Latest Post

Pemkot Bekasi Deklarasi 428 Sekolah Ramah Anak


GEN-ID | Pemerintah Kota Bekasi mendeklarasikan program Sekolah Ramah Anak (SRA) dan Madrasah Ramah Anak (MRA) Se-Kota Bekasi Tahun 2020, Minggu, (23/2/2020) di Kantor Walikota Bekasi Jalan Ahmad Yani. 

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bekasi Hj Riswanti mengatakan dilaksanakannya deklarasi sekolah ramah anak sebagai bagian dari pemenuhan hak anak untuk tumbuh dan berkembang. Lingkungan Sekolah diharapkan selalu dalam suasana damai nyaman untuk belajar bagi anak. 

"Sekolah menjadi lembaga pendidikan formal.  didukung guru yang baik, pemanfaatan waktu luang dengan seni dan budaya, semoga nantinya menjadi anak generasi bangsa yang baik pula," ungkap Riswanti. 

Ia juga mengatakan sebanyak 428 sekolah dari SD-SMP dan SMA deklarasi sekolah ramah anak dan di tahun 2020 ini dipraktekkan pada  Sekolah Madrasah Ibtidaiyah dan Tsanawiyah Se-Kota Bekasi. 

"Ini dilakukan agar seluruh sekolah di Kota Bekasi bisa ramah anak sesuai kluster hak anak mengenyam pendidikan, dan memanfatkan waktu luang," kata Riswanti. 

Sementara itu, Wakil Walikota Bekasi Dr Tri Adhianto bersama Istri Wiwik Hargono ikut dalam kemeriahan deklarasi sekolah ramah anak di Kota Bekasi tahun 2020. 

Wakil Walikota Bekasi Tri Adhianto mengatakan Pemerintah Kota Bekasi akan terus mendukung  program sekolah ramah anak agar anak di Kota Bekasi bisa selalu ceria dan bahagia. Ia juga berharap sekolah menjadi sarana anak melakukan kegiatan positif selain mendapatkan pendidikan formal. 

Untuk itu, Pemerintah Kota Bekasi melalu DP3A dan Dinas Pendidikan Kota Bekasi akan terus memberikan sosialisasi dan pemahaman kepada komponen sekolah tentang pentingnya sekolah ramah anak.

"Nanti anak bisa banyak kreasi di waktu luang sehingga sekolah ramah anak yang nyaman dan aman bisa tercipta di Kota Bekasi," ungkapnya. 

Deklarasi Sekolah Ramah Anak menjadi bagian dari rangkaian program Pemkot Bekasi dalam rangka HUT Kota Bekasi Ke-23 pada 10 Maret 2020 mendatang. (goeng/mahar)


#HUT23KotaBekasi

Sambil Bersepeda, Wakil Walikota Bekasi Sosialisasikan Zero Plastik

GEN-ID | Mulai 01 Maret 2020 Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat akan menerapkan kebijakan belanja tanpa kantong plastik di toko ritel dalam rangka realisasi implementasi Perwal Nomor 37 Tahun 2019 Tentang penggunaan Plastik sekali Pakai.

Dengan bersepeda, Wakil Walikota Bekasi, DR. Tri Adhianto yang akrab dipanggil Mas Tri, didampingi Kabid Penataan dan Peningkatan Kapastitas Lingkungan Hidup Kota Bekasi Helfi Hendriyana, dan Tim Percepatan Pembangunan (TWUP4) mendatangani sejumlah toko ritel yang berada di bilangan Bekasi Timur. 

"Ayo masyarakat Kota Bekasi, kita bijak dalam menyikapi kebijakan penggunaan kantong plastik sekali pakai. Ayo mulai saat ini membawa tas belanja yang ramah lingkungan," ajak Mas Tri.

Sosialisasi kebijakan tersebut telah dilakukan sejak tahun lalu ke pengusaha-pengusaha ritel. Sekarang sudah sampai sosialisasi tahap akhir.

Melalui kebijakan ini nantinya para pengusaha menyediakan kantong pengganti ramah lingkungan atau pelanggan membawa kantong belanja sendiri, "kalau dari ritel sudah menyatakan siap," ujar Mas Tri.

Ia sangat optimistis penerapan kebijakan tanpa kantong plastik di toko modern bisa mencontoh  dan merealisasikan seperti daerah lain di Bogor dan Bali.

"Produksi sampah masyarakat Kota Bekasi sudah mencapai 1800 ton dalam sehari. 40 persen diantaranya adalah sampah anorganik seperti plastik. Nah dengan diterapkannya kebijakan ini, merupakan komitmen pemerintah untuk menciptakan lingkungan hidup yang lebih baik," jelasnya.

Kebijakan Zero Plastic merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk menciptakan lingkungan hidup yang lebih baik kini dan nanti. (EZ/ST/HUMAS)


Editor: Mahar Prastowo

Logo HUT Kota Bekasi Ke-23 Karya Mahasiswa Riau. Kok Bisa?

GEN-ID | Logo HUT Kota Bekasi Ke-23 Karya Mahasiswa Riau. Kok Bisa?

Ya, bisa! Pasalnya, logo HUT Kota Bekasi memang setiap tahunnya dilombakan. Dan kali ini Zulkifli, mahasiswa semester VI asal Riau, berhasil menjadi juara lomba desain logo tersebut menyisihkan 181 peserta dan 397 karya.

“Juri bekerja selama seminggu sebelum menetapkan pemenangnya. Dalam menjaga independensi juri menilai dari nomor peserta, jadi asal dan latar belakang pengirim tidak diketahui dari mana,” ujar Harun Alrasyid, Ketua Dewan Penilai, saat launching logo HUT Kota Bekasi ke-23, Senin (17/2/2020).

Menurut Harun, logo buatan Zulkifli  simpel, dan memenuhi kriteria mudah diaplikasikan ke baju, banner dan lainnya. 

Logo yang telah dimenangkan Zulkifli tersebut akan dipakai oleh Kota Bekasi selama satu tahun ke depan.

Harun menegaskan bahwa karya Zulkifli, mahasiswa asal Riau tersebut memenuhi tema yang diusung dalam HUT Kota Bekasi ke-23. Ada lima unsur penilaian pertama orisinalitas, relevansi logo dengan tema, dan unsur estetika.

“Awalnya ada 30 karya dari ratusan desain logo yang masuk, kemudian mengerucut jadi lima karya, dikerucutkan lagi jadi tiga hingga hanya ada satu karya yang dinyatakan menang,” ujar Harun.

Ilustrasi dalam logo sesuai yang dijelaskan oleh Zulkifli pemilik karya, bahwa dalam desain tersebut ada Tugu Patriot dengan bambu runcing berujung lima. Berdiri tegak dan pilar batas wilayah melambangkan Kota Patriot dengan warna abu-abu sebagai lambang sejarah. (GI/Mahar P)


Kontak Redaksi:
koordinator.liputan@gmail.com
0812-9167-7174

Yayasan Al Hidayah Nyakman Bekali Guru dengan Parenting Skill Kalananti


GEN-ID | Guna meningkatkan kualitas guru dalam mengajar anak didik, Yayasan Al Hidayah Nyakman Jakarta Timur selaku penyelenggara TKIT dan SDIT Insan Madani, mengirim guru dan kepala sekolah dalam kegiatan seminar dan pelatihan Parenting Skill Kalananti, pada akhir pekan awal Februari 2019, di Gedung Kemendikbud, Senayan, Jakarta Pusat.


Kalananti merupakan program implementasi pendidikan anak secara menyenangkan, dengan kegiatan-kegiatan edukatif yang tak hanya memberikan pengetahuan kepada anak, namun juga memberikan pengalaman. Dengan demikian, anak lebih terangsang untuk berpikir logis berdasar ilmu pengetahuan.

Diantara kegiatan Kalananti tersebut antara lain pengenalan terhadap profesi, story' telling, mengenal lingkungan alam sekitar seperti hewan dan tumbuhan, mengenal robot dan lain-lain.

Mengapa anak perlu diperkenalkan dengan profesi?

Hal ini berangkat dari prediksi pada 20 tahun kedepan, yang mana mesin dan robot akan mengambil alih 56% pekerjaan manusia. Tepatnya, sebanyak 75 Juta pekerjaan telah diprediksikan akan hilang. Sedangkan, 133 Juta pekerjaan baru diperkirakan akan muncul disaat yang sama.


Sehingga dengan problematika tersebut anak-anak harus dipersiapkan sejak dini guna mengonstruksi pikiran mereka agar dapat survive dalam menghadapi tantangan zaman.

Ilustrasi Dok. Kalananti

Dengan persaingan antara manusia dengan mesin atau robot, selain memunculkan beraneka prpssi baru dengan tuntutan kreatifitas tinggi serta penguasaan teknologi digital, juga menuntut manusia bisa berbahasa pemrograman sebagaimana komputer, yang menjadi otak dari mesin-mesin pekerja.

Pola didik Kalananti juga merangsang anak untuk memahami intruksi dan perintah dengan benar, responsif, serta cara bekerja sama dalam melakukan pekerjaan. Disamping itu juga diajarkan toleransi untuk mengasah kepekaan anak agar mau memahami orang lain, peduli dan berbagi.

"Dengan mengirimkan para guru untuk mengikuti pelatihan parenting skill bersama Kalananti, kita berharap dapat diterapkan di sekolah guna meningkatkan pola asuh yang sudah berjalan selama ini," terang Wilma dari Yayasan Al Hidayah Nyakman Kebonpala Jakarta Timur.

Senada dengan Wilma, guru senior SDIT Insan Madani, Yuli Mustika Ningsih mengatakan pelatihan parenting skill ini sangat penting, karena tuntutan zaman membuat sekolah harus mempersiapkan anak didik dengan berbagai bekal yang membuat mereka lebih siap bersaing.

Sementara itu Kepala Sekolah TKIT Insan Madani Tri Okrinawati, S.Pd berharap ini menjadi penambahan wawasan bagi guru dan orang tua murid dalam menerapkan pola asuh serta mengoptimalkan potensi anak.

Tentang TKIT/SDIT Insan Madani

Penyelenggara: Yayasan Al Hidayah Nyakman

Alamat:
Jalan Perindustrian V RT.4/RW.6 No. 43, Kebon Pala, Makasar, Jakarta Timur 13650


Berdiri: 3 Desember 2004

Visi: Mewujudkan sekolah yang mampu mencetak insan yang berkualitas dan memiliki nilai-nilai Islam dan kemandirian

Misi: Menyelenggarakan pendidikan Islam Terpadu yang berbasis pada nilai moral spiritual dan berorientasi pada perkembangan anak

Mengembangkan potensi dan perkembangan anak dengan optimal sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya secara berkesinambungan

Memberikan pendidikan agama sedini mungkin dengan pembiasaan ibadah dan akhlakul karimah melalui praktek langsung dalam lingkungan yang kondusif.

(Mahar Prastowo)

Omega36, Produk Olahan Ikan Andalan Agrobisnis Perikanan SMKN 36 Jakarta Utara


GEN-ID | SMKN Mandiri 36 JAKARTA UTARA terus berinovasi dalam rangka menorehkan prestasi. Jika selama ini dikenal sebagai juara nasional di bidang Nautika, kini sekolah ini juga mengembangkan potensi kewirausahaan bidang kelautan melalui jurusan Agrobisnis Perikanan (AP).

Salah satunya dengan meluncurkan merek Omega36, yang merupakan brand untuk aneka makanan olahan berbahan baku utama ikan.
Berbagai makanan olahan berbasis ikan yang dihasilkan antara lain pempek, bakso, otak otak, dan somay ikan.

"Dilengkapi dengan laboratorium praktikum jurusan AP, produk-produk Omega36 dihasilkan melalui proses higienis dan tanpa bahan pengawet maupun penyedap yang berbahaya bagi kesehatan," terang Bintang Alief Primaksara, siswa kelas XI Jurusan Nautika (NKPI) yang juga antusias mempelajari pemasaran produk jurusan AP.

Bintang Alief mengungkapkan, produk-produk Omega36 dibuat guna memenuhi kebutuhan pangan bergizi dengan memperhatikan aspek-aspek penting dan kontrol ketat produksi sesuai standard penilaian akademis yang merupakan idealisme dunia pendidikan. Jadi bukan kegiatan industri massal komersial guna memenuhi jumlah permintaan pasar.

Dari pengamatan dan diskusi dengan jurusan AP, Bintang Alief menyimpulkan bahwa Omega36 harus diproduksi secara berkesinambungan, sehingga sudah tepat langkah sekolah yang memneri penugasan ke siswa kegiatan sales guna mendukung komitmen Omega36 untuk terus melakukan produksi makanan olahan ikan berkualitas, halal dan bergizi tinggi.

"Omega36 berkomitmen kuat menyajikan makanan halal yang aman dan sehat secara menyeluruh bukan hanya pada produk, melainkan juga dalam proses pembuatan, halal proses dan halal produk," tegas Bintang yang merupakan siswa dengan skor bahasa Inggris TOEIC tertinggi (945) di SMKN 36 dan peringkat 16 nasional pada tahun lalu.

Saat ini makanan olahan Omega36 diproduksi dalam kemasan 500 gram, seperti Bakso Ikan yang dibandrol pada harga eceran Rp 30.000 per pack, Siomay Ikan Rp 25.000 per pack, dan Pempek dengan harga Rp. 30.000 per pack.

Produk Omega36 yang mengedepankan kualitas sebagai makanan sehat, harga terjangkau, bergizi tinggi, dan halal, dapat diperoleh dengan menghubungi 0822-4683-2683.

Bintang Alief berharap, selain dapat dikembangkan dengan kapasitas produksi lebih besar, Omega36 dapat menjadi brand andalan yang tak hanya mengangkat nama SMKN 36, namun juga menumbuhkan jiwa kewirausahaan siswa, mengingat Indonesia memiliki potensi kelautan yang sangat besar untuk dikembangkan guna meningkatkan kesejahteraan.

Disamping itu Bintang berharap, pemerintah memberikan perhatian dengan mendukung produksi guna pemenuhan gizi siswa. "Misalnya dengan memberikan subsidi produksi untuk memberikan makanan tambahan bergizi gratis bagi siswa," ujar siswa yang baru kembali berlayar dalam rangka praktik kerja industri (prakerin) ini berharap.



Klaim Tanah Sewa, Pengelola Teras Kayu Resto Pekanbaru Dilaporkan ke Bareskrim Polri

GEN-ID | Jakarta - Kasus pemasangan plang yang dilakukan Mery Gunarti dengan mengaku sebagai pemilik diatas lahan atau mengklaim tanah milik sah dari Alm. Mhd Rawi Batubara dikategorikan sebagai "Perbuatan Melawan Hukum" yang dapat digugat ganti-kerugian materiil berupa biaya sewa selama tanah dikuasai secara ilegal, serta perintah pengosongan. Demikian LEADHAM Internasional dalam keterangan pers.

Apalagi ketika Rumah Makan Teras Kayu Resto (berdiri dilahan Mhd Rawi Batubara) tersebut saat ini dikuasai Merry Gunarti serta Salikun Djono, dan  pemilik Rumah Makan Teras Kayu Resto sudah memberikan biaya sewa selama 10 tahun dengan nilai sewa sebesar Rp.150 juta pertahunnya.

Hal ini ditegaskan Dr.(H.C) Ir. Rismauli D. Sihotang selaku Ketua LEADHAM (Lembaga Advokasi Hak Azasi Manusia) Internasional Jawa Tengah, bersama team advokat, Ulrikus laja, S.H., saat mendampingi para korban Winda Isnaini Batubara, (anak Alm. Mhd Rawi Batubara), Zun Khairani Harahap, (istri Alm. Mhd Rawi Batubara), dan Sumarni Burhan Silaban (Mak tua), saat menyambangi Mabes POLRI dan bertujuan untuk membuat Laporan Polisi (LP) bertempat di Bareskrim Polri, Gedung Awaloedin Djamin Komplek Mabes Polri, Jalan Trunojoyo Nomor 3 Selong, Blok M, Kecamatan Kebayoran Baru Jakarta Selatan pada, Senin (20/1/2020) siang.

Dalam penuturannya Risma mengatakan bahwa telah dilakukan konsultasi hukum di lantai 4 dengan bagian Pidana Umum (Pidum) Bareskrim Polri mengenai keterkaitan masalah penyerobotan sebidang tanah untuk dan atas nama Klien Lembaga Advokasi Hak Azasi Manusia (LEADHAM) Internasional, yakni Winda Isnaini Batubara.

"Walaupun belum gelar perkara, tapi kita telah membawa bukti-bukti yang kita pegang. Rencananya kita akan membuat/membuka LP (Laporan Polisi), jadi ada yang masih (kurang) harus dilengkapi (Selasa, 21 Januari 2020) kita akan kembali lagi ke sini (Bareskrim Polri). Kita kembali menghadap, menyerahkan dokumen yang diminta untuk proses selanjutnya," tutur Wanita cantik dan energik ini, yang selalu memenangkan perkara dalam persidangan.

Masih kata Risma, untuk proses selanjutnya tentunya jelas pihak LEADHAM akan melaporkan Mery Gunarti terkait dugaan perbuatan melawan hukum yang dilakukannya. "Kita akan melakukan laporan polisi, melaporkan tentang tindak pidana yang dilakukan disana yang 'menancapkan' plang secara sepihak (di atas tanah Mhd Rawi Batubara (Alm.) oleh Mery Gunarti dan (bersama) suaminya Salikun Djono, (tepatnya pada Kamis pagi, tanggal 30 Agustus 2018) yang notabene milik klien kita," ungkap Risma.

Nanti tentunya akan ke pokok perkaranya, lanjut Risma, terkait proses pelaporannya. "Kita akan 'berkencan' lagilah dengan penyidik atau konsultan hukumnya di (Bareskrim) disitu yach," tegasnya lagi.

Sebenarnya, dalam kasus ini bukan obyek yang disengketakan oleh Mery Gunarti. Karena Mery justru bersengketa dengan PT Surya Kencana sejak tahun 1996. (Pada tahun 2007 terjadi lagi perkara antara PT. SURYA SENA KENCANA menggugat MERY GUNARTI atas tuduhan bahwa MERY GUNARTI tidak beritikad baik menjual tanahnya pada tahun 1996 ke PT. SURYA SENA KENCANA dimana pada saat itu tanah yang dijualnya diduga sedang bersengketa antara Drs. SUTAN BALIA menggugat SUPANGAT PURWOMIHARJO. 

Dan Singkatnya perkara tersebut dimenangkan oleh PT. SURYA SENA KENCANA sehingga MERY GUNARTI terpaksa mengganti kerugian kepada PT. SURYA SENA KENCANA sebesar Rp.16 miliar, dengan Nomor perkara : 58 di Pengadilan Negeri (PN), Pengadilan Tinggi (PT) Nomor : 72, Mahkamah Agung (MA) Nomor : 529 dan Peninjauan Kembali (PK) Nomor : 478, semua perkara dimenangkan oleh PT. SURYA SENA KENCANA.

"Baru pada tahun 2018, dia (Mery) menaruh (memasang/menancapkan) plang yqng tidak ada dasarnya terhadap putusan-putusan yang dia tancapkan (ada) didalam plang tersebut, dari tahun 1996-an kemana aja dia, sedangkan dia adalah orang terpandang disana, ia (Mery) adalah orang kaya di Pekanbaru. Dia merupakan pelaku bisnis yang sangat luar biasa, tetapi ternyata dia (diduga justru) mendzolimi rakyat kecil. Seperti disini, telah ikut hadir bersama kami (ahli waris)," paparnya.

Sementara itu, Ulrikus Laja, S.H., selaku team advokat LEADHAM Internasional juga mengungkapkan bahwa terkait hal tersebut dapat ditarik perspektif yuridis, adalah sangat riskan melakukan "penyerobotan" melalui pemasangan plang yang dilakukan pihak Mery Gunarti. "Telah terjadi pelanggaran hukum, karena memasuki pekarangan orang tanpa izin dan tindakan ini yang dapat dijerat dengan Pasal 167 KUHP," ujar Ulrikus.

Selain itu, sesuai ketentuan pasal 32 Peraturan Pemerintah Nomor 24 tahun 1997, tentang pendaftaran tanah bahwa jika telah terdaftar maka (siapapun) tidak dapat menuntut pembatalan hak atas tanah (apalagi jika telah bersertifikat).

Reporter: Mahar Prastowo
Editor: Zarkasih

Kokola Group Salurkan Bantuan Korban Banjir Melalui Posko Senkom Bekasi Raya


Gen-ID | Bertempat di Posko Peduli Korban Banjir Senkom Mitra Polri di Jalan Swatantra Jatirasa Jatiasih Kota Bekasi, PT Mega Global Food Industry (Kokola Group) menyerahkan bantuan paket biskuit kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat terdampak banjir.

Banjir melanda warga perumahan Pondok Gede Permai, Kemang IFI, Mitra Lestari dan sekitarnya akibat curah hujan tinggi di malam tahun baru.

Bantuan biskuit dari Kokola Group diserah terimakan oleh Nanda selaku PR Kokola Group kepada Sartono selaku Koordinator Posko Senkom Mitra Polri Bekasi Raya, disaksikan segenap jajaran pembina dan pengurus Senkom Bekasi Raya.

Sartono mengucapkan terimakasih dan apresiasi yang tinggi kepada Kokola Group atas kepeduliannya terhadap masyarakat terdampak banjir, serta atas kepercayaan bersinergi dengan Tim Senkom Rescue, unit kebencanaan Senkom Mitra Polri.


Meski para relawan Senkom Rescue juga banyak yang terdampak banjir, namun mereka tetap berusaha untuk dapat memberikan bantuan evakuasi kepada masyarakat.


Dikatakan Humas Senkom Bekasi Raya, Sandi Setya Miharja, guna memenuhi kapasitas daya tampung pengungsi, selain menggunakan kantor sekretariat, juga bekerjasama dengan LDII setempat yang memiliki gedung 3 lantai dan sebuah masjid dengan halaman cukup luas yang saling berdekatan.


Tentang Senkom Rescue

Senkom Rescue adalah sebuah unit kerja atau klaster bidang SAR dan kebencanaan Senkom Mitra Polri. Anggota Senkom Rescue terlatih di bidang mitigasi, evakuasi dan rehabilitasi dalam kebencanaan. Tim ini berdiri pada 1 Januari 2005 atau tepat 1 tahun setelah berdirinya Senkom Mitra Polri pada 1 Januari 2004. Ketika itu Senkom Mitra Polri menerjunkan tim dalam peristiwa Tsunami Aceh Desember 2004. Senkom Rescue dilatih oleh BNPB, Basarnas (BNPP), Polair dan lain-lain.


Tentang Kokola Group

PT Mega Global Food Industry (Kokola Group), adalah produsen olahan pangan berupa wafer dan biskuit spesialis halal dan aman yang telah eksis di pasar internasional. Produk Kokola Group didistribusikan 50% untuk pasar ekspor dan 50% untuk domestik.

Biskuit Kokola yang dikenal kemasannya fashionable telah mengisi rak-rak supermarket di Asia, AS, Eropa, Tiongkok, UEA, Australia, dan negara-negara lainnya.

Dengan tagline "Kokola Halal Enaknya Terlalu", PT Mega Global Food Industry menerapkan total food safety, yang mana pabrik pengolahan biskuit yang berlokasi di Gresik, Jawa Timur, itu menerapkan standar keamanan pangan tinggi mulai penggunaan bahan baku, alat produski, hingga proses produksi.

Hal itu karena Kokola Group berkomitmen kuat menyajikan makanan halal yang aman dan sehat secara menyeluruh bukan hanya pada produk, melainkan juga dalam proses pembuatan (halal proses dan halal produk).

Di pasar domestik, Biskuit Kokola halal bisa diperoleh di seluruh toko dan jaringan supermarket ternama seperti Hypermart, Giant, Hero, Lion Superindo, Carrefour, Yogya Toserba, Griya Toserba, Hari Hari, Naga Swalayan, Ramayana, dan e-commerce di seluruh Indonesia.

 
Reporter:Agus Wiebowo
Editor:Mahar Prastowo



-

-

-

-

Wafiq Griya Busana

-

-
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Generasi Indonesia - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by daguku