GEN_ID🇮🇩 | BITUNG - Pergantian pengurus masjid bukan sekadar soal struktur organisasi. Di Masjid Nurul Iman, Kecamatan Aertembaga, Kota Bitung, Jumat, 6 Februari 2026, pelantikan Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) dan Majelis Ta’lim menjadi penanda harapan baru: masjid kembali diposisikan sebagai ruang ibadah sekaligus simpul sosial masyarakat.
Prosesi pelantikan digelar oleh Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Aertembaga dan dipimpin oleh Penghulu KUA yang hadir mewakili Kepala KUA. Acara berlangsung khidmat dan dihadiri jamaah serta tokoh masyarakat setempat.
Wali Kota Bitung Hengky Honandar, S.E., yang hadir bersama Ketua TP PKK Kota Bitung Ellen Honandar Sondakh, menyebut masjid memiliki peran strategis dalam membangun karakter sosial masyarakat.
“Masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat pembinaan umat. Jika dikelola dengan baik, masjid bisa menjadi ruang yang menumbuhkan solidaritas, kepedulian sosial, dan keteladanan,” kata Hengky.
Perwakilan KUA Kecamatan Aertembaga menegaskan pentingnya kolaborasi antara pengurus masjid dan masyarakat. Menurutnya, keberhasilan memakmurkan masjid tidak cukup hanya dengan kegiatan ritual, tetapi juga dengan menghadirkan program yang menyentuh kebutuhan jamaah.
“Pengurus masjid harus hadir sebagai pelayan umat. Sinergi dengan masyarakat menjadi kunci agar masjid benar-benar hidup dan dirasakan manfaatnya,” ujarnya.
Pengurus BKM dan Majelis Ta’lim yang baru dilantik diharapkan mampu menjalankan amanah secara transparan dan berkelanjutan. Program pendidikan keagamaan, pembinaan keluarga, hingga kegiatan sosial menjadi fokus utama pengelolaan Masjid Nurul Iman ke depan.
Pelantikan ini sekaligus menjadi titik awal penguatan peran masjid sebagai pusat ibadah, pendidikan, dan kebersamaan warga di Kecamatan Aertembaga.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar