Latest Post

Sarah Santoso Ingin Jadi Fashion Designer Profesional

GEN.ID | Menjadi perancang busana profesional adalah cita-cita Sarah Santoso. Dara kelahiran Jakarta 21 Maret, ini pun memulainya dengan mengenyam pendidikan di Bunka School of Fashion, sebuah sekolah disain ternama asal Jepang yang memiliki lebih dari 90 cabang di berbagai negara.

Cita-cita Sarah itu didukung kedua orang tuanya, Surya Santoso dan Lydia Tangkudung. Apalagi orangtuanya tahu betul bahwa anaknya memang berbakat dalam membuat rancangan busana meski usianya masih belia.

Sadar sebagai pemula yang baru memulai mengambangkan bakat di dunia rancang busana, Sarah mengaku akan banyak belajar dari para senior, termasuk jika harus bekerja magang pada disainer fesyen yang sudah popular guna mengasah kemampuannya.

Sewaktu menjalani studi, Sarah juga tercatat mengikuti berbagai perlombaan maupun seminar dan workshop, antara lain LPM menswear workshop 2018, LPM aksesori workshop 2017, Lazada mission fashionable fashion stylist competition 2017 serta  UC 1000 Fashion Design Competition.

Sarah kini telah memulai menjadikan media sosial sebagai marketplace guna memperkenalkan karya-karyanya. “Banyak juga, sih, yang mengapresiasi kemudian pesan,” ujar Sarah.

Ia ingin karyanya dikenal dan diapresiasi banyak orang, sehingga dimasa depan bisa mengembangkan menjadi sebuah bisnis butik di kota asalnya di Sulawesi Utara.

Sejumlah fesyen disainer muda menjadi inspirasi bagi Sarah, yang menumbuhkan motivasi bagi dirinya. Sebut saja Dian Pelangi yang concern dengan fesyen muslim, Tex Saverio yang rancangannya dipakai oleh penyanyi fenomenal Lady Gaga dan La Glacon – nama rancangannya – bersanding dengan rancangan karya Alexander McQueen, Thierry Mugler, dan Versace.

Selain itu ada nama fesyen disainer Arantxa Adi yang merupakan salah satu perancang jins premium merek internasional, Citizens of Humanity. Harry Halim - desainer asal Pontianak, Kalimantan Barat, yang meraih Best Asian Designer of the Year dalam Asian Young Fashion Designers,  Rinda Salmun  - desainer lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) peraih 'Face of Jade' yang diselenggarakan oleh Acer Liquid Jade sekaligus pernah berpartisipasi di London Fashion Week, Ardistia Dwiasri - desainer founder brand Ardistia New York yang karyanya sering menghiasi majalah fashion premium seperti Vogue, Bazaar, Cosmopolitan, sampai New York Times.

Disamping itu ada Auguste Soesastro - perancang busana Indonesia yang  bekerja bersama Ralph Rucci, Didiet Maulana - perancang tas hadiah Grammy Awards 2016, Fahrani Empel - perancang kacamata Cast Eyewear yang dipakai Lady Gaga.

Meskipun Sarah sebagai milenial yang mewakili anak muda kekinian, namun ia juga belajar dengan banyak memperhatikan karya para perancang busana senior Indonesia yang telah mendunia seperti Ghea S Panggabean, perancang berusia 61 tahun yang khas dengan nuansa etnik Indonesia peraih apresiasi Aparel Award sebagai Indonesia's Best Ready to Wear Designers 1987. Juga Biyan Wanaatmadja (62 tahun), desainer asli Surabaya yang karyanya pernah digunakan bintang 'Gossip Girl' Kelly Rutherford.

“Senang sekali bisa melihat karya-karya mereka, apalagi kalau bisa bekerja bersama mereka, tentu akan jadi sesuatu yang sangat berharga untuk aku bisa melangkah kedepan,” ungkap Sarah.

Sarah kerap menghadiri acara-acara fesyen show semacam Jakarta Fashion Week dan sebagainya, guna menyerap pengetahuan lebih luas tentang dunia fesyen tanah air.

Ia menyadari untuk menjadi seorang disainer fesyen professional setidaknya focus dan menguasai salah satu dari empat bidang dalam dunia fesyen yaitu, haute couture, ready-to-wear, leisure gear, dan mass market.

Itu sebabnya di tahap awal melangkah ini, ia focus pada kreasi dan mencari bentuk atau ciri khas yang menjadi karyanya, supaya kelak ia bisa membangun brand tersendiri yang khas.

Saat ini ia sangat membuka diri dengan pihak-pihak lain yang ingin menjadi rekanan seperti untuk fotografi model majalah, pre-wedding dan sebagainya. Beberapa karya Sarah juga dapat diintip di Instagram @lux_hers atau untuk pemesanan baju dewasa dan anak yang ia rancang dapat melalui akun Instagram @srrrahs. [mhr/generasiindonesia]

Artis Silangit Meriahkan Pesta Bona Taon Parsuratan Simanjuntak se-Bekasi

GEN-ID | Tradisi Bona Taon Punguan Raja Parsuratan Simanjuntak Boru& Bere/ Ibebere se-Bekasi, digelar oleh persatuan (kumpulan) marga-marga Batak guna memelihara tradisi budaya Batak di Tanah Perantauan agar terus lestari tak hilang oleh jaman.

Kali ini pesta Bona Taon 2019 Punguan Raja Parsuratan Simanjuntak Boru& Bere/ Ibebere se-Bekasi diadakan di Gedung Graha Lestari, Minggu (07/04/2019), dengan tema “Peliharalah kasih persaudaraan" (Ibrani 13:1).

Sebanyak lebih dari 750 orang yang hadir dari Kota dan Kabupaten Bekasi serta undangan dari berbagai daerah lain, tampak antusias dan bersukacita mengikuti acara ini.

Artis Parsuratan, Erika br. Simanjuntak dalam aksi panggungnya turut  menggalang dana guna membantu panitia dengan menyanyi beberapa lagu sebagai bentuk kontribusi secara pribadi, dan suasana menjadi semakin meriah dengan kedatangan rombongan Artis Silangit, yaitu terdiri dari  Rita Butar-Butar, Trio Ambisi, Family trio, RNB Trio, Rani Simbolon, Dorman Manik, Siska Manurung beserta Ibu Rumintang A. Silaen yang merupakan istri dari anggota DPR RI F-PDIP Komisi V Sukur H Nababan.

Suasana khidmat namun penuh semangat terpancar saat acara kebaktian guna mengawali acara. Kebaktian dipimpin oleh  Pdt. M. Simanjuntak/ br.Sibagariang, Liturgis diperankan Adelbert Simorangkir/br. Simanjuntak, sedangkan MC hiburan Norawaty br. Rajagukguk dan Lesboth Simanjuntak.

Ketua panitia Novander Simanjuntak, tak kuasa menahan haru atas dukungan dan partisipasi semua pihak sehingga acara dapat berjalan dengan meriah dan mempertunjukkan kasih dan persaudaraan antar marga Batak sejabodetabek.

Acara Bona taon ini dihadiri oleh Ketua Parsuratan Sedunia, Sudiman Simanjuntak, S.H., M.H. didampingi oleh Sekjen Swandi Simanjuntak, Jhon Pieter Simanjuntak, S.H., (Pengurus Marsundung SeIndonesia), St. Kadim Simanjuntak (Ketua Parsuratan Sejabodetabek), Manaris Simanjuntak, Paruhum Simanjuntak (Ketua Parsuratan Simanjuntak Wilayah Tangerang).

“Acara Bona Taon Parsuratan se-Bekasi cukup meriah, kompak dan solid, patut menjadi teladan buat Punguan-Punguan Parsuratan dimana pun berada serta sangat visioner," ungkap Ketua Umum Parsuratan Sedunia, Sudiman Simanjuntak, S.H., M.H. [ags/mp]


Pernah Syok Kena PHK, Sakti Al Fattaah Hijrah Jadi Pengusaha

Gen.ID | Ditemui di kantornya di bilangan Jl. Gedongkuning A Nomor 161 Yogyakarta, selepas launching perusahaan barunya, Nata Komunikasi Indonesia, Sakti Al Fattaah santai bercerita tentang perjalanan karirnya menjadi seorang News Presenter hingga beralih menjadi seorang pengusaha.

“Awalnya karena suka lihat pembawa berita di TV yang terkesan smart, akhirnya coba ikut audisi acara reality show di salah satu TV swasta, masuk 20 besar. Sempat memulai karir di radio terlebih dahulu selama beberapa bulan baru kemudian hijrah ke televisi hingga saat ini. Adapun kenapa saya memilih menjadi pengusaha? Karena ingin punya banyak waktu untuk beribadah dan keluarga, time freedom dan financial freedom,” ungkap Sakti soal kariernya.

Di usia yang sudah mencapai kepala tiga, Sakti sudah banyak makan asam garam di dunia pertelevisian tanah air. Tercatat 1 stasiun radio dan 5 stasiun televisi yang pernah disinggahinya selama 9 tahun berkarir di dunia broadcasting.

Hampir 1  dekade menjadi pembawa berita, banyak pengalaman yang menurutnya tidak terlupakan. Salah satunya adalah ketika Sakti harus membacakan berita kecelakaan yang ternyata kakak kandungnya sendiri sebagai salah satu korban.

“Sebelum baca beritanya sebenarnya sudah firasat kayaknya ini rombongan PNS yang kecelakaan adalah rombongan kakak saya, eh ternyata pas on air bener kakak saya yang jadi korban. Hampir nangis bombay pas baca beritanya tapi alhamdulillah bisa tetap professional,” ujarnya mengenang.
 
Sakti bercerita awal mula memberanikan diri membuka perusahaan sendiri, karena kisah pilunya yang syok tiba-tiba kena PHK (Pemutusan Hubungan Kerja).

“Jadi waktu itu sebenernya kontrak saya adalah sebagai Freelance Exclusive di sebuah stasiun TV yang kontraknya sudah berjalan selama 4 tahun. Tiba-tiba suatu hari nggak ada angin nggak ada hujan saya disuruh menghadap kepala departemen news saya,” kisahnya. Lanjutnya,”setelah ketemu ternyata dari pembicaraan yang nggak ada 10 menit itu, perusahaan sedang ada masalah keuangan dan memutuskan untuk melepas saya karena prestasi saya dinilai sama alias tidak lebih baik dari host inhouse. Akhirnya karena distop mendadak dari situ mulai muncul keberanian untuk mendirikan perusahaan sendiri.”

Keluar dari zona nyaman yang selama ini dinikmatinya, Sakti memutuskan untuk hijrah ke Yogyakarta dan  mendirikan natakomunikasi.com. Sebuah perusahaan penyedia jasa pelatihan soft skill khususnya di bidang komunikasi dan pertama di Indonesia yang buka selama 24 jam selama sebulan penuh.

Sakti Al Fattaah, CEO sekaligus founder natakomunikasi mengaku memiliki trik dan strategi khusus dalam menjalankan bisnisnya agar bisa mendapat perhatian dari masyarakat.

“Kalau kita lihat negara tetangga kita Singapura, disana pelatihan sudah menjadi gaya  hidup, itu sebabnya disana ketika weekend pertanyaan yang  muncul bukan mau nonton film apa? Tapi mau ikut pelatihan atau workshop apa?  Makanya nggak heran Singapura bisa maju banget karena masyarakatnya cerdas,” tutur Sakti.

“Jadi harapannya agar pelatihan ini bisa jadi lifestyle masyarakat kita dan nggak ada alasan bagi orang yang mau ikut pelatihan akibat terbentur kesibukan karena natakomunikasi.com buka selama 24 jam,” terangnya.

Saat ini Natakomunikasi dijalankan oleh dua orang saja termasuk Sakti. Pria asal Jakarta ini mengklaim jumlah pegawai yang ramping merupakan salah satu strategi perusahaannya agar bisa berkembang lebih pesat dengan alokasi modal lebih efisien, namun didukung oleh trainer praktisi berpengalaman dan kredibel. [mp] 


Kick Off Liga Santri Nusantara (LSN) Resmi Dibuka

GEN.ID - Liga Santri Nusantara (LSN) 2018, Region Jawa Timur 3 resmi dibuka di stadion Leces,  Kota Probolinggo Jawa Timur, Senin(3/9). 

Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah delegasi yang ada dipelbagai pondok pesantren Pasuruan-Banyuwangi, TNI-POLRI, kordinator  LSN region 3 serta panitia penyelenggara LSN  tingkat nasional Asbit Muzahid. 


Dalam sambutannya Asbit Muzahid mengatakan, penyelenggaraan Liga Santri Nusantara ini, diharapkan muncul para atlet bibit unggul sepak bola tanah air dari kalangan santri pondok pesantren, yang dapat mengharumkan nama bangsa hingga kancah internasional. 

“Kegiatan ini sebagai bentuk aspresiasi pemerintah terhadap para santri dalam menggali potensi para santri dalam ajang olah raga tingkat nasional, untuk mengharumkan nama bangsa," ujarnya kepada para peserta liga santri yang hadir. 

Laga perdana kick off Liga Santri Nusantara 2018 Region Jatim 3 Jatim ini mempertemukan empat tim, yakni tim dari Ponpes Bayt Al-Hikmah  melawan Ponpes Syarifudin. Dan tim Ponpes Raudlatul Karomah melawan Ponpes Zainul Hasan Genggong. 

Sementara itu, keseluruhan tim yang akan berlaga pada dua grup LSN Region Jatim 3 ini, berjumlah 32 tim perwakilan pondok pesantren dari Pasuruan hingga Banyuwangi.

(GI/Didin)

HOMEDEC 2018 Hadirkan Interior Hunian 'Mood Bosster'

GEN.ID - Gencarnya pembangunan sektor properti di wilayah Jabodetabek baik dari perumahan, apartemen, ruko, hotel, restaurant dan gedung-gedung lain-nya memicu naiknya demand akan kebutuhan produk interior & rancangan desain interior. Tidak dipungkiri bila saat ini permintaan jasa konsultan dan pembuatan desain interior tiap tahun menunjukkan progres kenaikan yang signifikan. 

“Di era millenial ini interior hunian banyak bergeser, bukan sekedar memenuhi kebutuhan fisik tapi juga memenuhi dahaga jiwa. Dahaga akan kenyamanan, keindahan dan kepuasan batin. Dulu orang merenovasi karena sudah rusak, sekarang renovasi karena perlu suasana baru buat ‘mood booster', " kata Nuaresta Edi Nugraha selaku Ketua HDII (Himpunan Desainer Interior Indonesia) DKI Jakarta.

Sukses mengadakan pameran tahun lalu, HOMEDEC pionir pameran Home Show untuk segala kebutuhan rumah kembali akan mengadakan pameran ke-empat-nya yang akan di selenggarakan pada tanggal 6-9 September 2018 di ICE (Indonesia Convention Exhibition) BSD City – Tangerang. “For Better Home & Living” menjadi tema HOMEDEC tahun ini.

Pada pameran tahun lalu, HOMEDEC berhasil mencapai 22,700 pengunjung selama 4 hari, dengan 73% dari kelas menengah keatas yang didominasi oleh wilayah Jakarta & Tangerang. Dari survey tahun lalu, 78% dari peserta pameran mengatakan bahwa mereka berhasil mencapai target dan puas. Sementara itu, 93% dari pengunjung mengatakan bahwa mereka akan datang kembali untuk mengunjungi HOMEDEC tahun ini. 

“Ini kesempatan kami di 2 tahun berturut-turut ada di event ini,  kerjasama dengan HOMEDEC membantu kami untuk melakukan selling out lebih banyak lagi di akhir kuartal ini” ujar Heru Handoko, Retail Manager Philips Home Lighting yang berpartisipasi pada pameran HOMEDEC sejak tahun 2016.

Linda Leoni selaku Regional Business Development Manager penyelanggara pameran Homedec 2018 pun menambahkan bahwa target pengunjung didominasi oleh Homeowners yang berniat untuk merenovasi rumah, di mana karakteristik ini adalah buyers yang serius dan ‘berani’ mengeluarkan budget dalam mewujudkan hunian impian-nya. "Ini yang akan menjadi kesempatan yang baik bagi para peserta untuk mempromosikan produk dan desain terkini, meraih lebih banyak customer baru dan memaksimalkan penjualan di akhir kuartal," terang Linda.

Selama pameran berlangsung, beberapa kegiatan dan acara menarik akan diadakan seperti Konferensi bersama praktisi Industri Desainer Interior melalui HDII DKI Jakarta, HOMEDEC Student Competition bersama HDII Pusat yang akan ditujukan untuk para calon desainer interior masa depan Indonesia, Rumah 100 M2 yang akan dipamerkan oleh Indonesia Young Architect (IYA), Forum Arsitektur Archinesia, HOMEDEC Good Design Award, HOMEDEC Talk, HOMEDEC Flash Sale, Kontes Register & Win, dan kontes Spend & Win, dengan total hadiah ratusan juta rupiah

[GI/Mahar]

Siswa SD Antusias Sambut Perpustakaan Keliling KKN77 UMM

GEN.ID | MADIUN - Bekerjasama dengan Dinas Arsip dan Perpustakaan daerah kota Madiun, KKN 77 Universitas Muhammadiyah Malang mendatangkan perpustakan keliling di SDN 02 Blimbing kecamatan Dolopo, disambut positif oleh guru dan murid.

Antusiasme terlihat dari sorak sorai murid-murid ketika mobil perpustakaan datang pada senin pagi sekitar jam sembilan di sela-sela jam istirahat sekolah.

Seperti dikatakan Beni salah seorang guru, "bagus sekali respon anak-anak apalagi yang berada di daerah pegunungan atau dataran tinggi,  dan pedalaman seperti ini, senang sekali. mobil datang anak-anak bersorak hore-hore, sepertinya bagi mereka ini adalah hal baru".

Banyak Koleksi buku-buku yang dibawa oleh perpustakan keliling beraneka macam dan berbeda dengan perpustakan yang sudah ada di SDN 02 Blimbing hal ini membuat murid-murid memiliki semangat dan ilmu yang baru.

Diharapkan dengan adanya Perpustakaan keliling ini dapat meningkatkan minat baca murid-murid SDN 02 Blimbing seperti yang di utarakan Mahasiswa KKN kelompok 77 universitas Muhammadiyah Malang sekaligus penanggung jawab acara Perpustakaan keliling Mareta.

”Saya harapkan dari perpustakan keliling ini membuat murid SDN 02 Blimbing bisa meningkatkan minat bacanya, karena di Indonesia ini kan anak-anak kurang sekali minat bacanya, saya harapkan dengan adanya perpustakan kelililng ini, bisa memotivasi siswa agar meningkatkan literasi membacanya". Ujarnya.


 
| Arianto

Implementasi 4 Pilar di DPR Dipertanyakan Anak SMA


GEN.ID | MOJOKERTO - Menghadapi Revolusi Industri 4.0, kontekstualitas, integritas dan kerja keras menjadi kebutuhan utama agar sumber daya manusia Indonesia dapat bersaing.

Menjadi lebih penting aspek tersebut berjalan dalam Prinsip Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara. Pancasila sebagai Ideologi, UUD 1945 sebagai Konstitusi, NKRI sebagai bentuk Negara, serta Bhinneka Tunggal Ika semboyan-nya adalah hal hutlak untuk dipertahankan.

Hal itu terungkap dalam ceramah kebangsaan oleh Henky Kurniadi, S.H, M.H dari FPDIP DPR RI, yang dihadiri 200 peserta dari SMAN 1 Ngoro Kabupaten Mojokerto.

Cermah kebangsaan ini juga mendapat respon yang luar biasa dari audiens, salah satunya melalui pertanyaan yang menarik dan menantang mengenai  implementasi 4 (empat) Pilar kebangsaan oleh anggota DPR karena banyaknya korupsi.

“Dalam institusi DPR, tentunya ada mutiara dan benalu di tubuh kami sebagai wakil rakyat. Karena itu, kita harus selalu optimis menghadali realitas yang ada dengan teguh dan bijaksana," jawab Henky.

CJ : Achmad
Red : Arianto

-

-

-

-

Wafiq Griya Busana

-

-
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Generasi Indonesia - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by daguku