Portal ini dikembangkan secara nirlaba guna penguatan peran dan pemberdayaan komunitas serta kelembagaan, donasi pengembangan web dan peningkatan kapasitas dapat disalurkan melalui Rek. BCA 165-2491-311 - Kontak Redaksi: Telegram / WhatsApp 0896-5580-9542, email: koordinator.liputan@gmail.com
Home » , » Riau Belum Aman dari Covid-19 Meski Pasien Sembuh Terus Bertambah

Riau Belum Aman dari Covid-19 Meski Pasien Sembuh Terus Bertambah


GEN-ID | Pekanbaru - Pasien sembuh dan pulang Covid-19 di Provinsi Riau setiap harinya terus bertambah, termasuk kasus terkonfimasinya pasien positif juga nihil dalam beberapa hari ini. Namun bukan berarti Riau aman dari penyebaran kasus Covid-19 untuk kedepannya, karena akan ada kasus klaster baru jika masyarakat tidak mematuhi protokol kesehatan.

Juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Riau, dr. Indra Yovi, menegaskan, ia menerima 6 pasien dalam pengawasan (PDP) dari Pekanbaru. Dan salah satu dari tiga pasien tersebut, terindikasi bakal menjadi pasien positif Covid-19. Dan ini menandakan Riau belum aman dari penyebaran Covid-19.

“Saya ada menerima enam orang PDP, dan satu kemungkinan positif Covid-19, kalau dilihat dari hasil ronsen foto dan lainnya. Selama belum ada vaksin, maka protokol kesehatan tidak ada kebebasan bagi kita, yang paling penting memakai masker wajib dilakukan,” tegas Indra Yovi Kamis 04/06/2020.

Dokter spesialis paru ini tetap bersukur dengan tidak adanya penambahan kasus positif Covid-19 di Riau. Bahkan setiap harinya pasien sembuh dan pulang di Riau juga bertambah. Dan Riau masuk dalam dua besar pasien terkonfirmasi sembuh dengan persentase yang cukup tinggi setelah Provinsi Aceh. Namun hal tersebut tidak menjadi acuan bagi masyarakat untuk bebas dari Covid-19. 

“Dari angka ini memang tentu senang angka kesembuhan meningkat dan sudah di rilis 82,05 persen dengan tambahan pasien sembuh dan pulang, tentu diatas 83 persen angka itu hanya sekedar angka. Bukan berarti menyesatkan kita untuk berhati-hati,” tegas Yovi.

“Apapun perbaikan jumlah kasus kita patut kita sukuri. Tapi bukan berarti seperti kita berevoria berlebihan. PSBB menyatakan beberapa tempat dan gerak kita dibatasi. Tetapi begitu PSBB dicabut, bukan berarti protokol kesehatan dicabut, tapi dua kali lipat lebih disiplin baru kita bisa senang. Diluar kita melihat sendiri kondisi dibandingkan PSBB, masyarakat seperti tidak peduli,” pungkas Yovi. (MCR/JI)


Reporter : Taufik | Editor : Mahar P
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Generasi Indonesia - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by daguku