Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Lomba BPIP Soal "Hormat Bendera Menurut Islam" Dinilai Tidak Produktif

Senin, Agustus 16, 2021 | 02.02 WIB | Last Updated 2021-08-15T19:02:52Z
Ketua Fraksi PAN Saleh Partaonan Daulay (Instagram @salehpd)



GEN-ID 🇮🇩 | Pendidikan -
Sejak jaman perjuangan kemerdekaan, hormat bendera dan lagu kebangsaan tidak pernah dipersoalkan. "Para ulama dan para santri selalu menjunjung tinggi dan menghormati eksistensi bendera negara dan lagu kebangsaan," tegas Ketua Fraksi PAN Saleh Partaonan Daulay  menyikapi adanya lomba karya tulis BPIP, Minggu (15/8/2021).

Lomba karya tulis bertema "Hormat Bendera Menurut Hukum Islam" dan "menyanyikan Lagu Kebangsaan Menurut Hukum Islam" yang diadakan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) juga dinilai tidak produktif.

"Tidak produktif karena diyakini tidak akan mampu meningkatkan penghayatan dan pengamalan Pancasila. Juga tidak kontekstual karena temanya sangat jauh dari kondisi kekinian yang dihadapi bangsa Indonesia," kata Saleh Partaonan Daulay.|

Sebagai ideologi negara, ada banyak tema yang lebih tepat untuk diajukan. Bahkan, tema-temanya sangat aktual dengan kondisi kekinian. Katakanlah, misalnya, Bantuan sosial di era pandemi dalam perspektif Pancasila, Meneguhkan Nilai Persatuan dan Gotong Royong di Masa Pandemi, Akses Terhadap Pelayanan Kesehatan Sebagai Manifestasi Keadilan Sosial, Mengungkap Nilai-nilai Spritualitas di Balik Pandemi Covid-19, dan lain-lain. Meskipun temanya tidak spesifik menyebut kata santri, tetapi dipastikan bahwa para santri sangat menguasai tema-tema tersebut. Tinggal mencari referensi agar bisa diaktualisasikan sesuai dengan tema yang diminta.

"Secara metodologis, tidak ada rumusan masalahnya. Kalau tidak ada rumusan masalahnya, apa yang mau ditulis? Sebelum ditulis pun orang pasti akan mengetahui bahwa kesimpulannya Islam tidak mempermasalahkan hormat bendera dan menyanyikan lagu kebangsaan. Sebab, itu adalah bagian dari perwujudan cinta tanah air. Sementara, cinta tanah air adalah bagian dari iman," ungkapnya.

BPIP keluh Daulay, sudah sering kali membuat polemik dan hiruk pikuk. Semestinya, hal-hal seperti itu dihindari. Apalagi, semua sedang fokus menghadapi covid-19 dengan berbagai varian baru yang lebih agresif. Sudah semestinya, berbagai program kementerian lembaga diarahkan pada upaya mencari solusi terhadap masalah yang kita hadapi.

"Kasihan juga neh BPIP. Banyak disorot masyarakat. Bahkan, ada yang minta dibubarkan. Akhirnya, kita sendiri malah tidak enak untuk ikut berkomentar soal eksistensi BPIP tersebut," tandasnya. [gi]


×
Berita Terbaru Update