Kontak Redaksi https://telegram.me/Gen_ID atau WA 085773537734
Latest Post
portal ini dikembangkan guna pemberdayaan komunitas dan penguatan kelembagaan, pengiriman artikel, foto, video, slip donasi pengembangan web dapat melalui WA 08157-7353-7734 atau TELEGRAM https://t.me/Gen_ID

Komite Sekolah SMPN 1 Taliabu Barat Terbentuk, Kepala Sekolah Berpamitan Jelang Pensiun

Written By Redaksi on 21 Juni, 2021 | 23.45



GEN-ID | Taliabu - Komite Sekolah masa bhakti 2021-2023 di SMPN 1 Taliabu Barat telah terbentuk. Pelaksanaan pemilihan kepengurusan Komite Sekolah dilaksanakan pada Senin (21/06/2021) bersamaan dengan pembagian raport siswa. Acara dihadiri  seluruh orang tua/wali murid di aula sekolah.

Formasi kepengurusan Komite Sekolah itu memilih Ridwan sebagai ketua dan Kamarudin sebagai wakil ketua. Imelda sebagai sekretaris, Supinah sebagai bendahara serta tiga orang yaitu Nursa, Agusriawati dan Edi sebagai anggota.

Keberadaan Komite Sekolah penting guna  memastikan kualitas pendidikan yang baik dan meningkat di sekolah sebagaimana tertuang dalam Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016 pasal 3 ayat (1), bahwa Komite Sekolah bertugas mengawasi pelayanan pendidikan di sekolah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Selain itu, Komite Sekolah juga bertugas memberikan pertimbangan dalam penentuan dan pelaksanaan kebijakan pendidikan terkait kebijakan dan program Sekolah, Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah/Rencana Kerja dan Anggaran Sekolah (RAPBS/RKAS), kriteria kinerja Sekolah, kriteria fasilitas pendidikan di Sekolah; dan kriteria kerja sama Sekolah dengan pihak lain.



Dalam kesempatan pembagian raport dan pemilihan Komite Sekolah ini, kepala sekolah SMPN 1 Taliabu Barat Hasim Djiko juga sekaligus berpamitan, dengan memberitahukan masa tugasnya yang hampir purna karena memasuki usia pensiun  pada 19 Oktober tahun ini.

"Saya berterima kasih kepada bapak-ibu, orang tua wali murid yang telah meluangkan waktunya untuk bisa hadir di acara ini. Mungkin dalam masa menjabat saya sebagai kepala sekolah ada kekurangan kesalahan saya minta maaf karena tidak lama lagi di tanggal 19 Oktober saya akan memasuki masa pensiun," ujar Hasim Djiko, kepala sekolah SMP N 1 Taliabu Barat.

Baginya Taliabu begitu berkesan sehingga meski nantinya sudah purna tugas dan kembali ke Ternate, pasti akan selalu ingat dengan saudara, kerabat, teman yang ada di Taliabu.

"Mungkin setelah berakhir masa tugas saya nanti tentunya saya akan kembali ke kampung halaman di Ternate. Meskipun nanti saya di Ternate tentu akan selalu ingat sama saudara, kerabat, teman yang ada di Taliabu. Meskipun anak-anak saya lahir di Ternate namun dibesarkan dengan hasil dari Taliabu," imbuhnya.
 
Pada kesempatan pembagian raport, wakil kepala sekolah Trias Ramadhani S.Pd, membacakan nama siswa berprestasi dari kelas VII dan VIII serta menyerahkan cindera mata dari kepala sekolah bagi siswa yang berprestasi.

Acara yang dimoderatori Rosmiyati  Umanggapi, S.Pd.I, ini berjalan dengan tertib dan lancar dengan menerapkan protokol kesehatan aman Covid-19.


Laporan Bima Sumpono,
Editor: Mahar Prastowo


Sumber: LUGAS Online

Bentrok dengan Debt Collector Pemuda Batak Bersatu, Ini Klarifikasi Gerakan Muslim Penyelamat Aqidah

Written By Redaksi on 18 Juni, 2021 | 07.45

 

GEN-ID | Cibitung, Kabupaten Bekasi - “Hal ini kami lakukan semata-mata ingin membantu masyarakat yang terdzholimi atas perlakukan-perlakuan oknum-oknum yang tidak menghormati norma-norma hukum di dalam tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara dengan mengacu pada hukum Agama maupun hukum Negara,” ujar Ketua DPD Gerakan Muslim Penyelamat Aqidah (GEMPA) Bekasi, terkait bentrok yang dialami anggotanya dengan debt collector Pemuda Batak Bersatu.

Bentrokan antara Organisasi Masyarakat (Ormas) Gerakan Muslim Penyelamat Aqidah (GEMPA) dengan Pemuda Batak Bersatu (PBB) yang dilatarbelakangi masalah hutang-piutang, terjadi pada Selasa malam Rabu, tanggal 8 Juni 2021 sekira jam 21.00 yang lalu di depan Polres Metro Bekasi Kota, sehingga sejumlah anggota Ormas dari kedua belah pihak diamankan oleh pihak kepolisian.

Dasum Suardi, ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gempa Bekasi Raya, menuturkan sebanyak 27 orang anggotanya diamankan dan diperiksa namun kemudian yang ditahan hanya 3 orang.

"Anggota dari kami ada 27 orang yang diamankan saat itu dan diperiksa, namun dalam waktu 1x24 jam akhirnya dilepaskan sebanyak 24 orang, dan yang ditahan sebanyak 3 orang," ungkap Darsum Suardi saat konfrensi pers pada hari Kamis (17/06/2021) di sekretariat GEMPA Jl. Benpis, RT002/RW001, Cibuntu, Cibitung, Kab. Bekasi.

Hadir dalam konferensi pers tersebut  Rudi S. selaku Panglima GEMPA, Dadang Salahudin, S.H & Rekan selaku kuasa hukum,  Saputra ketua Gempa DPC Rawa Lumbu, perwakilan korban, serta jajaran perwakilan pengurus dan anggota Gempa.

Kejadian berawal dari hutang-piutang warga berinisial I warga Rawa Lumbu Kota Bekasi, kepada rentenir yang mengaku koperasi dan dibekingi oleh oknum anggota Pemuda Batak Bersatu (PBB). Didalam situasi dan kondisi pandemi Covid-19, akhirnya I gagal membayar.

"Si I ini awalnya minjam uang sama renternir yang mengaku koperasi yang dibekingi oknum anggota PBB, dalam perjalanannya si I bangkrut (gagal bayar) dan ditagih secara kasar sambil marah-marah, mengancam bahkan tak segan-segan melakukan penyitaan aset nasabah tanpa mengikuti aturan yang berlaku," jelas Dasum Suardi.

Ia mengungkapkan bahwa nasabah tersebut merasa tertekan, terancam bahkan ketakutan dengan tindakan-tindakan yang dilakukan oleh oknum anggota PBB. Akhirnya nasabah melakukan pengaduan kepada Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gempa Kota Bekasi untuk mendapatkan penanganan permasalahan yang dihadapinya agar sesuai dengan aturan hukum yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Selanjutnya Ketua DPC Gempa Rawalumbu, Saputra, menyampaikan bahwa bermuswarah untuk mencapai mufakat adalah hal terpenting untuk dilakukan dalam setiap permasalahan.

“Kami sebagai pihak ketiga (penerima kuasa) dari nasabah yang bangkrut untuk berupaya memediasikan, bermusyawarah dengan pihak rentenir atau koperasi untuk mencapai mufakat mencari solusi terbaik, tapi akhirnya gagal,” ucap Saputra.

Dia menambahkan bahwa pihak koperasi atau renternir tidak pernah mau memahami atas situasi kondisi nasabah yang sedang mengalami kesusahan, justru malah datang secara bergerombol menagih nasabah pada sore hingga malam hari.

“Oknum anggota PBB, melakukan penagihan dengan cara emosional, bahasa-bahasa kotor, menghina dan tak sampai disitu dengan gaya intonasi suara tinggi menantang perang terhadap kita sebagai penerima kuasa,” ucap Ketua DPC Rawalumbu kota Bekasi.

Sehingga, lanjut Saputra mengatakan bahwa untuk menjaga kondusifitas tetap terjaga dengan baik, mediasi akan dilakukan di Polsek Bekasi Timur, namun gagal dan melanjutkan mediasi di Polres Metropolitan Kota Bekasi, mediasi pun akhirnya gagal.

“Awalnya memang mau dimediasikan di Polsek Bekasi Timur, tapi gagal, kami mediasi lanjut di Polres agar bisa dapat titik temu jalan terbaik diantara kedua belah pihak, tapi gagal juga karena ada insiden di luar kendali kami,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua DPD Bekasi Raya mengemukakan bahwa atas permasalahan tersebut, masyarakat perlu mengetahui Ormas Gempa tidak pernah melakukan tindakan atau gerakan tanpa adanya informasi, pengaduan dan permohonan dari warga yang tidak bisa membayar hutangnya kepada rentenir atau koperasi, sehingga seringkali oknum debtcollector (penagih hutang) bertindak anarkis dan bertindak tidak sesuai aturan yang berlaku.

“Dalam kiprah kami tidak bertindak tanpa dasar melainkan sesuai dengan permohonan secara lisan dan tulisan masyarakat yang mengadukan nasibnya karena merasa sangat resah dengan cara penagihannya yang tidak memakai etika seperti yang dilakukan oleh oknum oknum bank keliling dan koperasi simpan pinjam lainnya,” ungkap Ketua DPD GEMPA Bekasi Raya.

Ketua DPD GEMPA Bekasi pun menekankan kepada pelaku peminjam uang kepada rentenir yang meminta bantuan kepada Ormas Gempa untuk berjanji bertaubat tidak akan mengulangi peminjaman uang dari lembaga-lembaga ribawi.


Laporan Agus Wiebowo

Editor: Mahar Prastowo


Pebulutangkis Nasional Markis Kido Meninggal, Wakil Walikota Bekasi Melayat ke Rumah Duka

Written By Redaksi on 15 Juni, 2021 | 18.03

Wakil Walikota Bekasi Dr. Tri Adhianto melayat ke rumah duka


GEN-ID
๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ | Kota Bekasi
- Bekasi berduka, sekaligus duka dunia olahraga tanah air. Salah satu atlit nasional bulutangkis, Markis Kido, meninggal dunia akibat serangan jantung. Wakil Walikota Bekasi Dr. Tri Adhianto melayat  ke rumah duka di Jalan Gemak B149, RT003/RW009, Kelurahan Jakasetia, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Selasa (15/06/2021).

Pada kesempatan ini, Tri Adhianto menyampaikan turut bela sungkawa yang sedalam-dalamnya pada pihak keluarga almarhum Markis Kido.

"Saya pernah bertemu dan main bulu tangkis bersama, dengan adiknya pun saya juga pernah bermain bersama, saya merasa syok sekali saat mendengar kabar duka tersebut," ujar Tri Adhianto.

Markis Kido tumbuh besar di lingkungan bulu tangkis. Bakatnya sudah tercium saat masih berusia dini, sampai akhirnya, Kido memberikan kado berupa emas di Olimpiade tahun 2008 silam.

"Kido pasti akan selalu dikenang, terkenang dan melegenda bagi Bulutangkis dan masyarakat Indonesia," pungkas Tri.

Tri berharap sepak terjang perjuangan Markis Kido dalam menoreh prestasi dapat memberikan contoh dan dampak positif bagi atlit-atlit Kota Bekasi, sehingga dapat meneruskan perjuangan almarhum dalam mengharumkan nama baik Kota Bekasi.

Ucapan duka juga disampaikan Agus Wiebowo, pelaku usaha vendor foto Rilek's Photography. Ia mengenal dengan baik keluarga besar Markis Kido karena semua dokumentasi acara keluarganya memakai jasanya. Selain mengidolakan karena Markis Kido pebulu tangkis andalan Indonesia yang mengharumkan nama indonesia, sejak dari Markis Kido, Bona Septano, Pia Zebadiah, bahkan sampai asisten rumah tangga orang tua Markis Kido telah mempercayakan jasa Rilek's Photography dalam berbagaiseperti ulang tahun, tunangan, acara adat siraman, pengajian, akad nikah maupun resepsi.

"Kami sangat kaget dan merasa kehilangan atas meninggalnya pebulutangkis ganda putra andalan Indonesia Markis Kido, beliau salah satu pebulu tangkis terbaik tanah air. Semoga amal ibadahnya di terima disisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran.  Selamat Jalan Markis Kido," ungkap Agus.


(gi/Red)

Eratkan Silaturahmi dan Tingkatkan Soliditas, KB FKPPI PC0905/JT Gelar Halal Bihalal

Written By Redaksi on 14 Juni, 2021 | 13.36


GEN-ID
๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ | Makasar, Jakarta Timur
– Guna mempererat soliditas dan integritas pengurus dan anggota, KB FKPPI  PC 0905/JT (Keluarga Besar Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan ABRI Pimpinan Cabang 0905/Jakarta Timur) gelar acara halal bihalal dan silaturahmi di Kompleks Perumahan Kodam Jaya, Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Minggu (13/6/2021).

Halal bihalal dan silaturahmi KB FKPPI  PC 0905/JT mengusung tema "Kita Eratkan Tali Silaturahmi Tingkatkan Soliditas Keluarga Besar FKPPI yang Berintegritas".

Kegiatan halal bihalal dan silaturahmi juga diisi beragam diskusi antara pengurus dengan para anggota, terkait program kedepan untuk kemajuan FKKPI. 

Wahyono Hadi, Ketua PC0905/JT  mengatakan halal bihalal dan silaturahmi ini untuk mempererat dan meningkatkan hubungan silaturahmi antara sesama pengurus dan para anggota yang nantinya mempunyai arah dan tujuan yang sama untuk memajukan organisasi FKKPI.

“Tentu harapannya, sesuai dengan tema kita hari ini dalam acara halal bihalal  yaitu bisa menjaga soliditas dan integritas di organisasi ini dan terus menjaga kekompakan, silaturahmi, sehingga FKPPI bisa menjadi mitra untuk kita semua," tutur ketua PC0905/JT. 

Sementara itu Heny Susanti Sumantri selaku humas KB FKPPI PC0905/JT menambahkan,  sebagai wadah pembinaan bagi putra putri Purnawirawan ABRI, untuk tetap menjaga jiwa korsanya agar visi misi FKPPI dapat tercapai.

"Jadi yang diharapkan dari halal bihalal ini, sebagaimana yang disampaikan oleh pak ketua tetap menjaga soliditas dan integritas untuk para pengurus dan anggota, sehingga selalu kompak untuk kebersamaan kita," pungkas Heny.

Reporter: Haris  | Editor: Mahar Prastowo ๐Ÿ“ฒ

H.M. Soeharto, Bangun 150 Ribu SD Inpres dan Karyakan 1 Juta Guru

Written By Redaksi on 08 Juni, 2021 | 11.42



GEN-ID
๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ | Editorial
- Kebijakan pemerataan kesempatan pendidikan bagi masyarakat miskin, yang didorong kuat melalui Inpres No 10 Tahun 1973 tentang Program Bantuan Pembangunan Sekolah Dasar, diapresiasi oleh salah satu ekonom peraih Hadiah Nobel Ekonomi. Sudah tentu ada banyak pelajaran berharga dalam bagaimana pemerintah saat itu mendesain kebijakan pembangunan di sektor pendidikan.

Atas keberhasilan program SD Inpres ini, pada 19 Juni 1993 UNESCO memberikan penghargaan kepada Presiden Soeharto berupa Piagam The Avicenna. Avicenna diambil dari nama seorang tokoh ilmu pengetahuan dari Dunia Islam di abad X di Timur, terkenal dipanggil dengan nama lbnu Sina, seorang filosof dan ilmuwan bidang kedokteran yang oleh UNESCO nama besarnya dijadikan simbol penghargaan di bidang pendidikan dan etik dalam sains.
Berbekal spirit untuk mewujudkan kesempatan yang sama atas Pendidikan, hingga periode 1993/1994 tercatat hampir 150 ribu unit SD Inpres telah dibangun. Seiring kebijakan itu, juga ditempatkan pula lebih dari 1 juta guru Inpres di sekolah-sekolah tersebut.

Total dana yang dikeluarkan untuk program ini hingga akhir Pembangunan Jangka Panjang Tahap (PJPT) I mencapai hampir Rp6,5 triliun.

Esther Duflo dalam konferensi pers saat menerima hadiah Nobel Ekonomi di MIT mengungkapkan Presiden Soeharto yang memahami seluk-beluk kehidupan masyarakat miskin, berhasil merancang sebuah pendekatan yang tepat dengan program pembangunan Sekolah Dasar yang juga dikenal sebagai SD Inpres.

Esther Duflo, ekonom asal Perancis itu mendapat pegharagaan nobel ekonomi usai menerbitkan hasil penelitiannya soal program SD Inpres beserta dampak kedepannya yang ia beri judul “Schooling and Labor Market Consequences of School Construction in Indonesia: Evidence from an Usual Policy Experiment”.

Penelitian Duflo ini merupakan syarat dia mengambil PhD di MIT pada 1999, sekaligus menjadi pembuktian konklusif bahwa di negara berkembang pada umumnya seperti juga kasus di Indonesia, adanya lebih banyak pendidikan juga berarti menghasilkan upah yang lebih tinggi.

Duflo mencatat, program SD Inpres merupakan salah satu program pembangunan sekolah terbesar yang pernah tercatat saat itu, yaitu pada 1973 – 1974.

Merujuk data Bank Dunia, menurut Duflo di sepanjang antara tahun 1973-1974 hingga 1978-1979 Indonesia telah membangun sebanyak 61.807 unit sekolah SD baru. Tiap sekolah menampung 500 anak-anak. Total biaya yang dikeluarkan lebih dari 500 juta dollar AS atau setara 1,5 persen dari GDP tahun 1973.

SD Inpres muncul di era Soeharto untuk memperluas kesempatan belajar di perdesaan maupun perkotaan yang warganya berpenghasilan rendah.

Duflo menjelaskan, bahwa pembangunan SD Inpres menyebabkan anak-anak usia 2-6 tahun pada 1974 menerima 0,12 hingga 0,19 tahun lebih banyak pendidikan untuk setiap sekolah yang dibangun per 1.000 anak di wilayah kelahiran mereka.

Program SD Inpres dinilai telah mendorong proporsi yang signifikan dari populasi masyarakat Indonesia untuk menyelesaikan lebih banyak tahun pendidikan dasar.

Menurut hitungannya, keberhasilan pembangunan pendidikan ini bahkan memberikan dampak pengembalian ekonomi sekitar 6,8 hingga 10,6 persen.

“Saya mengevaluasi efek dari program ini pada pendidikan dan upah dengan menggabungkan perbedaan antardaerah dalam jumlah sekolah yang dibangun dengan perbedaan antarkelompok yang disebabkan oleh durasi program,” tulis Esther Duflo.

Duflo menyimpulkan kebijakan ini sukses "meningkatkan" perkonomian yang dampaknya di tahun 1988 tercatat Angka Partisipasi Murni (APM) SD mencapai 99,6 persen. Lalu, tercatat di tahun 1990 jumlah masyarakat buta aksara turun hingga 15,8 persen. Lama masa pendidikan pun berdampak pada peningkatan upah sebesar 3 - 5,4 persen.


Mahar Prastowo ๐Ÿ“ฒ

Live Streaming Doa 1 Abad Presiden Soeharto dari Masjid At-Tin 8 Juni 2021


Kunker ke Papua, Panglima TNI dan Kapolri Beri Arahan Khusus Kepada Satgas Operasi Nemangkawi

Written By Taufik sf on 27 Mei, 2021 | 11.31



GEN-ID | Papua — Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, M.Si. kembali melakukan kunjungan kerja ke Papua. Beberapa agenda dilakukan keduanya di Bumi Cendrawasih itu diantaranya memberikan motivasi kepada prajurit dan melakukan pertemuan terhadap tokoh masyarakat Papua. 

Dalam arahannya kepada personel TNI-Polri yang tergabung dalam Satgas Operasi Nemangkawi, Kapolri memberikan pesan khusus bahwa selain tugas pengamanan yang dilakukan, personel juga harus menyampaikan bahwa kehadirannya untuk mengawal agenda pemerintah membangun Papua. 

“Tugas saudara semua mengawal untuk memberitahu akan pembangunan yang sudah dilakukan. Petakan dengan baik apa yang dibutuhkan oleh masyarakat Papua,” jelas Kapolri dalam keterangan tertulis, Rabu (26/05). 

Begitu saat melakukan pertemuan tertutup dengan tokoh agama, adat dan masyarakat Papua, Kapolri menyampaikan bahwa pemerintah sangat konsen dan fokus membangun Papua. 

“Pemerintah sangat konsen membangun Papua seperti pembangunan infastruktur. Memang apa yang dilakukan oleh pemerintah belum sepenuhnya dirasakan oleh seluruh masyarakat Papua,” ujar Kapolri.

Terkait RUU Otonomi Khusus atau Otsus, Kapolri menegaskan agar betul-betul dikawal sehingga upaya pemerintah meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua tepat sasaran. 

Sementara itu Panglima TNI Marsekal Dr. (HC) Hadi Tjahjanto, S.I.P. menghimbau kepada seluruh personel yang bertugas di Bumi Cendrawasih agar memiliki formula khusus bagaimana merebut hati rakyat Papua agar tetap teguh mencintai NKRI. Ia juga meminta semua unsur personel yang bertugas meningkatkan sinergitas sehingga kesejahteraan masyarakat Papua dirasakan lebih cepat. 

“TNI dan Polri bermanunggal dengan rakyat. Dengan Binmas Noken dan teritorial. Bangun sinergi dengan baik antar lintas satuan,” tambah Hadi.





Laporan: Koresponden Papua

Editor: Taufik

Senkom Bekasi Selatan Serahkan Dokumen Sosialisasi MoU PP Senkom-Mabes Polri ke Kapolsek

Written By Redaksi on 26 Mei, 2021 | 17.17



GEN-ID ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ | Kota Bekasi -  Ketua Senkom Mitra Polri Bekasi Selatan, Syaifuddin  bersama jajaran pengurus harian, ber-audiensi dengan Kapolsek Bekasi Selatan Kompol Imam Syafi', S.H, Rabu (26/05/2021).

Kedatangan pengurus Senkom Bekasi Selatan ini dalam rangka pengenalan pengurus baru, serta penyerahan copy dokumen sosialisasi Mou PP Senkom dengan Mabes Polri.

"Agenda kunjungan pengurus Senkom Mitra Polri kecamatan Bekasi Selatan ini yang pertama ialah melaporkan kepengurusan yang baru, dan kedua  menyerahkan dokumen sosialisasi MoU antara Mabes Polri dengan Senkom Mitra Polri guna diimplementasikan dari pusat hingga tingkat terbawah di mana kepolisian dan Senkom berada," terang Syaifuddin, Ketua  Senkom Mitra Polri Bekasi Selatan.



Mengenai kerjasama dengan para stakeholder, Syaifuddin  mengungkapkan Senkom siap bekerjasama dengan pihak manapun asalkan untuk tetap tegaknya NKRI yang mengedepankan 4 pilar kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI.

Kepada Kapolsek Syaifuddin juga  memaparkan rutinitas Senkom selama ini meski dimasa pandemi namun tetap aktif menjaga kamtibmas di wilayah masing-masing.

Selain pemeliharaan kamtibmas lingkungan, Senkom Bekasi Selatan juga aktif di kegiatan rescue tertama selama musim penghujan yang mana Bekasi Selatan memiliki sejumlah  titik rawan banjir.

Sementara dalam kegiatan sosialisasi protokol kesehatan aman Covid-19, sebagaimana instruksi dari Pengurus Pusat, agar Senkom di manapun berada dapat menjadi  garda terdepan mitra polri yang ikut menyukseskan program pencegahan penularan Covid-19 dengan menerapkan 5M di lingkungan masing-masing.

"Mengingatkan dan menegur dengan santun warga di lingkungan  yang masih abai terhadap protokol kesehatan Covid-19," ujar Syaifuddin memberikan contoh.

"Membantu warga yang membutuhkan pertolongan, disaat ada keluarga yang isolasi mandiri dan karantina mandiri," sambungnya.

Kapolsek Bekasi Selatan Kompol Imam Syafi'i S.H menyambut baik kedatangan Senkom dan memberikan apresiasi serta ucapan terima kasih atas peran serta Senkom yang telah membantu dalam berbagai kegiatan.  

“Silahkan kita saling bekerja bersama saling membagi rasa, bersama-sama dengan Polri kita sukseskan keamanan dan ketertiban masyarakat khususnya di wilayah Bekasi Selatan," ujar Kapolsek.

Lanjutnya, "dalam rangka memelihara kemanan dan ketertiban masyarakat, peran mitra kamtibmas sangat dikedepankan dimana porsi polri sangat terbatas sehingga optimalisasi sinergi polri dan mitra kamtibmas dapat memperkuat semua elemen masyarakat di kota Bekasi."

Sementara itu terkait dengan pandemi Covid-19, Kapolsek juga mengajak Senkom untuk terus aktif  menyadarkan masyarakat akan bahaya Covid-19 dan turut menyosialisasikan protokol kesehatan guna pencegahan penyebaran Covid-19.

Lebih lanjut Kapolsek meminta agar Senkom Bekasi Selatan dapat menjadi pionir dan  membantu memberikan informasi kepada polri sekecil apapun yang berkembang di masyarakat dan juga kerja sama antar pihak terkait.

"Seperti di Bekasi Selatan sini ada Pokdar, RPK dan KSM ataupun pada ormas lain supaya bisa terjalin dengan baik," imbau Kapolsek.

Memperkuat imbauan Kapolsek itu,  AKP Agus Slamet Riyadi selaku wakapolsek juga menyampaikan agar Senkom harus lebih aktif lagi dan tetap menjaga hubungan baik dengan mitra polri yang lain

"Di Bekasi Selatan ini ada mitra polri yang aktif sebelum pandemi covid-19, saat ini mereka jarang kami undang atau libatkan karena kami kawatir kalau justru membuat kerumunan, tapi mereka aktif," ujar Wakapolsek AKP Agus Slamet Riyadi.

Lanjut wakapolsek, "Senkom kami harapkan bisa aktif dan bisa menjalin hubungan yang baik kepada mitra polri yang ada seperti Pokdarkamtibmas Bhayangkara, Radio Pemantau Keamanan (RPK) dan  Keamanan Setia Mulia (KSM). Monggo saling jaga hubungan dan bisa bersinergi dengan kepolisian. Kami tahu senkom aktif di suatu wilayah, bahkan untuk rescue juga peralatan memadai semoga setelah ini nanti akan semakin eksis aktif dan semakin bermanfaat untuk masyarakat."

Sementara itu Siyamto, wakil ketua Senkom Kota Bekasi menyampaikan pesan dan apresiasi kepada Senkom Bekasi Selatan yang telah bekerja keras melaksanakan instruksi dan arahan-arahan terkait kegiatan Senkom.



"Saya senang dan bangga pada teman-teman Senkom yang hari ini telah melakukan audiensi, tetap jaga hubungan, di bekasi ini juga banyak mitra polri sebagai rekan kita dalam harkamtibmas, dan Senkom sebagai salah satunya untuk terus bekarya dan berbuat baik untuk masyarakat," ungkap Siyamto.

Tak lupa Siyamto juga berpesan agar ditengah pandemi ini selalu bersabar, tawakal dan menerapkan protokol kesehatan aman Covid-19 sebagai ikhtiar.

"Dan dalam situasi pandemi covid-19 yang merupakan musibah dunia ini, perlu untuk selalu bersabar, tidak usah banyak mengeluh, perbanyak ibadah kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berdoa, lakukan ikhtiar dengan menerapkan pola hidup sesuai protokol kesehatan," tutup Siyamto.

Hadir dalam audiensi ini pengurus Senkom Bekasi Selatan Syaifuddin Rochman (ketua) beserja jajaran antara lain Ahmad Suharto, Muh. Aris Munandar, Paydi Y. Asmoro, Sri Supareng, Agus Wiebowo, serta didampingi Dewan Pembina  kecamatan Bekasi Selatan, Sriyanto dan Wakil Ketua Senkom Kota Bekasi, Siyamto.


Reporter: Agus Wiebowo
Editor: Mahar Prastowo


 

Kapolres Siak Bersama Forkopimda Musnahkan Barang Bukti Narkoba

GEN-ID | Siak - Kepolisian Resort Siak memusnahkan narkoba jenis sabu dan ganja hasil tangkapan dua tempat kejadian perkara, yakni di Kecamatan Mempura dan Tualang. 

Setelah melakukan press release, Selasa (25/05) di Panggung Siak Bermadah, Kapolres Siak AKBP Gunar Rahardyanto, S.I.K., M.H. bersama Sekda Siak H. Arfan Usman,S.Sos., M.Pd. Ketua DPRD Siak H. Azmi, S.E., Kajari Siak Dharmabella Tyambasz, S.H., M.H., dan Pengadilan Negeri Siak, langsung memusnahkan sabu seberat 824,04 gram dengan cara memblender selanjutnya dibuang ke sungai Siak. Dan untuk ganja seberat 3.740,64 gram dimusnahkan dengan cara dibakar.

Kapolres Siak AKBP Gunar Rahardyanto, S.I.K., M.H. menegaskan, pihaknya akan terus melakukan upaya untuk membasmi narkoba yang beredar di wilayah hukumnya, ia tidak akan memberi ampun kepada pengedar maupun pemakai barang haram itu.

"Hari ini kita hadirkan 3 tersangka, dua tersangka dari penangkapan di Mempura yakni A dan M dan satu lagi di Tualang yakni inisial EP," kata Kapolres. 

"Penangkapan barang haram di Mempura ini rencananya akan diedarkan di wilayah Kecamatan Mempura. Dan tersangka saat ini sudah diproses dan berkasnya sudah dilimpahkan di Kejari Siak," jelas Kapolres. 

Kapolres Siak menambahkan, peredaran narkoba yang telah diungkap tersebut dipastikan tidak ada kaitannya dengan jaringan internasional. Adapun ganja pihaknya mendapat laporan dari masyarakat Kecamatan Sungai Apit, dimana menemui bungkusan yang mencurigakan didalam karung goni. 

"Setelah dilakukan pemeriksaan oleh personel Polsek Sungai Apit, ditemukan bungkusan ganja kering. Adapun pemiliknya masih dalam proses penyelidikan," tutup Kapolres.






Laporan: Koresponden Siak

Editor: Taufik

Putus Penyebaran Covid-19, Polres Siak Lakukan Penyemprotan Disinfektan Serentak




GEN-ID | Siak - Kepolisian Resort Siak bersama dengan Pemerintah Kabupaten Siak kembali melakukan penyemprotan desinfektan massal di ruas jalan utama Kota Siak, Selasa (25/05). 

Penyemprotan ini dimaksud untuk memaksimalkan memutus penularan Covid-19 di masyarakat.

Terlihat saat dijalan, 1(satu) unit mobil Water Canon Sat Sabhara Polres Siak serta 1(satu) unit mobil Water Tank milik Damkar Kabupaten Siak melaksanakan penyemprotan di seputaran jalan Kota Siak yang dimulai dari depan Gedung Maharatu.

Pada arahannya saat memipin apel pelepasan rombongan yang akan melakukan penyemprotan, Kapolres Siak mengatakan bahwa Polres Siak dan Unsur terkait berusaha semaksimal mungkin untuk memutus penyebaran Covid-19. 

"Kita ketahui bersama Provinsi Riau menempati peringkat pertama sesumatera jumlah masyarakat yang terkonfirmasi positif Covid-19 dan Kabupaten Siak urutan ketiga di Provinsi Riau, untuk itu butuh kerjasama antar instansi terkait untuk sama sama memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kabupaten Siak," ucap AKBP Gunar. 

Dalam kesempatan itu Kapolres Siak Juga mengharapkan kegiatan ini dapat terlaksana secara maksimal. 

"Selain kegiatan ini kita akan tetap melakukan razia masker dan melarang kegiatan-kegiatan yang menimbulkan massa banyak, baik itu kegiatan di pemerintahan maupun ditengah masyarakat, kita juga akan lakukan rapid test antigen secara random untuk memastikan tidak ada warga masyarakat yang terjangkit tidak bergejala berkeliaran dan menimbulkan klaster," ujar Kapolres.



Selain itu ia juga meminta agar warga masyarakat untuk sementara waktu dapat menunda perjalanan keluar Kabupaten Siak. 

"Kalau tidak begitu penting diusahakan jangan pergi. Kalau pergi mohon dilakukan rapid test antigen dan pulang juga demikian," pesan Kapolres. 

Kegiatan yang dilakukan serentak diseluruh wilayah Kabupaten Siak, terpusat di Kota Siak ini juga turut dihadiri Ketua DPRD, Kepala Badan BPBD, Satpol PP, Dinas Kesehatan serta Dinas Perhubungan Kabupaten Siak.






Laporan: Koresponden Siak

Editor: Taufik

Terima Kunjungan Mendes PDTT, Kapolri Pastikan Dana Desa Tepat Sasaran




GEN-ID | Jakarta - Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. menerima audiensi Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar, di Mabes Polri Jakarta Selatan, Selasa (25/05).

Dalam kesempatan tersebut, Sigit memastikan, seluruh personel kepolisian bakal melakukan pendampingan dan edukasi kepada Kepala Desa (Kades) terkait dengan penggunaan dana desa.

"Ada edukasi oleh Polri kepada para Kades berkaitan dengan kegunaan dana desa dan kalau ada penyimpangan ada sanksinya," terang Sigit.

Menurut Sigit, pendampingan dan edukasi terkait penggunaan dana desa tersebut dilakukan oleh kepolisian guna memastikan implementasi anggaran tersebut dapat berjalan dengan baik dan menguntungkan bagi seluruh masyarakat desa.

"Kami akan memberikan pendampingan supaya masyarakat punya usaha yang benar dan masyarakat terlindungi. Perlu sosialisasi kepada para kades melalui Vccon, silahkan dimanfaatkan dan kami akan mendampingi," ujar Sigit.

Ditambahkan Sigit, selain penggunaannya sesuai dengan tujuan, adanya pendampingan tersebut untuk meminimalisir adanya potensi penyalahgunaan dana tersebut.

Mantan Kabareskrim Polri itu menyatakan, seluruh pihak terkait juga bisa memanfaatkan aplikasi Binmas Online System (BOS) dalam mengawal penggunaan dana desa. Dimana aplikasi itu merupakan pemantapan program Presisi (Prediktif, Responsibilitas dan Transparansi Berkeadilan) Kapolri.

"Potensi yang perlu dijaga jangan sampai ada kerugian negara. Silahkan memanfaatkan aplikasi BOS Bhabinkamtibmas," ucap mantan Kapolda Banten itu.

Sementara itu, Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar menyampaikan apresiasinya kepada TNI dan Polri yang selama ini sudah terlibat aktif dan membantu pihaknya dalam menjalankan program pemerintah kepada masyarakat.

"Terima kasih atas dukungan dalam pengawasan dan pendampingan penyaluran BLT (Bantuan Langsung Tunai) oleh Bhabinkamtibmas dan Babinsa. Penyaluran BLT jadi percaya diri dan tidak khawatir dengan adanya pendampingan oleh Polri dan TNI," ucap Abdul Halim.

Ia juga meminta dukungan pendampingan dan pengawasan dana desa tahun 2022 di 74.841 desa. Tak hanya itu, Abdul Halim menyatakan ada desa yang memiliki potensi wisata juga memerlukan pendampingan dan pengawasan oleh Polri.

"Mohon dukungan pendampingan dan pengawasan tahun 2022, dana desa untuk penggunaan dana desa. Ada desa wisata yang perlu dikoordinasikan dengan Polri," tutup Abdul Halim.


Laporan: Koresponden Jakarta
Editor: Taufik

-

-

-

-
Kontak Redaksi: Telegram 0812-9167-7174, WhatsApp 0896-5580-9542, email: koordinator.liputan@gmail.com

Wafiq Griya Busana

-

-
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. GEN-ID ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by daguku