GEN-ID | Sulteng - Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) bersama tim gabungan TNI, pemerintah daerah, dan instansi terkait terus berupaya bergerak cepat dalam penanganan pascabanjir bandang yang melanda Kabupaten Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah. Tidak hanya fokus pada pembersihan dan pemulihan lingkungan, Polri juga membangun jembatan darurat menggunakan gorong-gorong guna membuka kembali akses vital warga yang sempat terputus akibat terjangan banjir.
Memasuki hari keenam pascabencana (H+6), kegiatan pemulihan difokuskan di Kecamatan Tanantovea dan Kecamatan Labuan. Meski status Tanggap Darurat Bencana telah berakhir pada 15 Januari 2026, Polri tetap melanjutkan upaya kemanusiaan melalui Operasi Aman Nusa II hingga 17 Januari 2026 demi memastikan masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman.
Kapolda Sulawesi Tengah Irjen Pol Dr. Endi Sutendi, S.I.K., S.H., M.H., dalam keterangan tertulisnya menegaskan bahwa kehadiran jajarannya di lokasi bencana merupakan bentuk kehadiran negara terhadap keselamatan dan kesejahteraan masyarakat.
“Polri tidak hanya hadir menjaga keamanan, tetapi juga memastikan akses warga kembali terbuka dan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi. Pembangunan jembatan darurat ini menjadi prioritas agar aktivitas ekonomi, pendidikan, dan layanan kesehatan warga dapat segera berjalan normal,” tegasnya.
Dampak terhadap Warga
Berdasarkan data terakhir per 14 Januari 2026, banjir bandang di Donggala berdampak pada 134 kepala keluarga dengan total 1.093 jiwa. Rinciannya:
• Rumah hanyut: 4 unit
• Rumah tergenang air: 268 unit
• Rumah rusak: 8 unit
• Korban jiwa: Nihil
Selain rumah warga, bencana ini juga merusak berbagai fasilitas umum, meliputi 10 jembatan, 1 sekolah, 1 masjid, 1 kantor KUA, serta 3 ruas jalan raya. Kerusakan jembatan menjadi perhatian utama karena berdampak langsung pada mobilitas dan distribusi bantuan.
Upaya di Lapangan
Di lapangan, personel gabungan tim dibagi ke sejumlah titik untuk pembersihan rumah warga, hunian sementara, serta pembangunan jembatan gorong-gorong menuju Desa Labuan Lumbu baka, Kecamatan Labuan. Kapolres Donggala AKBP Angga Dewanto Basari, S.I.K., M.Si., turut meninjau langsung lokasi pembangunan guna memastikan pengerjaan berjalan cepat dan aman.
Dalam operasi kemanusiaan ini, dikerahkan 92 personel Polres Donggala, 102 personel Sat Brimobda Sulawesi Tengah, 30 personel TNI AD, 25 personel BPBD Kabupaten Donggala, serta tim kesehatan Bid Dokkes Polda Sulawesi Tengah yang memberikan pelayanan kesehatan bagi warga terdampak.
Polri dan tim gabungan akan melanjutkan pembangunan jembatan darurat hingga akses sepenuhnya terbuka, melakukan pembersihan lanjutan sisa material banjir, menyalurkan air bersih menggunakan mobil AWC, serta memberikan pelayanan kesehatan berkelanjutan kepada masyarakat terdampak.
Hingga saat ini, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polda Sulawesi Tengah terpantau aman dan terkendali. Polri memastikan akan terus mendampingi masyarakat Donggala hingga proses pemulihan benar-benar tuntas

Tidak ada komentar:
Posting Komentar