Latest Post

Klaim Tanah Sewa, Pengelola Teras Kayu Resto Pekanbaru Dilaporkan ke Bareskrim Polri

GEN-ID | Jakarta - Kasus pemasangan plang yang dilakukan Mery Gunarti dengan mengaku sebagai pemilik diatas lahan atau mengklaim tanah milik sah dari Alm. Mhd Rawi Batubara dikategorikan sebagai "Perbuatan Melawan Hukum" yang dapat digugat ganti-kerugian materiil berupa biaya sewa selama tanah dikuasai secara ilegal, serta perintah pengosongan. Demikian LEADHAM Internasional dalam keterangan pers.

Apalagi ketika Rumah Makan Teras Kayu Resto (berdiri dilahan Mhd Rawi Batubara) tersebut saat ini dikuasai Merry Gunarti serta Salikun Djono, dan  pemilik Rumah Makan Teras Kayu Resto sudah memberikan biaya sewa selama 10 tahun dengan nilai sewa sebesar Rp.150 juta pertahunnya.

Hal ini ditegaskan Dr.(H.C) Ir. Rismauli D. Sihotang selaku Ketua LEADHAM (Lembaga Advokasi Hak Azasi Manusia) Internasional Jawa Tengah, bersama team advokat, Ulrikus laja, S.H., saat mendampingi para korban Winda Isnaini Batubara, (anak Alm. Mhd Rawi Batubara), Zun Khairani Harahap, (istri Alm. Mhd Rawi Batubara), dan Sumarni Burhan Silaban (Mak tua), saat menyambangi Mabes POLRI dan bertujuan untuk membuat Laporan Polisi (LP) bertempat di Bareskrim Polri, Gedung Awaloedin Djamin Komplek Mabes Polri, Jalan Trunojoyo Nomor 3 Selong, Blok M, Kecamatan Kebayoran Baru Jakarta Selatan pada, Senin (20/1/2020) siang.

Dalam penuturannya Risma mengatakan bahwa telah dilakukan konsultasi hukum di lantai 4 dengan bagian Pidana Umum (Pidum) Bareskrim Polri mengenai keterkaitan masalah penyerobotan sebidang tanah untuk dan atas nama Klien Lembaga Advokasi Hak Azasi Manusia (LEADHAM) Internasional, yakni Winda Isnaini Batubara.

"Walaupun belum gelar perkara, tapi kita telah membawa bukti-bukti yang kita pegang. Rencananya kita akan membuat/membuka LP (Laporan Polisi), jadi ada yang masih (kurang) harus dilengkapi (Selasa, 21 Januari 2020) kita akan kembali lagi ke sini (Bareskrim Polri). Kita kembali menghadap, menyerahkan dokumen yang diminta untuk proses selanjutnya," tutur Wanita cantik dan energik ini, yang selalu memenangkan perkara dalam persidangan.

Masih kata Risma, untuk proses selanjutnya tentunya jelas pihak LEADHAM akan melaporkan Mery Gunarti terkait dugaan perbuatan melawan hukum yang dilakukannya. "Kita akan melakukan laporan polisi, melaporkan tentang tindak pidana yang dilakukan disana yang 'menancapkan' plang secara sepihak (di atas tanah Mhd Rawi Batubara (Alm.) oleh Mery Gunarti dan (bersama) suaminya Salikun Djono, (tepatnya pada Kamis pagi, tanggal 30 Agustus 2018) yang notabene milik klien kita," ungkap Risma.

Nanti tentunya akan ke pokok perkaranya, lanjut Risma, terkait proses pelaporannya. "Kita akan 'berkencan' lagilah dengan penyidik atau konsultan hukumnya di (Bareskrim) disitu yach," tegasnya lagi.

Sebenarnya, dalam kasus ini bukan obyek yang disengketakan oleh Mery Gunarti. Karena Mery justru bersengketa dengan PT Surya Kencana sejak tahun 1996. (Pada tahun 2007 terjadi lagi perkara antara PT. SURYA SENA KENCANA menggugat MERY GUNARTI atas tuduhan bahwa MERY GUNARTI tidak beritikad baik menjual tanahnya pada tahun 1996 ke PT. SURYA SENA KENCANA dimana pada saat itu tanah yang dijualnya diduga sedang bersengketa antara Drs. SUTAN BALIA menggugat SUPANGAT PURWOMIHARJO. 

Dan Singkatnya perkara tersebut dimenangkan oleh PT. SURYA SENA KENCANA sehingga MERY GUNARTI terpaksa mengganti kerugian kepada PT. SURYA SENA KENCANA sebesar Rp.16 miliar, dengan Nomor perkara : 58 di Pengadilan Negeri (PN), Pengadilan Tinggi (PT) Nomor : 72, Mahkamah Agung (MA) Nomor : 529 dan Peninjauan Kembali (PK) Nomor : 478, semua perkara dimenangkan oleh PT. SURYA SENA KENCANA.

"Baru pada tahun 2018, dia (Mery) menaruh (memasang/menancapkan) plang yqng tidak ada dasarnya terhadap putusan-putusan yang dia tancapkan (ada) didalam plang tersebut, dari tahun 1996-an kemana aja dia, sedangkan dia adalah orang terpandang disana, ia (Mery) adalah orang kaya di Pekanbaru. Dia merupakan pelaku bisnis yang sangat luar biasa, tetapi ternyata dia (diduga justru) mendzolimi rakyat kecil. Seperti disini, telah ikut hadir bersama kami (ahli waris)," paparnya.

Sementara itu, Ulrikus Laja, S.H., selaku team advokat LEADHAM Internasional juga mengungkapkan bahwa terkait hal tersebut dapat ditarik perspektif yuridis, adalah sangat riskan melakukan "penyerobotan" melalui pemasangan plang yang dilakukan pihak Mery Gunarti. "Telah terjadi pelanggaran hukum, karena memasuki pekarangan orang tanpa izin dan tindakan ini yang dapat dijerat dengan Pasal 167 KUHP," ujar Ulrikus.

Selain itu, sesuai ketentuan pasal 32 Peraturan Pemerintah Nomor 24 tahun 1997, tentang pendaftaran tanah bahwa jika telah terdaftar maka (siapapun) tidak dapat menuntut pembatalan hak atas tanah (apalagi jika telah bersertifikat).

Reporter: Mahar Prastowo
Editor: Zarkasih

Kokola Group Salurkan Bantuan Korban Banjir Melalui Posko Senkom Bekasi Raya


Gen-ID | Bertempat di Posko Peduli Korban Banjir Senkom Mitra Polri di Jalan Swatantra Jatirasa Jatiasih Kota Bekasi, PT Mega Global Food Industry (Kokola Group) menyerahkan bantuan paket biskuit kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat terdampak banjir.

Banjir melanda warga perumahan Pondok Gede Permai, Kemang IFI, Mitra Lestari dan sekitarnya akibat curah hujan tinggi di malam tahun baru.

Bantuan biskuit dari Kokola Group diserah terimakan oleh Nanda selaku PR Kokola Group kepada Sartono selaku Koordinator Posko Senkom Mitra Polri Bekasi Raya, disaksikan segenap jajaran pembina dan pengurus Senkom Bekasi Raya.

Sartono mengucapkan terimakasih dan apresiasi yang tinggi kepada Kokola Group atas kepeduliannya terhadap masyarakat terdampak banjir, serta atas kepercayaan bersinergi dengan Tim Senkom Rescue, unit kebencanaan Senkom Mitra Polri.


Meski para relawan Senkom Rescue juga banyak yang terdampak banjir, namun mereka tetap berusaha untuk dapat memberikan bantuan evakuasi kepada masyarakat.


Dikatakan Humas Senkom Bekasi Raya, Sandi Setya Miharja, guna memenuhi kapasitas daya tampung pengungsi, selain menggunakan kantor sekretariat, juga bekerjasama dengan LDII setempat yang memiliki gedung 3 lantai dan sebuah masjid dengan halaman cukup luas yang saling berdekatan.


Tentang Senkom Rescue

Senkom Rescue adalah sebuah unit kerja atau klaster bidang SAR dan kebencanaan Senkom Mitra Polri. Anggota Senkom Rescue terlatih di bidang mitigasi, evakuasi dan rehabilitasi dalam kebencanaan. Tim ini berdiri pada 1 Januari 2005 atau tepat 1 tahun setelah berdirinya Senkom Mitra Polri pada 1 Januari 2004. Ketika itu Senkom Mitra Polri menerjunkan tim dalam peristiwa Tsunami Aceh Desember 2004. Senkom Rescue dilatih oleh BNPB, Basarnas (BNPP), Polair dan lain-lain.


Tentang Kokola Group

PT Mega Global Food Industry (Kokola Group), adalah produsen olahan pangan berupa wafer dan biskuit spesialis halal dan aman yang telah eksis di pasar internasional. Produk Kokola Group didistribusikan 50% untuk pasar ekspor dan 50% untuk domestik.

Biskuit Kokola yang dikenal kemasannya fashionable telah mengisi rak-rak supermarket di Asia, AS, Eropa, Tiongkok, UEA, Australia, dan negara-negara lainnya.

Dengan tagline "Kokola Halal Enaknya Terlalu", PT Mega Global Food Industry menerapkan total food safety, yang mana pabrik pengolahan biskuit yang berlokasi di Gresik, Jawa Timur, itu menerapkan standar keamanan pangan tinggi mulai penggunaan bahan baku, alat produski, hingga proses produksi.

Hal itu karena Kokola Group berkomitmen kuat menyajikan makanan halal yang aman dan sehat secara menyeluruh bukan hanya pada produk, melainkan juga dalam proses pembuatan (halal proses dan halal produk).

Di pasar domestik, Biskuit Kokola halal bisa diperoleh di seluruh toko dan jaringan supermarket ternama seperti Hypermart, Giant, Hero, Lion Superindo, Carrefour, Yogya Toserba, Griya Toserba, Hari Hari, Naga Swalayan, Ramayana, dan e-commerce di seluruh Indonesia.

 
Reporter:Agus Wiebowo
Editor:Mahar Prastowo



Di Amerika Agnez Mo Tegaskan Tidak Berdarah Indonesia

“Karena saya sesungguhnya tidak memiliki darah Indonesia. Saya mempunyai darah Jerman, Jepang, dan Cina, saya hanya lahir di Indonesia.”
GEN-ID | Cuplikan video pengakuan Agnez Mo bahwa dia tidak berdarah Indonesia menjadi viral. Penyanyi yang kini merintis di jalur internasional itu mendapatkan kecaman terkait pernyataannya bahwa dia hanya hanya terlahir di Indonesia tapi sesungguhnya ia berdarah Jerman, Jepang dan Cina.

Aktivis, Emmy Hafild, sebagaimana dilansir Tempo, berbicara keras menanggapi pernyataan Agnez Mo. “Persetan Agnez Mo! Kamu tidak berharga menjadi orang Indonesia,” tulisnya di akun Facebooknya. 

Emmy menuturkan, Agnez tumbuh, menghirup udara, dan memulai  karir di Indonesia. Indonesia, sudah memberikan kesempatan pertama untuk memulai karirnya sebagai penyanyi. “Kamu bilang bukan orang Indonesia karena tidak setetes pun darahmu orang Indonesia? Karena kamu Kristen dan ini adalah negara mayoritas muslim?” katanya mempertanyakan.

Menurut Emmy Hafild, seharusnya Agnez memahami bahwa tidak ada darah atau gen Indonesia. “Karena gen masyarakat di negara Indonesia itu semuanya bercampur: Afrika, Mongol, India, Arab, Melanesia, Asia Timur, Portugis, Belanda.” Emmy kembali menegaskan, “Kamu orang Indonesia, bukan karena darahmu tapi karena kepribadianmu, di mana temanmu, keluargamu, budaya dan masyarakat yang mempengaruhi.”

Dalam wawancara dengan Kevin Kenney dalam media platform Build Series New York, tayang di Youtube pada Jumat, 22 November 2019, Agnez mengatakan sebagai orang Kristen di negara mayoritas muslim.

Kala itu, Kevin menanyakan mengapa ia memiliki gaya yang berbeda dengan kebanyakan orang Indonesia. Pelantun Coke Bottle ini pun mengatakan bahwa hal ia nya yang memang tidak berdarah Indonesia. “Karena saya sesungguhnya tidak memiliki darah Indonesia. Saya mempunyai darah Jerman, Jepang, dan Cina, saya hanya lahir di Indonesia,” katanya.
Staf Khusus Menteri Pertahanan Bidang Komunikasi Publik, Sosial-Ekonomi dan Hubungan antar Lembaga, Dahnil Anzar Simanjuntak, ikut menanggapi pernyataan Agnez. Dahnil meyakini Agnez masih memiliki jiwa nasionalisme yang besar.

"Terlepas dari ucapan Agnez, yang saya yakin dia punya semangat nasionalisme dan bela negara. Mungkin sebagian dari kita saja menterjemahkannya berbeda sehingga memunculkan pro dan kontra," kata Dahnil dikutip kumparan, Selasa (26/11).

Kementerian Pertahanan (Kemhan) juga berencana akan mengumpulkan sejumlah pelaku dunia hiburan (artis) yang bergerak di beberapa platform seperti YouTube dan media sosial lainnya, guna menyosialisaikan nasionalisme dan bela negara mengingat peran mereka sebagai publik figur yang dapat berbicara dan mempengaruhi masyarakat luas. (gi/tempo/kumparan)

Peringatan Bulan Bahasa di SMP Martia Bhakti Berlangsung Semarak



GEN-ID | SMP Martia Bakti Kota Bekasi  menyemarakan program bulan bahasa dengan menggelar berbagai macam perlombaan, pada Sabtu (02/11/2019), di kompleks sekolah yang terletak di Jalan Jendral Sudirman, Kayuringin Jaya, Bekasi Barat.


Perlombaan diikuti seluruh siswa yang telah terpilih dari kelas VII,  VIII hingga IX, dan dibagi dalam beberapa tempat yaitu di aula, kelas dan halaman sekolah.

Ketua panita, Yudha Agung Pangestu, menerangkan aneka lomba tersebut merupakan agenda rutin tahunan untuk menyemarakkan bulan bahasa yang jatuh pada bulan Oktober.

Perlombaan meliputi Sumpah Pemuda, Story Telling, Icon, Stand, Cipta Puisi, Poster.

Hadir dalam acara ini, H. Syahroni, M.Pd dari Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Drs. Budiyanto selaku Ketua Yayasan Pendidikan Martia  Bhakti, Fauzan Haq, S.Pd dari SMA Martia Bhakti, Jumiati S.Pd dari TK Martia Bhakti, Drs. Eko Surono, M.Pd dari MKKS Sub Rayon 03 Kota Bekasi, Roos Utami, S.E dari MKKS Sub Rayon 03 Kota Bekasi, serta para tamu undangan.

Menurut Yudha acara ini bertujuan agar siswa-siswi dan masyarakat paham bahwa budaya Indonesia masih harus dikembangkan, karena generasi sekarang banyak yang sudah melupakan budaya sendiri. Selain  itu kualitas pemilihan bahasa  supaya lebih baik lagi.

Peserta lomba terdiri dari 50 anak setiap kelas, yang turut dalam 8 jenis perlombaan. Adapun  siswa SMA dan TK dibawah naungan Yayasan Martia Bhakti berperan sebagai undangan yang menyemarakkan acara.

Selain berbagai perlombaan, ada bazaar dengan  20 booth stand yang masing-masing diberi nama provinsi di Indonesia. Jumlah 20 booth disesuaikan dengan jumlah kelas di SMP Martia Bhakti.

Yudha berharap dengan diselenggarakannya acara bulan bahasa, budaya dan bahasa tetap terjaga.

Hal senada di sampaikan ketua Yayasan,  Drs. Budiyanto, yang mana ia juga berharap acara bulan bahasa di lingkungan sekolahnya dapat terus berjalan.

"Jangan sampai bahasa Indonesia justru orang asing lebih baik dari kita, Mudah mudahan acara seperti ini berlanjut terus dan sukses. Kami juga sangat mengapresiasi kerjasama kepala sekolah, para guru, korlas, komite, wali murid  dan semua siswa siswi," ujar Budiyanto.

Sementara itu kepala sekolah, Edi Purwanto, S.Pd mengungkapkan, acara seperti ini sangat bagus, dimana kreatifitas anak ditampilkan. "Anak-anak harus dirangsang, proses belajar mengajar tidak boleh lagi bersifat pasif, di mana anak hanya duduk sementara guru yang menerangkan. Tapi sebaliknya guru hanya memberi tema pembelajaran, anak mengerjakannya dengan  sistem diskusi atau kelompok," terang Edi Purwanto.

Edi menerangkan, penguasaan bahasa Indonesia menunjukkan kreatifitas dan kecintaan kita terhadap bangsa Indonesia.

Terhadap acara bulan bahasa ini para orang tua murid sangat mendukung dan mengapresiasi,  salah satunya Yuniati, yang berharap dapat berlangsung setiap tahun dan semakin baik.

Pantauan redaksi, acara bulan bahasa Martia Bhakti tahun 2019 ini cukup meriah. Acara dipandu oleh dua pranatacara berpengalaman, Rika Oktafarma Diana, M.Pd  dan Rizky Mareta.S.Pd. (Johny Rio /Agus W)

Fauni, Anak Tentara di Balik Robot Terbang Ashwincarra Juara 3 Teknofest Turki

GEN-ID | Fauni Ambarsari anak seorang prajurit wanita Kodim 0720/Rembang Peltu Siryati berhasil membuktikan kemampuannya. Gadis cantik kelahiran 31 Agustus 1997 ini meraih prestasi yang sangat membanggakan. Ia besama tim Gamaforce Robot Ashwincarra UGM berhasil meraih juara 3 dalam Teknofest Fighter UAV Competition untuk kategori Fixed Wing yang berlangsung beberapa waktu lalu di Istanbul, Turki.

Ashwincarra adalah robot terbang unggulan karya tim Gadjah Mada Flying Object Research Center (Gamaforce). Persiapan panjang telah dilalui tim Gamaforce di laboratorium Teknologi Mekanik Departemen Teknik Mesin dan Industri dan Pemograman ELINS, seperti perancangan pesawat, pembuatan pesawat, penyelesaian misi program, dan pembuatan detail report. Sebelum dinyatakan lolos untuk melaju dalam kompetisi di Turki, robot terbang Ashwincarra telah bersaing dalam rangkaian seleksi dengan 280 tim lain dari berbagai negara di dunia. Ashwincarra telah dikonfigurasi secara detail dan dilengkapi dengan teknologi artificial intelligence. 

Ditanya soal tim Gamaforce ternyata sebelumnya telah meraih gelar juara umum dalam 4 kategori lomba pada kompetisi yang diselenggarakan oleh Kemenristekdikti, yaitu Kontes Robot Terbang Indonesia.

“Meski mengalami regenerasi anggota setiap tahunnya, gelar juara umum dapat dipertahankan selama 4 tahun berturut-turut, dari tahun 2015 hingga 2018. Pada tahun 2017, Gamaforce mendapat juara 3 dalam Tubitak International UAV Competition Turkey. Tahun ini merupakan lomba pertama kami di Teknofest, dan alhamdulillah mendapat juara 3” ungkap Fauni

Kompetisi ini tidak hanya diikuti para pemula tetapi juga diikuti mereka yang memang sudah ahli dalam hal aviasi.

“Alhamdulillah sangat bersyukur, karena dari Indonesia hanya tim ini yang bisa lolos dan meraih juara di Teknofest Fighter UAV Competition. Apalagi pesaing dari luar yang memang sudah ahli di bidang aviasi, karena memang lombanya terbuka untuk umum, jadi meski mahasiswa kami harus siap bersaing dengan yang sudah veteran. Banyak perjuangan yang dilalui setiap harinya untuk mempersiapkan lomba ini, dari sejak bulan Januari 2019. Bahkan ketika lomba, pesawat kami mengalami crash wing, sehingga harus memperbaiki di tempat lomba itu langsung, dan alhamdulillah pesawat dapat terbang dengan baik di ronde selanjutnya” ujar gadis kelahiran Rembang ini.

Harapannya ke depan untuk pribadi maupun bangsa Indonesia terkait prestasi ini adalah ingin banyak lagi penerus yang berkarya dibidang UAV.

“Saya harap pencapaian kali ini tidak lantas menyudahi semangat kami untuk terus mengembangkan diri. Tetap rendah hati dan selalu belajar lagi. Semoga apa yang kami capai kali ini sekiranya bisa menjadi salah satu pemantik bagi teman-teman kami sebangsa setanah air lainnya untuk terus berkarya baik di dalam negeri maupun di luar negeri, khususnya di bidang UAV, sehingga kita bisa ikut memacu perkembangan penguasaan teknologi robot terbang yang mampu bersaing di tingkat internasional,” harap Fauni.

Pencapaian tersebut tidak terlepas dari dukungan ibunya, yang berprofesi sebagai anggota Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad) yang sehari-hari berdinas di Kodim 0720/Rembang. Ibu dengan empat anak yang juga meraih predikat terbaik saat pendidikan Secaba Milsuk Tahun 1987 ini selalu mendukung dengan doa dan bimbingan moril. Tempaan yang berat saat pendidikan Kowad-lah yang menjadikan istri dari Didik selalu mengembangkan sikap disiplin dan mandiri sehingga terbentuk rasa percaya diri dalam pelaksanaan tugas serta menjadi teladan di segala bidang.

“Selalu mensuport anak selama kegiatan yang diikuti positif. Memberikan perhatian dan menanamkan kepercayaan yang harus dia jaga dimanapun berada terutama saat jauh dengan orang tua. Mengingatkan untuk selalu beribadah, terutama jangan meninggalkan shalat 5 waktu dan sempatkan baca Al Qur’an tiap hari. Selalu mendoakannya terutama di 2/3 malam. ” jelasnya saat ditanya tentang kiat mendidik sebagai orang tua.

Sebagai ibu, sebagai istri, dan sebagai militer, senantiasa dilaksanakannya dengan penuh kesadaran dan rasa tanggung jawab, karena keluarga yang harmonis pada hakikatnya merupakan sendi dan pilar bagi kokohnya bangunan suatu masyarakat. Ibu yang juga alumni Universitas Merdeka Surabaya ini berharap anaknya tetap tumbuh sebagai pribadi yang rendah hati.

“Walau prestasimu mendunia, tetaplah jadi anak mama yang manis dan rendah hati,” pungkas Peltu Siryati. 


Marvel Studios Luncurkan Superhero Muslimah, Bisakah Tayang di Indonesia?

GEN-ID| Marvel Studios membuat gebrakan baru dengan memunculkan superhero muslimah pertamanya, Ms Marvel. Nah, dapatkah Ms Marvel tayang di  layar kaca Indonesia yang sedang dalam puncak islamophobia? 

Munculnya karakter superhero ini tentu bertentangan dengan keyakinan umum yang diciptakan pihak tertentu, tentang karakter muslim sering digambarkan sebagai tokoh jahat di film-film barat yang terinspirasi Islamofobia atau kebencian terhadap Islam.

Ini merupakan gebrakan luar biasa, mengubah muslim menjadi superhero. Sebab, sejatinya, ajaran Islam memang mengajarkan muslim menjadi orang yang berkarakter baik, seperti superhero muslimah yang suka menolong.

Seperti dilansir Hollywood Reporter, Marvel Studios memulai debutnya dengan mengeluarkan seri superhero muslimah yang bernama Ms Marvel untuk ditayangkan di Disney+.

Ms Marvel diceritakan merupakan seorang gadis ajaib yang memiliki nama asli Kamala Khan. Ia merupakan remaja keturunan Pakistan muslim yang tinggal di New Jersey, AS.

Seperti superhero lainnya, Ms Marvel memiliki kemampuan untuk mengecilkan dan meregangkan tubuhnya setiap saat. Selain itu, ia juga bisa menyembuhkan dirinya sendiri saat terluka parah.

Ms Marvel ini merupakan tokoh komik superhero yang dibuat oleh G. Willow Wilson. Ceritanya berfokus pada diaspora remaja muslim Amerika hingga berpetualang bahkan menjadi superhero.

Wilson berharap, Ms Marvel bisa mencerminkan citra baru muslim yang baik dan suka menolong. Ini bisa digunakan untuk melawan Islamofobia dalam bentuk yang lembut.

Wilson sendiri merupakan seorang mualaf yang bekerja sebagai penulis sekaligus ilustrator. Ia juga telah meraih banyak penghargaan internasional.


Tentang Gwendolyn Willow Wilson

Gwendolyn Willow Wilson, lahir pada 31 Agustus 1982 (37 tahun), dikenal secara profesional sebagai G. Willow Wilson, adalah seorang penulis komik, penulis prosa, penulis esai, dan jurnalis Amerika. Novel grafis pertamanya, Kairo (diterbitkan oleh Vertigo pada 2007), ditulis setelah tinggal beberapa lama di Mesir, dan terdaftar sebagai novel grafis papan atas untuk remaja. Dia muncul kembali dengan meluncurkan Ms. Marvel untuk Marvel Comics yang dibintangi superhero muslimah  berusia 16 tahun bernama Kamala Khan.

Wilson kuliah di Universitas Boston jurusan sejarah. Namun di tahun kedua, ia Wilson mulai mengalami kegalauan akibat mempelajari sejumlah agama, termasuk Budha, Yahudi, Kristen, dan Islam. Wilson pertama kali mempertimbangkan untuk pindah agama ke Yudaisme karena dia mengagumi gagasan "Tuhan yang tidak terpisahkan yang satu dan utuh." 

Setelah mempelajari Yudaisme, dia fokus pada Islam, yang menarik baginya karena "menjadi seorang Muslim adalah semacam kesepakatan antara Anda dan Tuhan." Serangan teroris 9/11 membuat studi agamanya mundur. Lalu pada tahun 2003, tak lama sebelum lulus, Wilson mengajar bahasa Inggris di Kairo. Selama perjalanan pesawat, Wilson masuk Islam; mengklaim dia "berdamai dengan Allah. Aku memanggilnya Allah." Setibanya di Kairo, Wilson secara terbuka mempraktikkan Islam. Dia bertemu dengan seorang guru fisika bernama Omar yang kemudian menikahinya. Pasangan Wilson - Omar pindah ke Amerika Serikat dengan Wilson kembali ke karier menulisnya, dan Omar menjadi penasihat hukum bagi para pengungsi. (maharpras)



Axis Rebut Hati Masyarakat Bitung


GEN-ID | Bitung - PMT Cell mengungkapkan peningkatan signifikan penjualan kartu perdana Axis, bahkan bisa dikatakan meroket. Dalam catatan penjualan PMT Cell triwulan terakhir,  penjualan kartu perdana AXIS  berhasil menembus angka hingga 5.600 pelanggan baru. Yang jika digabungkan dengan seluruh konter di Kota Bitung mencapai lebih dari 20.000 pelanggan baru. 

Saat ini AXIS sebagai operator GSM Yang Baik sedang melakukan promo dengan produk andalan Internet BRONET ON YOU (BOY).


Penambahan angka jumlah pelanggan baru ini membuktikan AXIS berhasil merebut hati masyarakat Bitung dengan menjawab kebutuhan masyarakat akan layanan provider dengan harga terjangkau, kualitas jaringan luas dan paling irit.

Pemilik konter PMT CELL Bitung yang akrab disapa Ko, mengungkapkan bahwa kartu AXIS sangat sesuai dengan kebutuhan masyarakat kota Bitung,  dengan produk andalan AXIS BOY (BRONET ON YOU).

"Axis berhasil memposisikan diri sebagai provider yang irit, paling murah dan paling diminati di kota Bitung," ungkap Ko, pemilik konter PMT.

Keunggulan yang ditawarkan Axis dengan paket internet BOY ini, ialah jangkauannya yang mengcover seluruh wilayah Sulawesi Utara.

Berikut ini kehandalan Paket Axis BOY:
1.Berlaku di semua jaringan XL-AXIS 3G/4G, 24 Jam tanpa berbagi waktu.
2.GRATIS KUOTA 2GB tiap bulan (Redeem di aplikasi Axisnet-surprize)
3.GRATIS NELPON kre No XL-AXIS.
4.GRATIS SMS Ke No XL-AXIS.
5. HARGA PALING MURAH DAN PALING IRIT yaitu 1,5 GB (Rp 10.000), 3 GB (Rp 18.000), 5 GB (Rp 25.000), 8 Gb (Rp 35.000).

PMT Cell selalu siap melayani anda. Kunjungi  KONTER PMT CELL yang beralamat di kawasan Perempatan Tinombala, Jalan Raya PASAR WINENET Bitung.

Mau terus eksis? Pakai Axis ...

(Adv/Kmd)

-

-

-

-

Wafiq Griya Busana

-

-
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Generasi Indonesia - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by daguku