Kontak Redaksi: WA 0813-8728-4468, email: koordinator.liputan@gmail.com
Latest Post
portal ini dikembangkan guna pemberdayaan komunitas dan penguatan kelembagaan, pengiriman artikel, foto, video, slip donasi pengembangan web dapat melalui WA 0813-8728-4468
Tampilkan postingan dengan label Religi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Religi. Tampilkan semua postingan

Disrupsi Teknologi Jadi Perhatian Kyai Miftah, Ketum MUI Terpilih Periode 2020-2025

GEN-ID | Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat melalui  Musyawarah Nasional (Munas) X menetapkan KH Miftachul Akhyar sebagai Ketua Umum terpilih periode 2020-2025. Pemilihan ini melalui sidang formatur tujuh belas orang yang berlangsung Jumat (27/11) pukul 00.00 sampai 01.30 di Hotel Sultan, Jakarta.

Munas ini diikuti oleh utusan dari Dewan Pimpinan MUI Pusat dan Provinsi seluruh Indonesia secara online dan offline. Sebanyak 130 peserta hadir secara offline (luring) dan 300 peserta online (daring).

Usai terpilih, KH Miftahul Akhyar meminta seluruh pengurus MUI terpilih pada Musyawarah Nasional (Munas) X untuk bisa terus memberikan pencerahan terhadap umat ditengah maraknya disrupsi teknologi.

“Situasi kondisi yang mungkin bisa disebut sebagai zaman disrupsi teknologi saat ini merupakan sebagai kewajiban kita sebagai pewaris para anbiya, untuk bisa memberikan pencerahan pada umat sekaligus tanggung jawab kita sebagai mitra pemerintah,” kata Kiai Miftah dalam pidato pertamanya usai terpilih sebagai Ketum MUI.

Dengan terpilihnya sebagai Ketua Umum MUI ke-8, Kiai Miftah yang merupakan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul ulama (PBNU) sejak 2018 menggantikan posisi Kiai Ma’ruf. Sebagaimana diketahui saat ini Ketua Umum MUI ke-7 itu kini menjadi Wakil Presiden RI dan Ketua Dewan Pertimbangan MUI.

Kyai Miftah  lahir di Surabaya pada 1 Januari 1953 dari keluarga NU, merupakan putra Pengasuh Pondok Pesantren Tahsinul Akhlaq Rangkah, KH Abdul Ghoni, dan merupakan anak kesembilan dari 13 bersaudara.

Ia  pernah menempuh pendidikan sebagai santri di Pondok Pesantren Tambak Beras, Ponpes Sidogiri (Jawa Timur), dan Ponpes Lasem (Jawa Tengah).

Kemudian Miftah mendirikan Pondok Pesantren Miftachus Sunnah di Kedung Tarukan, Tambak Sari, Surabaya, pada 1982.
|
Sepak terjangnya di kepengurusan NU diawali saat ia menjabat sebagai Rais Syuriyah PCNU Surabaya periode 2001-2005, kemudian Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur 2007-2018, dan naik menjadi Wakil Rais Aam PBNU, hingga kemudian menjadi Pj Rais Aam PBNU 2018-2020.


Generasi Indonesia/Mahar Prastowo




Raker I IDMI Pondok Melati, Satukan Visi dan Misi Guna Hindari Kesalahpahaman

Reporter: Topan A.N | Editor: Mahar Prastowo


GEN-ID | Kota Bekasi
-  Pengurus DPC Ikatan Da'i Muda Indonesia(IDMI) Kecamatan Pondok Melati menggelar Rapat Kerja I di Yayasan Masjid Al-Muta'alimin yang beralamat di Perum Jati Permai I Jl. Kkresna No.47 RT 05/ RW 08 Jati Rahayu, Pondok Melati - Kota Bekasi, pada Sabtu (26/09/2020).

Hadir dalam acara tersebut Sodikin, S.H Anggota DPRD Kota Bekasi Fraksi Partai Demokrat, Karya Sukmawijaya Kasie Kesejahteraan Sosial Kelurahan Jatirahayu, H. Nias Imron Ketua DPC IDMI Kecamatan Pondok Melati, H. Icu Julkarflir Ketua Yayasan Al-Muta'alimin, serta puluhan peserta Raker dan puluhan anak yatim penerima santunan.




Sodikin dalam sambutannya  mengucapkan terimakasih kepada keluarga besar DPC IDMI kecamatan pondok melati dengan terselenggaranya Raker hari ini. "Sesuai dengan tema,  satukan visi dan misi kita untuk berperan aktif dalam menyampaikan dakwah agar para da'i bisa memperkuat kemandirian  ekonomi," ungkapnya.

H. Nias Imron selaku Ketua DPC IDMI mrngungkapkan rasa syukurnya dapat melaksanakan Raker. "Mohon doa dan dukungannya agar diberikan kemudahan dan kelancaran," ujarnya.

Lebih lanjut Nias Imron mengungkapkan Raker I ini  bertujuan mempersatukan para da'i khususnya  sehingga tetap dapat menjalankan kegiatannya sesuai aturan yang berlaku, berwawasan Pancasila, mengedepankan persatuan dan kecintaan kepada NKRI, serta disampaikan dengan dama yang menunjukkan islam sebagai agama yang rahmatan lil 'alami.

"Dengar Raker ini juga kita bisa mewujudkan atau mempersatukan para da'i agar tidak terjadi kesalahpahaman ditengah umat dalam menyampaikan dakwah semata-mata untuk kepentingan umat islam, khususnya di wilayah kecamatan Pondok Melati," pungkas Nias Imron. [gi]



Anti Pergaulan Bebas, Remaja LDII Kota Padang Ikut Webinar Keputrian



GEN-ID | Padang  - Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Padang melalui Bidang Kewanitaan mengadakan Webinar Pra-nikah dengan tema "Apakah menikah se-uwu itu?”.

Acara yang diadakan di Gedung Serba Guna Mesjid Miftahul Huda Jl. Bakti ABRI, KPIK, Koto Tangah, Kota Padang ini, selain diikuti lebih dari 80 Remaja Putri LDII Kota Padang yang berusia 18 tahun keatas, juga diikuti oleh beberapa remaja putri LDII dari 5 kota lain di Indonesia, antara lain Batam, Gresik, Tangerang, Samarinda, dan Banyuwangi, Sabtu (22/08).

Webinar ini dilaksanakan sebagai bentuk pembinaan kepada remaja putri LDII Kota Padang yang berusia 18 tahun keatas dalam mengisi kegiatan pada masa pandemi saat ini.

Judul webinar pra-nikah, “Apakah menikah se-uwu itu?”, muncul karena banyaknya fenomena dari berbagai kalangan masyarakat atau public figure, postingan-posingan di media social yang memperlihatkan ke-uwuwan / hal yang menyenangkan para pasangan yang menikah muda memberikan dorongan besar kepada anak muda zaman sekarang untuk mengikutinya. Seperti sudah menjadi trend, tentunya harus disadari oleh anak muda sekarang bahwa sebelum mengikuti trend tersebut harus dibekali dengan kesiapan diri yang matang. 

Bunga Riska Amalia selaku Ketua pelaksana kegiatan Webinar saat pembukaan mengatakan maksud dari thema yang diambil.

"Sesuai tema yang diangkat “Apakah menikah se-uwu itu?”, bertujuan memberikan pemahaman kepada para remaja putri LDII bahwa menikah itu tidak hanya tentang hal yang menyenangkan saja, tetapi juga banyak hal yang tidak menyenangkan jika tidak dibekali dengan kesiapan yang cukup sebelum menikah. Sehingga memberikan gambaran kepada remaja putri agar mempersiapkan diri sebelum memasuki dunia pernikahan," jelas Bunga.

Webinar yang berdurasi lebih kurang dua jam ini memiliki dua sesi pembahasan. Sesi pertama tentang pernikahan berdasarkan Al-Qur'an dan Al Hadits serta pengalaman beliau menjadi seorang istri, ibu dan nenek, disampaikan oleh Ustadzah Hj. Nurmala. 

"Menikah adalah ibadah yang dilakukan seumur hidup dan pernikahan tidak hanya berisi hal-hal yang menyenangkan saja seperti yang dibayangkan, namun juga tidak boleh menghindarinya karena menikah merupakan sunah nabi dan menyempurnakan sebagian agama kita," ujar Ustadzah Hj. Nurmala, S.SiT

Sesi kedua tentang pernikahan dalam implementasi, disampaikan oleh Ustadzah Amanda Hurin. 

"Pernikahan bukan hanya tentang pacaran yang halal, bukan tentang enaknya doang. Tetapi menyatukan dua hati, membaur dalam dua keluarga. Sehingga banyak yang harus dipersiapkan sebelum menikah, karena setelah menikah akan ada masalah baru yang datang dan harus di selesaikan dengan pikiran yang dewasa. Sebagai remaja, berusaha untuk meningkatkan kualitas diri, rasa ingin tahu, menjaga pergaulan, tidak tergoda dengan kemaksiatan karena kehidupan pernikahan tidak seindah dan semudah di negeri dongeng. Dan jodoh pasti akan datang diwaktu yang tepat," jelas Ustadzah Amanda Hurin. 

Webinar Pra-Nikah ini mendapat respon yang sangat baik dari peserta. Nisha, salah satu peserta meluapkan antusiasnya mengikuti acara ini.

"Materi yang disampaikan luar biasa, begitu juga Narasumbernya. Semoga kedepan kegiatan-kegiatan seperti ini dapat terlaksana lagi, dimasa pandemi sekarang, bisa untuk mengisi waktu walau tidak harus bertemu langsung. Ilmu yang diberikan juga sangat bermanfaat," ujar Nisha.

Ditempat terpisah, Anggota Dewan Penasehat DPD LDII Kota Padang Ir. H. Zulfikri berharap kepada peserta, kiranya materi yang disampaikan dapat diterima dan dipahami oleh semua peserta.

"Semata-mata setiap kajian itu bertujuan untuk bisa terhindar dari dosa, pergaulan yang tidak sesuai dengan kaidah Islam, serta mendapat manfaat dan pahala dari Allah SWT," ujar Buya Zulfikri. 

Seiring dengan Buya Zulfikri, Ketua PPG LDII Kota Padang Ustadz Renol, S.Psi. menambahkan, webinar seperti ini lazim kita laksanakan selama masa pandemi Covid-19 ini, dimana kita mengurangi dan membatasi kegiatan-kegiatan yang mengumpulkan banyak masa, termasuk acara-acara pengajian.

"Kami sangat mendukung acara seperti ini, jangan sampai karena wabah corona, menjadikan alasan buat kita untuk kurang atau bahkan tidak mengadakan kajian-kajian yang bermanfaat dan mendapatkan pahala disisi Allah SWT.  Insya Allah kedepan acara seperti ini akan kita laksanakan kembali secara rutin tentunya dengan tema kajian menarik lainnya," tutup Ustadz Renol. 




Reporter: Puti/Riki Abdillah | Editor: Taufik

LDII Kotabaru Potong 48 Hewan Kurban, Dibagikan dalam Kemasan Aman Covid-19

GEN-ID | Kotabaru - Meski pandemi Covid-19 masih bergulir, tidak mengurangi semangat bagi warga LDII Kabupaten Kotabaru, untuk melaksanakan Sholat Idul Adha dan penyembelihan hewan Kurban di hari Idul Adha kali ini (31/07/20) . 

Ketua Dewan Pimpinan Daerah LDII Drs. H. Murdianto, M.Si. kepada media menjelaskan bahwa tahun ini pelaksanaan Sholat Idul Adha tidak seperti pada tahun sebelumnya, dikarenakan situasi pandemi yang masih berlangsung.

"Tahun ini pelaksanaan Sholat Idul Adha beda dari tahun sebelumnya. Kali ini kita membatasi jumlah jamaah yang hadir, tentunya tetap menerapkan protokol kesehatan. Dan disesuaikan dimasing-masing tingkat Desa/Kelurahan dan Kecamatan," jelas Murdianto.

Acara dilanjutkan dengan penyembelihan hewan qurban dan pembagian kepada masyarakat.
Total hewan qurban yang berhasil dihimpun sebanyak 33 ekor sapi dan 15 ekor kambing. Lagi-lagi tetap diberlakukan protokol kesehatan.



"Pembagian daging kali ini kita juga menerapkan protokol kesehatan. Mengingat masa pandemi belum berakhir tapi kegiatan harus tetap jalan. Yang biasanya masyarakat kita bagikan kupon daging untuk dijemput, kali ini kita yang antar ke rumah warga yang sudah didata sebelumnya, untuk menghindari kerumunan warga," pungkas Murdianto di lokasi penyembelihan di halaman Kantor Sekretariat DPD LDII Kotabaru, Jl. Karya Utama RT 03/II Desa Gunung Ulin Kecamatan Pulau Laut Utara Kabupaten Kotabaru Kalimantan Selatan.


Reporter: Abdul Rozaq | Editor: Taufik 

Menteri Agama Launching MTQ Tingkat Nasional XVIII di Sumatera Barat

GEN-ID | Padang - Kapolda Sumbar Irjen Pol Drs. Toni Harmanto, M.H. menghadiri acar Launching MTQ Tingkat Nasional XXVIII TA. 2020 di Padang Sumatera Barat, Selasa (28/07) di ball room Hotel Grand Inna Muara Padang.


Launching MTQ Tingkat Nasional XXVIII tahun 2020 di Sumatera Barat ini dilaksanakan secara virtual, yang dipimpin oleh Menteri Agama RI Jenderal TNI (Purn) Fachrul Rozi, yang diikuti seluruh Gubernur di Indonesia, TNI/Polri, dan Forkopimda Sumbar.

Lomba MTQ Tingkat Nasional ini akan dimulai dari tanggal 12 November hingga 21 November 2020, dimana Provinsi Sumatera Barat menjadi tuan rumah.(GI)

Bupati Tulungagung Launching Ponpes Tangguh Semeru


GEN-ID | Tulungagung - Jum'at 3 Juli 2020 Bupati Tulungagung Drs. Maryoto Birowo meresmikan Pondok Pesantren Tangguh Semeru, terpusat di Ponpes Luhur Sulaiman Desa Serut Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung.

Turut hadir juga Forkopimda Kabupaten Tulungagung serta undangan lebih kurang berjumlah 100 orang, selanjutnya dibuka dengan pemotongan pita oleh Bupati Tulungagung.

Pimpinan Ponpes Luhur Sulaiman KH. Sugiat Asidiki dalam sambutannya, mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah yang telah banyak membantu Ponpes yang dipimpinnya berjalan lancar.

"Terima kasih kepada Bapak Bupati yang telah membantu kami dalam mencetak Santriwan Santriwati, sejak tahun 2009 sampai dengan sekarang. Semoga dengan dibentuknya Ponpes Tangguh Semeru bisa mencegah penularan virus Covid-19 khususnya di Pondok Pesantren Luhur Sulaiman," ujar KH. Sugiat.

Bupati Tulungagung Drs. Maryoto Birowo dalam sambutannya juga berterima kasih kepada pihak pondok pesantren yang telah menerapkan protokol kesehatan dilingkungan ponpes nya, dan sudah mengedukasi para santri untuk menghambat penyebaran virus Covid-19.

"Saya mengucapkan terimakasih kepada pimpinan pondok pesantren yang telah mendukung pemerintah dalam upaya memutus rantai penyebaran Covid-19 khususnya di lingkungan Pondok Pesantren," ucap Maryoto.

"Kedepan Pemerintah akan melakukan New Normal yaitu skenario untuk mempercepat penanganan COVID-19 dalam aspek kesehatan dan sosial-ekonomi dengan tetap mengedepankan disiplin diri serta mematuhi protokol kesehatan," tutup Bupati Tulungagung.


Reporter: Anton ST | Editor: Taufik
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. GEN-ID ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by daguku