Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler


4 Masjid Bersatu Santuni Yatim di Tahun Baru 1444 Hijriyah

Minggu, Juli 31, 2022 | 18.14 WIB | Last Updated 2022-08-03T11:22:16Z



GENERASI-ID 🇮🇩 | Kota Bekasi - Semakin luas dan semakin banyak masjid melalui DKM dan perangkat rukun warga yang bergabung berkolaborasi menyantuni anak yatim di kelurahan Kayuringin Jaya, Bekasi Selatan, Jawa Barat. Seperti tampak pada Hari Sabtu (30/07/2022) sebanyak 4 masjid yakni Masjid Ar Ridho, Masjid Al Anshor,  Masjid Nurul Ihsan dan Masjid Nurul Hikmah menyantuni 161 anak yatim dari 16 RW.

Drs. H. Irfangi menyatakan kegembiraannya ketika H. Supandi selaku ketua RW 01 menyampaikan kabar baik ingin bergabung dengan kegiatan santunan yatim yang telah berjalan di Masjid Ar Ridhlo, Masjid Al Anshor dan Masjid Nurul Ihsan. Amar ma'ruf (mengajak kepada kebaikan, red) melalui santunan yatim yang diinisianya bak gayung bersambut dengan semakin meningkatnya DKM (Dewan Kemakmuran Masjid) dan RW yang bergabung, serta meningkatnya jumlah anak yatim yang dapat disantuni.


"Sekarang ini alhamdulillah sudah empat masjid, semoga kedepan masjid di seluruh kelurahan Kayuringin Jaya dapat bergabung bersama-sama dalam kegiatan santunan ini," ucap Drs. H. Irfangi.

Senada dengan H. Irfangi, ketua RW 01 Kayuringin Jaya H. Supandi juga berharap kedepan seluruh masjid di wilayah kelurahan Kayuringin Jaya dapat bergabung dalam santunan yatim. Selain termotivasi turut bergabung, juga akan mengajak masjid lain turut serta dalam kolaborasi kegiatan santunan ini.

Menyitir hadith Rasulullah  Shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda:

مَنْ سَنَّ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةً حَسَنَةً، فَلَهُ أَجْرُهَا، وَأَجْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا بَعْدَهُ، مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْءٌ، وَمَنْ سَنَّ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةً سَيِّئَةً، كَانَ عَلَيْهِ وِزْرُهَا وَوِزْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا مِنْ بَعْدِهِ، مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَيْءٌ

Barangsiapa mencontohkan dalam Islam suatu contoh yang baik, maka ia akan mendapatkan pahalanya, dan pahala orang yang melakukannya setelahnya; tanpa berkurang sesuatu apapun dari pahala mereka. Dan barangsiapa yang mencontohkan dalam Islam suatu contoh yang buruk, maka ia menanggung dosanya dan dosa orang yang mengerjakannya setelah dia, tanpa berkurang sesuatu pun dari dosa-dosa mereka.[HR. Muslim, no. 1017]

Hadir dalam acara santunan yatim di Masjid Nurul Hikmah, Sabtu (30/07/2022) tiga pilar kelurahan Kayuringin Jaya yakni Kasi Kesos, Bhabinkamtibmas dan Babinsa; DKM Masjid Nurul Hikmah Ustadz H Zaidun,  ketua RW 10 H. Pipit Susanto, penasehat DKM Nurul Hikmah Ir. Isdiyanto


Kegiatan santunan anak yatim di Masjid Nurul Hikmah dihadiri hampir 200 orang yang terdiri dari para pengurus masjid, undangan tokoh masyarakat dan para penerima santunan.

H. Yoyo Sutaryo selaku ketua Rw 021 Bumi Satria Kencana Kayuringin Jaya mengapresiasi bergabungnya DKM Masjid Nurul Hikmah yang terletak d RW 01 dan berhadapan dengan wilayah RW 010.

"Terima kasih santunan perdana bersama 4 masjid ini berjalan  di RW 01.  Terima kasih kepada panitia dan para pengurus DKM," ucap H. Yoyo Sutaryo.

Ketua Forum RW Kayuringin Jaya H. Yoyo Sutaryo dalam kesempatan memberikan sambutan menceritakan kembali sejarah kegiatan santunan yang berawal dari RW 21 dan diinisiasi oleh seksi sosial dan kematian Drs. H. Irfangi.

Diungkapkan H. Yoyo Sutaryo, dari seksi sosial dan kematian RW 021 yang kebetulan ada masjid Ar Ridho, kegiatan santunan terus berkembang yang awalnya belasan hingga kemudian semakin banyak. Daya tampung masjid Ar Ridho yang terbatas mendapat solusi dengan bergabungnya masjid Al Anshor di RW 022 yang memiliki parkir luas, disusul kemudian masjid Nurul Ihsan di RW 025.

"Dan sekarang yang ke-4 di masjid Nurul Hikmah,  kita makmurkan masjid dengan santunan anak yatim," ujar H. Yoyo Sutaryo.

Ajeng Febrianti, S.A., Kesos Kelurahan Kayuringin Jaya didampingi staf Kesos Haidir serta Bhabinkamtibmas Ipda Triyugo Amrih Dumadi dan Babinsa Serka Dardjo, menyampaikan dukungannya dan berharap kedepan semakin banyak masjid yang bergabung.

"Saya mewakili pak lurah mendukung sekali acara ini, mudah-mudahan di acara selanjutnya kita kelurahan Kayuringin Jaya bisa berpartisipasi juga dalam rangka santunan anak-anak yatim ini," ucap Ajeng.

Demikian halnya Ustadz H. Zaidun, DKM Masjid Nurul Hikmah, ia menerangkan menyantuni anak yatim adalah sunnah rasululullah shallallaahu 'alaihi wa sallam. Ia juga berharap santunan berikutnya terus mengalami peningkatan sehingga kedepan seluruh masjid di kelurahan Kayuringin Jaya bergabung serentak dalam program santunan bersama ini.

"Mudah-mudahan tahun-tahun berikutnya terus meningkat ya dan sesuai dengan niat kita adalah mewujudkan generasi anak-anak yatim yang berakhlak mulia dan hafal Quran, dan insyaallah harapan kita anak-anak yatim ini menjadi pemimpin di masa yang akan datang," ucap Ustad Zaidun.

H. Pipit Susanto, Ketua RW 010 juga mengapresiasi sudah sebanyak empat masjid bergabung dalam kegiatan santunan yatim, ia pun berharap seluruh masjid di Kayuringin Jaya bisa bersatu bersama-sama menyantuni anak yatim di kalangan umat sehingga tidak ada anak yatim muslim yang terbegkalai tanpa perhatian.

"Di wilayah Kayuringin Jaya ini banyak masjid, sekarang baru bergabung empat, mudah-mudahan kedepannya seluruh masjid di Kayuringin Jaya bisa bersatu. Dengan bersatunya masjid di Kayuringin Jaya ini insya Allah muslim jadi kuat khususnya di wilayah Kayuringin Jaya, warga muslim kurang mampu punya wadah, dalam arti jangan sampai tidak ada yang menyantuni," ujar  H. Pipit Susanto.

Hal senada diungkapkan Ir. Isdiyanto selaku penasehat Masjid Nurul Hikmah, bahwa santunan yatim piatu yang tadinya tersebar di masjid masing-masing dengan dikumpulkan jadi satu, menjadikan persatuan lebih kuat dan arahnya lebih jelas.

"Santunan yatim piatu yang tadinya tersebar di masjid masing-masing dengan dikumpulkan jadi satu, menjadikan persatuan lebih kuat dan arahnya lebih jelas. Donaturnya juga lebih jelas, anak yatimnya lebih jelas yang dibina jadi generasi penerus bangsa.," ucap Ir. Isdiyanto.

Lanjut Ir. Isdiyanto, "agar anak yatim ini tidak terlantar, bisa layak seperti anak yang bukan yatim,  itu tujuannya."

"Ya kita memang menyadari bahwa umat Islam Indonesia ekonominya masih banyak yang lemah, maka kita bersama-sama walaupun lemah kalau bersatu nanti jadi kuat," pungkas H. Isdiyanto.





Memaknai Tahun Baru Hijriyah  Sebagai Awal Kebangkitan Islam

Ustadz Drs. H. Husein Usman, M.Pd.I dalam tausyiahnya mengungkapkan perlunya umat Islam dapat memahami dan memaknai tahun baru hijriyyah 1 Muharram sebagai tahun baru islam dan sebagai tonggak awal kebangkitan Islam.

"Pada pagi hari ini tahun baru 1444 Hijriyah mudah-mudahan tahun ini lebih baik dari tahun kemarin, tahun sekarang lebih sukses dari tahun kemarin, tahun sekarang lebih maju daripada tahun kemarin, tahun ini lebih semangat dari tahun kemarin," ucap Ustadz Drs. H. Husein Usman, M.Pd.I mengawali tausyiahnya.

Ustadz Husein Usman menjelaskan arti hijrah sebagai peristiwa bersejarah pindahnya Rasulullahnya dari Makkah ke Madinah. Namun lebih luas lagi artinya sebagai meninggalkan apa-apa yang dilarang oleh Allah subhanahu wa ta'ala,  berpindah dari yang tadinya jauh sekarang menjadi dekat kepada Allah.

Diungkapkan Ustadz Husein Umar perihal munculnya kalender islam, bahwa pada zaman Umar Bin Khattab sebagai khalifah, dia berkirim surat kepada gubernur Mesir Amr Bin Ash namun dalam surat itu tidak ada tanggalnya, jadi begitu sampai di Mesir dibaca oleh gubernur isinya dipahami semua dan segera dilaksanakan. Namun pertanyaan gubernur Mesir, kapan surat ini dibuat? Maka dibalas surat itu oleh gubernur Amr Bin Ash dengan tambahan kalimat "Surat khalifah yang ditujukan ke saya sudah diterima, surat yang tanpa tanggal itu sudah saya pahami..."

Begitu surat balasan dikirim ke khalifah,  kemudian Umar Bin Khattab mengumpulkan para sahabat untuk menentukan kapan umat islam akan memulai tanggal. Saat itu ada beberapa usulan diantaranya ketika Nabi hijrah dari Mekah ke Madinah alasannya Islam berkembang pesat  ketika Rasulullah hijrah ke Madinah.

Perkembangan pesat islam di Madinah, diawali Rasulullah Muhammad Shallallaahu 'alaihi wasalaam dengan membangun tiga pilar.

"Pilar yang pertama adalah masjid, dengan menjadikan masjid sebagai pusat pemikiran Islam, masjid menjadi sentral semua aktivitas itu artinya kalau mau selamat jangan tinggalkan masjid," ujar Ustadz Husein Usman.

Lanjut Ustadz Husein Usman, "pilar kedua adalah membangun persatuan umat dengan mempersatukan dan mempersaudarakan kaum Muhajirin dengan kaum Anshar."

"Kemudian pilar yang ketiga adalah ekonomi," sambung Ustadz Husein Usman.

Pada saat itu di Madinah ekonomi dikuasai oleh Yahudi dan juga para pedagang yang curang. Maka Rasulullah memperkenalkan perdagangan yang Islami denga prinsip yang jual untung yang membeli puas. Lama-lama ekonomi yang tidak jujur tergusur dan Islam menguasai ekonomi. Dan berkembanglah Islam sehingga Madinah dijuluki Al Munawaroh atau metropolitan.

Allah SWT berfirman dalam QS al-Baqarah [2]:218.

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَالَّذِينَ هَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أُوْلَئِكَ يَرْجُونَ رَحْمَةَ اللَّهِ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ.

Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.







×
Berita Terbaru Update