Kontak Redaksi: WA 0813-8728-4468, email: koordinator.liputan@gmail.com
Latest Post
portal ini dikembangkan guna pemberdayaan komunitas dan penguatan kelembagaan, pengiriman artikel, foto, video, slip donasi pengembangan web dapat melalui WA 0813-8728-4468
Tampilkan postingan dengan label kriminal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kriminal. Tampilkan semua postingan

Buntut Hilangnya Reklame, 100 Karyawan Sausan Bridal Unjuk Rasa di Polsek Bekasi Utara


GEN-ID | Kota Bekasi - Merasa tidak mendapatkan kepastian hukum, Bridal Sausan yang berlokasi di Villa Indah Permai, Blok D I, No.8, Rt. 001, RW. 033, Kelurahan Teluk Pucung, Kecamatan Bekasi Utara, Bekasi Kota, melakukan aksi unjuk rasa yang di pimpin langsung oleh pemilik Bridal Sausan Siti Rohani, Selasa (24/11/2020).

”Di bulan Febuari saya sudah melaporkan ke Polsek Bekasi Utara, dengan Nomor LP 176/K/11/2020/SPKT/Polsek Bekasi Utara Tertanggal 27/02/2020, terkait hilangnya reklame milik Bridal Sausan," ujar Siti Rohani.

"Adapun tuntutan kami pada aksi ini yaitu, kami meminta, tangkap dan adili pencuri reklame dengan hukuman yang seadil-adilnya," tambah Siti Rohani.

Aksi diikuti sekitar 100 orang dari seluruh karyawan Bridal Sausan yang terdiri dari divisi rias pengantin, tenda, catering, organ tunggal, penyanyi dan lain-lain,  dengan memainkan organ tunggal di depan kantor Polsek Bekasi Utara.


Sementara itu  Kapolsek Bekasi Utara Kompol Chalid.T menjelaskan bahwa benar Bridal Sausan telah melapor kehilangan reklame di bulan Febuari, masalahnya saat itu sedang diterapkan PSBB dan masa pandemi COVID-19, jadi para saksi ahli dan dinas-dinas terkait tidak dapat menghadiri panggilan.

"Tapi proses hukum tetap berjalan, dan semua penanganan sudah sesuai dengan prosedur," ujar Kompol Chalid seraya menjelaskan gelar pekara  akan dilakukan di Polda Metro Jaya.




Reporter: Topan A.N
Editor: Mahar Prastowo

Dinilai Cemarkan Nama Partai, Sejumlah Kader Tuntut MKP Copot MS sebagai Anggota, Pengurus dan DPRD

GEN-ID | Jakarta -  Dianggap cemarkan nama baik partai dalam kasus asusila, MS, ketua DPC PPP Kabupatena Dompu, NTB, dituntut hingga ke Mahkamah Kehormatan Partai oleh sejumlah kader yang ingin menyelamatkan nama baik partai.

"Disini kami tegaskan, bahwa kedatangan kami hadir di sini adalah semata-mata karena kecintaan kami pada partai. Karena disini ada pelanggaran AD/ART, yang mana itu adalah perbuatan merusak!" Tegas Islamsyah, Ketua Bidang Komunikasi DPC PPP Kabupaten Dompu, usai menghadiri panggilan sidang pertama kasus asusila yang melibatkan Ketua DPC PPP Dompu, MS, di Mahkamah Kehormatan Partai, Selasa (27/10/2020).

Islamsyah juga menilai MS tidak mempunyai iktikad baik menyelesaikan permasalahan yang melibatkan dirinya dan mempertaruhkan nama baik partai.

"Dan saya sampaikan kembali, disini ketua (MS, red) yang bermasalah itu tidak beritikad baik. Kami ingin PPP itu kedepan tidak ditinggalkan. Apalagi sebentar lagi PPP mau melaksanakan muktamar, Jangan sampai islam hanya dijadikan alat menarik simpati, Tapi asas PPP ini benar-benar bisa dilaksanakan dengan baik," ujar Islamsyah yang datang ke Mahkamah Kehormatan Partai bersama A.S. Syafrudin serta Abdul Haris.

Islamnyah kembali menegaskan pihaknya selaku kader yang mencintai partai berlambang kakbah ini, membawa masalah yang ada di Kabupaten Dompu ke Mahkamah Kehormatan Partai karena ia ingin menunjukkan bahwa masih ada orang-orang PPP yang cinta asas partai.

"Disini kami tunjukkan bahwa masih ada orang-orang PPP  ini yang masih cinta syariah, cinta asas. Jadi sekali lagi kami tegaskan, kami hadir di tempat ini, urusan ini sampai ke mahkamah kehormatan partai karena bukti kecintaan kami pada partai," kata Islamsyah menegaskan.

Atas ketidakhadiran DPW karena sedang ada kunjungan kerja, serta DPP yang diwakilkan kuasa hukumnya, Erfandi, S.H, M.H, pihaknya dapat memaklumi karena memang partai sedang dalam kesibukan persiapan muktamar.

Meskipun kemudian agenda pembacaan dakwaan tidak bisa dilaksanakan karena tidak lengkapnya unsur yang harus hadir.

Sehingga dengan tidak terlaksananya gelar perkara  pada panggilan sidang pertama ini, maka masih ada dua kali panggilan lagi. Adapun jika pada panggilan ketiga tetap tidak terpenuhi unsur yang harus hadir, hakim tetap akan membacakan agenda sidang.

Diterangkan Islamsyah, pihaknya juga mendapat saran dari hakim untuk memanfaatkan waktu sambil menunggu panggilan sidang kedua, dengan mengupayakan mediasi guna mencapai kesepekatan damai karena merupakan perselisihan dengan saudara di dalam satu rumah besar PPP.

Namun menurut Islamsyah, ia dan kader-kader yang mencintai partai tetap tidak akan berdamai dengan MS, sampai MS disanksi pencopotan sebagai anggota, pengurus dan juga anggota DPRD mengingat pelanggaran terhadap AD/ART yang telah menciderai kehormatan partai.


A.W. Syafrudin, Islamsyah, Abdul Haris di MKP DPP PPP Jakarta


Senada dengan Islamsyah, Wakil Sekretaris DPC PPP Kabupaten Dompu A.W. Syafrudin mengungkapkan bahwa ini bukan sengketa pribadi pihaknya dengan pihak ketua (MS).

"Tapi ini menyangkut tingkah laku ketua kami, dan jelas akan berimbas besar bisa menjatuhkan nama partai," ujar Drs. A.W. Syafrudin saat ditemui usai menghadiri sidang di Mahkamah Kehormatan Partai-MKP DPP PPP di Jl. Indramayu Menteng Jakarta Pusat.

Lanjut Syafrudin, "oleh karena itu kami bagian dari pengurus partai memandang perlu bahwa persidangan ini berlanjut saja, jadi bukan ada perdamaian di luar persidangan. Yang jelas bagi kami pemohon tidak ada ruang untuk damai. Siapapun yang melanggar dan menciderai partai harus dicopot sebagai anggota partai dan juga ketua partai. Termasuk sebagai anggota dewan!"

Lebih jauh diungkapkan A.W. Syafrudin MS tak hanya melanggar asas partai dengan tindakan asusila ini. Melainkan juga melanggar urusan dana-dana partai.

"Dia tidak pernah mengajak diskusi, tidak pernah melibatkan yang lain. Sehingga sampai 10 poin menurut kami kesalahannya dalam kaitan anggaran," terang A.W. Syafrudin.

Sehingga pihaknya akan terus mengawal sidang MKP sampai MS dicopot karena telah menciderai partai dengan melanggar AD/ART partai pasal 11 butir 3 yaitu menjunjung tinggi kehormatan dan nama baik PPP.

Panggilan sidang hari Selasa (27/10/2020) ini pertama dilakukan sejak dimasukkannya aduan oleh sejumlah kader PPP DPC Dompu, NTB. Aduan DPC Dompu sampai ke Mahkamah Partai karena aduan yang telah disampaikan melalui pesan whatsapp  ke provinsi dan DPP tidak kunjung mendapat respon, yang kemungkinan disebabkan kesibukan para pengurus partai jelang muktamar. Para kader DPC PPP Dompu yang hadir bersama Syafrudin merasa bahwa semua mekanisme sudah berjalan termasuk hakim menawarkan mediasi guna melakukan perdamaian.

Sementara itu Erfandi, S.H, M.H yang ditunjuk menjadi Kuasa Hukum DPP PPP mengatakan saat ini belum bisa masuk dalam proses pembuktian benar atau salah karena masih proses pemeriksaan awal. "Saat ini proses masih dalam tahap pemeriksaan.kami belum bisa masuk dalam proses pembuktian benar atau salah atau siapa yang benar siapa yang salah, kami belum bisa masuk. Ini masih proses pemeriksaan awal karena konsep hukum kita ada azas, kita harus saling menghormati," tutur Erfandi.

Pada kesempatan yang sama kuasa hukum Ketua DPC PPP Dompu memilih untuk tidak berkomentar, karena agenda sidang tak jadi dibacakan hari ini.




Ketua Majelis Persidangan Mahkamah Kehormatan Partai PPP Ali Hardi Kiai Demak menerangkan, sidang yang direncanakan di Mahkamah Kehormatan Partai hari ini, direncanakan menjadi sidang pertama di perkara yang terjadi di DPC Dompu NTB ini. Semua pihak sudah diundang, namun belum terpenuhi seluruh unsur atau para pihak yang harus hadir, dalam hal ini pihak DPW, dan pihak DPP yang menunjuk kuasa hukum namun saat hadir tidak membawa surat kuasa. 

Ali Hardi Kiai Demak mengungkapkan, masih ada panggilan kedua dan ketiga. Apabila pada panggilan ketiga tetap tidak dapat hadir lengkap seluruh pihak, persidangan tetap akan digelar. Dan dalam masa tenggat yang ada, pihaknya menyarankan apabila akan dilakukan upaya mediasi oleh kedua pihak guna mencapai perdamaian. 

Berita terkait: 
Buntut Kasus Asusila Ketua DPC PPP Dompu, Sejumlah Kader Ancam Keluar dari Partai

 





Reporter: Agus Wibowo, Haris, Topan
Editor: Mahar Prastowo

Bermodal Akun Facebook, Pemuda Lampung Nekad Sebar Foto dan Video Asusila


GEN-ID | Serang – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Banten melakukan press conference terhadap keberhasilan dalam mengungkap dan menangkap penyebar foto dan video yang bermuatan asusila anak di bawah umur yang diunggah di media sosial.

Kapolda Banten Irjen Pol. Drs. Fiandar melalui Dir Reksrimsus Polda Banten Kombes Pol. Nunung Syaifuddin mengungkapkan berdasarkan laporan dari korban dengan Nomor LP/257/VIII/RES.2.5./2020/BANTEN/SPKT I Tanggal 14 Agustus 2020, berhasil mengamankan satu tersangka yaitu RK (22) warga Desa Sidosari Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan Provinsi Lampung masih berstatus sebagai Mahasiswa.

“Sesuai keterangan para saksi personel ditreskrimsus Polda Banten berhasil mengamankan tersangka RK (22) beserta barang bukti berupa 1 (bundle) Screen Shoot percakapan whatsapp antara korban dengan pelaku, 1 unit Handphone milik korban yang digunakan komunikasi dengan pelaku, dan 1 unit Handphone milik tersangka berikut dengan kartu selular pada saat komunikasi dengan korban,” kata Nunung Syaifuddin yang didampingi Kabidhumas Kombes Pol. Edy Sumardi Rabu (26/08/2020) saat menyampaikan penjelasan kepada awak media di ruang Press Conference Polda Banten.

Lebih lanjut Nunung Syaifuddin menyampaikan, berawal dari korban JL (dibawah umur), menerima pertemanan akun Facebook atas nama D dengan link url https://www.facebook.com/xxx pada bulan juni 2020 untuk tanggalnya korban lupa, pertemanannya diterima dengan menggunakan akun facebook miliknya pribadi atas nama J dengan link url https://www.facebook.com/xxx dan mereka saling berkomunikasi menggunakan media social facebook sampai dengan bulan juli 2020 untuk tanggalnya korban lupa, pemilik akun facebook atas nama D tersebut meminta nomor Whatsapp melalui Inbox Facebook, dan korban langsung memberikan nomor selular miliknya dengan alasan, yang bersangkutan hanya menjawab untuk komunikasi. Setelah korban memberikan nomor whatsapp pribadi dengan nomor 083829144xxx, setelah itu muncul nomor baru pada handpone korban dengan nomor 0895230086xxx yang mengaku atas nama KK LIZA als (tersangka) RK (22). 

“Tidak lama kemudian pemilik nomor whatsapp tersangka meminta korban untuk melakukan foto tanpa busana, dengan bujuk rayu tersangka akhirnya korban berfoto dan video dengan tanpa busana dan korban kirimkan melalui pesan whatsapp dan inbox ke facebook. Sekitar tanggal 30 Juli 2020 13.00 Wib korban diinformasikan oleh temennya bahwa beredar foto korban dengan tanpa busana di akun facebook atas nama J https://www.facebook.com/xxx miliknya, dan ketika korban membuka akun facebook tersebut sudah tidak bisa digunakan kembali, dan video tersebut sudah beredar di lingkungan sekolah korban,” ujar Nunung.



Nunung Syaifuddin menjelaskan dari hasil penyelidikan terhadap dugaan tindak pidana ITE dan berdasarkan Laporan Polisi dari pelapor pada tanggal 14 Agustus 2020, tim Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Banten melacak keberadaan terakhir pemilik akun Facebook atas nama D.

“Setelah diketahui keberadaan pemilik akun Facebook atas nama D, pada hari rabu tanggal 19 Agustus 2020 sekitar pukul 20.15 WIB di Desa Sidosari Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan Provinsi Lampung, Tim Subdit V SIBER melakukan penangkapan terhadap pemilik akun Facebook atas nama D yang kemudian pemilik akun tersebut diketahui milik RK. Tersangka RK ditangkap dan diamankan Tim Siber Ditreskrimsus Polda Banten di bawah pimpinan AKP Asep Ariful Bahri, S.H., M.M., selanjutnya RK dibawa ke Ditreskrimsus Polda Banten untuk dimintai keterangan serta proses penyidikan lebih lanjut,” ungkap Nunung.

Sementara itu Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol. Edy Sumardi mengatakan modus dari pelaku yaitu melakukan pertemanan melalui media sosial facebook yang selanjutnya bertukar nomor whatsapp, setelah korban terbujuk rayu dan mau membuka busananya, tersangka meminta untuk melakukan kegiatan seksual dengan dikirimkan melalui pesan whatsapp dan jika permintaan tersangka itu tidak di penuhi, tersangka mengancam akan memviralkan video bugil tersebut dengan menggunakan akun facebook milik korban, sehingga seolah-olah korban sendiri yang mengupload video tersebut ke dalam media sosia facebook.

“Motif dari tersangka RK (22) untuk Mendapatkan kepuasan sendiri dengan mengoleksi foto/video anak dibawah umur tanpa busana yang selanjutnya digunakan tersangka untuk mastrubasi,” ujar Edy.

Atas perbuatannya, RK (22) dikenai Pasal 37 UU RI NO 44 TAHUN 2008 TTG Pornografi, Pasal 76 i UU RI NO 23 TAHUN 2020 TTG Perlindungan Anak, Pasal 45 ayat (1) Jo 27 ayat (1) UU RI Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan ancaman pidana Maksimal 16 Tahun Penjara dan denda 1.000.000.000 (satu Miliar).

Terakhir Edy Sumardi menghimbau kepada orang tua harus selalu mengawasi penggunaan gadget atau HP terhadap anaknya.

“Terkait kasus ini saya menghimbau kepada seluruh orang tua khususnya yang berada di wilayah hukum Polda Banten agar selalu memantau atau mengawasi anaknya jangan sampai ada lagi korban kasus seperti ini,” pungkas Kombes Edy. 





Editor: Taufik

Diduga Tak Bayar Hutang, Warga Pekanbaru Diculik dan Disiksa

GEN-ID | Pekanbaru - Satuan Reserse Kriminal Umum Polresta Pekanbaru berhasil mengungkap dan mengamankan lima orang pelaku penculikan, penyekapan dan pemukulan terhadap korban inisial W (40), Jum'at (14/08).

Kapolresta Pekanbaru H. Nandang Mu'min Wijaya, S.I.K., M.H. melalui Kasat Reskrim Kompol Awaludin Syam, S.I.K. dalam press conference membenarkan terjadinya perkara penculikan dan penyekapan terhadap korban W di jalan jendral sudirman, yang terjadi pada hari Sabtu tanggal 25 Juli 2020.

"Peran kelima tersangka H.S alias A alias S (34), Y.M alias Y (39), D.M alias D (28), betugas menjemput, menyekap dan memukul korban, tersangka S alias S bin AK (39) bertugas menjemput, menjaga selama penyekapan diri korban, sedangkan tersangka J.A.P alias P (39) bertugas menyekap, menjaga dan menjemput korban dengan menggunakan sepeda motor," tambah Kasat Reskrim.

"Motifnya adalah hutang piutang, namun saat ini sedang dalam penyelidikan petugas," tambah Kasat.

Tersangka ditangkap di tiga tempat yaitu di jalan jendral sudirman, jalan tambusai dan jalan kapling, berikut barang bukti, 1(satu) unit sepeda motor yamaha Lexy warna abu-abu nomor polisi BM 6153  AAO, 1(satu) pasang borgol besi merek Polri dan 1(satu) batang pecahan kursi plastik warna orange dengan panjang kurang lebih 35 cm.

Terhadap tersangka HS alias A alias S, YM alias Y, dan DM dijerat pasal 328 atau pasal 333 dan 170 K.U.H.Pidana, sedangkan tersangka S alias S bin AK dan tersangka JAP alias P, dijerat pasal 328 atau pasal 333 K.U.HPidana.





Editor: Taufik

Polsek Tenayan Raya Amankan Pelajar Pencuri Laptop

GEN-ID | Pekanbaru - Team Buser Polsek Tenayan Raya amankan pelaku pencurian laptop disebuah sekolah swasta wilayah Kecamatan Tenayan Raya Kota Pekanbaru.

Saat itu Selasa (04/08), korban Rahmad Danil tidur di ruangan kelas, seketika korban terbangun dari tidurnya sekitar jam 06.00 wib pagi di ruang kelas III A SD Taruna Islam, saat terbangun korban kehilangan 1 (satu) buah laptop Asus warna putih dan 1 (satu) buah cas handphone Sony experia Z 5 warna putih yang mana diletakkan disamping korban tidur. 

Kemudian korban menghubungi Kepala Yayasan atas nama Supriadi untuk meminta rekaman di tempat korban tidur kemudian Supriadi mengirimkan hasil rekaman dan melihat ada 1 (satu) orang yang tidak dikenal memakai masker putih berbaju merah maron dan bercelana pendek kuning masuk kedalam ruangan kelas dan mengambil diduga laptop yang hilang tersebut, pelaku keluar melalui pintu ruangan kelas sambil menenteng barang yang diambilnya dari kelas tempat korban istirahat.

Korban menyebarkan dan memberitahukan kepada warga sekitar sekolah tentang kejadian pencurian yang menimpa dirinya dengan ciri-ciri pelaku menggunakan masker putih , berbaju merah maron dan bercelana pendek kuning.

Senin (10/08) sekitar pukul 17.00 wib saksi dapat informasi dari salah seorang warga bahwa pernah melihat orang yang menggunakan pakaian yang sama disalah satu rumah warga.

Saat mendatangi rumah warga tetsebut namun pelaku tidak berada dirumah dan sekira pukul 22.00 wib warga berhasil mengamankan pelaku di Pos Ronda Jl. Melur, tersangka merupakan seorang pelajar berinisial JN (16) beralamat di jalan Kertama Kel. Marpoyan Damai Kecamatan Tenayan Raya Kota Pekanbaru.

Mendapatkan laporan pencurian tersebut Kapolsek Tenayan Raya Kompol H. M. Hannafi memerintahkan Kanit Reskrim Iptu E.J. Manulang bersama Katim Buser Ipda Budhi Hartono serta piket fungsi mendatangi tempat pelaku diamankan warga.

Saat dilakukan introgasi, pelaku mengakui benar melakukan pencurian tersebut sendirian, 1 (satu) buah laptop Asus warna putih dan 1 (satu) buah cas handphone Sony experia Z 5 warna putih, kemudian terhadap pelaku JN beserta barang bukti dibawa ke Polsek Tenayan Raya guna dilakukan Penyelidikan lebih lanjut.

Penerapan Pasal yang disangkakan kepada pelaku pasal 363 K.U.HPidana, motif pelaku melakukan pencurian untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dikarenakan pelaku tak memiliki tempat tinggal.




Editor: Taufik

Polres Siak Bekuk Ayah Perkosa Anak Kandung


GEN-ID | Siak - Polres Siak Berhasil mengamankan seorang laki-laki AP (49) pelaku persetubuhan dengan anak kandungnya sendiri.

Korban JP (21) menceritakan pada saat melapor di Polres Siak (01/08/20), bahwa dia disetubuhi oleh ayah kandungnya pada 2013 lalu, pada saat itu JP masih berusia 13 tahun dan masih duduk di bangku SMP serta tidak ingat lagi tanggal kejadiannya.

Dari pengakuan JP, tersangka AP memaksa menyetubuhi nya sebanyak 3 kali dalam waktu beberapa hari berselang setelah perbuatan tersangka pertama kali kepada korban JP.

Kapolres Siak AKBP Doddy F.Sanjaya, S.H., S.I.K., M.I.K. melalui PS. Paur Subbag Humas Polres Siak Bripka Dedek Prayoga menerangkan bahwa selama ini korban JP diancam oleh tersangka AP jika melapor atau mengadukan kepada siapa pun.

"Korban tidak pernah menceritakan kejadian tersebut kepada siapapun dikarenakan mendapat ancaman dari ayah kandungnya dengan mengatakan. Alasan korban mau melapor dikarenakan beberapa hari sebelumnya diadakan kumpul keluarga. Dari pihak ibu korban bahwa tersangka ketahuan selingkuh dengan orang lain, dan diketahui juga bahwa tante korban  sempat hendak dilakukan pemerkosaan oleh tersangka, namun tante korban berhasil melawan. Atas dasar itulah korban memberanikan diri menceritakan hal yang dialami kepada ibu dan keluarga dari pihak ibu korban," jelas Dedek.

Dedek juga menerangkan bahwa Tersangka mengakui perbuatan nya dan saat sekarang ini tersangka sedang dilakukan proses penyidikan oleh Unit PPA ( Pelayanan Perempuan dan Anak ) Satuan Reserse Kriminal Polres Siak.

"Tersangka dijerat Pasal 81 Ayat (1) dan (3) UU RI No. 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU No.1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU No. 23 th 2002 tentang perlindungan anak menjadi UU dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara," tutup Dedek.



Reporter: Abdul Rozak | Editor: Taufik

Polres Siak Bekuk Pelaku Curas Pinggir Jalan



GEN-ID | Siak - Kapolres Siak AKBP Doddy F. Sanjaya, S.H., S.I.K., M.I.K. didampingi Kasat Reskrim Polres Siak AKP Noak P. Aritonang, S.I.K. dan Kanit Reskrim Polsek Minas Iptu Dafris, S.H., M.H. saat Konferensi Pers (04/08) menerangkan perkara pencurian dengan kekerasan yang terjadi di dua TKP yang berbeda dalam waktu yang hampir bersamaan dengan pelaku yang sama. Pertama pada hari Jumat (26/06) sekira pukul 23.30 Wib. Kedua pada hari Sabtu (27/06) sekira Pukul 02.00 WIB.

"Jadi harinya berbeda namun rentang waktunya itu kurang lebih cuma 2 jam 30 menit, yang satu hari Jum'at pukul 23.30 WIB, yang satu lagi hari Sabtu pukul 02.00 WIB dini hari. TKP pertama yaitu Jalan Yos Sudarso KM. 42 Kampung Minas Barat Kecamatan Minas Kabupaten Siak, tepatnya di tepi jalan aspal di pinggir jalan utama. TKP kedua itu di Jalan Yos Sudarso KM. 32 Kampung Minas Barat Kecamatan Minas sama di pinggir jalan juga," ucap Kapolres Siak.

Selanjutnya AKBP Doddy menjelaskan bahwa TKP pertama sasaran mereka adalah truk yang mengangkut batu bata korbannya dua orang IS (37) dan AZ (50).

"Kedua korban saat itu yang satu sedang mengemudi dan yang satu sebagai kernet kendaraan dump truk, kendaraan truknya tiba-tiba dipepet oleh 1 Kijang Innova warna hitam dengan jumlah orang di dalamnya 5 orang laki-laki. Mereka disuruh ke pinggir, karena melihat situasi sepi dan gelap, mereka tidak mau ke pinggir dan berhenti, lalu Kijang Innova ini kembali menyalip lagi dengan mobil langsung di palang kan atau melintang menghadang mobil dump truk korban ini, selanjutnya salah satu korban keluar menanyakan ada apa, lalu disampaikan sama para pelaku ini untuk masuk ke dalam mobil mereka menghadap ke bos. Karena melihat gelagat tidak baik sehingga korban yang di TKP pertama ini melakukan perlawanan dan dikeroyok 4 orang pelaku, korban mengalami luka dibagian kepala, karena takut mobilnya dirampas korban dengan kepala terluka langsung melarikan mobil nya untuk mencari bantuan, satu kawannya tertinggal di TKP (AZ), namun dari para pelaku ini tidak melakukan tindakan-tindakan kekerasan kepada AZ, hanya mengambil handphone dan dompet dari korban itu sehingga untuk TKP pertama yang didapatkan oleh para tersangka ini adalah handphone dan dompet saja," terang Kapolres.

Karena di TKP Pertama pelaku tidak berhasil mendapatkan yang diinginkan, mereka melakukan pengintaian di sepanjang jalan minas, sampai di TKP Kedua di Jalan Yos Sudarso KM. 32 Kampung minas, ada 1 truk canter dengan muatan buah sawit sedang berhenti di pinggir jalan istirahat, tiba-tiba datanglah pelaku dengan modus yang sama salah seorang pelaku memerintahkan korban masuk ke mobil pelaku.

"Supir tersebut diancam oleh para pelaku lalu diikat dengan kabel T termasuk kernet nya juga demikian. Tanpa perlawanan diikat tangannya dan ditutup matanya. Selanjutnya kedua korban pengemudi dan kernet truk dibawa ke daerah pinggir kecamatan pinggir, kedua korban dibuang disalah satu perkebunan sawit di daerah kecamatan pinggir. Selanjutnya truk canter tersebut dibawa pelaku dan buah sawit nya di jual di daerah rumbai," lanjut AKBP Doddy.

Dari kedua laporan tersebut, Polsek Minas langsung melakukan penyelidikan, dari korban di TKP Kedua menjelaskan bahwa, pelaku sempat mengambil uang dari ATM menggunakan Kartu ATM korban. Dari rekaman CCTV ATM, Polsek minas mendapatkan petunjuk.

"Berdasarkan petunjuk tersebut anggota kita melanjutkan penyelidikan dan diketahuilah keberadaan para pelaku dan kita amankan 2 pelaku di rumahnya masing-masing RS (36), RP (39) dan untuk ketiga pelaku lainnya RO, EM, RT masih dalam pengejaran. Namun alhamdulillah barang bukti mobil innova yang digunakan sebagai sarana untuk melakukan perbuatannya sudah bisa kita amankan inilah disamping rekan-rekan dan barang bukti mobil truk yang diambil oleh mereka kita amankan juga kemarin," tutup Doddy.

Pelaku akan dijerat dengan pasal 365 ayat 1 dan ayat 2 ke-1, ke-2 Kitab Undang Undang Hukum Pidana ( KUHP ) dengan ancaman pidana paling lama dari 12 tahun penjara.




Reporter: Abdul Rozak | Editor: Taufik

Main Judi Berkedok Permainan, Warga Minas Ditangkap Polisi



GEN-ID | Siak - Berawal informasi dari masyarakat Senin (27/07), bahwa di wilayah Kecamatan Minas ada perjudian jenis permainan tembak ikan.

Menindaklanjuti itu, Tim Opsnal Sat Reskrim Polres Siak langsung melakukan penyelidikan ke lokasi yang dimaksud.

Setiba di lokasi sekitar pukul 10.30 wib, tepatnya di sebuah warung di Jalan Yos Sudarso KM. 45 RT. 001 RW. 004 Desa Minas Barat Kecamatan Minas Kabupaten Siak, Tim Satreskrim Polres Siak melihat ada seorang pria dan wanita tengah berdiri di meja judi tembak ikan tersebut, setelah dilakukan pemeriksaan terhadap saksi - saksi dan diduga tersangka SL (42) dan FR (35), team mengamankan terduga dan menyita barang bukti. Selanjutnya melakukan pencarian terhadap M(50) yang diduga sebagai pemilik mesin permainan tersebut.

Kapolres Siak AKBP Doddy F. Sanjaya, S.H., S.I.K., M.I.K. melalui Ps Paur Humas Bripka Dedek Prayoga mengatakan, keberhasilan kepolisian dalam pengungkapan dugaan perjudian berkedok gelper tembak ikan ini berkat adanya laporan dari masyarakat sekitar.

"Kita menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Siak apabila ada yang melihat, mendengar atau mengetahui tentang adanya kegiatan serupa atau terjadi tindak pidana lainnya agar segera melaporkan kepada pihak kepolisian terdekat, dan kita juga menghimbau mengingat situasi saat ini masih dalam masa pandemi Covid-19 agar bersama sama kita cegah penyebaran virus ini dengan menggunakan masker, selalu mencuci tangan dengan sabun dengan air mengalir, membawa hand sanitizer dan hindari kerumunan atau jangan berkumpul kumpul dahulu serta tetap dirumah saja bagi orang tua dan anak-anak," ujar Bripka Dedek.(HPS).




Reporter: Abdul Rozak | Editor: Taufik

Ketua IWO Rohil Kecam Sikap Arogan Anggota DPRD Siak





GEN-ID | Rohil - Ketua Ikatan Wartawan Online Kabupaten Rokan Hilir Indra Kurniawan Akbar mengecam keras sikap Syamsurijal, S.H., M.Kn., Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Siak yang kurang pantas terhadap wartawan beritatime.com, Kamis (23/07).

"Atas nama Ikatan Wartawan Online Kabupaten Rokan Hilir menyayangkan sikap saudara Syamsurijal, S.H., M.Kn. terhadap wartawan yang dinilai tidak etis selaku anggota Dewan," kesal Indra.

Ketua IWO Rohil juga berharap kepada wartawan yang bersangkutan untuk melanjutkan kasus ini ke Badan Kehormatan DPRD Kabupaten Siak

"Kami mendukung agar hal ini dilaporkan kepada aparat penegak hukum dan Badan Kehormatan DPRD Siak agar saudara Syamsurijal, S.H., M.Kn. bisa ditindak atau setidaknya bisa dibina agar dikemudian hari tidak lagi mempermalukan lembaga perwakilan rakyat yang terhormat," ujar Indra.

Sebelumnya diberitakan bahwa caci-maki yang dilontarkan Ketua Komisi I DPRD Siak tersebut bermula dari konfirmasi wartawan nawacitapost.com tentang dugaan pungli yang dilakukan oleh  Kepala Sekolah SMAN 3 Tualang Siak yang tak lain adalah istrinya sendiri , Selasa (21/07).(RIS)




Reporter: Taufik | Editor: Mahar Prastowo

Unit PPA Polda Sumbar Ungkap Kasus Prostitusi Libatkan Anak Dibawah Umur

Reporter: Riki Abdillah | Editor: Mahar Prastowo










GEN-ID | Padang
- Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol. Satake Bayu, S.I.K bersama Unit PPA (Pelayanan Perempuan dan Anak) Subdit IV Ditreskrimum Polda Sumbar, hari ini Rabu (22/07/2020) menggelar Konferensi Press pengungkapan kasus eksploitasi dan perdagangan orang dengan  menghadirkan tersangka dan sejumlah barang bukti di Mapolda Sumbar.

Dalam kasus ini polisi mengamankan sejumlah barang bukti antara lain uang sejumlah Rp.1.000.000,- (satu juta rupiah), 1 unit HP merk OPPO F9, 1 unit HP merk Iphone X, 1 Simcard Telkomsel, 1 Simcard Three, 1 buah kondom merk Fiesta warna merah, 1 buah sarung kunci kamar hotel A dengan tulisan 340 warna putih dan 1 buah kartu kunci kamar hotel A dengan nomor kamar 329.

Ipda Doni Rahmadian, S.E selaku Panit I Subdit IV Ditreskrimum Polda Sumbar mengungkapkan  kasus ini bermula dengan adanya informasi dari masyarakat soal maraknya  kasus prostitusi  ditengah masa pandemi covid-19. Menindaklanjuti laporan yang masuk Unit PPA Polda Sumbar beserta Opsnal Ditreskrimum Polda Sumbar melanjutkan dengan melakukan penyelidikan terkait kasus eksploitasi dan perdagangan orang tersebut.

Alhasil pada hari Sabtu 18 Juli 2020 sekitar pukul 21.30 WIB Unit PPA Polda Sumbar beserta Opsnal Ditreskrimum Polda Sumbar berhasil melakukan penangkapan terhadap seorang laki-laki berinisial D.E.P umur 26 tahun, terkait dengan peristiwa eksploitasi anak secara seksual dan tindak pidana perdagangan orang. TKP penangkapan ini dilakukan di sebuah hotel A di Jalan Bundo Kanduang, Kota Padang.

Pada saat penangkapan diamankan juga 2 orang wanita atas nama inisial T.F.P (19 tahun) dan seorang lagi sebut saja bunga, masih di bawah umur yaitu 16 tahun. Kedua wanita ini sedang berada di dalam kamar 329 dan 340 atas suruhan D.E.P yang menjadi “mucikari” untuk melayani 2 orang tamu laki-laki dengan dibujuk dan diiming-imingi imbalan sejumlah uang oleh D.E.P.

Setelah mengamankan mucikari dan 2 orang wanita tersebut, Unit PPA Polda Sumbar beserta Opsnal Ditreskrimum Polda Sumbar langsung membawa ketiga orang tersebut untuk menjalani pemeriksaaan dan meminta keterangan lebih lanjut yang dituangkan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) di Unit PPA Ditreskrimum Mapolda Sumbar. Selanjutnya di terbitkan Surat Perintah Penahanan terhadap mucikari D.E.P dengan dengan nomor: SP. HAN/34/VII/2020 tanggal 19 Juli 2020 dan terhadap 2 wanita atas nama T.F.P umur 19 tahun dan “sebut saja bunga” umur 16 tahun di titipkan ke Panti Sosial Karya Wanita (PSKW) Andam Dewi Kab. Solok untuk dilakukan rehabilitasi.

Tersangka D.E.P diketahui berdomisili  di Kota Pariaman, sedangkan korban T.F.P berasal dari kota Padang dan korban “bunga”  merupakan siswa putus sekolah dari luar Sumbar.

Tersangka D.E.P dikenakan Pasal 2 Jo Pasal 17 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2017, tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang, dengan ancaman dengan hukuman pidana penjara paling singkat 3 (tiga) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun dan ditambah 1/3 dari ancaman hukuman pidana dikarenakan korban merupakan anak di bawah umur,  dan atau Pasal 88 Jo Pasal 76 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016, tentang perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002, tentang perlindungan anak, pelaku di ancam pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun.

"Tersangka D.E.P modusnya menawarkan korban kepada tamu ST dengan menggunakan aplikasi WA dengan tarif 800ribu, dan 1,9 juta untuk LT. Kedua korban wanita dan tersangka mucikari sudah kenal dalam pertemanan, dan dalam pembagian hasil untuk pekerjaan ST, tersangka D.E.P mendapat 200rb sedangkan korban 600rb. Sejak Januari hingga Juli 2020 ini Unit PPA Ditreskrimum Polda Sumbar sudah mengungkap kasus serupa sebanyak 2 kasus," terang Ipda Doni.[gi]

Suling Minyak Secara Ilegal, Empat Warga Dumai Ditangkap Polisi



GEN-ID | Dumai - Direktorat Reskrimsus Polda Riau berhasil menggulung sindikat penyulingan minyak mentah yang disuling menjadi bahan bakar minyak jenis solar dan bensin.

Dalam penggrebegan yang dilakukan di Jalan Mataram Kelurahan Bukit Kayu Kapur Kecamatan Bukit Kapur Kota Dumai pada 2 Juli 2020 lalu, petugas berhasil membekuk 4 (empat) orang pelaku yang memiliki peran mulai dari Pengelola dan Pengawas, Pekerja hingga Penyuplai Minyak Mentah.

Saat pelaksanaan konferensi pers yang digelar di TKP pada Minggu (19/07), Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi, S.H., S.I.K., M.Si. yang hadir bersama Wakapolda Riau, Walikota dumai, Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagut, MGR Security Operations Chevron, Manajer HSS Pertamina, Kabid Humas, Wadir Krimsus serta Kapolresta Dumai mengatakan, pengungkapan perkara penyulingan minyak mentah ilegal ini merupakan hasil penyelidikan panjang yang dilakukan oleh pihaknya.

“Dalam pengungkapannya, Direktorat Reskrimsus Polda Riau berhasil mengamankan sejumlah barang bukti yakni 46 Ton Bahan Bakar Minyak Yang Terdiri Dari 14 Ton Minyak Hasil Olahan Yang Diduga Bahan Bakar Minyak Jenis Solar Berada Di Dalam 15 Baby Tank, 32 Ton Minyak Mentah 12 Ton Diantaranya Berada Dalam Tungku Masak, 13 Ton Berada Dalam Bak Timbun Dan 7 Ton Berada Dalam Bak Besi. Kemudian 2 Unit Mesin Hisap Merk Robin Beserta Selang, 1 Unit Mesin Donfeng, 8 Unit Mesin Blower, 4 Buah Tungku Pemasak Minyak dan 1 (Satu) Unit Mobil Tangki Merk Fuso Nomor Polisi (Nopol) BA 9343 QU,” jelas Kapolda.

Adapun keempat tersangka yang berhasil diamankan diantaranya ialah DA (58) berperan sebagai Pengelola Dan Pengawas Kegiatan, BS (27) dan JN (46) berperan sebagai Pekerja. Dan seorang penyuplai minyak mentah yakni AM (38) yang merupakan salah seorang karyawan PT. Arthindo Utama yang merupakan Kontraktor PT. Chevron Pacific Indonesia yang bertugas membersihkan dan memperbaiki sumur minyak.

“Modus yang dilakukan oleh tersangka AM yang berusia 38 tahun ini adalah, tersangka mengambil hasil pembersihan sumur minyak berupa campuran minyak mentah yang bercampur dengan air dan lumpur (fluida). Selanjutnya fluida tersebut diangkut menggunakan Truck Tangki Vakum milik PT. Arthindo Utama keluar dari Area PT. Chevron Pacific Indonesia dan dijual kepada pelaku AW (DPO) selaku pemilik usaha penyulingan minyak mentah ini. Padahal seharusnya fluida yang didapat dari hasil pembersihan dan perbaikan sumur minyak milik PT. Chevron Pacific Indonesia dikembalikan kepada PT. Chevron Pacific Indonesia melalui Gathering Station, namun oleh pelaku AM (32), fluida tersebut di jual dengan harga Rp.500 (Lima Ratus Rupiah) perliter,” ungkap Irjen Agung.

Sedangkan solar dan bensin hasil olahan illegal tersebut dijemput langsung oleh pelanggan yang membeli minyak tersebut dilokasi penyulingan.

“Dari pengakuan mereka kegiatan ini baru berlangsung sejak awal 2020, namun hasil pengembangan yang kita lakukan penyulingan ilegal ini sudah berlangsung selama dua tahun. Kita masih terus melakukan penyelidikan mendalam terhadap pengungkapan perkara ini dan mudah-mudahan bisa mengungkap lebih dalam lagi perkara ini dan bisa menangkap tersangka lainnya dibalik kegiatan ilegal ini. Saya mengapresiasi kinerja dari Ditkrimsus atas keberhasilan pengungkapan kasus ini," terang Kapolda.

Sementara itu perwakilan SKK Migas Haryanto Safri mengaku SKK Migas sangat terbantu atas penangkapan ilegal tipping.

“Kami sangat terbantu dan kami mengapresiasi Kapolda Riau yang telah berhasil menangkap ilegal tipping ini," ujar Safri.

Rudi Permadi dari pihak Cevron juga menyatakan apresiasinya.

“Selamat kepada Pak Kapolda dan Jajaran yang telah berhasil menangkap illegal tipping, Chevron bertugas untuk memproduksi minyak untuk negara kita," terang Rudi.

Keempat tersangka disangkakan Pasal 53 Huruf A, C, Jo Pasal 54 Undang Undang RI Nomor 22 Tahun 2001 Tentang Minyak Dan Gas Bumi Jo Pasal 55 Ayat (1) Ke 1 KUHPidana, dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan denda paling tinggi Rp60.000.000.000,00 (enam puluh miliar rupiah).(HPR).




Reporter: Taufik | Editor: Mahar Prastowo

Kapolda Riau Ajak Masyarakat Perangi Narkoba


GEN-ID | Berlokasi di Jalan Suka Ramai Rt 02 Rw 09 Kelurahan Tangkerang Tengah Kecamatan Marpoyan Damai Pekanbaru Selasa (09/06/2020), Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setia Imam Effendi, S.H, S.I.K, M.S.I bersama Wakapolda Brigjen Pol Drs. Tabana Bangun, M.S.I dan Walikota Pekanbaru Drs. H. Firdaus, M.M meninjau lokasi sebuah rumah yang 2 hari sebelumnya digerebeg Tim Direktorat Narkoba Polda dan berhasil mengamankan 1 orang pelaku AK berikut Barang Bukti 24 kg sabu dan 6 unit timbangan digital yang tersimpan dalam mobil.

Setelah peninjauan, Kapolda melakukan konferensi pers yang dihadiri oleh masyarakat sekitar dengan menerapkan protokol kesehatan, menjelaskan bahwa Narkoba adalah musuh kita bersama. 

“Beberapa hari lalu ada kejadian ayah membunuh anak tirinya dan itu tidak terlepas dari pengaruh Narkoba. Jauhi narkoba, karena merusak tata kehidupan kita semua, Polda Riau sudah membentuk tim satuan tugas untuk memberantas narkoba maupun tindak pidana lainnya yang bertujuan untuk membuat masyarakat lebih baik dan nyaman," jelas Kapolda.

“Saya minta seluruh masyarakat agar dapat menginformasikan apabila mempunyai informasi yang berkaitan dengan pelanggaran tindak pidana,” harap Irjen Agung.

Sementara itu Walikota Pekanbaru Firdaus mengatakan narkoba adalah musuh bangsa, narkoba membunuh hingga 15 orang setiap harinya. "Lakukanlah pengawalan terhadap kampung kita serta timbulkanlah rasa kepedulian kita untuk saling mengawasi aktifitas di mana kita bertempat tinggal, camat dan lurah agar lebih mengaktifkan dan memberdayakan masyarakat serta FKPM pada setiap kelurahan,” pinta Firdaus

Seorang tokoh Agama Irwan Ali menyampaikan ucapan terimaksihnya kepada jajaran Polda Riau atas pengungkapan kasus Narkoba yang terjadi. "Kami selaku toga (tokoh agama, red) akan terus tetap mengajak masyarakat utk menghindari Narkoba," ujar Irwan.

Begitupun tokoh masyarakat Mardius Ismail yang sangat mengapresiasi atas kinerja Polda Riau. "Dengan terungkapnya Narkoba ini dapat menyelamatkan ribuan nyawa warga kita ataupun masyarakat kita. Sekali lagi kami juga mengajak kepada masyarakat agar sama-sama peduli dengan lingkungan tempat tinggal kita," jelas Ismail.

Tak ketinggalan tokoh perempuan, Kartini, yang juga anggota dewan menyatakan apresiasinya kepada kepolisian atas memberantas narkoba. “Kami meminta Pak Kapolda jangan berhenti sampai disini untuk pengungkapan narkoba, lakukanlah terus menerus untuk perubahan yang nyata bagi bangsa ini, kami sangat mendukung pak,” jelas Kartini.

Sebagaimana telah diungkap, Direktorat Narkoba Polda Riau telah berhasil menggulung peredaran narkoba di TKP tersebut pada Minggu (07/06/2020), dengan  berhasil mengamankan pelaku berinisial AK yang mengakui menyimpan narkoba jenis sabu di dalam mobil yang diparkir di halaman rumah orangtuanya.

Pelaku menyimpan narkotika jenis sabu sebanyak 24 kotak, dengan cara menyembunyikan di dalam Mobil Innova hitam B 1088 FKA sehingga tidak diketahui tanda-tanda adanya barang haram tersebut.

Pelaku dijerat Pasal 114 Ayat (2) Jo Pasal 112 ayat (2) UU RI NO 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan Ancaman Hukuman mati atau penjara paling singkat 5 (lima) tahun, paling lama 20 (dua puluh) tahun. (HPR)


Reporter : Taufik | Editor : Mahar P

Selingkuh Berujung Maut Terungkap di Siak


GEN-ID | Polres Siak berhasil meringkus pelaku pembunuhan di perkebunan kelapa sawit perkutut Bukit Agung Kecamatan Kerinci Kanan Kabupaten Siak, motif pelaku membunuh korban karena cemburu istri pelaku diketahui berselingkuh dengan korban.

Kapolres Siak AKBP Doddy F Sanjaya, SH, SIK, MIK melalui Kasat Reskrim AKP Faizal Ramzani, SH, SIK, MH saat press release yang dilakukan secara online di Mapolres Siak , Selasa 12 Mei 2020 mengatakan, pelaku merupakan suami dari selingkuhan korban, dikarenakan rasa cemburu yang teramat sangat sehingga pelaku nekad menghabisi nyawa korban.

Kejadian bermula tanggal 21 April lalu, saat pelaku mendatangi korban di perkebunan sawit, dan menganiaya korban dengan sebuah batu yang dimasukkan di dalam karung goni dengan cara memukul korban dibagian kepala hingga korban tidak sadarkan diri.

Korban mendapat luka robek dibagian kepala dan mengeluarkan banyak darah, sempat dibawa kerumah sakit terdekat tetapi nyawa korban tidak tertolong.

"Setelah melakukan pemeriksaan saksi-saksi, pembunuhan tersebut kita kerucutkan ke pelaku. Selanjutnya berhasil kita tangkap pada tanggal 10 Mei lalu, setelah dilakukan penyelidikan dan pengejaran selama satu minggu di Kecamatan Sosa Kabupaten Padang Lawas Sumatera Utara," terang AKP Faizal.

"Tim yang dipimpin kanit I Satreskrim Polres Siak Ipda Dendy langsung melakukan koordinasi dengan Polsek setempat tentang keberadaan pelaku, setelah dilakukan pengejaran dan penangkapan, pelaku yang sebelumnya sempat berusaha kabur, akhirnya diamankan petugas," jelas Faizal.

AKP Faizal mengungkapkan, setelah diperiksa, pelaku mengakui perbuatannya menghabisi nyawa korban karena rasa cemburu. Sebab korban kedapatan selingkuh dengan istrinya.

Saat ini pelaku dan barang bukti diamankan di Mapolres Siak guna proses lebih lanjut. Terhadap pelaku, akan dikenakan pasal 340 jo 338 jo 355 ayat 2 KUHPidana dengan ancaman penjara paling lama 15 tahun.(dp/tsf)


Reporter : Taufik
Editor : Mahar P

Polresta Pekanbaru Gelar Sidang Online Perdana Kasus Pelanggar PSBB


GEN-ID | Pekanbaru - Sebanyak 16 orang Tersangka menjalani proses sidang pengadilan secara online dari Mapolresta, dari 2 TKP kasus yang berbeda Rabu 29 April 2020.

Diketahui beberapa waktu yang lalu Polresta Pekanbaru mengamankan 1 (satu) orang laki-laki yang mencoba melawan dan tidak menuruti perintah petugas untuk menjalankan peraturan perundang undangan terkait pelaksanaan PSBB Kota Pekanbaru.

Kejadian bermula tanggal 18 April sekitar 11.00 Wib di Warnet jalan Rambutan, Sidomulyo Timur Marpoyan Damai Pekanbaru, pelaku yang berinisial RP, 65 Tahun, seorang buruh harian lepas beralamat di Jl. Pramuka III no.27 Kel Lolong Belanti Padang Utara Padang Sumbar tersebut kedapatan asyik bermain game bersama 3 orang lainnya di warnet tersebut.

Mendapatkan informasi adanya Warnet yang buka, petugas langsung menuju ke lokasi dan mendapati kondisi warnet yang masih beroperasi dengan pemain lebih kurang 4 (empat) orang, dan 1 (satu) orang  operator yang merupakan pemilik warnet. Namun setelah diberikan himbauan berulang kali untuk bubar dan menutup warnet, tidak diindahkan oleh pelaku.

Diwaktu yang berbeda, jajaran Ditkrimum Polda Riau menjaring 15 (lima belas) orang pelaku atas nama FR dkk disebuah tempat hiburan di Jl Soekarno Hatta Kota Pekanbaru pada hari Jumat, 10 April 2020 pukul 23.00 wib. Dimana pada saat itu sedang berlangsung operasi penertiban, dan ditemukan tempat hiburan masih beroperasi. Petugas menemukan di salah satu room ada 15 (limas belas) orang sedang melakukan pesta ulang tahun dengan cara minum-minuman keras dan memakai narkoba (dari hasil test urine), kemudian diserahkan ke Yayasan Mercusuar untuk direhabilitasi dan dilakukan proses penegakan hukum.

Setelah proses penyidikan rampung, dan sesuai koordinasi dengan PJU dan Hakim, hari ini (29/04) dilakukan sidang secara online terhadap tersangka dan terbuka untuk umum. Tersangka disidang dari Mapolresta oleh Hakim Pengadilan Negeri Pekanbaru.

Ditempat terpisah, Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setia Imam Efendy S.Ik, SH, Msi mengatakan bahwa Kepolisian Daerah Riau mengawal dan menjamin PSBB terlaksana sesuai dengan Perwako No.74, dan akan menindak tegas para pelaku yang melanggar. 

“Proses penegakan hukum ini adalah upaya terakhir dalam penegakan PSBB setelah upaya lain yang sudah dilakukan namun masyarakat tetap membandel dengan sengaja melanggar peraturan. Agar proses penegakan hukum ini menjadi perhatian kita semua agar berlaku tertib sesuai anjuran pemerintah. Dan dilakukan secara profesional dan proporsional mengedepankan upaya persuasif demi memutus mata rantai penyebaran virus covid-19 ini" tutup Kapolda.(dp/tsf)




Reporter : Taufik
Editor: Mahar P

Peras Toke Minyak, Oknum SPTI Pekanbaru ditangkap Polisi


GEN-ID | Pekanbaru - Di saat Pemerintah Kota Pekanbaru fokus dalam penanganan penyebaran Covid 19 dan pemberlakuan PSBB, warga dihebohkan viralnya aksi premanisme yang dilakukan sekolompok orang yang mengatasnamakan SPTI (Serikat Pekerja Transportasi Indonesia) memeras pengusaha di Pergudangan Avian Jl Arengka Payung Sekaki Pekanbaru yang sedang melakukan proses bongkar minyak yang dikirim dari Medan. Para preman mematok uang Rp 1 Juta, bila tidak dikabulkan maka proses bongkar muat tidak boleh dilanjutkan dan mengancam membakar truk bila tidak diberikan upah sesuai permintaan untuk menakut-nakuti pengurus gudang.

Pihak perusahaan yang merasa keberatan dengan ulah preman tersebut merekam video detik-detik bongkar muat dihentikan dan membagikannya ke facebook, Sabtu (25/4/2020) dan seketika video berdurasi 2 menit 48 detik itu menjadi viral di media sosial (medsos), hingga Minggu Siang  (26/4/2020), video tersebut telah dibagikan 341 kali di facebook dan di beberapa Group WA.

“Kami selaku pengusaha, sangat resah terhadap tindakan pemerasan terhadap pelaku usaha di Pergudangan tsb. Cara mematok upah bongkar muat dan mengancam karyawan gudang. Tolong menjadi perhatian petugas penegak hukum di Riau, khususnya Kota Pekanbaru. Kami pelaku usaha sudah sangat susah bertahan di tengah gempuran wabah virus Covid 19 ditambah lagi tindakan pemerasan ini,” ujar pengusaha minyak yang tak mau disebut namanya.

Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi, SH, SIK, M.Si melalui Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto pada Senin 27 April 2020 menjelaskan, terkait video pemerasan yang viral ini, Satgas Gakkum Dit Reskrimum Polda Riau yang dibentuk dalam penanganan penyebaran Covid-19 langsung  menelusuri dan mengambil tindakan cepat dengan mengamankan 3 orang yang diduga pelaku premanisme dalam video tersebut.

Dua orang bersatus tersangka yakni Pengurus SPTI Tampan berinisial JH (52) dan ES (36). Sementara satu orang anggota SPTI lainnya yang sempat diamankan polisi untuk dimintai keterangan yakni BS (48), statusnya masih saksi.

Dalam kasus tersebut, pihaknya turut mengamankan kwitansi tanda terima uang dan 4 rekaman video yang berisi video tidak boleh bongkar barang Karena tidak penuhi permintaan upah 1 jt dan ancaman akan bakar truk.

Dir Reskrimum Polda Riau Kombes Pol Zain Dwi Nugroho, mengatakan Peran tersangka JH sebagai orang yang melarang pengurus gudang untuk bongkar minyak goreng dalam truk Tronton R-10 bila tidak dilakukan oleh tenaga bongkar yang dikelola serikat pekerja dan meminta uang upah bongkar sebesar Rp 1.000.000 dan tidak boleh di tawar.

Sedangkan peran tersangka ES  adalah orang yang mengancam akan membakar truk untuk menakuti pengurus gudang agar menuruti permintaan upah bongkar yang diminta para pelaku.

“Menurut keterangan tersangka JH Uang hasil pemerasan di serahkan ke PAC SPTI Tampan sebesar Rp 500.000 dan  Rp 500.000 Pengurus Kota Pekanbaru, dan saat ini masih terus dilakukan pendalaman. Setelah dilakukan pemeriksaan saksi-saksi, barang bukti rekaman video dan terduga pelaku, dua orang ditetapkan tersangka dan sudah ditahan untuk proses hukum lebih lanjut,” pungkas Zain Senin malam kepada media.

Akibat perbuatannya, kedua tersangka dikenakan Pasal 368 Jo 55 KUHP Subs 335 KUHP dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun kurungan penjara.(dp/tsf)


 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. GEN-ID ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by daguku