan bertanggung jawab untuk mengerti hak atas organ reproduksinya, dengan tidak mudah melakukan penyimpangan perilaku seperti melakukan seks bebas dan di luar nikah, serta eksploitasi lain yang dapat menyebabkan infeksi organ reproduksi.

Remaja sehat masa depan bangsa!


Reporter: Agus Wiebowo
Editor: Mahar Prastowo

Semester Genap TA 2020/2021 DKI Jakarta Tetap Berlakukan Belajar dari Rumah untuk Seluruh Sekolah

Written By Redaksi on 02 Januari, 2021 | 10.32

Penulis: Bintang Alief Primaksara | Editor: Mahar Prastowo



GEN-ID | Pendidikan - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta tetap memberlakukan pembelajaran dari rumah untuk seluruh sekolah di Provinsi DKI Jakarta pada semester genap Tahun Ajaran (TA) 2020/2021.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Nahdiana,  dengan alasan kesehatan dan keamanan peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan menjadi prioritas yang utama.

“Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sangat berhati-hati dalam mengambil kebijakan terkait pelaksanaan pembelajaran tatap muka secara langsung di semester genap TA 2020/2021. Prioritas utama adalah kesehatan dan keamanan para peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan. Pembelajaran tatap muka belum dapat dilaksanakan, sehingga seluruh sekolah di DKI Jakarta tetap melanjutkan pembelajaran dari rumah (BDR),” ujar Nahdiana, Sabtu (02/01/2021).

Meski demikian, Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta terus melakukan persiapan pelaksanaan pembelajaran tatap muka dan bekerja sama dengan berbagai pihak terkait dalam mempersiapkan rencana pembelajaran tersebut. Beberapa rekomendasi pun telah diterima demi menjamin kesehatan dan keselamatan peserta didik dalam kebijakan pembelajaran tatap muka yang diambil.

Ia juga mengatakan, pihaknya telah mempersiapkan laman Siap Belajar yang digunakan untuk melakukan asesmen terhadap sekolah-sekolah yang ada di DKI Jakarta.

Laman Siap Belajar ini bertujuan untuk mengukur kesiapan satuan-satuan pendidikan dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran pada semester genap TA 2020/2021. Setiap butir penilaian yang ada pada laman Siap Belajar, memiliki kriteria yang disesuaikan dengan standar kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta No. 1130 Tahun 2020, serta pedoman yang dikeluarkan oleh UNESCO dan OECD.

“Proses ini telah kami lakukan sejak lama. Kami juga selalu berkoordinasi dengan banyak pihak, mulai dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), para pakar pendidikan, platform dan para mitra pendidikan, serta orang tua untuk dapat memastikan standar asesmen yang kami lakukan dapat lebih akurat,” jelas Nahdiana lebih lanjut.

Hasil dari asesmen tersebut akan dijadikan dasar bagi Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta untuk menentukan sekolah-sekolah yang siap dan dapat melaksanakan pembelajaran campuran atau blended learning. Yaitu, pembelajaran dengan mengkombinasikan antara pembelajaran tatap muka dengan pembelajaran dari rumah. Sekolah-sekolah yang memenuhi kriteria dalam asesmen tersebut akan menjadi sekolah model dalam pelaksanaan blended learning di wilayah DKI Jakarta.

Nahdiana menambahkan, laman Siap Belajar tersebut tidak akan berhenti pada tahapan asesmen sekolah saja, melainkan juga dilanjutkan dengan verifikasi kondisi sekolah secara langsung. Selanjutnya, bagi sekolah yang terpilih dan menjadi sekolah model akan dilakukan pengawasan dan evaluasi terkait pelaksanaan. Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta mengharapkan kerja sama dan peran aktif para orang tua serta masyarakat untuk menyampaikan aspirasi terkait pelaksanaan pembelajaran semester genap TA 2020/2021 ini.

“Tentunya hal tersebut sedang kami gencarkan sosialisasinya kepada satuan-satuan pendidikan yang ada. Kami juga telah memanfaatkan platform JAKI (Jakarta Kini) untuk pengisian CLM (Corona Likelihood Metric) yang menjadi salah satu komponen dari asesmen Siap Belajar,” terangnya.

Dalam penerapan blended learning, para orang tua memiliki hak penuh untuk menentukan apakah anaknya diberikan izin untuk mengikuti blended learning atau belajar dari rumah. Dengan demikian, pihak sekolah tetap harus mematangkan kesiapannya dalam melanjutkan pelaksanaan belajar dari rumah, terlebih bagi sekolah yang tidak memenuhi kriteria atau tidak menjadi sekolah model.

Seluruh proses terkait blended learning ini akan dipersiapkan dengan baik dan matang sebelum diimplementasikan. Baik dari segi kesiapan dalam hal protokol kesehatan hingga kegiatan belajar-mengajar.

Nahdiana juga menyampaikan, Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta akan memberikan edukasi dan penjelasan lebih lanjut terkait blended learning ini, khususnya bagi para peserta didik dan orang tua.

“Hal ini akan terus kami lakukan untuk memastikan keselarasan antara kami dan para orang tua dan peserta didik. Apalagi blended learning ini merupakan skema yang masih baru dan masih belum banyak dipahami, sudah menjadi tugas kami untuk memberikan informasi tersebut kepada masyarakat,” pungkasnya.


 [gi/bintalpra/mp]

Tri Sukses Generus LDII Dukung Pencapaian Program Generasi Emas Indonesia 2045

Written By Redaksi on 01 Januari, 2021 | 01.01

Reporter: Agus Wiebowo | Editor: Mahar Prastowo


H. Nur Wahyi, Ketua PC Lembaga Dakwah Islam Indonesia Bekasi Barat

GEN-ID | Pendidikan - Masa Pandemi Covid-19 mengakibatkan sendi-sendi kehidupan terganggu, baik ekonomi, sosial, budaya, pendidikan dan semuanya mengalami  penurunan kualitas yang signifikan. Namun demikian optimisme tetap harus dibangun guna mempersiapkan generasi muda mendatang yang mampu bersaing sebagaimana telah dicanangkan dalam program "Generasi Emas Indonesia 2045".

Generasi Emas Indonesia 2045 adalah periode 1 abad atau 100 tahun Indonesia merdeka.

Di tahun tersebut Indonesia mengharap memiliki generasi emas yang dapat membangun bangsa dan negara kearah yang lebih baik di berbagai bidang dengan harapanya akan mengalami peningkatan dan hasil maksimal. Selaras dengan itu Lembaga Dakwah Indonesia memiliki program yang mendukung pencapaiannya.

H. Nur Wahyi,  Ketua Pimpinan Cabang Lembaga Dakwah Islam Indonesia (PC LDII) Bekasi Barat ketika ditemui Generasi Indonesia di kantornya,  Jalan Nayar 1 RT 001 RW 012  Kelurahan Kranji (Masjid An-Najah), pada Kamis (31/12/2020), mengungkapkan tentang strategi pembangunan sumber daya manusia generasi muda LDII.

Sebagai ormas dakwah, LDII dikatakannya berupaya membantu pemerintah dalam rangka menyukseskan program generasi emas ini.

"LDII tetap penuh optimis memandang tahun 2021 dan seterusnya, kami telah lama menyusun program andalan dengan mencanangkan program Tri Sukses Generasi Penerus,” ujar H. Nur Wahyi.

Lanjut H. Nur Wahyi, program Tri Sukses Generasi Penerus itu meliputi keilmuan dan kefahaman agama, akhlaqul karimah, dan kemandirian.

Diterangkannya melalu program Tri Sukses diharapkan dapat tercetak generasi muda yang memiliki Ilmu dan kepahaman agama secara mumpuni dengan target yang ingin dicapai menjadikan anak muda dapat mengerti dan memahami kedudukan dirinya sebagai hamba Allah SWT.

"Mereka dituntut untuk melaksanakan kewajiban yang tidak bisa diwakilkan kepada siapapun dan ditunda sesaat pun, yaitu beribadah kepada Allah. Mengerti dan memahami bahwa amalan ibadah berdasarkan Al Quran dan Al Hadist yang tidak dicampuri dengan bid’ah, khurofat, syirik, tahayyul serta murni niatnya beribadah," terang H. Nur Wahyi.

Dengan demikian, sosok generasi penerus yang muncul adalah generasi muda yang mengerti dan memahami peraturan berupa perintah, larangan, halal haram, pahala,  dosa. Mengerti dan memahami bahwa mereka memiliki tanggung jawab untuk beramar ma’ruf nahyi mungkar.

Kemudian dalam  program Tris Sukses yang kedua yaitu Akhlaqul Karimah, LDII membina generasi muda agar memiliki karakter, sopan santun, tata krama, dan budi pekerti yang luhur yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia, serta dapat mengamalkan nilai-nilai yang terkadung dalam Pancasila, sila ke-2, kemanusiaan yang adil dan beradab.

Guna mewujudkan generasi berakhlaqul karimah itu, cara yang ditempuh LDII ialah membina mental anak bangsa  dengan pengkajian kitab suci Al-Quran dan Al-Hadith, nasehat agama, simulasi budi pekerti dan lain-lain.

Kemudian pada program ketiga  yaitu Kemandirian, LDII berkomitmen menumbuhkan generasi yang dapat hidup secara mandiri, tidak tergantung pada orang lain. "Cara yang ditempuh salah satunya ialah dengan mengadakan pelatihan kewirausahaan," ujar H. Nur Wahyi.

Diterangkan H. Nur Wahyi, konsep pembinaan generasi muda untuk menyukseskan Tri Sukses tersebut, maka LDII telah menyusun sebuah konsep dakwah. Dimana konsep yang LDII miliki dikemas dengan profesional.

"Konsep dakwah juga terus mengikuti perkembangan zaman," ujarnya.

Diungkapkannya, program pembinaan yang ada di lingkup LDII sangat terstrukur, jelas dan berkesinambungan, mulai dari tingkat pusat, DPW (Provinsi), DPD (Kab/Kota), PC (Kecamatan) hingga PAC (Kelurahan/Desa).

"Pembinaan LDII merata  ke seluruh Kelompok Belajar Mengajar (KBM, red) di seluruh Indonesia," kata H. Nur Wahyi.

Diterangkan, pembinaan  dimulai dari tingkat anak-anak yaitu usia PAUD sampai SD kelas 6, pra remaja  usia SMP, remaja usia SMA ke atas sampai dengan usia 30 tahun yang belum menikah, serta kegiatan pengajian yang juga diikuti oleh masyarakat umum.

Guna membantu kelancaran pembinaan tersebut,  dibentuk forum Penggerak Pembina Generus (PPG) di tiap-tiap DPD Kabupaten/Kota.

Di dalam forum PPG terdiri pelaksana bidang-bidang yang berbeda. Mulai dari kurikulum, kesekretariatan, kemandirian, penggalangan dana, sarana dan prasarana, seni dan olahraga, keputrian, dan lain-lain.

"Pada tingkatan terbawah (PAC, red) dibentuklah Forum Musyawarah Lima Unsur yang meliputi dewan penasehat, pengurus harian, guru pengajar (muballigh-muballighat), pakar pendidik dan orang tua anak didik. Lima unsur ini adalah pelaksana kegiatan di lapangan yang bertanggung jawab membina anak muda," terang H. Nur Wahyi.

Dengan terbentuknya forum PPG dan 5 unsur ini, dikatakan H. Nur Wahyi, pembinaan generasi penerus dapat lebih terprogram, terarah dan terukur dalam rangka menciptakan generasi yang profesional-religius.

Pembinaan generasi muda LDII dikatakannya mulai nampak hasilnya. Mereka adalah generasi muda  yang sibuk dalam kegiatan positif. Mulai dari pengajian di majelis taklim, pemondokan di ponpes, program penghataman Al Qur'an dan Hadith, Camping Cinta Alam Indonesia (CAI), kepramukaan, sepakbola, pencak silat, senam  pelatihan IT, pelatihan kewirausahaan dan lain-lain.

"Pengurus LDII secara tegas melarang remaja binaannya merokok. Begitupula melarang remaja bergaul bebas antara pria dan wanita yang bukan mahrom, mengatur pakaian remaja wanita yang harus sesuai syariat," ujarnya.

Dengan intensnya program pembinaan, maka generasi LDII telah dipersiapkan menjadi generasi harapan  di masa depan. "Sebab itu, dibutuhkan dukungan berbagai pihak kepada LDII dalam menyiapkan generasi bangsa yang profesional religius ini," ucapnya.

Ia berharap melalui pembinaan intensif dalam program Tri Sukses, agar anak muda Indonesia dapat menjadi generasi yang berilmu agama yang tinggi, berakhlakul karimah dan memiliki kemandirian agar dapat membawa kemajuan bagi bangsa.

"Bagaimanapun juga, berhasil atau tidaknya generasi emas Indonesia ini merupakan tanggung jawab kita bersama, tatap 2021 dengan optimisme!" tegas H. Nur Wahyi bersemangat.


Generasi Indonesia @01012021

Generasi Indonesia Bukan Generasi Cengeng

Written By Redaksi on 12 Desember, 2020 | 19.02



GEN-ID | Opini - Dulu saat kita nakal atau tidak dispilin atau saat kita tidak bisa menjawab pertanyaan, guru biasanya menghukum kita bahkan mungkin pernah melempar penghapus papan tulis ke arah kita. Saat kita mengadu kepada orangtua, orang tua akan menasehati kita bahwa guru bersikap seperti itu bukan karena benci tapi itu karena bentuk sayang guru kepada kita. Karena perlakuan dari guru itu bukanlah kekerasan. Perlakuan itu tidak menyebabkan sakit dan tidak melukai. Hanya sebuah pukulan ringan untuk membuat murid-muridnya mengerti bahwa apa yang mereka lakukan kurang tepat. Hampir tidak ada orangtua yang menyalahkan gurunya karena mereka percaya, itu adalah bagian dari proses pendidikan agar anaknya menjadi orang hebat dan tidak cengeng. Buahnya atau hasilnya kita menjadi mengerti bagaimana menghargai orang lain, tau bagaimana sopan santun, memahami adab, menjadi displin dan masih banyak hal positif lain yang diharapkan dari guru. Kita tumbuh menjadi pribadi-pribadi yang hormat kepada guru dan efeknya juga dirasakan oleh orang tua, dirumah anakpun menjadi anak yang penurut dengan orang tua.

“Tidak semua hukuman dari guru adalah kriminal”

Lalu kita menjadi orangtua di zaman sekarang tak sedikit berita orangtua melaporkan guru karena telah mencubit, memukul atau menghukum anaknya di sekolah. Hingga menjadi fenomena yang menjamur dimasyarakat kita sekarang. Ini mengakibatkan fungsi guru tinggal mengajar saja, menyampaikan pelajaran selesai dan memberi nilai hanya itu saja. Bukan mendidik lagi, fungsi pendidikan sudah mulai terkikis dengan adanya sikap orang tua yang tidak terima apabila anaknya diberi sanksi di sekolah.

“Anda pilih menegakan HAM atau akhlak anak kita? HAM tak pernah berbuat apa-apa ketika akhlak anak kita rusak, tetapi ketika anak dicubit untuk didisiplinkan HAM berbicara lantang”

Jangan salahkan guru jika murid sekarang kurang mengerti akhlak dan hasil pendidikannya tidak seperti yang diharapkan orangtua. Bukannya tidak mau mendidik muridnya lebih baik, mereka takut dilaporkan oleh wali murid seperti yang dialami teman-teman guru. Sudah banyak guru yang dilaporkan hingga berurusan dengan polisi, hanya gara-gara guru memukul atau menghukum muridnya. Semua atas nama HAM ( Hak Asasi Manusia ) dan undang-undang perlindungan anak.

Tetapi ketika moralitas hancur, akhlak generasi muda bobrok pernahkan HAM membuat aksi nyata menuntut perbaikan moral dan akhlak bangsa??. Mari renungkan kembali para orangtua atau wali murid untuk bisa membangun kembali hubungan yang lebih baik dengan guru. Kita bersinergi untuk menyiapkan sebuah generasi masa depan yang luar biasa bukan menjadi generasi cengeng.


Trina Sumiya, S.Pd
Guru BK SMA Negeri 1 Belik, Pemalang

Artikel ini telah diterbitkan di menara62

Peringati Hari Pahlawan dan Hari Guru, YAZID Gelar Baksos dan Salurkan Santunan

Written By Redaksi on 30 November, 2020 | 15.52


GEN-ID | Yayasan Azka Gading Indonesia (YAZID) kembali melaksanakan santunan yatim dan dhuafa pada Minggu (29/11/2020) di Kp. Cakung Jatisari, Kota Bekasi, lingkungan Sekretariat YAZID berada.

Hadir dalam acara tersebut Dadang Spd.I selaku Ketua Dewan Pembina, Rosidi Spd.I Ketua Yayasan, Serka Ruslan A Babinsa Jatisari koramil 704/Jatiasih Kota Bekasi, serta para donatur dan puluhan Anak yatim dan dhuafa.

Yayasan Azka Gading Indonesia adalah Yayasan Yatim  Dhuafa yang dibentuk sebagai wadah anak-anak yatim dan dhuafa yang berperan aktif di bidang pendidikan, sosial, kemanusiaan serta menerima dan menyalurkan zakat, infaq, sedekah.

"Yazid untuk program prioritas kedepan akan memberikan kontribusi untuk mewujudkan berupa  wisma yatim yazid mohon doa restu dan dukungannya kepada para donatur agar segera dibangun wisma tersebut, menyediakan tempat untuk pendidikan anak dan kreatifitas anak dan kegiatan positif lainnya," ujar Rosidi.

"Adapun acara pada akhir pekan ini selain santunan juga bakti sosial masyarakat berupa cek up kesehatan diantaranya cek gula, cek asam urat, cek kolestrol dan tensi," terang Rosidi.

Sementara itu dalam ceramahnya ustad Ahmad Fajar Alam menyampaikan momentum acara ini bertepatan dengan dua moment penting yaitu Hari Pahlawan yang jatuh pada 10 November dan Hari Guru yang jatuh pada 25 November.

"Dengan Peristiwa 10 November hari pahlawan dan hari guru, tak hanya menunjukkan sejarah negara, melainkan juga mengajarkan keteladanan, kejujuran, kegigihan, pantang menyerah, dan mencintai tanah air dengan sepenuh hati," ujar Ustad Ahmad Fajar.

Serka Ruslan A Babinsa Jatisari Koramil/704/Jatiasih mengingatkan agar dalam menghadapi wabah virus corona senantiasa ikuti protokol kesehatan, disiplin pakai masker, jaga jarak, cuci tangan, dan terus jalankan hidup sehat dan bersih.

Santunan diberikan kepada sebanyak 50 orang yatim dan dhuafa dari 105 yatim dan dhuafa, selebihnya diantar ke rumah masing-masing guna menjaga protokol kesehatan.


Reporter: Haris
Editor: Mahar P

Yayasan Rindang Gelar Pelatihan Hidroponik Dukung Program Hanpangan Kota Bekasi

Written By Redaksi on 23 November, 2020 | 08.22


GEN-ID | Rindang Foundation (RIF/Yayasan Rindang Indonesia) menyambut program ketahanan pangan (hanpangan) dengan hidroponik oleh Pemkot Bekasi,  melalui pelatihan budidaya tanaman pangan hidroponik bagi milenial pada Minggu (22/11) di Istana Yatim.

Pelatihan hidroponik ini diikuti 25 peserta dan sebagai pelatih adalah Takbir Hamzah Adam (39) atau  kerap disapa Mas Teby Adam dari Mahydro, perusahaan pelatihan dan konsultan hidroponik di Bekasi.

“Kita adakan kegiatan ini untuk memacu pemuda-pemudi yang hari ini agar kreatif dan bagaimana memanfaatkan waktu luang. Kita arahkan mereka untuk hal positif yaitu seminar hidroponik,” kata Muhtadin Fauzi salah satu pengurus Yayasan Rindang Indonesia usai seminar.

Lebih lanjut Muhtadin menambahkan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Yayasan Rindang Indonesia terkait bidang ekonomi yang juga bagian dari sinergi dengan program Pemerintah Kota Bekasi dalam bidang ketahanan pangan khususnya hidroponik.

“Ini bagian dari pembangunan ekonomi dengan berekonomi yang baik. Mereka mengenal bagaimana cara menanam (hidroponik) dan cara menikmatinya. Ini merupakan bagian dari program kami yang akan kami sinergikan dengan pemerintah Kota Bekasi dan masyarakat,” imbuhnya.

Sementara itu, Coach dan konsultan Hidroponik Takbir Hamzah Adam menjelaskan kedatangannya ke Yayasan Rindang Indonesia dalam rangka memberikan pengenalan dasar-dasar teknik budidaya hidroponik peluang bisnisnya bagi generasi milenial. Baginya, selain mudah dilakukan, hidroponik atau budidaya tanaman tanpa tanah tersebut juga memiliki pangsa pasar yang menggiurkan dengan harga yang cukup mahal.

“Selanjutnya kami memperkenalkan bagaimana hidroponik itu bisa menjadi peluang bisnis,” ucap Teby.

Dengan mengenal budidaya hidroponik ini, kata Teby adik-adik milenial ini bisa meraup penghasilan sendiri sehingga tidak bergantung lagi kepada orangtuanya. Kendati demikian, Teby menyadari tidak mudah menyosialisasikan manfaat hidroponik kepada masyarakat termasuk generasi milenial.

Lanjutnya, “yang sulit bukan bercocok tanamnya tapi mengedukasinya. Edukasinya itu yang tidak mudah karena Indonesia ini termakan mohon maaf lagu tongkat kayu jadi tanaman jadi tidak peduli yang namanya pertanian ah… masih banyak lahan kosong padahal negara tetangga Singapura bahkan di atas-atap rumah untuk bercocok tanam."

Karena itu, Teby berharap ada peran dari pemerintah Kota Bekasi dalam hal ini dinas terkait untuk bisa sensitif memperhatikan lahan kosong yang bisa digunakan untuk pertanian khususnya hidroponik.

”Berharap dari Pemkot Bekasi bisa membantu, ternyata banyak hidroponik tapi karena keterbatasan lahan. Di samping Rindang (istana yatim) sendiri ada lahan kosong yang bisa digunakan,” ujarnya.

Dia mendukung program hidroponik yang telah dicanangkan oleh Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto untuk diterapkan di setiap kelurahan di Kota Bekasi juga dinas-dinas terkait yang mendukung ketahanan pangan di Kota Bekasi.


Reporter: Agus Wiebowo
Editor:Mahar Prastowo


Icha Monoarfa Juara Nasional FLS2N dari Gorontalo Ingin Jadi Penari Profesional

Written By Redaksi on 19 Oktober, 2020 | 02.01

Reporter: Kusmayadi | Editor: Mahar Prastowo


GEN-ID |
Menjadi penari profesional dan bisa go internasional adalah cita-cita Tarisya Aulia Monoarfa atau akrab dipanggil Icha. Gadis cantik kelahiran 17 tahun silam putri  kedua pasangan Ronny Monoarfa dan Nurlaila Limonu. Saat ini Icha duduk di bangku kelas XII SMA Negeri 3 Kota Gorontalo.

Sebagai sebuah manifestasi dari keindahan, kesenian tidak dapat terpisahkan dalam kehidupan manusia. Berbagai karya seni pun diciptakan, bahkan mulai banyak bermunculan sanggar–sanggar seni. Tidak hanya itu, kesenian juga sudah masuk menjadi mata pelajaran siswa di berbagai sekolah. Tidak sedikit pula siswa-siswi yang tertarik menggeluti bidang kesenian tersebut, sebagai cara untuk mengekspresikan diri dan bakat yang dimiliki.




Mewarisi darah seni dari sang ayah, dara  asal Gorontalo ini dalam dunia seni tari tidak diragukan lagi. "Alhamdulillah mewarisi darah seni dari ayah, makanya sejak kecil sudah terbiasa tampil di depan banyak orang seperti menjadi presenter cilik dan menyanyi saya tidak canggung lagi," tutur Icha.

Lihat saja penampilannya yang diunggah Channel Dinas Pendidikan dan Olahraga Kota Gorontalo di bawah ini.


Bakat dan minat Icha pada seni sudah nampak dari usia dini, bahkan sejak usia PAUD telah menjadi Bintang PAUD dan presenter cilik dalam sebuah acara bersama Menteri Pemberdayaan Perempuan kala itu, Dr. Mutia Hatta.

Memasuki usia Sekolah Dasar (SD) kelas 3 (tiga) dan semakin intens di kelas 4 (empat), Icha sudah mengikuti lomba FLS2N Vokalia Tingkat Nasional di Lombok (NTB), dan lomba FLS2N Vokalia Tingkat Nasional di Medan mewakili Provinsi Gotontalo.

Di kelas 5 SD, Icha meraih Runner Up 1 Bintang Vokalia tahun 2013 di Jakarta dengan juri Arzeti Bilbina, aktris dan anggota DPR RI.

Di Sekolah Menengah Tingkat Pertama (SMP), di kelas VIII Icha mendapatkan Juara 1 Nasional lomba FLS2N Vocal Grup mewakili Provinsi Gorontalo.

Kemudian di kelas IX ia mulai menggeluti seni tari, dan debut pertamanya di bidang seni tari ini ketika ia mewakili Kota Gorontalo pada iven Rakernas Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI)  di Kota Malang Jawa Timur 18-20 Juli 2017.

Merasa mampu dan ada kesempatan di bidang seni tari, Icha semakin  memperdalam seni tarinya di Sanggar Tari Makuta yang populer sebagai Sanggar seni tari tradisional Gorontalo, tari modern, vocal dan modelling. Icha beruntung, ia dibimbing koreografer terbaik Gorontalo  Feri Fadli Polontalo.


Memasuki jenjang SMA, ia tak berhenti mengukir pretasi, di kelas X Icha mencatatkan prestasi Lomba Menari Berpasangan pada iven FLS2N 2019 dengan menjadi Juara 1 Tingkat Kota Gorontalo, dan Juara 1 Tingkat Provinsi Gorontalo.

Begitu juga di kelas XI, Icha kembali mengikuti  lomba menari di ajang FLS2N yang merupakan ajang berprestasi pelajar yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan. Pada ajang FLS2N 2019 ini Icha menjuarai lomba menari Tingka Kota, begitu juga di tingkat provinsi ia sabet juara 1 dan lagi-lagi menyabet juara 1 di tingkat nasional.


Dengan sederet prestasinya itu, Icha menjadi salah satu remaja berprestasi yang berhasil mengharumkan nama sekolah dan daerah di kancah nasional khusus dalam bidang seni  tari. Ia berharap bisa menjadi penari profesional dan tampil di mancanegara mewakili Indonesia.

"Harapan kedepan saya bercita-cita ingin menjadi penari profesional agar bisa tampil di manca negara mewakili negeri tercinta Indonesia," ujarnya.

Atas semua prestasi yang ia raih itu, Icha berterimakasih kepada kedua orangtuanya  yang selalu memberikan dukungan dan motivasi. Begitu juga terimakasih kepada para pembimbingnya baik di sanggar maupun para guru sekolahnya.

Bagi Icha, pencapaian prestasinya juga menjadi bukti bahwa  para pelajar di Provinsi Gorontalo juga memiliki potensi dan bisa bersaing di tingkat nasional.


Biografi


Nama                 : Tarisya Aulia Monoarfa 
Panggilan           : Icha
Orangtua            : Ronny Monoarfa/Nurlaila Limonu
Alamat               : SMA Negeri 3 Kota Gorontalo.








Santri Mandiri-Indonesia Maju, Tema Festival Kuliner Pesantren Motivasi Indonesia

Written By Redaksi on 17 Oktober, 2020 | 19.26



GEN-ID | Pesantren Motivasi Indonesia mengadakan Festifal Kuliner Pesantren dengan tema Santri Mandiri Indonesia Maju, sebagai bentuk kepedulian pesantren dalam kemajuan ekonomi dimasa pandemi COVID-19. Bertempat di Pondok Pesantren Motivasi, Jalan Istana Yatim, RT. 003, RW. 001, Desa Burangkeng, Kecamatan Setu, Bekasi Kabupaten pada Sabtu (17/10/2020). Acara dihadiri oleh Dirjen  Pendidikan Agama Islam Kementrian Agama Republik Indonesia.

"Didalam acara ini Pondok Pesantren Motivasi mempunyai gagasan untuk mempertahankan finasial. Dimasa pandemi COVID ini banyak yang mengalami kesulitan dalam finansial, disini kita mengajak para santri untuk berwirausaha guna menambah pemasukan finansial, disini kita mengajak para santri untuk berkreatifitas dengan membuat sesuatu yang bisa bermanfaat," tutur Ustad Ardiansyah selaku Ketua Panitia.

"Apa lagi Pondok pesantren yang santrinya tinggal disini, kita harus bangkit dari keterpurukan ini, dengan cara kita harus memproduksi suatu produk yang bisa menghasilkan," tambah Ust. Ardiansyah.

Diterangkan Ardiansyah, Pondok Pesantren Motivasi  sudah membuat produk berupa sabun, dan produk unggulan  minuman kekinian  Kopi Santri yang memakai kopi robusta. "Nah, semua itu sudah kita produksi tinggal cara pemasarannya, maka dari itu, kita meminta bantuan pengasuh pondok pesantren motivasi K.H. Ahmad Nurul Huda," terang Ardiansyah.

K.H. Ahmad Nurul Huda yang biasa disapa Ayah Enha
 menuturkan, festival kuliner pesantren ini pertama kali yang diadakan oleh Pondok Pesantren Motivasi. Tujuannya membuktikan pesantren itu adalah lembaga yang multi talenta, "bukan saja hanya bisa mengaji tetapi pesantren bisa memasak, berdagang dan sebagainya, kepesertaan kami juga sudah ada sekitar 100 perwakilan dari pesantren yang ada di Kabupaten Bekasi, tapi yang menghadirkan produknya baru sekitar 12 pesantren," ujar Ayah Enha.

Festival Kuliner menjadi pilihan karena kluliner  menjadi sektor usaha 
yang paling banyak dipilih dan jadi perbincangan dimasa pandemi COVID-19. "Selain itu kita juga membuat produk untuk menjaga kesehatan tubuh, seperti kita membuat otomatic wastafel portabel, jadi wastafel cukup dengan menjulurkan tangan saja nanti sabun dan airnya keluar sendiri, ini adalah suatu bentuk inovasi kami dalam kepedulian terhadap COVID-19," terang Ayah Enha.



Sementara itu Dirjen Pendidika Islam Kemenag RI Prof. Dr. Muhammad Ali Ramdhani menegaskan bahwa pesantren bisa menjadi sebuah lembaga pendidikan yang mampu mencetak insan-insan yang mumpuni, yang memiliki keimanan kuat dan memiliki daya saing yang tangguh dalam kehidupan, "untuk mensupport kegiatan pesantren, kita menyiapkan dana hampir 2,6 trilun rupiah dan itu wujudnya adalah bentuk bantuan langsung kepada pesantren. Kita juga mensupport dan memberikan apresiasi dalam acara ini," ujar Dirjen.

Ayah Enha juga berharap  kepada pemerintah baik ditingkat daerah, propinsi maupun pusat agar melirik ke pesantren, "kami tidak meminta bantuan yang sifatnya konsumtif, tapi kami butuh spirit atau motifasi supaya teman-teman yang memiliki multi talenta ini bisa di fasilitasi untuk pelatihan, pendampingannya sampai dengan kemampuan menjual, karena salah satu keluhannya adalah kami bisa memproduksi tapi kami mengalami kesulitan sulit untuk penjualan," pinta Ayah Enha.

Kontribusi pesantren juga diapresiasi oleh  H. Kevin Haikal selaku Staf Khusus Menteri Agama bidang Organisasi Kemasyarakatan, Sosial Keagamaan dan Komunikasi Publik yang mengatakan bahwa tidak dipungkiri kontribusi pesantren terhadap negara sangat besar, bahkan sejak masa perjuangan kemerdekaan hingga saat ini.

Disamping itu
, keberpihakan, kehadiran, dan perhatian negara terhadap pesantren juga semakin hari semakin bertambah. Hal ini memuncak di era Presiden Joko Widodo, seiring ditetapkannya 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional sejak tahun 2015 dan disahkannya UU No 18 tahun 2019 tentang Pesantren.

"Ini merupakan peluang sekaligus tantangan bagi dunia pesantren. Peluang karena pendidikan pesantren kini sudah mendapat rekognisi dari negara, baik dalam bentuk pendidikan diniyah formal maupun penyetaraan (muadalah). Pendidikan diniyah formal juga sudah lengkap, dari jenjang ula (setingkat MI), wustha (setingkat MTs), 'ulya (setingkat MA), bahkan hingga Ma'had Aly (PTKIN).

Namun, rekognisi negara juga menjadi tantangan bagi pesantren. Lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia ini harus bertransformasi sesuai perkembangan zaman. Masyarakat pesantren harus mampu menjawab persoalan masyarakat global masa kini dan perkembangan teknologi informasi. Santri harus bisa ikut mengambil peran sebagai warga dunia. Karenanya, selain tafaqquh fid-din (penguasaan ilmu agama), santri juga harus punya keahlian kompetitif dalam menghadapi kehidupan dunia. Dengan begitu, santri bisa bersaing tidak kalah dengan lulusan pendidikan lainnya dan tidak dipandang sebelah mata.

"Saya mengapresiasi pendekatan metodologi pembelajaran Pesantren Motivasi Indonesia, Yayasan Istana Yatim Nurul Mukhlisin. Sebab, selain belajar ilmu agama, santri di pesantren ini juga dilatih keterampilan dan keahlian. Mulai dari barista coffee, hidroponik, ternak lele, bahasa Inggris, bahkan sampai membuka santri mart untuk pemberdayaan pesantren," tutur 
H. Kevin Haikal seraya mengungkapkan ciri khas dunia pesantren yakni kemandirian, keikhlasan, kejujuran, tanggung jawab, dan toleransi.

Apresiasi juga datang sari Sri Sugiarti yang merupakan Ketua Himpunan pengusaha Nahdliyyin Kabupaten Bekasi. "Pesantrean motivasi ini melakukan sesuatu yang luar biasa, yaitu memproduksi sendiri oleh santri sendiri, ini sangat baik untuk nanti bisa mengeksplor lagi produk-produk yang di produksi pondok pesantren," ujar  Sri Sugiarti.



Reporter: Topan Adi N | Editor: Mahar Prastowo

Rindang Indonesia Memuliakan Anak Yatim dengan Membangun Istana Yatim

Written By Redaksi on 13 Oktober, 2020 | 01.51


GENERASIINDONESIA.CO
| Inspirasi
- Berkarya, Mengabdi Sepenuh Hati,  tidak hanya sekedar Motto Yayasan Rindang Indonesia. Yayasan ini menyelenggarakan berbagai aktivitas sosial pendidikan, dan keagamaan untuk internal yayasan maupun pada masyarakat sekitar.

Di usianya yang ke-10 tahun, Yayasan Rindang telah banyak menggulirkan kegiatan sosial berupa santunan anak yatim dan dhuafa, cek kesehatan gratis, doa bersama (istigoshah),  dan kegiatan kemanusiaan lainnya.

Salah satu program unggulan terkini Yayasan Rindang Indonesia adalah membangun Istana Yatim. Pada tahap pertama, telah dibangun sebuah Istana Yatim yang bertempat di Jalan Mangga RT 01/011 Kelurahan Jatimakmur, Jatiasih Bekasi. Istana ini diresmikan oleh Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto pada 17 September 2020.

Gedung asrama yatim ini sekaligus menjadi Pusat Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Indonesia (P3MI). Tujuannya mencetak generasi yatim yang sehat, cerdas, dan kreatif serta memberdayakan masyarakat sekitar. 

Tampak fasilitas serta sarana dan prasarana Istana Yatim sangat terjaga  rapi dan tampak indah, dari kamar tidur, ruang belajar, ruang tamu, olah raga dan lain-lain. Dengan penataan interior yang  rapi dan teratur sehingga membuat anak-anak yatim penghuninya benar-benar dimuliakan seperti tinggal di dalam istana.


Baca juga:

Rindang Indonesia Tumbuh Kembangkan Kesetiakawanan Sosial


Selanjutnya, Yayasan Rindang Indonesia akan membangun 1000 Istana Yatim di Seluruh Indonesia. Hal itu disampaikan  Ketua Umum Yayasan Rindang Indonesia Adhie Pamungkas saat ditemui di Istana Yatim, pada Jumat (9/10/2020).

Menurutnya, pembangunan 1000 Istana Yatim bukan hal yang mustahil apabila dilakukan dengan semangat kebersamaan atau kekitaan (nahniyah). Dia mengutip falsafah Jawa, "Seteng dadi genteng sewu jadi awu," bermakna modal sedikit apabila terus dikumpulkan dan dikelola dengan baik akan tumbuh besar, sebaliknya jika dikelola dengan tidak jujur maka hasilnya akan nihil. 

Mimpi besar Adhie, ia hanya ingin bermanfaat bagi orang banyak sebagaimana hadits Rasulullah, "Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia".

Saat ditanya apa modal untuk mewujudkan itu semua, Adhie berseloroh, "Saya pake TUYUL".

Tuyul yang dimaksud Adhie adalah singkatan dari Tekun, Ulet, Yakin, Usaha dan Lancar. "Dengan tekun, ulet, yakin, usaha, pasti lancar," ujarnya.

Dalam menjalani hidup, Adhie memiliki resep sederhana yakni sukses dan kaya itu tatkala kita bisa enak makan dan enak tidur.

Pasalnya, kata Adhie, tidak sedikit orang yang tidak bisa menikmati makanan yang ia makan, banyak orang yang tidurnya tidak nyenyak atau insomnia. "Betapa sengsaranya mereka," kata Adhie.

Ia membandingkan dengan tukang becak yang bisa makan dengan lahap, dan bisa tidur nyenyak meski di atas becaknya. "Merekalah orang sukses dan kaya," kata Adhie.

Dan menurutnya, orang hidup harus bergerak, dengan bergerak Tuhan akan mencukupinya, "itulah kesuksesan, dan untuk meraih harus diawali dengan gerak. Seribu langkah diawali dengan langkah pertama," pungkas Adhie.


Tentang Yayasan Rindang Indonesia


Visi
Menjadi Lembaga yang bermanfaat besar bagi kemanusiaan.

Misi
Membangun kerjasama positif antara yayasan,masayarakat dan pemerintah dengan mewujudkan Rindang indonesia Center, Sebagai Pusat Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat Terpadu (P3MT)

Motto

Berkarya - Mengabdi - Sepenuh hati

Kantor Sekretariat

Komplek Perkantoran Rindang Indonesia
Jalan Masjid Rawa Bacang No.4 RT 05 / RW 013
Kelurahan Jatirahayu Kecamatan Pondok Melati,
Kota Bekasi. kode pos 17414

Legalitas Yayasan

Akte pendirian : No. 02 Tanggal 07 Agustus 2010. Notaris Raden Uke Umar Rahmat SH, M.Kn.
SK Menkunham : No. AHU - 3887.AH.04 Tahun 2010.
 
Program

Peduli yatim piatu & Dhuafa'
Berkah peduli Yatim piatu dan Dhuafa (mnyalurkan amanah dari para Donatur)
Wakaf Tunai Asrama Yatim
Pembangunan Gedung Asrama Yatim piatu dan dhuafa'
Wakaf Tunai Sawah Produktif (Program penguatan pangan untuk Yatim binaan yayasan)
Tabungan Qurban
Sedekah Barang Bekas
Cek Kesehatan Gratis
Program Cek kesehatan gratis setiap bulan terbuka untuk umum
Kursus komputer bersertifikat bekerjasama denga Ritech School
Pelatihan Seni & Kreatifitas

Pelatihan

Tari tradisional & Modern
Seni suara & Nasyid (Berlatih Menyanyi Solo atau Grup)
Sholawat & Hadroh
Kursus Komputer bersertifikat (Office dan Desain Grafis)


Reporter: Agus Wiebowo | Editor: Mahar Prastowo

MES Salurkan 10 Beasiswa Penelitian Akhir S1 Ekonomi Syariah. Buruan Daftar!

Written By Redaksi on 12 Oktober, 2020 | 16.39



GEN-ID
| PENDIDIKAN
- Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) melalui  badan otonomnya Yayasan Bhakti Masyarakat Ekonomi Syariah (MES Foundation) memberikan dana hibah atau beasiswa penelitian ekonomi dan keuangan syariah.

Beasiswa MES Foundation dalam  membantu kelancaran penyelesaian tugas akhir mahasiswa dengan kualitas yang baik ini sekaligus berupaya menciptakan SDM  ekonomi dan keuangan syariah yang unggul dan berdaya saing.

"Dengan adanya  inisiasi ini diharapkan beasiswa penelitian tidak hanya bermanfaat bagi  penerima beasiswa saja, melainkan juga bermanfaat bagi industri, ekonomi dan keuangan syariah baik dari  sektor perbankan syariah, sektor non-perbankan syariah, dan pasar modal syariah, yang terdampak langsung maupun tidak langsung  pandemi  Covid-19," ujar Ananda Ramadhani dari MES Foundation. 

Program beasiswa penelitian ekonomi dan keuangan syariah MES Foundation dibuka  sejak pembukaan pendaftaran pada 1 Oktober 2020 hingga 15 Oktober 2020 dengan  mengusung tema penelitian “Mewujudkan Ekonomi dan Keuangan Syariah Berkelanjutan Melalui Pengembangan Halal Value Chain, Penguatan SDM, serta  Implementasi Teknologi”.

Pendaftaran dilakukan secara online pada website http://beasiswa.mesfoundation.id/ dengan melampirkan proposal atau gambaran penelitian yang akan dilakukan dan juga beberapa dokumen administrasi.

Sebagai syarat utama, pendaftar dikhususkan bagi mahasiswa/i jurusan ekonomi syariah atau sejenisnya  yang sedang menempuh tugas akhir (skripsi) maksimal semester VIII. 

Setelah meng-upload proposal penelitian, mahasiswa terpilih akan mengikuti tahapan  selanjutnya mulai dari seleksi administrasi, wawancara, hingga pengumuman penerima beasiswa pada 2 November 2020.

Para penerima beasiswa kemudian akan diminta untuk menandatangani perjanjian kerjasama dengan maksud untuk mempublikasikan hasil penelitiannya dalam bentuk bunga rampai dan atau jurnal oleh MES Foundation.

Program beasiswa penelitian ekonomi dan keuangan syariah diharapkan menjadi langkah awal yang strategis dan berkelanjutan sebagai sarana kolaborasi antara sektor pendidikan dan sektor industri.

Selain itu, mampu menciptakan insan terbaik  bangsa yang mengedepankan intelektual, kepemimpinan, dan iman.

Informasi lebih lanjut dapat menghubungi MES Foundation di Kantor Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah, Jalan Tebet Dalam IV E No. 70, Jakarta Selatan 12810, Telepon: 021-8299746 atau wa.me/6281297176025, Email: beasiswa@mesfoundation.id dan website www.ekonomisyariah.org. [generasiindonesia.co]
 

Polda Banten Pulangkan Puluhan Pelajar yang Akan Ikut Demo Tolak UU Cilaka

Written By Redaksi on 08 Oktober, 2020 | 18.42



GEN-ID
| Serang
- Kepolisian Daerah Banten (Polda Banten) mengamankan Puluhan pelajar SLTP dan SLTA yang diduga akan mengikuti aksi unjuk rasa disahkannya Undang undang Cipta Kerja  di lampu merah boru dan Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kamis (08/10).

Sebagaimana diketahui, buruh dan mahasiswa serta sejumlah elemen masyarakat di seluruh Indonesia sedang melakukan aksi demo menolak UU Omnibus Law atau yang oleh DPR diganti menjadi UU Cipta Lapangan Kerja (UU Cilaka). Awal gagasan Omnibus Law adalah dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang melihat minimnya investasi masuk ke Indonesia. Ia ingin menarik sebanyak-banyaknya investor dengan memberikan berbagai kemudahan.

Omnibus Law sebagai UU gabungan yang lazim diberlakukan di negara persemakmuran, telah berpegaruh terhadap setidaknya 77 UU yang ada di Indonesia antara lain UU Perburuhan, UU Tenaga Kerja, UU Pendidikan, UU Kesehatan dan lain-lain.


Kapolda Banten Irjen Pol Drs. Fiandar melalui Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Edy sumardi menyampaikan bahwa data sementara ini ada 64 pelajar yang diamankan di Polda Banten.

Edy Sumardi menambahkan bahwa dari keterangan beberapa pelajar yang diamankan,mereka menyampaikan bahwa mereka mendapat ajakan untuk melakukan aksi demo melalui media sosial,dari keterangan beberapa pelajar tersebut pihak Polda Banten sedang mendalami keterangan tersebut.

Edy sumardi melanjutkan, selanjutnya Polda Banten melakukan langkah-langkah pendataan para pelajar tersebut, pengambilan sidik  jari, Rapid test serta melakukan test urine.

64 pelajar tersebut yang salah satunya wanita setelah dilakukan pendataan, sidik jari, rapid test dan test urine selanjutnya mereka diberikan pembinaan dari personel Dit Binmas untuk kemudian diserahkan kepada kasat Binmas/kanit Binmas dimana domisili dari pelajar tersebut, untuk diantarkan  ke orangtuanya.

Sementara pelajar  berinisial H (12 th) yang masih duduk di kelas 7 salah satu SLTP di kota Serang mengaku diajak sama teman untuk demo.

Terakhir Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi menyatakan rasa keprihatinannya terhadap aksi anak-anak pelajar yang terpengaruh oleh berita hoax serta ajakan untuk ikut melaksanakan aksi demo, serta berharap peran aktif orangtua untuk tetap mengawasi aktivitas anak-anaknya di rumah dan di luar rumah.  [GI/HPB]


Editor: Mahar Prastowo
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. GEN-ID ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by daguku